Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

TENTANG BATU SALURAN KENCING

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik Lapangan


Keperawatan Medical Bedah

Oleh kelompok 13 A Tingkat III A :


Muhammad Amin

( 1301100051)

Anisa Fitri

(1301100052)

Eviandara Mega

(1301100053)

Yolanda Indiana

(1301100054)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
DIII KEPERAWATAN MALANG
2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN


BATU SALURAN KENCING
Tema

: Batu Saluran Kencing

Sasaran

: Pasien, Keluarga pasien, pengunjung, dan petugas kesehatan di


Ruang Melati RS dr. Soepraoen

Hari/ Tanggal : Kamis, 17 Maret 2016


Tempat

: Ruang melati

Waktu

: 9.30 WIB selesai

Penyuluhan

: Mahasiswa DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang

A. Latar Belakang
Batu Saluran Kemih (Urolithiasis) merupakan keadaan patologis karena
adanya masa keras seperti batu yang terbentuk disepanjang saluran kencing dan
dapat menyebabkan nyeri, perdarahan, atau infeksi pada saluran kencing.
Terbentuknya batu disebabkan karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang
dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan materi-materi yang
dapat menghambat pembentukan batu, kurangnya produksi air kencing, dan
keadaan-keadaan lain yang idiopatik (Dewi, 2007). Lokasi batu saluran kemih
dijumpai khas di kaliks atau pelvis (nefrolitiasis) dan bila akan keluar akan
terhenti di ureter atau di kandung kemih (vesikolitiasis) (Robbins, 2007).
Penyakit ini menyerang sekitar 4% dari seluruh populasi, dengan rasio
pria-wanita 4:1 dan penyakit ini disertai morbiditas yang besar karena rasa nyeri
(Tisher, 1997). Di Amerika Serikat 5-10% penduduknya menderita penyakit ini,
sedangkan di seluruh dunia rata-rata terdapat 1-2% penduduk yang menderita batu
saluran kemih.
Penyakit ini merupakan tiga penyakit terbanyak dibidang urologi
disamping infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat (Purnomo, 2011).
Penyakit batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang cukup bermakna, baik di
Indonesia maupun di dunia. Prevalensi penyakit batu diperkirakan sebesar 13%

pada laki-laki dewasa dan 7% pada perempuan dewasa. Empat dari lima pasien
adalah laki-laki, sedangkan usia puncak adalah dekade ketiga sampai keempat.
Angka kejadian batu ginjal di Indonesia tahun 2002 berdasarkan data yang
dikumpulkan dari rumah sakit di seluruh Indonesia adalah sebesar 37.636 kasus
baru, dengan jumlah kunjungan sebesar 58.959 orang. Sedangkan jumlah pasien
yang dirawat adalah sebesar 19.018 orang, dengan jumlah kematian adalah
sebesar 378 orang .
Dari data diatas tersebut, kami dari mahasiswa D-III keperawatan prodi
Malang Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang tertaik untuk memberikan
penyuluhan kesehatan tentang Batu ginjal pada pasien, keluarga pasien,
pengunjung dan petugas kesehatan kesehatan di Ruang Melati RS dr. Soepraoen.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan sasaran mampu memahami dan
mengetahui tentang Batu Saluran Kencing
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan sasaran diharapkan mampu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Mengetahui tentang pengertian Batu Saluran Kencing


Mengetahui penyebab Batu Saluran Kencing
Mengetahui tanda dan gejala Batu Saluran Kencing
Mengetahui komplikasi Batu Saluran Kencing
Mengetahui penatalaksanaan Batu Saluran Kencing
Mengetahui pencegahan Batu Saluran Kencing

C. MATERI SATUAN ACARA PENYULUHAN

TERLAMPIR

D. METODE
1.Umpan balik
2 Tanya jawab

E. ALAT BANTU

Lembar Balik

F. KEGIATAN
N

FASE
KEGIATAN PENYULUH
No
1. Pra Interaksi Menyiapkan Satuan Acara

KEGIATAN PESERTA

WAKTU
3 menit

Penyuluhan & bahan untuk


2.

