Anda di halaman 1dari 65

ILMU PENYAKIT DALAM

1. Perempuan 3 tahun nyeri dada sejak 34 bulan. Sering terbangun malam hari
karena nyeri hebat menjalar ke leher. Biasa minum ranitidine hanya reda
sementara. Terapi tambahan pada pasien?
PPI
Pembahasan:
Pada prinsipnya, penatalaksanaan GERD terdiri dari modifikasi gaya hidup, terapi
medikamentosa, terapi bedah serta akhir-akhir ini mulai dilakukan terapi endoskopik.
Terdapat dua alur pendekatan terapi medikamentosa, yaitu step up dan step down.
Pada pendekatan step up :
pengobatan dimulai dengan obat-obat yang tergolong kurang kuat dalam menekan
sekresi asam (antagonis reseptor H2) atau golongan prokinetik, bila gagal diberikan
obat golongan penekan sekresi asam yang lebih kuat dengan masa terapi lebih lama
(penghambat pompa proton/PPI).
Sedangkan pada pendekatan step down yaitu :
pengobatan dimulai dengan PPI dan setelah berhasil dapat dilanjutkan dengan terapi
pemeliharaan dengan menggunakan dosis yang lebih rendah atau antagonis reseptor
H2 atau prokinetik atau bahkan antacid.
https://dokterthesa.wordpress.com/category/gerd/
2. Laki laki seorang tentara bekerja di kalimantan keluhan utama demam 10 hari,
lemah, mual, muntah, diberikan obat standart tidak membaik. Terapi adalah?
Sulfadoksin, pirimetamin dan primaquin
Penatalaksanaan
A. Malaria Falciparum
1) Pengobatan Lini Pertama Malaria Falciparum
Lini pertama pengobatan malaria falciparum adalah Artemisin Combination
Therapy (ACT). Pada saat ini program pengendalian malaria mempunyai 2
sediaan yaitu:
A. Artesunat + Amodiaquin + Primaquin
B. Dihydroartemisinin + Piperaquin + Primaquin
(saat ini khusus digunakan untuk Papua dan wilayah tertentu)
2) Pengobatan Lini Kedua Malaria Falciparum
Kina + Doksisiklin atau Tetrasiklin + Primaquin
B. Malaria Vivax, Malaria Ovale, Malaria Malariae
1) Pengobatan Lini Pertama Malaria Vivax / Ovale
Artesunate + Amodiaquin atau Dihydroartemisinin Piperaquin
Pengobatan malaria vivax dan ovale saat ini menggunakan ACT (Artemisin
Combination Therapy) yaitu Artesunate + Amodiaquin atau Dihydroartemisinin
Piperaquin (DHP), yang mana DHP saat ini digunakan di Papua.
2) Pengobatan Lini Kedua Malaria Vivax / Ovale

Kina + Primaquin
http://publichealthnote.blogspot.com/2012/03/malaria.html
http://www.ichrc.org/641-malaria-tidak-berattanpa-komplikasi
http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_download/Pedoman_Penatalaksana_Kasus_Malaria
_di_Indonesia.pdf
3. Anak keluhan utama lesi eritema berair pada lesi yang lain ditemukan krusta. Bila
dikelupas dasar rata dan bersih. Diagnosis adalah
Impetigo bulosa
Pembahasan:
A. Impetigo Kontagiosa
Keluhan utama adalah rasa gatal. Lesi awal berupa makula eritematosa berukuran
1 2 mm, segera berubah menjadi vesikel dan bula. Karena dinding vesikel tipis,
mudah pecah dan mengeluarkan sekret seropurulen kuning kecoklatan,
selanjutnya mengering membentuk krusta yang berlapis-lapis. Krusta mudah
dilepaskan, dibawah krusta terdapat daerah erosif yang mengeluarkan sekret,
sehingga krusta kembali menebal. (7)
Pemeriksaan Kulit:
Lokalisasi: daerah yang terpapar, terutama wajah (sekitar hidung dan mulut),
tangan, leher dan ekstremitas.
Efloresensi: makula eritematosa miliar sampai lentikular, difus, anular, sirsinar,
vesikel dan bula lentikular difus, pustula miliar sampai lentikular; krusta kuning
kecoklatan, berlapis-lapis, mudah diangkat. (7)
B. Impetigo Bulosa
Lepuh tiba-tiba muncul pada kulit sehat, bervariasi mulai dari miliar hingga
lentikular, biasanya dapat bertahan 2 3 hari. Berdinding tebal dan terdapat
hipopion. Bila pecah menimbulkan krusta yang berwarna coklat datar dan tipis.
(1)
Pemeriksaan kulit:
Lokalisasi: ketiak, dada, punggung, dan ekstremitas atas atau bawah.
Efloresensi: tampak bula dengan dinding tepal dan tipis, miliar hingga
lentikular, kulit sekitarnya tidak menunjukkan peradangan, terkadang-kadang
tampak hipopion. (7)
https://dokmud.wordpress.com/2009/11/02/impetigo/

4. Penderita denganciri TB sedang pengobatan mengeluh timbul benjolan pada kulit.


Terapi adalah?
OAT dilanjutkan

Penanganan efek samping obat:


Efek samping yang ringan seperti gangguan lambung yang dapat diatasi secara
simptomatik
Gangguan sendi karena pirazinamid dapat diatasi dengan pemberian salisilat /
allopurinol
Efek samping yang serius adalah hepatits imbas obat. Penanganan seperti tertulis di atas
Penderita dengan reaksi hipersensitif seperti timbulnya rash pada kulit yang umumnya
disebabkan oleh INH dan rifampisin, dapat dilakukan pemberian dosis rendah dan
desensitsasi dengan pemberian dosis yang ditingkatkan perlahan-lahan dengan
pengawasan yang ketat. Desensitisasi ini tidak bisa dilakukan terhadap obat lainnya
Kelainan yang harus dihentikan pengobatannya adalah trombositopenia, syok atau gagal
ginjal karena rifampisin, gangguan penglihatan karena etambutol, gangguan nervus
http://www.medicinesia.com/kedokteran-klinis/respirasi-kedokteran-klinis/tuberkulosisdiagnosis-dan-tatalaksananya/

5. Laki-laki 50 tahun TD 150/100, dokter memberikan pengobatan Amlodipin 1x5mg.


sasaran tensi pasien adalah?
<140/90mmHg
Pembahasan:
Sasaran dari publikasi pengobatan antihipertensi adalah untuk mengurangi angka
morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovakuler dan ginjal. Sejak sebagian besar orang
dengan hipertensi, khususnya yang berumur > 50 tahun, fokus utama adalah pencapaian
TDS target. Tekanan darah target adalah <140/90 mmHg yang berhubungan dengan
penurunan komplikasi penyakit kardiovaskuler. Pada pasien dengan hipertensi dan
diabetes atau panyakit ginjal, target tekanan darahnya adalah <130/80 mmHg.
http://experianzadoctor.blogspot.com/2011/12/guideline-penanganan-hipertensi.html
http://klikpdpi.com/konsensus/Xsip/tb.pdf
6. Anak demam 2 hari, 3hari sebelumnya batuk pilek kemudian timbul bercak merah
dari dahi lalu ke badan. Spot putih daerah gusi. Diagnosis adalah?
Morbili
Pembahasan:
Campak ( morbili) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan menular
melalui percikan ludah. Biasanya diawali dengan gejala seperti demam, batuk kering,
mata merah. Setelah 2-4 hari, suhu badan naik mendadak bersamaan dengan munculnya
ruam kulit yang berwarna merah gelap. Pada mulanya ruam ini muncul di belakang
telinga, muka, lalu seluruh badan dalam 3 hari, kemudian memudar dan perlahan
menghilang.
Cacar Air (*Varisela*, *Chickenpox* ) adalah suatu infeksi virus menular yang
menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik kecil yang datar maupun
menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.
https://fachrulfitrah.wordpress.com/2010/06/03/perbedaan-cacar-dan-campak/
http://www.ichrc.org/67-campak
7. pada kasus tersebut kemungkinan terkena filariasis adalah penyakit menular yang
disebabkan cacing filaria yang ditularkan oleh nyamuk
3 spesies cacing filaria yaitu wucheria brancofti, brugia malayi, brugia timori.
w.brancofti: limfaedema dan elefantiasis terjadi di seluruh tungkai atas, tungkai bawah,
skrotum,vulva, buah dada, dan ukuran pembesaran di tugkai dapat 3x dari ukuran
asalnya. Chyluria terjadi tanpa keluhan tetapi pada beberapa penderita menyebabkan
penurunan berat badan dan kekelahan.
Filariasis brugia: elefantiasis terjadi di tungkai bawah di bawah lutut dan lengan bawah,
ukuran pembesaran ekstremitas tidak lebih dari 2 kali ukuran asalnya.
Jadi tanda khas dapat mengenai kelamin adalah w.brancofti.
8. EKG
9. EKG
Gelombang P:

Normalnya:
Tinggi tidak lebih dari 3 kotak kecil
Lebar tidak lebihb dari 3 kotak kecil
Positif kecuali di aVR
Gelombang simetris
Kelainan Gelombang P:
Pulmonal / Runcing: R
Mitral / berlekuk lebar: LAH
PR interval
normalnya 0,12-0,2 second.
Jika memanjang berarti ada block jantung karena interval ini terbentuk saat aliran listrik
jantung melewati berkas HIS.
Gelombang Q:
Normal:
Lebar kurang dari 0,04 second
Tinggi < 0,1 second
Patologis:
Panjang gelombang Q > 1/3 R
Ada QS pattern dengan gelombang R tidak ada.
Adanya gelombang Q patologis ini menunjukkan adanya Old Miocard infark (OMI). Bila
gelombang ini belum ada (tetapi sudah ada ST depresi) berarti iskemik belum lama
terjadi (< 12 jam), masih ada KEMUNGKINAN diselamatkan.
Kompleks QRS:
Lebar jika aliran listrik berasal dari ventrikel atau terjadi blok cabang berkas
Normal R/S =1 di lead V3 dan V4
Rotasi menurut arah jarum jam menunjukkan penyakit paru kronik. Artinya gelombang
QRS menjadi berbalik. Yang tadinya harus positif di V5 + V6 dan negatif di V1 dan V2
maka sekarang terjadi sebaliknya.
Segmen ST
Normalnya:
Isoelektrik
Di V1-V6 bisa naik 2 kotak kecil atau turun 0,05 kotak kecil.
Patologis:
Elevasi: AMI atau perikarditis
Depresi: Iskemia atau terjadi setelah pemakaian digoksin
Gelombang T
Normal
Sama dengan gelombang P

Dapat positif di lead I, II, V3-V6 dan negatif di VR


Patologis:
Runcing: Hiperkalemia
Tinggi lebih dari 2/3 R dan datar: Hipokalemia
Inversi: bisa normal (di lead III, VR, V1, V2 dan V3 (pada orang kulit hitam) atau
iskemia, infark, RVH dan LVH, emboli paru, Sindrom WPW, dan Block cabang berkas.

