Anda di halaman 1dari 34

SELF CONCEPT (KONSEP DIRI)

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir pada


Mata kuliah : PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Dosen Pengampu :
Drs. Moh. Irfan Burhani, M.Psi

Disusun Oleh :
Nama
NIM
Kelas

: Dody Utomo
: 932113114
:E

JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI


(STAIN) KEDIRI
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada umumnya setiap peserta didik ingin meraih
keberhasilan dan kesuksesan dimasa belajarnya. Untuk
meraih keberhasilan itu maka dibutuhkan konsep diri yang
baik, sebab tanpa adanya tujuan dan pembentukan konsep
diri yang tepat maka siswa akan mengalami kesulitan
dalam hal belajarnya.
Masalah-masalah rumit yang dialami oleh peserta
didik, seringkali dan bahkan hampir semua sebenarnya
berasal dari dalam diri. Mereka tanpa sadar menciptakan
mata rantai masalah yang berakar dari problem konsep
diri.
Dengan kemampuan berpikir dan menilai, peserta
didik suka menilai yang macam-macam terhadap diri
sendiri maupun sesuatu atau orang lain dan bahkan
meyakini persepsinya yang belum tentu obyektif. Dari
situlah muncul problem seperti inferioritas, kurang percaya
diri, dan hobi mengkritik diri sendiri.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka
dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pengertian konsep diri menurut para ahli


Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri
Aspek-aspek dalam konsep diri
Komponen dalam konsep diri
Teori tentang konsep diri
Indikasi/ciri-ciri siswa yang memiliki konsep diri
Pentingnya konsep diri dalam proses belajar
Pengaruh konsep diri terhadap prestasi belajar
siswa

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Konsep Diri
Konsep diri merupakan terjemahan dari bahasa
Inggris yaitu "Self Concept" istilah Self dalam psikologi
memiliki dua arti yaitu sikap dan perasaan seseorang
terhadap diri sendirinya, dan sesuatu keseluruhan proses
psikologi yang menguasai tingkah laku dan penyesuaian
diri.1
Konsep

diri

dapat

juga

diartikan

sebagai

cara

pandang secara menyeluruh tentang dirinya yang meliputi


kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi
fisik maupun lingkungan terdekatnya.2
Beberapa pengertian/definisi konsep diri menurut
para ahli diantaranya:

Menurut Baron dan Byrne mengatakan konsep diri


merupakan sekumpulan fungsi yang kompleks yang
berbeda

yang

dipegang

oleh

seseorang

tentang

dirinya.3

1 Sumadi Suryabrata.Psikologi kepribadian.(Jakarta: Rajawali Press,1982) hlm 290


2 Burn, R.B.Konsep diri.(Jakarta : Arcan,1979)hlm 26
3 Avin Fadilla Helmi, Gaya Kelekatan dan Konsep Diri, Jurnal Psikologi
1999 UGM hlm 9

Seifert dan Hoffnung mendefinisikan konsep diri sebagai


suatu pemahaman mengenai diri atau ide tentang

konsep diri.4
Hurlock berpendapat konsep diri sebagai gambaran
yang

dimilki

orang

tentang

dirinya.

Konsep

diri

merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki


orang tentang diri mereka sendiri, karakteristik fisik,
psikologi, sosial, emosional,aspirasi dan prestasi. Semua
konsep diri mencakup citra fisik dan psikologi. Citra fisik
berkaitan dengan penampilan fisik individu, daya tarik,
kesesuaian atau ketidak sesuaian dengan jenis kelamin,
arti

penting

tubuhnya

dalam

hubungan

dengan

prilakunya dan harga dirinya dimata orang lain.


Sedangkan citra psikologi didasarkan atas pikiran,
perasaan dan emosi. Citra psikologi ini terdiri dari
kualitas

dan

penyesuaian

kemampuan
pada

yang

kehidupan,

mempengaruhi

sifat-sifat

seperti

keberanian, kejujuran, kemandirian, kepercayaan diri

serta berbagai jenis aspirasi dan kemampuan.5


(Sunaryo, 2004) Konsep diri merupakan cara individu
melihat

pribadinya

secara

utuh,menyangkut

aspek

fisik,emosi, intelektual,sosial dan spritual, termasuk


didalamnya persepsi individu tentang sifat dan potensi
yang dimilikinya, interaksinya dengan orang lain dan
lingkungan,

nilai-nilai

yang

berkaitan

dengan

pengalaman dan objek tertentu, serta tujuan, harapan,


dan keinginan individu itu sendiri.6
4 Muntholiah.Konsep Diri Positif Penunjang Prestasi PAI.(Semarang:
Gunung Jati Offset, 2002)hlm 21
5 Elizabeth Harlock. Psikologi Perkembangan 2.(Jakarta: Erlangga,1978)hlm 58
6 Wahid Iqbal Mubarak & Nurul Chayatin. Buku Ajar Kebutuhan Dasar
Manusia.(Jakarta: EGC,2008)hlm 49

Brooks

berpendapat

konsep

diri

adalah

sebagai

pandangan dan perasaan kita tentang diri kita, persepsi


tentang diri ini boleh bersifat fisik,psikologi dan sosial.
Konsep diri meliputi apa yang kita pikirkan dan apa yang

kita rasakan tentang diri kita sendiri.7


Calhoun dan Acocela (1990) menyatakan konsep diri
adalah gambaran mental individu yang terdiri dari
pengetahuannya tentang diri sendiri, pengharapan bagi
diri sendiri, dan penilaian terhadap diri sendiri.8
Dari berbagai definisi, dapat disimpulkan bahwa

konsep diri merupakan sikap, perasaan dan pandangan


individu tentang dirinya sebagai hasil interaksi dengan
lingkungannya yang meliputi fisik, psikis, sosial aspirasi
dan prestasi yang nantinya akan menentukan langkahlangkah individu dalam melakukan aktifitas yang sesuai
dengan gambaran yang ada pada dirinya.