Kerja

leaflet.
Membuka kegiatan dengan

Menjawab salam
10 menit

mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri

Mendengarkan

Menjelaskan tujuan dari

Memperhatikan

penyuluhan
Menyebutkan materi yang

Memperhatikan

akan diberikan.
Menggali pengetahuan

Memperhatikan

keluarga pasien mengenai


penyakit batu ginjal
Menjelaskan tentang

Memperhatikan

pengertian batu ginjal


Memberi kesempatan

Bertanya dan

kepada keluarga pasien

menjawab pertanyaan

untuk mengajukan

yang diajukan.

pertanyaan kemudian
menjawab pertanyaan.
Memberikan leaflet Batu

Memperhatikan

Saluran Kencing
3.

Evaluasi :

Menanyakan kepada peserta Menjawab pertanyaan


tentang materi yang telah
diberikan,
reinforcement

dan
kepada

10 menit

keluarga pasien yang dapat


4

Terminasi :

menjawab pertanyaan
Mengakhiri pertemuan &

Mendengarkan

2 menit

mengucapkan terimakasih
atas partisipasi keluarga
pasien.
Mengucapkan

salam

Menjawab salam

penutup

G. KRITERIA EVALUASI
1.

Evaluasi Struktur
1.

Kesiapan Satuan Acara Penyuluhan

2.

Penyusunan pengorganisasian petugas penyuluh meliputi:


a. Moderator : Eviandara Mega
b. Penyuluh : Moh Amin
c. Absensi sasaran penyuluhan : Yolanda i.u
d.

Notulen : Anisa fitri

3.

Kesiapan media (lembar balik dan Quesionar)

4.

Pengaturan jalannya penyuluhan.

5.

Menyusun waktu 30 menit.

6.

Kontrak tempat dan waktu.

Kriteria Evaluasi Proses


1. Fase di mulai sesuai yang di rencanakan.
2. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang yang sudah disediakan.
3. Peserta hadir di tempat penyuluhan.
4. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan.
5. Selama penyuluhan terselenggara secara tertib.
6. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat saat penyuluhan.
7. Penyuluhan dapat berjalan lancar.
Kriteria Evaluasi Hasil

Setelah di lakukan penyuluhan di harapkan peserta paham akan


materi yang disampaikan dibuktikan dengan tes tanya jawab dalam bentuk
pertanyaan yang diberikan sebelum dan sesudah penyampaian materi.

H. DAFTAR RUJUKAN
Sjamsuhidrajat R, 1 W. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi ke-2. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC. 2004. 756-763

Purnomo BB. Dasar-Dasar Urologi. Edisi Ke-2. Jakarta : Perpustakaan Nasional


Republik Indonesia. 2003. 62-65.
http://id.scribd.com/doc/59250222/22/Bedah-terbuka
http://id.scribd.com/doc/103977382/LAPORAN-PENDAHULUANNEFROLITIASIs#download

Lampiran Materi
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Batu Saluran Kencing


Batu Saluran Kemih (BSK) adalah penyakit dimana didapatkan masa
keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih baik saluran kemih
atas (ginjal dan ureter) dan saluran kemih bawah (kandung kemih dan uretra),
yang dapat menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih dan
infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam
kandung kemih (batu kandung kemih). Batu ini terbentuk dari pengendapan
garam kalsium, magnesium, asam urat, atau sistein.18
BSK dapat berukuran dari sekecil pasir hingga sebesar buah anggur. Batu
yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala dan biasanya dapat
keluar bersama dengan urine ketika berkemih. Batu yang berada di saluran kemih
atas (ginjal dan ureter) menimbulkan kolik dan jika batu berada di saluran kemih
bagian bawah (kandung kemih dan uretra) dapat menghambat buang air kecil.
Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis dapat
menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat di daerah
antara tulang rusuk dan tulang pinggang yang menjalar ke perut juga daerah
kemaluan dan paha sebelah dalam). Hal ini disebabkan karena adanya respon
ureter terhadap batu tersebut, dimana ureter akan berkontraksi yang dapat
menimbulkan rasa nyeri kram yang hebat.
B. Penyebab Batu Saluran Kencing
Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan
gangguan aliran urin, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan
keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Secara
epidemiologik terdapat beberapa faktor yang mempermudah terbentuknya batu
pada saluran kemih pada seseorang. Faktor tersebut adalah faktor intrinsik yaitu
keadaan yang berasal dari tubuh orang itu sendiri dan faktor ekstrinsik yaitu
pengaruh yang berasal dari lingkungan di sekitarnya.
a. Faktor intrinsik antara lain :
1) Umur
Penyakit batu ginjal umumnya terjadi pada mereka yang berusia antara 3060 tahun. Penyebab pastinya belum diketahui, kemungkinan disebabkan karena
adanya perbedaan faktor sosial ekonomi, budaya, dan diet.
2)

