Anda di halaman 1dari 24

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
Kata Annelida berasal dari bahasa Latin, Annulus yang berarti gelang dan oidos
yang berarti bentuk . Jadi secara etimologisnya, Annelida berarti cacing yang memiliki
tubuh yang terdiri atas satuan yang berulang-ulang. Meskipun beberapa struktur, seperti
saluran pencernaan, terdapat di sepanjang tubuh cacing tersebut, tetapi yang lain seperti
system ekskresi terulang pada setiap segmen (Sugiri, 1989).
Annelida (dalam bahasa latin, annulus = cincin) atau cacing gelang adalah kelompok
cacing dengan tubuh bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan Nemathelminthes,
Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh sejati (hewan
selomata).Namun Annelida merupakan hewan yang struktur tubuhnya paling sederhana.
Hewan filum Annelida berasal dari kata latin annul/annelus = cincin, gelang dalam
bahasa Yunani eidos = bentuk yang dikenal sebagai cacing gelang. Tubuh anggota filum
ini bersegmen tertutup kutikula yang merupakan hasil sekresi dari epidermis, sudah ada
ronnga tubuh (coelom), dengan metamerisme sebagai ciri utamanya: pembagian rongga
tubuh, sistem persyarafan, peredaran darah, dan sistem ekskresinya metamerik. Saluran
pencernaan lengkap (mulut-usus-anus), berbentuk tubular, memanjang sumbu tubuh.
Respirasi dengan epidermis ataupun insang (pada cacing tabung, misalnya) pada somit
tertentu. Organ reproduksi hermafrodit (kelas olygochaeta dan hirudinea), dengan hewan
langsung berbentuk hewan dewasa, atau berumah dua (kelas archiannelida dan
polychaeta), dengan melalui fase larva trokofor. Hidup di dalam tanah yang lembab, dalam
laut dan dalam air. Umumnya annelida hidup bebas, ada yang hidup dalam liang, beberapa
bersifat komensal pada hewan akuatis, dan ada juga yang bersifat parasit pada vertebrata.

3 | Avertebrata Air _ Annelida

2.2 KLASIFIKASI ANELIDA


Annelida adalah filum luas yang terdiri dari cacing bersegmen, dengan sekitar 15.000
spesies modern, antara lain cacing tanah dan lintah. Filum ini ditemukan di sebagian besar
lingkungan basah, seperti air tawar dan di laut.Panjang anggotanya mulai dari di bawah
satu milimeter sampai tiga meter.Annelida dibagi menjadi tiga kelas, yaitu Polychaeta
(cacing berambut banyak), Oligochaeta (cacing berambut sedikit), dan Hirudinea.
1.

Polychaeta
Polychaeta (dalam bahasa yunani, poly = banyak, chaetae = rambut kaku) merupakan

annelida berambut banyak.Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala


(prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus.Polychaeta memiliki sepasang
struktur seperti dayung yang disebut parapodia (tunggal = parapodium) pada setiap segmen
tubuhnya.Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah
halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas.Setiap parapodium
memiliki

rambut

kaku

yang

disebut

seta

yang

tersusun

dari

kitin.

Contoh :
Polychaeta yang sesil adalah cacing kipas (Sabellastarte indica) yang berwarna cerah.
Sedangkan yang bergerak bebas adalah Nereis virens, Marphysa sanguinea, Eunice viridis
(cacing palolo), dan Lysidiceoele (cacing wawo).
Kebanyakan Polychaeta hidup di laut serta memiliki parapodia dan setae. Parapodia
adalah kaki seperti dayung (sirip) digunakan untuk berenang sekaligus bertindak sebagai
alat pernafasan.Setae adalah bulu-bulu yang melekat pada parapodia, yang membantu
polychaeta melekat pada substrat dan juga membantu mereka bergerak. Cacing kerang,
seperti Nereis adalah pemangsa yang aktif.Banyak yang memiliki kepala yang berkembang
baik, dengan rahang bagus, mata dan organ peraba lainnya.
2. Oligochaeta
Oligochaeta (dalam bahasa yunani, oligo = sedikit, chaetae = rambut kaku) yang
merupakan annelida berambut sedikit. Oligochaeta tidak memiliki parapodia, namun
memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.Contoh :Oligochaeta yang paling terkenal
adalah cacing tanah.Jenis cacing tanah antara lain adalah cacing tanah Amerika
(Lumbricus terrestris), cacing tanah Asia (Pheretima), cacing merah (Tubifex), dan cacing
tanah raksasa Australia (Digaster longmani).Cacing ini memakan oarganisme hidup yang
ada di dalam tanah dengan cara menggali tanah.Kemampuannya yang dapat menggali

