Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN KEGIATAN

INTERNSHIP
F.5. PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR
DAN TIDAK MENULAR
VARICELLA

OLEH :
dr. Tika Martika Rini
Pembimbing:
dr. H.Syamsuddin Arifin. M.Kes
Wahana :
Puskesmas Panaikang
Kabupaten Sinjai, Sulawesi-Selatan

Periode Februari Mei 2016

Pusat Kesehatan Masyarakat Kecamatan Panaikang


2016
LATAR BELAKANG

Varicella (cacar air) adalah infeksi virus akut


yang ditandai dengan adanya vesikel pada kulit yang
sangat menular. Varicella dapat merupakan penyakit
kongenital, menyerang bayi baru lahir, menyerang
anak kurang dari 10 tahun terutama usia 5 sampai 9
tahun, bahkan orang dewasa. Pada anak sehat penyakit
ini biasanya bersifat jinak, jarang menimbulkan
komplikasi dan hanya sedikit yang menderita penyulit,
tetapi pada status imunitas yang menurun, seperti bayi
baru lahir, immunodefisiensi, tumor ganas, dan orang
dewasa yang mendapat pengobatan immunosupresan
sering menimbulkan komplikasi bahkan menyebabkan
kematian.
Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus yang
termasuk golongan Herpes Virus, yaitu Varicella
Zooster Virus (VZV). Pada kontak pertama virus ini
menyebakan penyakit cacar air atau Chicken Pox, dan
pada reaktivasi infeksi, virus ini menyebabkan
penyakit yang disebut sebagai Herpes Zooster atau
Shingles.
Di negara barat kejadian varicella terutama
meningkat pada musim dingin dan awal musim semi,
sedangkan di Indonesia virus menyerang pada musim
peralihan antara musim panas ke musim hujan atau
sebaliknya. Namun varicella dapat menjadi penyakit
musiman jika terjadi penularan dari seorang penderita
yang tinggal di populasi padat, ataupun menyebar di
dalam satu sekolah. Varicella terutama menyerang
anak-anak dibawah 10 tahun terbanyak usia 5-9 tahun.
Varicella merupakan penyakit yang sangat menular, 75

% anak terjangkit setelah terjadi penularan.


Pencegahan terhadap varicella dapat dilakukan
dengan pemberian immunisasi aktif maupun pasif,
dengan demikian maka penderita yang beresiko
mendapatkan komplikasi saat menderita penyakit
varisela, atau menderita varicella yang cenderung
berat dapat diberi immunisasi untuk meningkatkan
immunitasnya.
PERMASALAHAN

Yang menjadi masalah dari penyakit varicella


adalah cara penularannya. Dimana cara penularannya
melalui

kontak

Masyarakat

langsung

banyak

yang

dengan
kurang

penderita.
mengetahui

pencegahannya.
Identitas Pasien

Nama penderita

: An.A

Umur

: 16 tahun

Jenis kelamin

: laki-laki

Alamat

: Baringeng

Pendidikan

: SMA

Anamnesis
Keluhan Utama : Timbul bintil-bintil merah di tubuh
RPS: Laki-laki, 16 tahun, sejak kemarin demam terus
menerus tidak terlalu tinggi. Sehari yang lalu timbul
bintil-bintil merah di perut dan punggung tanpa ada
cairan bening didalam bintil-bintil. Bintil-bintil merah
itu kemudian berubah menjadi bintil-bintil yang berisi
cairan bening seperti tetesan embun/air mata, makin

banyak bintil-bintil yang muncul, dan menyebar ke


seluruh perut, punggung,muka, tangan, dan kaki. Ada
bintil-bintil berisi cairan itu yang sudah pecah dan
mengering.
RPD: Tidak pernah mengalami keluhan yang sama
RPK: Keluhan serupa pada keluarga serta teman satu
tempat duduk di sekolah (+)
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Kesadaran
Status gizi
Tanda tanda vital
a. Tekanan Darah
b. Nadi
c. Frekuensi nafas
d. Suhu

: baik
: composmentis
: BB : 45 kg ; TB : 155 cm
: 1110/80 mmhg
: 82x/menit
: 20 x/menit
: 37,5 oC

Status Lokalis
Vesikel berbentuk tear drop appearance menyebar di
seluruh tubuh, disertai eritema dan krusta.
PERENCANAAN

Laporan ini disusun berdasarkan data pasien yang

DAN PEMILIHAN

berkunjung di Puskesmas Panaikang Sinjai Timur.

INTERVENSI

Penulis

memilih

metode

dengan

menggunakan

penemuan kasus di poli umum, metode ini juga dirasa


mempunyai kelebihan yaitu informasi yang langsung
ke masyarakat dan ada proses umpan balik misalnya
proses tanya jawab.
PELAKSANAAN

Hari / Tanggal
Tempat

: 12 Mei 2016
: Puseksmas Panaikang

Waktu

: 11.00 WIB

Acara

: Pengobatan poli umum

Sasaran

: Penderita dan keluarga

Pelaksana

: dr. Tika Martika Rini

1. Edukasi

Memberikan edukasi pada keluarga tentang


penyakit cacar air atau varicella serta cara
penularannya

Memberi

edukasi

tentang

kesehatan

lingkungan yaitu higienis pribadi dan higienis


keluarga misalnya mencuci tangan pakai
sabun, mandi pakai sabun, memotong kuku,
tidak menggunakan pakaian secara bersamaan.

Memberi edukasi tentang makan makanan


yang bergizi tinggi untuk meningkatkan daya
tahan tubuh

Memberi edukasi tentang jangan menggaruk


daerah yang luka saat terkena cacar air,
biarkan kering dan mengelupas secara alami
agar tidak menimbulkan bekas atau scar.

2. Terapi Medikamentosa
Acyclovir 5 x 400 mg
Acyclovir cream I
CTM 3 x tablet
Paracetamol 3 x tablet
Vitamin C 3 x tablet
MONITORING DAN
EVALUASI

1. Monitoring

Memperhatikan

respon

penderita

dan

keluarganya saat pemberian edukasi mengenai


varicella
dilaksanakan

sewaktu

kunjungan

rumah

Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh

penderita dan keluarga seputar varicella


Jika setelah obat habis masih terdapat keluhan,
penderita disarankan untuk kontrol kembali ke

Puskesmas
Penderita juga diharapkan untuk menerapkan
edukasi yang telah diberikan

2. Evaluasi
Penderita berserta keluarganya lebih memahami
tentang varicella setelah mendapatkan edukasi dan
dapat menjawab pertanyaan seputar varicella
dengan baik
KESIMPULAN

Dari kegiatan kunjungan rumah yang telah


dilaksanakan,
keluarganya

diketahui
kurang

bahwa

paham

penderita

mengenai

dan

penyakit

varicella. Mereka menganggap bintil-bintil diderita


oleh An.Y karena tertular oleh temannya dan dapat
disembuhkan oleh obat warung. Selain itu, mereka
juga belum mengetahui cara yang benar untuk
mencegah penularan penyakit varicella dengan baik
dan benar.
Dalam hal metode yang diambil yaitu melalui
anamnesa pada poli umum terlihat bahwa penderita
dan keluarga lebih leluasa untuk bertanya dan
berdiskusi, pelaksana juga merasa lebih mudah untuk
melakukan

intervensi

secara

langsung

untuk

meningkatkan pengetahuan serta kesadaran akan


bahaya penyakit varicella, karena penyakit ini sangat
mudah menular.

Sinjai, 16 Mei 2016


Mengetahui,

(dr. H. Syamsuddin Arifin, M.Kes)