Anda di halaman 1dari 16

TUGAS AKHIR SEMESTER II

DASAR NEGARA INDONESIA DAN


KONSTITUSI NEGARA INDONESIA
TUGAS MANDIRI

OLEH
RIZKY ARINANDA. AR.
NIM. 1557201088
MPKS2206 KEWARGANEGARAAN
DOSEN PENGAMPU
Resmia Febriana., SH., MH.
NIK / NIDN. 10030028504

SISTEM INFORMASI

FAKULTAS ILMU KOMPUTER


UNIVERSITAS LANCANG KUNING
PEKANBARU
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat,
Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah
ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca.
Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada pihak yang telah membantu
hingga selesainya tugas mata kuliah ini. pada kesempatan ini saya ingin
mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah Kewarganegaraan yang telah
memberikan bimbingannya selama penyusunan makalah ini.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
BAB I ...................................................................................................................... 1
A. PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
A.1. LATAR BELAKANG............................................................................. 1

A.2. PENGERTIAN JUDUL .......................................................................... 2

A.2.a. Dasar Negara .................................................................................... 2


A.2.b. Konstitusi ......................................................................................... 2
A.2.c. Negara Indonesia .............................................................................. 2

BAB II ..................................................................................................................... 3
B. PERMASALAHAN ...................................................................................... 3
B.1. PEMBATASAN MASALAH ................................................................. 3
B.2. PERUMUSAN MASALAH.................................................................... 3

BAB III ................................................................................................................... 4


C. PEMBAHASAN ........................................................................................... 4
C.1. DASAR NEGARA INDONESIA ........................................................... 4

C.1.a. Pengertian Dasar Negara .................................................................. 4


C.1.b. Kedudukan Pancasila ....................................................................... 4

C.1.c. Fungsi Pancasila ............................................................................... 5


C.1.d. Nilai-Nilai Dalam Pancasila ............................................................. 6

C.2. KONSTITUSI NEGARA INDONESIA ................................................. 6

C.2.a. Pengertian Konstitusi ........................................................................ 6


C.2.b. Kedudukan Undang-Undang Dasar 1945 ......................................... 8

C.2.c. Fungsi Undang-Undang Dasar 1945 ................................................ 9

C.2.d. Nilai-Nilai Dalam Undang-Undang Dasar 1945 .............................. 9

C.3. HUBUNGAN DASAR NEGARA ........................................................ 10

BAB IV ................................................................................................................. 11
D. PENUTUP ................................................................................................... 11
D.1. KESIMPULAN ..................................................................................... 11

D.2. SARAN ................................................................................................. 11

DAFTAR PUSAKA ............................................................................................... iii


F.1. SUMBER ................................................................................................ iii
F.2. SUMBER PERKUTIPAN ...................................................................... iv
ii

