Anda di halaman 1dari 17

..:: ALAT KONTRASKKOEPSI ::..

Dewasa ini, upaya perencanaan dalam keluarga yakni menentukan jumlah anak dan
jarak kelahirannya merupakan hal yang umum dilakukan, terutama oleh keluargakeluarga muda baik di perkotaan maupun di pelosok pedesaan. Kesadaran akan
pentingnya perencanaan keluarga ini biasanya dikaitkan dengan konsep perencanaan
keluarga, pasangan muda dianggap lebih siap baik secara mental, spiritual maupun
finansial dalam penataan masa depan anak-anak mereka. Tentu saja pandangan
seperti ini masih bisa dipertanyakan mengingat pandangan seperti ini masih bisa
dipertanyakan mengingat penataan masa depan keluarga sangat berkaitan dengan
banyak
faktor.
Sementara itu, teknologi kedokteran, riset-riset untuk menemukan ragam corak alat
kontrasepsi serta industri farmasi berkembang sangat pesat dan cepat. Dengan itu,
seharusnya terdapat banyak pilihan alat-alat kontrasepsi yang bisa digunakan baik
oleh laki-laki maupun perempuan dalam upaya mewujudkan perencanaan keluarga
itu. Dan dengan kemajuan teknologi pula, diharapkan risiko dari pemakaian alat-alat
kontrasepsi dapat dihindari atau setidaknya dikurangi. Ini pun bukan berarti
mengabaikan pentingnya melakukan kontrol atas alat-alatnkontrasepsi yang telah
terpasang dalam tubuh seseorang.
RAGAM ALAT KONTASEPSI UNTUK PEREMPUAN DAN
PRIA
Alat kontrasepsi untuk pria pada dasarnya masih sangat
terbatas. Metode dan alat dimaksud adalah coitus
interruptus (senggama terputus, atau menarik penis keluar
sebelum memancarkan sperma), kondom dan vasektomi
(pengikatan/pemotongan saluran sperma) yang sifatnya
lebih permanen. Sementara itu, jumlah alat kontrasepsi
unatuk perempuan sangat beragam, antara lain pil KB,
suntikan KB, kondom/diafragma, spiral/IUD, jelly, tisu KB,
susuk/norplant,
sampai
tubektomi.
Nampaknya, dari begitu beragamnya alat-alat kontrasepsi
bagi perempuan menyebabkan banyak anggota masyarakat
menganggap bahwa pembatasan kelahiran memang
menjadi urusan kaum perempuan. Padahal, semua kita
tahu, meskipun kehamilan hanya dialami oleh perempuan
akan tetapi kehamilan tidak akan terjadi tanpa adanya
sperma laki-laki.
BERBAGAI PILIHAN ALAT KONTRASEPSI
Banyak cara yang dapat dipilih apabila seorang perempuan inin menggunakan alat
kontrasepsi. Berikut ini akan diuraikan jenis-jenis metode kontrasepsi secara
berurutan dri yang paling sederhana sampai metode yang dianggap paling mantap
atau biasa disebut KONTAP:

1. Cara alamiah, meliputi metode senggama terputus dan metode kalender.


2. Cara sederhana, terdiri dari kondom, jelly, diafragma, spermisida, tisu KB.
3. Alat kontrasepsi hormonal, yakni pil dan susuk (implant).

4. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR/IUD) yang dikenal dalam beberapa jenis
desain seperti lippes loop (spiral), Cu T, multiload, Cu 7.

5. Kontrasepsi mantap (KONTAP) yakni tubektomi (untuk perempuan) dan


vasektomi (untuk laki-laki).

6. Kontrasepsi dengan menggunakan cara-cara tradisional seperti badeg tape,


buah nanas muda, arang batok kelapa, air rendaman gambir, buah mengkudu
dan lain-lain.
CARA ALAMIAH:
SENGGAMA TERPUTUS
Senggama terputus; sebenarnya adalah senggama biasa. Hanya pada saat hampir
terjadi ejakulasi, penis segera ditarik keluar sehingga cairan sperma yang lekuar
tidak masuk ke dalam liang senggama atau vagina. Dengan cara ini kemungkinan
terjadinya pembuahan (kehamilan) bisa dikurangi. Kelebihan dari cara ini adalah
tidak memerlukan obat atau alat sama sekali. Dengan demikian cara ini sebenarnya
relatif sehat bagi perempuan dari pada menggunakan alat KB yang lain. Akan tetapi
risiko kegagalan metode ini cukup tinggi. Ini disebabkan karena kontrol atas teknik
ini tidak ada pada perempuan. Jadi sepenuhnya diserahkan pada kesadaran pihak
pasangan. Padahal seringkali terjadi cairan sperma cepat keluar, bahkan sebelum
laki-laki yang bersangkutan merasa telah terjadi ejakulasi. Kadang-kadang laki-laki
juga engan untuk menarik penisnya pada saat puncak ejakulasi terjadi karena
mengurangi kenikmatan bersenggama. Jadi untuk ber KB cara ini benar-benar
dibutuhkan kesediaan dan kesadaran dan disiplin dari pihak pria. Ada pendapat cara
ini menggangu kepuasan dalam bersenggama, sehingga sering terjadi kekecewaan.
Komunikasikan terlebih dahulu antara pasangan, jika memang betul-betul untuk
memilih cara ini. Karena dengan disiplin yang tinggi, bukan mustahil untuk memilih
cara ini yang tergolong aman.
METODE KALENDER (TANGGALAN)
Metode kalender adalah cara menentukan kapan melakukan atau tidak melakukan
persetubuhan dengan memperhitungkan kalender kesuburan perempuan. Sebelum
menjalankan metode ini, sebaiknya selama 3 bulan dilakukan pengamatan untuk
mengetahui lama siklus haid yang akurat. Anjuran bagi pengguna metode ini adalah:
jangan bersenggama pada masa subur yaitu dua hari sebelum dan sesudah sel telur
keluar.
CARA SEDERHANA:
Metode ini memerlukan bantuan alat-alat yang dipakai di luar alat reproduksi.