10. Defibrilasi adalah suatu proses memberikan sejumlah energi listrik ke jantung
Untuk mengembalikan irama jantung normal pada kondisi jantung yang mengalami
disritmia berbahya atau kematian mendadak.
Indikasi defibrilasi:
-Defibrilasi (kegawatan)= unsyncronized
Jika digunakan untuk terminasi VF dan pulseless VT
-kardioversi (elektif)=syncronized
Jika digunakan untuk terminasi VT,SVT,AF
11. malaria, pada pemeriksaan mikroskopik
Plasmodium malariae: menyerang eritrosit yang sudah matang, parasit aseksual
ditemukan pada apus tebal dan tipis. Pada sediaan apus tipis bentuk khas seperti pita,
skizon bentuk bunga ros, tropozoid kecil bulat dan kompak berisi pigmen yang
menumpuk, kadang menutupi sitoplasma
Plasmodium falsifarum: eritrosit tidak membesar, ring forms dan gametosit yang sering
ditemukan pada pemeriksaan darah tepi, trofozoit dan skizon jarang pada darah tepi bila
ditemukan menunjukkan malaria berat, sitoplasma parasit halus berwarna biru, beberapa
ring mempunyai 2 inti (double dots), dalam satu eritrosit diinfeksi oleh 2
parasit( double/multipel infections), adanya parasit pada membran eritrosit
(marginal,applique atau accole), gametosit bentuk seperti pisang/bulan sabit, sitoplasma
terdapat Maurers dots.
Plasmodium vivax: menyerang retikulosit, parasit aseksual dari ringan sampai dengan
skizon, sel darah merah membesar, titik schuffner pada SDM, sitoplasma amuboid
12. interpretasi pemeriksaan tubek TF ( menggunakan antikan LPS O9)
Skala
< 2: negatif : tidak menunjukkan infeksi TF
3 : borderline: lakukan pengambilan darah ulang 3-5 hari kemudian
4-5: positif lemah: indikasi infeksi demam tifoid
> 6: indikasi kuat infeksi TF
13. Gold standar demam tifoid? Kultur darah S. typhi
Pada pemeriksaan darah tepi dapat ditemukan adanya penurunan kadar hemoglobin,
trombositopenia, kenaikan LED, aneosinofilia, limfopenia, leukopenia, leukosit normal,
hingga leukositosis. Gold standard untuk menegakkan diagnosis demam tifoid

adalah pemeriksaan kultur darah (biakan empedu) untuk Salmonella typhi.


Pemeriksaan kultur darah biasanya akan memberikan hasil positif pada minggu
pertama penyakit. Kultur darah (biakan empedu positif atau peningkatan titer uji widal
> 4 kali lipat setelah 1 minggu memastika diagnosis. Kultur darah negative tidak
menyingkirkan diagnosis. Uji Widal tunggal dengan titer antibody O 1/320 atau H 1/640
disertai gambaran klinis khas menyokong diagnosis.

14. Pasien didiagnosis hepatitis B akut infeksius tinggi. Hasil uji serologi?
HbsAg (+), Anti HbsAg (-), Anti Hbc Ag IM (+), anti HbeAg (-)

HbsAg :

Anti HbsAg :

Anti Hbc IgM


:

penanda
pertama
infeksi Hep. B

Antibodi
terakhir yang
muncul

Respon
pertama
terhadap
HbcAg

jika (+) selama


6 bulan
kronik

pertanda
kesembuhan
dan kekebalan
terhadap
reinfeksi

jika (+) < 6


bulan akut

Penanda
riwayat imun
Hepatitis B

Terdeteksi
dalam darah
IgM
:
menandakan
infeksi akut
IgG
:
menandakan
infeksi kronis

HbeAg

Marker HbV
sedang
replikasi

sangat
infeksius

15. Pasien susp. TB. Pemeriksaan sputum hasil ? BTA (+) bentuk batang warna merah
Pemeriksaan apusan sputum dilakukan dengan metode pengecatan tahan asam Ziehl
Neelsen atau Kinyoun dimana bakteri akan tampak berwarna kemerahan. Kriteria sputum
BTA positif bila sekurang-kurangnya ditemukan 3 batang kuman BTA pada satu sediaan
dengan kata lain 5000 ml kuman dalam 1 mL sputum.
16. Pendaki gunung sesak napas, tidak sadarkan diri, TV jelek. Kondisi pasien adalah?
Alkalosis respiratorik
PCO2 normal : 35-45 mmHg
PO2 normal : 75-100 mmHg
PH Normal : 7,35-7,45
HCO3 normal : 22-26 mmHg
Asidosis respiratorik : pH , P CO2 , HCO3
Terjadi karena adanya hipoventilasi, sehingga PCO2
Etiologi :PPOK, serangan asma berat, apnoe, depresi pusat pernapasan, kelainan dinding
dada
Alkalosis respiratorik : PH , PCO2 , HCO3
Terjadi karena adanya hiperventilasi, sehingga PCO2
Etiologi : emosi, salisilat, hipoksemia, sepsis, pada fraktur costa, nafas cepat dan dangkal
Asidosis Metabolik : PH , PCO2 , HCO3
Etiologi : asidosis diabetika, asidosis laktat, diare, dehidrasi berat, renal tubuler asidosis
Alkalosis metabolik : PH , PCO2 , HCO3
Etiologi : muntah-muntah, HCL lambung dikeluarkan, penggunaan antasida berlebihan,
infus bikarbonat berlebihan, efek aldosteron atau steroid
17. Laki-laku sesak napas, AGD PH 7,3, PCO2 60 mmHg, HCO3 34 mmHg. BE -1,5.
Kondisi ?
Asidosis respiratorik tidak terkompensasi
Terkompensasi jika PH 7,35-7,45
Tidak terkompensasi jika PH < 7,35 atau PH > 7,45
Status terkompensasi sempurna

Asidosis Respiratorik
Alkalosis respiratorik

PH
Normal, tapi < 7,40
Normal, tapi > 7, 40

PaCO2

HCO3

Asidosis Metabolik
Alkalosis metabolik

Normal, tapi < 7,40


Normal, tapi > 7,40

PaCO2

HCO3

Status terkompensasi sebagian

Asidosis Respiratorik
Alkalosis respiratorik
Asidosis Metabolik
Alkalosis metabolik

PH

18. Laki-laki batuk berdarah 3 hari yang lalu. Riwayat batuk kronik. Pemeriksaan?
Mikroskopik sputum

Hemoptisis adalah ekspektorasi darah dari saluran napas. Batuk darah masif adalah batuk
darah lebih dari 100 mL hingga lebih dari 600 mL dalam 24 jam.
Diagnosis :
Anamnesis : batuk, darah berwarna segar, dahak, bercampur busa, batuk sebelumnya,
demam sesak nyeri, penurunan berat badan, anoreksia, rieayat penyakit sebelumnya,
kelainan perdarahan, penggunaan obat antikoagulan atau obat yang menginduksi
terombositopenia, kebiasaan merokok
Pemeriksaan fisik: orofaring, nasofaring sumber perdarahan, paru ronki
basah/kering, jantung--. Hipertensi pulmonal, mitral stenosis, gagal jantung
Foto torak : menentukan lesi paru (lokal/difus), kardiak
Laboratorium : DPL, LED, ureum, kreatinin, urin lengkap, hemostasis (aptt) bila perlu,
sputum :pemeriksaan BTA langsung dan kultur, pewarnaan gram, kultur MOR
Bronkoskopi
Ct scan thorax : menemukan bronkiektasis, malformasi AV
Angiografi : menentukan emboli paru

OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


1. wanita hamil 8 minggu keluar bercah darah menandakan sedang terjadi abortus.
Pemeriksaan yang tepat dilakukan yaitu USG.
2. Perempuan 21 tahun, ingin KB dan tidak ada riwayat hipertensi.
Kontrasepsi dibedakan menjadi 2 yaitu non hormonal dan hormonal. Non hormonal
terdiri dari Metode Amenore Laktasi (MAL), Kondom, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
(AKDR), dan Kontrasepsi Mantap (Tubektomi dan Vasektomi) Sedangkan hormonal
terdiri dari Progestin: pil, injeksi dan implan dan Kombinasi: pil dan injeksi (source:
bkkbn). Pada pasien ini karena alasan ketersedian dan mudahnya diperoleh, makanya KB

3.

4.

5.

6.

oral merupakan pilihan yang sesuai. Selain karena pertimbangan tidak ada riwayat
penyakit + hipertensi, KB oral juga tidak menyakiti.
Syarat pemberian MgSO4 adalah :
- RR > 16 kali/menit
- Tidak ada tanda-tanda gawat nafas
- Diuresis > 100 ml dalam 4 jam sebelumnya
- R. Patella (+),
- Tersedia antidotum MgSO4 yaitu Ca Glukonas 10 %.
Pada pasien primigravida ini dengan hamil 8 bulan, TD 170/100, kedua kaki bengkak.
Menandakan terjadi Pre eklamsia berat. Jadi tujuan pemberian MgSO4 ini adalah untuk
mencegah terjadinya eklamsia (kejang).
Jenis-jenis pre eklamsia adalah : a) PER ( TD 140/90 mmHg disertai dengan edema
kaki, muka, dan tangan serta kenaikan BB 1 kg/minggu dan proteinuria +1. b) PEB
(TD 160/110 mmHg , proteinuria +2 dan +3 disertai dengan edema, oliguria, gangguan
serebral, gangguan visus, dan rasa nyeri di epigastrium, serta terdapat edema paru dan
sianosis)
Usia 25 tahun sekundigravida, terdapat nyeri kepala tetapi tidak kejang, TD
180/100 mmHg, kedua kaki bengkak, Proteinuria +2.
Maka pada pasien ini didiaognosis PEB.
Usia 19 tahun, primigravida TD tinggi, proteinuria +4, SGOT 258 SGPT 250,
Trombosit 53.000, PTT 10, APTT 20 maka menandakan pada pasien ini
terjadi HELLP syndrome.
H : Hemolysis ditandai dengan eritrosit breaking down.
EL : elevated liver enzymes, dinilai dengan SGOT dengan SGPT
LP : low platelet count. Dinilai dengan trombosit.
Perempuan mengaku hamil 2 bulan, sejak 2 hari yang lalu keluar darah dari
vagina, nyeri perut kanan hebat. Dan suhu 39 0 C
diagnosisnya adalah KET. Dalam hal ini ditandakan dengan nyeri perut yang hebat, dan
juga mengaku hamil, berarti belum pp test. Disertai juga dengan adanya demam.
Pemeriksaan tambahan adalah nyeri goyang porsio +.

7. Soal sama no 6, lokasi yang paling sering terjadi ? ampula tuba


8. Soal sama no6, Pemeriksaam? USG
Kehamilan tuba
Interstisial
Ampula tubae ( paling banyak)
Isthmus tubae
Kehamilan pd osteum tubae eksternum
Kehamilan servikal
Kehamilan ovarium
Kehamilan abdomen
Kehamilan intraligramentur (diligamentum rotundum)
Trias gejala klinik
Amenore

9.

