Anda di halaman 1dari 39

SPESIFIKASI KHUSUS INTERIM

SKh-6.6.3.1
TAHUN 2016

CAMPURAN BERASPAL PANAS


DENGAN ASBUTON LAWELE
(CBA-AsbLawele)

1. UMUM
Pengertian :
CAMPURAN BERASPAL PANAS DENGAN ASBUTON LAWELE
atau CBA-ASBLAWELE adalah campuran antara agregat
dengan bahan pengikat jenis bitumen Asbuton Lawele
maksimum sebanyak 15% dan aspal keras pen 60 sebanyak
min. 1,5% dari berat campuran, yang dicampur di Unit
Pencampur Aspal (AMP), dihampar dan dipadatkan dalam
keadaan panas pada temperatur tertentu.

Ruang Lingkup :
pembuatan lapisan CBA-AsbLawele untuk lapis perata,
lapis pondasi, lapis permukaan antara, atau lapis aus,
yang dihampar dan dipadatkan di atas lapis pondasi atau
permukaan jalan yang telah disiapkan sesuai dengan
Spesifikasi ini dan Gambar Rencana.

1. UMUM
Peruntukan :
CBA-AsbLawele diperuntukkan untuk lalu lintas sedang dan ringan
(kumulatif beban lalu lintas rencana 10 tahun tidak lebih dari 6x10 6
ESAL per jalur atau satu arah.

Jenis CBA ASB-Lawele :


Campuran beraspal panas yang menggunakan AsbLawele
dapat digunakan untuk lapis permukaan dan lapis pondasi dan
lapis perata, yaitu terdiri atas

CBA-AsbLawele Lapis Aus (AC-WC AsbLawele),

CBA-AsbLawele Lapis Antara (AC-BC AsbLawele),

CBA AsbLawele Lapis Pondasi (AC-Base AsbLawele).

CBA-AsbLawele Lapis Aus Perata(AC-WC AsbLawele-L),

CBA-AsbLawele Lapis Antara Perata(AC-BC AsbLawele-L),

CBA AsbLawele Lapis Pondasi Perata(AC-Base AsbLawele-L).

2. TEBAL LAPISAN DAN


TOLERANSI
Tebal Nominal Minimum Lapisan CBA-AsbLawele dan Toleransi

Jenis CBA-AsbLawele
Lapis Aus
Lapis Permukaan Antara
Lapis Pondasi

Simbol

Tebal
Nominal
Minimum
(mm)

Toleransi
Tebal
(mm)

AC-WC AsbLawele
AC-BC AsbLawele
AC-Base AsbLawele

40
60
75

3
4
5

Bilamana CBA-AsbLawele dihampar lebih dari satu lapis,


setiap tebal lapisan beraspal tidak boleh kurang dari
toleransi masing masing.

3. Persyaratan Bahan
Agregat
Ketentuan agregat mengacu
pada
Spesifikasi Umum Bina Marga
2010,
kecuali untuk gradasi
agregat, sbb :

3. Persyaratan Bahan
Aspal
Aspal keras harus aspal pen 60 (ketentuan sesuai dalam
Spesifikasi Umum Bina Marga 2010);
Aspal keras dari tiap truk tangki yang datang harus
dilaksanakan pengujian nilai penetrasi dan nilai titik lembek
sebelum dialirkan ke tangki penyimpanan;
Minimum penggunaan 1,5% berat total campuran.

Asbuton Lawele Butir


Proporsi
penggunaan
Asbuton
lawele
butir
harus
mempertimbangkan gradasi agregat campuran dan maksimum
penggunaannya adalah 15% berat total campuran.
Asbuton lawele butir harus dikirim dalam kemasan kantong
atau kemasan lain yang kedap air dan mudah penanganannya.
Ditempatkan pada tempat kering dan beratap, tinggi
penimbunan tidak boleh lebih 2 meter.

