Anda di halaman 1dari 25

Fungsi Vocational Education and

Training
(1)pengangguran bagi pemuda dan bagaimana
memperoleh pekerjaan bagi kaum tua;
(2)pengurangan beban bagi sistem pendidikan
tinggi;
(3)penarikan investasi luar negeri;
(4)penjaminan peningkatan penghasilan dan
pekerjaan;
(5)pengurangan kesenjangan penghasilan antara
kelompok kaya dan kaum miskin
(Gill, Dar, & Fluitman: 2000:1).

Paradigma Pendidikan
Paradigma pendidikan mekanikreduksionisme, dan determinasi
Paradigma ini mereduksi makna pendidikan menjadi
sekolah.
Pendidikan merupakan unit-unit kausalitas yang bersifat
linier.

Paradigma pendidikan organik


Pendidikan sebagai proses kultural
Pendidikan terjadi di keluarga, masyarakat, sekolah (Ki
Hajar Dewantara)
Sekolah sebagai bagian dari pendidikan.

Paradigma Pendidikan
Keluarga

Sekolah

Masyarakat

Kualitas Pendidikan

Interaksi Spiral

R
al DUNIA egi
b
on
Glo
al
NASIONAL

Propinsi

Kualitas
Ragam Lingkungan

SMK

kabupaten/
kota
Kecamatan

Desa
RT/RW/DUSUN

keluarga

Dukungan
Perkembangan IPTEKS

Individu
Siswa

Kuantitas &
Kualitas Interaksi

Orientasi pendidikan organik


adalah learning:
Belajar Mengetahui (Learning to
Know)
Belajar Bekerja (Learning to Do)
Belajar menjadi Diri Sendiri (Learning
to Be).
Belajar hidup Bersama (Learning to live
together)

Membangun karakter:
Karakter tidak bisa diajarkan
Karakter Bisa ditularkan
Intensitas penularan antar penular
dan tertular menentukan
Diperlukan lingkungan penularan
yang terkondisi

Payung Know/Do/Be
Insan Produktif

BE
KNOW

NORMATIF

ADAPTIF

DO

PRODUKTIF

Contoh
KD
Mengidentifi
kasi
pengaruh
Positif dan
Negatif dari
Teknologi
Telephon
Genggam
(HP)

KNOW
Pengaruh
Positif dan
Negatif dari
Teknologi
Telephon
Genggam

DO
Mengidentifikasi

BE
Siswa mampu
membuat
keputusan
penilaian nilai
POSITIF apa dan
nilai NEGATIF apa
dari teknologi HP
sehingga mereka
dapat
memanfaatkan
teknologi HP
dengan baik dan
benar

Pendidikan sebagai Proses Pemberdayaan


Kemampuan mempengaruhi orang lain
untuk melepaskan kekuatan dan potensi
yang mereka miliki yang memberikan
dampak bagi kebaikan ekstra/lebih besar.
(Blanchard)
Pemberdayaan adalah proses melepaskan
kekuatan yang ada di dalam diri setiap orang
(pengetahuan, pengalaman, motivasi) dan
mengarahkan kekuatan tersebut untuk
mencapai hasil-hasil positif bagi dirinya,
orang lain, dan lingkungan.

Pendidikan sebagai Proses Pemberdayaan

Pemberdayaan membutuhkan
pergeseran sikap yang ekstrem.
Tempat terpenting dimana pergeseran
ini harus terjadi adalah di HATI setiap
peserta didik
Pemberdayaan adalah hasil dari
Budaya Belajar yang membebaskan
Pengetahuan, Pengalaman, dan
Motivasi yang ada di setiap orang

KEKUATAN Pemberdayaan
SEKOLAH

PERUSAHAAN

LAMA

Guru : saya harus


menyampaikan apa
agar siswa saya
mendapatkan nilai
bagus?

Apa yang bos saya


ingin saya
lakukan?

BARU

Siswa: Apa yang ingin


saya pelajari dari kelas
ini?
Bagaimana saya tahu
kalau saya sudah
mempelajari sesuatu
yang berguna?