BAB I

A. PENDAHULUAN

A.1. LATAR BELAKANG


Dewasa ini banyak masyarakat Indonesia yang mengabaikan arti dari
pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945 sebagai konstitusi. Bahkan bukan
hanya mengabaikan, namun banyak juga yang tidak mengetahui makna dari dasar
negara dan konstitusi tersebut. Golongan masyarakat yang demikian sepertinya
kurang pemahaman pendidikan tentang dasar negara kita itu. Sesungguhnya bila
seluruh warga negara Republik Indonesia mampu memahami, menganalisis dan
menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsanya secara
berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional seperti yang
digariskan di dalam Pembukaaan UUD 1945, maka mereka sudah tentu dapat
menghayati filsafat dan ideologi Pancasila sehingga menjiwai tingkah lakunya
selaku warga negara R.I dalam melaksanakan segala kegiatannya sebagai cerminan
dari nilai-nilai pancasila dan UUD 1945. Terlebih di era globalisasi ini masyarakat
dituntut untuk mampu memilah-milah pengaruh positif dan negatif dari globalisasi
tersebut. Dengan pendidikan tentang dasar negara dan konstitusi diharapkan
masyarakat Indonesia mampu mempelajari, memahami dan melaksanakan segala
kegiatan kenegaraan berlandasakan dasar negara dan konstitusi, namun tidak
kehilangan jati dirinya, apalagi tercabut dari akar budaya bangsa dan keimanannya.
Dasar Negara menjadi sumber bagi pembentukan konstitusi. Dasar Negara
menempati kedudukan sebagai norma hukum tertinggi suatu Negara. Sebagai
norma tertinggi, dasar Negara menjadi sumber bagi pembentukan norma-norma
hukum dibawahnya. Konstitusi adalah salah satu norma hukum dibawah dasar
Negara. Dalam arti yang luas : konstitusi adalah hukum tata negara, yaitu
keseluruhan aturan dan ketentuan (hukum) yang menggambarkan sistem
ketatanegaraan suatu negara. Dalam arti tengah : konstitusi adalah hukum dasar,
yaitu keseluruhan aturan dasar, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.
Dalam arti sempit : konstitusi adalah Undang-Undang Dasar, yaitu satu atau
beberapa dokumen yang memuat aturan-aturan yang bersifat pokok. Dengan
demikian, konstitusi bersumber dari dasar Negara.norma hukum dibawah dasar
Negara isinya tidak boleh bertentangan dengan norma dasar. Isi norma tersebut
bertujuan mencapai cita-cita yang terkandung dalam dasar Negara. Dasar Negara
merupakan cita hukum dar Negara. Terdapat hubungan-hubungan yang sangat
terkait antara keduanya yang perlu kita ketahui.
Pernyataan-pernyataan tersebutlah yang membuat penulis mengangkat
permasalan tersebut ke dalam tema makalah ini yang berjudul Dasar Negara
Indonesia Dan Konsitusi Negara Indonesia.

A.2. PENGERTIAN JUDUL


A.2.a. Dasar Negara
Dalam Ensiklopedia Indonesia, kata dasar (filsafat) berarti asal yang
pertama. Istilah ini juga sering dipakai dalam arti: pengertian yang menjadi
pokok (induk) dari pikiran-pikiran lain (substrat). Kata dasar bila
dihubungkan dengan negara (dasar negara), memiliki pengertian merupakan
pedoman dalam mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan
negara yang mencakup berbagai bidang kehidupan.
A.2.b. Konstitusi
Konstitusi atau Undang-undang Dasar {bahasa Latin: constitution,
constitution (Inggris), constituer (Prancis), constitutie (Belanda), dan
konstitution (Jerman)}. Dalam negara adalah sebuah norma sistem politik
dan hukum bentukan pada pemerintahan negara, biasanya dikodifikasikan
sebagai dokumen tertulis. Hukum ini tidak mengatur hal-hal yang terperinci,
melainkan hanya menjabarkan prinsip-prinsip yang menjadi dasar bagi
peraturan-peraturan lainnya. Dalam kasus bentukan negara, konstitusi
memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum, istilah ini
merujuk secara khusus untuk menetapkan konstitusi nasional sebagai
prinsip-prinsip dasar politik, prinsip-prinsip dasar hukum termasuk dalam
bentukan struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan negara
pada umumnya, Konstitusi umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada
warga masyarakatnya. Istilah konstitusi dapat diterapkan kepada seluruh
hukum yang mendefinisikan fungsi pemerintahan negara.1
A.2.c. Negara Indonesia
Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis
khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara
Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan
terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut
juga sebagai Nusantara ("pulau luar", di samping Jawa yang dianggap
pusat). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia
adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang
berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah
negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan
Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang
dipilih langsung. Ibukota Negara Indonesia ialah Jakarta.2

1
2

https://id.wikipedia.org/wiki/Konstitusi
https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia

BAB II

B. PERMASALAHAN

B.1. PEMBATASAN MASALAH


Agar mendapatkan gambaran dan kerangka yang jelas mengenai ruang
lingkup pembahasan, maka perlu kiranya diberi batasan-batasan menyangkut
permasalahan yang akan diungkap dalam makalah ini yaitu dibatasi pada masalah
dasar negara dan konstitusi.
B.2. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah dan pengertian judul yang telah
diuraikan, dapat dirumuskan masalah-masalah yang akan dibahas pada penulisan
kali ini. Adapun yang akan dibahas dan menjadi rumusan masalah pada makalah
ini adalah sebagai berikut:
a. Apa yang Dimaksud Dasar Negara ?
b. Bagai Mana Kedudukan dan Nilai-Nilai yang terkandung dalam Dasar
Negara di Indonesia (Pancasila) ?
c. Apa yang dimaksud dengan Konstitusi ?
d. Bagai Mana Kedudukan dan Nilai-Nilai yang terkandung dalam
Konstitusi di Indonesia (Undang-Undang Dasar 1945) ?
e. Bagai Mana Hubungan Antara Dasar Negara dan Konstitusi ?

BAB III

C. PEMBAHASAN

C.1. DASAR NEGARA INDONESIA


C.1.a. Pengertian Dasar Negara
Dalam Insiklopedi Indonesia, dasar negara berarti pedoman dalam
mengatur kehidupan penyelenggaraan ketatanegaraan negara yang
mencakup berbagai kehidupan. Dasar negara yang digunakan di Indonesia
adalah Pancasila, nilai-nilai luhur yang terkandung Pancasila telah ada
dalam kalbu bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka.3
Dalam pengertian di atas berarti negara adalah pedoman dalam
melakukan segala kegiatan ketatanegaraan dalam kehidupan
bermasyarakat. Selain pengertian tersebut ada juga pengertian lain
mengenai dasar negara, yaitu sebagai berikut:
Dasar negara merupakan sistem nilai yang dijadikan dasar dari segala
hukum dan dasar moral dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.4
Pengertian ini lebih menekankan kepada sistem nilai yang dijadikan
dasar, namun keduanya terdapat keselarasan yaitu dasar negara sebagai
penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat.
Jadi, dapat disimpulkan dari beberapa pengertian di atas bahwa dasar
negara adalah suatu landasan yang mengatur penyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat yang didalamnya terdapat sistem nilai yang dijadikan dasar
dari segala hukum. Indonesia menerapkan dasar negara berupa pancasila
yang dianggap memiliki nilai-nilai luhur yang dijiwai oleh bangsa.
C.1.b. Kedudukan Pancasila
Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara termaksud secara yuridis
konstitusional dalam pembukaan UUD 1945, artinya pancasila sebagai
norma dasar negara bersifat mengikat semua warga negara Indonesia untuk
melaksanakan, mewariskan, mengembangkan dan melestarikannya. Semua
warga negara, pejabat, lembaga negara bahkan hukum perundangan wajib
bersumber dan sesuai dengan nilai Pancasila.5

Drs. Bambang Priyo Sukonto dkk, Panduan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan 12 SMA IPS
(Yogyakarta: Graha Primagama, 2010), h. 47
4
Fajjin Amik dan Humaidi Ratiman, Hakikat Kewarganegaraan untuk kelas X (Jakarta: PT. Sinergi
Pustaka Indonesia, 2008), h. 82
5
Ibid, h. 82
3

Tentulah sebagai warga negara Indonesia harus mampu dengan mudah


melaksanakan, mewariskan, mengembangkan dan melestarikan Pancasila
tersebut sebagai identitas bangsa karena sifat Pancasila yang universal
memungkinkan setiap rakyat mampu menjiwainya.
C.1.c. Fungsi Pancasila
Sebagai dasar negara Indonesia tentulah Pancaila memiliki peranan /
fungsi-fungsi tertentu dalam pelaksanaannya, yaitu sebagai berikut:
a. Pancasia Sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar negara berfungsi untuk mengatur setiap
aktivitas warga negara, penyeleggara negara dan lembaga-lembaga
kemasyarakatan baik di pusat maupun di daerah harus berpedoman
kepada Pancasila.
b. Pancasila sebagai pandangan hidup
Pancasila sebagai pandangan hidup berarti bahwa semua tingkah
laku dan tindak perbuatan harus dijiwai dan merupakan pancaran
dari semua sila-sila Pancasila.
c. Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa
Pancasila merupakan sikap mental dan pola tingkah laku bangsa
Indonesia yang diwujudkan dalam perbuatan / kepribadian bangsa
Indonesia, dan merupakan ciri khas yang membedakan dengan
bangsa lain.
d. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa
Sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 tujuan
bangsa Indonesia adalah terciptanya masyarakat Indonesia yang adil
dan makmur berdasarkan Pancasila.
e. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa
Pancasila telah disepakati oleh seluruh rakyat indonesia melalui
wakilnya dan harus selalu kita bela selamanya.
f. Pancasila filsafat hidup yg mempersatukan bangsa Indonesia
Pancasila adalah filsafat hidup dan kepribadian bangsa
Indonesia, yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang
diakini oleh bangsa Indonesia paling benar, adil, bijaksana dan
paling sesuai serta tepat bagi bangsa Indonesia sehingga dapat
mempersatukan bangsa Indonesia.

