Anda di halaman 1dari 17

PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN dan PERIODISASI

PERKEMBANGAN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah :
Perkembangan Peserta Didik
Dosen Pengampu :
Fatma Puri Sayekti

Disusun Oleh :
Dody Utomo

932113114

JURUSAN TARBIYAH
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) KEDIRI

2015

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan adalah perubahan kearah kemajuan menuju
terwujudnya hakekat manusia yang bermartabat atau berkualitas.
Perkembangan memiliki sifat holistik (menyeluruh/kompleks) yaitu:
terdiri dari berbagai aspek baik fisik ataupun psikis,terjadi dalam
beberapa tahap (saling berkesinambungan) ada variasi individu dan
memiliki prinsip keserasian dan keseimbangan.
Perkembangan Individu memiliki beberapa prinsip. Semua
aspek perkembangan saling mempengaruhi (aspek emosional,
aspek disiplin, aspek agama dan aspek sosial).Perkembangan
mengikuti pola/arah tertentu (karena perkembangan individu dapat
terjadi perubahan perilaku yang dapat dipertahankan atau bahkan
ditinggalkan)
Perkembangan merupakan proses yang tidak akan berhenti
dan setiap perkembangan memiliki tahapan tahapan yaitu : tahap
kandungan, tahap anak,tahap remaja, tahap dewasa, dan tahap
lansia, ada juga yang menggunakan patokan umur yang dapat pula
digolongkan dalam masa prenatal, masa bayi, masa anak sekolah,
masa remaja dan masa adolescence yang lebih lanjut akan disebut
dengan periodesasi perkembangan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat diambil
rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa saja prinsip-prinsip perkembangan ?
2. Bagaimana periodisasi perkembangan ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui penjelasan tentang

prinsip-prinsip

perkembangan.
2. Untuk mengetahui bagaimana periodisasi perkembangan
dari prakelahiran sampai masa dewasa akhir.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Prinsip-Prinsip Perkembangan
Perubahan-perubahan dalam psikologi perkembangan
Seseorang yang mempelajari psikologi perkembangan berarti
sedang

mempelajari

proses-proses

perubahan-perubahan

yang

terjadi dalam kehidupan manusia.Perubahan-perubahan yang terjadi


dalam

kehidupan

manusia

bersifat

sosiologis,fisiologis,kognitif,psikomotorik,dan psikososial.
Ada 2 hal yang penting dalam hal psikologi perkembangan
yaitu pertumbuhan (growth) dan perkembangan (development).1
1. Perkembangan Melibatkan Perubahan
Berkembang berarti mengalami perubahan, baik secara
kuantitatif maupun kualitatif. Perubahan secara kuantitatif
disebut

juga

pertumbuhan.

Pada

pertumbuhan

ada

peningkatan ukuran maupun struktur atau proporsi tubuh.


Perubahan

secara

kualitatif

ditandai

dengan

adanya

perubahan fungsi yang bersifat progresif atau maju dan


terarah.Perubahan

dalam

perkembangan

terjadi

karena

adanya dorongan dalam diri individu untuk menyesuaikan diri


dengan

lingkungan

dan

untuk

merealisasikan

atau

mengaktualisasikan dirinya.
Selain itu terjadi perubahan dalam bentuk penambahan
ukuran dan proporsi, terjadi juga gejala hilangnya ciri-ciri lama
dan munculnya ciri-ciri baru.

1 Agoes Dariyo.Psikologi Perkembangan.(Bandung: PT Refika Aditama,2007)hlm


20

2. Perkembangan Awal Lebih Kritis Ketimbang


Perkembangan Selanjutnya
Perkembangan awal kehidupan merupakan landasan
bagi pembentukan dasar-dasar kepribadian seseorang.Perilaku
yang terbentuk cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap
prilaku

anak

pentingnya

sepanjang

masa

bayi

hidupnya.Erikson
dimana

anak

mengatakan

belajar

tentang

Kepercayaan dasar (basic trust), anak memandang dunia


sebagai aman dapat dipercaya atau sebaliknya, tergantung
dari pengasuhan orang tua waktu anak masih balita.
Pada saat ini juga terbentuk kepercayaan dasar yang
sangat penting dan berpengaruh terhadap perkembangan
kepribadian