Jenis kelamin

Penyakit ini lebih sering diderita oleh kaum pria daripada wanita, dengan
perbandingan 3:1. Hal ini disebabkan oleh anatomis saluran kemih pada pria
lebih panjang daripada wanita, didalam urin pria kadar kalsium lebih tinggi
sedangkan pada wanita kadar sitrat lebih tinggi, hormone testosterone pada pria
dapat meningkatkan produksi eksalat endogen di hati, dan hormone esterogen
pada wanita dapat mencegah agregasi garam kalsium.
3)
Genetik
Terdapat orang orang tertentu yang memiliki kelainan atau gangguan
ginjal sejak dilahirkan, meskipun kondisi ini jarang ditemui. Penderita kelainan
ini, sejak usia anak-anak sudah memiliki kecenderungan yang mudah
mengendapkan garam dan memudahkan terbentuknya batu. Oleh karena fungsi
ginjalnya yang tidak normal, maka proses pengeluaran urine pun mengalami
ganggguan karena urinenya banyak mengandung zat kapur, sehingga mudah
mengendapkan batu.
b. Faktor ekstrinsik diantaranya adalah :
1)

Jumlah air yang diminum


Kurangnya asupan cairan dalam tubuh akan memicu terjadinya batu ginjal.

Selain itu banyaknya mengonsumsi air yang mengandung kadar kalsium tinggi
akan memicu terjadinya batu ginjal. Kurang mengkonsumsi air putih
menyebabkan system metabolism tubuh tidak berjalan dengan optimal. Ginjal
memerlukan cairan dalam jumlah yang cukup banyak untuk menguraikan zatzat terurai dalam tubuh. Setidaknya minumlah 2 liter air dalam sehari agar
volume urine bertambah dan mengurangi konsentrasi mineral dan garam.
2)

Iklim dan temperature


Iklim panas dan temperatur yang tinggi akan memicu terjadinya batu

ginjal hal ini disebabkan karena paparan sinar ultraviolet tinggi yang akan
memicu terjadinya dehidrasi dan peningkatan vitamin D yang memicu
peningkatan ekskresi kalsium dan oksalat. Selain itu, Temperatur yang tinggi
akan meningkatkan jumlah keringat dan meningkatkan konsentrasi air kemih.
Konsentrasi air kemih yang meningkat dapat menyebabkan pembentukan
kristal air kemih.
3) Aktivitas
Faktor pekerjaan dan olah raga dapat mempengaruhi terbentuknya batu
ginjal. Risiko penyakit ini bertambah tinggi pada orang dengan aktivitas yang