Nyeri perut
Perdarahan intra-abdominal dan transvaginal
Terdapat tanda kehamilan
Tanda tidak pasti
Kemungkinan
Tanda pasti
Anamnesa trias KET
Pemeriksaan fisik
Fisik umum
Penderita tampak anemis & sakit
Kesadaran bvariasidari baik sampai koma tidak sadar
Daerah ujung dingin
Nadi meningkat, TD turun smp syok
Pemeriksaan abdomen : perut kembung, tdpt cairan bebas darah, nyeri saat
perabaan
Pemeriksaan khusus melalui vagina
Nyeri goyang pd pemeriksaan serviks
Kavum douglas menonjol dan nyeri
Mungkin terasa tumor disamping uterus
Pemeriksaan penunjang USG

perempuan hamil 34 minggu mengeluh janin tidak bergerak beberapa hari yang
lalu. Tanda di foto polos adalah:
Horne spalding : overlapping diameter tulang calvaria , biasanya akan terlihat setelah 24
jam 3 minggu setelah kematian janin
10. G1P0A0 terlambat had 1 bulan, siklus haid teratur 28 hari . mual muntah sejak
hari yang lalu, payudara membesar, tinggi fundus 2 jari diatas simfisis pubi.
Kesimpulan adalh :
a) Usia kehamilan 10 minggu
b) Usia kehamilan 12 minggu
c) Ukuran uterus lebih dari usia
d) Ukuran uterus kurang dari usia
e) Ukuran uterus sesuai dengan usia
Dari pemeriksaan tinggi fundus 2 jari diatas simfisis pubis , untuk tiap penambahan 3 jari
dari simpisis pubis ditambah 4 cm

11.
12.
13. Perempuan periksa karena keputihan, gatal, PH 4,7, bau seperti ikan saat ditetes
larutan KOH. Diagnosa pada kasus ini?
Bakterial Vaginosis
Vaginosis bakterial adalah peradangan pada vagina akibat pertumbuhan berlebihan dari
satu atau lebih bakteri yang pada keadaan normal ditemukan pada vagina, biasa
disebabkan oleh Lactobacili dan Gardnerella Vagina.
Diagnosis
Kriteria Amsel yaitu adanya 3 dari 4 tanda berikut:
a. Cairan vagina homogen berwarna putih keabu-abuan yang melekat pada dinding
vagina.
b. PH vagina > 4,5. Hilangnya keasaman vagina. Seperti diketahui, bahwa untuk
mengendalikan pertumbuhan bakteri, pH vagina berkisar antara 3.8 4.2.
c. Sekret vagina berbau amis sebelum atau sesudah penambahan KOH 10% (Whiff test)
bau yang khas fishy odor
d. Ditemukan clue cells pada pemeriksaan mikoskopik. Bila tidak terdapat fasilitas
untuk pemeriksaan, diagnosis vaginosis bakterial dapat ditegakkan bila pada

pemeriksaan dengan spekulum ditemukan cairan vagina putih keabu-abuan yang


berbau amis.
Diagnosa Banding :
Keputihan normal.
Kandidiasis (infeksi jamur).
Trikomoniasis, yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis.
a.
b.
c.
d.
-

a.
b.
c.
d.

Kandidiasis adalah infeksi pada vagina yang disebabkan oleh jamur Candida sp.
Tanda dan gejala kandidiasis meliputi:
Duh tubuh vagina putih kental dan bergumpal, tidak berbau
Rasa gatal
Disuria/nyeri berkemih
Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan KOH 10% untuk melihat pseudohifa dan
miselium
Trikomoniasis adalah infeksi pada vagina yang disebabkan oleh parasit Trichomonas
vaginalis
Tanda dan gejala yang muncul pada trikomoniasis adalah:
Duh tubuh vagina kuning kehijauan dan berbusa
Vagina bau dan gatal
Edema atau eritema vagina
Strawberry cervix pada pemeriksaan miskroskopik

14. Merasa hamil telat 1 minggu. Bawa hasil lab test -, tindakan yang tepat? Ulang 1
minggu lagi
Kadar beta-HCG urin sebagai deteksi paling awal kehamilan
Segera setelah implantasi, yaitu sekitar 7 hari setelah fertilisasi, HCG akan terdeteksi di
darah dan juga urin dalam rentang 50-250 mIU/ml kemudian meningkat dengan cepat.
Alat tes kehamilan urin dapat mendeteksi kadar HCG dengan sensitivitas 25 mIU/ml
sehingga deteksi kehamilan dini dapat dilakukan sekitar seminggu setelah fertilisasi. Bila
berdasarkan hari pertama menstruasi terakhir (HPMT atau Last Menstrual Period/LMP)
maka deteksi kehamilan paling dini tergantung juga siklus menstruasi bulanan. Rumus
perkiraanya adalah panjang siklus-14+7, jadi kalau panjang siklus 28 hari maka 28-14+7
atau 21 hari. Artinya deteksi kehamilan paling dini 21 hari atau 3 minggu setelah HPMT
pada siklus teratur 28 hari.
15. Seorang ibu amenore 6 bulan, riw KB (-), ASI eksklusif (+), hormon apakah yang
menyebabkan amenorrhea? Peningkatan prolaktin
Laktasi/menyusui produksi ASI (prolaktin) dan pengeluaran ASI (oksitosin)
Antagonisme laktasi terhadap ovulasi
Selama masa laktasi kadar prolaktin tinggi akibat respon thd rangsan isapan bayi.
Kadar prolaktin yang tinggi akan berefek pada otak dan ovarium. Di otak, prolaktin akan
sampai di hipotalamus dan menimbulkan hambatan sekresi GnRH. Sedangkan kadar
estrogen yang semula tinggi akan mengalami penurunan karena terlepasnya plasenta.

Prolaktin merupakan penyebab utama anovulasi pada laktasi atau amenorhea pada laktasi
atas dasar efek penghambatan di tingkat otak dan ovarium sbb:
a. Penurunan sensitivitas hipotalamus terhadap umpan balik positif dari estrogen
b. Hambatan sekresi GnRH oleh hipotalamus
c. Penurunan sekresi gonadotropin
d. Penurunan sensitivitas ovarium thd gonadotropin
16. Perempuan keluhan utama pada labia mayora tepi meninggi, dasar bersihm tidak
nyeri. Penyebab? Treponema pallidum (sifilis)
Sifilis IMS yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum
Klasifikasi :
Stadium primer : ulkus durum (biasanya soliter, dasar bersih, batas tegas, tidak nyeri)
yang dapat sembuh sendiri dalam 2-8 minggu
Stadium sekunder : Ruam seluruh tubuh tidak nyeri dan tidak gatal yang timbul 4-10
minggu setelah ulkus durum muncul, kondilomata lata, lesi mukokutan, dan
limfodenopati menyeluruh
Stadium laten : tes serologis yang reaktif tanpa disertai gejala klinis, timbul setelah sifilis
pada st primer dan sekunder tanpa diobati.
Perbedaan ulkus durum (chancre) dengan ulkus mole (chancroid)
Borok pada orang yang terkena sipilis (Chancre) memiliki lapisan lebih keras dibanding
pada chancroid. Perbandingan antara borok pada chancroid dengan borok pada sipilis
(Chancre)
Persamaan:
Pada awalnya muncul bintil kemudian berubah menjadi luka/borok terbuka
luka/borok yang muncul biasanya berukuran 1-2 cm diameter
luka/borok yang muncul disebabkan oleh organisme pada alat kelamin
luka/borok dapat hadir/menyebar di beberapa tempat.
Perbedaan:
Chancre memiliki jejak khas dengan infeksi bakteri sipilis (Treponema pallidum)
Chancroid memiliki jejak khas dengan infeksi bakteri Haemophilus ducreyi
Chancre jarang menimbulkan rasa sakit, sedangkan chancroid biasanya menimbulkan
rasa nyeri/sakit
Chancre biasanya kering, sedangkan chancroid biasanya ada nanah abu-abu atau kuning
Chancre memiliki tepi keras (indurated), sedangkan chancroid memiliki tepi lunak
Chancre sembuh secara spontan dalam waktu tiga sampai enam bulan, bahkan pada
keadaan tidak adanya perawatan
Chancre dapat terjadi pada pharynx (tekak) serta pada alat kelamin.
17. Perempuan hamil, persalinan tak maju. SDV pembukaan 7, portio tipis lunak,
ketuban +, persentasi kepala, hodge I, panggul kesan luas. Diagnosa? Inersia uteri
sekunder
Pada pasien ini

Inersia uteri adalah kelainan his yang kekuatannya tidak adekuat untuk melakukan
pembukaan serviks atau mendorong janin keluar. Disini kekuatan his lemah dan
frekuensinya jarang. Sering dijumpai pada penderita dengan keadaan umum kurang baik
seperti anemia, uterus yang terlalu teregang misalnya akibat hidramnion atau kehamilan
kembar atau makrosomia, grandemultipara atau primipara, serta para penderita dengan
keadaan emosi kurang baik. Dapat terjadi pada kala pembukaan serviks, fase laten atau
fase aktif maupun pada kala pengeluaran.
a. Inersia uteri primer
Bila sejak awal kekuatannya sudah lemah dan persalinan berlangsung lama dan terjadi
pada kala 1 fase laten, sejak awal telah terjadi his yangtidak adekuat sehingga sering sulit
untuk memastikan apakah penderita telah memasuki keadaan inpartu atau belum.
b. Inersia uteri sekunder
Timbul setelah berlangsung his kuat untuk waktu yang lama, dan terjadi pada kala 1 fase
aktif. His pernah cukup kuat tetapi kemudian melemah. Dapat ditegakkan dengan
melakukan evaluasi pada pembukaan. Pada bagian terendah terdapat caput dan mungkin
ketuban telah pecah, dewasa ini persalianan tidak dibiarkan berlangsung sedemikian lama
sehinnga dapat menimbulkan kelelahan otot uterus, maka inersia uteri ini jarang
ditemukan, kecuali pada wanita yang tidak diberi pengawasan baik waktu persalinan.
18. Perempuan 25 th rencana menikah 3 bulan. Periksa TORCH. IgM rubella kadar
tinggi. IgG (-). Diagnosis? Infeksi primer rubella
Dugaan terhadap infeksi TORCH biasanya memang dibuktikan melalui pemeriksaan
darah dengan pengukuran titer IgG, IgM, atau sekaligus keduanya. Kalau IgM dapat
terdeteksi sekitar seminggu setelah infeksi akut dan menetap selama beberapa minggu
atau bulan, IgG bisa saja tidak muncul sampai beberapa minggu kemudian setelah angka
IgM meningkat.
Bila diduga terinfeksi tetapi nyatanya IgM negatif, maka pemeriksaan laboratorium harus
diulang 4 minggu dari tanggal pertama kali dilakukan pemeriksaan laboratorium. Ini
penting dilakukan untuk memastikan adanya infeksi ataupun tidak. Bila pada
pemeriksaan ulang IgM tetap negatif, namun titer IgG memperlihatkan kenaikan
sebanyak 4 kali, kemungkinan yang bersangkutan memang sedang terinfeksi. Adapun
bila terjadi perubahan titer dari IgM negatif menjadi positif, kemungkinan yang
bersangkutan tengah terinfeksi kembali.
Pada waktu pertama kali terinfeksi (infeksi primer), tubuh manusia akan membentuk
senyawa protein IgM (Immunoglobulin M) sebagai reaksi terhadap masuknya mahluk
asing ke dalam tubuh. Senyawa protein ini dalam waktu relatif singkat langsung
terbentuk begitu tubuh terkena infeksi. Antibodi IgM akan muncul di minggu pertama
terjadinya infeksi, mencapai puncak pada satu bulan, kemudian mengalami penurunan.
Pada beberapa individu, IgM dapat tetap terdeteksi beberapa tahun setelah infeksi primer.

