Anda di halaman 1dari 12

Kewajiban Menuntut Ilmu

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada


Mata kuliah : Hadits Tarbawi
Dosen Pengampu :
Ratna Saidah

Disusun Oleh :
Kelas
:H
Siti Etika

932112614

Achmad Shochibu Bakri

932106414

Dody Utomo

932113114

JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI


(STAIN) KEDIRI
2016
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wataala yang
senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya. Shalawat serta salam
semoga senantiasa tetap tercurah dan telimpahkan kepada baginda
junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membimbing perubahan

akhlaq dari yang sesat menuju akhlaqul karimah serta beliau adalah
sebagai uswah dan khudwah kita.
Penulis berucap syukur kepada Allah atas limpahan nikmat sehatnya, baik fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis dapat menyelesaikan
pembuatan makalah, sebagai tugas dari mata kuliah Hadits Tarbawi.
Tentunya makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan, untuk itu, penulis mengharapkan kritik-kritik dan saran dari
pembaca untuk lebih baiknya makalah ini. Demikian, dan jika terdapat
banyak kesalahan penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Hanya kepada Allah SWT penulis memohon ampunan dan rahmatNya semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya, dan bagi pembaca
pada umumnya. Amin Ya Robbal Alamin.

Kediri, 10 Maret 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan adalah sebaik-baik sesuatu yang
disukai,

sepenting-penting

sesuatu

yang

dicari

dan

merupakan sesuatu yang paling bermanfaat, dari pada


selainnya. Kemuliaan akan didapat bagi pemiliknya dan
keutamaan akan diperoleh oleh orang yang memburunya.
Dalam kehidupan dunia, ilmu mempunyai peranan
yang sangat penting. Perkembangan dan kemajuan ilmu
memberikan

kemudahan

bagi

kehidupan

baik

dalam

kehidupan individu maupun kehidupan bermasyarakat.


Dalam kehidupan beragama, ilmu

adalah sesutau

yang wajib dimiliki, karena tidak akan mungkin seseorang


mampu

melakukan

ibadah

yang

merupakan

tujuan

diciptakannya manusia oleh Allah, tanpa didasari ilmu.


Minimal, ilmu yang akan memberikan kemampuan kepada
dirinya, untuk berusaha agar ibadah yang dilakukan tetap
berada dalam aturan-aturan yang telah ditentukan. Dalam
agama, ilmu, adalah kunci menuju keselamatan dan
kebahagiaan akhirat selama-lamanya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas dapat
diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian menuntut ilmu ?
2. Bagimana kewajiban menuntut
hadits ?

ilmu

menurut

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian menuntut ilmu
Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan
oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku
kearah

yang

lebih

baik,karena

pada

dasarnya

ilmu

menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan


kebodohan.
Seseorang harus memulai dengan ilmu sebelum
beramal. Maksud dari beramal adalah melakukan kegiatan
atau

melakukan

suatu

pekerjaan.

Dalam

melakukan

pekerjaan manusia dituntut mengetahui ilmunya

dari

pekerjaan tersebut. Karena dengan mengetahui ilmunya


pekerjaan akan lebih terarah dan tidak berantakan.
Menuntut

ilmu

merupakan

ibadah

sebagaimana

sabda Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh


Muadz bin Jabal,
Rasulullah

saw

mempelajarinya

bersabda,

"Pelajarilah

membuatmu

takut

ilmu
kepada

karena
Allah,

mencarinya adalah ibadah, mengingatnya adalah tasbih


dan mengkajinya adalah jihad. Mengajarkannya kepada
orang yang tidak mengetahui adalah sedekah. (HR. Ibn
Abdul Barr)
Dengan demikian perintah menuntut ilmu tidak di
bedakan antara laki-laki dan perempuan. Hal yang paling di
harapkan dari menuntut ilmu ialah terjadinya perubahan
pada diri individu ke arah yang lebih baik yaitu perubahan

tingkah laku, sikap dan perubahan aspek lain yang ada


pada setiap individu.1

B. Hukum Menuntut Ilmu Menurut Hadits


Ilmu adalah jendela dunia, yang dapat membuka
cakrawala

baru,

teori

baru

bahkan

memunculkan

tekhnologi yang sangat modern juga digapai dengan ilmu


pengetahuan. Dalam kitab Taklimul Mutaallim dijelaskan
bahwa

yang

menjadikan

manusia

memiliki

kelebihan

diantara makhluk -makhluk Allah yang lain adalah karena


manusia memilki ilmu.2
Islam
memandang

sebagai
bahwa

agama

yang

menuntut

sangat

ilmu

sempurna

adalah

sebagai

keharusan bagi umatnya. Di dalam Islam, menuntut ilmu


merupakan perintah sekaligus kewajiban. Sebagaimana
yang ada dalam hadits-hadits berikut ini :





,
.