Kondom dibuat dari karet yang sangat tipis dan relatif kuat yang digunakan dengan
cara menutupi atau membungkus penis agar sperma yang keluar tidak tumpah ke
dalam vagina. Kondom dibuat setipis mungkin agar tidak terlalu menggangu
persenggamaan. Secara teoritis kondom juga dibuat sangat kuat, sehingga tidak
akan koyak akibat gesekan penis atau ejakulasi. Selain itu kondom juga dilengkapi
dengan jenis cairan pelumas yang memudahkan dalam pemakaiannya. Kalau diamati
bentuknya, pada ujung kondom itu terdapat sebuah kantung kecil menyerupai puting
susu. Gunanya adalah untuk menampung sperma apabila ejakulasi. Cara
menggunakan kondom ini amatilah mudah dan sederhana. Pertama-tama, setelah
kemasannya dibuka akan didapati gulungan karet yang menyerupai karet gelang.
Lalu bagian ujung dari kondom yang menyerupai puting susu itu dipencet untuk
mengeluarkan udara. Hal ini perlu diperhatikan sebab bila masih ada sisa udara
dikhawatirkan kondom akan pecah di saat cairan mani menyemprot keluar. Segera
setelah ereksi sarungkanlah dengan membuka gulungan kondom sampai ke pangkal
penis. Setelah melakukan senggama, penis harus segera dikeluarkan. Ini
dimaksudkan agar penis tidak mengecil selagi masih ada dalam vagina dan
menyebabkan cairan sperma yang telah ditampung akan tumpah kembali. Cara
mengeluarkan penis yang bersarung kondom ini juga sebaiknya hati-hati. Peganglah
pangkal kondom agar cairan mani tidak tertumpah. Singkatnya, kondom digunakan
untuk mencegah kehamilan dengan jalan menghalangi cairan mani masuk ke dalam
liang vagina.

Kelebihan dari alat ini adalah:

Mudah dipakai.
Dapat mencegah penularan penyakit kelamin.
Efek samping hampir tak ada.
Membantu mencegah kanker leher rahim.
Dapat digunakan untuk penangkal menularnya HIV, yakni virus penyebab AIDS.
Kelebihan lain dari kondom adalah perlindungan terhadap kemungkinan terjangkit
kuman penyakit kelamin, baik dalam saluran kelamin laki-laki atau perempuan.
Seperti diketahui saluran kelamin terutama vagina dan daerah "mata" diujung penis

adalah yang terbuka dan terdiri dari jaringan lunak. Dan ini adalah wilayah yang
sangat peka terhadap kemungkinan terjangkit inferksi yang disebabkan oleh virus
atau kuman. Dengan kondom, penyebaran penyakit kelamin atau penyakit-penyakit
lain yang menular melalui hubungan seks apalagi jika itu adalah perilaku seks tidak
aman dapat dihindari. Ada anggapan, bahwa pemakaian kondom akan mengurangi
gairah seksual. Anggapan ini tidak benar. Yang terjadi adalah salah satu atau kedua
pihak suami-istri "merasa" bahwa benda itu jadi penghalang antara keduanya. Jadi
penggunaan kondom pada dasarnya tidak akan mengurangi gairah seks sepanjang
kedua pasangan itu dapat menghilangkan perasaan bahwa hubungan mereka telah
terhalang oleh selembar kondom. Tapi bagaimanapun juga, sebagai alat kontrasepsi
kekurangan kondom tetap ada. Bagi yang sensitif terhadap benda berbahan
karet/latex penggunaan kondom akan menyebabkan iritasi seperti merasa panas,
gatal bahkan lecet-lecet. Kekurangan lain, kondom dianggap tidak praktis, harus
selalu diganti setiap kali bersenggama. Oleh karenanya, usahakan untuk selalu
memiliki persediaan. Simpanlah di tempat yang bersih dan mudah dijangkau,
sehingga bila sewaktu-waktu diperlukan, tidak perlu repot mencarinya. Kegagalan
dalam metode ini juga bisa terjadi jika kondom dipakai persis sesaat sebelum cairan
mani keluar, atau kondom tidak segera dilepas pada saat penis kembali ke bentuk
normal, sehingga cairan yang semula sudah tertampung kembali ke dalam vagina.
Kelemahan alat kontrasepsi kondom:
Beberapa kasus baik laki-laki maupun perempuan mengalami nyeri dan panas, gatal
dan alergi dan bahkan lecet, pada alat kelaminnya setelah memakai kondom. Jika ini
terjadi, sebaiknya pemakaian kondom dihentikan dan beralih ke metode kontrasepsi
lain. Saat ini telah dikembangkan sejenis kondom yang digunakan perempuan atau
biasa disebut femidom. Memang masih agak jarang dijual dipasaran dan harganya
pun relatif masih mahal. Secara teknik penggunaannya sama dengan kondom,
demikian juga berfungsinya. Kelebihan dan kekurangan dari femidom relatif sama
dengan kondom. Demikian juga persentase keberhasilan atau kegagalannya. Dengan
cara penggunaan yang tepat alat ini sama efektifnya dengan kondom.
TISU KB
Tisu KB berbentuk kertas tipis yang mudah hancur apabila dimasukkan ke dalam
liang kemaluan perempuan. Biasanya tisu ini dikemas dalam bungkus kertas
melamin yang kedap air dan udara luar. Tisu KB mengandung zat aktif yang dapat
menetralisir sperma laki-laki yang masuk ke dalam vagina perempuan. Zat inilah
yang mempengaruhi sperma sehingga tidak lagi mampu membuahi. Dengan cara ini
tisu KB mencegah terjadinya kehamilan.
Cara menggunakan tisu KB
Satu hal yang harus diingat adalah bahwa tisu KB sebaiknya dipakai sekitar 2-5
menit sebelum berhubungan intim. Karena cara memasukkan tisu tersebut dengan
menggunakan jari, maka sebaiknya tangan dicuci terlebih dahulu dan dikeringkan
sampai kering benar. Setelah itu ambil sebuah tisu dan buka bungkusnya lebar-lebar.
remas tisu sampai menjadi gumpalan kecil, kemudian masukkan ke dalam liang
kemaluan dengan cara mendorongnya dengan jari sampai menyentuh mulut rahim.
Tunggu sekitar 2-5 menit sampai tisu hancur akan berfungsi lebih baik, karena sudah
menjadi lendir yang mengandung zat aktif untuk menetralkan sperma atau bibit lakilaki. Setelah selesai, sebaiknya kemaluan tidak dicuci selama 6 jam. Hal ini perlu
agar penetral bekerja lebih efektif. Juga jangan lupa memakai tisu baru apabila
senggama diulang.