Namun, secara perlahan-lahan, IgM ini akan menghilang dalam waktu 1-24 bulan
kemudian dan bisa timbul lagi bila yang bersangkutan terinfeksi kembali.
Kira-kira 4 minggu setelah terjadinya infeksi primer akan terbentuk pula IgG
(Immunoglobulin G) yang merupakan suatu zat penangkis atau kekebalan tubuh. IgG ini
juga merupakan protein dengan berat molekul besar. Adanya IgG menunjukkan bahwa
dalam tubuh telah terbentuk kekebalan. Jadi, bila titer/angkanya positif berarti tubuh telah
membentuk kekebalan terhadap mahluk penyebab infeksi. Secara teoretis IgG ini akan
menetap di dalam tubuh. Hanya, kadarnya dapat naik atau turun sesuai kondisi kesehatan
seseorang. Namun, pada kebanyakan kasus, IgG terus naik dan IgM menetap.
Interpretasi Ig M dan Ig G
a. bila IgG (-) dan IgM (+)
Kasus ini jarang terjadi, kemungkinan merupakan awal infeksi. Harus diperiksa kembali
3 minggu kemudian untuk melihat apakah IgG perubah menjadi (+). Bila tidak berubah,
maka IgM tidak spesifik, yangbersangkutan tidak terinfeksi Toxoplasma.
b. bila IgG (-) dan IgM (-)
Belum pernah terinfeksi dan beresiko untuk terinfeksi.
c. bila IgG (+) dan IgM (+)
Kemungkinan mengalami infeksi primer baru atau mungkin juga infeksi lampau tapi IgM
nya masih terdeteksi (persisten=lambat hilang). Oleh sebab itu perlu dilakukan tes IgG
affinity langsung pada serum yang sama untuk memperkirakan kapan infeksinya terjadi,
apakah sebelum atau sesudah hamil. Keadaan ini perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan
Aviditas IgG. Bila aviditas IgG tinggi, menunjukkan infeksi didapat lebih dari empat
bulan yang lalu
d. bila IgG (+) dan IgM (-)
Pernah terinfeksi sebelumnya. Bila pemeriksaan dilakukan pada awal kehamilan, berarti
infeksinya terjadi sebelum kehamilan dan saat ini telah memiliki kekebalan. Bagi
penderita yang sudah pernah terpapar, nilai IgG tidak akan kembali ke angka negatif atau
nol.

PEDIATRI
1. Bayi 7 bulan mengalami diare BB 11kg, kebutuhan cairan harian
Diare ada 3 derajat
a. Tanpa dehidrasi rehidrasi rumatan + output
10 kg pertama x 100
10 kg kedua x 50
Selanjutnya x 25
Jadi kalau BB 11 kg,
10 kg x 100
= 1000

1 kg x 50
= 50
Total kebutuhan cairan yang dibutuhkan 1050cc
b. Dehidrasi ringan/sedang
75 ml/kgBB
c. Dehidrasi berat
< 12 bulan 30 ml/kg selama 1 jam 70ml/kg selama 5 jam
>12 bulan 30 ml/kg selama 30 menit 70 ml/kg selama 2,5 jam
Jika ada demam, setiap kenaikan suhu 1 derajat x dikalikan 10% cairan rumatan
2. Anak demam 10 hari, titer anti O 1/160, anti H 1/320, foto polos abdomen?
DD demam > 7 hari
a. demam tifoid
Pemeriksaan penunjang
- Darah tepi: leukopeni, aneosinofilia, limfositosis relatif, trombositopenia (pada
demam tifoid berat), LED meningkat
- Kimia klinik: SGOT SGPT sering meningkat
- Widal: kuno tapi masih populer, antititer O= 1/160, bs lebih tinggi karena endemis
di Indonesia, meningkat setelah akhir minggu.
- Elisa IgG dan IgM: sensitif dan spesifik bila IgM positif menandakan infeksi
akut, jika IgG positif menandakan reinfeeksi
- Kultur gold standar
Komplikasi demam tifoid termasuk kejang, ensefalopati, perdarahan dan perforasi
usus, peritonitis, koma, diare, dehidrasi, syok septik, miokarditis, pneumonia,
osteomielitis dan anemia. Pada bayi muda, dapat pula terjadi syok dan hipotermia.

b. demam rematik akut,


c. abses dalam,
d. endokarditis infektif,

e. TB
3. Anak 7 tahun keluhan sesak nafas. PF sianosis pada mulut. Foto thorax didapatkan
massa paracardial. Diagnosis?
Sesak nafas, sianonosis, takipneu, takikardi, dada asimetris hernia diafragma
Radiologi hernia diafragma
- Terdapat isi abdomen pada rongga thoraks
- Peninggian hemidiafragma (kiri lbh tinggi)
- Batas diafragmatidak jelas
- Massa retrosternal yaitu viskus yang berisi udara
4. Anak laki laki 2 tahun, nyeri BAK, demam sejak 2 hari. Px fisik ada nyeri
suprapubik. Dokter ingin beri antibiotik. Kontraindikasi obat pada anak?
a. Hepar belum mampu mengkonjugasi
b. Enzim hepar belum matur
c. Ekskresi ginjal sangat lambat
d. Menghambat pertumbuhan tulang rawan

Kontra
Indikasi:
- Penderita yang hipersensitivitas terhadap siprofloksasin dan derivat quinolone lainnya tidak dianjurkan pada wanita hamil atau menyusui,anak-anak pada masa
pertumbuhan,karena pemberian dalam waktu yang lama dapat menghambat pertumbuhan
tulang rawan. - Hati-hati bila digunakan pada penderita usia lanjut - Pada penderita

epilepsi dan penderita yang pernah mendapat gangguan SSP hanya digunakan bila
manfaatnya lebih besar dibandingkan denag risiko efek sampingnya.
5. Anak laki laki, 5thn, diare, feses lembek, berbau, lendir, pada mikroskopis terdapat
amoeboid (+). Terapi?

a. Metronidazole
b. Amoxicillin
c. ciprofloxacin
6. Bayi 11 bulan, bibir nampak pucat kebiruan sebelumnya kejang 5 menit. Diare
sejak 2 hari yang lalu. Muntah 10x/hari. Px: mata cowong, ubun ubun cekung,
turgor kulit menurun sangat lambat. Diagnosis?
a. Diare tanpa dehidrasi
b. Diare dengan dehidrasi ringan
c. Diare dengan dehidrasi sedang
d. Diare dengan dehidrasi berat
e. Diare dengan kejang demam

7. C
8. B
9. F
10. 1
11. S
12. G
13. seorang anak berat 20kg, mendapat terapi amoxicillin. Jika sediaan 125mg/5ml
diberikan dalam dosis terbagi 8 jam, berapakah ml obat yang diberikan? A. 15ml B.
30ml C. 25ml
Pembahsan:
Dosis amoxicillin 30-50mg/kgbb/hari dapat dibagi /12 jam atau /8jam
Untuk soal ini kita ambil dosis 50mg/kgbb/hari
Dosis harian
: 50mgx20kg = 1000mg/hari
Dosis per pemberian : 1000mg/3 (8jam) = 333mg
Pemberian syrup
: 333mg/125mg x 5ml = 13.32 = 15ml
Disini pilihan jawaban yang tersedia paling kecil adalah 15ml,.
http://www.amazine.co/22675/dosis-amoksisilin-untuk-berbagai-usia-dan-jenis-penyakit/
14. seorang anak berat 20kg, TB 115cm, berapaka dosis paracetamol berdasarkan luas
permukaan tubuh? A.175mg B. 225mg C. 300mg D. 400mg
Pembahasan
Perhitungan Dosis Berdasarkan Luas Permukaan Tubuh (Body Surface Area : BSA) atau
Dosage Calculations Based on Body Surface Area. BSA merupakan turunan dari rumus
Du bois and Du Bois.

Mari kita hitung untuk soal ini.


Luas permukaan tubuh
(m2) : 115cm x 20kg : 3600 = 0.64
Dosis perkiraan
: 0.64 : 1.73 x 500mg = 185mg
Pada pilihan jawaban yang paling mendekati adalah A. 175
http://ilmu-kefarmasian.blogspot.com/2013/06/perhitungan-dosis-berdasarkan-luas.html
15. bayi 7 bulan dengan sesak napas. Demam, batuk pilek, retraksi intercostal,
subcostal, nafas cuping hidung. Px Th: Ronchi basah halus. Diagnosis? Bronkiolitis
diagnosa
pneumonia

bonkiolitis

asma

TB

gejala yang ditemukan


demam
batuk dengan nafas cepat
crekles (ronki) pada auskultasi
kepala terangguk angguk
pernafasan cuping hidung
tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam
merintih (grunting)
sianosis
episode pertama whezzing pada anak umur < 2th
hiperinflasi dinding dada
ekspirasi memanjang
gejala pada pneumonia juga dapat dijumpai
kurang/tidak ada respon dengan bronkodilator
riwayat wheezing berulang
hiperinflasi dinding dada
ekspirasi memanjang
berespon baik pada bronkodilator
riwayat kontak positif dengan pasien TB dewasa
uji tuberkulin positif
pertumbuhan kurus/buruk

demam >= 2minggu


batuk kronis (>3minggu)
pembengkakan kelenjar limfe. Tulang sendi
batuk paroksismal yang diikuti whoop, muntah,
pertusis
sianosis atau apneu
bisa tanpa demam
imunisasi dpt tidak ada atau tidak lengkap
klinis baik diantara episode batuk
16. Anak perempuan 2 tahun. Sering mengalami sesak nafas. Masuk igd dengan sesak
nafas. Pasien berjalan jalan dan ngobrol dengan perawat. Pemeriksaan Whezzing
(+), diagnosis?
A. Asma persisten dengan serangan ringan
B. Asma episodic sering dengan serangan ringan
C. Asma episodic jarang dengan serangan ringan
D. Asma episodic sering dengan serangan berat
E. Asma episodic jarang dengan serangan sedang
Pembahasan

Tabel. Klasifikasi derajat berat asma berdasarkan gambaran klinis


(Sebelum Pengobatan)
Derajat Asma Gejala
Gejala Malam
Faal paru

I. Intermiten
Bulanan
* Gejala < 1x/minggu
* Tanpa gejala di luar
serangan
* Serangan singkat
II.
Persisten
Ringan
Mingguan
* Gejala > 1x/minggu,
tetapi < 1x/ hari
* Serangan dapat
mengganggu aktiviti
dan tidur
III. Persisten
Sedang
Harian
* Gejala setiap hari
* Serangan mengganggu
aktiviti dan tidur
*Membutuhkan
bronkodilator
setiap hari
IV. Persisten
Berat
Kontinyu
* Gejala terus menerus
* Sering kambuh
* Aktiviti fisik terbatas