,


.

:







)







.



(( )

1 M. Ikhsan Hadi Saputra.Anjuran untuk Menuntut Ilmu Pengetahuan


Pendidikan dan Pengalamannya.(Surabaya: Al Ikhlas,1981)hlm 5-8
2 Az-zarnuzi.Talimul Mutaallim.(Surabaya: Al-Hidayah) hlm 4

Artinya:Rosulullah Saw. bersabda : Menuntut ilmu adalah


wajib bagi setiap muslim dan orang yang meletakkan ilmu
kepada orang yang bukan ahlinya (orang yang enggan
untuk menerimanya dan orang yang menertawakan ilmu
agama) seperti orang yang mengalungi beberapa babi
dengan beberapa permata, dan emas. (H.R. Ibnu Majah)3
Adapun

hukum

menuntut

ilmu

menurut

hadist

tersebut adalah wajib. Karena melihat betapa pentingnya


ilmu dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Manusia
tidak akan bisa menjalani kehidupan ini tanpa mempunyai
ilmu selain itu juga manusia memiliki kelebihan diantara
makhluk-makhluk Allah yang lain adalah karena manusia
itu memiliki ilmu. Dan janganlah memberikan ilmu kepada
orang yang enggan menerimanya, karena orang yang
enggan

menerima

mengamalkan

ilmu

ilmu

itu

tidak

akan

bahkan

mau

untuk

mereka

akan

menertawakannya.4
Hukum

wajibnya

perintah

menuntut

ilmu

itu

adakalanya wajib 'ain dan adakalanya wajib kifayah.


Sedang ilmu yang wajib kifayah hukum mempelajarinya,
ialah ilmu-ilmu yang hanya menjadi pelengkap, misalnya
ilmu tafsir, ilmu hadist dan sebagainya. Ilmu yang wajib
'ain dipelajari oleh mukallaf yaitu yang perlu diketahui
untuk meluruskan aqidah yang wajib dipercayai oleh
seluruh

muslimin,

melaksanakan

dan yang perlu di

pekerjaan-pekerjaan

ketahui untuk

yang

difardhukan

atasnya, seperti shalat, puasa, zakat dan haji.


3 Sunan Ibnu Majah.Kitab al-ilmi, Bab Keutamaan Ulama dan anjuran
mencari ilmu. (Beriut: Dar Al Fikri,2001) Jilid 1. Hal 183.
4 Al-Mundiri Hafidz.Terjemah Attarghib wat tarhib.(Surabaya: AlHidayah,2000)hlm 1-3

Menuntut ilmu tidak hanya terbatas pada hal-hal ke


akhiratan saja tetapi juga tentang keduniaan. Jelaslah kunci
utama

keberhasilan

maupun

di

akhirat

dan

kebahagiaan,

adalah

ilmu.

baik

di

Sebagimana

dunia
Nabi

Muhammad saw bersabda :

,

,








Artinya:

"Barang

siapa

menginginkan

soal-soal

yang

berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya ;


dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia)
diakhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan
barangsiapa yang meginginkan kedua-duanya, wajiblah ia
memiliki

ilmu

kedua-duanya

pula".

(HR.Bukhari

dan

Muslim)
Untuk kehidupan dunia kita memerlukan ilmu yang
dapat menopang kehidupan dunia, untuk persiapan di
akhirat kita juga memerlukan ilmu yang sekiranya dapat
membekali

kehidupan

akhirat.

Dengan

demikian,

kebahagiaan di dunia dan di akhirat sebagai tujuan hidup


inshaa Allah akan tercapai.

Selain itu menuntut ilmu itu tidak mengenal batas


usia, sejak kita terlahir sampai kita masuk kuburpun kita
senentiasa mengambil pelajaran dalam kehidupan, dengan
kata

lain

Islam

mengajarkan

untuk

menuntut

ilmu

sepanjang hayat,seperti pada hadits berikut:

( )






Artinya : Carilah ilmu dari buaian sampai liang lahat (H. R. Muslim)

Menuntut ilmu tidak saja dapat dilaksanakan di


lembaga-lembaga formal, tetapi juga dapat dilakukan
lembaga non formal. Begitu juga masalah tempat, kita
dianjurkan untuk menuntut ilmu dimana saja, baik di
tempat yang dekat maupun di tempat yang jauh, asalkan
ilmu

tersebut

bermanfaat

bagi

kita.