3. Persyaratan Bahan
Asbuton Lawele Butir
oKetentuan :

3. Persyaratan bahan
Asbuton Lawele Butir
o Pengambilan contoh Asbuton Lawele Butir harus
dilakukan akar pangkat 3 () dari jumlah kemasan.
Contoh pertama yang diambil harus langsung dilakukan
pengujian gradasi, ukuran butir maksimum, kadar
bitumen dan penetrasinya. Asbuton Lawele Butir yang
dipasok tidak boleh diterima sebelum semua hasil
pengujian memenuhi ketentuan spesifikasi khusus ini.

3. Persyaratan bahan
Bahan Aditif Anti Pengelupasan
o Aditif kelekatan dan anti pengelupasan (anti striping
agent) harus ditambahkan dalam bentuk cairan ke
dalam aspal pada timbangan aspal dengan mengunakan
pompa penakar (dozing pump) dan masuk ke dalam
pugmill untuk dicampur dengan agregat.
o Kuantitas pemakaian aditif anti striping dalam rentang
0,2% - 0,3 % terhadap berat aspal.
o Jenis aditif yang digunakan haruslah yang disetujui
Direksi Pekerjaan.
o Penyediaan aditif dibayar terpisah dari pekerjaan aspal.

4. CAMPURAN
Komposisi
campuran
terdiri
atas
agregat, filler, Asbuton Lawele Butir,
aspal keras dan bahan aditif.
Kadar aspal keras minimal 1,5% berat
campuran.
Persentase asbuton lawele butir dalam
campuran bergantung pada gradasi dan
kadar aspal dari asbuton lawele butir.
Persentase asbuton lawele butir aktual
ditambahkan
berdasarkan
uji
laboratorium dan lapangan.

4. CAMPURAN
Ketentuan Sifat Campuran :

5. KETENTUAN INSTALASI PENCAMPUR


ASPAL
Ketentuan instalasi pencampur aspal mengacu
pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2010.
AMP harus dilengkapi silo filler (filler storage) dan
alat pemasok Asbuton Lawele Butir.
Alat pemasok Asbuton Lawele Butir ke pugmil
harus
berupa ban berjalan atau sesuai
persetujuan Direksi Pekerjaan dan dilengkapi
dengan unit timbangan serta kecepatannya dapat
diatur sehingga dapat menjamin pasokan
asbuton lawele secara kontinu ke pugmill.
Bila alat pemasok tidak dapat berfungsi atau
rusak maka unit pencampur aspal tidak boleh
dioperasikan.

Asphalt Mixing Plant (AMP)


Harus mempunyai sertifikat "laik operasi" dan sertifikat
kalibrasi dari Metrologi untuk timbangan aspal, agregat
dan bahan pengisi (filler), yang masih berlaku.
Harus dilengkapi dust collector yaitu sistem pusaran
kering (dry cyclone) dan pusaran basah (wet cyclone).
Mempunyai pengaduk (pug mill) dengan kapasitas asli
minimum 800 kg.
Untuk AC-Base AsbLawele, jumlah cold bin tidak kurang
dari 5 buah dan untuk jenis campuran beraspal lainnya
minimal 4 cold bin.
Bahan bakar untuk memanaskan agregat haruslah
minyak tanah atau solar dengan berat jenis maksimum
860 kg/m3 atau gas Elpiji atau LNG (Liquefied Natural
Gas) atau gas yang diperoleh dari batu bara. Batu bara
yang digunakan dalam proses gasifikasi haruslah min.
5.500 K.Cal/kg.
Agregat yang diambil dari pemasok panas (hot bin) atau
pengering (dryer) tidak boleh mengandung jelaga dan
atau sisa minyak yang tidak habis terbakar.

Tangki Penyimpanan Aspal

Pemanasan di tangki harus dilakukan melalui kumparan


uap (steam coils), listrik, atau cara lainnya sehingga api
tidak langsung memanasi tangki aspal.
Selimut uap (steam jacket) atau perlengkapan isolasi
lainnya diperlukan untuk mempertahankan temperatur
aspal dalam sistem sirkulasi.
Daya tampung tangki paling sedikit untuk kuantitas dua
hari produksi, dan harus disediakan dua tangki dengan
kapasitas yang sama.
Pengendali temperatur termostatik harus mampu
mempertahankan temperatur sebesar 160 C.