APE 80%
* 2 kali sebulan * VEP1 80% nilai prediksi
APE 80% nilai terbaik
* Variabiliti APE < 20%

APE > 80%


* > 2 kali sebulan * VEP1 80% nilai prediksi
APE 80% nilai terbaik
* Variabiliti APE 20-30%

*
>
1x
seminggu

* Sering

Klasifikasi Penyakit Asma


Asma episodik jarang
Asma episodik sering
Asma Persisten
Asma Episodik Jarang
75% populasi asma anak
Episode yang terjadi <1x per 46 minggu,
wheezing setelah aktivitas berat,
Tanpa gejala diantara episode serangan
Fungsi paru yang normal diantara serangan

APE 60 80%
/ * VEP1
60-80% nilai
prediksi
APE 60-80% nilai terbaik
* Variabiliti APE > 30%

APE 60%
* VEP1 60% nilai prediksi
APE 60% nilai terbaik
* Variabiliti APE > 30%

Terapi profilaksis tidak dibutuhkan


Asma Episodik Sering
20% populasi asma
Serangan lebih sering
wheezing pada aktivitas sedang
dapat dicegah dengan pemberian 2-agonis
Gejala terjadi kurang 1x/minggu
Fungsi paru diantara serangan normal atau hampir normal
Perlu controller (pengendali)
Asma Persisten
5% anak asma
Episode akut yang sering,
wheezing pada aktivitas ringan
diantara interval gejala membutuhkan b2-agonis lebih dari 3 kali/minggu baik karena
terbangun malam hari maupun dada terasa berat pada pagi hari
Perlu controller (pengendali)
http://www.klikpdpi.com/konsensus/asma/asma.html
http://mediese.blogspot.com/2012/05/algoritma-diagnosis-dan-tatalaksana.html
https://somelus.wordpress.com/2009/03/16/penyakit-paru-pada-anak/
17. anak 4 tahun perempuandengan penurunan kesadaran dengan gejala dehidrasi
berat. Tatalaksana? Cairan parenteral 30ml/kgbb/ 1/2jam. 70cc/kgbb dalam 2.5jam

http://puske
smaskutasatu.com/artikel/images/poster-tatalaksana-diare.jpg
http://www.ichrc.org/521-diare-dengan-dehidrasi-berat
ILMU BEDAH
1. inkontinensia urin: suatu pengeluaran urin tanpa disadari
Penyebab inkontinensis
-kelainan urologi/saluran kemih: infeksi, batu, tumor, divertikel
-kelainan neurologik: post stroke, gangguan otonom, trauma medula spinalis, demensia,
kesadaran menurun
Lain-lain: imobilisasi, kondisi kejiwaan,dll

Sfingter uretra internal: involunter


Sfingter uretra eksternal: volunter
2.

dislokasi hip joint:


Mekanisme dislokasi terjadi saat kaput yang terletak dibelakang asetabulum, kemudian
segera berpindak ke dorsum illium
Saat inspeksi
dislolasi posterior: hip tertekuk, terputar ke dalam, adduksi
Dislokasi anterior: hip tertekuk minimal, terputar kearah luar, dn abduksi
Palpasi: pada dislokasi hip anterior kadang pada femoralis teraba hematoma

3. prinsip penanganan fraktur terbuka


-semua fraktur dikelola secara emergensi
-lakukan penilaian awal akan adanya cedera lain yang dapat mengancam jiwa
-lakukan irigasi luka
-lakukan stabilisasi fraktur
-pasang cairan beri antibiotik iv yang sesuai dan adekuat
4. Osteomyelitis adalah proses inflamasi akut maupun kronik pada tulang dan struktur
sekitarnya yang disebabkan oleh organisme pyogenik.
Ciri gambaran radiologi osteomyelitis akut
-pembengkakan jaringan lunak, pergesern jaringan lunak subkutis, densitas tulang
berkurang (refraction)/ batas kabur, elevasi periosteal, terdapat fokus destruksi
yang kecil-kecil
Osteomyelitis kronik
-skuestrum: bangunan dense dikelilingi lusen: tulang yang mati dikelilingi pus.
-involucrum: pembentukan tulang baru di sekitar tulang yang destruksi.
-korteks menebal/sklerotik dan berkelok-kelok
-kanalis medularis menyempit hingga gambaran medula menghilang
-bordies abcess (di dalam spongiosa dekat ujung tulang: abses bulat/oval, lusen
dengan batas tegas dikelilingi zona sklerotik, biasanya tanpa skuester dan tanpa
elevasi periosteal
5. Saraf simpatik: kontraksi leher VU dan uretra (alpha adrenergik)
Dengan menghambat alpha 1 adrenergik bloker maka tonus leher VU, otot polos prostat,
dan kapsul prostat akan berkurang sehingga peningkatan pancaran urin dan memperbaiki
gejala miksi
6. ruptur urethra : adanya meatal bleading
Posterior: tjd diatas diafragma urogenital, ada hematoma/edema di suprapubik, prostat
melayang pada RT
Anterior: mematoma/ ekskoriasi perianal, hematoma scrotal.ran caulic flower mengarah
osteochondroma

Osteochondroma adalah tumor jinak tulang dengan penampakan adanya penonjolan


tulang yang berbatas tegas sebagai eksostosis yang muncul dari metafisis, penonjolan
tulang ini ditutupi(diliputi) oleh cartilago hialin. Tumor ini berasal dari komponen tulang
(osteosit) dan komponen tulang rawan (chondrosit).
Radiologis
Ada 2 tipe osteokondroma yaitu bertangkai (pedunculated) / narrow base dan tidak
bertangkai (sesile) / broad base. Pada tipe pedunculated, pada foto polos tampak
penonjolan tulang yang menjauhi sendi dengan korteks dan spongiosa masih normal.
Penonjolan ini berbentuk seperti bunga kol (cauliflower) dengan komponen osteosit
sebagai tangkai dan komponen kondrosit sebagai bunganya. Densitas penonjolan tulang
inhomogen (opaq pada tangkai dan lusen pada bunga). Terkadang tampak adanya
kalsifikasi berupa bercak opaq akibat komponen kondral yang mengalami kalsifikasi.
Solitary benign pedunculated osteochondroma of the femur in a 22-year-old man

Benign solitary sessile osteochondroma of the fibula in a 19-year-old man

8. Wanita 2 tahun post kll jejas pinggang kanan. Hasil USG? Terdapat perdarahan
intraabdomen ditandai dg morison pouch
USG digunakan untuk mendeteksi adanya darah diintraperitoneum setelah terjadi trauma tumpul.
Daerah yang sering didapati akumulasi darah :
1. Kuadran kanan atas abdomen (morison space antara liver ginjal kanan)
2. Kuadran kiri atas abdomen (perisplenic dan perirenal kiri)
3. Suprapubic region
4. Subxyphoid region pericardiumhepatorenal space)
Jika terdapat strip kecil cairan anekoik di morison pouch menggambarkan caira kurang lebih
250 cc, sedangkan strip 0,5 sampai 1 cm menggambarkan koleksi cairan sebesar 500 cc dan 1
liter.

9. laki-laki 6 th benjolan di perut kanan. Foto polos abdomen terdapat gambaran opak yang
mendorong sistem intestinal ke arah kontralateral. Kalsifikasi (+). Px penunjang?
Foto polos abdomen 3 posisi, Ct scan
Yang dapat dinilai pada foto polos abdomen 3 posisi
Preperitoneal fat line
Psoas line
Pola dalam saluran cerna
Adanya udara bebas
Massa
Kalsifikasi
Tulang
Proyeksi supine : untuk melihat pola udara dalam usus, kalsifikasi, massa, tulang
Poyeksi prone : untuk melihat udara dalam rectum/sigmoid, udara dalam kolon asenden dan
desenden
Erect : udara bebas, air fluid level
LLD : untuk melihat air fluid level
CT scan: untuk mendiagnosis adanya batu ginjal, tumor abdomen, trauma menelan benda solit,
divertikulitis, appendicitis, obstruksi usus, aneurisma, pankreatitis
10. Seorang perempuan 2 minggu sulit BAB 3x sehari dibantu pencahar. Px fisik : irritable, perut
distended, bising usus meningkat. Radiologis : air fluid level (+) ditemukan banyak fecal
material. Dx? Ileus obstrukif karena megakolon

Penyakit Hirchsprung atau megakolon kongenital disebabkan oleh kelainan inervasi usus, pada
sfingter ani interna dan meluas ke proksimal, melibatkan panjang usus yang bervariasi, selalu
melibatkan usus dan sebagian rektum.
Manifestasi klinis :
1. Periode neonatal :
Mekonium keluar melambat
Tidak dapat BAB dalam waktu 24-48 jam setelah lahir
Perut cembung dan tegang
Muntah
Feses encer
2. Pada anak
Konstipasi kronis
Gagal tumbuh
Berat badan tidak bertambah
Anoreksia
Px. Fisik :
Inspeksi : perut cembung atau membuncit seluruhnya, didapatkan lunak hingga tegang pada
palpasi, bising usus melemah atau jarang. Px rectal toucher terasa ujung jari terjepit lumen
rektum yang sempit dan sewaktu jari ditarik keluar mka feses akan menyemprot keluar dalam
jumlah yang banyak dan kemudian kembung pada perut menghilang untuk sementara.
Px radiologi :
Gambaran obstruksi letak rendah. Gambaran barium yang membaur dengan feses ke arah
proksimal kolon

11. Wanita nyeri pinggang kanan, CVA (+) proteinuria (+). Diagnosis? Pyelonefritis
Pielonefritis adalah inflamasi pada pelvis ginjal dan parenkim ginjal yang disebabkan karena
adanya infeksi oleh bakteri. Infeksi bakteri pada jaringan ginjal yang di mulai dari saluran kemih
bagian bawah terus naik ke ginjal. Infeksi ini dapat mengenai parenchym maupun renal pelvis
(pyelum= piala ginjal).
Trias pielonefritis : demam, nyeri sudut kostovertebra (CVA), mual dan atau muntah
Pada pemeriksaan abdominal, suprapubic tendernes biasanya terjadi dari ringan hingga sedang
tanpa rebound. Bising usus biasanya normal. Nyeri CVA biasanya terjadi unilateral pada ginjal
yang sakit, walaupun nyeri bilateral juga dapat terjadi.
Px urinalisis : 5-10 leukosit/lpb. Pada sebagian pasien dengan pyelonefritis bahkan > 20
leukosit/lpb, gross hematuria jika sudah terjadi komplikasi hemoragik sistitis, mikroskopik
hematuria terjadi pada pasien tanpa komplikasi pielonefritis, proteinuria hingga 2 g/hari.