C.1.d. Nilai-Nilai Dalam Pancasila


Pancasila sebagai pandangan hidup digunakan sebagai petunjuk, arah
semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan dalam segala bidang. Ini
berarti semua tingkah laku dan perbuatan masyarakat Indonesia merupakan
pancaran dari nilai-nilai Pancasila.
Menurut Prof. Dr. Notonegoro ada 3 jenis nilai yang terkandung
dalam pancasila, yakni:
a. Nilai Material adalah segala benda yang berguna bagi manusia.
b. Nilai Vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia
untuk hidup dan mengadakan kegiatan.
c. Nilai Spiritual adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani
manusia.6
Jadi, pada dasarnya pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiki
nilai-nilai penting yang harus diamalkan oleh setiap masyarakat sehingga
setiap tindakan yang dilakukan selalu mencerminkan nilai-nilai pancasila
dan tidak menyimpang dari nilai-nilai tersebut. Karena pada dasarnya nilainilai pancasila digali dari bumi Indonesia, diungkap dari budaya dan
peradaban bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai tersebut tumbuh dan
berkembang dalam budaya dan peradaban Indonesia sendiri dari masa ke
masa bersama-sama dengan pertumbuhan dan perkembangan bangsa.
C.2. KONSTITUSI NEGARA INDONESIA
C.2.a. Pengertian Konstitusi
Konstitusi adalah sejumlah aturan-aturan dasar dan ketentuan
ketentuan hukum yang dibentuk untuk mengatur fungsi dan struktur
lembaga pemerintahan termasuk dasar hubungan kerja sama antara negara
dan masyarakat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.7
Selanjutnya, Prof. Bagir Manan mengatakan bahwa konstitusi ialah
sekelompok ketentuan yang mengatur organisasi negara dan susunan
pemerintahan suatu negara. Sehingga negara dankonstitusi adalah satu
pasangan yang tidak dapat dipisahkan. Setiap negara tentu
mempunyaikonstitusi, meskipun mungkin tidak tertulis. Konstitusi
mempunyai arti dan fungsi yang sangat penting bagi negara, baik secara
formil, materiil, maupun konstitusionil. Konstitusi jugamempunyai fungsi
konstitusional, sebagai sumber dan dasar cita bangsa dan negara yang
berupanilai-nilai dan kaidah-kaidah dasar bagi kehidupan bernegara. Ia
selalu mencerminkan semangatyang oleh penyusunnya ingin diabadikan

Drs. Bambang Priyo Sukonto dkk, Panduan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan 12 SMA IPS
(Yogyakarta: Graha Primagama, 2010), hal. 48
7
Ibid.h. 47
6