Tangki Penyimpanan Aditif


Kapasitas penyimpanan, minimal untuk satu hari
produksi, dilengkapi dozing pump sehingga dapat
memasok langsung aditif ke pugmil.

Rumah Timbangan
Rumah timbang harus disediakan untuk menimbang truk
bermuatan yang siap dikirim ke tempat penghamparan.

INSTALASI PEMASOK ASBUTON

Penakaran asbuton butir dengan sistem kecepatan belt conveyor


(bukaan konstan)
Belum ada timbangan khusus asbuton butir
Menggunakan sistem pencampuran basah (asbuton masuk ke
pugmill)
Penggumpalan diatasi dengan cara manual

Penakaran Asbuton Butir


dengan sistem Unit Bin
Timbangan (Menumpang
di Timbangan Agregat)
Menggunakan
sistem
pencampuran
kering
(tidak
langsung
ke
Pugmill)
Penggumpalan
diatasi
dengan cara manual

Penakaran Asbuton Butir dengan


sistem
Unit
Bin
Timbangan
(Menumpang
di
Timbangan
Agregat)
Menggunakan
sistem
pencampuran
kering
(tidak
langsung ke Pugmill)
Suplay asbuton ke conveyor
dengan cara manual
Penggumpalan diatasi dengan
cara manual

Instalasi Pemasok
Asbuton
Hopper Bin
Timbangan

Belt
Conveyor

Cold
Bin

Pugmill

Grinding mill

PENCAMPURAN ASBUTON BUTIR


UNTUK CAMPURAN BERASPAL PANAS
CARA BASAH (WET MIXING)

PENCAMPURAN ASBUTON BUTIR


UNTUK CAMPURAN BERASPAL PANAS
CARA KERING (DRY MIXING)

PERBANDINGAN SIFAT-SIFAT
MARSHALl CAMP. BERASPAL
DENGAN ASBUTON LAWELE

AC-WC ASBL
ASBUTON BUTIR LAWELE
10 % KADAR ASPAL
OPTIMUM 6,3 %
Sat.

Campur Campur
anBasa
an
h
Kering
(Wet
(Dry
Mix)
Mix)

No
.

Uraian

Spesifikasi

1.

Stabilitas

Kg

1.800

1.372

Min. 800

2.

VIM

4.5

4.67

3.5 5.5

3.

VMA

20

18.39

Min 15

4.

FVB

79

71.54

Min 65

5.

Flow

Mm

3.2

4.18

Min 3

6.

MQ

Kg/mm

525

320

Min 250

PERBANDINGAN SIFAT-SIFAT
MARSHALl CAMP. BERASPAL
DENGAN ASBUTON LAWELE

AC-BC ASBL
ASBUTON BUTIR LAWELE
10 % KADAR ASPAL
OPTIMUM 5,9%
Sat.

Campur Campur
an
an
Basah
Kering
(Wet
(Dry
Mix)
Mix)

No
.

Uraian

Spesifikasi

1.

Stabilitas

Kg

1.880

1.506

Min. 800

2.

VIM

4.4

4.71

3.5 5.5

3.

VMA

18.50

18.19

Min 14

4.

FVB

77.00

70.90

Min 63

5.

Flow

Mm

3.10

4.07

Min 3

6.

MQ

Kg/mm

520

370

Min 250

6. PRODUKSI CAMPURAN BERASPAL

Pelaksanaan CBA ASb-Lawele pada dasarnya sama


dengan campuran aspal panas konvensional, yakni
untuk pembuatan formula campuran, pelaksanaan di
AMP serta pelaksanaan di lapangan.
Hal yang khusus dalam pelaksanaan CBA ASbLawele :

Asbuton Lawele Butir yang disiapkan harus dalam


keadaan kering, harus tersimpan ditempat yang
terlindung dari cuaca dan air, dan memiliki kualitas
yang sama atau 1(satu) jenis atau Tipe yang sama
sesuai dengan yang disetujui Direksi Pekerjaan dan
memenuhi persyaratan.
Pada setiap hari sebelum proses pencampuran dimulai,
Asbuton Lawele Butir harus tersedia dan sudah siap
untuk dialirkan ke alat pencampur minimum cukup
untuk produksi 1 hari atau dengan persetujuan Direksi
Pekerjaan.