3 | Avertebrata Air _ Annelida

bermanfaat dalam menggemburkan tanah.Manfaat lain dari cacing ini adalah digunakan
untuk bahan kosmetik, obat, dan campuran makan berprotein tinggi bagi hewan ternak.
Oligochaeta contohnya adalah cacing tanah, yang cenderung memiliki sedikit chaetae
yang bergerombol secara langsung dari tubuhnya.Cacing tanah memiliki kepala atau
parapodia yang kurang berkembang.Pergerakannya dengan gerak terkoordinasi dari otototot tubuh dibantu dengan chaetae.
Cacing tanah tinggal dalam tanah lembab, karena badan yang lemnan digunakan
untuk pertukaran udara.Cacing tanah adalah pemakan sampah yang mengekstraks sisa-sisa
bahan organic dari tanaha yang dimakan.Faring berotot menarik makanan ke mulut,
makanan yang sudah dicerna disimpan di tembolok lalu ke rempela.
Sistem pembuangan (ekskresi) berupa tabung nephridia bergelung di setiap segmen dengan
dua lubang; satu corong bersilia yang mengumpulkan cairan coelom, dan satu lainnya
adalah lubang keluar tubuh.Antar dua lubang itu, tabung nephridia membuang zat sampah
dari saluran peredaran darah.Darah merah bergerak ke arah dengan sebuah pembuluh darah
dorsal dan dipompa oleh lima pasang jantung (lengkung aorta) menuju pembuluh ventral.
Cacing tanah bersifat hermaphrodit, memilliki testis dengan saluran semen, dan ovarium
dengan penerima semen.Perkawinan dilakukan dengan melibatkan dua cacing yang saling
parallel dalam posisi berlawanan dan saling bertukar sperma.Setiap cacing memiliki
klitellum yang mengeluarkan lendir, untuk melindungi sperma dan telur dari kekeringan.
3. Hirudinea
Hirudinea merupakan kelas annelida yang jenisnya sedikit.Hewan ini tidak memiliki
arapodium maupun seta pada segmen tubuhnya.Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 30
cm.Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing.Pada anterior dan
posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak.Sebagian
besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya.Inangnya
adalah vertebrata dan termasuk manusia.Hirudinea parasit hidup denga mengisap darah
inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti
siput. Contoh Hirudinea parasit adalah Haemadipsa (pacet) dan hirudo (lintah). Saat
merobek atau membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit),
sehingga korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan.Setelah ada lubang, lintah akan
mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin.Dengan zat tersebut lintah dapat
mengisap darah sebanyak mungkin.

3 | Avertebrata Air _ Annelida

Kelas Hirudinea contohnya lintah.Kebanyakan tinggal di air tawar, tetapai ada yang di
laut atau daratan.Setiap gelang tubuh memiliki beberapa alur mendatar.Lintah
memunculkan pengisap anterior kecil sekitar mulutnya dan pengisap posterior yang
besar.Meskipun beberapa diantaranya adalah predator yang hidup bebas, kebanyakan
adalah pemakan cairan.Pengisap darah dapat mencegah penggumpalan darah dengan zat
hirudin yang dikeluarkan dari ludah.
2.3 MORFOLOGI
Ciri-ciri Umum
Ciri umum yang tergolong filum Annelida dapat diuraikan sebagai berikut:

Tubuhnya simetris bilateral, silindris,


dan bersegmen segmen serta pada
permukaan tubuh terdapat sederetan

dinding tipis atau sekat sekat.


Saluran pencernaan makanan dan
mulut terletak pada bagian depan
(muka), sedangkan anus di bagian

belakang.
Mempunyai rongga tubuh (coelom)

yang berkembang dengan baik.


Mempunyai peredaran darah tertutup
dan

darahnya

mengandung

hemoglobin.

Respirasi: epidermis permukaan kulit

(difusi) dan insang (pada polychaeta)

Reproduksi:

-seksual/genertif: konjugasi

Ciri-ciri umum yang dimiliki anggota filum Annelida menurut Kastawi (2005) adalah :
1. Tempat hidup air tawar, air laut dan darat. Sebagian ada yang bersifat parasit
(merugikan karena menempel pada inangnya).
2. Simetri tubuhnya bilateral simetris karena sudah ada punggung di dorsal dan Sisi
Perut ( ventral)
3. Sistem saraf terdiri dari ganglion otak dihubungkan dengan tali saraf yang
memanjang sehingga berupa tangga tali.
4. Alat eksresi disebut nephridium.
3 | Avertebrata Air _ Annelida

5. Respirasi

dengan
menggunakan
epidermis

pada

seluruh

permukaan tubuh

dan

berlangsung

secara

difusi.
peredaran

Sistem
darah

tertutup.
6. Hewan ini bersifat hermafrodit dan memiliki klitelum sebagai alat kopulasi.
7. Alat pencernaan makanan sempurna mulai dari mulut, saluran pencernaan dan
anus.
8. Mulut dilengkapi gigi kitin yang berada di ujung depan sedangkan anus berada di
ujung belakang.
9. Ruas tubuhnya (segmen) disebut Metameri
10. Metameri merupakan bentuk segmen-segmen yang antara segmen itu memiliki
organ-organ yang sama.
11. Organ-organ yang dimiliki pada setiap segmennya sama itu antara lain alat ekskresi
(nefridium) lubang reproduksi, otot dan pembuluh darah , Sistem pencernaan
lengkap/sempurna.
12. Sistem peredaran darah tertutup.
13. Klasifikasi Annelida ini didasarkan atas tidaknya seta / rambut / parapodium yang
ada di permukaan tubuhnya.
14. Tubuh tertutup oleh kutikula yang licin yang terletak di atas epithelium yang
bersifat glanduler.
Struktur Tubuh Annelida
(a) struktur tubuh tembus pandang Annelida,
(b) potongan melintang tubuh Annelida,
(c) bagian system pencernaan di dekat kepala.

