Anda di halaman 1dari 12

SISTEM EKONOMI PADA MASA DINASTI UTSMANI

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas


Mata Kuliah: Sejarah Peradaban Islam
Dosen pengampu:
Tasmin, MA.

Oleh :
Nama

: Dody Utomo

NIM

: 932113114

Kelas

:I

Jurusan Tarbiyah
Prodi Pendidikan Agama Islam
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) KEDIRI
2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kejatuhan

khilafah

Abbasiyyah

yang

berpusat

di

Baghdad oleh serangan kerajaan Mongol pada 1258 M, bisa


dikatakan merupakan awal dari kemunduran peradaban Islam.
Sebelum itu terjadi, Baghdad adalah pusat peradaban dunia
dan pusat ilmu pengetahuan. Akibat yang ditimbulkan dari
kehancuran Abbasiyyah kaum muslim terpecah ke dalam
negeri-negeri kecil. Dimana satu negeri dengan negeri yang
lain saling beperang.
Awal pada ke 13 M, barulah keadaan peta politik dunia
Islam relatif mengalami kemajuan kembali setelah berbagai
chaos di negeri-negeri kaum muslim dengan munculnya tiga
kekuatan besar, yaitu Utsmani di Turki, Kerajaan Safawi di
Persia, dan Mongol. Kekhilafahan Utsmani inilah yang paling
pertama berdiri dan paling lama bertahan dibandingkan dua
lainnya.
Kekhilafahan Utsmani merupakan imperium terbesar
diantara tiga kerajaan lain. Menariknya, walaupun pada masa
yang

sama,

ketiganya

berada

kondisi

ekonomi

yang

berbeda.Dalam makalah ini, kita akan mencoba menganalisa


bagaimana peradaban dan perekonomian dunia Islam pada
masa dinasti Usmani.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang diatas dapat kita peroleh
rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana sejarah ekonomi pada masa Dinasti


Usmani ?
2. Apa saja kekuatan ekonomi pada masa Dinasti
Utsmani ?
3. Apa penyebab runtuhnya ekonomi pada masa Dinasti
Utsmani

C. Tujuan Makalah
1. Untuk mengetahui sejarah perekonomian Dinasti
Utsmani ?
2. Untuk mengetahui kekuatan ekonomi Dinasti
Utsmani ?
3. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab
kemrosotan ekonomi pada masa Dinasti Utsmani ?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Perekonomian Dinasti Utsmani
Sejarah perekonomian Utsmani dibagi ke dalam dua
periode.Pertama, Periode klasik yang mana berbasis kepada
pertanian, khilafah Utsmani memberikan keleluasaan kepada
setiap

wilayah

untuk

pertaniannya.Kedua,era

mengembangkan

reformasi

yaitu

era

potensi
perbaikan

pengaturan sistem pemerintahan,terdiri atas perbaikan sistem


administrasi publik dan perubahan sistem politik pada masa
itu dari tangan militer kepada publik, tujuannya untuk
memberikan fungsi layanan publik yang lebih baik.
Pada periode reformasi birokrasi dan sistem administrasi yang
dilakukan oleh pemerintah pusat Utsmani kepada provinsi-provinsi,kita bisa
melihat itu justru menjadi salah satu sebab kehancuran utsmani (the fall of the
ottoman

empire).Hal

ini

dipertegas

dengan

tulisan

El-Ashker

maladministration,di wilayah Mesir dan Syiria menjadi contohnya.Hal ini


terjadi terlalu seringnya terjadi pergantian pasha (raja muda) di kedua wilayah
ini, rata-rata masa jabatannya hanya kurang dari dua tahun.Pada periode 15171697 ada 133 pasha yang bergiliran memimpin Damaskus.Begitupun yang

terjadi di wilayah Mesir selama kurun waktu 280 tahun Utsmani memerintah
di Mesir, ada hampir 100 pasha yang memimpin kantor pemerintahan.1
Sumber pendapatan Utsmani banyak diperoleh dari
perluasan wilayah (ekspansi militer) serta dari sektor fiskal,
yaitu pajak.Pendapatan negara juga banyak mengandalkan
sektor

pertanian.Khilafah

Utsmani

belum

banyak

mengandalkan pendapatan negara dari industri manufaktur


serta perdagangan. Berbanding terbalik dengan bangsa Eropa
yang sudah mengandalkan perdagangan dan Industri sebagai
sumber utama pendapatan,kaum merkantilis Eropa semakin
giat mengembangkan industri mereka dan perluasan wilayah
untuk

