Anda di halaman 1dari 7

TTM ke 5

PEMILIHAN BAHAN ( MATERIAL)


1.PEMILIHAN BAHAN
Dalam perkembangan berbagai macam bahan masing-masing mempunyai
sifat, kegunaan, kelebihan dan batasan yang berbeda dibawah ini adalah
beberapa macam bahan yang biasa digunakan
-

Besi dan baja (karbon, besi tuang dan Stailess)

Bukan logam besi dan besi tuang (alumunium, magnesium, tembaga,


nikel, titanium, besi tuang super, logam olahan, berillium, zirconium)

Plastik (termoplastic, termoset dan elastomer

Keramik , keramik kaca, kaca grafit dan berlian

Bahan sampah (Plastic daur ulang, besi dan keramik cetak)

2.SIFAT-SIFAT BAHAN
Ketika memilih bahan untuk suatu produk pertama harus kita ketahui sifat-sifat
bahan tersebut diantaranya kekuatan, kegetasan, keuletan , kekerasan ,
kelenturan, kelelahan dan keretakan. Kekuatan terhadap berat dan kekakuan
terhadap

berat

dari

bahan

juga

termasuk

penting

terutama

dalam

penggunaanya di bidang pesawat dan otomotif sebagai contoh alumunium,


titanium, dan plastic daur ulang mempunyai perbandingan yang tinggi dari pada
baja dan besi cor. Sifat-sifat mekanik diperuntukan bagi suatu produk dimana
tiap-tiap bagian harus sesuai dengan kondisi kerja yang diharapkan. Kemudian
baru kita pahami keadaan sifat-sifat fisik dari ketebalan, ketahanan terhadap
panas, pemuaian, titik cair serta sifat-sifat kelistrikan dan kemagnetan.
Sifat kimia juga mempunyai pengaruh yang tidak baik dalam lingkungan yang
normal. Oksidasi pengaratan, penurunan sifat , peracunan adalah beberapa
faktor yang harus disadari sebagai contoh dalam kecelakaan beberapa pesawat
terbang yang disebabkan karena asap racun yang berasal dari terbakarnya
bahan-bahan bukan metal dalam kabin.
Sifat pengolahan bahan mengesampingkan apakah bahan tersebut bisa melalui
proses permesinan, pengelasan dan perlakuan panas, berbagai metode

digunakan untuk memproses bahan yang berpengaruh terhadap sifat akhir dan
pelayanan.

3.KETERSEDIAAN

BAHAN

Ketersediaan barang , harga bahan yang diproses, bagian-bagian yang diolah


adalah yang umum dalam pengolahan. Persaingan aspek ekonomi terhadap
cara pemilihan bahan sama pentingnya dengan kesadaran perkembangan
teknologi mengenai sifat dan karakteristik bahan tersebut.
Jika bahan baku yang diperlukan untuk diolah tidak tersedia dalam jumlah,
bentuk dan dimensi tertentu maka pergantian atau penambahan proses dapat
diberlakukan sehingga dapat menekan biaya produksi. Sebagai contoh bila kita
membutuhkan cross bar dalam diameter tertentu dan tidak tersedia dalam
bentuk standard maka kita harus membeli cross bar yang lebih besar dan
mengurangi diameternya dengan suatu cara seperti machining, drawing atau
grinding.

4.KARAKTERISTIK

MATERIAL DAN MAMPU MANUFATUR

a.Engineering Materials:
-Metal
-Plastics
-Ceramic
-Composite
b.Mechanical Properties
-Strenght
-Hardness
-Ductility
-Toughness
c.Test Untuk Mengetahui Mechanical Properties
-Tension
-Compression
-Bending
-Hardness
2

-Fatique
-Creep dan Impact
- Metalography
d.Mechanical Properties Material Juga Dipengaruhi :
-Temperature
-Rate of Deformation
-Permukaan
-Kondisi Lingkungan

5.BEHAVIOR DAN MANUFACTURING

PROPERTIES OF MATERIALS

a.Struktur Material
-Atomic bonds
b.Sifat Mekanik
-Strenght
-Ductility
-Elasticity
c.Sifat Fisik
-Density
-Melting point
-Spesific heat
-Thermal conditions
-Thermal expantions
-Electrcal conditions
-Corrosion
d. Property Modification
-Heat treatment
-Annealing
-Tempering
-Surface treatment
Dari beberapa macam material,

material baja mempunyai sitat material yang

bervariasi (banyak), harga murah dan mudah difabrikasi

Semua

sifat material

akan sangat tergantung

kepada

struktur

dari metal

(material) tersebut, struktur material adalah pengaturan dari atom-atom yang


ada di material tersebut (arrangement

of the atom within metals). Selain dari

struktur atom faktor-faktor lain yang mempengaruhi

sifat-sifat dan karakteristik

dari material :
-Komposisi dari metal
-Impurities dari struktur atom
-Grain size
-Grain boundaries
-Metode

6.TENSION
Tension test adalah test yang paling umum dilakukan untuk mengetahui sifatsifat mekanikal dari sebuah material seperti strenght, ductility dan tougness.
Engineering STRESS = a
Engineering STRAIN =

P
A

= 1-10
10

Plastic

STRESS
I~
I

~I

Elastic

:
I

Yield stress

STRAIN
Modulus of elasticity:

E::::

(J"

E pada dasarnya adalah ukuran kekakuan dari sebuah material, Etinggi beban
yang dibutuhkan lebih tinggi juga materiallebih stiffner.