3 | Avertebrata Air _ Annelida

Annelida adalah hewan triploblastik yang sudah mempunyai rongga sejati sehingga
disebut triploblastik selomata.Annelida memiliki sistem peredaran darah tertutup, dengan
pembuluh darah memanjang sepanjang tubuhnya serta bercabang-cabang di setiap
segmen.Annelida mempunyai bentuk tubuh simetri bilateral, dengan tubuh beruas-ruas dan
dilapisi lapisan kutikula. Cacing ini terbagi sesuai dengan ruas-ruas tubuhnya dan satu
sama lain dibatasi dengan sekat (septum). Meskipun demikian, antara ruas satu dan lainnya
tetap berhubungan sehingga terlihat bentuk seperti cincin yangterkoordinasi.Sistem saraf
annelid terdiri dari sebuah otak yang terhubungan denganserabut saraf ventral, dengan
sebuah ganglion di setiap segmen.Annelida memiliki sistem pencernaan yang lengkap
termasuk faring, lambung, usus, dan kelenjar pencernaan. Pengeluaran dengan nefridia di
setiap segmen mengumpulkan zat sampah dari coelom dan mengekskresikannya keluar
tubuh.
2.4 SISTEM PENCERNAAN

mulut faring esofagus usus anus


Annelida sudah mempunyai alat pencernaan makanan, mereka mencerna makanannya
secara ekstraseluler. Sistem pencernaan annelida sudah lengkap, terdiri dari mulut, faring,
esofagus (kerongkongan), usus, dan anus. Mulut dilengkapi gigi kitin yang berada di ujung
depan sedangkan anus berada di ujung belakang.
Makanan diambil melalui mulutnya. Makanan di dalam esophagus tercampur dengan
cairan hasil sekresi kelenjar kapur (calciferous glands) yang terdapat pada dinding
esophagus itu. Dari esophagus, makanan terus masuk ke dalam proventriculus yang
merupakan tempat penyimpan makanan yang bersifat sementara.

3 | Avertebrata Air _ Annelida

Selanjutnya, makanan masuk ke dalam ventriculus. Disini makanan dicerna menjadi


partikel-partikel halus. Dari ventriculus, partikel makanan ini masuk ke dalam intestin. Di
dalam intestine, makanan akan dicerna lebih lanjut sehingga menjadi substansi-substansi
yang lebih kecil, yang dapat diabsorbsi oleh dinding intestine tersebut. Dinding intestin
mengandung kelenjar-kelenjar yang menghasilkan enzim-enzim. Karena pengaruh enzimenzim ini, partikel-partikel makanan tadi dicernakan menjadi monosakarida, asam lemak
dan gliserol, dan asam amino yang siap untuk diabsorbsi. Senyawa-senyawa tersebut
diabsorbsi oleh dinding intestin dan selanjutnya bersama-sama dengan sirkulasi darah
diangkut ke seluruh bagian-bagian tubuh.
2.5 SISTEM EKSRESI

Struktur nefridia pada Annelida

Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan
nefrotor. Nefridia (tunggal nefridium) merupakan organ ekskresi yang terdiri dari
saluran. Nefrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. Nefrotor merupakan pori
permukaan tubuh tempat kotoran keluar. Terdapat sepasang organ ekskresi tiap segmen
tubuhnya. Nefridia = organ dalam segmen yang mengumpulkan sisa-sisa cairan & keluar
melalui nephridiofor.
Sepasang metanifridium berentuk tabung yang terdapat disetiap segmen tubuhnya.
Ujung yang terdapat dalam segmen, terbuka dan berbentuk corong bersilia, disebut
nefrostom. Ujung lain lainnya yang bermuara ke luar tubuh disebut nefridiofor.

3 | Avertebrata Air _ Annelida

Pada nefrostom terdapat gulungan tubulus (tabung) dan bagian yang menggelembung.
Nefridiofor dilewati materi-materi yang dikeluarkan oleh bagian yang menggelembung
dari nefrostom tersebut. Gulungan tubulus nefrostom diselubungi pembuluh-pembuluh
darah yang membentuk jaringan.
Materi-materi keluar dari cairan tubuh anterior menuju nefridium lewat nefrostom yang
terbuka. Akan tetapi, beberapa materi penting (air dan makanan) diikat langsung oleh selsel pada gulungan tubulus dan menembus pembuluh darah di sekitar tubulus yang
kemudian disirkulasikan lagi. Saat cairan bergerak di sepanjang tubulus. Garam-garam
yang keluar dari tubulus ini diabsorpsi oleh darah dalam kapiler pembuluh darah yang
menyelubungi tubulus. Urin yang dikeluarkan oleh cacing tanah berbentuk cair dan
mencapai 60% dari berat tubuh
2.6 SISTEM SYARAF
Sistem saraf Annelida adalah sistem saraf tangga tali. Terdiri dari ganglion otak
dihubungkan dengan tali saraf yang memanjang sehingga berupa tangga tali. Ganglia otak
terletak di depan faring pada anterior. Susunan syaraf terdiri atas anterior, dorsal ganglionic
mass, disebut otak. Atau sebuah benang syaraf yang panjang dengan ganglionic swelling
dan syaraf lateral pada tiap ruas.
- Cincin ganglia dihubungkan oleh tali saraf ventral
- Ganglia = seperti kantong yang merupakan pembesaran dari jaringan saraf,
membentuk otak
- Tali saraf = sel-sel yang memanjang tubuh & mengandung impuls-impuls saraf
2.7 SISTEM REPRODUKSI
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet.Namun
ada juga yang bereproduksi secara aseksual yaitu fregmentasi, yang kemudian
beregenerasi.Organ seksual annelida ada yang menjadi satu dengan individu (hermafrodit)
dan ada yang terpisah pada individu lain (gonokoris).

3 | Avertebrata Air _ Annelida

2.8 SISTEM RESPIRASI


Respirasi yang terjadi pada Annelida dengan cara aerob, O2 & CO2 berdifusi via kulit
menggunakan epidermis pada seluruh permukaan tubuh, namun ada juga yang
menggunakan insang pada polychaeta. Hanya terjadi ketika kulit dalam kondisi lembab.
2.9 SISTEM PEREDARAN DARAH / SIRKULASI
Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem peredaran darah
tertutup. Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna merah. Pembuluh darah
yang melingkari esofagus berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.
-

Lengkung aorta: lima tabung seperti jantung yang memompa darah ke dalam dua

tabung utama sepanjang tubuh.