7 Jalaludin Rahmat. Psikologi kominikasi.(Bandung: Remaja Rosdakarya,2000)hlm 99


8 Lita H Wulandari & Pasti Rola, Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi
Remaja Penghuni Panti Asuhan.(Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei
2004, Volume 3, Nomor 2)hlm 81

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi Konsep Diri


Konsep diri berkembang dari sejumlah sumber yang
saling berkait antara satu sumber dengan sumber yang
lain. Menurut Burns (1993) konsep diri dipengaruhi oleh
faktor-faktor sebagai berikut:
1. Citra diri, yang berisi tentang kesadaran dan citra
tubuh,

yang

pada

mulanya

dilengkapi

melalui

persepsi inderawi. Hal ini merupakan inti dan dasar


dari acuan dan identitas diri yang terbentuk.
2. Kemampuan bahasa. Bahasa timbul untuk membantu
proses diferensiasi terhadap orang lain yang ada di
sekitar individu, dan juga untuk memudahkan atas
umpan

balik

yang

dilakukan

oleh

orang-orang

terdekat (significant others).


3. Umpan balik dari lingkungan, khususnya dari orangorang terdekat (significant others). Individu yang
citra tubuhnya mendekati ideal masyarakat atau
sesuai dengan yang diinginkan oleh orang lain yang
dihormatinya, akan mempunyai rasa harga diri yang
akan

tampak

melalui

penilaian-penilaian

yang

terefleksikan.
4. Identifikasi dengan peran jenis yang sesuai dengan
stereotip

masyarakat.Identifikasi

berdasarkan

penggolongan seks dan peranan seks yang sesuai


dengan pengalaman masing-masing individu akan
berpengaruh

terhadap

sejauh

mana

individu

memberi label maskulin atau feminin kepada dirinya


sendiri.
5. Pola asuh, perlakuan, dan komunikasi orang tua. Hal
ini akan berpengaruh terhadap harga diri individu
karena ada ketergantungan secara fisik, emosional
dan sosial kepada orang tua individu (terutama pada

masa kanak-kanak), selain karena orang tua juga


merupakan sumber umpan balik bagi individu.9

9 Burns, R. B. Konsep Diri: Teori, Pengukuran, Perkembangan dan Perilaku.( Jakarta: Arcan,
1993)hlm 34

Pudjijogyanti (1993) mengemukakan ada beberapa


peranan atau faktor yang mempengaruhi perkembangan
konsep diri, antara lain :
1. Peranan citra fisik
Tanggapan dari individu lain mengenai keadaan
fisik individu yang ia lihat akan didasari oleh adanya
dimensi tubuh ideal. Dimensi mengenai bentuk tubuh
ideal

berbeda

antara

kebudayaan

satu

dengan

kebudayaan lain dari waktu ke waktu. Tetapi pada


umumnya

bentuk

tubuh

ideal

laki-laki

adalah

atletis,berotot, dan kekar, sedangkan bentuk tubuh ideal


wanita adalah halus, lemah, dan kecil. Dengan adanya
dimensi

tubuh

ideal

sebagai

patokan

untuk

menganggapi keadaan fisik individu lain, maka setiap


individu berusaha mencapai patokan ideal tersebut.
Setiap individu menganggap bahwa ia akan mendapat
tanggapan positif dari individu lain apabila ia berhasil
mencapai

patokan

tubuh

ideal.

Kegagalan

atau

keberhasilan mencapai patokan tubuh ideal yang telah


ditetapkan
sangat
padahal

masyarakat

mempengaruhi
citra

fisik

merupakan
pembentukan
merupakan

keadaan
citra
sumber

yang

fisiknya,
untuk

membentuk konsep diri.


2. Peranan jenis kelamin
Adanya perbedaan biologis antara laki-laki dan
wanita menentukan pula peran masing-masing jenis
kelamin. Perbedaan peran tersebut menyebabkan dunia
wanita hanya terbatas pada dunia keluarga, sehingga
dikatakan wanita tidak akan mampu mengembangkan
diri sepanjang hidupnya. Sementara itu, laki-laki dapat

lebih mengembangkan diri secara optimal, karena lakilaki berkecimpung dalam kehidupan di luar rumah.
Dengan adanya perbedaan peran jenis kelamin, wanita
selalu bersikap negatif terhadap dirinya. Wanita juga
kurang percaya diri apabila ia diminta menunjukkan
seluruh kemampuannya. Wilson dalam penelitiannya
menyimpulkan

bahwa

laki-laki

mempunyai

sumber

konsep diri yang berbeda dengan wanita. Konsep diri


laki-laki

bersumber

persaingan,

dan

pada

keberhasilan

kekuasaan.

