Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH TEKNIK EKSPLORASI

MINERAL DAN BATUBARA


PERANAN EKSPLORASI
DALAM PERTAMBANGAN

DISUSUN OLEH
Rhesa Theodore Muliawan (073001400081)

Teknik Pertambangan
Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi
Universitas Trisakti
2015
KATA PENGANTAR
1

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT , karena atas rahmat-Nya
penulis dapat menyelesaikan pembuatan tugas makalah untuk mata kuliah teknik
teknik eksplorasi mineral dan batubara ini yang berjudul Peranan Eksplorasi
Dalam Industri Pertambangan. Adapun pembuatan ini telah kami usahakan
semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat
memperlancar terselesaikan nya tugas ini.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam pembuatan tugas makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna. Oleh karena itu dengan kerendahan hati kami menerima
adanya kritik dan saran yang membangun dari pihak manapun demi perbaikan
dimasa yang akan datang.
Akhir kata penulis mengucapkan selamat membaca. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, 6 Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................2
2.1 Pengertian Eksplorasi.....................................................................................2
2.2 Tujuan Eksplorasi...........................................................................................3
2.3 Tahapan Eksplorasi.........................................................................................3
2.4 Program Eksplorasi.......................................................................................5
2.5 Perencanaan dan Manajemen Eksplorasi.......................................................6
2.6 Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Tahapan Kegiatan Eksplorasi.....10
2.7 Tahapan Eksplorasi Dan Metode Yang Digunakan Sesuai Dengan Endapan
Mineral Yang Dicari...........................................................................................12
BAB III PENUTUP...............................................................................................14
3.1 KESIMPULAN............................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................15

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sumber daya alam adalah semua yang terdapat di alam (kekayaan alam) yang
dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi segala kebutuhan
hidupnya. Sumber daya alam terbagi dua yaitu sumber daya alam hayati dan
sumber daya alam non hayati. Sumber daya alam hayati disebut juga sumber
daya alam biotik yaitu semua yang terdapat di alam (kekayaan alam) berupa
makhluk hidup. Sedangkan sumber daya alam non hayati atau sumber daya
alam abiotik adalah semua kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan oleh
manusia berupa benda mati. Indonesia merupakan negara yang kaya dengan
sumber daya alamnya, baik sumber daya alam hayati maupun sumber daya
alam non hayati. Kekayaan alam Indonesia terdapat di permukaan bumi, di
dalam perut bumi, di laut dan di udara. Berdasarkan ketersediaanya sumber
daya alam terbagi dalam dua kelompok besar yaitu sumber daya alam yang
dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Oleh karena itu diperlukan nya eksplorasi dalam mencari dan menemukan
sumber daya alam baru. Eksplorasi adalah penyelidikan lapangan untuk
mengumpulkan data / informasi selengkap mungkin tentang keberadaan
sumber daya alam di suatu tempat. Kegiatan eksplorasi sangat penting
dilakukan sebelum pengusahaan bahan tambang dilaksanakan mengingat
keberadaan bahan galian yang penyebarannya tidak merata dan sifatnya
sementara yang suatu saat akan habis tergali. Sehingga untuk menentukan
lokasi sebaran, kualitas dan jumlah cadangan serta cara pengambilannya
diperlukan penyelidikan yang teliti agar tidak membuang tenaga dan modal,
disamping untuk mengurangi resiko kegagalan, kerugian materi, kecelakaan
kerja dan kerusakan lingkungan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Eksplorasi


1) Pengertian Eksplorasi Menurut Standar Nasional Indonesia
Eksplorasi adalah kegiatan penyelidikan geologi yang dilakukan untuk
mengidentifikasi,menetukan lokasi, ukuran, bentuk, letak, sebaran,
kuantitas dan kualitas suatu endapan bahan galian untuk kemudian dapat
dilakukan analisis/kajian kemungkinan dilakukanya penambangan.

2) Pengertian Eksplorasi Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa


Indonesia)
Eksplorasi adalah Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh
pengetahuan lebih banyak tentang keadaan, terutama sumber-sumber
alam yang terdapat di tempat itu; penyelidikan;penjajakan
3) Pengertian Eksplorasi Menurut situs Wikipedia berbahasa Indonesia
Eksplorasi adalah tindakan atau mencari atau melakukan perjalanan
dengan tujuan menemukan sesuatu; misalnya daerah yang tak dikenal,
termasuk antariksa (penjelajahan angkasa), minyak bumi (explorasi
minyak bumi), gas alam, batu bara, mineral, gua, air, ataupun informasi.