-

Darah: subtansi cair yang mengedarkan makanan & membawa sisa-sisa makanan.
Darah terdiri atas bagian cair yang disebut plasma, dan sel-sel darah atau

korpuskula. Korpuskula terdapat di dalam plasma darah. Eritrosit mengandung hemoglobin


yang mempunyai kemampuan mengikt oksigen. Pembuluh-pembuluh darah terdiri atas
aorta dorsalis, aorta ventralis.
Aorta dorsalis terletak di sebelah dorsal saluran pencernaan dan mudah terlihat dari
luar pada cacing yang hidup sebab kulit tubuh cacing sedikit transparent. Aorta ventralis
terletak di sebelah ventral saluran pencernaan dan di sebelahdorsal truncus nervosus.
Pada saat darah mengalir menuju ke kulit, hemoglobin mengikat CO 2 , CO2 keluar
melalui kulit sedangkan O2 dari udara masuk ke dalam tubuh cacing tanah melalui kulit dan
bersenyawa dengan hemoglobin, membentuk oxyhemoglobin.
3 | Avertebrata Air _ Annelida

2.10 HABITAT dan EKOLOGI


Sebagian besar Annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit
(merugikan karena menempel pada inangnya) dengan menempel pada vertebrata, termasuk
manusia. Habitat Annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan tawar, dan juga ada
yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab. Annelida hidup di berbagai
tempat dengan membuat liang sendiri.
Cacing-cacing yang termasuk dalam Filum ini, hidup di dalam tanah yang lembab,
dalam laut, dan dalam air. Pada umumnya Annelida hidup bebas, ada yang hidup dalam
liang, beberapa bersifat komensal pada hewan-hewan aquatis, dan ada juga yang bersifat
parasit pada Vertebrata. Di samping tubuhnya bersegmen, juga tertutup oleh kutikula yang
merupakan hasil sekresi dari epidermis dan sudah ada rongga tubuh (Kastawi, 2005: 155).
2.11KEKHUSUSAN dari JENIS SPESIES

3 | Avertebrata Air _ Annelida

Phylum Annelida dibedakan dalam tiga kelas yang didasarkan pada jumlah seta yang
dimiliki oleh spesies-spesies dalam phylum ini, yakni Polychaeta, Oligochaeta dan
Hirudinae.
1. Kelas Polychaeta
a. Ciri-ciri Umum
Polychaeta (poly= banyak; setae= bulu-bulu kaku) mencakup jenis-jenis cacing yang
memiliki banyak bulu-bulu kaku (setae) pada tubuhnya. Ciri utama yang dimiliki oleh
Polycharta adalah sebagai berikut.
1.
2.
3.
4.
5.

Kepala memiliki tentakel, mata dan mulut


Panjang tubuh berkisar antara 5-10 cm dan diameter 2-10 mm.
Setiap somit dengan sepasang parapodia.
Kelamin terpisah (gonad tidak permanen).
Memiliki larva trokofor.

Struktur tubuh Polychaeta

b. Contoh Spesies
1. Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum

: Annelida

Classis

: Polychaeta

Ordo

: Ophistophora

Familia

:Nereisidae

Genus

: Nereis

Species

: Nereis virens
(Marshall, 1972)

3 | Avertebrata Air _ Annelida

Nereis virens ( kelabang laut)


2. Habitat
Nereis virens hidup dalam liang yang biasanya berupa liang pasir. Hewan ini
membenamkan diri dalam pasir dan hanya kepalanya yang ditonjolkan keluar. Selain itu,
hewan ini juga dapat ditemukan berenang-renang dalam air laut.
Cacing laut (Nereis sp.) banyak ditemui di pantai, sangat banyak terdapat pada pantai
cadas, paparan lumpur dan sangat umum ditemui di pantai pasir. Beberapa jenis hidup di
bawah batu, dalam lubang lumpur dan liang di dalam batu karang, dan ada juga yang
terdapat pada air tawar sampai 60 km dari laut, seperti di Bogor. Cacing tanah (L.
terestris) kebanyakan terdapat di air tawar, beberapa di air tawar , di laut, air payau dan
darat. Jenis akuatik umumnya terdapat pada daerah dangkal yang kurang dari 1 m,
beberapa membuat lubang dalam lumpur, atau sebagai aufwuchus pada tumbuhan air yang
tenggelam, adapula yang membuat selubung menetap atau yang dapat dibawa-bawa
(Suwignyo, 2005).
3. Ciri Morfologi
Tubuh Nereis virens terdiri atas somit-somit eksternal dan interla serta berbentuk
pipih. Caput terlihat jelas serta memiliki badan yang tertutup oleh kutikula dan memiliki
sejumlah besar seta. Pada bagian lateral dari hewan ini terdapat parapodium yang
digunakan dalam respirasi dan sebagai alat gerak. Tiap-tiap parapodium mmempunyai dua
tonjolan, yakni notopodium di bagian doral dan neuropodium di bagian ventral.
Bentuk morfologi dan anatomi pada cacing laut sangat beragam. Umumnya
berukuran 5-10 cm dengan diameter 2-10 mm. Pada tiap sisi lateral ruas tubuhnya kecuali
kepala dan bagian ujung posterior, terdapat sepasang parapodia dengan sejumlah besar
setae yang terdiri atas notopodium dan neuropodium, masing-masing disangga oleh sebuah
batang khitin yang disebut acicula. Pada notopodium terdapat cirrus dorsal dan pada
neuropodium terdapat cirrus ventral. Bentuk parapodia dan setae pada setaip jenis tidak
sama. Pada prostomium terdapat mata, antena dan sepasang palp (Suwignyo, 2005).
4. Anatomi
a. Sistem Muscular dan Gerak
Sistem muscular Nereis virens terletak di bawah epidermis dan terdiri dari dua
lapisan, yakni stratum cyrculare di bagian luar dan stratum longitudinal pada bagian
dalam. Nereis virens juga memiliki lapisan otot pada dinding intestinum. Hewan ini
bergerak dengan menggunakan parapodia.
3 | Avertebrata Air _ Annelida

b. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan pada Nereis virens terdiri atas rongga mulut yang memiliki
rahang yang bersifat kitin dan pharynx yang bersifat muskuler, esophagus, ventriculus,
intestinum dan anus. Nereis virens berrsifat carnivore.
c. Sistem Peredaran darah
Sistem peredaran darah terdiri atas pembuluh darah dorsal dan pembulkuh darah
ventral. Pembuluh darah ini dihubungkan dengan pembuluh darah transversal pada
tiap segmen. Darah mengandung hemoglobin sehingga berwarna merah.
d. Sistem Respiratorium
Nereis virens bernapas dengan kulitnya.

Pertukaran gas berlangsung

melalui

kulitnya yang tipis dan menganding banyak pembuluh-pembuluh kapiler. Respirasi


terjadi secara difusi, diman oksigen masuk dan karbondioksida keluar dari tubuh.
Pertukaran ini dipacu oleh perbedaa konsentrasi kedua gas tersebut di dalam dan di
luar tubuh.
e. Sistem Ekskretorium
Sistem eskresi berupa sepasang nefridium pada tiap segmen. Setiap nefridiuum
terdiri ats sinsitium dariprotoplasma yang mengandung tubulus nefridium yang
panjangberkelok-kelok dan mengandung silium. Tubulus ini menembus septum yangt
berhubungan dengan nefrostom pada sisi anterior septum dan nefridospor pada sisi
posterior septum.
f. Sistem saraf
System saraf terdiri atas otak, konektif faringeal, tali saraf ventral,dan sepasang
ganglion pada tiap somit, yang melepaskan sepasang saraf lateral.
g. Sistem Reproduksi
Nereis virens bersifat diesius, dimana alat kelamin jantan dan betina terpisah.
Gonad hanya berkembang pada musim perkawinan. Gonad terdapat pada semua
segmen,kecuali pada bagian ujung anterior badan. Ova dan spermatozoa terdapat di
bagian tepi selom.
3 | Avertebrata Air _ Annelida

Reproduksi pada Cacing laut (Nereis sp.), terjadi baik secara aseksul maupun
seksual. Reproduksi seksual terjadi dengan cara pertunasan dan pembelahan, namun
kebanyakan hanya melakukan reproduksi secara seksual saja dan biasanya pada
dioecious. Pada dasarnya hampir semua menghasilkan gamit, namun pada beberapa
jenis hanya beberapa ruas saja. Pada beberapa jenis cacing dengan gamit yang telah
matang akan berenang menjadi cacing pelagis, setelah tubuhnya koyok-koyok dan
gamit berhamburan di air laut maka cacing tersebut mati, pembuahan terjadi di air laut
(Suwignyo, 2005)

Contoh Spesies Lainnya :

Cacing kipas (Fanworm) Sabellastarte indica

Marphysa sanguine

Eunice viridis (cacing palolo)

2. Kelas Oligochaeta
a. Ciri-Ciri Umum
3 | Avertebrata Air _ Annelida

Oligochaeta berasal dari kata olygosyang berarti sedikit dan chaeta yang berarti
rambut. Oligochaeta memilikisedikit rambut pada tiap ruas-ruas tubuhnya serta tidak
memiliki parapodia. Ciri-ciri umum dari kelas Oligochaeta adalah sebagai beri kut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Badan panjang, silindris dengan ujung memipih


Terdapat prostomium pada ujung anterior
Memiliki segmen-segmen
Memiliki klitelium pada segmen 31 sampai 37.
Tubuh ditutupi oleh kutikula
Hidup di tanah lemba atau air tawar
Memiliki sedikit seta

b. Contoh Spesies:
Lumbricus terrestris (cacing tanah)
1. Klasifikasi
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Annelida

Classis

: Oligochaeta

Ordo

: Ophistophora

Familia

: Ophistophoridae

Genus

: Lumbricus

Species

Lumbricus

terrestris

(Marshall, 1972)
2. Habitat
Lumbricus terrestris hidup pada tanah yang lembab dengan membuat liang dalam
tanah. Hewan ini biasanya hidup di tempat-tempat yang teduh dan terlindung dari sinar
matahari secara langsung. Pada keadaan normal, mereka akan keluar di permukaan tanah
pada malam hari. Namun, mereka juga dapat keluar ke permukaan pada siang hari
terutama pada waktu setelah hujan, seringkali sampai sedalam 8 kaki dan dalam keadaan
ini beberapa cacing seringkali terdapat melingkar bersama-sama, dengan di atasnya
terdapat lapisan tanah yang bercampur dengan lendirnya.
3. Ciri Morfologi
Bentuk tubuh Lumbricus terrestris panjang, silindris dan pada 2/3 bagian
posteriornya memipih secara dorsoventral, Tubuh bersegmen-segmen. Secara morfologis,
hewan ini berwarna merah sampai biru kehijauan pada sisi dorsal. Pada sisi ventral
berwarna lebih pucat, umumnya merah jambu atau atau kadang-kadang putih. Mulut
3 | Avertebrata Air _ Annelida

