Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

HEPATITIS
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik Lapangan
Keperawatan Medical Bedah

Oleh kelompok 13 A Tingkat III A :


Muhammad Amin

( 1301100051)

Anisa Fitri

(1301100052)

Eviandara Mega

(1301100053)

Yolanda Indiana

(1301100054)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
DIII KEPERAWATAN MALANG
Mei 2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN


PENYAKIT HEPATITIS
Topik

: Penyakit Hepatitis

Tempat

: Ruang 24B Rumah Sakit Saiful Anwar

Sasaran

: Keluarga Pasien

Hari / tanggal

: Kamis 12 Mei Pukul: 08.00 WIB

Alokasi waktu

: 45 menit

Penyuluh

: Kelompok 13A

A. Tujuan umum
Setelah dilakukan penyuluhan, sasaran memahami tentang Penyakit Hepatitis
B. Tujuan khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 45 menit pasien dan keluarga dapat :
1. Menyebutkan pengertian Penyakit Hepatitis
2. Mampu menyebutkan tanda gejala Penyakit Hepatitis
3. Mampu menyebutkan macam, cara penularan dan pencegahan Penyakit
Hepatitis
4. Mampu mnyebutkan pengobatan Penyakit Hepatitis
C. Materi
Terlampir
D. Metode
-

Ceramah

Tanya jawab

E. Media
-

Leaflet

LCD

F. Strategi
a. Kontrak dengan keluarga pasien (waktu, tempat, topik).
b. Menggunakan penampang materi dari flip chart dan leaflet agar dapat
lebih mudah diperhatikan pasien dan keluarganya.
c. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
d. Dengan tanya jawab langsung.

G. Proses Penyuluhan
NO
1

KEGIATAN
Pembukaan

WAKTU
5 menit

Penyajian bahan tentang:


1. Pengertian

Pengertian

dan

SASARAN
1. Membalas salam

2. Memperkenalkan diri

2. Memperhatikan dan

1.

gejala

gejala

Penyakit

Hepatitis

3. Macam, cara penularan,

3.

pencegahan

Macam,
cara

Penyakit Hepatitis
4. Pengobatan

Pengertian

Penyakit Hepatitis
2.
Tanda dan

Penyakit Hepatitis
dan

mendengarkan
1. Mendengarkan

20Mampu menyebutkan

Hepatitis
2. Tanda

PENYAJI
1. Mengucapkan salam

penularan,

pencegahan

Penyakit

dan

Penyakit

Hepatitis

Hepatitis

4.

Pengobtan
Penyakit Hepatitis

Evaluasi

15 menit

1. Memberi kesempatan
kepada peserta untuk
bertanya untuk
mengevaluasi peserta,
apakah peserta dapat
menjelaskan kembali
materi pendidikan

2. Mempertahankan
kontak mata

kesehatan dengan
bertanya
2. Menyimpulkan
kembali materi yang
disajikan
3. Diharapkan pasien
dan keluarga dapat
memahami materi
4

Penutup

5 menit

1. Penyaji mengucapkan
terima kasih
2. Mengucapkan salam
penutup

Lampiran

1. Menjawab salam

HEPATITIS
A. PENGERTIAN
Hepatitis adalah peradangan hati akibat virus, infeksi, bahan kimia atau
penyakit lain. Hepatitis dapat menyebabkan terganggunya fungsi hati untuk
menyaring bahan makanan dan bahan-bahan beracun.
B. TANDA DAN GEJALA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Demam
Hilang selera makan
Mual sampai muntah
Nyeri pada perut sisi kanan atas
Nyeri pada otot
Kuning (terutama pada area mata yang putih)
Kulit seluruh tubuh tampak kuning
Mudah lelah
Sakit perut
Air seni berwarna gelap dan tinja berwarna pucat

C. MACAM-MACAM
1. Hepatitis A
Virus hepatitis A dapat ditularkan melalui feses dari pasien yang
sebelumnya telah terinfeksi dengan penyakit ini. Selanjutnya seseorang dapat
terkena hepatitis A dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah
terkontaminasi feses tersebut. Hepatitis A bersifat kurang merusak dibanding
hepatitis virus yang lain. Hal ini karena jenis hepatitis ini jarang menimbulkan
kerusakan liver yang menetap. Bahkan dalam beberapa minggu gejala akan hilang
sama sekali dan orang yang telah terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit
tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke
hepatitis kronik. Masa inkubasi kira-kira 2-6 minggu.

