Anda di halaman 1dari 5

Tugas RMK Audit Internal

Laporan Hasil Audit Internal

OLEH KELOMPOK 1
Tahun Ajaran 2015/2016
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin

[Nama-nama Anggota Kelompok]


Muhammad Gladi Reksa

Dhyka Adzani

Mega Syawaluddin

A311 12 294

A311 10 117

A311 12 264

LAPORAN HASIL AUDIT


INTERNAL
LAPORAN INTERNAL AUDITOR
Laporan internal auditor merupakan saran pertanggungjawaban internal auditor atas
penugasan pemeriksaan oleh pimpinan. Melalui laporan ini internal auditor akan
mengungkapkan dan menguraikan kelemahan yang terjadi dan keberhasilan yang telah
dicapai.
Internal auditor dalam melakukan pemeriksaan senantiasa diikuti dengan pembuatan
laporan, yang mana hal ini adakah merupakan hasil akhir dari pekerjaannya. Laporan harus
disusun, sehingga pimpinan perusahaan dapat mengerti permasalahannya dan segera
mengambil keputusan mengenai tindakan seperlunya. Laporan ini sedapat mungkin ringkas,
jelas dan lengkap. Fakta yang dilaporkan harus menggambarkan seluruh kegiatan perusahaan
yang diperiksa. Maksudnya laporan harus objektif dan dapat dipertanggungjawabkan dengan
bukti-bukti pendukung yang kuat. Laporan ini sebaiknya dibuat tepat pada waktunya, karena
laporan yang terlambat akan kurang atau tidak bermanfaat.
Laporan internal auditor pada dasarnya adalah merupakan laporan intern perusahaan.
Bantuk laporan ini dapat berbeda-beda dari perusahaan ke perusahaan lainnya, karena bentuk
yang standar tidak ada ditetapkan, berbeda dengan laporan yang dibuat akuntan publik.
Namun laporan pemeriksaan intern harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
(1) Cermat
Laporan secara keseluruhan haruslah berdasarkan fakta. Setiap pernyataan, angka dan
referensi harus didasarkan atas bukti-bukti yang kuat. Pemeriksa harus berusaha dengan
segala upaya agar laporannya dapat dipercaya atau diandalkan. Keandalan haruslah menjadi
ciri dari laporan permeriksa. Laporan haruslah ditulis dan didokumentasikan agar dapat
dipercaya serta menyakinkan. Apapun yang dikemukakan di dalam laporan harus cukup bukti
pendukungnya.
(2) Jelas

Tujuan laporan pemeriksaan adalah agar diambil tindakan yang perlu. Oleh karen itu
laporan harus efektif. Dan agar efektif, laporan haruslah jelas. Kejelasan menyangkut banyak
hal, tetapi pada pokoknya hal ini harus disadari pemeriksa ketika ia menulis atau
menyampaikan laporannya. Pemeriksa harus memperhatikan dan menghindarkan hal-hal
yang menyebabkan laporan menjadi tidak jelas. Adapun sebab-sebab ketidakjelasan suatu
laporan ialah karena:
1. Pemeriksa tidak memahami pokok masalah yang dilaporkannya.
2. Laporan ditulis dengan gaya bahasa yang membosankan atau ditulis secara berteletele.
3. Struktur laporan jelek, gagasan-gagasan yang disajikan dengan urutan yang baik akan
lebih mudah dipahami. Kalimat-kalimat dan paragrap-paragrap yang kacau dapat
menyebabkan temuan yang penting menjadi tidak terlihat. Ide-ide atau gagasangagasan yang sangat diperlukan oleh manajemen mungkin menjadi tidak
terkomunikasikan.
4. Banyak menggunakan istilah-istilah teknis dan istilah khusus yang kurang lazim.
5. Temuan-temuan dilaporkan tanpa diuraikan latar belakangnya. Memberikan informasi
mengenai latar belakang adalah penting untuk dapat memahami suatu proses atau
keadaan atau untuk memahami berapa pentingnya sesuatu hal. Apabila pemeriksa
merekomendasikan suatu prosedur yang baru, pertama-tama ia harus menjelaskan
mengenai prosedur yang sekarang berlaku, apa kekurangan-kekurangannya, akibatakibat apa yang mungkin timbul jika prosedur tersebut digunakan. Dengan demikian
manajemen akan lebih terbuka dan lebih mudah diyakinkan akan

perlunya

melaksanakan usul-usul pemeriksa.