Dari ke-tiga pengertian tentang eksplorasi diatas, dapat disimpulkan


bahwa Eksplorasi adalah suatu kegiatan lanjutan dari prospeksi yang
meliputi pekerjaan-pekerjaan untuk mengetahui ukuran,bentuk, posisi,

kadar rata-rata dan besarnya cadangan serta studi kalayakan dari


endapan bahan galian atau mineral berharga yang telah diketemukan

Sedangkan Studi Kelayakan adalah pengkajian mengenai aspek teknik


dan prospek ekonomis dari suatu proyek penambangan dan merupakan
dasar keputusan investasi. Kajian ini merupakan dokumen yang
memenuhi

syarat

dan

dapat

diterima

untuk

keperluan

analisa

bank/lembaga keungan lainnya dalam kaitannya dengan pelaksanaan


investasi atau pembiayaan proyek. Studi ini meliputi Pemeriksaan seluruh
informasi geologi berdasarkan laporan eksplorasi dan faktor-faktor
ekonomi, penambangan, pengolahan, pemasaran hukum/perundangundangan, lingkungan, sosial serta faktor yang terkait.

2.2 Tujuan Eksplorasi


Tujuan dilakukannya eksplorasi adalah untuk mengetahui sumber daya
cebakan

mineral

secara

rinci,

yaitu

unutk

mengetahui,menemukan,

mengidentifikasi dan menentukan gambaran geologi dam pemineralaran


berdasarkan ukuran, bentuk, sebaran, kuantitaas dan kualitas suatu endapan
mineral unruk kemudian dapat dilakukan pengembangan secara ekonomis.

2.3 Tahapan Eksplorasi


Tahap Eksplorasi dilaksanakan melalui empat tahap,yakni :
1) Survei tinjau ,
Survei tinjau yaitu kegiatan explorasi awal terdiri dari pemetaan geologi
regional, pemotretan udara,citra satelit dan metode survey tidak langsung

lainnya untuk mengedintifikasi daerah-derah anomial atau meneraliasasi


yang proespektif untuk diselifdiki lebih lanjut.
Sasaran utama dari peninjauan ini adalah mengedintifikasi derah-daerah
mineralisasi/cebakan skala regional terutama hasil stud geologi regional
dan analisis pengindraan jarak jauh untuk dilakukannya pekerjaan
pemboran.

Lebih jelasnya, pekerjaan yang dilakukan pada tahapan ini adalah :

Pemetaan Geologi dan Topografi skala 1 : 25.000 sampai skala


1:10.000. Penyelidikan geologi yang berkaitan dengan aspek-aspek
geologi diantaranya : pemetaan geologi,parit uji, sumur uji. Pada
penyelidikan geologi dilakukan pemetaan geologi yaitu dengan
melakukan pengamatan dan pengambilan contoh yang berkaitan
dengan aspek geologi dilapangan.
Adapun pengamatan yang dilakukan meliputi : jenis litologi,
mineralisasi, ubahan dan struktur pada singkapan, sedangkan
pengambilan contoh berupa batuan terpilih.

Pembuatan Sumur Uji

Survey geofisika : aerimagnet

2) Prospeksi Umum
Dilakukan untuk mempersempit daerah yang mengandung cebakan
mineral yang potensial.

Kegiatan Penyelidikan dilakukan dengan cara pemetaan geologi dan


pengambilan contoh awal, misalnya puritan dan pemboran yang terbatas,
study

geokimia

dan

geofisika,

yang

tujuanya

adalah

untuk

mengidentifikasi suatu Sumber Daya Mineral Tereka (Inferred Mineral


Resources) yang perkiraan dan kualitasnya dihitung berdasarkan hasil
analisis kegiatan diatas.

Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap Survei Tinjau. Cakupan derah
yang diselidiki lebih kecil dengan skala peta antara 1 : 50.000 sampai
dengan 1 : 25.000. Data yang didapat meliputi morfologi (topografi) dan
kondisi geologi (jenis batuan/startigrafi dan struktur geollogi yang
berkembang). Pengambilan contoh pada daerah prospek secara alterasi
dan mineralisasi dilakukan secara sistematis dan terperinci untuk analisa
laboratorium, sehinga dapat diketahui kadar/kualitas cebakan mineral
suatu daerah yang akan dieksplorasi.

3) Eksplorasi Awal
Eksplorasi awal yaitu deliniasi awal dari suatu endapan yang
teredintifikasi.

4) Eksplorasi Rinci
Exsplorasi rinci, yaitu tahap explorasi untuk mendeliniasi secara rinci
dalam tiga dimensi terhadap endapan mineral yang telah diketahui dari
percontohan singkapan,puritan, lubang bor, shafts, dan terowongan.

Pada dasarnya pekerjaan yang dilakukan pada tahapan Exsplorasi adalah :

Pemetaan geologi dan topografi skala 1 : 5000 sampai 1 : 1000

Pengambilan contoh dan analisis contoh

Penyelidikan geofisika, yaitu penyelidikan yang berdasarkan sifat fisik


batuan, untuk dapat mengetahui struktur bawah permukaan sefrta geometri
cebakan mineral. Pada survey ini dilakukan pengukuran topografi, IP,
Geomangit, Geolistrik.

Pemboran Inti

Hasilnya sumber daya bijih emas terunjuk dan terukur.

2.4 Program Eksplorasi


Agar eksplorasi dapat dilaksanakan dengan efisien, ekoomis, dan tepat
sasaran, maka diperlukan perencanaan berdasarkan prinsip-prinsip dan
konsep-konsep dasar eksplorasi sebelum program eksplorasi tersebut
dilaksanakan.
Prinsip-prinsip konsep dasar eksplorasi tersebut antara lain:
a. Target Ekplorasi

Jenis bahan galian (spesifikasi kulitas

Pencarian model-model geologi yang sesuai

b. Pemodelan Eksplorasi

Mengunakan model geologi regional untuk pemilihan daerah target


eksplorasi

Menentukan midel geologi local berdasarkan keadaan lapangan, dan


mendeskripsikan

petunjuk-petunjuk

geologi

yang

akan

di

mamfaatkan.

Penentuan metode metode eksploarasi yang akan dilaksanakan sesuai


dengan petunjuk geologi yang diperlukan

Selain itu, perencanaan program eksplorasi tersebut harus memenehui kaidahkaidah dasar dan perancangan (desain) yaitu :

Efektif : penggunaan alat, individu, dan metode harus sesuai dengan


keadaan geologi endapan yang dicari

Efesien : dengan menggunakan prinsip dasar ekonomi yaitu dengan biaya


serendah-rendahnya untuk memperoleh hasil yang sebesarnya-besarnya.

Cost-benifical : hasil yang diperoleh dapat digunakan (bankable)

2.5 Perencanaan dan Manajemen Eksplorasi


Pekerjaan eksplorasi dengan tujuan untuk mendapatkan data mengenai
endapan (bentuk, penyebaran, letak, posisi, kadar/kualitas, jumlah endapan,
serta kondisi-kondisi geologi) harus dilakukan sebelum rencana penambangan
dibuat, karena industri pertambangan mempunyai ciri umum :

Mempunyai resiko tinggi,

Memerlukan modal yang besar,

Teknologi yang tidak sederhana,

Serta memerlukan pengelolaan yang baik

10

Faktor-faktor penyebabnya antara lain :

Adanya ketidakpastian mengenai pengetahuan cadangan bahan


tambangnya, baikmengenai jumlah kadar atau kualitas, bentuk, serta
letak dan posisi endapan,

Kondisi-kondisi geologi (sifat batuan, struktur, dan air tanah)


endapan dan daerahsekitarnya

Secara umum, suatu manajemen kegiatan eksplorasi telah meliputi beberapa hal
berikut, antara lain :
Jenis kegiatan
Operasi lapangan
Layanan pendukung
Layanan teknis, logistik, dan administrasi
Koordinasi, komunikasi, dan pengawasan
Analis dan integrasi data hasil eksplorasi
Pengambilan keputusan.