12. Perempuan 38 th dengan keluhan nyeri perut kanan atas. Mual muntah demam dengan pf
nyeri hipokondriaca kanan, hepar 1 jari dibawah kosta. Pemeriksaan apa yang tepat? USG
abdomen
Indikasi USG adalah untuk mengevaluasi gejala :
Abdominal pain
Flank pain
Low back pain
Blunt abdominal trauma
Hematuraia
Unexplained hipotension
Indikasi lainnya adalah untuk mendiagnosis penyakit abomen yang spesifik :
Abdominal aortic aneurism
Akut kolesistitis
Kolik biliar
Akut apendisitis
Nefrolitiasis
Retensi urin
13. laki-laki 30 tahun dengan bercak darah. Keluar benjolan dari anus masih bisa
dimasukkan. Pada pasien ini terjadi Hemorrhoid. Maka pemeriksaan yang tepat adalah Rectal
Toucher (RT).
Grade Hemorrhoid adalah
Derajat
Berdarah
Menonjol
Reposisi
I
+
II
+
+
Spontan
III
+
+
Manual
IV
+
Tetap
Tidak dapat
14. Grade hemorroid pada kasus diatas adalah grade III
15. Tidak ditemukan penjelasan
16. Pada kasus diatas jatuh dari ketinggian 2 meter. Mengeluh kaki kiri bengkak. Bengkak
dibawah lutut. Tidak bisa digerakkan. Kejadian sejak 5 jam yll. Sejak 1 jam yang lalu terasa
menetap dibawah lutut. Jawaban A salah karena 5P tidak dijelaskan ( pain, pallor, paresthesia,
paralisis, dan pulselesness), B salah karena tidak hanya hematome, C salah karna
hemarthrosis dari palpasi akan teraba kenyal. E salah kaarena jika ruptur arteri poplitea,
maka akan tampak darah seperti air mengalir
17. sendi panggul sulit digerakkan maka curiga fraktur, jadi tindakan yang dilakukan adalah
fiksasi.
Syaraf

1. Laki-laki stro tetraplegia disuapi bubur dan meninggal . penyebab kematian adalah:
a) Hipovolemik
b) Syok
c) Aspirasi
d) Anoksia
e) hipoksia
Pada pasien ini mengalami kelemahan , stroke disisni dapat melumpuhkan otot penggerak
epiglottis dan dapat mempengaaruhi n vagus sehingga epiglottis tidak dapat menutup dan
makanan akan mudah masuk kedalam saluran pernafasan dan terjadi aspirasi.
2. Wanita dengan kelopak mata kiri tidak bias ditutup. Diagnosis:
a) Bells palsy
b) Parese nervus 7 sentral
c) Parase nervus 7 perifer
BeIls palsy adalah kelumpuhan atau paralisis wajah unilateral karena gangguan
nervus fasialis perifer yang bersifat akut dengan penyebab yang tidak
teridentifikasi dan dengan perbaikan fungsi yang terjadi dalam 6 bulan
Anamnesis yang lengkap mengenai onset, durasi, dan perjalanan penyakit, ada
tidaknya nyeri, dan gejala lain yang menyertai penting ditanyakan untuk
membedakannya dengan penyakit lain yang menyerupai. Pada Bells palsy
kelumpuhan yang terjadi sering unilateral pada satu sisi wajah dengan onset
mendadak (akut) dalam 1-2 hari dan dengan perjalanan penyakit yang progresif,
dan mencapai paralisis maksimal dalam 3 minggu atau kurang
Dari hasil pemeriksaan neurologi, didapatkan gangguan fungsi saraf fasialis
perifer yang difus tanpa ada neuropati lainnya. Lesi SSP (supranuklear) juga dapat
menyebabkan paralisis saraf fasialis, hanya perbedaannya dari lesi perifer tidak
dijumpainya paralisis dahi pada sisi yang terlibat dan dapat menutup mata dengan
baik (lagophtalmus tidak dijumpai) dan disertai dengan defisit neurologis lainnya,
sekurang-kurangnya kelumpuhan ekstremitas pada sisi yang kontralateral (gambar
6) (Tiemstra dkk, 2007).
Tes topognostik (fungsi kelenjar lakrimal, aliran saliva, dan pengecapan) selain
refleks stapedial, telah diteliti tidak memiliki manfaat sebagai tes diagnostik dan
prognostik pada pasien dengan paralisis fasialis, sehingga jarang digunakan dalam
praktek klinis. Hal ini dikarenakan:
Anatomi saraf fasialis dan percabangannya yang cukup bervariasi, mengizinkan
untuk terbentuknya suatu jalur alternatif bagi akson- akson untuk mencapai
terminalnya.
Lesi yang bertanggung jawab terhadap paralisis, mungkin tidak secara tajam
terletak pada level tertentu, karena suatu lesi dapat mempengaruhi komponen
yang berbeda dari saraf pada tingkat yang beragam dan dengan derajat keparahan
yang berbeda- beda.

Penyembuhan dan kornponen- komponen yang bervariasi dapat terjadi pada


waktu yang berbeda- beda.
Teknik yang digunakan untuk mengukur fungsi saraf fasialis tidak sepenuhnya
dapat dipercaya

Pemeriksaan telinga perlu dilakukan untuk menyingkirkan penyakit lain yang


mungkin bisa menyebabkan paralisis fasialis. Bila ditemukan adanya otitis rnedia
yang aktif dan massa di kelenjar parotid, kemungkinan paralisis fasialis
dihubungkan dengan kelainan- kelainan tersebut, dan bukan suatu Bells palsy
3. Laki-laki dengan kelemahan wajah sebelah kiri. Pemeriksaan fisik kerutan dahi
menurun , sudut mulut menurun , garis garis wajah menghilang . pemeriksaan
perkembangan motoric ?
a) Skala ASIA
b) MMSE
c) Funtional individual assessment
d) FISCH
e) Barthel index
FISCH adalah suatu skala yang digunakan untuk menilai fungsi motoric pasien
terutama pada pasien Bells palsy
SKALA UGO FISCH

Dinilai kondisi simetris atau asimetris antara sisi sehat dan sisi sakit pada 5 posisi
:

Posisi

N
il
ai

Istirahat

2
0

Mengeru
tkan dahi

1
0

Menutup
mata

3
0

Tersenyu
m

3
0

Bersiul

1
0

Persen
tase
(%)
0, 30,
70,
100

S
k
or

T
ot
al
Penilaian persentase :
0 % : asimetris komplit, tidak ada gerakan volunter
30 % : simetris, poor/jelek, kesembuhan yang ada lebih dekat ke asimetris
komplit daripada simetris normal.
70 % : simetris, fair/cukup, kesembuhan parsial yang cenderung ke arah
normal
100%
: simetris, normal/komplit
MMSE digunakan untuk menilai fungsi kognotif pasien
Barthel index digunakan untuk menilai aktivitas pasien
4. Laki-laki keleahan anggota gerak kiri mendadak 5 jam sejak bangun tidur . Nyri kepala
- , mual muntah (-) bicara pelo (-) riwayat trauma + riwayat makan jeroan + diagnosis ??
a) Stroke hemoragik
b) Stroke non hemoragik
c) Beels palsy
d) GBS
e) Mietenia gravis

Untuk membedakan antara stroke hemoragik dan non hemoragik digunakan skore
gajah mada karena jika menggunakan siriraj score haruas ada data tentang
atheroma
Pada pasien ini berdasarkan algorima gajah mada termasuk dalam stroke
hemoragik

5. Laki-laki dengan kelemahan wajah sebelah kiri, pemeriksaan fisik kerutan dahi
menurun, sudut mulut menurun, garis garis wajah menghilang. Terapi non
farmakologis?
a. Kompres panas, massage, konseling edukasi
b. Kompres hangat, massage, konseling edukasi
c. Kompres dingin, massage, konseling edukasi
d. IR, massage
e. IR, faradikasi, konseling edukasi
Terapi Non-Farmakolog
Fisioterapi
a)
Infra Merah
Infra merah dapat diterapkan untuk menghangatkan otot dan meningkatkan fungsi, tetapi
Anda harus memastikan bahwa mata dilindungi dengan penutup mata. Waktu penerapan selama
10 sampai 20 menit pada jarak biasanya antara 50 dan 75 cm.
b)
Terapi Ultrasound
Terapi ultrasound diaplikasikan pada batang saraf (nerve trunk) di depan tragus telinga dan di
daerah antara prosesus mastoideus dan mandibula.
c)

Stimulasi Elektrik (Electrical Stimulation)


Stimulasi listrik adalah teknik yang menggunakan arus listrik untuk mengaktifkan saraf
penggerak otot dan ekstremitas yang diakibatkan oleh kelumpuhan akibat cedera tulang belakang
(SCI),
cedera
kepala,
stroke
dan
gangguan
neurologis
lainnya. Electrical
Stimulation arus Faradik yang diberikan dapat menimbulkan kontraksi otot dan membantu
memperbaiki perasaan gerak sehingga diperoleh gerak yang normal serta bertujuan untuk
mencegah/ memperlambat terjadinya atrofi otot.
Pada kasus Bells Palsy ini rangsangan gerak dari otak tidak dapat disampaikan kepada
otot-otot wajah yang disyarafi. Akibatnya kontraksi otot secara volunter hilang sehingga
diperlukan bantuan dari rangsangan arus faradik untuk menimbulkan kontraksi otot. Rangsangan
arus faradik yang dilakukan berulang- ulang dapat melatih kembali otot- otot yang lemah untuk
melakukan gerakan sehingga dapat meningkatkan kemampuan kontraksi otot sesuai fungsinya.
d) Massage
Suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan suatu manipulasi yang dilakukan dengan
tangan yang ditujukan pada jaringan lunak tubuh, untuk tujuan mendapatkan efek baik pada
jaringan saraf, otot, maupun sirkulasi. Pada kasus Bells Palsy teknik massage yang diberikan
yaitu stroking, effleurage, finger kneading dantapping.
6. Terjadi kelumpuhan di nervus hipoglossus sinistra, maka
a. Sudut mulut menurun
b. Lidah terdorong ke kiri
c. Lidah terdorong ke kanan

d. Uvula tertarik ke kiri


e. Uvula tertarik ke kanan
Lesi pada satu nervus hipoglosus akan akan memperlihatkan di sisi pipi lateral:
1. Separuh lidah yang menjadi atrofis, dengan mukosa yang menjadi longgar dab
berkeriput. Mungkin pula akan tampak fibrilasi pada otot-otot lidah yang atrofis.
2. Bila lidah itu dijulurkan keluar akan tampak bahwa ujung lidah itu memperlihatkan
deviasi ke sisi yang sakit. Deviasi ujung lidah ke sisi yang sakit timbul karena kontraksi
M. genioglussus di sisi kontralateral (bila M. genioglossus kanan dan kiri berkontraksi
dan kedua otot itu sama kuatnya, maka lidah itu akan dijulurkan lurus ke depan, Bila satu
otot adalah lebih lemah dari yang lainnya, maka akan timbul deviasi dari ujung lidah ke
sisi otot yang lumpuh).
3. Di dalam mulut sendiri akan tampak bahwa ujung lidah itu mencong ke sisi yang sehat.
Keadaan ini timbul karena tonus otot-otot lidah di sisi yang sehat adalah melebihi tonus
otot-otot lidah di sisi yang sakit.
4. Motilitas lidah akan terganggu sehingga di sisi yang sakit misalnya akan tampak ada sisasisa makanan di antara pipi dan gigi-geligi.
5. Karena lidah berperanan dalam mekanisme menelan dan artikulasi, maka gejala-gejala
kelumpuhan paralysis nervus hipoglosus berupa sukar menelan dan bicara pelo
7. Wanita dengan kelemahan wajah sebelah kiri. Px fisik kerutan dahi menurun, sudut
mulut menurun, garis-garis wajah menghilang. Skor motorik?
a. 0-2
b. 0-3
c. 0-4
d. 0-5
e. 0-6