menunjang

industri

sedangkan

Utsmani

wilayah

kekuasaanya semakin berkurang dan pengelolaan lahan


pertaniannya

masih

dikelola

dengan

cara-cara

yang

konservatif.
B. Kekuatan Ekonomi Khilafah Utsmani
Sebagai sebuah negara besar pada eranya, Khilafah
Utsmani mempunyai banyak potensi-potensi yang menjadi
penunjang pendapatan negara dan kekuatan militernya.
Semua sumber daya ekonomi terdapat di wilayah Utsmani,
berikut ini adalah berbagai kekuatan ekonomi di wilayah Turki:
1. Daratan
Di Anatolia, Khilafah Utsmani diwarisi sebuah jalur
Caravanserai dari pendahulu mereka yaitu Seluk Turks.Jalur
ini menjadi semacam keuntungan bagi Utsmani, karena akan
menjamin keamanan pengantaran barang dan rombongan
karapan dagang dengan di sediakannya penginapan bagi para
1 Ahmed El-ashker & Rodney Wilson.Islamic Economics a Short History.
(Brill:Leiden-Boston,2006)Hlm 298

pedagang serta hewan-hewan tunggangannya di wilayah Jalur


Caravanserai. Jalur Caravanserai ini berada di sepanjang
wilayah Balkan.
2. Laut
Dibawah

Sultan

Bayazid

II,

Utsmani

mempunyai

kekuatan angkatan laut yang kuat. Angkatan laut ditugaskan


untuk memberangus para perompak dan melindungi kapal
dagang. Secara diplomatik, dengan kekuatan angkatan militer
yang kuat lebih lanjut akan menguntungkan, membuat rasa
aman masyarakat di wilayah pesisir Utsmani serta kekuatan
untuk

terus

melakukan

mempertahankan

ekspansi

hegemoni

Utsmani

wilayah.Untuk
di

laut

timur

Mediterania, pengembangan akademi angkatan laut terus


digalakan.

Tujuannya

untuk

membantu

dan

mengawasi

hubungan dagang antara khilafah Utsmani dengan Venice.

Jalur perdagangan yang ada di bawah komando Utsmani


ada

beberapa

wilayah,

yaitu

Aegean

dan

Laut

Timur

Mediterania (komoditas perdagangan di wilayah ini yaitu


gandum), kemudian antara Laut Merah dengan Teluk Persia
(komoditas perdagangan utamanya yaitu rempah-rempah),
Laut Hitam dan Laut Barat Mediterania (komoditasnya yaitu
gandum dan kayu).
3. Pertanian
Khilafah Utsmani adalah negara pertanian (agrikultur)
karena mempunyai lahan yang subur. Rata-rata sumber
penghasilan warganya berasal dari usaha keluarga berskala
kecil di bidang pertanian dan pajak sektor pertanian ini
berkontribusi 40% bagi sumber pendapatan pajak negara.Ada
beberapa faktor peningkatan produktivitas sektor pertanian

Utsmani, seperti perbaikan irigasi, pemberian subsidi, serta


peningkatan peralatan pertanian yang modern yang dilakukan
pada abad 19 M. Daerah-daerah yang menjadi sumber
pertanian Utsmani yaitu daerah-daerah pegunungan, seperti
di Anatolia, salah satu wilayah di provinsi Syiria.2
Dari sudut pandangan Utsmani, perekonomian warga
penduduk

yang

mapan

merupakan

syarat

utama

bagi

kelangsungan hidup resmi Utsmani, dan sejumlah penaklukan


pada

periode

pertama

Utsmani

juga

bertujuan

untuk

menguasai beberapa jalur perdagangan dan beberapa jalur


produktif. Serangkaian penaklukan di Iran, di propinsi Arab,
mesir dan Samudra India, juga merupakan sebagian dari
program pembentukan lalu lintas yang menyalurkan barangbarang di wilayah timur ke seluruh penjuru Imperium Utsmani.
Beberapa rute perziarahan (haji) mengantarkan warga
dari berbagai wilayah imperium ini ke Makkah dan Madinah.
Makkah merupakan sebuah kota pusat perdagangan. Dalam
rentangan abad 15 dan 14, bursa menjadi pusat perdagangan
terbesar di Anatolia dan sebagai dermaga terbesar dalam
pertukaran barang-barang dari negari Timur ke Istambul,
Polandia dan Rusia. Secara umum, sejumlah penaklukan
Utsmani menunjukkan persaingan ekonomi di Anatolia, Timur
Tengah dan Balkan. Utsmani mendesak kalangan pembajak
dan memulihkan keamanan lalu lintas perdagangan di Laut
Tengah dan di Samudera Hindia. Mereka menstimulasi negerinegeri yang dilalui lalu lintas tersebut dengan membangun
sejumlah jembatan.
Satu-satunya