Kelebihan metode tisu KB


Tisu KB mudah didapat di apotek tanpa resep dokter. Dan, seperti juga kondom, tisu
KB mudah dipakai sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain. Selain itu juga tisu
KB juga sama sekali tidak akan mengganggu, karena ia hancur tak lama setelah
dimasukkan ke dalam liang senggama.
Kekurangan metode tisu KB
Selalu harus memakai tisu baru pada saat hendak bersenggama membuat beberapa
pasangan merasa repot dan terganggu. Selain itu pasangan yang memilih metode KB
ini juga harus selalu menyimpan persediaan dirumah. Ada sementara pasangan yang
alergi dengan zat yang terkandung dalam tisu KB ini. Biasanya yang dikeluhkan
adalah rasa panas dan gatal. Apabila ini terjadi, sebaiknya dikonsultasikan dengan
dokter atau petugas kesehatan lainnya agar diganti dengan kontrasepsi lain yang
lebih cocok.
SPERMISIDA
Spermisida adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan-bahan kimia yang
mematikan sperma dan dengan demikian mencegah terjadinya kehamilan.
Bentuknya bermacam-macam seperti: krim, tablet, jeli, busa, dan lain-lain.
Semuanya memiliki fungsi yang sama yaitu mematikan sperma. Berbeda dengan tisu
KB, spermisida harus dioleskan kedalam liang sanggama sekitar 10 menit sebelum
senggama. Sebelumnya jangan lupa mencuci tangan bersih-bersih dan
mengeringkan dengan sempurna. Oleskan spermisida sedalam mungkin (disekitar
mulut rahim). Sebaiknya pemakaiannya diulang setiap kali hendak bersenggama.
Spermisida hanya efektif 1-2 jam setelah dioleskan. Seperti halnya kondom dan tisu
KB, spermisida ini juga tidak memerlukan resep dokter, murah dan mudah didapat di
apotik dan toko-toko obat. Disamping itu spermisida juga mudah dipakai sendiri.
Salah satu fungsi dari spermisida ini adalah dapat mencegah kanker leher rahim. Hal
ini karena zat aktif yang dikandungnya juga berfungsi sebagai pembunuh kumankuman penyakit. Spermisida juga tidak mempengaruhi produksi air susu ibu,
sehingga bisa juga digunakan oleh ibu-ibu yang sedang menyusui.
Kekurangan metode spermisida
Sama seperti kondom dan tisu KB, pemakaian yang senantiasa harus diulang sering
membuat orang merasa repot. Disamping juga harus dipastikan agar selalu memiliki
persediaan. Efek yang lain adalah kemungkinan terjadi alergi pada orang-orang yang
sensitif terhadap zat aktif dalam spermisida. Seperti kondom dan tisu KB, alat ini
sering dikeluhkan mengakibatkan rasa panas, nyeri, dan bahkan lecet-lecet. Yang
juga menjadi kendala adalah tidak atau kurang keberanian untuk memakai alat ini.
Tidak semua perempuan berani memasukkan jarinya ke liang senggama untuk
mengoleskan zat ini. Karena itu untuk mereka yang alergi dan tidak berani
memakainya, sebaiknya dicari alternatif lain yang cocok. Masih banyak alat
kontrasepsi yang bisa kita pilih sendiri.
SPIRAL (IUD/AKDR)
IUD (intra uterine device), atau dalam bahasa Indonesia disebut alat kontrasepsi
dalam rahim (AKDR) adalah alat kontrasepsi yang oleh masyarakat awam biasa
disebut spiral. Sesuai dengan namanya AKDR, alat ini dipakai di dalam rahim. Sejak
metode AKDR dikenalkan banyak orang menggunakan untuk program pengaturan
jumlah anak dalam keluarga karena relatif aman, mudah, dan murah. Pengguna alat
kontrasepsi ini tidak perlu mengulang pemakaiannya setiap kali, sehingga tidak
merepotkan. Disamping itu, AKDR tidak mengandung zat-zat hormonal yang dapat

mempengaruhi keseimbangan tubuh. Saat ini bentuk AKDR bermacam-macam.


Salah satunya misalnya yang berbentuk T dengan lilitan tembaga, dan banyak lagi.
Cara pemasangan AKDR
Pasangan yang memutuskan untuk memiih AKDR sebagai metode ber-KB sebaiknya
dibantu oleh dokter, bidan, atau tenaga medis lain yang sudah terlatih. Sebelumnya,
kesehatan anda akan diperiksa cermat untuk memastikan cocok-tidaknya metode ini
bagi yang bersangkutan. Apabila ternyata cocok, maka waktu pemasangan yang
tepat adalah pada waktu menstruasi atau 40 hari setelah melahirkan.
Dimana AKDR dipasang? AKDR dipasang didalam rahim. Benang AKDR berfungsi
untuk memudahkan kontrol dan pencabutan. Kadang-kadang, pada saat menstruasi,
AKDR sedikit turun dari posisinya. Tapi pada saat menstruasi berakhir, AKDR akan
kembali ke posisi semula. Beberapa pira mengeluh merasa nyeri pada saat
bersenggama. Ini disebabkan karena ujung penisnya mengenai benang AKDR
tersebut. hal ini bisa dikonsultasikan dengan dokter untuk merapikan posisinya atau
ujung benangnya akan dipotong.
Kelebihan dari metode AKDR
Alat kontrasepsi ini tidak mengganggu kelancaran produksi air susu ibu. Sehingga
ibu tidak usah khawatir bayinya akan kekurangan susu. Alat ini juga aman untuk
digunakan dalam jangka waktu lama, yakni antara 3-5 tahun, tergantung pada jenis
spiral yang dipakai. Disamping itu, memakai AKDR berarti terhindar dari resiko
kehamilan yang disebabkan karena lupa memakainya seperti, pada kondom, tisu KB,
atau spermisida.
Kekurangan dari metode AKDR
Setelah pemasangan, beberapa ibu mungkin mengeluh merasa nyeri dibagian perut
dan pendarahan sedikit-sedikit (spoting). Ini bisa berjalan selama 3 bulan setelah
pemasangan. Tapi tidak perlu dirisaukan benar, karena biasanya setelah itu keluhan
akan hilang dengan sendrinya. Tetapi apabila setelah 3 bulan keluhan masih
berlanjut, dianjurkan untuk memeriksanya ke dokter. Pada saat pemasangan,
sebaiknya ibu tidak terlalu tegang, karena ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri
dibagian perut. Dan harus segera ke klinik jika:

1. Mengalami keterlambatan haid yang disertai tanda-tanda kehamilan: mual,


pusing, muntah-muntah.

2. Terjadi pendarahan yang lebih banyak (lebih hebat) dari haid biasa.
3. Terdapat tanda-tanda infeksi, semisal keputihan, suhu badan meningkat,
mengigil, dan lain sebagainya. Pendeknya jika ibu merasa tidak sehat.

4. Sakit, misalnya diperut, pada saat melakukan senggama. Segeralah pergi


kedokter jika anda menemukan gejala-gejala diatas.

