Anda di halaman 1dari 3

Biogeografi adalah ilmu yang mempelajari penyebaran organisme di muka

bumi. Organisme yang dipelajari mencakup organisme yang masih hidup dan
organisme yang sudah punah. Biogeografi yaitu ilmu yang mempelajari tentang
persebaran organisme baik flora dan fauna yang ada di permukaan
bumi. Atau Biogeografi juga merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk
hidup dan geografi, dalam penyebaran atau distribusi makhluk hidup di bagian bumi
termasuk asal dan cara penyebarannya. Penyebaran makhluk hidup dibedakan atas
penyebaran hewan dan tumbuhan. Pengetahuan biogeografi erat kaitannya dengan
klimatologi dan paleontologi. Dalam pengertiannya biogeografi diartikan suatu study
yang mempelajari distribusi atau sebaran geografi hewan dan tumbuhan di permukaan
bumi. Faktor-faktor lingkungan seperti suhu, curah hujan, jenis tanah dan topografi
sangat mempengaruhi pola distribusi dari suatu makhluk hidup. Kesimpulan mendasar
dari studi biogeografis memperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada
satu tempat dan kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal.
Beberapa spesies kemudian menjadi lebih luas distribusinya, tetapi mereka tidak
dapat melewati barier-barier alami yang terpisah daerah biogeografis yang besar.
Oleh karena itu, meskipun lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah
biogeografis berbeda, jarang ditempati oleh spesies yang sama. Buktinya, setiap
daerah geografi besar di dunia mempunyai karakteristik kelompok tanaman dan
hewan. Flora Indo Malayan meliputi tanaman yang berada di wilayah Indonesia Barat
dimana wilayah ini meliputi Jawa, kalimantan, Sumatera, dan Bali. Flora Indo Malayan
didominasi oleh jenis meranti-merantian, terdapat ebebrapa jenis rotan, serta memiliki
berbagai jenis pohon nangka.
Fosil merupakan makhluk hidup atau sebagian dari makhluk hidup yang
tertimbun oleh tanah, pasir, lumpur dan akhirnya membatu.Kadang-kadang
hanya berupa bekas-bekas organisme. Pada umumnya fosil yang telah
ditemukan terdapat dalam keadaan tidak utuh, yaitu hanya merupakan suatu
bagian atau beberapa bagian dari tubuh makhluk hidup. Hancurnya tubuh
makhluk hidup yang telah mati disebabkan pengaruh air, angin, bakteri
pembusuk, hewan-hewan pemakan bangkai dan lain-lain.
Fosil-fosil dapat ditemukan di berbagai macam lapisan bumi, sehingga
penentuan umurnya didasarkan atas umur lapisan yang mengandung fosil-fosil
itu.Umumnya fosil yang terdapat di lapisan yang paling dalam, mempunyai
umur yang lebih tua sedangkan umur fosil yang ditemukan pada lapisan yang
lebih atas mempunyai umur yang lebih muda.Fosil-fosil yang ditemukan di
berbagai lapisan bumi yaitu mulai sederetan fosil-fosil yang telah ditemukan
dalam lapisan batuan bumi dari yang tua sampai yang muda, dapat disimpulkan
bahwa keadaan lingkungan di masa lampau berbeda dengan
sekarang. Perubahan lingkungan tersebut terjadi secara bertahap dan diikuti
dengan penyesuaian diri organisme yang ada di dalamnya, sehingga
perubahan keadaan di bumi ini mengakibatkan terjadinya perubahan jenis-

jenis makhluk hidup yang terjadi secara berangsur-angsur. Kesimpulannya


bahwa fosil merupakan petunjuk adanya evolusi.

Taksonomi adalah cabang ilmu biologi yang menamakan dan mengelompokkan


seluruh makhluk hidup. Para ilmuan menggunakan kemiripan morfologi dan genetik
untuk mengelompokkan bentuk-bentuk kehidupan berdasarkan hubungan leluhur.
Sebagai contoh, orangutan, gorila, simpanse, dan manusia, termasuk dalam
kelompok taksonomi familia yang sama (Hominidae).