dalam konstitusi tersebut sehingga mewarnai seluruhnaskah konstitusi


tersebut.8
Selain itu juga C.F. Strong mengemukakan bawa konstitusi itu
merupakan kumpulan asas-asas yang tiga materi pokok, yaitu tentang
kekuasaan pemerintahan, hak-hak yang diperintah, dan hubungan antara
yang memerintah dengan yang diperintah.Dengan melihat teori-teori dasar
tentang konstitusi di atas, maka kita akan melihat bagaimana halnya dengan
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi tertulis bagi Negara
Kesatuan Republik Indonesia.9
Sebagai salah satu konstitusi modern, Undang-Undang Dasar 1945
bukan hanya memuat struktur-struktur lembaga negara, tetapi juga
mengatur tugas dan wewenang lembaga-lembaga tadi. Untuk mencegah
agar
kekuasan tidak disalahgunakan, dilakukan pula pembatasan
kekuasaan, baik dari segi isi maupun waktu dijalankannya kekuasaan.10
Definisi tersebut menjelaskan suatu bentuk konstitusi, yaitu aturanaturan dan ketentuan hukum untuk mengatur pemerintahan suatu negara.
Konstitusi yang digunakan di Indonesia adalah UUD 1945. Terdapat juga
definisi terkait mengenai kostitusi tersebut menurut para ahli, yaitu sebagai
berikut:
Menurut L.J. Van Apeldoorn, UUD merupakan bagian tertulis dari
suatu konstitusi, sementara konstitusi memuat baik peraturan tertulis
maupun peraturan tidak tertulis.11
Kemudian definisi terkait juga dikemukakan oleh seorang ahli, yaitu
A.A Struycken sebegai berikut:
Menurut A.A Struycken, ia tidak membedakan antara konstitusi
dengan UUD. Menurutnya, konstitusi adalah UU yang memuat garis-garis
besar dan asas-asas tentang organisasi negara.12
Konstitusi juga memiliki sifat dalam pelaksanaanya pada setiap
negara. Sifat konstitusi adalah membatasi kekuasaan pemerintah sehingga
penyelenggara kekuasaan tidak bertindak sewenang-wenang. Demikian
https://scribd.com/doc/42807545/Hakikat-Dari-Suatu-Konstitusi-Ialah-Mengatur-PembatasanKekuasaan-Dalam-Negara
9
Ibid.
10
Idrus Affandi dan Karim Suryadi, Hak Asasi Manusia (HAM) (Jakarta: Penerbit Universitas
Terbuka, 2009), hal. 2.13
11
Fajjin Amik dan Humaidi Ratiman, Hakikat Kewarganegaraan untuk kelas X (Jakarta: PT.
Sinergi Pustaka Indonesia, 2008), hal. 85
12
ibid, h. 85
8

hak-hak warga negara akan dilindungi. Sifat-sifat konstitusi tersebut antara


lain sebagai berikut:
a. Membatasi kekuasaan si penguasa dan menjamin hak warga
negara.
b. Merupakan pencerminan keadaan masyarakat dan negara yang
bersangkutan.
c. Memberi petunjuk dan arah kemana negara akan dibawa.
d. Dasar dan sumber hukum bagi peraturan perundangan
dibawahnya.
e. Produk politik yang tertinggi bagi suatu bangsa dalam
membentuk dan menjalankan negara.13
Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa konstitusi
adalah aturan-aturan hukum baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang
memuat garis-garis besar dan asas-asas kenegaraan. Di Indonesia aturanaturan tersebut terwujud dalam UUD 1945.
C.2.b. Kedudukan Undang-Undang Dasar 1945
Undang-Undang Dasar adalah naskah yang memaparkan kerangka dan
tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintah suatu negara dan
menentukan secara garis besar cara kerja badan-badan pemerintahan
tersebut.14
Selanjutnya, Undang-Undang Dasar adalah hukum dasar yang tertulis.
Selain itu ada pula hukum dasar yang tidak tertulis yang sering disebut
konvensi. Artinya kebiasaan politik dalam politik dalam ketatanegaraan
yang tidak tertulis, adapun pelaksanaanya dapat diterima dan dibenarkan
oleh rakyat, seperti presiden setiap tanggal 17 Agustus.15
Namun hukum dasar pada UUD hanyalah sebagian saja melainkan ada
juga yang hukum yang tidak tertulis sebagaimana dijelaskan pada
penjelasan UUD 1945, dinyatakan bahwa:
UUD suatu negara ialah hanya sebagian dari hukumnya dasar negara
itu. Undang-Undang Dasar ialah hukum dasar yang tertulis, sedangkan
hukum dasar yang tidak tertulis. Hukum dasar tidak tertulis ialah aturanaturan tidak tertulis yang timbul dan terpelihara dalam praktek
penyelenggaraan negara.16
Drs. Bambang Priyo Sukonto dkk, Panduan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan 12 SMA IPS
(Yogyakarta: Graha Primagama, 2010), h. 47
14
Ibid, h. 49
15
Drs. H. Suradi Abubakar dkk, Kewarganegaraan Menuju Masyarakat Madani Kelas 1 SMA
(Jakarta: Yudhistira, 2004), h. 111
16
Drs. Bambang Priyo Sukonto dkk, Panduan Belajar Pendidikan Kewarganegaraan 12 SMA IPS
(Yogyakarta: Graha Primagama, 2010), h. 47
13