ALAT KONTRASEPSI HORMONAL


Alat kontrasepsi ini mengandung hormon-hormon reproduksi perempuan. Proses
menstruasi terjadi karena hormon estrogen dihambat oleh hormon progesteron.
Berdasarkan konsep tersebut alat kontrasepsi ini diciptakan. Ada beberapa metode
dalam kelompok alat kontrasepsi ini yakni berupa pil, suntikan dan susuk. Ketiganya

efektif mengandung hormon dengan komposisi yang kurang lebih sama. Misalnya, pil
microgynon yang mengandung levenorgestrel (turunan dari hormon progesteron),
serta etunilestradiol (turunan dari hormon estrogen). Dengan penambahan hormonhormon tersebut, diharapkan proses pematangan sel telur dicegah sehingga tidak
dapat dibuahi oleh sperma. Hormon-hormon yang dikandung oleh alat kontrasepsi ini
juga menyebabkan getah pada liang peranakan tetap kental, sehingga sperma tidak
dapat bergerak lebih jauh. Selain itu, dengan penambahan hormon ini berarti lapisan
peranakan tidak dipersiapkan untuk menerima kehamilan, sehingga telur yang
dibuahi tidak dapat menempel pada dinding rahim.
PIL
Cara kerja pil ini sama seperti telah disebutkan di atas, yakni mencegah proses
pematangan telur sehingga tidak bisa dibuahi. Bila anda memutuskan untuk
memakai pil sebagai alat kontrasepsi perlunya dilihat langkah-langkah sebagai
berikut:

1. Periksakan kesehatan anda pada dokter atau bidan. Mintalah bantuan dokter
2.

atau bidan untuk mendapatkan gambaran rinci mengenai kondisi kesehatan


anda.
Perhatikan dan diskusikan riwayat kesehatan anda dengan dokter atau bidan.
Ini penting sebab kontraindikasi yang mungkin akan timbul setelah
pemakaian pil akan berpengaruh, atau bahkan membahayakan kesehatan
anda.

3. Apabila dokter atau bidan menyatakan anda cocok untuk memakai pil.

Langkah berikutnya adalah memperhatikan cara minum pil yang tepat. Jika
anda mendapat pil sejumlah 28, maka anda harus meminumnya setiap hari
tanpa jeda. Tapi jika anda mendapat dosis 21 pil, maka setelah habis 1 dosis
tersebut (tiga minggu), anda harus berhenti selama 7 hari untuk kemudian
melanjutkan lagi dengan dosis berikutnya.

4. Sebagai catatan, pemakaian pil efektif bila anda tidak lupa meminumnya
setiap hari.

5. Minum 1 pil setiap hari, menurut urutan tanggal, usahakan untuk minum
pada waktu yang sama setiap harinya.

6. Jika anda lupa 2 hari berturut-turut, manfaat pil telah berkurang. Gunakan
alat kontrasepsi lain yang tidak mengandung hormon, sementara terus
meminum pil tersebut.

7. Apabila anda telah menggunakan pil selama 5 tahun berturut-turut, sebaiknya


anda berganti ke alat kontrasepsi lain yang tidak lagi bersifat hormoral.
demikian pula bila usia anda sudah mencapai 35 tahun.

8. Untuk ibu yang sedang menyusui, tersedia pil khusus yang tidak akan
mengganggu kelancaran produksi ASI, misalnya Exluton.

Kelebihan dan kekurangan metode pil hormonal


Pil relatif mudah dipakai dan tidak mengganggu siklus (jadwal) menstruasi. Akan
tetapi pil mengandung sejumlah kekurangan yaitu:

Beberapa hari pertama pemakaian pil, dikeluhkan beberapa penggunanya karena


dirasakan mual, pusing-pusing, kelebihan dan sedikit pendarahan. Jika gejala ini
tidak berlangsung terlalu lama sekitar satu bulan anda tidak perlu cemas. Tetapi
jika lebih dari waktu itu, segeralah hubungi dokter. Barangkali
Hampir semua pil menyebabkan air susu ibu berkurang. Tapi kalau terpaksa,
gunakan pil yang tidak mengganggu kelancaran produksi ASI.
Kelemahan lain dari metode ini adalah resiko lupa yang tinggi. Karena pil KB baru
bermanfaat benar apabila di minum setiap hari dan pada waktu yang sama.
Pil ini juga membahayakan bagi pemakai bila terjadi hal seperti dibawah ini dan anda
dianjurkan untuk segera ke puskesmas/bidan/klinik jika mengalami:

1. Nyeri perut.
2. Sakit dada atau sesak nafas.
3. Kelainan pada penglihatan (misalnya kabur).
4. Nyeri pada tungkai.
Penderita sakit kuning.
Penderita kelainan jantung.
Penderita varises (urat kaki keluar).
Pengidap tekanan darah tinggi.
Pengidap kencing manis (diabetes).
Penderita migrain (sakit kepala sebelah).
Mereka yang mengalami pendarahan dari kemaluan tanpa sebab-sebab jelas.
SUNTIKAN
Suntikan termasuk dalam kelompok alat kontrasepsi hormonal. Sesuai dengan
namanya, cara pemakaianya dengan menyuntikkan zat hormonal ke dalam tubuh.
Zat hormonal yang terkandung dalam cairan suntikan dapat mencegah kehamilan
dalam waktu tertentu. Biasanya efektif selama 1-3 bulan, tergantung pada
kandungan dan jenis zat dan yang ada. Apabila anda memutuskan untuk memilih
metode ini, sebagai alat kontrasepsi maka, seperti halnya penggunaan pil,
Hal pertama yang harus anda lakukan adalah memeriksakan kesehatan anda ke
dokter. Ini juga untuk memastikan apakah pilihan ini cocok untuk anda.

Hal kedua, apabila dokter menyatakan kecocokan, maka anda akan disuntikkan pada
lengan
atas
atau
belakang
anda.
Hal ketiga, karena efektifitas suntikan ini akan berkurang setelah 1-3 bulan, maka
setelah waktu yang ditentukan, anda biasanya diminta untuk kembali ke rumah sakit
dan mendapatkan suntikan lagi. Untuk hasil maksimal, datanglah sesuai tanggal
yang telah ditentukan dokter atau bidan anda.
Kelebihan dari suntik hormonal:
Pertama, zat hormonal yang dikandung oleh cairan suntik ini direkomendasi karena
tidak mengganggu laktasi (produksi air susu ibu). Oleh karena itu suntikan dapat
segera diberikan setelah 40 hari sejak ibu melahirkan. Contoh suntikan yang aman,
menurut data obat di Indonesia, edisi ke-8, 1992 adalah depo provera. Juga, jika
sewaktu-waktu ada keinginan untuk hamil kembali, maka suntikan dapat segera
dihentikan. Selain itu, suntik juga tidak menyebabkan kurang darah.
Kekurangan dari metode suntik hormonal:
Pada hari-hari pertama setelah disuntik, beberapa orang mengeluh mengalami
pusing-pusing, mual, atau pendarahan sedikit-sedikit (spoting). Selain itu, suntik
juga biasanya akan mengubah siklus dan waktu menstruasi. Pada beberapa orang,
menstruasi bisa jadi berkurang atau bahkan berhenti sama sekali. Jika ini terjadi
anda tidak perlu khawatir, karena ini tidak membahayakan kesehatan. Kelemahan
lain dari metode ini adalah karena ini hanya efektif untuk jangka waktu tertentu dan
sesudahnya harus diperbarui lagi-adalah resiko gagal karena lupa. Keluhan senada
juga dilontarkan oleh peserta group diskusi. Jadi sekali lagi memeriksa diri dengan
benar akan sangat membantu, selain berkonsultasi dengan ahlinya. Anda dianjurkan
untuk segera pergi ke rumah sakit/klinik/petugas kesehatan lainnya jika mengalami:
Pendarahan hebat (lebih banyak dibanding waktu haid)
Pusing atau rasa mual yang berlebihan
Penurunan atau penambahan berat badan yang menyolok
Terlambat haid yang disertai tanda-tanda kehamilan, seperti pusing, mual-mual,
dan muntah (resiko kegagalan 1:1000)
Mereka yang tidak cocok memakai metode suntik:
Ibu-ibu yang sedang hamil.
Penderita tumor/kanker.
Penderita penyakit jantung.
Penderita penyakit hati.
Penderita darah tinggi.
Penderita penyakit kencing manis.
Penderita penyakit paru-paru.
Ibu-ibu yang mengalami pendarahan dari kemaluan yang tidak diketahui
sebabnya.
Mereka ini sebaiknya berhati-hati kalau memilih metode ini, atau sebaliknya mencari
alternatif lain yang lebih cocok.
ALAT KONTRASEPSI BAWAH KULIT (AKBK) ATAU SUSUK