THT
19. Anak laki-laki 12 tahun ke IGD dengan keluhan telinga berdenging karena mendengar
ledakan mercon yang sangat keras. Pada pemeriksaan membran timpani terdapat
perforasi di sentral dengan batas luka hiperemis. Pasien mengalami penurunan
pendengaran, prognosis tergantung faktor?
a. Kerusakan membran
b. Kerusakan jaringan
c. Kerusakan syaraf
d. Kerusakan jaringan fibrosa
e. Kerusakan syaraf
20. Anak laki-laki 12 tahun ke IGD dengan keluhan telinga berdenging karena mendengar
ledakan mercon yang sangat keras. Pada pemeriksaan membran timpani terdapat
perforasi di sentral dengan batas luka hiperemis. Pasien mengalami penurunan
pendengaran, manakah anatomi membran timpani?
a. Lapisan tengah membran mukosa
b. Lapisan luar membran mukosa
c. Lapisan dalam membran mukosa
d. Lapisan tengah epitel
e. Lapisan luar jaringan fibrosa
Membran timpani terbentuk dari dinding lateral kavum timpani dan memisahkan
liang telinga luar dari kavum timpani dengan ketebelannya yaitu 0,1mm.
Tiga lapisan dari membran timpani, yaitu :
1. Lapisan epitel/stratum kutaneum terdapat diliang telinga lapisan luar
2. Lapisan mukosa/stratum mukosum terdapat di kavum timpani lapisan dalam

3. Lapisan propria/stratum fibrosum terdapat diantara lapisan epitel dan lapisan


mukosum lapisan tengah
21. Wanita 30 tahun, telinga kiri berdenging, penurunan pendengaran, tidak demam, tidak
nyeri. Pada px otoskopi membran timpani tidak tampak, kanalis tertutup serumen,
evakuasi serumen tampak penonjolan tulang kanalis. Etiologi pada kasus?
a. Peradangan
b. Kongenital
c. Keganasan
d. Infeksi
e. Trauma
Eksostosis tulang pada saluran telinga bukan merupakan tumor, tetapi merupakan suatu
pertumbuhan tulang, dimana tulangmenjol pada saluran telinga dan ketika sudah
berukuran cukup besar menyebabkan gangguan dalam pengeluaran kotoran telinga atau
menyumbat saluran telinga dan menimbulkan gangguan pendengaran. Eksostosis
biasanya ditemukan pada perenang di air dingin dan juga pada penyelam karena paparan
udara atau air dingin sehingga menyebabkan iritasi periosteum dan merangsang
pertumbuhan abnormal komponen tulang. Pertumbuhan yang terus menerus akan
menyebabkan obstruksi pada liang telinga.
Biasa disebut surfers ear.
22. Wanita 30 tahun, telinga kiri berdenging, penurunan pendengaran, tidak demam, tidak
nyeri. Pada px otoskopi membran timpani tidak tampak, kanalis tertutup serumen,
evakuasi serumen tampak penonjolan tulang kanalis. Manakah pemeriksaan yang tepat
dengan garpu tala?
a. AS Rinne +
b. AD swabach memanjang
c. Weber lateralisasi ke kanan
d. AS Rinne
e. AD Rinne
Pada kasus ini pasien mengalami tuli kondusif yang akan menghasilkan tes garpu tala :
AS Rinne -, lateralisasi ke kiri pada tes Weber, AS memanjang pada swabach
Tes Rinne
Positif
Negatif
Positif

Tes Weber
Tidak ada lateralisasi

Tes Schwabach Diagnosis


Sama dengan Normal
pemeriksa
Lateralisasi ke telinga yang Memanjang
Tuli Kondusif
sakit
Lateralisasi ke telinga yang Memendek
Tuli
sehat
sensorineural

23. Anak laki-laki 12 tahun ke IGD dengan keluhan telinga berdenging karena mendengar
ledakan mercon yang sangat keras. Pada pemeriksaan membran timpani terdapat
perforasi di sentral dengan batas luka hiperemis. Diagnosis?
a. Akustik trauma
b. Barotrauma
c. Otosklerosis
d. Noice Induce Hearing Lose
e. Congenital Hearing Lose
Akustik trauma
Disebabkan oleh ledakan, petasan, tembakan, konser rock dan telepontelinga (earphone)
Dapat disebabkan oleh suara tinggi (besar) dan secara tiba-tiba atau secara perlahanlahan, kebisingan dan tinnitus
Barotitis Media (Aerotitis, Barotrauma) adalah gangguan telinga yang terjadi akibat
perubahan tekanan udara di telinga luar dan telinga tengah yang dipisahkan oleh gendang
telinga. biasanya dapat terjadi pada saat menyelam atau terbang.
Penyebab terjadinya barotrauma adalah penyumbatan pada tuba eustakius.
Jika tuba eustakius mengalami penyumbatan sebagian maupun penyumbatan total akibat
adanya jaringan parut, infeksi atau alergi, maka udara tidak akan sampai ke telinga tengah
dan terjadilah perbedaan tekanan.
Faktor resiko terjadinya barotrauma adalah:
Perubahan ketinggian : misalnya penerbangan, menyelam atau bepergian ke daerah
pegunungan.
Hidung tersumbat akibat alergi, pilek atau infeksi saluran nafas atas.
Otosklerosis adalah suatu penyakit dimana tulang-tulang di sekitar telinga tengah dan
telinga dalam tumbuh secara berlebihan sehingga menghalangi pergerakan tulang stapes
(tulang telinga tengah yang menempel pada telinga dalam), akibatnya tulang stapes tidak
dapat menghantarkan suara sebagaimana mestinya.
Congenital Hearing Loss Tuli kongenital dari lahir
Gangguan pendengaran akibat bising (noise induced hearing loss / NIHL) adalah tuli
akibat terpapar oleh bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama dan
biasanya diakibatkan oleh bising lingkungan kerja. Tuli akibat bising merupakan jenis
ketulian sensorineural yang paling sering dijumpai setelah presbikusis.

MATA
17.
Seoarang laki-laki 45 tahun dengan keluhan mata kanan merah dan kabur, pada
pemeriksaan didapatkan VOD 1/300, konjungtiva hiperemis, didapatkan defek di kornea,
berbentuk infiltrate abu abu (+), dan satelit (+), tepi tak rata, pada bilik mata depan
terdapat hipopion. Apa penyebab?
a. Infeksi pneumokokus
b. Inveksi virus

c. Infeksi jamur
d. Infeksi staphylokokus
Pembahasan:
Pembagian keratitis ada bermacam-macam :
1.
Menurut kausanya
a.
Bakteri
Banyak ulkus kornea bakteri mirip satu sama lain. Streptococcus pneumonia merupakan
penyebab ulkus kornea bakteri di banyak bagian dunia. Penyebab lainnya yaitu
Pseudomonas aeruginosa, Moraxella liquefaciens, Streptococcus beta-hemolyticus,
Staphylococcus aureus, Mycobacterium fortuitum, S. epidermidis. Streptococcus
pneumoniae, Haemophilus influenza, Neiseria sp, Corynebacterium dhiptheriae, K.
aegyptus dan Listeria merupakan agen berbahaya oleh karena dapat berpenetrasi ke
dalam epitel kornea yang intak. Karakteritik klinik ulkus kornea oleh karena bakteri sulit
untuk menentukan jenis bakteri sebagai penyebabnya, walaupun demikian sekret yang
berwarna kehijauan dan bersifat mukopurulen khas untuk infeksi oleh karena P.
aerogenosa. Kebanyakan ulkus kornea terletak di sentral, namun beberapa terjadi di
perifer.1,3,4,6
Meskipun awalnya superfisial, ulkus ini dapat mengenai seluruh kornea terutama jenis
P.aeroginosa. Batas yang maju menunjukkan ulserasi aktif dan infiltrasi, sementara batas
yang ditinggalkan mulai sembuh. Biasanya kokus gram positif, Staphylococcus aureus, S.
Epidermidis, Streptococcus pneumonia akan memberikan gambaran tukak yang terbatas,
berbentuk bulat atau lonjong, berwarna putih abu abu pada anak tukak yang supuratif,
daerah kornea yang tidak terkena akan tetap berwarna jernih dan tidak terlihat infiltrasi
sel radang. Bila tukak disebabkan oleh P. Aeroginosa makan tukak akan terlihat melebar
secara cepat, bahan purulent berwarna kuning hijau terlihat melekat pada permukaan
tukak.
Secara klinis onset nyerinya sangat cepat disertai dengan injeksio konjungtiva,
fotofobia dan penurunan visus pada pasien dengan ulkus kornea bakterial, inflamasi
endotel, tanda reaksi bilik mata depan, dan hipopion sering ada. Penyebab infeksi
tumbuh lambat, organisme seperti mycobakteria atau bakteri anaerob infiltratnya tidak
bersifat supuratif dan lapisan epitel utuh. Penggunaan kortikosteroid, kontak lensa, graf
kornea yang telah terinfeksi kesemuanya merupakan predisposisi terjadinya infeksi
bakterial.1,8
b. Virus
Kelainan mata akibat infeksi herpes simpleks dapat bersifat primer dan kambuhan.
Infeksi primer ditandai oleh adanya demam, malaise, limfadenopati preaurikuler,
konjungtivitis folikutans, bleparitis, dan 2/3 kasus terjadi keratitis epitelial. Kirakira 94-99% kasus bersifat unilateral, walaupun pada 40% atau lebih dapat terjadi
bilateral khususnya pada pasien-pasien atopik. Infeksi primer dapat terjadi pada setiap

umur, tetapi biasanya antara umur 6 bulan-5 tahun atau 16-25 tahun. Keratitis herpes
simpleks didominasi oleh kelompok laki-laki pada umur 40 tahun ke atas.

c.

d.
e.

f.

g.