Teori manajemen dapat diterapkan dalam kegiatan eksplorasi. Secara umum,


dalam suatu program penentuan yang mengarah ke eksplorasi harus dimulai
dengan hipotesa pekerjaan, yang merupakan rencana ulang pemilihan fakta-fakta
dari beberapa observasi dan intepretasi dengan spekulasi dari pengeluaran.

11

Syarat untuk perumusan hipotesa dari suatu penemuan (dalam hal ini endapan
bahan galian) adalah sebagai berikut ;
Pengetahuan staff (pekerja) yang baik tentang keadaan/kontrol geologi
suatu endapan
Mempunyai wawasan dan imajinasi
Mempunyai bakat intuisi
Mempunyai keberanian
Mempunyai keyakinan tentang penilaian hipotesa
Kemampuan untuk berdiri sendiri

Secara umum, proses manajemen meliputi :


Perencanaan
Pengorganisasian
Kepemimpinan
Pengendalian
Yang membentuk suatu fungsi manajemen dan ini berlaku secara general, dan
dapat diaplikasikan dalam proses manajemen eksplorasi.

12

Dalam eksplorasi, penerapan manajemen menurut tingkatan pelakunya antara lain:


1) Manajer Lapangan
Meliputi manajemen kerja teknis individu
Meliputi manajemen kerja teknis lapangan
Meliputi manajemen eksternal dengan lingkungan/kantor setempat

2) Senior Eksplorasi
Konsentrasi dalam manajemen kerja secara teknis dan konsentrasi pada
perumusan tujuan penemuan

3) Manajer Eksplorasi
Merupakan gabungan manajemen yang kompleks, meliputi : manajemen
kerja individu, manajemen organisasi, reposiasi-reposiasi, serta perumusan
proyek-proyek baru, kerjasama, atau rencana penelitian di lahan yang baru.

Kegiatan eksplorasi menurut U.U No. 11 tahun 1967 berupa penyelidikan geologi
pertambangan, yang berarti suatu penerapan ilmu geologi terhadap operasi
penambangan. Dasar suatu operasi penambangan ialah kepastian geologis dan
ekonomis tentang adanya suatu kuantitas (tonnase atau volume) bahan galian,
yang disebut sebagai cadangan.

Kepastian dari segi ilmu geologi itu antara lain berkenaan dengan :

13

Keanekaragaman mineral yang ada dalam bahan galian,


Perubahan kandungan mineral bijih akibat struktur atau lingkungan geologi,
Kemungkinan geologisnya adanya sejumlah cadangan lain di tempat sekitar
letakan yang sudah diketahui.
Sedangkan kepastian ekonomis, yang datanya berdampak terhadap ongkos
penambangan, ditentukan antara lain oleh dimensi-dimensi letakan bahan galian
dipermukaan maupun bawah-permukaan, variasi kuantitas terhadap kualitas,
keanekaragaman sifat teknis batuan dan sifat aliran air-tanah, serta daya dukung
batuan terhadap limbah.

Komoditi sumberdaya alam umumnya dan khususnya komoditi sumberdaya


mineral, merupakan barang nyata yang dapat memenuhi segera permintaan pasar
dan dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan cadangan bijih atau mineral belum
merupakan barang nyata, meskipun informasi cadangan dalam prakteknya dapat
diperdagangkan, dan tidak termasuk komoditi sumberdaya mineral. Sesudah
sumberdaya mineral diambil dari kedudukan alaminya, maka ia menjadi komoditi
sumberdaya mineral. Contoh komoditi sumberdaya mineral misalnya ialah logam
aluminium, batubara bersih yang telah ditambang.

Dalam pelaksanaannya, eksplorasi seperti disebut dalam U.U tahun 1967


didahului oleh adanya suatu kegiatan yang disebut sebagai Penyelidikan Umum.
Penyelidikan umum ini disebutkan sebagai penyelidikan secara geologi umum
atau geofisika, di daratan, perairan, dan dari udara, segala sesuatu dengan maksud
untuk membuat peta geologi umum atau menetapkan tanda-tanda adanya bahan
galian pada umumnya. Adanya letakan bahan galian yang ditetapkan pada
penyelidikan umum lebih lanjut diteliti secara seksama pada tahap eksplorasi.