proyek

Negara

terbesar

adalah

pembangunan kota Istambul untuk mendukung kemegahan


2 http://en.wikipedia.org/wiki/Ottoman_Empire

sang sultan dan sebagai kebutuhan bagi kegiatan administrasi


dan perdagangan. Untuk meningkatkan jumlah penduduk
pemerintah

Utsmani

mengharuskan

pedagang-pedagang

muslim dari tempat Anatolia ke Istambul. Sebagian besar


warga Balkan juga melaksanakan perpindahan ke Istambul.
Untuk

menopang

sarana

pemukiman,

pemerintah

memberikan tanah, rumah dan konsesi pajak kepada klompok


migran yang baru ini. Kota Istambul dibangun dengan
merekontruksi beberapa institusi publik seperti sekolahan,
rumah

sakit

dan

lain

sebagainya.

Setiap

lingkungan

ketetanggaan mengelilingi sebuah institusi keagamaan dan


institusi public yang penting dan beberapa fasilitas pertemuan
warga.

Beberapa

menertibkan

kebijakan

aktivitas

Utsmani

perekonomian

juga

untuk

berusaha

kepentingan

Negara. Perhatian utama imperium adalah memperlengkapi


kota Istambul.3
Pada masa puncak kemajuannya, semua daerah dan
kota

penting

yang

perekonomian

jatuh

menjadi

pusat

ketangannnya.

perdagangan
Daerah-daerah

dan
yang

ditaklukkan dari segi ekonomi merupakan masukan bagi


sumber

ekonomi

kerajaan.

Dengan

demikian

tidak

mengherankan jika dinasti turki usmani mendapat kemajuan


ekonomi

melalui

perdagangan.Sebagai

contoh,

kegiatan

perdagangan itu adalah adanya kerjasama perdagangan


antara dinasti turki usmani dengan Inggris, Genoa, dan
Venisia dalam jual beli jagung, kacang-kacangan, dan timah
pada abad ke-16 M.4
3 Ira M. Lapidus.Sejarah Sosial Umat Islam.(Jakarta:PT.Raja Grafindo
Persada, 2000)hlm 505-509
4 Ajid Thahir.Perkembangan Peradaban Di Kawasan dunia Islam.
(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2004)hlm 187-188

Tercatat beberapa kota yang maju dalam bidang industri


pada waktu itu di antaranya: Mesir sebagai pusat produksi
kain sutra dan katun Anatoli selain sebagai pusat produksi
bahan tekstil dan kawasan pertanian yang subur, juga
menjadi pusat perdagangan dunia pada saat itu.5
Pada umumnya, daerah-daerah yang dikuasai oleh
Dinasti

Turki

Utsmani

adalah

daerah

yang

mempunyai

kekayaan alam, seperti Mesir, Syuria, Anatolia dan berbagai


wilayah lainnya.
Dinamika ekonomi Dinasti Turki Utsmaniyah mencapai
puncaknya ketika kota Bursar menjadi pusat perdagangan
penting pada abad ke-15 dan 16 M. Bursar tidak hanya
menjadi pusat perdagangan intern Dinasti Turki Utsmaniyah
tapi juga hingga ke Eropa.6
C. Penyebab Runtuhnya Ekonomi Dinasti Utsmani
Ketidak stabilan politik kerajaan Turki Utsmani pada abad ke-17,
memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi Negara.Akibat
peperangan yang tidak pernah berhenti,perekonomian Negara merosot,
pendapatan berkurang,sementara belanja Negara sangat besar,termasuk biaya
perang.
Pada saat itu di Eropa muncul kapitalisme.Sebagai akibat dari
munculnya kapitalisme bangsa Eropa dan dominasi mereka di bidang
perdagangan adalah terus menurunya produksi industri kerajinan masyarakat
5 Busman Edyar & Ilda Hayati, Sejarah Peradaban Islam,
(Jakarta:Pustaka Asatruss,2009)hlm 147
6 Ira M. Lapidus.Sejarah Sosial Umat Islam.(Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada,
2000)hlm 349