jarang berolahraga atau tidak banyak bergerak, serta pada orang yang
pekerjaannya terlalu banyak duduk. Hal ini dikarenakan aktivitas yang kurang
aktif menyebabkan kurang lancarnya peredaran darah maupun urine, sehingga
mudah terbentuk batu ginjal. Selain itu, pola hidup yang aktif dapat membantu
pembentukan kalsium menjadi tulang. Sebaliknya, gaya hidup yang kurang
bergerak dapat mendorong kalsium beredar dalam darah dan berisiko menjadi
Kristal kalsium.
4)
Berat badan
Risiko penyakit batu ginjal juga lebih tinggi pada orang dengan berat
badan berlebih (obesitas) karena pada orang dengan berat badan berlebih dapat
menyebabkan kelainan metabolism sehingga mudah mengendapkan garamgaram kalsium.
5)
Diet
Diet yang mengandung banyak purin, oksalat, dan kalsium akan memicu
terjadinya batu ginjal. Protein yang tinggi terutama protein hewani dapat
menurunkan kadar sitrat air kemih, akibatnya kadar asam urat dalam darah
akan naik.
6)
Geografi
Pada beberapa daerah kasus batu saluran kencing cukup tinggi
dibandingkan daerah lain sehingga dikenal dengan sabuk batu ( stone belt ).
Biasanya daerah ini berada di dataran tinggi atau daerah pegunungan. Hal ini
terjadi karena air yang dikonsumsi mengandung mineral seperti phosphor,
kalsium, magnesium, dan sebagainya.
7)

Kebiasaan menahan BAK (Buang Air Kecil)


Kebiasaan menahan BAK akan menimbulkan statis urin yang dapat

berakibat timbulnya Infeksi Saluran Kemih (ISK). ISK yang disebabkan oleh
kuman dapat menyebabkan terbentuknya jenis batu struvit.
8)
Makanan dan minuman
Sebagian besar penyakit batu saluran kencing disebabkan oleh makanan
dan minuman. Terutama pada makanan dan minuman yang tinggi kadar
kalsium oksalat dan fosfat yang mudah mengkristal dalam ginjal, juga pada
makanan yang banyak mengandung asam urat. Selain itu, mengkonsumsi
makanan yang tinggi kadar garam mengakibatkan tingginya kadar garam dalam
urine yang menyebabkan mudahnya terbentuk batu ginjal.

Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, sebaiknya kurangi makanan


yang mengandung garam, serta makanan dengan kadar oksalat tinggi, seperti
kacang-kacangan, bayam, ubi, cabai, tahu dan tempe, buncis, kentang, jeruk,
anggur dan stroberi. Makanan yang mengandung kalsium tinggi sepertikol,
lobak, brokoli, sarden dan keju jika dikonsumsi berlebihan juga dapat
mempermudah terbentuknya batu ginjal. Makanan dengan kadar purin yang
tinggi juga sebaiknya dihindari, seperti pada ikan laut, hati goreng, usus
goreng, ikan sarden dan jeroan yang dapat meningkatkan kadar asam urat
dalam tubuh.
Selain itu, sebaiknya juga tidak mengkonsumsi susu dan produk
berkalsium tinggi secara berlebihan. Kelebihan kadar kalsium akan
diekskresikan melalui urine sehingga meningkatkan resiko terbentuknya batu
ginjal.
C. Tanda dan Gejala Batu Saluran Kencing
a. Nyeri
Nyeri disebabkan karena batu menyumbat saluran kemih, setelah itu
obstruksi berkembang yang menghasilkan peningkatan tekanan hidrostatik dan
pembesaran pelvis ginjal dan proksimal ureter.

b. Mual dan muntah


Nyeri sangat parah akibat batu saluran kencing bisa menyebabkan rasa mual
bahkan muntah. Bila nyeri mendadak menjadi akut, disertai nyeri tekan diseluruh
area kostovertebratal juga bisa menyebabkan mual dan muntah. Serta adanya
obstruksi saluran kemih bagian atas (ginjal dan ureter) dapat menyebabkan mual
yang disertai muntah.
c. Hematuria
Adanya gesekan antara batu saluran kencing dengan saluran kemih yang
dilewati akan menyebabkan darah ikut keluar bersama urin atau sering disebut
dengan hematuria.
d. Sering berkemih