Jadi dari beberapa penjelasan di atas dapat diketahui kedudukan utama


dari Undang-Undang Dasar adalah sebagai hukum dasar dan bukanlah satusatunya hukum dasar melainkan hanya sebagian hukum dasar, yakni hukum
dasar yang tertulis. Di samping itu masih terdapat hukum dasar yang tidak
tertulis. Sebagai hukum dasar, maka UUD 1945 merupakan sumber hukum.
C.2.c. Fungsi Undang-Undang Dasar 1945
Setiap sesuatu dibuat dengan memiliki sejumlah fungsi. Demikian juga
halnya dengan UUD 1945. Telah kita ketahui bahwa UUD 1945 adalah
hukum dasar tertulis yang mengikat pemerintah, lembaga-lembaga negara,
lembaga masyarakat, dan juga mengikat setiap warga negara Indonesia
dimanapun mereka berada dan juga mengikat setiap penduduk yang berada
di wilayah Negara Republik Indonesia.17 Sebagi Konstitusi tentulah UUD
1945 memiliki fungsi, bila dijabarkan fungsi UUD 1945 sebagai berikut:
a. Sebagai sumber hukum dalam tertib hukum, merupakan
perundang-undangan yang tertinggi.
b. Sebagai alat kontrol bagi hukum yang berada di bawahnya.
c. Sebagai pedoman yang memberi arah bangsa.
d. Sebagai kerangka dasar dalam pembagian dan penyelenggaraan
pemerintah negara.
Fungsi tersebut adalah suatu acuan dalam melakukan segala kehidupan
berbangsa dan keseimbangan dalam berprilaku bila diterapkan dengan baik.
C.2.d. Nilai-Nilai Dalam Undang-Undang Dasar 1945
Selain sebagai konstitusi, Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia juga memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yaitu:
a. Paham negara persatuan yaitu negara yang melindungi segenap
bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
b. Tujuan negara, yaitu negara yang melindungi segenap bangsa
dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta
melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
c. Negara yang berkedaulatan berdasar atas kerakyatan dan
permusyawaratan/perwakilan.
d. Negara berdasar adas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar
kemanusiaan yang adil dan beradab.
e. Menentang Penjajahan
f. Mencita-citakan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil,
dan makmur
17

http://artonang.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-fungsi-dan-kedudukan-uud-1945.html

Jelaslah bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia


memiliki kandungan nilai-nilai yang sangat baik, mewakili cita-cita,
identitas, dan kepribadian bangsa Indonesia yang harus terus dipupuk agar
masyarakat Indonesia tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia
yang berjiwa nasionalisme dan patriotisme.
C.3. HUBUNGAN DASAR NEGARA
Hubungan antara Dasar Negara dan Konstitusi Negara Indonesia secara
umum tampak pada gagasan dasar, cita-cita, dan tujuan yang tertuang dalam
Pembukaan UUD 1945.
Pancasila sebgai dasar negara Indonesia berkaitan erat dengan konstitusi atau
Undang-Undang Dasar Negara. Hal tersebut ditegaskan dalam pembukaan UUD
1945 alinea IV bahwa dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta
dengan mewujudkan suatu keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.18
Secara terperinci dapat dijabarkan hubungan antara Dasar Negara dan
Konstitusi, yaitu sebagai berikut:
a. Berhubungan sangat erat, konstitusi lahir merupakan usaha untuk
melaksanakan dasar negara.
b. Dasar negara memuat norma-norma ideal, yang penjabarannya
dirumuskan dalam pasal-pasal oleh UUD (Konstitusi).
c. Merupakan satu kesatuan utuh, dimana dalam Pembukaan UUD 45
tercantum dasar negara Pancasila, melaksanakan konstitusi pada
dasarnya juga melaksanakan dasar negara.19
Jadi, seperti yang telah dituangkan dalam pembukaan UUD dan
penjabarannya Dasar Negara dan Konstitusi Negara Indonesia memiliki hubungan
yang sangat erat, keduanya memiliki fungsi yang berbeda namun pada dasarnya
dilandasi tujuan yang sama dalam memperadabkan bangsa Indonesia dan menjadi
suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan serta saling melengkapi satu sama
lainnya, sehingga keduanya harus berjalan bersama-sama dan selaras sesuai dengan
cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia sebagaimana tertuang pada Pembukaaan
UUD 1945.

