Anda di halaman 1dari 3

Nama : Nining R

NIM : M0314056
TUGAS PRAKTIKUM ORGANIK
Jurnal pertama dengan judul Pengaruh Ukuran Pori Terhadap Aktivitas Katalitik
Titanium Silikat-1Pada Sintesis Fenol cukup lengkap ulasannya. Jurnal ini diawali dengan
penjelasan secara garis besar mengenai 2 metode sisntesis feno, yaitu metode cumene dan
metode oksidasi. Jurnal ini menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing
metode. Seperti pada metode cumene
hidroperoksida yang

yang menghasilkan intermediet cumene

bersifat eksplosif sehingga sintesis fenol tergolong tidak ramah

lingkungan dengan metode cumene. Berbeda dengan metode oksidasi yang sebagian besar
digunakan dalam sintesis fenol oleh karenasifatnya yang ramah lingkungan. Sintesis fenol
dengan metode oksidasi dilakukan dengan bantuan katalis. Pada jurnal ini khusus dibahas
aktivitas katalik Titanium Silikat-1 pada sintesis fenol. Aktivitas katalik pada senyawa
tersebut didasarkan pada ukuran pori yang dihasilkan. Berdasarkan percobaan diperoleh hasil
bahwa ukuran pori yang dihasilkan pada katalis sangat mempengaruhi jumlah fenol yang
diperoleh. Semakin besar ukuran pori Titanium Silikat-1, maka semakin besar jumlah fenol
yang diperoleh. Ukuran pori yang besar mengakibatkan luas menjadi besar pula sehingga
menyebabkan katalis lebih reaktif dan memudahkan katalis dalam adsorpsi pereaksi. Selain
itu, berdasarkan percobaan juga diperoleh fakta bahwa laju reaksi berbandinglurus dengan
ukuran pori. Semakin besar ukuran pori, maka laju reaksi semakin cepat. Masukan untuk
jurnal ini yaitu dapat melihat kuantitas sintetis fenol berdasarkan indikator lainnya, seperti
rasio benzena atau hidrogen.
Jurnal Kedua dengan judul Sintesis, Karakterisasi, dan Uji Aktivitas Katalis Ni/
Al2O3 Pada Reaksi Hydrocracking Minyak Nabati membahas penyediaan sumber energi
alternatif sebagai antisipasi terhadap menipisnya bahan bakan fosil yang menimbulkan
pencemaran lingkungan. Salah satu metode yang dapat dianut adalah sintesis alkana cair yang
dihasilkan mlalui proses hydrocracking dengan bantuan katalis. Produk biodiesel melalui
metode hydrocracking banayak dibahas pada jurnal ini. Salah satunya adalah alkana rantai
lurus dari n-C15 dan n-C18 yang memiliki bilangan setana yang lebih tinggi. Produk
hydrocracking ditunjukan oleh beberapa paramater kualitas bahan bakar solar seperti
kekentalan, kerapatan, titik anilin, kadar residu karbon, kadar air dan sedimen, dan kadar
sulfur yang baik. Percobaan pada jurnal ini dipusatkan pada sintesis katalis NiO/AL2O3,
karakterisasi katalis, rancangan reaktor, dan diakhiri uji aktivitas Katalis Pada Proses Reduksi

dan Reaksi Hydrocracking. Berdasarkan hasil percobaan, diperoleh titik anilin yang
berpengaruh cukup signifikan terhadap uji Aktivitas Katalis Ni/AL2O3.
Jurnal ketiga dengan judul High Chemoselectivy in The Phenol Synthesis membahas
mengenai preferensial reagen kimia dengan salah satu dari dua atau lebih fungsional
kelompok yang berbeda. Semisal dibedakan, reagen A pada perocobaan ini memiliki
chemoselctivy yang tiggi jika reaksi terjadi dengan hanya sejumlah terbatas kelompok
fungsional yang berbeda. Methyllithium misalnya, keton merupakan agen untuk mengurangi
chemoselective. Reaksi yang melibat tosylamide akan mengahsilakn fenol. Beberapak konsep
belum didefinisikan mengenai reaksi molekul atau intermediet selektivitas yang menuju
reagen kimia berbeda. Percobaan pada jurnal ini menggunakan istilah chemospecifity untuk
100% chemoselectivity
Kesimpulan pada jurnal ini,reagen chemoselectivity yang digunakan dalam percobaan ini
mengacu pada senyawa tosylamide sehingga menghasilakan kadar fenol deengan jumlah
yang tinggi.
Jurnal keempat, dengan judul A Modified Potentionic Method For The Estimation Of
Phenol in Aqueos Systems membahas mengenai modifikasi titrasi potentiometrik sebagai
upaya estimasi kadar fenol dalam air. Percobaan pada jurnal ini berlandaskan pada pH. Pada
masa kini, lingkungan dihadapkan pada berbagai polusi. Salah satu jenis polusi yang menjadi
topik utama dalam pembahasan jurnal ini adalah polusi air. Polusi air menjadi salah satu
faktor yang mendapat perhatian lebih karena hubungannya dengan kesehatan. Fenol
merupakan salah satu polutan yang berandil besar dalam penemaran air. Jurnal ini
menjelaskan lebih mengenai fenol yang mencemari air melalui banyak median, seperti
sampah plastik,limbah rumah tangga, limbah minyak, dan timber. Pada jurnal ini, percobaan
dipusatkan pada penagmatan Ph dari fenol yang ditritasi dengan sodium hidroksida dengan
konsentrasi molar daintara 0.1 4 molar. Objek perhitungan pada jurnal kali ini adalah Ph,
perubahan Ph, volume, dan logaritma dari volume. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh
kesimpulan bahwa estimasi kadar fenol dalam air akurat dilakukan dengan modifikasi dari
titrasi potentiometrik, dengan macam-macam limbah polutan yang dapat dijadikan variabel
pengukuran dalam titrasi pottentiometrik.

Jurnal Kelima yang berjudul Identification of Phenol-Degrading Nocardia Sp. Strain


C-14-1 and Characterization of Its Ring-Cleavage 2,3-Dioxygenase membahas mengenai
degradasi secara biologis dari senyawa fenol yang menjadi salah satu polutan di air. Proses
degradasi biologis dilakukan oleh mikroorganisme biologis seperti Nocardia sp., ataupun
spesies-spesies biologis dari Pseudomonas, Bacilli, Klebsiella, Ochrobactrum, Rhizobia.
Tujuan dari proses degradasi adalah mengurangi kadar fenol sebagai poluytan utama dalam
pencemaran air. Proses percobaan dalam jurnal kali ini meliputi identifikasi Nocardia
sp.,kloning dari 2,3-Dioxygenase, degreadasi fenol, dan prosedur analitikal. Berdasarkan
hasil percobaan diperoleh kesimpulan bahwa Nocardia sp strain C-14-1 merupakan senyawa
terioslasi pada limbar perairan yang dapat mendegradasi fenol dalam air. C-14-1 mengacu
kepada genus Nocardia berdasarkan analisis RNA. Proses degradasi fenol membutuhkan
wakrtu yang cukup lama.
Kesamaan dari kelima jurnal adalah pembahasan mengenai sintesis fenol namun
dengan metode yang berbeda. Ada yang dengan sintesis benzena, sintesis halogen, dan
sintesis diazo. Kelima jurnal juga mengindikasikan penjelasan bahwa selain dapat disintesis,
senyawa fenol juga dapat di-degradasi oleh mikroorganisme biologis. Proses degradasi fenol
ini dapat mengurangi polutan fenol sebagai salah satu penyebab polusi air.