Turki.Ekspansi bangsa Eropa di bidang perdangan dan meningkatnya


perputaran modal di antara mereka,telah memunculkan sejumlah industri baru
di sektor industri logam dan tekstil.Para pedagang Eropa membeli bahan
mentah dari Turki kemudian mereka olah di Eropa.Setelah itu,dibawa dan
dipasarkan di Turki dengan diskon tinggi dan kualitas lebih bagus.Dengan
cara ini,menyebabkan sektor industri kerajinan Turki banyak yang gulung
tikar.7
Nilai tukar mata uang turki terhadap mata uang asing juga turun drastis
meskipun pemerintah telah berupaya untuk mengendalikan harga,tingkat
inflasi dan nilai tukar mata uangnya.Harga bahan makanan juga ikut
merangkak naik secara bertahap,dan konsekuensinya memengaruhi jumlah
pendapatan dan gaji para pegawai kerajaan.Situasi perekonomian yang serba
sulit ini memaksa kerajaan mendevaluasi nilai mata uangnya lagi sehingga
mengakibatkan dislokasi baru dan krisis keuangan berkelanjutan hingga
perkembangan sejarah kerajaan Turki pada masa berikutnya.8

7 Dedi Supriyadi.Sejarah Peradaban Islam.(Bandung: CV. Pustaka Setia,


2008)hlm 250-251
8 Dr. Syafiq A. Mughni.Sejarah Kebudayaan Islam di Turki.(Cet I,Jakarta:
Logos Wacana Ilmu,1997)hlm106-107

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa,sejarah
perekonomian Utsmani dibagi ke dalam dua periode.Pertama,
Periode klasik yang mana berbasis kepada pertanian, khilafah
Utsmani memberikan keleluasaan kepada setiap wilayah untuk
mengembangkan

potensi

pertaniannya.Kedua,era

reformasi

yaitu era perbaikan pengaturan sistem pemerintahan,terdiri atas


perbaikan sistem administrasi publik dan perubahan sistem
politik pada masa itu dari tangan militer kepada publik,
tujuannya untuk memberikan fungsi layanan publik yang lebih
baik.
Kekuatan

Ekonomi

Khilafah

Utsmani,sebagai

sebuah

negara besar pada eranya, Khilafah Utsmani mempunyai banyak


potensi-potensi yang menjadi penunjang pendapatan negara dan
kekuatan militernya.Semua sumber daya ekonomi terdapat di
wilayah Utsmani,misalnya daratan,laut,dan pertanian.
Penyebab

Runtuhnya

Ekonomi

Dinasti

Utsmani,ketidak

stabilan politik kerajaan Turki Utsmani pada abad ke-17, memberikan pengaruh
besar terhadap perkembangan ekonomi Negara.Akibat peperangan yang tidak
pernah berhenti,perekonomian Negara merosot, pendapatan berkurang,sementara
belanja Negara sangat besar,termasuk biaya perang.Kemudian di Eropa muncul

kapitalisme.Sebagai akibat dari munculnya kapitalisme bangsa Eropa dan


dominasi mereka di bidang perdagangan adalah terus menurunya produksi
industri kerajinan masyarakat Turki.Ekspansi bangsa Eropa di bidang perdangan
dan meningkatnya perputaran modal di antara mereka,telah memunculkan
sejumlah industri baru di sektor industri logam dan tekstil.
Nilai tukar mata uang turki terhadap mata uang asing juga turun
drastis,harga bahan makanan juga ikut merangkak naik secara bertahap.

DAFTAR PUSTAKA
BUKU :
Edyar,Busman & Ilda Hayati.2009.Sejarah Peradaban Islam.
(Jakarta:Pustaka Asatruss)
El-ashker,Ahmed & Rodney Wilson.2006.Islamic Economics a
Short History ( Brill: Leiden-Boston )
Lapidus,Ira M.2000.Sejarah Sosial Umat Islam.(Jakarta:PT.Raja
Grafindo Persada)
Mughni,Syafiq A.1997.Sejarah Kebudayaan Islam di Turki.(Cet
I,Jakarta: Logos Wacana Ilmu)
Supriyadi,Dedi.2008.Sejarah Peradaban Islam.(Bandung: CV.
Pustaka Setia)
Thahir,Ajid.2004.Perkembangan Peradaban Di Kawasan dunia
Islam.(Jakarta: PT Raja Grafindo Persada)
INTERNET :
http://en.wikipedia.org/wiki/Ottoman_Empire (akses 5 Mei 2015)