Satu hal yang penting juga adalah ductility yaitu phenomena dimana material
mengalami plastic deformasi sebelum benda tersebut putus.

7.COMPRESSION

Operasi manufaktur yang pembentukan materialnya melalui kompressi seperti


forging, rolling dan extrusi.
Untuk material-material yang brittle seperti ceramic, glass pengujian untuk
kompresi diciptakan disk test.

8.TORSION

Selain dari tension dan compression, sebuah benda dapat mengalami shear
stress seperti pada punching dan untuk mengetahui besarnya shear stress
dihitung : t

=~

21lr t

Sifat-sifat forgeability (kemampuan untuk diforging) dari sebuah material dapat


diketahui dengan melihat besarnya angle of twist

sampai material tersebut

patah.

9.HARDNESS

Hardness adalah suatu ukuran kuantitas untuk mengetahui kekuatan sebuah


material dan juga ketahan material tersebut terhadap keausan dan identation,
seperti:
Brinell test dilakukan dengan menekan bola baja pada permukaan
material dengan beban sebesar 500, 1500 dan 3000 kg, dan diameter
permukaan bekas indentor tersebut diukur.
Rockwell test dilakukan untuk mengukur besarnya kedalaman dari
benda yang diukur.
Vickers test

dilakukan dengan menekankan intan (diamond) yang

berbentuk piramid ke permukaan benda kerja dan benda kerja yang diuji
biasanya baja yang telah mengalami perlakuan pamnas (heat treatment)
5

Knoop test dilakukan untuk benda kerja yang tipis, kecil dan juga
material - material yang getas seperti keramik, gelas dan carbide.

10.FATIQUE

Kebanyakan struktur atau komponen pada operasi manufaktur akan mengalami


beban yang sifatnya fluktuasi (cyclic atau periodic) seperti dies, gear, cam, shaft
dan springs. Dalam kondisi seperti ini komponen tersebut akan mengalami
kerusakan seperti patah dimana kerusakan material tersebut dialami (terjadi)
pada
Tegangan I stress dibawah tegangan yang terjadi pada saat benda tersebut
mengalami beban tetap (static load), fenomena ini disebut dengan fatique
failure.

11.CREEP

Creep adalah elongasi permanen yang timbul pada komponen apabila


komponen tersebut mengalami static load dalam jangka waktu yang panjang
(lama) contoh kaca rumah pada rumah-rumah tua akan mempunyai ketebalan
yang lebih pada bagian bawahnya.
Creep dapat juga terjadi pada tools atau dies yang terekxpose pada kondisi
stress yang tinggi pada temperature yang tinggi juga seperti yang terjadi pada
proses forging atau extrusion.

12.TEMPERATURE

EFECTS

Komponen-komponen yang didesign kadangkala harus dapat beroperasi pada


temperatur yang sangat ekstrim seperti struktur pesawat, kapal ruang angkasa,
gas turbin harus dapat beroperasi dengan sempurna pada temperatur antara 200 F(-130

DC) sId 2300 F(1250

DC). Temperatur pada dasarnya akan

mempengaruhi sifat-sifat mekanikal maupun sifat-sifat fisicalnya dari suatu


material, hal ini tentunya juga akan berpengaruh terhadap material tersebut
ditinjau dari segi proses manufakturnya yang dapat terjadi pada temperatur
yang tinggi.

Pada umumnya kenaikan temperatur

akan menyebabkan menurunnya

kekuatan (strenght) dan sifat kekerasan serta menaikan elongasi dari material
tersebut.

13.RESIDUAL STRESSES

Jika sebuah benda mengalami deformasi yang tidak merata pada seluruh
benda tersebut maka benda tersebutakan mendapatkan residual stress,
tegangan yang terjadi inilah yang akan tetap ada dalam benda tersebut
sekalipun beban dari luar telah dihilangkan, efek dari residual stress ini akan
membuat benda tersebut mengalami deformasi yang akan mengurangi
kekuatan serta umur kerjabenda tersebut. Residual stress dapat dikurangi
dengan metode - metode stress relief tertentu seperti annealing atau dapat
juga dengan menaikan temperatur benda kerja tersebut

14.MACHINABILlTY,

FORMABILITY DAN WELDABILITY

Machinability, formability dan weldability adalah bagaimana material tersebut


meresponds terhadap beberapa teknik prosesing yang dilakukan pada benda
tersebut.
Machinability

dari sebuah benda tidak hanya tergantung kepada bagaimana

benda tersebut diproses atau dimachining, tetapi juga tergantung kepada


aspek-aspek yang ada pada proses tersebut seperti material yang mudah
dipotong dan proses pemotongannya dapat dilakukan secara cepat

bentuk

chips yang halus. Sehingga machinability akan berhubungan dengan beberapa


sifat dari material tersebut dan berbeda untuk setiap aflikasinya.
Formability adalah kemampuan material tersebut untuk dibentuk pada kondisi

plastik deformasi proses, setiap material akan berlaku beda pada temperatur
tertentu . Material yang mempunyai sitat formability yang baik pada hot
formability akan menjadi tidak baik pada kondisi cold formability, begitu juga
untuk material yang dapat dibentuk dengan baik pada kecepatan rendah akan
berubah sifatnya apabila kecepatannya dirubah menjadi lebih cepat.
Weldability kemampuan material tersebut untuk dapat dilas akan tergantung

pada jenis pengelasannya.


7