Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Matematika adalah sebuah studi mengenai keterkaitan antar objek. Matematika juga

dikenal sebagai ilmu yang mempunyai kerangka berpikir deduktif, tidak induktif. Artinya, dari
suatu hal yang bersifat umum menuju khusus. Akibatnya, dalam matematika tidak diperkenankan
untuk melakukan generalisasi. Contohnya, perhatikan beberapa data di bawah.
1+3=5
3+5=8
5+7=12
7+9=16
9+11=20
Dari data di atas, kita lihat bahwa jika bilangan ganjil ditambah bilangan ganjil, akan
menghasilkan bilangan genap. Namun dalam matematika tidak diperbolehkan mengatakan
penjumlahan dua bilangan ganjil menghasilkan bilangan genap hanya berdasarkan data di atas.
Satu-satunya cara adalah dengan pembuktian.
Apa itu pembuktian? Dalam matematika, pembuktian adalah kegiatan seseorang
untukmeyakinkan sesuatu itu benar melalui langkah-langkah logis. Untuk menunjukkan
sesuatu itu salah, cukup menunjukkan countre example, yaitu menunjukkan bahwa ada satu
keadaan dimana suatu pernyataan tidak berlaku.
Ada berbagai macam teknik pembuktian dalam matematika. Ditinjau dari caranya, ada dua
jenis pembuktian, yaitu pembuktian langsung dan pembuktian tak langsung. Untuk pembuktian
tidak langsung sendiri ada dua cara, yaitu dengan kontradiksi dan kontrapositif.

1.2.

Rumusan Masalah
Apakah yang dimaksud dengan pembuktian tak langsung?
Bagaimanakah pembuktian tak langsung dengan cara kontradiksi dan kontrapositif?

1.3.

TUJUAN PENULISAN
Untuk menambah pengetahuan mengenai pembuktian tak langsung.
Membantu kita dalam menyelesaikan soal mengenai bukti tak langsung baik secara
kontardiksi maupun kontrapositif.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1.

PEMBUKTIAN TAK LANGSUNG


Untuk membuktikan dengan menggunakan bukti tidak langsung, digunakan cara

dengan membuat pernyataan pengingkaran dari yang harus dibuktikan. Jika dari pernyataan
yang diingkari tersebut diperoleh suatu kontradiksi (bertentangan dengan ketentuan yang
diberikan) atau kemustahilan, berarti pernyataan yang harus dibuktikan adalah benar. Untuk
membuktikan p benar, kita harus membuktikan jika ~p salah.

A. PEMBUKTIAN TAK LANGSUNG DENGAN KONTRAPOSITIF


Salah satu metode pembuktian dalam matematika adalah pembuktian dengan
kontrapositif. Pembuktian dengan kontrapositif adalah salah satu metode pembuktian tidak
langsung selain pembuktian dengan kontradiksi. Pembuktian dengan kontrapositif ini didasarkan
pada nilai kebenaran pernyataan jika P maka Q ekivalen dengan jika bukan Q maka bukan P.
Jadi, yang perlu kita lakukan untuk membuktikan suatu implikasi dengan kontrapositif adalah
dengan menegasikan konklusinya, kemudian tunjukkan bahwa negasi dari konklusi
mengakibatkan negasi dari antisedennya.
Contoh :

1. Buktikan bahwa untuk bilangan-bilangan bulat m dan n : jika m+n

73, maka m 37

atau n 37.
Jawab :
-

Jika p adalah pernyataan m+n 73


q adalah pernyataan m 37,
r adalah pernyataan n 37
maka dalam symbol kalimat di atas dapat dinyatakan sebagai p(q v r)

kontrapositifnya adalah

(q v r) p atau ( q

r) p,

dengan demikian dibuktikan kebenaran pernyataan jika m < 37 dan n < 37 maka m+n <
73
-

untuk m < 37 berarti m 36 dan n < 37 berarti n 36, sehingga


m+n 36+36
m+n 72

m+n < 73
Terbukti bahwa jika m < 37 dan n < 37 maka m+n < 73.
dengan terbuktinya kontrapositif, maka berate kebenaran pernyataan awal, yaitu jika m+n
73, maka m 37 atau n 37.

2.

Diberikan

, jika

adalah genap mak

Jawab: Andai

tidak ganjil, dengan kata

ganjil

genap, itu berati

untuk suatu bilangan

bulat . Diperoleh

Subtitusi
diperoleh
Jelas

adalah ganjil. Itu berarti

adalah genap, tidak ganjil

3. Buktikan bahwa untuk semua bilangan bulat n, jika n2 adalah bilangan ganjil, maka n adalah
bilangan ganjil!
Jawab :
Untuk membuktikan pernyataan diatas dapat dilakukan dengan pembuktian tak langsung
dengan kontraposisi.
Misalnya p

: n2 adalah bilangan ganjil

: n adalah bilangan ganjil

kemudian misalnya q benar yang berarti n adalah bilangan genap, yaitu n = 2k


sehingga n2

= (2k)2
= 4k2
= 2(2k2)
= 2m dengan m = 2k2

Yang berarti n2 adalah bilangan genap.