Saluran kemih yang teriritasi membuat penderita merasa ingin berkemih


lebih sering dari biasanya.
e. Demam dan mengigil
Kondisi ini terjadi karena adanya infeksi di saluran kemih yang disebabkan
oleh iritasi batu ginjal.
f. Kencing keluar batu
D. Komplikasi Batu Saluran Kencing
Komplikasi batu saluran kencing dapat terjadi menurut Guyton 1990:
1. Gagal ginjal
Terjadi kerusakan neuron yang lebih lanjut dan pembuluh darah yang
disebut kompresi batu pada membrane ginjal oleh karena suplai oksigen
terhambat. Hal ini menyebabkan iskemia ginjal dan jika dibiarkan
menyebabkan gagal ginjal
2. Infeksi
Dalam aliran urin yang statis merupakan tempat yang baik untuk
perkembangbiakan mikroorganisme. Sehingga akan menyebabkan infeksi
pada peritoneal.
3. Hidronefrosis
Oleh karena aliran urin terhambat menyebabkan urin terhambat dan
menumpuk di ginjal akan membesar karena penumpukan urin
4. Avaskuler iskemia
Terjadi karena aliran darah dalam jaringan berkurang sehingga terjadi
kematian jaringan.
E. Penatalaksanaan Batu Saluran Kencing
1. Lakukan anamnese - keluhannya apa, pekerjaannya apa, sering
menahan kencing atau tidak, alamatnya dimana, suka makan makanan
yang mengandung purin tinggi dan kalsium apa tidak,
2. Pemeriksaan Fisik
3. Pemeriksaan penunjang
a. urin lengkap
b. pemeriksaan faal ginjal (ureum, kreatinin, dan asam urat)
c. rogen : foto BOF
d. USG
e. CT-Scan bila perlu
4. Penatalaksanaan medis
Penatalaksaan batu saluran kencing tergantung letak batu tersebut
yang sudah diketahui dari hasil rogen atau dari hasil USG.

Tujuan

dasar

penatalaksanaan

medis

BSK

adalah

untuk

menghilangkan batu, menentukan jenis batu, mencegah kerusakan nefron,


mengendalikan infeksi, dan mengurangi obstruksi yang terjadi.30 Batu
dapat dikeluarkan dengan cara medikamentosa, pengobatan medik selektif
dengan pemberian obat-obatan, tanpa operasi, dan pembedahan terbuka.
a.

Medikamentosa
Terapi medikamentosa ditujukan untuk batu yang berukuran lebih

kecil yaitu dengan diameter kurang dari 5 mm, karena diharapkan batu
dapat keluar tanpa intervensi medis. Dengan cara mempertahankan
keenceran urine dan diet makanan tertentu yang dapat merupakan bahan
utama pembentuk batu ( misalnya kalsium) yang efektif mencegah
pembentukan batu atau lebih jauh meningkatkan ukuran batu yang telah
ada. Setiap pasien BSK harus minum paling sedikit 8 gelas air sehari.
b.

Pengobatan Medik Selektif dengan Pemberian Obat-obatan


Analgesia

dapat

diberikan

untuk

meredakan

nyeri

dan

mengusahakan agar batu dapat keluar sendiri secara spontan. Opioid


seperti injeksi morfin sulfat yaitu petidin hidroklorida atau obat anti
inflamasi nonsteroid seperti ketorolac dan naproxen dapat diberikan
tergantung pada intensitas nyeri. Propantelin dapat digunakan untuk
mengatasi spasme ureter. Pemberian antibiotik apabila terdapat infeksi
saluran kemih atau pada pengangkatan batu untuk mencegah infeksi
sekunder. Setelah batu dikeluarkan, BSK dapat dianalisis untuk
mengetahui komposisi dan obat tertentu dapat diresepkan untuk mencegah
atau menghambat pembentukan batu berikutnya.23
c.

ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy)


Merupakan tindakan non-invasif dan tanpa pembiusan, pada

tindakan ini digunakan gelombang kejut eksternal yang dialirkan melalui


tubuh untuk memecah batu. Alat ESWL adalah pemecah batu yang
diperkenalkan pertama kali oleh Caussy pada tahun 1980. Alat ini dapat
memecah batu ginjal, batu ureter proximal, atau menjadi fragmenfragmen kecil sehingga mudah dikeluarkan melalui saluran kemih. ESWL

dapat mengurangi keharusan melakukan prosedur invasif dan terbukti


dapat menurunkan lama rawat inap di rumah sakit.
d.