anak

mempengaruhi
lain,hubungan

selanjutnya.
dasar

antar

keluarga,keadaan

awal

pribadi

emosi

Beberapa

perkembangan

terutama

yang

kondisi

dengan

terbentuk

yang
antara

anggota

karena

sikap

menerima atau menolak dari orang tua atau anggota keluarga


yang lain,cara atau pola pengasuhan anak,latar belakang
keluarga,serta rangsangan yang diberikan.
3. Perkembangan Merupakan Hasil Proses Kematangan
dan Belajar
Perkembangan

seseorang

merupakan

hasil

proses

kematangan dan belajar.Pentingnya faktor keturunan dan


lingkungan yang secara relatif menentukan karakteristik fisik
dan mental anak yang berkembang. Faktor pembawaan
maupun

lingkungan

perkembangan

saling

seseorang.Kedua

mempengaruhi

dalam

faktor

dapat

tersebut

dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dalam perkembangan


seseorang.
4. Pola Perkembangan Dapat Diramalkan

Setiap spesies,apakah hewan atau manusia,mengikuti


pola

perkembangan

yang

khas

spesies

tersebut.Dalam

perkembangan pralahir, terdapat rangkaian genetik dengan


ciri tertentu yang muncul pada interval tertentu pula.Terdapat
urutan

pola

yang

sama

dalam

perkembangan

pascalahir,walaupun laju perkembangan individu akan lebih


bervariasi dalam periode pascalahir daripada pralahir.
Beberapa pola yang dapat diramalkan,dari banyak bukti
pola perkembangan fisik yang teratur dan dapat diramalkan
semasa kehidupan pra dan pascalahir,terdapat dua hukum
rangkaian pengarahan perkembangan:

Hukum

Cephalocaudal,menurut

hukum

ini,perkembangan menyebar ke seluruh tubuh dari


kepala ke kaki.Ini berarti bahwa kemajuan dalam
struktur dan fungsi pertama-tama terjadi di bagian

kepala,kemudian badan,dan terakhir di bagian kaki.


Hukum Proximodistal,perkembangan bergerak dari
yang dekat ke yang jauh-keluar dari sumbu pusat
tubuh menuju keujung-ujungnya.Pada janin,kepala
dan badan berkembang cukup baik sebelum tonjolan
anggota tubuh yang lain.Secara bertahap,tonjolan
lengan

memanjang

dan

kemudian

berkembang

menjadi tangan dan jari.Secara fungsional,bayi dapat


menggunakan tangannya sebagai suatu unit sebelum
mereka dapat mengendalikan pergerakan jarinya.
Pola
lingkungan

perkembangan
fisik

untuk

dapat

terganggu

sementara

atau

oleh
bisa

kondisi
juga

permanen.Gangguan ini mungkin berbentuk kelambatan atau


meningginya kecepatan terjadinya pola perkembangan yang
normal atau mengubah pola tersebut.

5. Pola Perkembangan Memiliki Karakteristik yang


Dapat Diramalkan
Tidak saja pola perkembangan dapat diramalkan,tetapi
ia juga mempunyai karakteristik tertentu yang sama dan
dapat diramalkan.Ini berlaku baik untuk pola perkembangan
mental maupun perkembangan fisik.
Perkembangan bergerak dari tanggapan yang umum
menuju yang lebih khusus.Perkembangan pun berlangsung
secara

berkesinambungan.

Hal

aspek

sebelumnya

mempengaruhi

akan

selanjutnya.Demikian
perkembangan,artinya

ini

berarti,perkembangan

pula

ada

pada

waktu

perkembangan

korelasi

dalam

perkembangan

fisik

berlangsung dengan cepat maka terjadi pula perkembangan


aspek-aspek

lainnya.Kondisi

yang

mempengaruhi

pola

perkembangan ada yang bersifat permanen atau tetap seperti


sebelum dan saat kelahiran.Tetapi ada pula yang bersifat
sementara seperti kondisi lingkungan.
6. Terdapat Perbedaan Individu dalam Perkembangan
Walaupun

pola

perkembangan

sama

bagi

semua

anak,setiap anak mengikuti pola yang dapat diramalkan


dengan

cara

berkembang

dan

kecepatannya

dengan

sendiri.Beberapa

lancar,bertahap,dan

langkah

anak
demi

langkah,sedangkan yang lain bergerak dengan kecepatan


melonjak.