Konsep

pekerjaan,
diri

wanita

bersumber pada keberhasilan tujuan pribadi, citra fisik,


dan keberhasilan dalam hubungan keluarga. Sejalan
dengan

penelitian

ini

Douvan

dan

Adelson

menyimpulkan bahwa konsep diri laki-laki dipengaruhi


oleh prestasinya,sedangkan konsep diri wanita oleh
daya

tarik

fisik

dan

popularitas

diri.

Dari

kedua

penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsep diri lakilaki bersumber pada keberhasilan dalam menunjukkan
citra kelaki-lakiannya, yaitu keagresifan dan kekuatan.
Sedangkan

konsep

diri

wanita

bersumber

pada

keberhasilan menunjukkan citra kewanitaannya, yaitu


kelembutan.
3. Peranan perilaku orang tua
G.H Mead menulis bahwa konsep diri merupakan
produk sosial yang dibentuk melalui proses internalisasi
danorganisasi

pengalaman-pengalaman

psikologis.

Pengalaman-pengalaman psikologis ini merupakan hasil


eksplorasi individu terhadap lingkungan fisiknya dan
refleksi dirinya yang diterima dari orang-orang penting
di sekitarnya. Lingkungan pertama yang menanggapi
perilaku kita adalah lingkungan keluarga, maka dapat

dikatakan bahwa keluarga merupakan ajang pertama


dalam pembentukan konsep diri anak. Cara orang tua
memenuhi
psikologis

kebutuhan
anak

berpengaruh

fisik

anak

merupakan

terhadap

dan

faktor

kebutuhan

yang

seluruh

sangat

perkembangan

kepribadian anak. Pengalaman anak dalam berinteraksi


dengan seluruh anggota keluarga merupakan penentu
pula dalam berinteraksi dengan orang lain di kemudian
hari. Jadi, bagaimana pandangan dan sikap individu
terhadap dunia luar, mempercayai atau mencurigai,
banyak dipengaruhi oleh pengalaman masa kecil ketika
berinteraksi dengan lingkungan keluarga.

4. Peranan faktor sosial


Konsep diri terbentuk karena adanya interaksi
individu dengan orangorang disekitarnya. Apa yang
dipersepsi individu lain mengenai diri individu, tidak
terlepas dari struktur, peran, dan status sosial yang
disandang individu. Struktur, peran, dan status sosial
merupakan gejala yang dihasilkan dari adanya interaksi
antara individu dengan kelompok, atau antara kelompok
dengan kelompok. Adanya struktur, peran, dan status
sosial yang menyertai persepsi individu lain terhadap
diri

individu

merupakan

petunjuk

bahwa

seluruh

perilaku individu dipengaruhi oleh faktor sosial. Hal ini


sejalan dengan teori yang dikemukakan Kurt Lewin,

yaitu

perilaku

individu

merupakan

fungsi

dari

karakteristik individu dan karakteristik lingkungannya.10


Sedangkan,Hurlock
perkembangan

menyebut

dalam
tentang

bukunya

psikologi

faktor-faktor

yang

mempengaruhi konsep diri adalah:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Usia kematangan
Penampilan diri
Kepatutan seks
Nama dan julukan
Hubungan keluarga
Teman-teman sebaya
Kreativitas,dan
Cita-cita.11

10 Pudjijogyanti, R. C.Konsep Diri dalam Pendidikan.(Jakarta:


Arcan,1993)hlm 23-27
11 Elizabeth Harlock.Psikologi Perkembangan, pendekatan sepanjang rentah
kehidupan.(Jakarta: Erlangga,1999)hlm 235

C. Aspek-aspek dalam Konsep Diri


Beberapa Aspek-aspek konsep diri menurut para ahli
psikologi Staines menjelaskan ada tiga aspek dalam konsep
diri, yaitu :

Konsep diri dasar. Aspek ini merupakan pandangan


individu terhadap status, peranan, dan kemampuan

dirinya.
Diri sosial. Aspek ini merupakan diri sebagaimana
yang diyakini individu dan orang lain yang melihat

dan mengevaluasi.
Diri ideal. Aspek ini merupakan gambaran mengenai
pribadi yang diharapkan oleh individu, sebagian
berupa keinginan dan sebagian berupa keharusankeharusan.12
Hurlock mengemukakan bahwa konsep diri memiliki

dua aspek, yaitu :

Aspek ini meliputi sejumlah konsep yang dimiliki


individu mengenai penampilan, kesesuaian dengan
jenis kelamin, arti penting tubuh, dan perasaan
gengsi di hadapan orang lain yang disebabkan oleh
keadaan fisiknya. Hal penting yang berkaitan dengan
keadaan fisik adalah daya tarik dan penampilan
tubuh

dihadapan

orang

lain.

Individu

dengan

penampilan yang menarik cenderung mendapatkan


sikap sosial yang menyenangkan dan penerimaan
sosial

dari

lingkungan

sekitar

yang

akan

menimbulkan konsep yang positif bagi individu.