a) Cara Penularan Hepatitis A


Virus hepatitis A ditularkan melalui tinja orang yang terkana virus
hepatitis A dan masuk kemulut orang lain bisa terjadi karena:
1. Mengkonsumsi sayuran, buah, ikan, air muapun makanan yang telah
tercemar oleh tinja yang mengandung hepatitis A.
2. Kebersihan pribadi dan lingkungan tidak di jaga dengan baik

b) Cara pencegahan Hepatitis A


1. Mencuci tangan dengan sabun hingga bersih sebelum sesudah makan,
setelah selesai BAK dan BAB
2. Mencuci sayuran dan buah sebelum dimakan
3. Mencuci peralatan makan dan minum sebelum dimakan
2. Hepatitis B
Jenis hepatitis ini tergolong infeksi yang lebih serius dan dapat memicu
terjadinya sirosis ataupun kanker hati. Penularan hepatitis B dapat melalui jarum
suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah, ataupun cairan tubuh yang lain.
Pada beberapa kasus seseorang yang terinfeksi hepatitis B dapatsembuh dari penyakit
ini

dan

kemungkinan

tubuhnya

telah

memiliki

imunitas

untuk

melawan

infeksitersebut. Namun, ada juga beberapa orang yang akan terinfeksi virus ini
selamanya. Hepatitis B sangat beresiko bagi pecandu narkotika dan orang yang

mempunyai banyak pasangan seksual. Masa inkubasi 6 minggu 6 bulan ratarata 12-14 minggu.
Jenis penyebaran HBV adalah route terkontaminasinya jaringan percutaneous
dengan darah Selain itu juga penyebarannya melalui mukosa membran dengan
lewat :
Kontak dengan cairan tubuh , seperti : semen , saliva , dan darah .
Kontaminasi dengan luka yang terbuka
Peralatan dan perlengkapan yang terjangkit.
Contoh waktuterjadinya transmisi ( penyebaran ) , antara lain :

Jarum suntik ( secara sengaja atau kebetulan ).


Transfusi darah yang terkontaminasi dengan luka , goresan atau lecet
Mulut atau mata yang terkontaminasi selama irigasi luka atau suction.
Prosedur bedah mulut atau gigi.

Hepatitis B dapat tersebar melalui hubungan sex dan khususnya para


gay (male-homo) (Dindzans,1992). Virus ini dapat juga tersebar dengan melalui
penggunaan peralatan tato dan pelubang daun telinga ; penggunaan yang
terkontaminasi

pada

perlengkapan

pembagian

obat

( terkontaminasinya

perlengkapan pembagian obat ) ; berciuman ; dan perlengkapan lainnya seperti :


cangkir , pasta gigi , dan rokok.

1. Pencegahan Hepatitis B dan C


a. angan biarkan darah kita berhubungan dengan darah orang lain.
b. Jangan berbagi peralatan suntik
c. Jangan gunakan alat tato yang tidak disterilkan dengan prosedur yang
layak
d. Jangan berbagi alat cukur dan sikat gigi
e. Jika tidak bisa setia dengan pasangan jangan berhubungan seks dengan
sembarangan orang
f. Gunakan kondom saat berhubungan seksual
3. Hepatitis C
Seperti halnya hepatitis B, ternyata hepatitis C juga dapat memicu
terjadinya sirosis ataupun kanker hati. Penularan penyakit ini dapat melalui
transfusi darah, cairan tubuh, ataupun hubungan seksual. Hepatitis C
merupakan tipe hepatitis yang sangat serius dan menjadi alasan utama
transplantasi hati pada kebanyakan pasiennya. Pada hepatitis C penderita yang
menjadi kronik jauh lebih banyak. Masa inkubasi 6-7 minggu.
4. Hepatitis D
Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang
tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B.
Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala
penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (koinfeksi) atau amat progresif. Masa inkubasi sama dengan hepatitis B.
5. Hepatitis E
Virus hepatitis E ini merupakan penyebab dari timbulnya penyakit
hepatitis

E.

Penyebarannya

melalui

makanan

dan

minuman

yang

terkontaminasi oleh virus. Gejala-gejalanya adalah demam, rasa letih, hilang


nafsu makan, rasa mual, sakit perut, air seni berwarna kuning tua, serta
timbul warna kekuningan pada kulit dan mata. Hepatitis E ini akan semakin
parah dan perlu diwaspadai terutama pada ibu yang sedang dalam masa
kehamilan pada usia kandungan 3 bulan terakhir. Masa inkubasi virus asalah
40 hari (rentang 15-60 hari).

6. Hepatitis G
Hepatitis G adalah penyakit inflamasi hati yang baru ditemukan.
Penyebarannya adalah virus hepatitis G yang menyerupai dengan virus
hepatitis C. Penularannya melaui kontak darah dengan pasien. Gejalanya sama

dengan jenis hepatitis lainnya. Tidak ada perawatan khusus untuk hepatitis G
ini. Hanya saja disarankan untuk istirahat yang cukup, menghindari minuman
alkohol, dan konsumsi makanan dengan kandungan nilai gizi dan nutrisi yang
seimbang. Tak lupa tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
D. PENGOBATAN
1. Periksakan segera diri kita ke dokter atau klinik, jika mengalami gejala
Hepatitis
2. Baik Hepatitis A, B, atau C memerlukan perawatan kesehatan yang benar
3. Lakukan vaksin Hepatitis B
4. Selalu jaga agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup
5. Selalu beritahu dokter bahwa kita mengidap Hepatitis, agar obat yang
diberikan tidak akan membahayakan hati kita

DAFTAR PUSTAKA
Aguslina, S. 1997. Hepatitis B Ditinjau dari Kesehatan Masyarakat dan Upaya
Pencegaha. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatra Utara.
Barbara, CL. 1996. Perawatan Medikal Bedah(suatu pendekatan proses
Keperawatan): Bandung.
Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta:
EGC.
Depkes, RI. 2002. Imunisasi Hepatitis B. Jakarta.