Beberapa

diantaranya

menunjukkan

sedikit

penyimpangan, sedangkan pada yang lain banyak terjadi


penyimpangan.Oleh karena itu,semua anak tidak mencapai
titik perkembangan yang sama pada usia yang sama.
Adanya

perbedaan

individu

dalam

perkembangan

disebabkan setiap anak adalah individu yang unik, yang satu


sama lain berbeda, kendati anak kembar.Perbedaan individu
ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

Dengan mengetahui adanya perbedaan individu, maka


kita tidak dapat berharap semua anak pada usia tertentu akan
memiliki kemapuan perkembangan yang sama. Oleh karena
itu, kita tidak dapat memperlakukan semua anak dengan cara
yang sama. Pendidikan anak harus bersifat perseorangan,
maksudnya pendidikan dirancang dan dilaksanakan dengan
memperhatikan perbedaan, kondisi, bakat dan kemampuan
serta kelemahan setiap individu anak. Dengan demikian
diharapakan setiap anak, dapat berkembang optimal sesuai
dengan potensi dirinya.
7. Periode Pola Perkembangan
Setiap anak atau peserta didik merupakan indivudu
yang berbeda yang harus diperlakukan berbeda secara
individual. Pada perkembangan secara keseluruhan dan juga
pada periode atau tahapan perkembangan dalam kehidupan
seseorang, terdapat pola-pola umum.Dengan memperhatikan
karakteristik khusus, pada setiap periode atau tahapan
perkembangan, maka diharapkan kita mendapat gambaran
mengenai

apa

yang

akan

terjadi

sehingga

dapat

menyikapinya dengan tepat dan membantu perkembangan


anak secara optimal.
Peralihan

periode

perkembangan

sebelumnya

ke-

periode berikutnya ditandai oleh gejala keseimbangan dan


ketidakseimbangan yang terjadi pada setiap individu.Akan
tercipta keseimbangan apabila individu mampu menyesuaikan
diri dengan baik dalam perkembangannya,anak menjadi
mudah

ditangani.Selajutnya,jika

individu

berupaya

melepaskan diri dari ketergantungan dengan lingkungan atau


keadaan sebelumnya untuk mencari sesuatu yang lebih baru
sehingga terjadi keadaan ketidak seimbangan, akibatnya anak
sulit ditangani.

8. Pada Setiap Periode Perkembangan Terdapat


Harapan Sosial
Pada setiap periode perkembangan terdapat harapan
sosial,harapan

sosial

dikenal

perkembangan(developmental

sebagai

task).

Havighurst

tugas
telah

mendefinisikan tugas perkembangan sebagai tugas yang


timbul pada atau sekitar periode kehidupan individu tertentu,
keberhasilan melakukannya menimbulkan kebahagiaan dan
keberhasilan

pelaksanaan

tugas

lainnya

kelak,sedangkan

kegagalan menimbulkan ketidak bahagiaan, ketidak setujuan


masyarakat dalam pelaksanaan tugas lainnya kelak. Artinya
bahwa,peserta didik yang mengalami keberhasilan dalam
menyelesaikan tugas perkembangannya akan mengalami rasa
bahagia. Sebaliknya, peserta didik yang mengalami kegagalan
atau

kekurang

berhasilan

dalam

menyelesaikan

tugas

perkembangannya,akan merasa kurang bahagia sehingga


dapat menghambat perkembangan selanjutnya.
9. Setiap Perkembangan Mengandung Bahaya yang
Potensial
Bahaya potensial atau resiko yang terjadi karena
peralihan antar periode perkembangan yakni, dari periode
perkembangan

sebelumnya

ke

periode

perkembangan

selanjutnya, terjadi keadaan ketidak seimbangan dan adanya


tuntutan

sosial

terhadap

perserta

didik

yang

sedang

berkembang. Beberapa bahaya ini berasal dari lingkungan


sedangkan yang lain timbul dari dalam diri,bahaya ini dapat
mempengaruhi usaha penyesuaian fisik,psikologs, dan sosial
yang dilakukan seorang anak.
Peringatan awal adanya kemungkinan bahaya yang
berhubungan

dengan

berbagai

bidang

perkembangan

merupakan hal yang penting,karena hal itu memungkinkan

mereka

yang

bertanggung

jawab

dalam

membimbing

perkembangan anak,terutama para orang tua dan guru,untuk


siap menangani penyebab bahaya itu,dan sama pentingnya
ialah

mengambil

langkah

yang

tepat

untuk

menghindarkannya.

