Anda di halaman 1dari 14

Mutasi

Istilah mutasi pertama kali digunakan oleh Hugo de Vries, untuk


mengemukakan

adanya

perubahan

fenotipe

yang

mendadak

pada

bunga Oenothera lamarckiana dan bersifat menurun. Ternyata perubahan tersebut


terjadi karena adanya penyimpangan dari kromosomnya. Seth Wright juga
melaporkan peristiwa mutasi pada domba jenis Ancon yang berkaki pendek dan
bersifat menurun. Penelitian ilmiah tentang mutasi dilakukan pula oleh Morgan
(1910) dengan menggunakan Drosophila melanogaster (lalat buah). Akhirnya
murid Morgan yang bernama Herman Yoseph Muller berhasil dalam
percobaannya terhadap lalat buah, yaitu menemukan mutasi buatan dengan
menggunakan sinar X.
Peristiwa terjadinya mutasi disebut mutagenesis. Makhluk hidup yang
mengalami mutasi disebut mutan; dan faktor penyebab mutasi disebut mutagen
(mutagenik agent). Mutasi jarang terjadi secara alami, dan jika terjadi biasanya
merugikan bagi makhluk hidup mutannya. Misalnya mutasi buatan terhadap
semangka yang besarnya berlipat, namun gagal membentuk alat generatif.
Mutasi dapat terjadi pada tingkat DNA, Gen dan Kromosom
A. Mutasi Gen
Mutasi yang terjadi akibat terjadinya perubahan pasangan basa nitrogen
(basa N) pada DNA dikarenakan ikatan Hidrogen yang lemah, sehingga atomatom hidrogen dapat berpindah dari satu posisi ke posisi lain. Misalnya pada
keadaan tidak normal adenin berpasangan dengan sitosin dan timin dengan
guanin.
B. Mutasi Kromosom
Istilah mutasi pada umumnya digunakan untuk perubahan gen, sedangkan
perubahan kromosom yang dapat diamati dikenal sebagai variasi kromosom atau
aberasi.
KINASTY ARUM MELATI (061014100200)
P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 1

1. Mutasi kromosom terjadi karena perubahan jumlah kromosom


Mutasi ini melibatkan kehilangan atau penambahan perangkat kromosom
(genom) disebut euploid. Organisme yang kehilangan 1 set kromosomnya
disebut monoploid.

Organisme

yang

memiliki

lebih

dari

dua

genom

disebut poliploid. Sedangkan yang hanya terjadi pada salah satu kromosom dari
genom disebut aneuploid. Mutasi kromosom ini tidak melibatkan seluruh genom
yang berubah, melainkan hanya terjadi pada salah satu kromosom dari genom.
Disebut juga dengan istilah aneusomik.
2. Mutasi kromosom yang terjadi karena perubahan struktur kromosom
Mutasi karena perubahan struktur kromosom atau kerusakan bentuk
kromosom disebut juga dengan istilah aberasi.
Macam-macam aberasi dapat dijelaskan sbb :

Delesi atau defisiensi adalah mutasi karena kekurangan segmen


kromosom

Duplikasi adalah mutasi karena kelebihan segmen kromosom

Translokasi ialah mutasi yang mengalami pertukaran segmen

kromosom ke kromosom non homolog


Inversi ialah mutasi yang mengalami perubahan letak gen-gen, karena
selama meiosis kromosom terpilin

Isokromosom ialah mutasi kromosom yg terjadi pada waktu


menduplikasi-kan

diri,

pembelahan

KINASTY ARUM MELATI (061014100200)


P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 2

sentromernya

mengalami

perubahan arah pembelahan sehingga terbentuklah dua kromosom

yang masing-masing berlengan identik (sama)


Katenasi ialah mutasi kromosom yang terjadi pada dua kromosom
non homolog yang pada waktu membelah menjadi empat kromosom,
seling bertemu ujung-ujungnya sehingga membentuk lingkaran

Macam-macam inversi antara lain:


Inversi parasentrik terjadi pada kromosom yg tidak bersentromer
Inversi perisentrik ; terjadi pada kromosom yg bersentromer
Mutasi dapat terjadi secara Alami dan Buatan
a) Menurut tipe sel atau macam sel yang mengalami mutasi
1. Mutasi somatis yaitu mutasi yang terjadi pada sel-sel tubuh atau sel
soma. Mutasi somatis kurang mempunyai arti genetis
2. Mutasi Germina yaitu mutasi yang terjadi pada sel kelamin (gamet),
sehingga dapat diturunkan
b) Menurut sifat genetiknya
1. Mutasi dominan, terlihat pengaruhnya dalam keadaan heterozygot
2. Mutasi resesif, pada organisme diploid tidak akan diketahui selama
dalam keadaan heterozygot, kecuali resesif pautan seks
c) Menurut arah mutasinya
1. Mutasi maju atau forward mutations, yaitu mutasi dari fenotipe
normal menjadi abnormal
2. Mutasi balik atau back mutations, yaitu peristiwa mutasi yang dapat
mengembalikan dari fenotipe tidak normal menjadi fenotipenormal
d) Menurut kejadiannya
1. Mutasi alam atau mutasi spontan
Yaitu mutasi yang penyebabnya tidak diketahui. Mutasi ini terjadi di alam
secara spontan (alami), secara kebetulan dan jarang terjadi. Contoh mutagen alam
adalh sinar kosmis, radio aktif, dan sinar ultraviolet.
2. Mutasi buatan
Yaitu mutasi yang terjadi dengan adanya campur tangan manusia. Proses
perubahan gen atau kromosom secara sengaja diusahakan oleh manusia dengan

KINASTY ARUM MELATI (061014100200)


P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 3

zat kimia, sinar X, radiasi, dan sebaginya; maka sering disebut juga mutasi
induksi. Mutasi buatan dengan sinar X dipelopori oleh Herman Yoseph Muller
(murid Morgan) yang berkebangsaan Amerika Serikat (1890 - 1945). Muller
berpendapat bahwa mutasi pada sel soma tidak membawa perubahan, sedangkan
mutasi pada sel-sel generatif atau gamet kebanyakan letal dan membawa kematian
sebelum atau segera sesudah lahir. Selanjutnya pada tahun 1927 dapat diketahui
bahwa sinar X dapat menyebabkan gen mengalami ionisasi sehingga sifatnya
menjadi labil. Dan akhirnya mutasi buatan dilaksanakan pula dengan pemotongan
daun/ penyisipan DNA pada organisme-organisme yang kita inginkan. Mutanmutan buatan yang telah kita peroleh antara lain : anggur tanpa biji, tomat tanpa
biji, hewan atau tumbuhan poliploidi (misalnya kol poliploidi), Pamato
rhaphanobrassica (akar seperti kol, daun seperti lobak).
MUTAGEN
Secara garis besar, macam-macam mutagen dapat dibagi tiga, sebagai berikut:
1. Radiasi
Radiasi (penyinaran dengan sinar radioaktif); misalnya sinar alfa, beta,
gamma, ultraviolet dan sinar X. Radiasi ultra ungu merupakan mutagen penting
untuk organisme uniseluler. Radiasi alamiah berasal dari sinar kosmis dari
angkasa, benda-benda radioaktif dari kerak bumi, dll. Gen-gen yang terkena
radiasi, ikatannya putus dan susunan kimianya berubah dan terjadilah mutasi
2. Zat Kimia
Mutagen kimia yg pertama kali ditemukan ialah gas mustard (belerang
mustard) olehC. Averbach dan kawan-kawan. Beberapa mutagen kimia penting
lainnya ialah: gas metana, asam nitrat, kolkisin, digitonin, hidroksil amin, akridin,
dll. Zat-zat kimia tersebut dapat menyebabkan replikasi yg dilakukan oleh
kromosom yg mengalami kesalahan sehingga mengakibatkan susunan kimianya
berubah pula.
3. Temperatur
KINASTY ARUM MELATI (061014100200)
P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 4

Kecepatan mutasi akan bertambah karena adanya kenaikan suhu. Setiap


kenaikan temperatur sebesar 10oC, kecepatan mutasi bertambah 2 3 kali lipat.
Tetapi apakah temperatur merupakan mutagen, hal ini masih dalam penelitian para
ahli.
Mutasi pada manusia
Beberapa mutasi pada manusia yang diakibatkan bukan dari mutasi buatan
1. Sindrom Turner ditemukan oleh H. H. Turner tahun 1938
Ciri-ciri :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Kariotipe: 45 XO (44 autosom + 1 kromosom X) diderita oleh wanita


Tinggi badan cenderung pendek
Alat kelamin terlambat perkembangannya (infantil)
Sisi leher tumbuh tambahan daging
Bentuk kaki X
Kedua puting susu berjarak melebar
Keterbelakangan mental

2. Sindrom Klinefelter ; ditemukan oleh Klinefelter tahun 1942


a.
b.
c.
d.
e.
f.