12 Burns, R. B. Konsep Diri: Teori, Pengukuran, Perkembangan dan


Perilaku.( Jakarta: Arcan, 1993) hlm 81

Aspek

ini

meliputi

penilaian

individu

terhadap

keadaan psikis dirinya, seperti rasa percaya diri,


harga

diri,

serta

ketidakmampuannya.

kemampuan

Penilaian

individu

dan
terhadap

keadaan psikis dirinya, seperti perasaan mengenai


kemampuan

atau

ketidakmampuannya

akan

berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan harga


dirinya.

Individu

yang

merasa

mampu

akan

mengalami peningkatan rasa percaya diri dan harga


diri, sedangkan individu dengan perasaan tidak
mampu akan merasa rendah diri sehingga cenderung
terjadi penurunan harga diri.13
Dalam

buku

Sumadi

suryabrata

psikologi

pendidikan Konsep diri miliki beberapa aspek, yaitu:

Bagaimana
Bagaimana
Bagaimana
Bagaimana

orang mengamati dirinya sendiri.


orang berfikir tentang dirinya sendiri.
orang menilai dirinya sendiri.
orang berusaha dengan berbagai cara

untuk menyempurnakan dan mempertahankan diri.14


Berdasarkan pendapat para ahli, mengenai aspekaspek konsep diri dalam ilmu psikologi dapat disimpulkan
bahwa

konsep

diri

memiliki

berbagai

aspek

yang

mempengaruhi setiap individu seiring berjalannya waktu


dalam mengembangkan konsep diri seseorang yang ada
dalam proses kehidupan.

13 Elizabeth Harlock.Psikologi Perkembangan, pendekatan sepanjang


rentah kehidupan.(Jakarta: Erlangga,1999)hlm 237
14 Sumadi Suryabrata.Psikologi kepribadian.(Jakarta: Rajawali
Press,1982)hlm 291

D. Komponen dalam Konsep Diri


Konsep diri terdiri dari Citra Tubuh (Body Image),
Ideal Diri (Self ideal), Harga Diri (Self esteem), Peran Diri
(Self Rool) dan Identitas Diri (self idencity).
1. Citra Tubuh (Body Image)
Body Image (citra tubuh) adalah sikap individu
terhadap dirinya baik disadari maupun tidak disadari
meliputi persepsi masa lalu atau sekarang mengenai
ukuran dan dinamis karena secara konstan berubah
seiring

dengan

persepsi

dan

pengalaman-

pengalaman baru.Body image berkembang secara


bertahap selama beberapa tahun dimulai sejak anak
belajar

mengenal

tubuh

dan

struktur,

fungsi,

kemampuan dan keterbatasan mereka. Body image


(citra tubuh) dapat berubah dalam beberapa jam,
hari, minggu ataupun bulan tergantung pada stimuli
eksterna dalam tubuh dan perubahan aktual dalam
penampilan, stuktur dan fungsi (Potter & Perry,
2005).
2. Ideal Diri
Ideal diri adalah persepsi individu tentang
bagaimana

ia

berdasarkan
berhubungan

seharusnya

standar
dengan

pribadi.
tipe

bertingkah

laku

Standar

dapat

orang

yang

diinginkan/disukainya atau sejumlah aspirasi, tujuan,


nilai yang diraih. Ideal diri akan mewujudkan cita-cita
ataupun penghargaan diri berdasarkan norma-norma
sosial

di

masyarakat

tempat

individu

tersebut

melahirkan penyesuaian diri. Ideal diri berperan

sebagai pengatur internal dan membantu individu


mempertahankan kemampuan menghadapi konflik
atau

kondisi

penting

yang

untuk

membuat

bingung.Ideal

mempertahankan

kesehatan

diri
dan

keseimbangan mental.Pembentukan ideal diri dimulai


pada masa anak-anak dipengaruhi oleh orang yang
dekat dengan dirinya yang memberikan harapan atau
tuntunan tertentu. Seiring dengan berjalannya waktu
individu menginternalisasikan harapan tersebut dan
akan membentuk dari dasar ideal diri. Pada usia
remaja, ideal diri akan terbentuk melalui proses
identifikasi pada orang tua, guru dan teman. Pada
usia yang lebih tua dilakukan penyesuaian yang
merefleksikan

berkurangnya

kekuatan

fisik

dan

perubahan peran serta tanggung jawab.


3. Harga Diri
Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap
hasil yang dicapai dengan menganalisis seberapa
banyak kesesuaian tingkah laku dengan ideal dirinya.
Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain
yaitu : dicintai, dihormati dan dihargai. Mereka yang
menilai dirinya positif cenderung bahagia, sehat,
berhasil dan dapat menyesuaikan diri, sebaliknya
individu akan merasa dirinya negative, relatif tidak
sehat,

cemas,

tertekan,

pesimis,

merasa

tidak

dicintai atau tidak diterima di lingkungannya (Keliat


BA, 2005).Harga diri dibentuk sejak kecil dari adanya
penerimaan

dan

perhatian.

Harga

diri

akan

meningkat sesuai dengan meningkatnya usia. Harga


diri akan sangat mengancam pada saat pubertas,
karena

pada

saat

ini

harga

diri

mengalami

perubahan, karena banyak keputusan yang harus


dibuat menyangkut dirinya sendiri.
4. Peran Diri
Peran

diri

adalah

serangkaian

pola

sikap

perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan oleh


masyarakat dihubungkan dengan fungsi individu di
dalam kelompok sosial.Setiap orang disibukkan oleh
beberapa peran yang berhubungan dengan posisi
pada tiap waktu sepanjang daur kehidupannya.Harga
diri yang tinggi merupakan hasil dari peran yang
memenuhi kebutuhan dan cocok dengan ideal diri.