10.

Kebahagiaan Bervariasi pada Berbagai Periode

Perkembangan
Kebahagiaan dalam perkembangan sangat bervariasi
karena sifatnya subjektif.Rasa kebahagiaan itu dipersepsi dan
dirasakan

setiap

orang

dengan

cara

yang

sangat

bervariasi.Akan tetapi, banyak orang berpendapat bahwa,


masa

anak

merupakan

periode

yang

membahagiakan

dibandingkan dengan periode-periode lainnya.


Kebahagiaan pada masa kecil memegang peranan
penting dalam perkembangan seseorang karena menjadi
modal dasar bagi kesuksesan perkembangan dan kehidupan
selanjutnya.Anak yang bahagia tercermin pada sosok dan
perilakunya. Biasanya mereka sehat dan energi. Oleh karena
itu, pada masa perkembangan, guru maupun orang tua perlu
membekali anak dengan motivasiyang kuat, menyalurkan
energi
mereka

anak

pada

kegiatan-kegiatan

menghadapi

dan

bermanfaat,melatih

menerima

keadaan

ketidakseimbangan dan situasi sulit dengan lebih tenang dan


tidak

panik,serta

mendorong

mereka

untuk

membina

hubungan sosial secara sehat.2

2 Elizabeth B. Hurlock.Child Development.(Jakarta: Erlangga,2007)hlm 21-42

B. Periodisasi Perkembangan
Sebelum membahas tentang apa saja pembahasan yang
terdapat dari periodesasi perkembangan, kita harus mengetahui
apa pengertian dari periodesasi perkembangan itu sendiri.Yang di
maksud

dengan

perkembangan
Sedangkan

Periodesasi

seseorang

ke

perkembangan

yaitu

pembagian

dalam

adalah

seluruh

periode-periode

menunjukan

suatu

masa

tertentu.
proses

tertentu, yaitu suatu proses yang menuju kedepan dan tidak di


ulang kembali.3
Penggolongan

periode

perkembangan

yang

paling

luas

digunakan menggambarkan perkembangan seorang anak dalam


istilah tahap-tahap berikut:

Periode prakelahiran (prenatal period)

3 Desmita.Perkembangan Peserta Didik.(Bandung: PT Remaja Rosda Karya,


2011) Hlm 20-22

Adalah waktu mulai pembuahan hingga kelahiran


sekitar

bulan.Selama

ini,sebuah

sel

waktu

tunggal

organisme,lengkap

dengan

yang

menakjubkan

tumbuh
sebuah

menjadi
otak

dan

kemampuan berperilaku.

Masa bayi (infancy)


Adalah periode perkembangan yang terus terjadi
dari lahir sampai sekitar usia 18 hingga 24 bulan.Masa
bayi merupakan waktu ketergantungan yang ekstrem
terhadap orang dewasa.Banyak aktivitas psikologis baru
dimulai seperti kemampuan berbicara,mengatur inderaindera dan tindakan fisik,berfikir dengan simbol,meniru
dan belajar dari orang lain.

Masa kanak-kanak awal (early childhood)


Merupakan periode perkembangan yang terjadi
mulai akhir masa bayi hingga sekitar usia 5 atau 6
tahun,kadang

periode

ini

disebut

tahun-tahun

prasekolah.Selama waktu tersebut,anak kecil belajar


menjadi

mandiri

mengembangkan
(mengikuti

merawat

diri

sendiri,mereka

keterampilan

persiapan

sekolah

perintah,mengenali

huruf),dan

mereka

menghabiskan
teman

dan

berjam-jam

sebaya.Kelas

satu

untuk

bermain

Sekolah

Dasar

dengan
biasanya

menandai akhirnya periode ini.