14

Istilah penyelidikan umum dalam U.U tahun 1967 sama artinya dengan Prospeksi
Mineral. Prospek dalam bidang pertambangan berarti sesuatu yang memberi
harapan yang dapat bermanfaat bagi manusia. Secara fisik prospek ini umumnya
merupakan sebagian dari letakan bahan galian, misalnya mineralisasi yang
muncul dipermukaan bumi atau yang terdapat di bawah permukaan pada batas
daerah yang sedang ditambang. Keseluruhan bagian dari letakan bahan galian
belum diketahui dengan pasti karena belum diselidiki dengan lebih teliti. Itu
sebabnya pada suatu prospek masih harus dilakukan penyelidikan lagi dan ini
berlangsung pada tahap eksplorasi.
Eksplorasi mineral itu tidak hanya berupa kegiatan sesudah penyelidikan umum
itu secara positif menemukan tanda-tanda adanya letakan bahan galian, tetapi
pengertian eksplorasi itu merujuk kepada seluruh urutan golongan besar pekerjaan
yang terdiri dari :
Peninjauan (reconnaissance atau prospeksi atau penyelidikan umum)
dengan tujuan mencari prospek;
penilaian ekonomis prospek yang telah diketemukan, dan
tugas-tugas menetapkan bijih tambahan di suatu tambang.

2.6 Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Tahapan Kegiatan


Eksplorasi
1) Tujuan Eksplorasi
Tujuan kegiatan ekpslorasi antara lain untuk mengetahui :
a. Melokalisasi suatu endapan bahan galian :
Eksplorasi pendahuluan/prospeksi dan
Eksplorasi detai

b. Endapan/bijih yang dicari : sulfida, timah, bauksit, nikel, emas/perak,


minyak/gas bumi, endapan golongan C, dll.

15

c. Sifat tanah dan batuan :


Untuk penambangan,
Untuk konstruksi,
Dll.

2) Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan data-data tentang :
a. Peta dasar sudah tersedia/belum.
b. Peta Geologi/topografi (satelit, udara, darat).
c. Analisis regional :

Sejarah,

Struktur/tektonik, dan

Morfologi.

d. Laporan-laporan penyelidikan terdahulu.


e. Teori-teori dan metode-metode lapangan yang ada.
f. Geografi :

Kesampaian daerah (desa/kota terdekat, transportasi),

Iklim/musim (cuaca, curah hujan/banjir),

16

Sifat angin, keadaan laut, gelombang, dll.,

g. Sosial budaya dan adat istiadat :

Sifat penduduk,

Kebiasaan,

Pengetahuan/pendidikan,

Mata pencaharian, dll.

h. Hukum :

Pemilikan tanah,

Ganti rugi, dan

Perizinan.

3) Pemilihan Metode
Metode eksplorasi yang digunakan umumnya dikelompokkan menjadi tiga
yaitu :
a. Cara tidak langsung :

Geofisika dan

Geokimia.

17

b. Cara langsung :

Pemetaan langsung dan

Pemboran.

Setelah sampai di lapangan (lokasi), maka hal-hal yang harus diperhatikan


(disiapkan) adalah :

Membuat base camp

Mengecek peralatan/perbekalan

Melakukan quick survey di daerah penyelidikan, untuk menentukan langkahlangkah yang lebih lanjut

Melakukan evaluasi rencana dan perubahan-perubahan sesuai dengan keadaan


sebenarnya (bila perlu)

Di Indonesia sendiri nama-mana dinas atau divisi suatu organisasi perusahaan,


lembaga pemerintahan serta penelitian memakai istilah eksplorasi untuk
kegiatannya yang mencakup mulai dari mencari prospek sampai menentukan
besarnya cadangan mineral.
Sebaliknya ada beberapa negara, misalnya Perancis dan Uni Soviet yang
menggunakan istilah eksplorasi untuk kegiatan mencari mineralisasi dan
prospeksi untuk kegiatan penilaian ekonomis suatu prospek (W.C. Peters, 1981).