Endourologi
Tindakan endourologi adalah tindakan invasif minimal untuk

mengeluarkan BSK yang terdiri atas memecah batu, dan kemudian


mengeluarkannya dari saluran kemih melalui alat yang dimasukan
langsung kedalam saluran kemih. Alat tersebut dimasukan melalui uretra
atau melalui insisi kecil pada kulit (perkutan). Beberapa tindakan
endourologi tersebut adalah :3
a) PNL

(Percutaneous

Nephro

Litholapaxy)

adalah

usaha

mengeluarkan batu yang berada di dalam saluran ginjal dengan


cara memasukan alat endoskopi ke sistem kalies melalui insisi
pada kulit. Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih
dahulu menjadi fragmen-fragmen kecil.
b) Litotripsi adalah memecah batu buli-buli atau batu uretra dengan
memasukan alat pemecah batu (litotriptor) ke dalam buli-buli.
c) Ureteroskopi atau uretero-renoskopi adalah dengan memasukan
alat ureteroskopi per-uretram. Dengan memakai energi tertentu,
batu yang berada di dalam ureter maupun sistem pelvikalises dapat
dipecah melalui tuntunan ureteroskopi/ureterorenoskopi ini.
d) Ekstrasi Dormia adalah mengeluarkan batu ureter dengan
menjaringnya melalui alat keranjang Dormia.
e.

Tindakan Operasi
Penanganan BSK, biasanya terlebih dahulu diusahakan untuk

mengeluarkan batu secara spontan tanpa pembedahan/operasi. Tindakan


bedah dilakukan jika batu tidak merespon terhadap bentuk penanganan
lainnya. Ada beberapa jenis tindakan pembedahan, nama dari tindakan
pembedahan tersebut tergantung dari lokasi dimana batu berada, yaitu :
a) Nefrolitotomi merupakan operasi terbuka untuk mengambil batu
yang berada di dalam ginjal
b) Ureterolitotomi merupakan operasi terbuka untuk mengambil batu
yang berada di ureter

c) Vesikolitomi merupakan operasi tebuka untuk mengambil batu


yang berada di vesica urinearia
d) Uretrolitotomi merupakan operasi terbuka untuk mengambil batu
yang berada di uretra
F. Pencegahan Batu Saluran Kencing
Adapun beberapa cara untuk mencegah terbentuknya batu saluran kencing,
yaitu:
a. Mengurangi minuman yang berkalsium tinggi atau minuman bervitamin C
tinggi. Pengkonsumsian yang terlalu sering akan mengakibatkan infeksi pada
ginjal dan mengakbatkan batu ginjal.
b. Mengurangi makanan dan minuman bersuplemen.
c. Mengurangi makanan yang bisa menyebabkan asam urat seperti jeroan
sapi,kambing dan lain sebagainya.Makanan ini banyak mengandung enzim
yang bisa menimbulkan endapan pada ginjal.
d. Hindari diet ketat. Pada umumnya orang yang menjalani diet ketat supaya
langsing. Masalahnya diet ketat seperti itu bisa menimbulkan kristal pada
e.
f.
g.
h.
i.

ginjal.
Perbanyak minum air putih minimal 2 liter per hari.
Hindari menahan kencing terlalu lama.
Berolahraga secara teratur.
Mengurangi konsumsi vitamin D secara berlebihan.
Hindari makanan dengan kadar oksalat (kacang-kacangan, bayam, ubi,
cabe,dll) , natrium ,kalsium (kol, lobak, brokoli, sarden,dan keju) yang tinggi
dan protein hewan dengan purin tinggi (ikan laut, usus goreng, hati goreng,
emping melinjo), karena dapat memicu terbentuknya batu ginjal /kandung
kemih.