Alat KB yang terdiri dari 6 tube kecil dari plastik dengan


panjang masing-masing 3cm ini dikenal di Indonesia
dengan nama susuk KB. Hormon yang dikandung dalam
susuk ini adalah progesterone, yakni hormon yang
berfungsi menghentikan suplai hormon estrogen yakni
hormon yang mendorong pembentukan lapisan dinding
lemak dan, dengan demikian menyebabkan terjadinya
menstruasi. Alat KB yang ditempatkan di bawah kulit ini
efektif mencegah kehamilan dengan cara mengalirkan
secara
perlahan-lahan
hormon
yang
dibawanya.
Selanjutnya hormon akan mengalir ke dalam tubuh lewat
pembuluh-pembuluh darah. Susuk KB bekerja efektif
selama 5 tahun. Jika dalam waktu tersebut si pemakai
menginginkan kehamilan, maka susuk dapat segera
diangkat. Tapi jika tidak, si pemakai tidak perlu repot-repot
lagi menggunakan alat KB lain. Hanya sesekali ia perlu
memeriksakan kesehatan ke dokter atau bidan yang
memasangkan susuk tersebut.
Dibandingkan pil atau suntikan KB, hormon yang terkandung dalam susuk ini lebih
sedikit. Namun demikian, efek sampingan yang dibawanya tetap ada. Oleh karena
itu, sebelumnya pemakai harus mengkonsultasikan riwayat dan kondisi
kesehatannya terlebih dulu kepada dokter. Selain itu hanya dokter dan petugas
medis yang terlatih, yang dapat memasangkan susuk KB ini. Beberapa hal yang
perlu diketahui mengenai pemasangan susuk KB ini adalah:
1. AKBK atau susuk disusupkan dibawah kulit lengan kiri bagian atas. Hal ini
tergantung pada kebiasaan kita yang umumnya lebih banyak menggunakan
tangan kanan dibanding tangan kiri. Oleh karena itu, bagi mereka yang kidal
dianjurkan untuk memasang susuk di bawah kulit lengan kanan bagian atas.
2. Karena cara menyusupkan susuk ini adalah dengan sedikit menyayat kulit,
maka sebelumnya pemakai akan dibius lokal terlebih dahulu untuk
mengurangi rasa sakit.
3. Susuk dipasang pada waktu menstruasi atau haid. Atau dapat juga setelah 40
hari melahirkan.
4. Setelah susuk dipasang, luka bekas sayatan harus dijaga tetap bersih dan
kering, tidak boleh kena air selama 5 hari.
5. Pemeriksaan ulang dilakukan oleh dokter atau bidan terlatih; 1 minggu
setelah susuk dipasang, dan setelah itu 1 tahun sekali selama pemakaian.
6. Sesudah 5 tahun, susuk harus diambil dan diganti dengan yang baru.
Dengan memakai susuk, anda aman dari kemungkinan hamil utnuk jangka waktu
yang relatif lama (5 tahun). Selain itu, anda juga terhindar dari faktor lupa.
Kekurangan dari metode susuk KB:
Setelah pemasangan, beberapa orang mengalami pendarahan sedikit-sedikit
diluar waktu menstruasi (spoting). Beberapa mengeluh jadwal menstruasi
menjadi tidak teratur (berubah-uabh) dan bahkan berhenti menstruasi sama
sekali. Mereka juga mengalami kenaikan berat badan. Semua ini adalah hal yang
umum dialami oleh pemakai susuk KB. Jika yang bersangkutan tidak merasa
terganggu, pemakaian boleh diteruskan. Tetapi untuk lebih amannya, ada

baiknya pemakai memperhatikan catatan berikut ini. Anda dianjurkan untuk


segera pergi kerumah sakit/klinik/petugas kesehatan lainnya jika:
1.

Luka bekas pemasangan berdarah atau membengkak (infeksi).

2.

Terjadi pendarahan yang banyak sekali, lebih hebat dari haid.

3.

Sakit Kepala berat dan mata berkunang-kunang.

4.

Terlambat haid disertai tanda-tanda kehamilan misalnya pusing, mual dan


muntah-muntah (resiko kegagalan 2:1000).

Karena alat kontrasepsi ini digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama 4
sampai 5 tahun maka bagi mereka yang menghendaki untuk hamil diantara waktu
tersebut sebaiknya tidak menggunakan jenis alat kontrasepsi ini.
Susuk KB tidak cocok untuk mereka yang menderita:
1. Tumor.
2. Gangguan pada jantung.
3. Gangguan pada hati.
4. Darah tinggi.
5. Kencing manis (diabetes).
6. Berusia diatas 35 tahun.
7. Pendarahan dari kemaluan yang tidak diketahui sebabnya.
8. Belum mempunyai anak.
KONTRASEPSI MANTAP (KONTAP)
Kontrasepsi mantap adalah satu metode kontrasepsi yang dilakukan dengan cara
mengikat atau memotong saluran telur (pada perempuan) atau saluran sperma
(pada lelaki). Kontap dijalankan dengan melakukan operasi kecil pada organ
reproduksi, baik untuk tubektomi bagi perempuan, maupun vasektomi bagi lelaki.
Dengan cara ini, proses reproduksi tidak lagi terjadi dan kehamilan akan terhindar
untuk selamanya. Karena sifatnya yang permanen, kontrasepsi ini hanya
diperkenankan bagi mereka yang sudah mantap memutuskan untuk tidak lagi
mempunyai anak. Itulah sebabnya kontrasepsi ini disebut kontrasepsi mantap.
TUBEKTOMI
Pada tubektomi, tindakan operasi kecil untuk mencegah kehamilan dilakukan pada
saluran telur perempuan. Dengan memotong atau mengikat salah satu bagian
saluran yang dilalui sel telur, diharapkan tidak terjadi pembuahan (kehamilan).
Beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum melakukan
KONTAP:
Sama seperti alat kontrasepsi lainnya, musyawarahkan dengan pasangan anda siapa
diantara keduanya yang akan menjalankan kontrasepsi mantap ini. Bilaa anda telah
benar-benar mantap untuk melakukan tubektomi, dan telah mendapat jaminan dari
dokter bahwa tidak akan ada resiko setelah menjalaninya, maka yang perlu anda
pahami adalah hal-hal sebagai berikut:
1. Dengan tubektomi saluran yang membawa sel telur ke rahim akan dipotong
atau diikat. Lalu bagaimana dengan sel telur yang dihasilkan setiap bulannya?