Apa yang harus


saya lakukan untuk
membantu
perusahaan saya
mencapai
kesuksesan?

TIGA Pemberdayaan
Berbagi Informasi
Menetapkan batasan-batasan
Mengganti Birokrasi lama dengan
Individu dan Tim yang mandiri.

KARAKTERISKTIK PENDIDIKAN
KEJURUAN

1. Mempersiapkan
Mempersiapkan peserta
pesertadidik
didik memasuki
memasuki lapangan
lapangan
1.
kerja
kerja
2. Didasarkan
Didasarkan kebutuhan
kebutuhan dunia
dunia kerja
kerja DemandDemand2.
Market-Driven
Market-Driven
3. Penguasaan
Penguasaankompetensi
kompetensi yang
yang dibutuhkan
dibutuhkan oleh
oleh
3.
duniakerja
kerja
dunia
4. Kesuksesan
Kesuksesansiswa
siswapada
padaHands-On
Hands-On atau
atauperforma
performa
4.
duniakerja
kerja
dunia
5. Hubungan
Hubungan erat
eratdengan
dengan Dunia
Dunia Kerja
Kerja merupakan
merupakan
5.
Kunci Sukses
SuksesPendidikan
Pendidikan Kejuruan
Kejuruan
Kunci
6. Responsif
Responsif dan
danantisipatif
antisipatif terhadap
terhadapkemajuan
kemajuan
6.
Teknologi
Teknologi

KARAKTERISKTIK PENDIDIKAN
KEJURUAN
7. Learning
Learning By
By Doing
Doing dan
dan Hands
Hands On
On
7.
Experience
Experience
8. Membutuhkan
Membutuhkan pasilitas
pasilitas Mutakhir
Mutakhir
8.
untuk praktek
praktek
untuk
9. Memerlukan
Memerlukan biaya
biaya investasi
investasi dan
dan
9.
operasional yang
yang lebih
lebih besar
besar dari
dari
operasional
pendidikan umum
umum
pendidikan

PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN
KEJURUAN (Charles Prosser)

1. Efisien
Efisien jika
jika lingkungan
lingkungan dimana
dimanasiswa
siswa dilatih
dilatih
1.
merupakan replika
replikalingkungan
lingkungandimana
dimanananti
nanti
merupakan
bekerja
bekerja
2. Efektif
Efektif jika
jikatugas-tugas
tugas-tugasdiklat
diklatdilakukan
dilakukandengan
dengan
2.
cara, alat,
alat,dan
danmesin
mesin yang
yang sama
sama seperti
seperti yang
yang
cara,
diperlukandalam
dalam pekerjaan
pekerjaanitu.
itu.
diperlukan
3. Efektif
Efektif jika
jikamelatih
melatihkebiasaan
kebiasaanberpikir
berpikirdan
danbekerja
bekerja
3.
seperti di
di DuDi
DuDi
seperti
4. Efektif
Efektif jika
jikasetiap
setiapindividu
individumemodali
memodaliminatnya,
minatnya,
4.
pengetahuandan
dan ketrampilannya
ketrampilannyapada
padatingkat
tingkat yang
yang
pengetahuan
palingtinggi
tinggi
paling
5. Efektif
Efektif untuk
untuksetiap
setiap profesi,
profesi, jabatan,
jabatan, pekerjaan
pekerjaan
5.
untuksetiap
setiaporang
orangyang
yang menginginkan
menginginkandan
dan
untuk
memerlukandan
dandapat
dapat untung
untung
memerlukan

PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN
KEJURUAN (Charles Prosser)