Masa kanak-kanak tengah dan akhir (middle and late


childhood)
Merupakan periode perkembangan yang dimulai
dari sekitar usia 6 hinggga usia 11 tahun,kadang
periode

ini

disebut

sebagai

tahun-tahun

sekolah

dasar.Anak menguasai keterampilan dasar membaca,

menulis,

berhitung,dan

dihadapkan

pada

mereka

dunia

yang

secara
lebih

formal

besar

dari

budayanya.Prestasi menjadi tema sentral yang lebih


dari dunia anak dan kontrol diri meningkat.

Masa remaja (adolescence)


Periode peralihan perkembangan dari kanak-kanak
ke masa dewasa awal,memasuki masa ini sekitar usia
10-12 tahun dan berakhir pada usia 18 hingga 22
tahun.Masa remaja dimulai dengan perubahan fisik yang
cepat,pertambahan
dramatis.

Juga

tinggi,dan

seperti

tubuh,perkembangan

berat

perubahan

karakteristik

badan

yang

dalam

kontur

seksual

seperti

pembesaran payudara,pertumbuhan rambut pubis dan


wajah,dan pembesaran suara.4

Masa dewasa muda (young adulthood)


Umumnya yang tergolong dewasa muda ialah
mereka

yang

perkembangan

berusia

22-40

kognitif,mereka

tahun.
telah

Dari

tulus

sisi

sekolah

menengah umum dan memasuki dunia perguruan


tinggi,lalu segera mengembangkan karier sesuai dengan
minat bakatnya. Apabila tak melanjutkan ke akademik
atau universitas, biasanya mereka langsung bekerja
meniti

jenjang

karier.

Tak

lama

kemudian,mereka

membina kehidupan rumah tangga dengan pasangan


hidup yang telah dijalin semasa remajannya dulu atau
yang

ditemukan

semasa

mereka

bekerja.

Sambil

mendidik dan membimbing anak-anak,mereka tetap


meniti puncak karier. Bahkan tak sedikit dari mereka
yangmenduduki posisi pimpinan,seperti manajer,direksi
atau menteri. Di masa modern ini,selain sebagai ibu
4 John W. Santrock.Child Development.(Jakarta: Erlangga,2007)hlm 19-20

rumah tangga,banyak wanita muda yang menekuni


kariernya.5 Akibatnya hal,ini menimbulkan dilema dalam
keluarga. Pasangan muda yang mampu memecahkan
masalah ini,biasanya ditandai dengan kehidupan rumahrumah

tangga

yang

bahagia,mampu

mencukupi

ekonomi,membesarkan dan mendidik anak-anak dengan


baik. Namun bagi yang tak mampu menyesuaikan diri
dengan

baik,justru

pertengkaran,pisah
perceraian

menyebabkan

ranjang,bahkan

suami-istri.

Akibatnya

sampai

konflik,
terjadi

anak-anak

tak

memperoleh kasih sayang,terlantar dan tumbuh tanpa


arah tujuan yang jelas.

Masa dewasa tengah (middle adulthood)


Masa dewasa tengah merupakan maa yang penuh
tantangan, karena kondisi fisik mereka mulai mengalami
penurunan. Untuk wanita mulai mengalami menopouse.
Ini berarti bahwa potensi untuk mengandung dan
melahirkan anak mungkin lagi. Demikian pula bagi lakilaki,mereka merasa menghadapi kenyataaan bahwa
dirinya mulai menjadi tua. Sementara itu,tuntutan sosial
agar diri mereka tampil prima tetap kuat. Karena itu,tak
jarang

melakukan

aktivitas

seksual

dengan

pasangan

eksperimen-eksperimen
yang

lebih

muda.

Sebaliknya,mereka yang mampu mencapai kepribadian


yang terintegrasi tak akan menemui hambatan yang
berarti.6 Mereka justru akan bersikap dan bertindak
bijaksana. Mereka mengakui bahwa mereka memasuki
masa tua dan akan membimbing anak-anaknya agar
5 Seto mulyadi,psikologi perkembangan,(bandung: media press indo,2008)hlm
39.
6 Agoes dariyo,psikologi perkembangan anak,(bandung: PT Refika
Aditama,2007)hlm 41.

dapat menjadi orang yang berhasil dan bertangung


jawab. Dalam kehidupan karier,masa dewasa tengah
adalah masa dimanamereka mencapai puncak prestasi.
Posisi

penting

lembaga-lembaga

perusahaan,pendidikan,maupun

pemerintah

dicapainya

telah
dengan

baik,diantaranya:direktur,presiden,direktur,dekan,rektor
,guru besar(profesor),gubernur,menteri,presiden.
Dengan demikian,mereka telah mapan kehidupan
ekonomi keuarganya,mampu memberi pendidikan yang
baik bagi anak-anaknya.