Anda tidak perlu khawatir, sebab sel telur yang dihasilkan tersebut akan
diserap kembali oleh tubuh tanpa menimbulkan efek apa-apa terhadap tubuh.
2. Operasi ini memang tergolong operasi kecil. Meskipun demikian, ini hanya
boleh dilakukan oleh dokter yang terlatih. Sebelumnya anda akan
mendapatkan pembiusan (anestesi) lokal agar tidak merasa sakit.
3. Operasi ini dapat dilakukan kapan saja, yang penting anda tidak sedang
hamil. Sebenarnya, akan lebih mudah bagi dokter bila operasi dilakukan pada
masa-masa nifas yaitu setelah anda melahirkan. Mengapa? Karena pada
waktu ini saluran sel telur (tuba fallopian) masih jelas terlihat.
4. Operasi tubektomi (begitu juga vasektomi) tidak ada pengaruhnya atau tidak
ada hubungannya dengan menaiknya atau menurunnya gairah seksual
seseorang. Akan tetapi karena sifatnya yang mantap menyebabkan orang
tidak merasa khawatir hamil kembali. Keadaan ini membuat seseorang
merasa aman secara psikologis sehingga dapat menciptakan hubungan yang
lebih santai.
TIPS BILA ANDA SELESAI MENJALANI OPERASI TUBEKTOMI
1. Istirahat secukupnya, dan selama 7 hari dianjurkan tidak bekerja berat.
2. Bekas luka harus tetap bersih dan kering (tidak boleh kena air selama 7 hari).
3. Minumlah obat yang diberikan dokter sesuai petunjuk.
4. Senggama dapat dilakukan setelah 1 minggu.
5. Jangan lupa melakukan pemeriksaan ulang. Biasanya dokter menganjurkan
pemeriksaan dilakukan setelah 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, dan 1 tahun setelah
operasi.
Kelebihan dari metode KONTAP:
Pertama, cara KB ini tidak akan mengganggu kelancaran air susu ibu. Selain itu,
jarang sekali ada keluhan tentang efek samping dari mereka yang memilih cara ini.
Hal ini bisa dipahami karena memang tidak ada obat yang harus diminum atau alat
yang dikenakan pada tubuh. Dalam beberapa pertemuan, pertanyaan yang sering
muncul adalah kemana larinya sel telur, sementara saluran ke rahim telah dipotong
atau dihalangi? Seperti telah dijelaskan di atas, sel-sel telur yang diproduksi itu akan
langsung diserap kembali oleh tubuh tanpa membuat tubuh menjadi sakit atau
terganggu.
Kedua, dengan cara kontrasepsi ini, resiko kehamilan bisa dihindari. Angka
kegagalan hampir tidak ada. Pertanyaan penting lain yang muncul adalah hubungan
tubektomi dengan gangguan gairah seksual, mengingat sudah tidak ada lagi sel telur
yang keluar. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, hilangnya gairah seks akibat
tubektomi ini hanyalah mitos belaka yang tidak ada kebenarannya. Seandainya ada
keluhan, itu biasanya disebabkan oleh faktor psikologis semata. Ini merupakan
kelebihan ketiga dari cara kontrasepsi ini yaitu tidak terpengaruhinya hubungan seks
diantara keduanya yang disebabkan oleh tindakan vasektomi atau tubektomi.
Dengan kontrasepsi ini, efek samping yang pasti muncul hanyalah luka parut kecil
bekas operasi di bagian bawah perut. Meskipun demikian, beberapa hal di bawah
perlu juga diperhatikan:
Segeralah menemui dokter apabila anda mengalami hal-hal berikut setelah operasi
berlangsung:
1. Muntah-muntah yang hebat.
2. Nyeri perut yang sangat.
3. Sesak nafas.

4. Demam tinggi.
5. Terlambat haid yang disertai oleh tanda-tanda kehamilan seperti pusing,
mual, dan muntah-muntah.
Beberapa orang yang dianggap tidak cocok dengan cara kontrasepsi ini adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pasangan yang belum mempunyai anak.


Penderita penyakit jantung.
Penderita penyakit paru-paru.
Penderita hernia.
Pernah dioperasi di daerah perut.
Pasangan yang masih ragu-ragu untuk menggunakan cara ini.

Dengan kata lain, kontrasepsi ini hanya dianjurkan untuk mereka yang tidak memiliki
kecenderungan penyakit tersebut diatas, atau tidak lagi berkeinginan menambah
jumlah anak, atau yang memiliki masalah berat lain sehingga kehamilan akan sangat
berbahaya
baginya.
Sebelum menjadi akseptor kontap, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi
yaitu:
1. Harus dilakukan secara sukarela, bukan karena paksaan pihak lain.
2. Sudah mendapat keterangan dari dokter atau petugas kesehatan lain
mengenai indikasi dan kontra-indikasi dari kontrasepsi ini.
3. Menandatangani persetujuan tertulis atas rencana operasi ini (informed
consent).
Satu hal yang sebaiknya diingat adalah sangat kecil kemungkinannya untuk tidak
menyebut tidak ada peluang sama sekali orang bisa hamil lagi setelah operasi
tubektomi. Oleh karenanya perlu dipertimbangkan dengan matang sebelum
sampai pada keputusan menjadi akseptor kontrasepsi mantap ini.
VASEKTOMI
Prinsipnya sama dengan tubektomi pada perempuan, yaitu menutup saluran bibit
laki-laki dengan melakukan operasi kecil pada kantong zakar sebelah kanan dan kiri.
Operasi ini tergolong ringan, bahkan lebih ringan dari khitan (sunat) dan bisa
dilakukan tanpa pisau. Seperti juga pada perempuan, bibit laki-laki yang tidak keluar
akan diserap kembali oleh tubuh tanpa menimbulkan efek apapun. Berikut adalah
ilustrasi bagian reproduksi pria yang diikat atau dipotong pada operasi vasektomi,
agar sel mani atau bibit laki-laki tidak keluar. Meskipun ringan, operasi ini
memerlukan bius (anestesi) untuk mengurangi rasa sakit. Sebelumnya, dokter yang
akan menangani operasi akan memeriksa secara teliti kondisi kesehatan yang
bersangkutan. Operasi bisa dilakukan kapan saja dan boleh dokter yang betul-betul
terlatih menangani masalah ini.
Hal
yang
harus
dilakukan
setelah
menjalani
operasi:
1. Istirahat secukupnya, dan selama 7 hari setelah operasi sebaiknya tidak
bekerja
berat.
2.
Bekas luka harus bersih dan tetap kering selama 7 hari.
3.
Minum
obat
yang
diberikan
oleh
dokter
sesuai
aturan.
4. Meski sudah boleh berhubungan intim dengan istri/pasangan setelah 7 hari
tindakan operasi diambil, namun pasangan tersebut masih harus memakai alat
kontrasepsi lain selama kurang lebih 3 bulan. Bagi pria, kira-kira pada 10-12 kali