terletak pada bagian ujung anterior. Pada segmen 32 sampai 37 terdapat penebalan kulit
yang dikenal sebagai klitelium. Pada setiap segmen terdapat 4 pasang setae, kecuali pada
segmen pertama dan terakhir.
Pada permukaan tubuh cacing tanah terdapat beberapa lubang muara keluar dari
berbagai alat atau organ di dalam tubuh. Lubang-lubang tersebut ialah:
a) Mulut, berbentuk bulan sabit terletak di medio ventral segmen pertama
b) Anus, terletak pada segmen terakhir
c) Lubang muara keluar ductus spermaticus atau vas deferens, terletak pada segmen
ke-15
d) Lubang muara keluar oviduct, terletak pada segmen ke-14
e) Lubang muara keluar receptaculum seminalis berupa 2 pasang pori. Receptaculum
seminalis adalah tempat penyimpanan sperma
f) Pori dorsales merupakan lubang muara keluar coelom
g) Sepasang nephridiofor, merupakan lubang muara keluar dari saluran ekskresi dan
terletak pada tiap segmen, keculi segmen terakhir dan 3 segmen pertama.
4. Anatomi
a. Sistem Pencernaan
Alat pencernaan makanan pada cacing tanah terdiri atas rongga mulut, faring
berotot, esoffagus, tembolok, lambung otot usus dan anus.
Saluran pencernaan cacing tanah sudah lengkap, terdiri atas mulut, pharynx,
esophagus, proventriculus, ventriculus, intestine dan anus. Makanan cacing tanah terdiri
atas sisa-sisa hewan dan tanaman. Cacing tanah mencari makanannya di luar liang pada
saat malam hari. Makanan diambil melalui mulutnya. Makanan di dalam esophagus
tercampur dengan cairan hasil sekresi kelenjar kapur (calciferous glands) yang terdapat
pada dinding esophagus itu. Dari esophagus, makanan terus masuk ke dalam
proventriculus yang merupakan tempat penyimpan makanan yang bersifat sementara.
Selanjutnya, makanan masuk ke dalam ventriculus. Disini makanan dicerna
menjadi partikel-partikel halus. Dari ventriculus, partikel makanan ini masuk ke dalam
intestin. Di dalam intestine, makanan akan dicerna lebih lanjut sehingga menjadi substansisubstansi yang lebih kecil, yang dapat diabsorbsi oleh dinding intestine tersebut. Dinding
intestin mengandung kelenjar-kelenjar yang menghasilkan enzim-enzim. Karena pengaruh
enzim-enzim ini, partikel-partikel makanan tadi dicernakan menjadi monosakarida, asam
lemak dan gliserol, dan asam amino yang siap untuk diabsorbsi. Senyawa-senyawa
tersebut diabsorbsi oleh dinding intestin dan selanjutnya bersama-sama dengan sirkulasi
darah diangkut ke seluruh bagian-bagian tubuh.
3 | Avertebrata Air _ Annelida

b. Sistem sirkulasi
Sistem sirkulasi terdiri dari pembuluh darh dorsal yang mengalirkan darah kea rah
anterior dan pembuluh darah median yang tak berkontraksi mengalirkan darah kea rah
posterior. Di daerah esophagus terdapat lima pasang cabang-cabang aorta dorsalisyang
membesar yang berfungsi sebagai cor pada hewan tingkat tinggi. Cor ini mengelilingi
esophagus dan berhubungan dengan aorta ventralis. Selain pembuluh darah dorsal dan
ventral, juga terdapat 2 pembuluh darah lateral truncus nervosus dan1 pembuluh darah di
sebelah ventral dari truncus nervosus.
Sistem peredaran darah cacing tanah adalah sistem peredaran darah tertutup. Darah
terdiri atas bagian cair yang disebut plasma, dan sel-sel darah atau korpuskula. Korpuskula
terdapat di dalam plasma darah. Eritrosit mengandung hemoglobin yang mempunyai
kemampuan mengikat oksigen. Pembuluh-pembuluh darah terdiri atas aorta dorsalis, aorta
ventralis.
Aorta dorsalis terletak di sebelah dorsal saluran pencernaan dan mudah terlihat dari
luar pada cacing yang hidup sebab kulit tubuh cacing sedikit transparent. Aorta ventralis
terletak di sebelah ventral saluran pencernaan dan di sebelahdorsal truncus nervosus.
Pada saat darah mengalir menuju ke kulit, hemoglobin mengikat CO 2 , CO2 keluar
melalui kulit sedangkan O2 dari udara masuk ke dalam tubuh cacing tanah melalui kulit dan
bersenyawa dengan hemoglobin, membentuk oxyhemoglobin.
c. Sistem Nervosum / Syaraf
Sistem saraf cacing tanah, terletak di sebelah dorsal pharynx di dalam segmen yang
ke 3 dan terditi atas :
a. Ganglion cerebrale, yang tersusun atas 2 kelompok sel-sel saraf dengan comissura,
terletak di sebelah dorsal pharynx, di dalam segmen ke 3
b. Berkas saraf ventralis dengan cabang-cabangnya.
Dari tiap kelompok sel-sel tersebut terdapat saraf-saraf yang terinnervasi daerah
mulut dan berpangkal pada ujung anterior tiap kelompok sel tersebut dan cabang saraf
yang menuju ke ventral dan melingkari pharynx.

