Anda di halaman 1dari 3

DINAS KESEHATAN

KABUPATEN BONE
UPTD PUSKESMAS BAJOE

Nomor SOP
Tgl Pembuatan
Tgl Revisi
Tgl Efektif
Disahkan oleh

5 Desember 2013
KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN BONE

SUBAG TATA USAHA


dr. Hj. Khasma, M. Kes
Nama SOP
Dasar Hukum
1. UU No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
2.

UU No 25 Tahun 2005 tentang Pelayanan Publik

3.

PP No 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan

4.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 128 tahun 2004 tentang kebijakan dasar pusat kesehatan puskesmas

5. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1457/Menkes/SK/X/2003 tahun 2003 tentang Standar Pelayanan Minimal
Keterkaitan
1. SOP Penerimaan Pasien
2. SOP Pelayanan Kefarmasian
Peringatan
1. Bila SOP Observasi Pasien Gawat tidak berjalan dengan baik maka akan menghambat proses observasi pasien gawat

19600920 198712 2 001


Observasi Pasien Gawat
Kualifikasi Pelaksana
1. Dokter
2. Perawat terlatih
3. Bidan Terlatih
4. Apoteker
5. Sopir Ambulance
6. Tenaga kesehatan lainnya yang terlatih
Peralatan Perlengkapan
1. Tensimeter
2. Stetoskop
Pencatatan dan Pendataan
Catat dalam buku register pasien

Pengertian
Tujuan
Ruang Lingkup
Prosedur

Memantau keadaan pasien gawat


Sebagai acuan pemantauan/ observasi penderita gawat agar selamat jiwanya .
Tindakan dilakukan pada penderita bgawat
A. INDIKASI
Pasien baru
B. PELAKSANAAN
1. Penderita gawat harus di observasi.

2. Observasi dilakukan tiap 5 15 menit sesuai dengan tingkat kegawatannya.


3. Observasi dilakukan oleh paramedis perawat, bila perlu oleh dokter.
4. Hal-hal yang perlu diobservasi :
a. Keadaan umum penderita
b. Kesadaran penderita
c. Kelancaran jalan nafas (air Way).
d. Kelancaran pemberian O2
e. Tanda-tanda vital :
1)

Tensi

2)

Nadi

3)

Respirasi / pernafasan

4)

Suhu

f. Kelancaran tetesan infus


5. Apabila hasil observasi menunjukkan keadaan penderita semakin tidak baik maka paramedis perawat harus lapor kepada Dokter yang
sedang bertugas (diluar jam kerja pertelpon).
6. Apabila kasus penyakitnya diluar kemampuan Dokter UGD maka perlu dirujuk
7. Observasi dilakukan maksimal 2 jam, selanjutnya diputuskan penderita bisa pulang atau rawat inap.
8. Perkembangan penderita selama observasi dicatat di kartu status penderita (les UGD)/ lembar observasi.
Unit Terkait

9. Setelah observasi tentukan apakah penderita perlu : rawat jalan / rawat inap / rujuk
Loket pendaftaran, UGD, Poli Umum