Masa dewasa akhir( late adulthood)


Dewasa akhir merupakan tahap yang dialami oleh
individu yang memasuki masa kematian. Hampir tak
seorangpun yang menginginkan dirinya untuk menjadi
tua. Namun kenyataanlah yang mengharuskan mereka
untuk mengalaminya.7
Sebagian besar,mereka memiliki konflik fisik yang
sehat dan aktif dalam berkarya. Dalam melakukan
kegiatan fisik,mereka cenderung cepat merasa lelah dan
waktu reaksi terhadap suatu stimulus tergolong lambat.
Apalagi bagi Mereka yang terbiasa bekerja dengan
mengunakan kekuatan intelektual maka kegiatan fisik
cenderung

dikurangi

frekuensinya.

Memasuki

masa

pensiun,mereka mengalami masa penurunan kehidupan


ekonomi karena tak mampu untuk bekerja secara
produktif.8

Kecuali

untuk

mereka

yang

memiliki

7 Agoes dariyo,psikologi perkembangan anak,(bandung: PT Refika


Aditama,2007)hlm 42
8 Elizabeth B. Hurlock.Child Development.(Jakarta: Erlangga,2007)hlm 42

perusahaan, maka mereka tingal memetik keuntungan


finansial dan tetap mampu mempertahankan kehidupan
keuangan keluarga,karena biasanya perusahaan dikelola
dan diserahkan anak atau orang profesional. Disisi
lain,anak-anak
mengurusi

mereka

yang

kehidupan

telah

rumah

dewasa

tangganya

dan

sendiri.

Akibatnya orang-orang dewasa akhir akan mengalami


perasaan kesepian,kesendirian. Lebih-lebih bagi yang
telah ditinggal mati pasangan hidupnya,maka mereka
makin merasa stress dan depresi. Dalam keadaan
demikian,justru membuat mereka makin bijaksana guna
mempersiapkan
terhormat,yakni
tuhan,tekun
demikian

diri

agar

dengan

mati

secara

diri

dengan

sebagainya.

Dengan

mendekatkan

ibadah,doa

mereka

dapat

dan

mencari

makna

kehidupan

yang

berarti di dunia maupun di akhirat.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasrkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada 10
prinsip-prinsip

perkembangan

dan

periodisasi

dalam

perkembangan.
Prinsip-prinsip itu diantaranya:
1. Perkembangan melibatkan perubahan
2. Perkembangan awal lebih kritis

ketimbang

perkembangan

selanjutnya
3. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar
4. Pola perkembangan dapat diramalkan
5. Pola perkembangan memiliki karakteristik yang dapat diramalkan

6. Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan


7. Periode pola perkembangan
8. Pada setiap periode perkembangan terdapat harapan sosial
9. Setiap perkembangan mengandung bahaya yang potensial
10.
Kebahagiaan bervariasi pada berbagai periode perkembangan
Kemudian periodisasi perkembangan,diantaranya adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Periode Prakelahiran (prenatal period)


Masa Bayi (infancy)
Masa Kanak-kanak awal (early childhood)
Masa kanak-kanak tengah dan akhir (middle and late childhood)
Masa Remaja (adolescence)
Masa dewasa muda (young adulthood)
Masa dewasa tengah (middle adulthood)
Masa dewasa akhir (late adulthood)

DAFTAR PUSTAKA

Dariyo,Agoes.2007.Psikologi Perkembangan.Bandung: PT Refika Aditama.


Desmita.2011.Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosda
Karya.
Hurlock,Elizabeth B.2007.Child Development.Jakarta: Erlangga.
Mulyadi,Seto.2008.Psikologi Perkembangan.Bandung: Media Press Indo.
Santrock,John W.2007.Child Development.Jakarta: Erlangga.