Dengan demikian, -p : n2 adalah bilangan genap
-q : n adalah bilangan genap
Dan karena q => -p adalah benar dan p => q -q => -p
Maka terbukti p => q adalah benar.
Jadi, terbukti bahwa jika n2 adalah bilangan ganjil, makan adalah bilangan ganjil.

B. PEMBUKTIAN TAK LANGSUNG DENGAN CARA KONTRADIKSI


Pembuktian dengan kontradiksi (Reductio de Absordum) dilakukan dengan cara
mengandaikan bahwa ingkaran kalimat yang akan dibuktikan bernilai benar. Jadi, jika ingin
membuktikan kebenaran p, langkah yang dilakukan adalah dengan mengandaikan bahwa ~p
benar.
Contoh :
1. Buktikan bahwa jika n2 adalah bilangan ganjil, maka n adalah bilangan ganjil dengan bukti
tak langsung!
Jawab :
Misalnya n adalah bilangan genap, yaitu n = 2k, k B.
Karena n = 2k
Maka n2 = (2k)2 = 4k2 =2(2k2)
= 2m dengan m = 2k2

Sehingga n2 adalah bilangan genap, kontradiksi dengan n2 adalh bilangan ganjil.


Jadi, terbukti bahwa jika n2 adalah bilangan ganjil, maka n adalah bilangan ganjil.
2. Buktikan kebenaran pernyataan berikut :
Jika x bilangan rasional dan y bilangan irrasional, maka 2x - y adalah bilangan irrasional
Jawab :
Dengan Bukti Kontradiksi ~(p => q) ekuivalen dengan p dan ~q
Andaikan (~q) benar
Andaikan 2x - y adalah bilangan rasional, maka 2x - y dapat dinyatakan dengan a/b dengan
a,b elemen Z (Z = bilangan bulat) , dan b tidak sama dengan nol ( b = 0 )
Diasumsikan p benar, diperoleh
x bilangan rasional dan y bilangan irrasional
Sehingga ketika x bilangan rasional, haruslah y bilangan irrasional
Karena tidak ada identifikasi y bilangan irrasional
Gunakan permisalan x adalah bilangan rasional
x bilangan rasional, x dapat dinyatakan dalam p/q dengan p,q elemen Z dan q tidak sama
dengan nol ( q != 0 )
Sehingga,
2x - y = a/b dengan x = p/q
2(p/q) - y = a/b
-y = (a/b) - 2(p/q)
y = 2(p/q) - (a/b)
y = (2bp-aq)/(bq)
dengan a,b,p,q elemen Z dan b != 0 dan q !=0 sehingga bq juga tidak sama dengan nol
Maka, menurut sifat sebelumnya, y teridentifikasi sebagai bilangan rasional
y bilangan rasional, bertentangan (KONTRADIKSI) dengan pernyataan awal bahwa y adalah

bilangan rasional
Sehingga pengandaian diingkar ( p dan ~q terbukti salah) dan sebaliknya p => q (sebagai
negasinya) Bernilai BENAR
Sehingga Terbukti bahwa Jika x bilangan rasional dan y bilangan irrasional, maka 2x - y
adalah bilangan irrasional

LATIHAN !!!
1.

Buktikan pada segitiga sama kaki dua sudut pada kakinya sama besar.

Petunjuk Jawab Latihan


1.

Anda cermati kembali teori tentang pembuktian tidak langsung. Untuk membuktikan
soal nomor 1, perhatikan gambar berikut
A

B
D
C
Diketahui segitiga ABC sama kaki, panjang sisi AB =panjang sisi AC, harus dibuktikan

besar
ABC =
ACB.
Dibuat garis bagi AD di mana D pada BC.

Andaikan
ABC
ACB

Perhatikan ABD dan ACD


Panjang sisi AB = AC ( ABC samakaki )

BAD =
CAD (AD garis bagi)
AD = AD ( berimpit)

Kesimpulan ABD dan ACD kongruen.

Berarti
ABC =
ACB. Padahal pengandaian
ABC
ACB. Terjadi

kontradiksi. Apa yang dapat anda simpulkan?

BAB 3
PENUTUP
3.1.

KESIMPULAN
Belajar matematika dengan cara memahami bukti tidaklah mudah. Dibutuhkan waktu

untuk memahami matematika sebagai bahasa logika. Juga, dibutuhkan wawasan matematika
yang luas untuk belajar membuktikan fakta-fakta yang lebih rumit. Di dalam bukti termuat nilainilai strategis yang dapat melatih kita berpikir secara logis. Keindahan matematika juga banyak
terdapat pada harmonisasi penalaran-penalaran dalam bukti. Dengan memahami bukti kita dapat
mengikuti alur berpikir para ahli yang pertama kali menemukannya, yang berdampak pada
kekaguman terhadap para inventor matematika dan pada akhirnya menyenangi matematika itu
sendiri. Berlatih memahami bukti merupakan langkah awal yang baik untuk menjadi peneliti di
bidang matematika.

DAFTAR PUSTAKA

http://ariaturns.wordpress.com/2011/03/07/pembuktian-dengan-kontrapositif/
http://cyntia4ever-cyntia.blogspot.com/2012/03/pembuktian-matematika.html