Anda di halaman 1dari 25

AUDITING II

AUDIT SIKLUS PENJUALAN


& PENAGIHAN
Kelompok 8 :
1. Miftahul Ulum

/13080694017

2. Siti Nor Faizah

/13080694031

3. Nur Ahmad

/13080694045

4. Novi Puspita Sari

/13080694067

5. Bahjatul Imaniya /13080694081

TUJUAN AUDITOR
Tujuan keseluruhan dari
audit siklus penjualan dan
penagihan

Mengevaluasi apakah saldo


akun yang dipengaruhi oleh
siklus
tersebut
telah
disajikan
secara
wajar
sesuai dengan prinsip
prinsip
akuntansi
yang
diterima umum.

Mendeteksi
adanya
kelemahan
pengendalian
internal
dalam
siklus
penjualan tunai/kredit dan
pengelolaan
piutang
dagang

AKUN DALAM SIKLUS PENJUALAN


& PENAGIHAN

Gambar
tersebut
menunjukkan
bahwa
terdapat
lima
jenis
transaksi
dalam
siklus
penjualan dan penagihan,
yaitu :
1. Penjualan
(penjualan
tunai dan kredit)
2. Penerimaan kas
3. Retur dan potongan
penjualan
4. Penghapusan
piutang
tak tertagih
5. Taksiran beban piutang
tak tertagih

JENIS TRANSAKSI, AKUN, FUNGSI BISNIS & DOKUMEN


SERTA CATATAN TERKAIT UNTUK SIKLUS PENJUALAN
dan PENAGIHAN
JENIS
TRANSAKSI
Penjualan

AKUN

FUNGSI
BISNIS

- Penjualan
- Piutang
Dagang

- Proses
pesanan
pelanggan
- Pemberian
kredit
- Pengiriman
barang
- Penagihan
pelanggan
dan
pencatatan
penjualan

DOKUMEN
& CATATAN
- Pesanan
pelanggan
atau pesanan
penjualan
- Dokumen
pengiriman
- Faktur
penjualan
- File transaksi
penjualan
- Jurnal
penjualan
atau listing
- File induk
piutang usaha
- Neraca saldo

JENIS
TRANSAKSI

AKUN

FUNGSI
BISNIS

DOKUMEN &
CATATAN

Penerimaan
tunai

- Kas di Bank
- Piutang
Dagang

- Proses dan
pencatatan
penerimaan

- Remittance
advice
- Prelisting
penerimaan
kas
- File transaksi
penerimaan
kas
- Jurnal
penerimaan
kas atau
listing

Retur penjualan

- Retur
penjulan
- Piutang
Dagang

- Proses dan
pencatatan
retur
penjualan

Penghapusan
piutang yang
tidak tertagih

- Piutang
Dagang
- Penyisihan

- Penghapusan
piutang

- Memo kredit
- Jurnal retur
dan
pengurangan
piutang
- Formulir
otorisasi

PROSEDUR AUDIT

Tahap Menilai Risiko


Tahap Menanggapi
Risiko
Tahap Pelaporan

PROSEDUR AUDIT

Siklus penjualan & penagihan rentan


terhadap kecurangan (fraud)
Siklus yang rentan terhadap kecurangan
(fraud) membuat pengendalian internal
sebagai penangkal utamanya
Auditor harus memahami pengendalian
internal untuk menilai resiko
pengendalian(control risk) dalam siklus ini
Dalam ISA, prosedur ini adalah prosedur
audit tahap pertama yatiu prosedur
penilaian risiko

MEMAHAMI PENGENDALIAN
INTERNAL
Terdapat empat langkah yang penting
dalam memahami pengendalian
internal, yaitu :

Auditor
memerluka
n kerangka
kerja untuk
menilai
resiko
pengendalia
n

Auditor
harus
mengidenti
fikasi
pengendalia
n internal
kunci dan
kelemahann
ya

Setelah
mengidenti
fikasi
pengendalia
n dan
kelemahann
ya, auditor
lalu
mengaitkan
nya dengan
tujuan

Auditor
menilai
resiko
pengendali
an untuk
setiap
tujuan
dengan
mengevalu
asi
pengendali
an dan
kelemahan

TAHAP MENILAI RISIKO


Dalam prosedur penilaian risiko, auditor
perlu mengetahui hal-hal berikut :
Siapa yang bertanggung jawab untuk masingmasing fungsi bisnis dalam setiap jenis transaksi
dalam siklus ini?
Hal apa yang rentan terhadap error atau
fraud ? Apa penangkalnya dalam sistem
pengendalian internal ?
Apakah ada potensi & indikasi fraud maupun
fraud yang telah terjadi dalam periode berjalan ?
Untuk periode lalu, terutama jika ini audit
pertama bagi KAP

TAHAP MENILAI RISIKO


Pemahaman auditor terkait dengan
risiko pengendalian dapat diperoleh
melalui beberapa cara, yaitu :

Wawancara/in
quiry

Uji
Pengendalian
(test of
controls)

Uji subtantif
atas transaksi
(subtantive
tests of
transactions)

TAHAP MENILAI RISIKO


Pada akhir prosedur
penilaian
risiko,
auditor memperoleh
sejumlah
temuan
berupa error atau
fraud
(baik
yang
masih
potensi,
indikasi
maupun
yang telah terjadi)