Nabi

pernah

memerintahkan kepada umatnya untuk menuntut ilmu


walaupun sampai di tempat yang jauh seperti negeri China.
Sebagaimana yang tertuang dalam hadits berikut:

Artinya: Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena


sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.
Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap
mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela)
dengan yang ia tuntut. (HR. Ibnu Abdil Bar)
Selain

kewajiban

menuntut

ilmu,seseorang

juga

dianjurkan untuk menjaga ilmu,sebagimana yang tertuang


dalam hadits berikut:

( )





Artinya :Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Ash.
Katanya : aku pernah mendengar Rosulullah bersabda :

Allah

tidak

mencabutnya

mengambil
dari

ilmu

islam

manusia

itu

dengan

sebaliknya

cara
Allah

mengambilnya dengan mengambil para ulama sehingga


tidak tertinggal walaupun seorang. Manusia melantik orang
jahil menjadi pemimpin, menyebabkan apabila mereka
ditanya mereka memberi fatwa tanpa berdasarkan kepada
ilmu

pengetahuan

akhirnya

mereka

sesat

dan

menyesatkan orang lain pula (H.R. Bukhori Muslim)


Rasulullah mengucapkan hadist ini pada saat Haji
Wada. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad
dan Tabrani dari hadist Abu Umamah bahwa pada saat haji
Wada Nabi bersabda : Pelajarilah ilmu sebelum datang
masa punahnya ilmu.
Hadist ini berisi anjuran menjaga ilmu, peringatan
bagi pemimpin yang bodoh, dan peringatan bahwa yang
berhak mengeluarkan fatwa adalah pemimpin yang benar
benar mengetahui dan larangan bagi orang-orang yang
berani

mengeluarkan

fatwa

tanpa

berdasarkan

ilmu.

Dengan demikian,ilmu merupakan syarat mutlak bagi


seorang pemimpin dan ulama. Tanpa ilmu,seseorang tidak
berhak menjadi pemimpin dan tidak boleh memberikan
tentang fatwa apapun. Apabila hal itu terjadi, maka
pemimpin dan rakyat akan mengalami kesesatan.5

5 Bukhari Umar.Hadits Tarbawi (Pendidikan dalam Perspektif Hadits).


(Jakarta: AMZAH,2012)hlm 21-23

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan hadist hadist diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwa menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap
muslim dan jangan memberikan ilmu kepada orang yang
enggan menerima ilmu. Ilmu akan musnah jika sudah tidak
ada lagi para ulama sehingga banyak para pemimpin yang
memberi

fatwa

tanpa

menggunakan

ilmu,

sehingga

mereka saling menyesatkan satu sama lain.


Dengan

ilmu

manusia

akan

mendapatkan

kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Orang yang


menempuh perjalanan untuk mencari ilmu sama dengan
orang yang sedang menempuh perjalanan menuju surga.
Hal ini merupakan kemuliaan yang diberikan Allah kepada
orang yang mencari ilmu. Ilmu mempunyai peranan sangat
penting dalam dunia pendidikan, yang mana pendidikan
adalah

universal,

ada

keseimbangan

antara

aspek

intelektual dan spiritual, antara sifat jasmani dan rohani.


Dengan pendidikan

yang benar dan akhlak yang kuat,

maka akan tumbuh generasi penerus bangsa yang beradab


dan bermartabat.
B. Saran
Kita

sebagai

golongan

terpelajar

jangan

hanya

menjadikan kitab- kitab hadist sebagai buku hiasan saja


atau buku pelengkap referensi, tetapi hendaklah kita baca,
maknai, dan ditafsiri dengan baik dan selanjutnya di
amalkan dengan segenap kemampuan kita.

DAFTAR PUSTAKA
Al-Mundiri Hafidz.2000. Terjemah Attarghib wat tarhib. Surabaya:
Al-Hidayah.
Az-zarnuzi.Talimul Mutaallim.Surabaya: Al-Hidayah
Saputra,M.

Ikhsan

Hadi.1981.Anjuran

untuk

Menuntut

Ilmu

Pengetahuan Pendidikan dan Pengalamannya.Surabaya: Al


Ikhlas.
Sunan Ibnu Majah.2001. Kitab al-ilmi, Bab Keutamaan Ulama
dan anjuran mencari ilmu. Beriut: Dar Al Fikri Jilid 1
Umar,Bukhari.2012.Hadits Tarbawi (Pendidikan dalam Perspektif
Hadits).Jakarta: AMZAH.