5. Identitas Diri
Identitas diri adalah kesadaran tentang diri
sendiri yang dapat diperoleh individu dari observasi
dan penilaian dirinya, menyadari bahwa individu
dirinya berbeda dengan orang lain. Seseorang yang
mempunyai perasaan identitas diri yang kuat akan
memandang dirinya berbeda dengan orang lain, dan
tidak ada duanya. Identitas berkembang sejak masa
kanak-kanak, bersamaan dengan berkembangnya
konsep diri.Dalam identitas diri ada otonomi yaitu
mengerti dan percaya diri, respek terhadap diri,
mampu menguasai diri, mengatur diri dan menerima
diri.15

15 Potter & Perry.Buku Ajar Fundamental Keperawatan.(Jakarta:


EGC,2006)hlm 106-111

E. Teori Self Concept (Konsep Diri)


3 Teori untuk mengetahui latar belakang sikap,
perilaku dan asumsi individu :
1.

Psikodinamika
Berasal dari Sigmund Freud, asal kata Psiche:
pikiran, namun mencakup perasaan, pengalaman masa
lalu,

roh

dan

jiwa.Kata

Dinamic:

mengacu

pada

pandangan bahwa psikis individu bersifat dinamis, tidak


statis.
Teori dasar Freud menekankan pada dorongan
insting dari individu untuk melakukan hubungan, baik
internal maupun eksternal.Hal ini menunjukkan bahwa
gaya

komunikasi

kita

dengan

orang

lain

sangat

dipengaruhi oleh bagaimana kita berkomunikasi dengan


diri kita sendiri.
2. Teori Behavioris / Perilaku
Menurut John Watson, perilaku yang terbentuk
merupakan hasil suatu pengondisian.Hubungan berantai
sederhana antara stimulus dan respon yang membentuk
rangkaian

kompleks

perilaku meliputi;

perilaku.Rangkaian

pemikiran,

motivasi,

kompleks
kepribadian,

emosi dan pembelajaran.Teori Operant Conditioning,


Organisme akan membuat hubungan dengan stimulus
dan respon

serta hasil yang akan didapatkan bisa

positif ataupun negatif.


3. Teori Humanistik

a.

Maslow (1954), hirarki kebutuhan manusia, harus

dipenuhi untuk mengembangkan potensi dalam diri


manusia.
b.

Carls Rogers, manusia memiliki dorongan dari

dalam diri untuk berkembang dan bertumbuh menuju


kematangan, yang akan menyebabkan individu mampu
mengaktualisasikan

kapasitas

(potensi)

yang

dimilikinya.
4. Prinsip Teori Humanistik ( Atkinson, 1990) :
Manusia; central interest, menekankan bahwa
manusia

bukan

terhadap

lingkungan

(reinforcement),

semata-mata
ketika

namun

objek

diberikan

manusia

yg

berespon

penghargaan

adalah

makhluk

dinamis yang mampu membentuk lingkungannya dan


mampu berespon terhadap lingkungannya itu.
Perilaku manusia adalah aspek yang penting
untuk diselidiki, manusia memiliki kemampuan untuk
memilih dan memiliki kreativitas.
Subjektivitas lebih penting dari pada Objektivitas.
Pengalaman manusia dan subjektivitas lebih penting
dari pada objektivitas.
Nilai Kemanusiaan, pandangan tentang manusia
terletak pada integritas dan keunikan manusia.16

16 Rahmat Guswandi.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.


(Bandung :PT Remaja Rosdakarya,2012)hlm 93-94

F. Indikasi/ciri-ciri Siswa yang Memiliki Konsep Diri


Di

dalam

menentukan

bagaimana

siswa

yang

memiliki konsep diri yang baik,dijelaskan bahwa ada 2


ciri,yang mana siswa tersebut memiliki konsep diri yang
positif

atau

sebaliknya

yaitu

negatif,ada

dua

macam konsep diri yaitu:


1. Konsep Diri Positif
Konsep diri positif kepada penerimaan diri bukan
sebagai suatu kebanggaan yang besar tentang diri.
Konsep diri yang positif bersifat stabil dan bervariasi.
Individu yang memiliki konsep diri positif adalah individu
yang tahu betul tentang dirinya.
Individu

dapat

memahami

dan

menerima

sejumlah fakta yang sangat bermacam-macam tentang


dirinya sendiri, evaluasi terhadap dirinya sendiri menjadi
positif dan dapat menerima keberadaan orang lain.
Individu yang memiliki konsep diri positif akan
merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas,
yaitu tujuan yang memiliki kemungkinan besar untuk
dapat

dicapai,

mampu

menghadapi

kehidupan

di

depannya serta menganggap bahwa hidup adalah suatu


proses penemuan. Singkatnya, individu yang memiliki
konsep diri positif adalah individu yang tahu betulsiapa
dirinya sehingga dirinya menerima segala kelebihan dan
kekurangan, evaluasi terhadap dirinya menjadi lebih
positif dan mampu merancang tujuan-tujuan yang
sesuai dengan realitas.
Seseorang

yang

memiliki

konsep

memiliki karakterikstik seperti berikut:

diri

positif

Merasa sanggup menyelesaikan masalah yang


terjadi. Pemahaman diri terhadap kemampuan
subyektif dalam menyelesaikan masalah-masalah

obyektif yang dihadapi.