Kesamaan dasar dalam struktur yang diturunkan dari nenek moyang yang umum
disebut struktur homolog. homologi adalah struktur dasar sama yang
diturunkan secara genetik dari nenek moyang yang umum tetapi kemudian
memiliki fungsi yang berbeda. Kesamaan anggota gerak tidak hanya meliputi
tulang, tetapi juga otot, saraf, persendian dan pembuluh darah. Semua
kesamaan menunjukkan bahwa organ tersebut berasal dari struktur
yang sama, dan
selanjutnya berubah struktur sehingga fungsinya
berbeda. Peristiwa ini dikenal dengan nama homologi
Sirip lumba-lumba, sayap burung, kaki kucing, dan lengan manusia dianggap struktur
homolog. Sedangkan manusia memiliki tulang seperti humerus, ulna, radius, tulang
pergelangan tangan, dan jari-jari, fitur ini muncul sebagai bentuk mirip tulang pada
hewan lainnya. Kelelawar, paus, dan hewan lainnya memiliki struktur homolog sangat
mirip, menunjukkan bahwa makhluk-makhluk ini semua memiliki nenek moyang yang
sama.
perbandingan anatomi struktur embrio dari dua atau lebih spesies dapat
memberikan bukti nenek moyang bersama yang tidak dapat terlihat pada bentuk
struktur dewasa. Seiring dengan berkembangnya embrio, homologi tersebut akan

menghilang dan strukturnya akan memiliki fungsi yang berbeda. Salah satu dasar
klasifikasi kelompok vertebrata(termasuk pula manusia) adalah
keberadaan ekor dan celah faringal. Kedua struktur tersebut tampak pada
perkembangan embrio namun pada bentuk dewasa tidaklah selalu jelas. [31]
Karena kemiripan morfologi yang ada pada embrio spesies yang berbeda semasa
perkembangannya, pernah diasumsikan bahwa organisme mengulangi sejarah
evolusi spesies tersebut pada tahap embrio. Diperkirakan bahwa embrio manusia
menjalani tahap amfibi dan kemudian reptil sebelum menyelesaikan
perkembangan mamalia. Pengulangan tersebut, sering disebutteori rekapitulasi,
tidaklah memiliki dasar-dasar ilmiah. Apa yang sebenarnya terjadi adalah tahap awal
perkembangan embrio sekelompok organisme yang berkerabat adalah mirip satu
sama lainnya.[32] Pada tahap perkembangan embrio yang paling awal, semua
vertebrata tampak sangat mirip, namun ia sama sekali tidak mirip dengan spesies
leluhur terdahulu. Seiring dengan berlanjutnya perkembangan embrio, beberapa
organ spesifik muncul dari bentuk dasar ini.

Bukti molekuler evolusi juga mencakup:


Bahan bangunan biokimia yang sama, seperti asam amino dan
nukleotida, yang ditemukan pada semua organisme, dari bakteri sampai
tanaman dan hewan.
DNA dan RNA menentukan perkembangan semua organisme.
Persamaan dan perbedaan antara genom menegaskan adanya pola
evolusi.
Gen adalah untaian DNA yang membawa informasi dan memengaruhi sifat dan ciri
organisme. Gen menentukan penampilan umum suatu individu dan secara terbatas
memengaruhi perilakunya. Jika dua organisme berkerabat dekat, DNA-nya akan
sangat mirip.[36] Di sisi lain, dua organisme yang berkerabat jauh akan memiliki
perbedaan DNA yang lebih besar Sebagai contoh, dua orang bersaudara memiliki
hubungan yang lebih dekat dan DNA yang lebih mirip daripada dua orang sepupu.
Kemiripan pada DNA biasanya menentukan hubungan antar spesies sama seperti ia
menunjukkan hubungan antar individu. Sebagai contoh, perbandingan DNA gorila,
simpanse, dan manusia menunjukkan 96% kemiripan DNA antara manusia dengan
simpanse. Perbandingan ini mengindikasikan bahwa manusia dan simpanse lebih
berkerabat dekat terhadap satu sama lainnya daripada terhadap gorila. [37][38]