Drs. H. Suradi Abubakar dkk, Kewarganegaraan Menuju Masyarakat Madani Kelas 1 SMA
(Jakarta: Yudhistira, 2004), h. 106
19
http://prince-mienu.blogspot.com/2010/01 Diposkan 19th January 2012 oleh Gado-Gado Mas
Gatot
18

10

BAB IV

D. PENUTUP

D.1. KESIMPULAN
Dalam makalah ini banyak hal yang dapat kita jadikan pelajaran bagi
pembaca pada umumnya dan khususnya bagi penulis. Berdasarkan pembahasan dan
penelaahan pda makalah ini maka penulis dpt menyimpulkan beberapa hal:
a. Dasar negara berarti pedoman dalam mengatur kehidupan
penyelenggaraan ketatanegaraan yg mencakup berbagai kehidupan.
b. Konstitusi diartikan sebagai peraturan yang mengatur suatu negara, baik
yang tertulis maupun tidak tertulis. Konstitusi memuat aturan-aturan
pokok (fundamental) yg menopang berdirinya suatu negara.
c. Antara negara dan konstitusi mempunyai hubungan yang sangat erat.
Karena melaksanakan konstitusi pada dasarnya juga melaksanakan
dasar negara.
d. Pancasila sebagai alat yang digunakan untuk mengesahkan suatu
kekuasaan dan mengakibatkan Pancasila cenderung menjadi idiologi
tertutup, sehingga pancasila bukan sebagai konstitusi melainkan UUD
1945 yang menjadi konstitusi di Indonesia.20
D.2. SARAN
Setelah menyimpulkan hasil pembahasan dari makalah ini berdasarkan teoriteori yang ada, maka penulis mencoba untuk memberikan masukan atau saran
sebagai berikut:
a. Bagi pemerintah, penulis menyarankan agar berhati-hati dalam
melakukan perubahan ataupun melaksanakan Undang-Undang agar
tetap terjalin keselarasan antara Dasar Negara dan Konstitusi.
b. Bagi pembaca, penulis menyarankan agar dapat mengambil hal-hal
positif dari makalah ini untuk pembelajaran dan lebih banyak membaca
buku yang berkaitan dengan Dasar Negara dan Konstitusi agar lebih
memahami makna dari kedua hal tersebut.
c. Bagi penulis yang ingin mengetahui dasar negara dan konstitusi, penulis
sarankan agar lebih memperbanyak referensi yang terkait dengan dasar
negara dan konstitusi.
Demikianlah makalah akhir semester yang berjudul Dasar Negara Indonesia
dan Konstitusi Negara Indonesia ini saya tulis dengan harapan dapat menjadi
manfaat bagi setiap pembaca khususnya penulis. Bila ada kesalahan dalam
penulisan makalah ini saya memohon maaf, karena kebenaran datangnya dari Allah
sedangkan kesalahan datangnya dari saya pribadi.