Merasa sepadan dengan orang lain. Seseorang
yang

memiliki

konsep

diri

positif

memiliki

pemikiran bahwa saat dilahirkan manusia tidak


membawa

kekayaan

dan

pengetahuan.

Kekayakan dan pengetahuan bisa dimiliki dari


bekerja dan proses belajar selama hidup. Hal
inilah yang mendasari sikap seseorang yang tidak

merasa kurang ataupun lebih dari orang lain.


Tidak malu saat dipuji. Konsep diri positif
membangun pribadi yang memiliki pemahaman
bahwa pujian atau penghargaan layak diterima
seseorang

berdasarkan

hasil

dicapainya.
Merasa mampu

memperbaiki

memiliki

diri

konsep

positif

yang
diri.

telah
Dengan

seseorang

akan

merasa mampu untuk memperbaiki sikap yang


dirasa kurang.17
2. Konsep diri negatif memiliki ciri-ciri:
Sangat peka terhadap kritik.
Orang yang memiliki konsep diri negatif
sangat

tidak

senang

terhadap

kritik

yang

ditujukan kepadanya sehingga ia akan mudah


marah atau naik pitam apabila dikritik. Bagi orang
yang memiliki sikap seperti ini koreksi sering kali
dipersepsi

dengan

usaha

untuk

menjauhkan

harga dirinya.
17 Lita H Wulandari & Pasti Rola, Konsep Diri dan Motivasi Berprestasi
Remaja Penghuni Panti Asuhan.(Jurnal Pemberdayaan Komunitas, Mei
2004, Volume 3, Nomor 2)hlm 83-85

Responsif terhadap pujian.


Orang yang memiliki konsep diri negatif
akan merasa sangat senang terhadap segala
macam

pujian

yang

ditujukan

kepadanya.

Sehingga segala bentuk pujian dan tindakan yang


menjunjung harga diri akan menjadi perhatian
utamanya.

Bersikap hipokratis.
Sebagai konsekuensi dari sikap yang kedua
diatas,

orang

ini

akan

bersikap

hipokratis

terhadap orang lain. Ia akan selalu mengeluh dan


merendahkan apapun dan siapapun orang itu.

Merasa cemas.
Orang yang memiliki konsep diri negatif
akan selalu merasa cemas karena ia selalu
merasa dirinya tidak disenangi oleh orang lain. Ia
merasa tidak diperhatikan sehingga ia cenderung
bereaksi terhadap orang lain sebagai musuh. Ia
tidak

mempersalahkan

dirinya

tapi

ia

akan

menganggap dirinya sebagai korban dari sistem


sosial yang berlaku.

Bersikap pesimis terhadap kompetisi.


Orang yang memiliki konsep diri negatif
akan bersikap pesimis terhadap kompetisi dan
akan

selalu

berusaha

untuk

menghindari

kompetisi yang dianggap dapat menjatuhkan


harga

dirinya.Hal

ini

terungkap

dari

keengganannya untuk bersaing dengan orang lain


dalam membuat prestasi.18

18 Desmita.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.( Bandung: PT


Remaja Rosdakarya,2009)hlm 63

G. Pentingnya Konsep Diri dalam Proses Belajar


Berikut

pentingnya

konsep

diri

dalam

proses

belajar,diantaranya adalah:

Konsep

diri

mempunyai

peranan

dalam

mempertahankan keseluruhan batin. Apabila timbul


perasaan, pikiran dan persepsi yang tidak seimbang
atau saling bertentangan satu sama lain, maka akan
terjadi situasi psikologis yang tidak menyenangkan.
Untuk

menyeimbangkan

dan

menghilangkan

ketidakselarasan tersebut, individu akan mengubah

perilakunya.
Seluruh sikap, pandangan individu terhadap dirinya
akan

mempengaruhi

pengalamannya.

individu

Sebuah

dalam

kejadian

menafsirkan

akan

ditafsirkan

berbeda antara individu yang satu dengan individu


lainnya
mempunyai

dikarenakan
sikap

dan

masing-masing
pandangan

terhadap dirinya.
Konsep
diri
menentukan

yang

pengharapan

individu
berbeda
individu.

Pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri. Sikap


dan pandangan negatif terhadap kemampuan diri akan
menyebabkan individu tidak mempunyai motivasi untuk
mencapai prestasi yang gemilang.
Pelaksanaan pendidikan mengarah pada tercapainya
tujuan umum pendidikan nasional serta perkembangan
potensi anak didik secara optimal. Tujuan pendidikan
memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur,
pantas, benar, dan indah untuk kehidupan.
Setiap orang tua mengharapkan anaknya pintar,
cerdas, dan mampu menyelesaikan tugas-tugas akademik

sekolah dengan baik. Harapan inilah yang menyebabkan


orang tua berlomba-lomba memfasilitasi berbagai macam
keperluan anak, termasuk les privat berbagai macam
perlajaran masih banyak yang berprestasi rendah padahal
orang tua sudah berusaha maksimal memberikan fasilitas
pendidikan
tersebut.

kepada
Banyak

anak-anaknya.
faktor

yang

Dibalik

perbedaan

mempengaruhi

dan

menyebabkan mengapa siswa memiliki hasil yang belajar


yang berbeda-beda.
Salah satunya adalah konsep diri yaitu bagaimana
seorang siswa memandang dirinya secara utuh, konsep diri
siswa akan memberikan arah untuk menemukan dan
menentukan cara-cara menentukan prestasi belajar yang
diharapkan sekolah. Konsep diri (self concept) merupakan
suatu

bagian

terpenting

dalam

kepribadian

manusia.