3 | Avertebrata Air _ Annelida

d. Sistem Ekskresi
Sistem eskresi pada cacing tanah berupa nefridium. Pada tiap segmen terdapat
sepasang nefridia, kecuali tiga segmen pertama dan terakhir. Tiap nefridium terdiri atas
nefrostoma dan nefridiosphore.
Alatekskresicacingtanahadalahsepasangmetanifridiumberentuktabungyang
terdapatdisetiapsegmentubuhnya.Ujungyangterdapatdalamsegmen,terbukadan
berbentukcorongbersilia,disebutnefrostom.Ujunglainlainnyayangbermuarakeluar
tubuhdisebutnefridiofor.
Padanefrostomterdapatgulungantubulus(tabung)danbagianyang
menggelembung.Nefridiofordilewatimaterimateriyangdikeluarkanolehbagianyang
menggelembungdarinefrostomtersebut.Gulungantubulusnefrostomdiselubungi
pembuluhpembuluhdarahyangmembentukjaringan.
Materimaterikeluardaricairantubuh
anteriormenujunefridiumlewat
nefrostomyangterbuka.Akantetapi,
beberapamateripenting(airdan
makanan)diikatlangsungolehselsel
padagulungantubulusdanmenembus
pembuluhdarahdisekitartubulusyang
kemudiandisirkulasikanlagi.Saat
cairanbergerakdisepanjangtubulus.Garamgaramyangkeluardaritubulusinidiabsorpsi
olehdarahdalamkapilerpembuluhdarahyangmenyelubungitubulus.Urinyang
dikeluarkanolehcacingtanahberbentukcairdanmencapai60%dariberattubuh.
e. Sistem respirasi
3 | Avertebrata Air _ Annelida

Cacing tanah berpas dengan kulitnya karena kulit pada hewan ini tipis, selalu
lembab dan banyak mengandung kapiler pembuluh darah.
f. Sistem reproduksi
Cacing tanah (Lumbricus terrestris) bersifat hermafrodit. Sepasang ovarium
menghasilkan ovum dan terletak pada segmen ke-13. Testis terdapat pada rongga yang
dibentuk oleh dinding-dinding vesicular seminalis.Duktus spermaticus keluar dari sisi
caudal testis dan keluar pada segmen ke- 15. Walaupun cacing tanah bersifat
hermafrodit,namun tidak dapat melakukan perkawinan sendiri karena tidak adanya saluran
yang menghubungkan organ reproduksi jantan dan betina.
g. Sistem Gerak
Dinding tubuh cacing tanah mempunyai 2 lapis otot, yaitu : stratum circulare
(lapisan otot sebelah luar) dan stratum longitudinal (lapisan otot sebelah dalam). Jika
musculi ini berkontraksi akan menimbulkan gerakan menggelombang dari cacing tanah itu
sehingga ia bergerak.
Dinding intestine juga mempunyai otot, yaitu stratum longitudinal. Jika otot ini
berkontraksi, akan menimbulkan gerak peristaltic yang dapat mendorong makanan dalam
saluran pencernaan dan mendorong keluar sisa-sisa pencernaan.
Setae digerakkan oleh 2 berkas otot, yaitu : musculus protactor, yang mendorong
setae keluar, dan musculus retractor yang menarik kembali setae masuk ke dalam
rongganya. Kedua berkas musculi ini melekat pada ujung-ujung dalam dari setae. Jadi
cacing tanah bergerak dengan setae dan kontraksi otot-otot dinding tubuh.
Contoh spesies lainnya :

Pheretima sp.( cacing tanah Asia )

Tubifex tubifex (cacing air / cacing merah)

3 | Avertebrata Air _ Annelida

Digaster longmani ( cacing tanah raksasa Australia )


3. Kelas Hirudinae
a. Ciri-Ciri Umum
Hirudinea meliputi jenis cacing yang tidak memiliki seta dan hidup di air ataupun
daratan. Ciri-ciri umum dari kelas ini adalah sebagai berikut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tidak memiliki seta (bulu-bulu kaku)


Habitat perairan maupun daratan
Hidup sebagai predator atau parasit
Memiliki tali saraf sentral dengan ganglion segmental
Nefridium dan gonad terdapat segmental
Tidak melewati tahap larva
Memiliki organ kopulatori dan lubang di daerah medioventral

b. Contoh Spesies:
Hirudo medicinalis ( Lintah )
1. Klasifikasi
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Annelida

Classis

: Hirudinea

Ordo

: Rhynchobdellida

Familia

: Rhynchobdellidae

Genus

: Hirudo

Species

: Hirudo medicinalis
(Sugiri, 1989: 103)

3 | Avertebrata Air _ Annelida

2. Habitat
Hirudo medicinalis

memiliki habitat di tanah lembab di daratan. Hewan ini

umumnya aktif pada malam hari. Namun, ia dapat pula aktif pada siang hari terutama jika
ada rangsangan mangsa.
3. Ciri Morfologi
Badan dari Hirudo medicinalis ketika istirahat berbentuk memanjang atau oval, dan
biasanya pipih dorsoventral. Tubuh hewan ini bersifat sangat fleksibel dan dapat
mengendur, berkerut ataupun melebar. Tubuh terdiri atas 34 somit. Dari luar tampak
adanya alur-alur transversal yang membagi segmen menjadi banyak annulus. Pada bagian
ujung posterior terdapat alat pengisap, bulat yang terbentuk dari tujuh somit. Dinding
tubuh diselimuti oleh kutikula otot dan otot diagonal yang sangat halus. Di bawah kutikula
terdapat epitel yang diantarai oleh kelenjar lendir.
4. Anatomi dan Fisiologi
a. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan terdiri atas mulut, faring otot dengan kelenjar uniseluler dan
biasanya mengandung belalai atau rahang tanduk, esophagus yang pendek, tembolok yang
panjang dengan 20 pasang kantung lateral atau sekum, usus, rectum yang pendek, dan anus
yang bermuara di bagian dorsal di muka alat pengisap posterion.
b. Sistem Sirkulasi
Sistem peredaran terdiri atas sinus dorsal, ventral dan dua sinus

