Anda di halaman 1dari 4
NAM NIM A S TEFANUS SISWOYO 8938 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada Yogyakarta
NAM NIM A S TEFANUS SISWOYO 8938 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada Yogyakarta
NAM NIM A
NAM
NIM
A

STEFANUS

SISWOYO

8938

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada Yogyakarta

NAM NIM A S TEFANUS SISWOYO 8938 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gajah Mada Yogyakarta

Kelainan pada Kesehatan Gigi dan Mulut

akibat Gangguan Gizi

  • 1. Karbohidrat Gangguan pada mulut dan gigi yang berhubungan dengan karbohidrat adalah terbentuknya karies dan gingivitis, selain itu defisiensi dari KKP dapat mengganggu pertumbuhan rahang karena dapat menyebabkan erupsi gigi lambat, dan hipoplasi gigi.

  • 2. Protein Defisiensi dari protein ini dapat menyebabkan Inflamasi dan memperlambat tingkat kesembuhan luka pada penyakit periodontal. Disamping itu, asupan protein mempengaruhi konsentrasi urea pada plasma dan saliva meningkat sehingga memiliki dampak positif yaitu mengurangi penyebab munculnya karies.

  • 3. Vitamin A Vitamin A berperan dalam diferensiasi dan pemeliharaan sel-sel epitel, sehingga apabila mengalami defisiensi dapat memperparah penyakit periodontal, tetapi tidak menyebabkan penyakit periodontal.

  • 4. Vitamin B ( termasuk vitamin B kompleks ) Vitamin B ( Thiamin, Riboflavin, Niacin, Asam folat, dan lain-lain ) apabila mengalami defisiensi khususnya pada vitamin B 12 ( cobalamin ) dan asam folat dapat menyebabkan anemia yaitu, anemia makrositer pada defisiensi asam folat, dan anemia pernisiosa pada defisiensi vitamin B12. Selain itu, defisiensi cobalamin tersebut dapat menyebabkan demielenisasi yaitu kerusakan syaraf yang dapat mengacaukan seluruh system syaraf termasuk di daerah mulut dan sekitarnya. Disamping itu, defisiensi vitamin B juga dapat menyebabkan lesi gingival dan periodontal yang non spesifik.

  • 5. Vitamin C ( asam askorbat ) Vitamin C yang berperan dalam biosintesis kolagen ini ( dalam mengubah sel fibroblast menjadi serabut kolagen ) memilikki peran yang sangat penting. Defisiensi dari vitamin C ini dapat mengakibatkan gingivitis ( peradangan gingival ) dan gingival bleeding, selain itu manifestasi yang lain juga dapat mengakibatkan gangguan pada papilla dan berkenaan dengan marginal. Dan yang terkenal bila kekurangan vitamin C adalah stomatitis atau lebih dikenal dengan sariawan.

  • 6. Vitamin D – Fosfor - Kalsium Vitamin D sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan gigi. Vitamin D bekerja bersama dengan kandungan fosfor dan kalsium, sehingga defisiensinya dapat

menyebabkan kalsifikasi defek pada tulang alveolar dan sementum, selanjutnya, apabila

kadar kalsium rendah namun kadar fosfor tinggi dapat menyebabkan hyperparatiroid yang menimbulkan bone resorption ( tulang jadi lunak ). Oleh karena itu, email dapat terbentuk tidak sempurna dan dentin pun menjadi lebih lunak.

  • 7. Magnesium Magnesium merupakan salah satu komposisi penyusun gigi dan tulang, sehingga apabila mengalami gangguan dan defisiensi dapat menyebabkan gangguan pada jaringan epitel, termasuk mempengaruhi kelunakan gigi.

  • 8. Flouride Flouride bermanfaat bagi gigi karena bila mengalami defisiensi dapat menyebabkan gigi berlubang; sedangkan orang-orang yang tinggal di daerah dimana kandungan fluornya tinggi secara alami, mungkin akan mengalami kelebihan fluor dalam tubuh, suatu keadaan yang disebut fluorosis. Fluor terkumpul dalam gigi, terutama gigi tetap dan dalam tulang. Pada permukaan email gigi tampak bercak tidak beraturan yang berwarna putih-kapur, yang pada akhirnya berubah menjadi kuning atau coklat, menyebabkan email tampak berbintik-bintik.

  • 9. Selenium Selenium sebagai salah satu nutrient yang dapat berpengaruh terhadap karies gigi. Lampiran :

ינננננה

menyebabkan kalsifikasi defek pada tulang alveolar dan sementum, selanjutnya, apabila kadar kalsium rendah namun kadar fosfor