20

http://gerobakmasgatot.blogspot.co.id/2012/01/makalah-dasar-negara-dan-konstitusi.html

11

DAFTAR PUSAKA

F.1. SUMBER
a. http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia
b. http://prince-mienu.blogspot.com/2010/01
c. http://artonang.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-fungsi-dankedudukan-uud-1945.html
d. http://gerobakmasgatot.blogspot.co.id/2012/01/makalah-dasar-negaradan-konstitusi.html
e. https://anggapradipa.wordpress.com/2014/03/28/makalahkewarganegaraan-dan-kedudukan-warga-negara-di-indonesia/
f. Abubakar, Suradi dkk. Kewarganegaraan Menuju Masyarakat Madani
Kelas 1 SMA. Jakarta: Yudhistira, 2004. cet. Ke-1
g. http://www.scribd.com/doc/42807545/Hakikat-Dari-Suatu-KonstitusiIalah-Mengatur-Pembatasan-Kekuasaan-Dalam-Negara
h. Affandi, Idrus dan Karim Suryadi. Hak Asasi Manusia (HAM). Jakarta:
Penerbit Universitas Terbuka, 2009. cet. Ke-14
i. Amik, Fajjin dan Humaidi Ratiman. Hakikat Kewarganegaraan untuk
kelas X. Jakarta: PT. Sinergi Pustaka Indonesia, 2006.
j. Priyo Sukonto, Bambang. dkk. Panduan Belajar Pendidikan
Kewarganegaraan 12 SMA IPS. Yogyakarta: Lembaga Pendidikan
Primagama, 2010.
k. Aziz Asymuni, Ahmad. Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis dan Desertasi
IAIN Syarif Hidayatullah. Jkt: PT. Hikmat Syahid Indah, 1992. cet. Ke2.

iii

F.2. SUMBER PERKUTIPAN


a. https://id.wikipedia.org/wiki/Konstitusi
b. https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia
c. Drs. Bambang Priyo Sukonto dkk, Panduan Belajar Pendidikan
Kewarganegaraan 12 SMA IPS (Yogyakrta: Graha Primagama, 2010),
h. 47
d. Fajjin Amik dan Humaidi Ratiman, Hakikat Kewarganegaraan untuk
SMA (Jakarta: PT. Sinergi Pustaka Indonesia, 2008), h. 82
e. Ibid, h. 82
f. Drs. Bambang Priyo Sukonto dkk, Panduan Belajar Pendidikan
Kewarganegaraan 12 SMA IPS (Yogyakrta: Graha Primagama, 2010),
h. 48
g. Ibid.h. 47
h. https://scribd.com/doc/42807545/Hakikat-Dari-Suatu-Konstitusi-IalahMengatur-Pembatasan-Kekuasaan-Dalam-Negara
i. Ibid.
j. Idrus Affandi dan Karim Suryadi, Hak Asasi Manusia (HAM) (Jakarta:
Penerbit Universitas Terbuka, 2009), hal. 2.13
k. Fajjin Amik dan Humaidi Ratiman, Hakikat Kewarganegaraan untuk
kels X (Jakarta: PT. Sinergi Pustaka Indonesia, 2008), hal. 85
l. Ibid, h. 85
m. Drs. Bambang Priyo Sukonto dkk, Panduan Belajar Pendidikan
Kewarganegaraan 12 SMA IPS (Yogyakrta: Graha Primagama, 2010),
h. 47
n. Ibid, h. 49
o. Drs. H. Suradi Abubakar dkk, Kewarganegaraan Menuju Masyarakat
Madani Kels 1 SMA (Jakarta: Yudhistira, 2004), h. 111
p. Drs. Bambang Priyo Sukonto dkk, Panduan Belajar Pendidikan
Kewarganegaraan 12 SMA IPS (Yogyakrta: Graha Primagama, 2010),
h. 47
q. http://artonang.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-fungsi-dankedudukan-uud-1945.html
r. Drs. H. Suradi Abubakar dkk, Kewarganegaraan Menuju Masyarakat
Madani Kels 1 SMA (Jakarta: Yudhistira, 2004), h. 106
s. http://prince-mienu.blogspot.com/2010/01 Diposkan 19th January 2012
oleh Gado-Gado Mas Gatot
t. http://gerobakmasgatot.blogspot.co.id/2012/01/makalah-dasar-negaradan-konstitusi.html

iv

Anda mungkin juga menyukai