Anda di halaman 1dari 2

Memperingati Hari Bumi

Memperingati Hari Bumi (Earth Day) dengan aksi nyata. Kegiatan nyata dalam
memperingati Hari Bumi, dapat dilakukan oleh setiap orang di seluruh dunia. Meskipun
hanya berupa aksi kecil yang sederhana namun akan dapat memberikan perubahan yang besar
bagi bumi dan lingkungan hidup. Apalagi jika aksi tersebut dilakukan secara bersama-sama
dan terus menerus.
Hari Bumi atau Earth Day merupakan suatu gerakan global untuk mengampanyekan
peningkatan kesadaran dan apresiasi terhadap bumi serta peduli terhadap lingkungan hidup.
Hari Bumi pertama kali diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat.
(Sejarah selengkapnya baca : Sejarah Hari Bumi). Hingga tahun ini, 2016, Hari Bumi telah
dilaksanakan untuk yang ke-46 kalinya. Untuk memperingati Hari Bumi, banyak hal dan
kegiatan yang bisa dilakukan. Selain melakukan kampanye dan mengajak masyarakat untuk
lebih peduli dan menyintai bumi dan lingkungan hidup, terdapat berbagai aktivitas nyata
yang bisa dilakukan. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya adalah :

Hemat Energi; Penggunaan energi menjadi salah satu penyebab terbesar emisi rumah
kaca. Apalagi sumber energi dunia masih bergantung pada energi yang berasal dari
fosil. Dengan menghemat pemakaian energi akan mampu menyelamatkan bumi, di
samping menghemat biaya pengeluaran.

Kurangi Plastik; Plastik tidak dapat terurai sehingga menjadi sumber masalah
berkepanjangan bagi bumi.

Bunuh Vampir Energi


Ketika peralatan listrik dimatikan namun masih terhubung dengan listrik, peralatan
tersebut tetap mengonsumsi listrik.
Tanam Pohon Hutan
Pohon memainkan peran penting dalam mengurangi kemiskinan, bencana alam,
pencemaran udara, dan pemanasan global. Tanamlah pohon karena dengan berbagai
manfaatnya, menanam pohon menjadi investasi masuk surga.
Beli Produk Lokal
Semakin lama buah dan sayuran tidak segera dikonsumsi akan semakin banyak nutrisi
yang hilang. Buah dan sayur non lokal membutuhkan waktu yang lebih lama antara
saat dipetik dan dikonsumsi.
Daur Ulang Limbah Elektronik
Tidak sedikit limbah elektronik (e-waste) yang mengandung bahan-bahan berbahaya
seperti mercuri, timbal, dan bahan kimia lainnya. Jika dibuang bahan-bahan kimia
tersebut dapat larut ke dalam tanah dan mencemari air saat hujan atau terlepas ke
atmosfer saat dibakar.
Dukung Penggunaan Energi Terbarukan
Sumber energi dunia masih bergantung pada energi fosil yang tidak ramah
lingkungan. Dengan meningkatnya konsumsi energi yang dibutuhkan masyarakat
akan semakin meningkatkan dampak lingkungan yang dihasilkan dalam proses

pengadaan energi tersebut. Dukung pengembangan dan penggunaan energi terbarukan


untuk menggantikan energi konvensional.