Anda di halaman 1dari 19

OM

SWASTYASTU

Ananta
Deva
Yoha
Tisna
Adetya

Materi

Pengertian Analisis Risiko Bencana


Tujuan Analisis Risiko Bencana
Pengembangan Kawasan Wisata dan Aspek Bencana
Dampak Bencana Terhadap Kawasan Wisata
Penilaian Risiko Bencana pada Kawasan Wisata
Pengelolaan Risiko Bencana

Analisis Risiko
Bencana

Proses penilaian terhadap risiko bencana atau potensi


kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu
wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa
kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa
aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan
gangguan kegiatan masyarakat.

Tujuan Analisis
Risiko Bencana

Analisis resiko bertujuan untuk mengidentifikasi dan


mengukur resiko bencana, memisahkan resiko resiko
kecil (yang dapat diterima) dengan resiko resiko besar,
dan menyiapkan data sebagai bantuan dalam
mengevaluasi dan merumuskan pengendalian terhadap
resiko bencana. Analisis resiko mencakup penentuan
kemungkinan (probabilitas) dan dampak dari resiko.

Pengembangan
Kawasan Wisata dan
Aspek Bencana

Pengembangan komponen pariwisata ( daya tarik,


akomodasi dan fasilitas penunjang pada beberapa
kawasan bahaya alam dan memicu timbulnya bencana
alam.
Pembangunan Fasilitas pariwisata ( hotel, villa, dan
akomodasi lain) pada lereng bukit karena
pertimbangan keindahanan pemandangan namun
dapat memicu longsoran sehingga membahayakan
pengunjung, pekerja penduduk sekitar.

Dampak Bencana
Terhadap Kawasan Wisata

Bencana yang terjadi dikawasan wisata akan menimbulkan kerugian


atau korban jiwa yang besarnya tergantung karakteristik hazard dan
kerentan serta ketahanan kawasan wisata. Karakteristik Hazard
terdiri dari jenis, kekuatan, frekuensi, waktu, lamanya terjadi/
durasi.

Adapun karateristik kawasan wisata yang menentukan kerentanan


kawasan meliputi jumlah dan kepadatan penduduk, jumlah
wisatawan/ pengunjung, komposisi wisatawan ( menurut umur dan
pendidikan ) jarak kawasan wisata terhadap sumber bencana,
struktur atau pola lahan, karakteristik fisik/ lingkungan, kesiapan
penduduk, informasi tentang hazard dan sistem peringatan dini yang
ada.

Penilaian Risiko
Bencana Pada Kawasan
Wisata

Berdasarkan Penjumlahan Nilai Bahaya,


Kerentanan dan Manajemen

Berdasarkan Pertemuan Faktor Ancaman


Bencana dan Kerentanan Masyarakat

Berdasarkan Penjumlahan
Nilai Bahaya, Kerentanan
dan Manajemen

Pembuatan Peta Rawan (Ancaman dan


Kerentanan)
Penetapan Jenis Bahaya (Tsunami, Gempa bumi,
Letusan gunung berapi)
Penetapan Variabel (Karakteristik Bahaya,
Kerentanan, Manajemen )
Penetapan Cara Penilaian
Membuat Matriks Penilaian
Melakukan Penilaian dan Menetapkan Hasil
Penilaian

Penetapan Cara
Penilaian

Jenis bahaya/ ancaman


Penilaian sesuai dengan kelompok variable
Berdasarkan data, pengalaman dan taksiran
Saling terkait satu sama lain
Nilai berkisar antara 1 sampai 3

1= risiko terendah
2= risiko sedang
3= risiko tertinggi

Untuk penilaian manajemen dinilai dengan skala yang berbalik

1 = kemampuan tinggi
2 = kemampuan sedang
3 = kemampuan rendah

Membuat Matriks Penilaian


No
1

VARIABEL

GEMPA BUMI

BAHAYA
-

Frekuensi

Intensitas

Dampak

Keluasan

Uluran Waktu
Total

KERENTANAN
-

Fisik

Sosial

Ekonomi
Total

MANAJEMEN
-

Kebijakan

Kesiapsiagaan

PSM
Total
NILAI

BANJIR

KERUSUHAN

dst

Melakukan Penilaian dan


Menetapkan Hasil
Penilaian

Masing-masing komponen yangada di beri nilai untuk


masing-masing jenis bahaya
Kemudian nilai tersebut dijumlahkan

Karakteristik bahaya, nilai dijumlah


Kerentanan, nilai dijumlah
Manajemen, nilai dijumlah

Setelah didapat nilai masing-masing variable, kemudian nilai


tersebut dijumlahkan
(nilai karakteristik bahaya+ kerentanan +manajemen)
Ancaman/bencana (event) dengan nilai tertinggi merupakan
yang harus diprioritaskan