Kariotipe : 47, XXY (kelebihan kromosom sex X) diderita oleh pria


Bulu badan tidak tumbuh
Testis mengecil, mandul (steril)
Buah dada membesar
Tinggi badan berlebihan
Jika jumlah kromosom X lebih dari dua, mengalami keterbelakangan
mental

3. Sindrom Jacob ditemukan oleh P.A. Jacobs tahun 1965


a.
b.
c.
d.

Kariotipe: 47, XYY (kelebihan sebuah kromosom sex Y) diderita oleh pria
Berperawakan tinggi
Bersifat antisosial, agresif
Suka melawan hukum

4. Sindrom Down ditemukan oleh Longdon Down tahun 1866


a. Kariotipe : 47, XX atau 47, XY
b. Mongolism, bertelapak tebal seperti telapak kera
KINASTY ARUM MELATI (061014100200)
P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 5

c.
d.
e.
f.

Mata sipit miring ke samping


Bibir tebal, lidah menjulur, liur selalu menetes
Gigi kecil-kecil dan jarang
IQ rendah ( 40)
Sintesis protein dikodekan dalam DNA, hanya terdapat empat macam basa

nukleotida untuk menspesifikasikan 20 asam amino. Aliran informasi dari gen ke


protein didasarkan pada kode triplet (triplet code): instruksi-instruksi genetic
untuk rantai polilpetida ditulis dalam DNA sebagai rangkaian kata tiga nukleotida
yang tidak tumpang tindih. Misalnya, triplet basa AGT diposisi tertentu pada
seuntai DNA menghasilkan penempatan asam amino serin pada posisi yang
bersesuaian dari polipeptida yang sedang dibuat. Untuk setiap gen, hanya satu dari
kedua untai DNA yang ditranskripsikan. Untaian ini disebut untai cetakan
(template strand) karena menyediakan pola, atau cetakan, untuk sekuens
nukleotida-nukleotida dalam transkrip RNA. Untai DNA tertentu merupakan untai
cetakan untuk beberapa gen disepanjang molekul DNA, sedangkan untuk gen-gen
lain untai komplementerlah yang berfungsi sebagai cetakan. Perlu diperhatikan
untuk suatu gen, untai yang sama digunakan sebagai cetakan setiap kali gen
tersebut ditranskripsi. Perpasangan serupa dengan yang terbentuk saat replikasi
DNA, hanya saja U, pengganti untuk T pada RNA, berpasangan dengan A, dan
nukleotida mRNA mengandung ribosa, bukan deoksiribosa. Seperti untai baru
DNA, molekul RNA disintesis dengan arah yang anti pararel terhadap untai
cetakan DNA. Misalnya triplet basa ACC pada DNA ( ditulis sebagai 3-ACC-5 )
menjadi cetakan untuk 5-UGG-3 pada molekul mRNA. Triplet basa mRNA
disebut kodon ( codon ), dan biasanya ditulis dengan arah 5-3. Dalam contoh
kita, UGG merupakan kodon untuk asam amino triptofan (Trp). Istilah kodon juga
digunakan untuk triplet basa disepanjang untai bukan cetakan (non template).
Kodon-kodon ini komplementer terhadap untai cetakan, dan dengan demikian
bersekuens identik dengan mRNA hanya saja mengandung T bukan U. (karena
alasan ini, untai DNA bukan cetakan, terkadang disebut untai pengode).
Saat translasi, sekuens kodon di sepanjang molekul mRNA diterjemahkan
atau ditranslasi, menjadi sekuens asam amino yang menyusun rantai polipeptida.
KINASTY ARUM MELATI (061014100200)
P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 6

Karena kodon merupakan triplet basa, jumlah nukleotida yang menyusun suatu
pesan genetik pastilah tiga kali lebih banyak daripada jumlah asam amino dalam
protein yang dihasilkan. Misalnya 300 nukleotida diperlukan disepanjang satu
untai mRNA untuk menodekan asam-asam amino dalam polipeptida yang
panjangnya 100 asam amino.
Kodon pertama kali dipecahkan pada tahun 1961 oleh Marshal
Nirenberg dan Mathei.