Auditor
membahas
temuan-temuan
tersebut
dengan
manajemen & TCWG

Auditor masuk pada


tahap kedua dalam
prosedur audit yaitu
prosedur
menanggapi risiko

TAHAP MENANGGAPI RISIKO

ARAH
PENGUJIAN
(DIRECTION
OF TEST)
auditor memeriksa
dari dokumen
dasar (transaksi)
ke jurnal
TRACING

Dalam prosedur menanggapi


risiko, auditor harus menentukan
arah pengujian (direction of test)
yang akan digunakan untuk
menguji temuan-temuan audit.

auditor memeriksa
dari jurnal ke
dokumen dasar
(transaksi)
VOUCHING

Penggunaan arah pengujian


oleh auditor tergantung
pada asersi yang akan diuji

TAHAP MENANGGAPI RISIKO

Konfirmasi Eksternal
(External Confirmation)

Prosedur pengumpulan bukti audit


melalui permintaan konfirmasi kepada
pihak ketiga yang berhubungan
dengan transaksi penjualan dan
penagihan

Diatur dalam SA 505

Konfirmasi
Eksternal

Konfirmasi Eksternal (External Confirmation)

Permohonan
Konfirmasi Positif
(Positive
Confirmation
Permohonan
Request)
Konfirmasi Negatif
(Negative
Confirmation
Request)
Tidak Ada Jawaban
Konfirmasi (Nonresponse)

Konfirmasi Eksternal (External Confirmation)

Kewajiban auditor dalam


Konfirmasi Eksternal :
Prosedu
r
Konfirm
asi
Ekstern
al

Penolak
an oleh
manaje
men

Hasilhasil
prosedu
r
konfirm
asi
ekstern
al

TAHAP PELAPORAN

TAHAP MENILAI
RISIKO

TAHAP
MENANGGAPI
RISIKO

TAHAP
PELAPORAN

Temuan-Temuan Audit
(salah saji material,
kelemahan
pengendalian)
KESIMPULAN
(yang menjadi basis
opini auditor)

Memperoleh bukti audit


yang cukup dan tepat

FRAUD DALAM SIKLUS PENJUALAN


dan PENAGIHAN

Fraud
yang
mungkin
terjadi saat tahap menilai
risiko
pengendalian
(merancang
pengujian
pengendalian
untuk
penjualan)
Konsekuensi potensial dari
ketiga jenis salah saji
tersebut sangatlah besar
karena akan menimbulkan
lebih saji aktiva dan laba

Penjualan
dimasukkan dalam
jurnal
sementara
pengiriman
tidak
pernah dilakukan
Penjualan dicatat
lebih dari satu kali
Pengiriman
dilakukan
pelanggan
dan dicatat
penjualan

kepada
fiktif
sebagai

FRAU
D&
ERRO
R

FRAU
D

FRAUD DALAM SIKLUS PENJUALAN


dan PENAGIHAN

Fraud
yang
mungkin
terjadi saat tahap menilai
dan menanggapi risiko
atas transaksi retur dan
pengurangan penjulan

pencurian
kas
dari
penagihan piutang usaha
yang ditutupi oleh retur
atau
pengurangan
penjualan fiktif

Dalam banyak hal, retur


dan pengurangan
penjualan sangat tidak
material sehingga auditor
dapat mengabaikannya.

FRAUD DALAM SIKLUS PENJUALAN


dan PENAGIHAN

Fraud
yang
mungkin
terjadi saat tahap menilai
dan menanggapi risiko
atas transaksi Penerimaan
Kas

Penggelapan
ini
dapat
dicegah melalui pemisahan
tugas bagi karyawan yang
menangani
kas
sekaligus
memasukkan penerimaan kas
kedalam system.

Terjadinya lapping
piutang dagang
Penggelapan
dilakukan
seseorang
yang
menangani
penerimaan
kas
dan
kemudian
memasukkannya kedalam
system computer
Penggelapan ini dapat dideteksi

Penggelapan ini dapat dideteksi


dengan membandingkan nama,
jumlah,
dan
tanggal
yang
ditunjukkan pada remmitance
advice
dengan
ayat
jurnal
penerimaan kas dan salinan slip
setoran terkait

FRAUD DALAM SIKLUS PENJUALAN


dan PENAGIHAN

Fraud
yang
mungkin
terjadi saat tahap menilai
dan menanggapi risiko
atas transaksi piutang tak
tertagih

Kecurangan yang mungkin terjadi


dalam audit atas penghapusan
piutang usaha tak tertagih adalah
kemungkinan
karyawan
klien
menutupi penggelapan dengan
menghapus piutang usaha yang
sudah ditagih

Pengendalian
untuk
mencegah
kecurangan ini adalah otorisasi yang tepat
atas penghapusan piutang tak tertagih
harus diberikan oleh tingkat manajemen
yang ditunjuk hanya setelah melalui
penyelidikan
menyeluruh
mengenai
alasan
pelanggan
tidak
mampu
membayar

CONTOH KERTAS KERJA ICQ

CONTOH KERTAS KERJA ICQ

CONTOH KERTAS KERJA ICQ

CONTOH KERTAS KERJA ICQ

CONTOH KERTAS KERJA ICQ