6. Efektif
Efektif jika
jikadiklat
diklat membentuk
membentukkebiasaan
kebiasaankerja
kerjadan
dan
6.
kebiasaanberfikir
berfikir yang
yang benar
benar diulang
diulang sehingga
sehingga
kebiasaan
sesuai/cocokdengan
dengan pekerjaan
pekerjaan
sesuai/cocok
7. Efektif
Efektif jika
jikaGURUnya
GURUnyamempunyai
mempunyaipengalaman
pengalamanyang
yang
7.
suksesdalam
dalampenerapan
penerapan kompetensi
kompetensipada
pada operasi
operasi
sukses
dan proses
proseskerja
kerjayang
yangtelah
telah dilakukan.
dilakukan.
dan
8. Pada
Padasetiap
setiapjabatan
jabatan ada
adakemampuan
kemampuanminimum
minimum
8.
yangharus
harusdipunyai
dipunyai oleh
oleh seseorang
seseorangagar
agardia
diadapat
dapat
yang
bekerjapada
padajabatan
jabatan tersebut
tersebut
bekerja
9. Pendidikan
Pendidikan Kejuruan
Kejuruan harus
harusmemperhatikan
memperhatikan
9.
permintaan pasar
pasar // tanda-tanda
tanda-tandapasar
pasar
permintaan
10. Pembiasaan
Pembiasaanefektif
efektif pada
padasiswa
siswatercapai
tercapaijika
jika
10.
pelatihan diberikan
diberikan pada
padapekerjaan
pekerjaan nyata
nyatasarat
sarat nilai
nilai
pelatihan

PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN
KEJURUAN (Charles Prosser)

11. Isi
Isidiklat
diklat merupakan
merupakanokupasi
okupasi pengalaman
pengalaman para
para ahli
ahli
11.
12. Setiap
Setiapokupasi
okupasi mempunyai
mempunyai ciri-ciri
ciri-ciri isi
isi (Body
(Bodyof
of
12.
content) yang
yangberbeda-beda
berbeda-bedasatu
satu dengan
dengan lainnya
lainnya
content)
13. Sebagai
Sebagai layanan
layanansosial
sosial efisien
efisienjika
jikasesuai
sesuai dengan
dengan
13.
kebutuhan seseorang
seseorang yang
yangmemerlukan
memerlukan
kebutuhan
14. Pendidikan
Pendidikan Kejuruan
Kejuruan efisien
efisien jika
jikametoda
metoda
14.
pengajarannyamempertimbangkan
mempertimbangkansifat-sifat
sifat-sifat
pengajarannya
pesertadidik
didik
peserta
15. Pembiasaan
Pembiasaanefektif
efektif pada
padasiswa
siswatercapai
tercapaijika
jika
15.
pelatihan diberikan
diberikan pada
padapekerjaan
pekerjaan nyata
nyatasarat
sarat nilai
nilai
pelatihan

PERMASALAHAN
PENDIDIKAN KEJURUAN
SUPPLY Driven
Driven
SUPPLY
Totalitas pendidikan
pendidikan kejuruan
kejuruan (penyusun
(penyusun
Totalitas
kurikulum, pelaksana
pelaksana pembelajaran,
pembelajaran,
kurikulum,
penilaian dilakukan
dilakukan secara
secara sepihak
sepihak
penilaian
hanya oleh
oleh para
para pelaku
pelaku pendidikan,
pendidikan,
hanya
kurang memiliki
memiliki wawasan
wawasan dunia
dunia kerja
kerja
kurang
karena tidak
tidak memiliki
memiliki pengalaman
pengalaman kerja
kerja
karena
di DuDi
DuDi
di