Mereka

melakukan

percobaan

menggunakan E.

coli dengan asam poli urasil. Menurut hasil percobaan tersebut, cetakan UUU
yang dibawa oleh mRNA, artinya adalah asam amino fenilalanin. Dengan cara
yang sama, triplet CCC diartikan sebagai prolin dan triplet AAA artinya asam
amino lisin. Pada kamus kode genetik terdapat 64 kombinasi triplet untuk 20 asam
amino. Jadi, terdapat asam amino tertentu melebihi triplet (kodon). Setiap triplet
disusun oleh 3 basa nitrogen. Rangkaian tiga basa nitrogen yang menyusun kode
disebut triple atau trikodon atau kodon. Rangkaian tiga basa nitrogen yang ada
pada DNA yang bertugas membuat kode-kode disebut kodogen (agen pengkode).
Dari 64 triplet hanya 61 triplet yang mengodekan asam amino (lihat tabel kodon) .
Ketiga kodon yang tidak mengodekan asam amino merupakan sinyal stop, atau
kodon terminasi, yang menandai akhir translasi. Perhatikan bahwa kodon AUG
berfungsi ganda: mengodekan asam amino metionin (Met) dan berfungsi sebagai
sinyal mulai, atau kodon inisiasi. Pesan-pesan genetik dimulai dengan kodon
mRNA, AUG, yang memberi sinyal pada mekanisme penyintesis protein untuk
mulai mentraslasikan mRNA pada lokasi itu. (karena AUG juga mengodekan
metionin, rantai polipeptida diawali oleh Metionin saat disintesis. Akan tetapi,
sejenis enzim mungkin akan segera menyingkirkan asam amino strarter dari rantai
tersebut.

Gen yang mengalami mutasi dalam suatu individu, tidak menonjolkan diri.

KINASTY ARUM MELATI (061014100200)


P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 7

1. Gen yang mengalami mutasi pada umumnya bersifat letal, sehingga tidak
dapat diamati. Biasanya individu akan mati sebelum dilahirkan atau
sebelum dewasa
2. Gen yang mengalami mutasi pada umumnya bersifat resesif, sehingga
dalam keadaan heterozigot belum dapat terlihat.
Macam-Macam Mutasi. Materi genetis pada suatu saat dapat mengalami
perubahan. Perubahan sifat keturunan secara umum disebut mutasi. Mutasi yang
menunjukkan fenotipe sedikit berbeda dari sifat normal menimbulkan variasi. Ada
dua macam variasi sebagai berikut.
a. Variasi genetis adalah variasi yang disebabkan oleh perubahan materi
genetis. Sifat ini akan diwariskan kepada keturunannya
b. Variasi lingkungan adalah variasi yang disebabkan oleh perubahan
lingkungan. Sifat ini tidak diwariskan kepada keturunannya.
Berdasarkan tempat terjadinya, perubahan materi genetis (mutasi) dibedakan
menjadi dua macam sebagai berikut:
a. Mutasi kecil (point mutation). Mutasi kecil adalah perubahan yang terjadi
pada susunan molekul gen (DNA), sedangkan lokus gennya tetap. Mutasi
jenis ini menimbulkan alela
b. Mutasi besar (gross mutation). Mutasi besar adalah perubahan yang terjadi
pada struktur dan susunan kromosom. Istilah khusus untuk mutasi
kromosom adalah aberasi.
Berdasarkan faktor penyebabnya, mutasi dapat dibedakan menjadi dua macam
sebagai berikut.
a. Mutasi alamiah (spontan) adalah mutasi yang terjadi dengan sendirinya atau
penyebabnya tidak diketahui secara pasti sehingga mutasi ini terjadi secara
spontan. Mutasi alam ini diduga disebabkan oleh sinar kosmis (proton,
KINASTY ARUM MELATI (061014100200)
P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 8