Berdasarkan Pertemuan Faktor


Ancaman Bencana dan Kerentanan
Masyarakat

Risiko = f (Bahaya x
Kerentanan/Kemampuan)
Risiko (risk) : Kemungkinan akan kehilangan yang bisa terjadi
sebagai akibat kejadian buruk, dengan akibat kedaruratan dan
keterancaman.
Bahaya (hazard) : Potensi akan terjadinya kejadian alam atau
ulah manusia dengan akibat negatif.
Keterancaman/ Kerentanan (vulnerability) : Akibat yang timbul
dimana struktur masyarakat, pelayanan dan lingkungan sering
rusak atau hancur akibat dampak kedaruratan.

Semakin tinggi ancaman bahaya di suatu daerah,

maka semakin tinggi risiko daerah tersebut

tingkat kerentanan masayarakat atau penduduk,


terkena bencana. Demikian pula semakin tinggi

maka semakin tinggi pula tingkat risikonya. Tetapi


sebaliknya, semakin tinggi tingkat kemampuan
masyarakat, maka semakin kecil risiko yang
dihadapinya.
Dengan menggunakan perhitungan analisis risiko

dapat ditentukan tingkat besaran risiko yang


dihadapi oleh daerah yang bersangkutan.

Sebagai langkah sederhana untuk pengkajian risiko adalah pengenalan


bahaya/ancaman di daerah yang bersangkutan. Semua bahaya/ancaman
tersebut diinventarisasi, kemudian di perkirakan kemungkinan terjadinya

(probabilitasnya) dengan rincian :

5 : Pasti (hampir dipastikan 80 - 99%).


4 : Kemungkinan besar (60 80% terjadi tahun depan, atau sekali
dalam 10 tahun mendatang)
3 : Kemungkinan terjadi (40-60% terjadi tahun depan, atau sekali
dalam 100 tahun)
2 : Kemungkinan Kecil (20 40% dalam 100 tahun)
1 : Kemungkian sangat kecil (hingga 20%)

Jika probabilitas di atas dilengkapi dengan perkiraan dampaknya

apabila bencana itu memang terjadi dengan pertimbangan faktor


dampak antara lain: jumlah korban; kerugian harta

benda;kerusakan prasarana dan sarana;cakupan luas wilayah yang


terkena bencana dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan, maka,
jika dampak inipun diberi bobot sebagai berikut:
5 : Sangat Parah (80% - 99% wilayah hancur dan lumpuh total)
4 : Parah (60 80% wilayah hancur)
3 : Sedang (40 - 60 % wilayah terkena berusak)
2 : Ringan (20 40% wilayah yang rusak)
1 : Sangat Ringan (kurang dari 20% wilayah rusak)

Maka akan di dapat tabel


sebagaimana contoh di bawah
ini
NO

JENIS ANCAMAN BAHAYA

Gempa

Bumi

Tsunami
Tanah Longsor

Diikuti

PROBABILITAS

DAMPAK

Banjir

Kekeringan

Angin Puting Beliung

Gambaran potensi ancaman di atas dapat ditampilkan dengan model lain


dengan tiga warna berbeda yang sekaligus dapat menggambarkan prioritas
seperti berikut:

Berdasarkan matriks diatas kita dapat memprioritaskan jenis ancaman


bahaya yang perlu ditangani. Ancaman dinilai tingkat bahayanya dengan
skala (3-1) - Bahaya/ancaman tinggi nilai 3 (merah) - Bahaya/ancaman
sedang nilai 2 - Bahaya/ancaman rendah nilai 1

Pengelolaan Risiko
Bencana

Empat dasarpengelolaan kegawatan dan


bencana, masing-masing memerlukan program
pengelolaan(strategi) :
Pencegahan dan mitigasi
Persiapan
Respons
Pemulihan

SEKIAN

ADA PERTANYAAN ?

Anda mungkin juga menyukai