18

2.7 Tahapan Eksplorasi Dan Metode Yang Digunakan Sesuai


Dengan Endapan Mineral Yang Dicari
Adapun pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan pada masing-masing tahapan
eksplorasi serta pemilihan metode dapat digambarkan secara umum seperti
berikut.
1) Tahapan Pendahuluan :
Metode : Citra landsat, sintesis regional
2) Survei Tinjau (Reconnaissance)
Metode : Foto udara, Aeromagnetik, Pemetaan geologi, Pengukuran
penampang stratigrafi, Stream sedimen sampling, Pendulangan
Jenis endapan : semua logam dasar
3) Prospeksi umum
Metode : Pemetaan geologi,Stream sedimen sampling, Pendulangan,
Gravity, seismic, Magnetik, Rock sampling
4) Prospeksi detil (Eksplorasi pendahuluan)
Metode : Pemetaan geologi, Test pitting, Geolistrik (resistivity, IP, dll),
Seismik refraksi/refleksi, Detail magnetic, Soil sampling (geokimia), Rock
sampling (geokimia), Rock sampling (petrografi, ubahan)
5) Eksplorasi detail
Metode : Pengambilan contoh sistematik dengan : pemboran inti, test pit
atau dengan logging geofisik

19

Menurut sifat penyelidikannya terhadap suatu endapan bahan galian, kegiatan


eksplorasi dapat dibedakan atas eksplorasi tidak langsung dan eksplorasi
langsung. Materi yang akan dibahas dalam tugas ini adalah eksplorasi tidak
langsung dengan menggunakan metode geofisika, khususnya metode goemagnet.
Eksplorasi tidak langsung di bagi atas eksplorasi geofisika dan eksplorasi
geokimia/ geobotani.

Eksplorasi geofisika pada prinsipnya hanya menggunakan sifat fisika dari


endapan bahan galian yang akan dicari terutama yang berada di bawah
permukaan. Untuk suatu endapan yang tersingkap di permukaan cara ini tetap
diperlukan untuk mengetahui bentuk geometri endapan bahan galian tersebut
secara keseluruhan.

Mengingat tidak semua endapan ( vein dan lain-lain ) mempunyai singkapan di


permukaan, maka cara penyelidikan geofisika menjadi sangat penting. Cara
penyelidikan geofisika terdiri atas :
-

Cara Magnetik

Cara Listrik

Cara Gravitasi

Cara Seismik

Cara Radioaktif

Dari berbagai cara tersebut di atas yang akan dibahas adalah cara magnetik. Cara
magnetik meliputi :

Dalam cara ini yang penting adalah adanya sifat-sifat anomali medan magnet
yang ditimbulkan oleh suatu badan bijih ( Cebakan mineral ).

20

Terutama dipakai untuk eksplorasi endapan bijih ( cebakan mineral ) yang


bersifat

magnet,

seperti

endapan bijih besi, kompleks sulfida yang

mengandung pirotit.

Cara magnetik ini bisa dilakukan dengan air borne atau jalan kaki

Diperlukan koreksi-koreksi terhadap ketinggian dan waktu

Hasil baru merupakan interpretasi, yang selanjutnya harus diteruskan


dengan sampling dan perhitungan cadangan/kadar.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
1. Eksplorasi mineral itu tidak hanya berupa kegiatan sesudah penyelidikan
umum itu secara positif menemukan tanda-tanda adanya letakan bahan
galian, tetapi pengertian eksplorasi itu merujuk kepada seluruh urutan
golongan besar pekerjaan yang terdiri dari :
1) Peninjauan (reconnaissance atau prospeksi atau penyelidikan umum)
dengan tujuan mencari prospek,
2) Penilaian ekonomi prospek yang telah diketemukan, dan
3) Tugas-tugas menetapkan bijih tambahan di suatu tambang.

2. Setiap

tahapan/proses

eksplorasi

harus

dapat

memenuhi

strategi

pengelolaan suatu proyek/pekerjaan eksplorasi.

21

DAFTAR PUSTAKA

22

https://www.academia.edu/8592686/eksplorasi dan eksploitasi barang


tambang

http://geologi14.blogspot.co.id/2011/10/peran-geologi-dalampertambangan.html

http://dunia-atas.blogspot.co.id/2011/03/tahap-eksplorasi-dalampenambangan.html

https://www.scribd.com/doc/293972796/filosofi-eksplorasi-tambang

23