Konsep diri merupakan sifat yang terdapat pada manusia.


Seorang siswa yang memiliki konsep diri yang positif
akan mampu mengikuti pelajaran, mengahadapi segala
rintangan, semangat dalam menjalankan aktivitas serta
memandang lingkungannya dengan cara positif. Sebaliknya
seorang siswa yang memiliki konsep diri yang negatif
cenderung pasif dalam menjalankan aktivitas. Mudah putus
asa serta malas menghadapi, tantangan hidup siswa yang
memiliki konsep diri negatif pasrah akan kemampuannya.
Namun demikian, konsep diri bukanlah harga mati.
Konsep diri seseorang dapat berubah sesuai dengan
kondisi lingkungan termasuk orang-orang disekitarnya
yang dapat memepengaruhi cara pandang orang tersebut,
jika seseorang berada di lingkungan yang baik. Lambat

laun cara berfikir dan pandangan hidupnya berubah kearah


yang lebih baik.
Begitu pentingnya konsep diri bagi seorang siswa
dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Maka semua
pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan termasuk
orang tua siswa barsama-sama membentuk konsep diri
yang positif sehingga siswa memiliki percaya diri yang
tinggi.19

19 Arini, A. T.Orang Tua dan Konsep Diri Anak. Konsep Diri Positif, Menentukan
Prestasi Anak.(Yogyakarta: Kanisius,2006)hlm 25-30

H. Hubungan Konsep Diri dengan Prestasi Belajar


Konsep diri merupakan suatu faktor yang dimiliki
oleh tiap individu. Konsep diri individu akan membimbing
dirinya menuju aktifitas dalam masyarakat. Konsep diri
inilah yang akan memberikan pengaruh terhadap gaya
maupun pola tingkah laku individu.
Hurlock menyatakan bahwa konsep diri adalah cara
pandang individu terhadap dirinya. Konsep diri merupakan
gabungan dari keyakinan individu tentang diri sendiri,
karakteristik fisik, psikologi, sosial, emasional, aspirasi dan
prestasi.
Cara memandang individu terhadap dirinya sangat
mempengaruhi

pola

kreatifitas

dan

interaksi

individu

ditengah-tengah lingkungannya. Jika individu memandang


dirinya mampu untuk melakukan sesuatu maka ia akan
melakukan sesuatu tersebut hingga berhasil, tetapi jika
individu tersebut merasa dirinya tidak mampu melakukan
sesuatu maka ia akan diam tidak melakukan sesuatu
apapun, hal inilah yang disebut bahwa individu tidak
mampu memandang dirinya secara positif sehingga dalam
pergaulan ia selalu tertinggal, contohnya dalam bidang
akademik, yaitu yang berkaitan dengan prestasi belajar.20
Hal diatas ada hubungannya dengan cara individu
memandang dirinya. Jika individu mampu memandang dan
memahami dirinya secara benar maka ia akan meraih
target yang diinginkannya sesuai dengan proporsinya,
tidak kurang dan tidak lebih. Dengan kata lain individu
mampu mengukur kemampuannya dan mampu melihat
20 Elizabeth Harlock. Psikologi Perkembangan 2.(Jakarta:
Erlangga,1978)hlm 58-59

keahliannya

sehingga

ia

akan

memasuki

pergaulan

kemampuan dan keahliannya tersebut.


Menurut Slameto, banyaknya siswa dan mahasiswa
gagal

atau

tidak

mendapat

hasil

yang

baik

dalam

pelajarannya karena mereka tidak mengetahui cara-cara


belajar yang efektif. Mereka kebanyakan hanya mencoba
menghafal

pelajaran

tanpa

pemahaman

yang

lebih

mendalam, dan belajar menjelang ujian saja atau lebih


populer dengan sistem kebut semalam dikalangan siswa
dan mahasiswa. Seperti diketahui, belajar itu sangat
kompleks. Belum diketahui segala seluk beluknya.
Hasil
Kecakapan

belajar
dan

dipengaruhi

ketangkasan

oleh

berbagai

faktor.

belajar

berbeda

secara

individual. Walaupun demikian orang tua dan pengajar


dapat

membantu

siswa

dengan

memberi

petunjuk-

petunjuk umum tentang atau cara-cara belajar yang


efektif. Slameto juga mengatakan bahwa salah satu faktor
keberhasilan dalam prestasi belajar adalah faktor internal
yang terdiri dari faktor jasmani, psikologis dan kelelahan.
Dari

pendapat

Slameto

diatas,

dapat

ditarik

kesimpulan bahwa konsep diri merupakan salah satu faktor


keberhasilan dalam prestasi belajar khususnya pada faktor
psikologis.