6. PRODUKSI CAMPURAN BERASPAL


Temperatur pencampuran dan penghamparan :

6. PENGHAMPARAN
Pelaksanaan penghamparan CBA
ASb-Lawele pada dasarnya sama
dengan campuran aspal panas
konvensional
sesuai
ketentuan
Spesifikasi Umum Bina Marga 2010
(Revisi-03).

PENGHAMPARAN CAMPURAN

Untuk menjamin sambungan memanjang vertikal maka


harus ada acuan tepi berupa besi profil siku dengan
ukuran tinggi 5 mm lebih kecil dari tebal rencana dan
dipakukan pada perkerasan dibawahnya.
Sebelum memulai penghamparan, sepatu (screed) alat
penghampar harus dipanaskan.
Mesin vibrasi pada screed alat penghampar harus
dijalankan selama penghamparan .
Hopper tidak boleh dikosongkan, sisa campuran harus
dijaga tidak kurang dari temperatur yang disyaratkan.
Kelandaian sepatu (screed) alat penghampar untuk
menjamin terpenuhinya lereng melintang dan super
elevasi yang diperlukan .
Penghamparan harus dimu lai dari lajur yang lebih
rendah menuju lajur yang lebih tinggi bilamana
pekerjaan yang dilaksanakan lebih dari satu lajur.

Pemadatan campuran beraspal harus terdiri dari tiga operasi


PEMADATAN
CAMPURAN
yang terpisah,
yi : Pemadatan Awal,
Pemadatan Antara dan
Pemadatan Akhir.

Pemadatan awal atau breakdown rolling dilaksanakan


dengan alat pemadat roda baja, minimal 2x lintasan.
Pemadatan kedua atau utama dilaksanakan dengan
pemadat roda karet.
Pemadatan akhir atau penyelesaian dilaksanakan dengan
alat pemadat roda baja tanpa penggetar (vibrasi)
Pemadatan dimulai dari tempat sambungan memanjang
dan kemudian dari tepi luar. Selanjutnya, penggilasan
dilakukan sejajar dengan sumbu jalan berurutan menuju
ke arah sumbu jalan , kecuali untuk superelevasi pada
tikungan harus dimulai dari tempat yang terendah dan
bergerak kearah yang lebih tinggi.
Roda alat pemadat harus dibasahi dengan cara
pengabutan secara terus menerus untuk mencegah
pelekatan campuran pada roda alat pemadat, tetapi air
yang berlebihan tidak diperkenankan. Roda karet boleh
sedikit diminyaki untuk menghindari lengketnya campuran
beraspal pada roda.
Setiap minyak bumi yang tumpah di atas perkerasan yang

7. PENGENDALIAN MUTU
Pelaksanaan Pengendalian Mutu
CBA ASb-Lawele pada dasarnya
sama dengan campuran aspal
panas
konvensional
sesuai
ketentuan Umum Bina Marga 2010.

PENGENDALIAN MUTU
Permukaan perkerasan harus diperiksa dengan mistar
lurus sepanjang 3 m, dan harus dilaksanakan tegak lurus
dan sejajar dengan sumbu jalan.
Kerataan permukaan lapis aus harus diperiksa dengan
alat NAASRA-Meter, dengan International Roughness Index
(IRI) paling tidak 3 setiap interval 100 m.
Kepadatan untuk Lataston (HRS) tidak boleh kurang dari
97 % Kepadatan Standar Kerja (Job Standard Density) yang
tertera dalam JMF dan untuk semua campuran beraspal
lainnya tidak boleh kurang dari 98 %.
Ketentuan
Kepadatan MiniKepadatan yg Kepadatan :
Nilai minimum
disyaratkan
(% JSD)
98