lateral yang

dihubungkan secara menyilang. Sinus dorsal terdapat pada sisi dorsal saluran pencernaan.
Sinus lateral terdapat di daerah lateral saluran pencernaan dan sinus ventral terletak di8
bawah saluran pencernaan. Cairan homoecoel dalam sinus lateral dan dorsal mengalir dari
bagian posterior kea rah depan, sedangkan pada sinus ventral darah mengalir dari depan ke
posterior.
c. Sistem Respirasi
Pernapasan dilakukan secara difusi dengan menggunakan anyamana kapiler di
bawah epidermis .
d. Sistem Ekskresi
3 | Avertebrata Air _ Annelida

Sistem ekskresi berupa 17 pasang nefridium dengan cabang-cabang, atau


mempunyai nefrostom tertutup. Enam pasang nefridium terletak dalam segmen proteskel,
sedangkan lainnya terdapat segmen testikal. Limbah berupa ammonia dan sedikit urea.
e. Sistem Saraf
Sistem saraf terdiri atas sepasang ganglion dorsal, sepasang konektif yang
berhubungan dengan tali saraf ventral yang mempunyai ganglion segmen. Empat ganglion
di bagian depan dan tujuh pasang ganglion di bagian posterior menyatu.
f. Sistem Reproduksi
Lintah bersifat monoesius. Sistem reproduksi jantan meliputi 4-12 pasang testis di
bawah tembolok. Setiap testis berhubungan dengan vas deferns yang menujuu anterior,
yang bermuara di penis medial yang berhubungan dengan kelenjar aksesori. Alat kelamin
betina terdiri atas dua ovary, oviduk yang berhubungan dengan sebuah kelenjar albumin,
dan vagina medial bermuara di belakang porus jantan.

Contoh Spesies Lainnya :

Pacet (Haemadipsa picta)


2.12

NILAI EKONOMIS

a. Cacing tanah dapat menguraikan sampah sehingga dapat menyuburkan tanah,


karena membantu menghancurkan tanah dan membantu aerasi tanah..
3 | Avertebrata Air _ Annelida

b. Lintah menghasilkan zat hirudin atau zat antikoagulan atau zat anti pembekuan
darah.
c. Beberapa jenis Annelida dapat digunakan sebagai sumber protein hewani.
d. Sebagai penyeimbang ekosistem
e. Cacing tanah (Lumbricussp.) sebagai obat diare karena memiliki senyawa aktif
yang mampu melumpuhkan bakteri patogen, khususnya Eschericia coli penyebab
diare
f. Mengobati stroke, hipertensi, penyumbatan pembuluh darah (arterosklerosis)
karena memiliki enzim lumbrokinase yang dapat melarutkan penggumpalan darah
g. Bahan produk kosmetik yang memanfaatkan bahan aktif cacing sebagai substrat
pelembut kulit, pelembab wajah, dan antiinfeksi
h. Campuran makan berprotein tinggi bagi hewan ternak (Tubifex, Pheretima)
i. Obat tifus
j. Hirudomedicinalis(lintah), dalam bidang kedokteran zat hirudin digunakan untuk
mencegah proses pembekuan darah untuk membantu proses operasi.
k. Cacing Tubifex merupakan salah satu jenis pakan alami ikan yang hidup didasar
perairan tawar. Selain itu juga sebagai indicator pencemaran lingkungan karena
tubifex dapat hidup pada daerah dengan kadar oksigen rendah.
l. Eunice viridis(cacingpalolo) dan Lysidiceoele(cacing wawo) sebagai makanan yang
dikonsumsi oleh orang-orang di Kepulauan Maluku.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan

hasil pembahasan terhadap penelusuran literature, maka dapat

disimpulkan sebagai berikut :


Ciri utama dari phylum Annelida adalah tubuh yang simetri bilateral dan terdiri atas
sejumlah somit yang membentuk system metameri.
Annelida dibedakan dalam tiga kelas berdasarkan jumlah seta, yakni Polychaeta,
Oligochaeta dan Hirudinea.
Proses-proses fisiologis pada Annelida meliputi : sistem pencernaan terdiri atas
mulut, esophagus, tembolok, lambung, usus, rectum dan anus; system respirasi dengan
kulit yang mengandung kapiler darah, system ekskresi berupa nefridium, system saraf
3 | Avertebrata Air _ Annelida

berupa sepasang ganglion dengan serabbut saraf lateral, system peredaran berupa
pembuluh ventral, dorsal dan lateral serta system reproduksi secara seksual.
Annelida memiliki peranan sebagai penyeimbang ekosistem, penyubur tanah dan
sebagai sumber protein hewani.
3.2 Saran
Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa masih banyak
kekurangan yang perlu ditambah dan diperbaiki. Untuk itu penulis mengharapkan inspirasi
dari para pembaca dalam hal membantu menyempurkan makalah ini. Penulis berharap agar
dengan hadirnya makalah ini akan memberikan sebuah perubahan khususnya dunia
pendidikan.

3 | Avertebrata Air _ Annelida