Secara

psikologis

jika

individu

mampu

memahami dan mengatur dirinya maka ia akan mampu


meraih prestasi akademik secara optimal.21

21 Slameto.Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya.(Jakarta :


Rineka Cipta,2003) hlm 86-89

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa
yang dimaksud konsep diri merupakan sikap, perasaan dan
pandangan individu tentang dirinya sebagai hasil interaksi
dengan lingkungannya yang meliputi fisik, psikis, sosial
aspirasi dan prestasi yang nantinya akan menentukan
langkah-langkah individu dalam melakukan aktifitas yang
sesuai dengan gambaran yang ada pada dirinya.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi konsep
diri,sebagaimana

yang

dikemukakan

Burns

diantaranya,citra diri,kemampuan bahasa,umpan balik dari


lingkungan, identifikasi dengan peran jenis yang sesuai
dengan stereotip masyarakat,dan yang terakhir pola asuh.
Kemudian teori mengenai konsep diri salah satunya
adalah Teori Behavioris / Perilaku.Menurut John Watson,
perilaku

yang

terbentuk

pengondisian.Hubungan

merupakan

berantai

hasil

sederhana

suatu
antara

stimulus dan respon yang membentuk rangkaian kompleks


perilaku.Rangkaian kompleks perilaku meliputi; pemikiran,
motivasi,

kepribadian,

Operant

Conditioning,

emosi

dan

pembelajaran.Teori

Organisme

hubungan dengan stimulus dan respon

akan

membuat

serta hasil yang

akan didapatkan bisa positif ataupun negatif.


Dalam menentukan bagaimana siswa yang memiliki
konsep diri yang baik,dijelaskan bahwa ada 2 ciri,yang
mana siswa tersebut memiliki konsep diri yang positif atau
sebaliknya yaitu negatif.

Seseorang yang memiliki konsep diri positif memiliki


ciri-ciri

diantaranya,

merasa

sanggup

menyelesaikan

masalah yang terjadi, merasa sepadan dengan orang


lain,tidak malu saat dipuji,merasa mampu memperbaiki
diri.Adapun siswa yang memiliki konsep diri yang negatif
memiliki

ciri-ciri

diantaranya,sangat

peka

terhadap

kritik,responsif terhadap pujian,bersifat hipokratis,merasa


cemas,dan bersikap pesimis terhadap kompetisi.
Konsep

diri

memiliki

peran

penting

dalam

menentukan proses belajar seseorang diantaranya, konsep


diri siswa akan memberikan arah untuk menemukan dan
menentukan cara-cara menentukan prestasi belajar yang
diharapkan sekolah. Konsep diri (self concept) merupakan
suatu

bagian

terpenting

dalam

kepribadian

manusia.

Konsep diri merupakan sifat yang terdapat pada manusia.


Konsep diri mempunyai peranan dalam mempertahankan
keseluruhan batin. Konsep diri menentukan pengharapan
individu. Pengharapan ini merupakan inti dari konsep diri.
Sikap dan pandangan negatif terhadap kemampuan diri
akan menyebabkan individu tidak mempunyai motivasi
untuk mencapai prestasi yang gemilang.
B. Saran
Mengingat pentingnya konsep diri bagi seorang siswa
dalam meningkatkan prestasi belajarnya. Maka semua
pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan termasuk guru
dan orang tua siswa barsama-sama membentuk konsep
diri yang positif sehingga siswa memiliki percaya diri yang
tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
Arini A. T.2006.Orang Tua dan Konsep Diri.Konsep Diri
Positif,Menentukan Prestasi Anak.Yogyakarta: Kanisisus.
Avin Fadilla Helmi.Gaya Kelekatan dan Konsep Diri.Jurnal
Psikologi,1999, UGM.
Burns, R. B.1979.Konsep Diri.Jakarta: Arcan.
.1993.Konsep Diri: Teori,Pengukuran,Perkembangan
dan Perilaku. Jakarta: Arcan.
Desmita.2009.Psikologi Perkembangan Peserta Didik.Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.
Guswandi,Rahmat.2012.Psikologi Perkembangan Peserta
Didik.Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Harlock,Elizabeth.1978.Psikologi Perkembangan 2.Jakarta:
Erlangga.
.1999.Psikologi Perkembangan,pendekatan
sepanjang rentah kehidupan.Jakarta: Erlangga.
Lita H. Wulandari & Pasti Rola.Konsep Diri dan Motivasi
Berprestasi Remaja Penghuni Panti Asuhan.Jurnal Pemberdayaan
Komunitas,Mei 2004,Volume 3,Nomor 2.
Mubarak,Wahid Iqbal & Nurul Chayatin.2008.Buku Ajar
Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: EGC.

Muntholiah.2002.Konsep Diri Positif Penunjang Prestasi


PAI.Semarang: Gunung Jati Offset.
Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan.
Jakarta: EGC
Pudjijogyanti, R. C.1993.Konsep Diri dalam Pendidikan.Jakarta:
Arcan.
Puspasari,Amarilia.2007.Mengukur Konsep Diri Anak.Jakarta:
Media Komutindo.
Rahmat,Jalaludin.2000.Psikologi Komunikasi.Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Slameto.2003.Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya.Jakarta
: Rineka Cipta.

Suryabrata,Sumadi.1982.Psikologi Kepribadian.Jakarta: Rajawali


Press.