positron, photon), sinar radioaktif (uranium), sinar ultraviolet, dan radiasi


ionisasi internal, yaitu bahan radioaktif dalam suatu jaringan tubuh yang
berpindah masuk ke jaringan lainnya
b. Mutasi induksi (buatan). Mutasi buatan adalah mutasi yang terjadi akibat
campur tangan manusia. Mutasi buatan ini memang sengaja dibuat oleh
manusia untuk suatu kepentingan tertentu dan diambil manfaatnya. Mutasi
buatan ini merupakan awal dari lahirnya rekayasa genetika dalam
bidang bioteknologi. Mutasi buatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain pemakaian bahan radioaktif untuk memperoleh bibit unggul,
penggunaan radiasi peng-ion, pemakaian bahan kolkisin, dan penggunaan
sinar X. Penyebab terjadinya mutasi disebut mutagen. Mutagen dapat berasal
dari:
1. bahan fisika, misalnya radiasi yang dipancarkan oleh bahan radioaktif
2. bahan kimia, misalnya fenol, benz pyrene, metil cholauthrene, metil
Hg, pestisida, formaldehid, colchicine
3. bahan biologi, misalnya virus penyebab kerusakan kromosom. Virus
hepatitis menimbulkan aberasi pada darah dan tulang.
2. Mutasi Gen
Mutasi gen disebut juga mutasi titik. Mutasi ini terjadi karena perubahan
urutan basa pada DNA atau dapat dikatakan sebagai perubahan nukleotida pada
DNA. Sebuah protein yang disintesis tubuh berasal dari pembacaan tiga pasangan
basa (triplet). Masing-masing triplet merupakan kodon yang dibawa dari bagian
sense rantai DNA. Triplet merupakan suatu bacaan yang dimengerti oleh tubuh
sehingga dihasilkan asam amino. Mutasi gen dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
penggantian pasangan basa, insersi, dan delesi pasangan basa.
a. Penggantian Basa Nitrogen
Penggantian basa nitrogen adalah mutasi gen yang terjadi akibat
perubahan satu nukleotida dalam gen. Akibat perubahan satu nukleotida tersebut,
KINASTY ARUM MELATI (061014100200)
P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 9

pasangan tiga basa (triplet) yang merupakan kode genetik (kodon) akan berubah
pula. Kodon-kodon yang berbeda, namun dapat mengodekan satu asam amino
yang sama ini disebut kodon sinonim. Contohnya, jika satu gen memiliki kodon
UCA yang mengodekan asam amino serin mengalami mutasi gen akibat
penggantian basa nitrogen menjadi UCG. Pada penggantian basa ini, mutasi gen
tidak berpengaruh apa-apa karena kodon UCA dan UCG sama-sama mengodekan
asam amino serin.

Pada kasus lain, penggantian basa nitrogen dapat menyebabkan perubahan


rangkaian asam amino yang dihasilkan. Hal ini terjadi karena perubahan satu basa
tersebut menghasilkan kodon yang berbeda dalam mengodekan asam amino.
Contohnya, suatu gen dengan urutan basa nitrogen UCA ACG GAG
menghasilkan urutan asam amino serinthreonin-glutamin. Adanya penggantian
basa nitrogen adenin (A) oleh sitosin (C) menyebabkan perubahan asam amino
threonin menjadi prolin. Akibatnya, urutan asam amino yang terbentuk menjadi
serin-prolinglutama.
Pada contoh lain, perubahan satu basa nitrogen dapat menyebabkan perubahan
besar. Misalnya, perubahan basa guanin (G) pada triplet GAG yang mengodekan
asam amino glutamat, basa guanin (G) digantikan oleh basa urasil (U) menjadi
UAG. Perubahan ini menghasilkan kodon UAG yang merupakan stop kodon,
yaitu tanda dihentikannya proses translasi pada sintesis protein. Hal ini
menyebabkan berhentinya proses sintesis protein sebelum waktunya.
Mutasi ini menyebabkan pergeseran pembacaan pesan kode genetik.
Oleh karena itu, mutasi ini disebut juga mutasi pergeseran kerangka (frameshift
KINASTY ARUM MELATI (061014100200)
P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 10

mutation). Kejadian-kejadian yang menyangkut perubahan kromosom, sebagai


berikut.
a. Euploidi. Euploidi merupakan mutasi yang melibatkan pengurangan atau
penambahan dalam perangkat kromosom (genom). Jenis-jenis euploidi,
sebagai berikut:

1) Monoploidi
Organisme monoploidi memiliki satu genom (n kromosom) dalam
sel tubuhnya. Hal itu terjadi pada sebagian besar bakteri, fungi, alga,
lumut, dan serangga Hymenoptera. Organisme monoploidi kurang kuat
dan bersifat steril karena kromosom homolog tidak memiliki pasangan
selama meiosis
2) Diploidi
Organisme diploidi memiliki dua genom (2n kromosom) pada
setiap sel somatis. Keadaan ini sangat menunjang fertilitas, keseimbangan
pertumbuhan, adaptasi, dan kemampuan hidup
3) Poliploidi

KINASTY ARUM MELATI (061014100200)


P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 11

Organisme poliploidi memiliki kromosom lebih dari dua genom


(2n kromosom). Misal, triploid (3n), tetraploid (4n), dan pentaploid (5n).
Pengaruh poliploidi terhadap sel atau individu, antara lain:

terjadinya pertumbuhan raksasa

jumlah kandungan vitamin pada tumbuhan poliploidi lebih banyak

kesuburan atau fertilitas umumnya berkurang.

b. Aneuploidi. Aneuploid

merupakan

mutasi

kromosom

yang

tidak

melibatkan perubahan pada seluruh genom, tetapi terjadi hanya pada salah
satu kromosom dari genom. Beberapa macam aneuploidi sebagai berikut:
1) Monosomik
Monosomik adalah peristiwa hilangnya satu kromosom dari
sepasang kromosom homolog dengan rumus genom (2n 1), sehingga
menghasilkan dua jenis gamet, yaitu (n) dan (n1)
2) Nulisomik
Nulisomik adalah peristiwa hilangnya sepasang kromosom
homolog dengan rumus genom (2n2). Organisme yang mengalami
nulisomik menunjukkan ciri-ciri kurang kuat, kurang fertil, dan daya tahan
hidup rendah.
3) Trisomik
Trisomik adalah organisme diploid yang memiliki satu kromosom
ekstra atau tambahan dengan rumus genom (2n + 1), sehingga gamet yang
dihasilkan adalah (n + 1) dan (n).
4) Tetrasomik
KINASTY ARUM MELATI (061014100200)
P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 12

Jika satu pasang kromosom berada dalam tambahan seperangkat


kromosom organisme dengan rumus genom (2n + 2) disebut tetrasomik.
5) Trisomik ganda
Trisomik ganda, jika suatu organisme diploid dengan dua
kromosom yang berbeda masing-masing menghasilkan trisomik ganda
dengan rumus genom (2n + 1 + 1).
Berdasakan susunan basa nitrogennya, mutasi gen dapat dibedakan menjadi 2,
yaitu:

Hubungan Evolusi dan Mutasi


1. Variasi karena Rekombinasi
Variasi adalah penyebab evolusi yang sangat penting.Evolusi terjadi kalu
genotip dan fenotip sama-sama berubah, yaitu kalau genotip berubah tercermin
suatu fenotip yang berlainan. Perubahan genotip terjadi karena kombinasi gen
baru. Hal itu hanya mungkin kalau terjadi reproduksi secara seksual. Kalau
reproduksi seksual terjadi, berarti gen-gen kedua induknya direkombinasi untuk
membentuk genotip anak yang baru.
2. Variasi kepada Mutasi
Variasi yang ditimbulkan karena rekombinasi gen dapat menghasilkan genotip
organisme yang lebih kurang terbatas. Genotip yang dihasilkan hanya gabungan
dari bermacam macam gen kedua induknya, sehingga tidak menghasilkan gen
baru yang tertentu

KINASTY ARUM MELATI (061014100200)


P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 13

KINASTY ARUM MELATI (061014100200)


P .MIPA FKIP P. KIMIA Palembang 2010Page 14

Anda mungkin juga menyukai