97

Jumlah benda
uji per segmen
3-4
5
>6
3-4
5
>6

mum Rata-rata
(% JSD)
98,1
98,3
98,5
97,1
97,3
97,5

setiap pengujian
tunggal (% JSD)
95
94,9
94,8
94
93,9
93,8

FREKWENSI PENGENDALIAN MUTU


Bahan dan Pengujian

Frekwensi Pengujian

Aspal :
Aspal bentuk drum
Aspal curah
Jenis pengujian aspal drum dan curah mencakup :
Penetrasi dan titik lembek
Asbuton butir/adiitif asbuton
-

Kadar air

Ekstraksi (kadar aspal)

Ukuran butir maksimum

Penetrasi aspal asbuton

3dari setiap jumlah


drum
Setiap tangki aspal
3dari setiap jumlah
kemasan

Agregat :
-

Abrasi dengan mesin Los Angeles


Gradasi agregat yang ditambahkan ketumpukan
Gradasi agregat dari penampung panas (hot bin)

Setiap 5.000 m3
Setiap 1.000 m3
Setiap 250 m3 (min.2
pengujian per hari)

Campuran :
- Suhu di AMP dan suhu saat sampai dilapangan
- Gradasi dan kadar aspal
- Kepadatan, stabilitas, pelelehan, marshall quotient
(untuk non AC), rongga dalam campuran pada 75
tumbukan dan stabilitas marshall sisa a tau Indirect
tensile Strength Ratio (ITSR)
- Rongga dalam campuran pd. Kepadatan marshall
- Cam1puran rancangan (Mix Design) Marshall

Setiap batch dan pengiriman


Setiap 200 ton (min. 2
pengujian per hari)
Setiap 200 ton (min. 2
pengujian per hari)
Setiap 3.000 ton
Setiap perubahan
agregat/rancangan

Lapisan yang dihampar :


- Benda uji inti (core) berdiameter 4 untuk partikel
ukuran maksimum 1 dan 6 untuk partikel ukuran
diatas 1, baik untuk pemeriksaan pema-datan
maupun tebal lapisan bukan perata

Benda uji inti paling sedikit


harus diambil dua titik
pengujian per penampang
melintang per lajur dengan
jarak memanjang antar
penampang melintang yang
diperiksa tidak lebih 100 m

Toleransi Pelaksanaan :
- Elevasi permukaan, untuk penampang melintang dari
setiap jalur lau lintas

Paling sedikit 3 titik yang


diukur melintang pada paling
sedikit setiap 12,5 meter
memanjang sepanjang jalan
tersebut

PENGENDALIAN MUTU HARIAN


Analisa saringan, paling sedikit dua contoh agregat per
hari dari setiap penampung panas.
Temperatur campuran saat pengambilan contoh di AMP
maupun di lokasi penghamparan (satu per jam).
Kepadatan hasil pemadatan di lapangan dan persentase
kepadatan lapangan terhadap JMD untuk setiap benda uji
inti (core).
Kepadatan Marshall, Stabilitas, Flow , Marshall Quotient,
Stabilitas Marshall Sisa atau Indirect Tensile Strength Ratio
(ITSR), paling sedikit dua contoh per hari.
Kadar bitumen aspal keras maupun aspal modifikasi dalam
campuran dan gradasi agregat yang ditentukan dari hasil
ekstraksi campuran paling sedikit dua contoh per hari.
Untuk filler (added) dari Kapur, Semen atau Asbuton
ditentukan dengan mencatat kuantitas silo atau
penampung sebelum dan setelah produksi.
Kadar anti stripping ditentukan dengan mencatat volume
tangki sebelum dan sesudah produksi dan juga diperiksa
dengan pengujian Stabilitas Marshall Sisa untuk setiap 200
ton produksi.

8. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

Untuk lapisan bukan perata AC-WC CBAAsbLawele, AC-BC CBA-AsbLawele, AC-Base CBAAsbLawele) jumlah tonase bersih dari campuran
yang telah dihampar dan diterima, yang dihitung
sebagai hasil perkalian luas lokasi yang diterima
dan tebal yang diterima dengan kepadatan
campuran yang diperoleh dari pengujian benda
uji inti (core). Tonase bersih adalah selisih dari
berat campuran dengan berat Asbuton Lawele
Butir, aspal, aditif anti pengelupasan (anti
stripping agent) dan bahan pengisi (filler) yang
ditambahkan.

8. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

Untuk lapisan perata (AC-WC(L) CBA-AsbLawele, AC-BC(L)


CBA-AsbLawele,
AC-Base(L)
CBA-AsbLawele)
jumlah
tonase bersih dari campuran yang telah dihampar dan
diterima sesuai dengan ketentuan pada Pasal SKh-5.6.3.8
(l)(c). Tonase bersih adalah selisih dari berat campuran
dengan berat Asbuton Lawele Butir, aspal, aditif anti
pengelupasan (anti stripping agent) dan bahan pengisi
(filler) yang ditambahkan.

Untuk aspal keras pen 60, Asbuton Lawele Butir, aditif


anti pengelupasan dan bahan pengisi (filler) yang
ditambahkan haruslah dalam jumlah ton untuk aspal
keras pen 60 dan Asbuton Lawele Butir dan dalam jumlah
kilogram untuk aditif anti pengelupasan dan bahan
pengisi (filler) yang ditambahkan.

8. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN

Bilamana Direksi Pekerjaan menerima setiap CBA-AsbLawele


dengan kadar aspal rata-rata yang lebih tinggi darikadar
aspal optimum tetapi masih masuk dalam rentang kadar
aspal yang diperoleh dari kadar aspal yang ditetapkan dalam
JMF. Pembayaran aspal keras pen 60 yang digunakan pada
CBA-AsbLawele harus dihitung berdasarkan berat hamparan
dikalikan dengan kadar aspal optimum yang ditetapkan
dalam JMF dikurangi berat aspal yang terkandung dalam
asbuton lawele. Bilamana Direksi Pekerjaan menerima setiap
CBA-AsbLawele dengan kadar aspal rata-rata yang lebih
rendah dari kadar aspal optimum tetapi masih masuk dalam
rentang kadar aspal yang diperoleh dari kadar aspal yang
ditetapkan dalam JMF, pembayaran aspal keras pen 60 yang
digunakan pada CBA-AsbLawele harus dihitung berdasarkan
berat hamparan dikalikan dengan kadar aspal rata-rata
tersebut dikurangi berat aspal yang terkandung dalam
asbuton lawele. Tidak ada pembayaran yang dapat dilakukan
untuk campuran yang kadar aspalnya di luar dari rentang
kadar aspal yang diperoleh dari kadar aspal yang ditetapkan

Menentukan Kadar Aspal Optimum

8. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN


Kuantitas
yang
diukur
untuk
pembayaran
Asbuton Lawele Butir,
Aditif Anti Pengelupasan (anti stripping
agent) dan bahan pengisi (filler) yang
digunakan pada CBA-AsbLawele harus
dihitung berdasarkan berat yang
ditetapkan dalam JMF.

8. PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN


Nomor Mata
Pembayaran

Uraian

Satuan
Pengukuran

SKh-5.6.3.1.(la)

CBA-AsbLawele Lapis Aus (AC-WC AsbLawele)

Ton

SKh-5.6.3.1. (lb)

CBA-AsbLawele Lapis Aus Perata (AC-WC Asb-Lawele-L)

Ton

SKh-5.6.3.1.(2a)

CBA-AsbLawele Lapis Antara (AC-BC AsbLawele)

Ton

SKh-5.6.3.1.(2b)

CBA-AsbLawele Lapis Antara Perata (AC-BC Asb-Lawele-L)

Ton

SKh-5.6.3.1.(3a)

CBA-AsbLawele Lapis Base (AC-Base AsbLawele)

Ton

SKh-5.6.3.1.(3b)

CBA-AsbLawele Lapis Lapis Base Antara (AC-Base Asb-Lawele-L)

Ton

SKh-5.6.3.1.(4)

Aspal Keras

Ton

SKh-5.6.3.1.(5)

Asbuton Lawele Butir

Ton

SKh-5.6.3.1.(6)

Aditif Anti Pengelupasan

Kg

SKh-5.6.3.1.(7a)

Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Kapur

Kg

SKh-5.6.3.1.(7b)

Bahan Pengisi (Filler) Tambahan Semen

Kg

Terima Kasih

39

Anda mungkin juga menyukai