persenggamaan setelah operasi, dianjurkan memakai kondom. Hal ini


dimaksudkan untuk mencegah kehamilan akibat sisa-sisa sperma yang terdapat
dalam cairan mani. Sementara pasangannya menggunakan metode lain yang
cocok. Setelah vasektomi, air mani tetap ada, tetapi tidak lagi
mengandung bibit. Ini karena vasektomi tidak sama dengan pengebirian.
5. Jangan lupa memeriksa ulang ke dokter: 1 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan 1
tahun setelah operasi.
Seperti yang terjadi dengan sel telur perempuan, sperma yang diproduksi
oleh tubuh pria juga akan diserap kembali oleh tubuh tanpa menyebabkan
satu penyakit atau gangguan metabolisme apapun. Vasektomi adalah
metode kontrasepsi dengan kemungkinan gagal sangat kecil. Disamping
itu, hampir tidak ada efek samping yang muncul setelah operasi ini.
Memang beberapa orang mengeluhkan tentang gangguan terhadap gairah
seksual mereka. Tapi biasanya itu hanya bersifat psikologis, bukan gejala
fisiologis. Namun bagaimanapun, resiko dari vasektomi masih ada yaitu
infeksi karena operasi. Kalau ini terjadi, segeralah hubungi dokter untuk
penanganan secara seksama.
Mereka yang tidak cocok dengan metode ini:
Penderita hernia.
Penderita kencing manis (diabetes).
Penderita kelainan pembekuan darah.
Penderita penyakit kulit atau jamur didaerah kemaluan.
Tidak tetap pendiriannya.
Memiliki peradangan pada buah zakar.
Mereka yang dianggap cocok dengan cara ini adalah:
Pasangan yang tidak lagi ingin menambah jumlah anak.
Pasangan yang istrinya sudah sering melahirkan, atau
Memiliki penyakit yang membahayakan kesehatan.
Pasangan yang telah gagal dengan kontrasepsi lain.
Seperti juga pada operasi tubektomi, pria yang akan melakukan operasi vasektomi
harus melakukannya secara sukarela dan menandatangani surat persetujuan.
Disamping itu mereka berhak mendapat keterangan yang benar dan terperinci dari
dokter atau petugas pelayanan KONTAP lainnya.
ANGGAPAN KELIRU MENGENAI CARA-CARA PENCEGAHAN KEHAMILAN:
Meskipun dewasa ini telah tersedia berbagai pilihan alat kontrasepsi, dan dengan
tingkat keberhasilan yang beragam, tidak sedikit orang yang masih keliru dalam
memahami tentang cara pencegahan kehamilan secara benar. Hal ini disebabkan,
antara lain karena pemberian informasi (hak informasi) para akseptor tidak selalu
dipenuhi oleh para petugas kesehatan. Dengan anggapan bahwa masyarakat tidak
butuh informasi menyebabkan tidak sedikit munculnya mitos-mitos dan kekeliruan
dalam pemahaman tentang cara menceah kehamilan muncul dengan suburnya.
Misalnya, anggapan bahwa selama masa menyusui dan belum haid kembali ibu
tidak akan hamil. Anggapan ini sama sekali benar. Dengan tingkat gizi yang kian
membaik dan pola kerja kaum perempuan yang cenderung berubah sehingga
intensitas penyusuan terganggu, maka kemungkinan hamil dalam masa menyusui
bisa terjadi.

Contoh anggapan keliru lainnya adalah menghambat laju sperma dengan cara
melompat-lompat, jongkok atau segera mencuci kemaluan sesaat setelah melakukan
hubungan seks. Cara-cara seperti ini masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita,
terutama oleh kaum perempuan. Padahal daya kerja sperma yang berjumlah ribuan
dan menyemprot jauh di dalam rahim tidak akan keluar atau turun meskipun dengan
cara melompat, jongkok atau mencucinya. Tidak jarang, anggapan keliru itu bisa
membahayakan kesehatan perempuan itu sendiri. Misalnya meminum berbagai
ramuan seperti ragi tapai, bir hitam atau parutan nanas muda atau campuran
berbagai obat-obatan yang di minum dengan minuman keras sesaat setelah disadari
menstruasinya terlambat. Pada kenyataannya, tidak ada bukti ilmiah yang dapat
menjelaskan efektivitas cara-cara ini dalam pencegahan kehamilan. Lebih berbahaya
adalah praktek urut pijat yang oleh beberapa kalangan masyarakat dipercaya dapat
mencegah kehamilan dengan cara membalik kandungan. Pada kenyataannya
bukannya mencegah kehamilan, cara ini dapat membahayakan kondisi organ
perempuan yang paling sensitif, yaitu rahim.
Cara pencegahan kehamilan yang tidak benar dapat menyebabkan, antara
lain:
Kegagalan serta kehamilan yang tidak diharapkan. Kalau terjadi, biasanya ibu
tidak siap dan akan mencoba menggugurkan kandungan dengan cara-cara yang
salah,
misalnya
dengan
minum
jamu
peluntur.
Kalau cara seperti di atas menemui kegagalan, maka ada resiko bayi yang akan
dilahirkan mengalami gangguan cacat (misalnya tidak lengkap anggota tubuhnya),
akibat pengaruh obat atau jamu peluntur yang diminum ibu. Belum lagi resiko ibu
keracunan
akibat
obat
atau
jamu
tersebut.
Ibu mengalami pendarahan dan infeksi yang menyebabkan keguguran, cacat,
lahir muda, atau lahir mati. Implikasi dari cara-cara pencegahan kepada perempuan
sendiri apabila suatu ketika akan berpengaruh kepada perempuan sendiri apabila
suatu ketika menghendaki kehamilan kembali. Kerusakan organ reproduksi yang
disebabkan cara penanganan yang serampangan akan menyulitkan proses
reproduksi yang pada gilirannya tak mustahil menimbulkan kemandulan, selain bisa
membahayakan
nyawa
ibu.
Karena itu, apabila telah positif hamil, jangan minum jamu terlambat bulan.
Jika anda benar-benar membutuhkan alat kontrasepsi, maka berkonsultasi dengan
dokter dan jangan ragu-ragu untuk bertanya secara rinci mengenai alat tersebut. Ini
adalah hak setiap pengguna alat-alat kontrasepsi yang telah dijamin sebagai bagian
dari hak untuk sehat dalam bereproduksi. Yang paling penting adalah anda dapat
memenuhi keinginan anda untuk mengatur kelahiran dan dapat menggunakan alat
yang cocok dan sehat untuk anda. Aborsi bukanlah cara yang tepat untuk mencegah
kehamilan. Karena, bagaimanapun aborsi, bila dilakukan lebih dari tiga kali akan
merusak kondisi rahim perempuan.