PERMASALAHAN
PENDIDIKAN KEJURUAN
SCHOLL Based
Based Program
Program
SCHOLL

Seluruh kegiatan
kegiatan pendidikan
pendidikan dilakukan
dilakukan di
di sekolah,
sekolah,
Seluruh
38 jam
jam pelajaran
pelajaran per
per minggu,
minggu, setiap
setiap hari
hari rata-rata
rata-rata
38
belajar mulai
mulai pukul
pukul 07.00
07.00 s/d
s/d 13.30.
13.30. Sekolah
Sekolah
belajar
berusaha melengkapi
melengkapi dan
dan memodernisasi
memodernisasi
berusaha
perlatan praktek
praktek kejuruan
kejuruan dengan
dengan maksud
maksud
perlatan
menghasilkan tamatan
tamatan yang
yang berkualitas
berkualitas
menghasilkan
profesional dan
dan siap
siap pakai,
pakai, Secara
Secara teoritis
teoritis tidak
tidak
profesional
mungkin, pemborosan.
pemborosan. Selengkap
Selengkap dan
dan semodern
semodern
mungkin,
apapun fasilitas
fasilitas kejuruan
kejuruan yang
yang ada
ada di
di sekolah,
sekolah,
apapun
kegiatan PBM
PBM tetap
tetap bersifat
bersifat simulasi
simulasi (tiruan)
(tiruan) tidak
tidak
kegiatan
mencapai kualitas
kualitas profesional.
profesional.
mencapai

PERMASALAHAN
PENDIDIKAN KEJURUAN
Dunia Sekolah
Sekolah jauh
jauh berbeda
berbeda dengan
dengan dunia
dunia Industri
Industri
Dunia

Siswa SMK
SMK terbiasa
terbiasa santai
santai dengan
dengan jam
jam belajar
belajar
Siswa
dan bekerja
bekerja sedikit,
sedikit, padahal
padahal di
di industri
industri harus
harus
dan
bekerja keras
keras dengan
dengan jam
jam rata-rata
rata-rata 40
40 jam
jam per
per
bekerja
minggu
minggu
Tamatan SMK
SMK kurang
kurang memiliki
memiliki kepedulian
kepedulian dan
dan
Tamatan
keterkaitan dengan
dengan mutu,
mutu, karena
karena sekolah
sekolah kurang
kurang
keterkaitan
mengajarkan resiko
resiko kerugian
kerugian atas
atas kegagalan,
kegagalan,
mengajarkan
sedangkan industri
industri kegagalan
kegagalan adalah
adalah kerugian
kerugian
sedangkan
yang harus
harus ditanggung
ditanggung oleh
oleh pekerja
pekerja
yang
Di SMK
SMK pertanian
pertanian misalnya
misalnya kegiatan
kegiatan kehlian
kehlian
Di
dilaksanakan pagi,
pagi, sore,
sore, atau
atau malam
malam
dilaksanakan
(mengawinkan ikan,
ikan, memerah
memerah susu,
susu, dsb.)
dsb.)
(mengawinkan

PERMASALAHAN PEMBELAJARAN
di SMK
Kebiasaan Belajar-Mengajar
Belajar-Mengajar di
di Sekolah
Sekolah
Kebiasaan
terkonsepsi sebagai
sebagai DUNIADUNIAterkonsepsi
SEKOLAH jauh
jauh dari
dari kebiasaan
kebiasaan Dunia
Dunia
SEKOLAH
Industri
Industri
Cendrung melaksanakan
melaksanakan Pendidikan
Pendidikan
Cendrung
demi Pendidikan
Pendidikan
demi
Kurang memahami
memahami Pasar,
Pasar, Wawasan
Wawasan
Kurang
Mutu, Wawasan
Wawasan Keunggulan,
Keunggulan,
Mutu,
Persaingan
Persaingan

KEBIASAAN-KEBIASAAN SALAH
di SMK
1. Diklat
Diklat dasar
dasar kompetensi
kompetensi kejuruan
kejuruan tidak
tidak
1.
diajarkan secara
secara mendasar.
mendasar.
diajarkan
2. Kesalahan
Kesalahan diterima
diterima dan
dan dimaafkan
dimaafkan sebagai
sebagai
2.
suatu kewajaran
kewajaran
suatu
3. Mutu
Mutu hasil
hasil kerja
kerja dibiarkan
dibiarkan apa
apa adanya
adanya tanpa
tanpa
3.
standar mutu
mutu
standar
4. Guru
Guru yang
yang lemah
lemah mutunya
mutunya ditugaskan
ditugaskan
4.
mengajar di
di tingkat
tingkat XX
mengajar
5. Alat
Alat yang
yang sudah
sudah tua,
tua, tidak
tidak standar
standar dipakai
dipakai
5.
oleh siswa
siswa tingkat
tingkat XX
oleh