6. Uraian yang panjang lebar mengenai hal yang bersifat teknis.
(3) Ringkas
Ringkas berarti membuang hal-hal yang tidak berguna atau yang berlebih-lebihan.
Ringkas bukan berarti pendek, sebab mungkin suatu pokok persoalan memerlukan uraian
yang luas. Akan tetapi ringkas berarti menghilangkan apa yang tidak relevan dan tidak
material, seperti gagasan-gagasan, temuan-temuan, kalimat-kalimat dan sebagainya, yang
tidak menunjang tema pokok laporan.
(4) Tepat waktu
Laporan resmi dibuat tidak untuk dijadikan suatu dokumen sejarah, tetapi untuk
meminta dilakukan suatu tindakan. Laporan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan

manajemen akan informasi yang mutakhir.Tujuan tersebut tidak akan tercapai apabila laporan
tidak tepat waktunya.
Mengenai unsur-unsur dari suatu laporan pemeriksaan disebutkan bahwa:
Bagimanapun bentuk laporan, laporan tersebut harus memuat satu atau lebih unsurunsur berikut ini: suatu intisari, suatu pendahuluan atau pengantar, suatu ruang lingkup, suatu
pendapat dan temuan-temuan. Pernyataan-pernyataan mengenai temuan-temuan itu sendiri
harus memuat unsur-unsur tertentu. Unsur-unsur untuk temuan positif: wewenang, tujuan,
kondisi. Untuk temuan-temuan negatif suatu intisari, kriteria, fakta, pengaruh/akibat yang
ditimbulkan, sebab-musabab dan rekomendasi. Grafik-grafik dapat merupakan bumbu suatu
laporan dan menambah ilustrasi-ilustrasi yang diperlukan.
Selanjutnya Lianto Hidayat Susanto menguraikan berbagai informasi yang harus
dicantumkan pada laporan internal auditor sebagai berikut:
1. Nomor laporan yang mencerminkan jenis laporan, letak arsip dan sebagainya
2. Ditujukan kepada siapa
3. Tanggal dibuatnya laporan
4. Ruang lingkup pekerjaan dan jenis pekerjaan yang dilakukan
5. Pendapat dan kesimpulan
6. Tanda tangan internal auditor (penanggung jawab pemeriksaan)
7. Saran jika memang ditemukan sesuatu yang telah final.
8. Keterangan tentang lampiran
9. Keterangan mengenai distribusi laporan
10. Keterangan mengenai tim yang terlibat.
Selanjutnya bentuk laporan internal auditor dapat dibagi atas dua bagian. Seperti
yang dikemukakan oleh JB. Heckert, sebagai berikut:
1. Tulis (written)
(1) Tabulasi
a) Laporan akuntansi formal
b) Statistik
(2) Uraian/paparan singkat
(3) GrafikSuatu kombinasi dari berbagai bentuk di atas
2. Lisan (oral)
(1) Persentase formal group. Seperti penggunaan alat visual
(2) Konvensi-konvensi individu.
Banyak ragam laporan pemeriksaan, baik dalam ukuran maupun style. Tidak ada
suatu bentuk laporan yang standar. Contoh laporan pemeriksaan yang dimuat di bawah ini

diambil dari organisasi pemeriksaan yang berbeda, untuk menunjukkan adanya berbagai
variasi.
Dengan adanya laporan dari internal auditor, maka pimpinan perusahaan dapat
mengetahui sampai seberapa jauh pengaruh suatu kejadian terhadap pengambilan keputusan.
Disamping itu menjadi bahan pertimbangan dalam membentuk suatu sistem yang baik agar
kesalahan yang tejadi tidak sampai terulang kembali serta dapat mencegah kemungkinan
terjadinya penyelewengan di masa yang akan datang.
Laporan hasil pemeriksaan merupakan informasi bagi pimpinan/direktur utama yang
dapat digunakan sebagai bahan untuk mengambil keputusan. Ada beberapa manfaat laporan
internal auditor bagi pimpinan antara lain:

Untuk mengetahui sampai sejauh mana para pelaksana mampu melaksanakan tugas-

tugasnya dan apakah kebijaksanaan yang telah ditetapkan telah dipenuhi.


Menambah keyakinan atas kebenaran data akuntansi.
Memberikan keyakinan atas perlindungan yang cukup terhadap harta benda

perusahaan.
Untuk menilai apakah operasi perusahaan berdaya guna dan berhasil guna.