Daftar Pustaka

Hanifa, P (1996), Ilmu Bedah Kebidanan, Jakarta, yayasan Bina Pustaka


Sarwono Prawirohardjo
Prawirohardjo, Sarwono (1986), Ilmu Kebidanan, Ed. 2, Jakarta, Yayasan
Bina Pustaka

Memilih Alat Kontrasepsi adalah keputusan yang sangat bijak bagi sebuah
keluarga untuk merencanakan kelahiran untuk anak-anaknya. Dengan
merencanakan kelahiran, secara tidak langsung Anda akan meningkatkan
kondisi kesehatan keluarga. Memang tidak ada metode alat kontrasepsi yang
terbaik untuk Mencegah Terjadinya Proses Kehamilan. Masing-masing alat
memiliki kelebihan dan kekurangan, yang akan menimbulkan efek (baik efek
negatis atau positif) bagi pemakainya. Namun sebagai pertimbangan utama
adalah pilih Alat kontrasepsi paling efektif dan tepat untuk anda dan pasangan.
Sebagai pertimbangan lain sebelum anda Memilih Alat Kotrasepsi untuk KB,
adalah dengan memperhatikan beberapa aspek seperti dibawah ini:
Apabila anda sedang menyusui, pilih jenis alat kontrasepsi yang tidak
mempengaruhi produksi ASI anda. Metode perencanaan kelahiran
dengan alat kontrasepsi untuk ibu menyusui adalah: barier (diafragma dan
kondom), mekanik (IUD/AKDR/ Spiral), dan alat kontrasepsi hormonal
(mini pil, suntik KB per 3 bulan dan injeksi depo progestin/ susuk/implant).
Tentukan jarak menunda kehamilan. Apakah dalam waktu dekat (1-2
tahun) atau dalam waktu yang cukup lama (>5 tahun).
Pilih alat kontrasepsi yang mengembalikan kesuburan setelah
menghentikan penggunaan alat kontrasepsi tersebut.
Konsultasikan kepada Dokter dan cari informasi (melalui internet, media
cetak atau bertanya kepada orang-orang disekitar anda) mengenai Efek
samping dan efektivitas metode Kontrasepsi tersebut.
Contoh Alat Kontrasepsi dan cara Kerja
Sebagai pertimbangan awal Memilih Alat Kontrasepsi, dibawah ini kami
paparkan beberapa macam pilihan kontasepsi, cara kerja dan efektivitas bagi
penggunanya:
Kondom, mempunyai cara kerja dengan menciptakan pembatas fisik
antara organ reproduksi wanita dan sperma pria, sehingga tidak terjadi
pembuahan. Kemungkinan gagal dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi
ini adalah 2-3%. Penggunaan Kondom dapat dikombinasikan dengan
penggunaan Spermisida yang berfungsi untuk membunuh sperma. Bentuk
alat kontrasepsi ini bisa berupa jeli, krim, tablet atau busa.
Diafragma, adalah alat kontrasepsi yang mempunyai cara kerja,
dimasukkan persis untuk menutup mulut rahim dengan tujuan mencegah
sperma masuk ke dalam uterus. Anda diharuskan menggunakan krim anti

jamur atau jeli saat berhubungan badan. Dan Paling lama enam jam
setelah berhubungan, Anda harus melepaskannya. Diafragma memiliki
tingkat efektivitas yang paling rendah dan tidak efisien. Mungkin karena
hal ini, tidak banyak orang yang memilihnya.
AKDR/IUD/Spiral, adalah alat kontrasepsi yang berbentuk seperti huruf T,
dan dimasukkan ke dalam rahim. IUD dibuat dengan bahan dasar
hormon, mampu melepaskan progestin dengan tujuan menghambat
ovulasi, dan bisa berfungsi selama 5 tahun mulai dari awal pemasangan.
IUD jenis lain adalah dengan metode melepaskan tembaga yang akan
menempel pada sperma sehingga dapat menghambat pergerakan
sperma. IUD dengan tembaga ini dapat digunakan selama 10 tahun
dengan tingkat Efektivitas 98-99%.
Susuk/implant, adalah alat kontrasepsi yang dipasang dengan
memasukkan jarum kecil ke lapisan bawah kulit di salah satu bagian
tubuh Anda (di lengan bagian atas). Selama tiga tahun Jarum tersebut
akan mengeluarkan hormon progestin secara perlahan, dengan tujuan
mencegah pelepasan telur. Hormon tersebut juga akan menebalkan lendir
serviks. Alat kontrasepsi ini mempunyai tingkat efektivitas hingga 99%.
Pil Kombinasi, adalah alat kontrasepsi berupa Pil yang mengandung
estrogen dan progestin. Kedua hormon tersebut akan mencegah ovulasi
dan menebalkan lendir pada mulut rahim sehingga sperma pria tidak bisa
berenang mencapai rahim. Pil kombinasi mempunyai tingkat Efektivitas
95-99%.

Bagi anda yang masih bingung untuk Memilih Alat Kontrasepsi yang tepat,
silahkan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan. Beritahukan Alat
Kontrasepsi dengan kriteria seperti apa yang anda inginkan. Semoga kita
dijadikan Keluarga Berencana dengan tingkat Kesehatan yang tinggi.
Ringkasan:

Memilih Alat Kontrasepsi untuk KB harus efektif, efisien dan tidak


menyebabkan efek samping serius pada pemakainya,
Contoh alat kontrasepsi adalah Kondom, Diafragma, AKDR/IUD/Spiral,
Susuk/implant dan Pil Kombinasi.