KEBIASAAN-KEBIASAAN SALAH
di SMK
6. Kebiasaan
Kebiasaan salah
salah Tingkat
Tingkat awal
awal mutu
mutu tidak
tidak penting.
penting.
6.
Padahal untuk
untuk mendapat
mendapat hasil
hasil pendidikan
pendidikan yang
yang
Padahal
bermutu harus
harus diawali
diawali dengan
dengan dasar
dasar yang
yang kuat
kuat
bermutu
dan benar
benar
dan
7. Dalam
Dalam praktek
praktek siswa
siswa dibiarkan
dibiarkan bekerja
bekerja dengan
dengan
7.
cara yang
yang salah
salah
cara
8. Tidak
Tidak mengikuti
mengikuti langkah,
langkah, posisi
posisi tubuh
tubuh dan
dan gerak
gerak
8.
yang benar.
benar. Padahal
Padahal kualitas
kualitas teknis
teknis dan
dan
yang
produktivitas kerja
kerja sangat
sangat ditentukan
ditentukan oleh
oleh cara
cara
produktivitas
kerja yang
yang benar
benar
kerja
9. Membiarkan
Membiarkan siswa
siswa bekerja
bekerja di
di lantai
lantai bukan
bukan di
di
9.
tempat kerja
kerja
tempat
10.Membiarkan
Membiarkan siswa
siswa menggunakan
menggunakan peralatan
peralatan tidak
tidak
10.
sesuai dengan
dengan fungsi
fungsi dan
dan tempatnya
tempatnya
sesuai

KEBIASAAN-KEBIASAAN SALAH
di SMK
11. Membiarkan
Membiarkan siswa
siswa dengan
dengan mutu
mutu hasil
hasil kerja
kerja asal
asal
11.
jadi. Hanya
Hanya formalitas
formalitas telah
telah mengerjakan
mengerjakan tanpa
tanpa
jadi.
standar mutu.
mutu. Guru
Guru memberi
memberi angka
angka :Angka
:Angka Guru
Guru
standar
tidak ada
ada hubungannya
hubungannya dengan
dengan standar
standar mutu
mutu
tidak
dunia kerja.
kerja.
dunia
12.Siswa
Siswa tidak
tidak peduli
peduli dengan
dengan Sense
Sense of
of Quality
Quality dan
dan
12.
Sense of
of added
added Value
Value
Sense
13.Kegiatan
Kegiatan Prektaek
Prektaek tidak
tidak mengikuti
mengikuti prinsip
prinsip belajar
belajar
13.
Tuntas Mastery
Mastery Learning
Learning
Tuntas
14.Siswa
Siswa bekerja
bekerja tanpa
tanpa bimbingan
bimbingan dan
dan pengawasan
pengawasan
14.
guru
guru
15.Siswa
Siswa bekerja
bekerja tanpa
tanpa persyaratan
persyaratan Keselamatan
Keselamatan
15.
Kerja, tidak
tidak bertanggung
bertanggung jawab
jawab
Kerja,

KEBIASAAN-KEBIASAAN SALAH
di SMK
16.Siswa bekerja
bekerja tanpa
tanpa lembar
lembar kerja.
kerja.
16.Siswa
17.Guru berada
berada di
di sekolah
sekolah hanya
hanya pada
pada jamjam17.Guru
jam mengajar
mengajar saja.
saja.
jam
18.Menjadi Guru
Guru Provinsi
Provinsi atau
atau Kabupaten
Kabupaten
18.Menjadi
19.Menggunakan waktu
waktu belajar
belajar hanya
hanya untuk
untuk
19.Menggunakan
catat mencatat
mencatat
catat
20.SMK kurang
kurang memiliki
memiliki wawasan
wawasan Ekonomi.
Ekonomi.
20.SMK
Mesin rendah
rendah waktu
waktu pemakaiannya.
pemakaiannya.
Mesin
21.Kurang etos
etos kerja
kerja
21.Kurang