Anda di halaman 1dari 1

1.

Majas Koreksio: Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu,


tetapi kemudian memperbaikinya.
Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.
Ia bersepatu. E, bukan. Ia bersandal saat bertamu dirumahku

2. Hipalase adalah gaya bahasa yang menggunakan kata tertentu untuk


menerangkan sesuatu, namun kata tersebut tidak tepat bagi kata yang
diterangkannya.
Dia berenang di atas ombak yang gelisah. (bukan ombak yang gelisah, tetapi
manusianya)
ia masih menuntut almarhum maskawin dari Kiki puterinya (maksudnya
menuntutmaskawin dari almarhum)

3. Majas Tautotes Adalah Tautotes adalah gaya bahasa perulangan atau repetisi
atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi.
Kakanda mencintai adinda, adinda mencintai kakanda, kakanda dan adinda
saling mencintai, adinda dan kakanda menjadi satu.
Aku menuduh kamu, kamu menuduh aku, aku dan kamu saling menuduh, kamu
dan aku berseteru.
Aku adalah kau, kau adalah aku, kau dan aku sama saja

4. Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang
lain
Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang
terpelajar seperti dirimu.
Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu.

5. Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda,


binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Ia terkenal sebagai buaya darat.
Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
Melati, lambang kesucian
Teratai, lambang pengabdian