Gejala-gejala subyektif keratitis epitelial meliputi: fotofobia, injeksi perikornea, dan


penglihatan kabur. Berat ringannya gejala-gejala iritasi tidak sebanding dengan luasnya
lesi epitel, berhubung adanya hipestesi atau insensibilitas kornea. Dalam hal ini harus
diwaspadai terhadap keratitis lain yang juga disertai hipestesi kornea, misalnya pada:
herpes zoster oftalmikus.
Jamur
Keratitis fungi banyak dijumpai pada para pekerja pertanian, sekarang makin banyak
dijumpai diantara penduduk perkotaan, dengan dipakainya obat kortikosteroid dalam
pengobatan mata. Sebelum era kortikosteroid, ulkus kornea fungi hanya timbul bila
stroma kornea kemasukan sangat banyak organisme, suatu peristiwa yang masih mungkin
timbul di daerah pertanian.
Pada ulkus fungi terdapat infiltrat kelabu, sering dengan hipopion, peradangan nyata
pada bola mata, ulserasi superfisial dan lesi-lesi satelit (umumnya infiltrat di tempattempat yang jauh dari daerah utama ulserasi). Lesi utama dan sering juga lesi satelit
merupakan lesi endotel dengan tepian tidak teratur di bawah lesi kornea utama, disertai
reaksi kamera anterior yang hebat dan abcess kornea.
Alergi
Defisiensi vitamin
Biasanya lesi berupa ulkus terletak dipusat dan bilateral berwarna kelabu dan
indolen, disertai kehilangan kilau kornea di daerah sekitarnya. Kornea melunak dan
sering terjadi perforasi.
Kerusakan N.V (nervus trigeminus)
Jika nervus yang mempersarafi kornea terputus karena trauma, tindakan bedah
peradangan atau karena sebab apapun, kornea akan kehilangan kepekaannya yang
merupakan salah satu pertahanan terhadap infeksi yaitu reflex berkedip. Pada tahap awal
ulkus neurotropik pada pemeriksaan fluorescein akan menghasilkan daerah-daerah
dengan berupa berupa bercak terbuka.
Idiopatik

http://lanugojaya.blogspot.com/2012/09/keratitis.html
18.

penderita DM 64th, keluhan mata kiri kabur mendadak, pada pemeriksaan didapatkan
VOS 6/30, segmen anterior tenang, lensa keruh tipis, badan kaca jernih, retina
didapatkan blood (+), eksudat (+), edema macula (+), neurovaskularisasi retina (-), TIO
penyebab visus mata kiri menurun?
a. adanya perdarahan retina
b. eksudat
c. edema macula
d. kelainan reflaksi
e. lensa keruh

19.

20.

laki laki datang dengan keluhan melihat jauh tidak jelas dan membayang, pada
pemeriksaan VOD 6/15 dengan koreksi S -1.5 C 0.5 aksis 90 D menjadi 6/6. VOS 6/60
dengan koreksi S 4.5 C 0.5 aksis 90 menjadi 6/6. Penyebabnya?
a. bola mata memanjang (miopi = bayangan jatuh di depan retina)
b. perubahan lengkungan kornea (astigmat = bayangan jatuh di berbagai titik retina)
c. bola mata memendek (hipermetropi = bayangan jatuh di belakang retina)
d. indeks bias meningkat
e. blab la bla
laki laki datang dengan keluhan melihat jauh tidak jelas dan membayang, pada
pemeriksaan VOD 6/15 dengan koreksi S -1.5 C 0.5 aksis 90 D menjadi 6/6. VOS 6/60
dengan koreksi S 4.5 C 0.5 aksis 90 menjadi 6/6. Diagnosis?
a. astigmat miop kompositus
b. astigmat miop simpleks
c. astigmat hipermetrop kompositus
d. astigmat hipermetrop simples
e. astigmat mixtus
Pembahasan:
Tipe-tipe astigmatisma:
2. Astigmatisma hipermetropikus simpleks, satu meridian utamanya emetropik, meridian
yang lainnya hipermetropik.
3. Astigmatisma miopikus simpleks, satu meridian utamanya emetropik, meridian
lainnya miopi
4. Astigmatisma hipermetropikus kompositus, kedua meridian utama hipermetropik
dengan derajat berbeda.
5. Astigmatisma miopikus kompositus, kedua meridian utamanya miopik dengan derajat
berbeda
6. Astigmatisma mikstus, satu meridian utamanya hipermetropik, meridian yang lain
miopik.

https://marsenorhudy.wordpress.com/2011/01/05/kelainan-refraksi/

21.

22.

laki laki 50 tahun melihat dekat kabur dan cepat lelah. Berapa ukuran kacamata yang
cocok?
a. S +1.00
b. S + 1.50
c. S + 2.00
d. S + 2.50
e. S + 3.00
1. Digunakan lensa positif untuk koreksi presbiopi. Tujuan koreksi adalah untuk
mengkompensasi ketidakmampuan mata untuk memfokuskan objek-objek yang dekat
2. Kekuatan lensa mata yang berkurang ditambahan dengan lensa positif sesuai usia dan
hasil pemeriksaan subjektif sehingga pasien mampu membaca tulisan pada kartu Jaeger
20/30
3. Karena jarak baca biasanya 33 cm, maka adisi +3.00 D adalah lensa positif terkuat
yang dapat diberikan pada pasien. Pada kekuatan ini, mata tidak melakukan akomodasi
bila membaca pada jarak 33 cm, karena tulisan yang dibaca terletak pada titik fokus
lensa +3.00 D
Usia (tahun) Kekuatan Lensa Positif yang dibutuhkan
40
+1.00 D
45
+1.50 D
50
+2.00 D
55
+2.50 D
60
+3.00 D
http://ryan-koko.blogspot.com/2012/05/presbiopi.html
laki laki 50 tahun melihat dekat kabur dan cepat lelah. Dilakukan px visus. Alat uji yang
digunakan?
a. optotip snellen
b. jaeger
c. streak retinoskopi
d. placebo
e. lalallala
pembahasan:
a. optotip snellen
: Pemeriksaan visus dapat dilakukan dengan menggunakan
Optotype Snellen, kartu Cincin Landolt, kartu uji E, dan kartu uji
Sheridan/Gardiner. Optotype Snellen terdiri atas sederetan huruf dengan ukuran yang
berbeda dan bertingkat serta disusun dalam baris mendatar.
b. jaeger
: Jaeger eye chart digunakan untuk membaca dekat dan untuk
menentukan penglihatan jarak dekat seseorang. Pada chart tersebut, ada notasi J1
kemudian ada paragraf dengan teks yang paling kecil, selanjutnya tulisan di paragraf

berikut (seterusnya) menjadi lebih besar ditandai dengan peningkatan nomor J (misalnya
J2, J3).

c. streak retinoskopi : Retinoskopi ada 2 macam:


1. Spot Retinoscopy, yaitu retinoskopi dengan memakai berkas sinar yang dapat
difokuskan
2. Streak Retinoscopy, yaitu retinoskopi dengan memakai berkas sinar dengan bentuk
celah/slit
d. placebo
http://venasaphenamagna.blogspot.com/2011/02/pemeriksaan-visus-mata.html
http://irapanussa.blogspot.com/2012/08/alat-pemeriksaan-visus-untuk-jarak-dekat.html
http://optikonline.info/2008/04/05/pemeriksaan-streak-retinoskopi.html
23. pada kasus tersebut telah terjadi sikatrik pada kornea. Sikatrik kornea lebih sering disebabkan
oleh komplikasi dari infeksi seperti keratitis ataupun ulkus kosrnea yang tidak tertangani dengan
baik.
Tingkatan sikatrik
Nebula: kabut halus pada kornea yang sukar terlihat, kelainan di epitel dengan slit lamp atau lup
bisa di lihat.
Macula: kekeruhan korne yang berbatas tegas, kelainan di sub epitel dengan senter kelihatan
Leukoma: kekeruhan berwarna putih padat, kelainan di stroma dengan mata telanjang dapat
terlihat
Leukoma aderent: kekeruhan atau sikatriks kornea dengan menempelnya iris di dataran belakang
(sinekia anterior)

Stafiloma: penonjolan kornea tipe inflamatoir berupa sikatrik kornea yang menonjol disertai
dengan prolaps iris/ dapat diartikan sebagai penonjolan setempat kornea akibat tukak kornea
perforasi/ kornea yang menipis dengan terdapat jaringan uvea dibelakang atau didalamnya.
Stafiloma kornea dapat berbentuk globus, konus, lobulus yg menyerupai anggur, warna
putih/kebiru-biruan dengan beberapa pembuluh darah kecil maupun besar sehingga palpebra
tidak dapat menutup sempurna.

24. pada kasus tersebut terjadi glaukoma akut


Terapi umum glaukoma
1. Bila TIO sangat tinggi: berikan larutan hiperosmotik ( manitol 20% iv habis dalam 6 jam,
diberikan maksimal 3 hari, gliserin oral)
2. Bila TIO berkisar 30 mmHg berikan penghambat karbonik anhidrase (acetazolamid
250mg diberikan 3-4 kali sehari)
3. Beta bloker prinsip kerja menekan produksi humor aquous ( timolol maleat 0.5% tetes
mata 2x/hari)
4. Miotik prinsip kerja dengan membuka saluran drainase inefisien pada trabekular
(pilokarpin 1-2% 4x/hari)
5. Apabila medikamentosa gagal maka dilakukan tindakan bedah
25. gejala klinis konjungtivitis: rasa ada pasie di mata, gatal, panas, mata merah, epifora,
pseudoptosis, khemosis, preaurikuler adenopati
Keratitis : trias (fotofobia, epifora, blefarospasme) jika terletak disentral dapat menyebabkan
pandangan kabur
Uveitis: trias uveitis anterior ( sinekia posterior, keratik presipitat, flare/tyndal +)
Glaukoma:

26. TIO normal : 10-21 mmHg


Trias glaukoma akut: hiperemis unilateral, pupil midriasis non reaktif, palpasi bola mata keras.
27. Seorang dokter umum meminta dokter spesialis. Dokter umum mengkonsultasikan ke dokter
spesialis dan tidak memberikan terapi. Asas Etika?
a. kerahasiaan
b. keadilan

c.otonomi
d. non maleficience
e. beneficience
1. Beneficence
Dalam arti prinsip bahwa seorang dokter berbuat baik, menghormati martabat manusia, dokter
tersebut juga harus mengusahakan agar pasiennya dirawat dalam keadaan kesehatan. Dalam
suatu prinsip ini dikatakan bahwa perlunya perlakuan yang terbaik bagi pasien. Beneficence
membawa arti menyediakan kemudahan dan kesenangan kepada pasien mengambil langkah
positif untuk memaksimalisasi akibat baik daripada hal yang buruk. Ciri-ciri prinsip ini, yaitu;

Mengutamakan Alturisme

Memandang pasien atau keluarga bukanlah suatu tindakan tidak hanya menguntungkan
seorang dokter

Mengusahakan agar kebaikan atau manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan suatu
keburukannya

Menjamin kehidupan baik-minimal manusia

Memaksimalisasi hak-hak pasien secara keseluruhan

Meenerapkan Golden Rule Principle, yaitu melakukan hal yang baik seperti yang orang
lain inginkan

Memberi suatu resep


2. Non-malficence
Non-malficence adalah suatu prinsip yang mana seorang dokter tidak melakukan perbuatan yang
memperburuk pasien dan memilih pengobatan yang paling kecil resikonya bagi pasien sendiri.
Pernyataan kuno Fist, do no harm, tetap berlaku dan harus diikuti. Non-malficence mempunyai
ciri-ciri:

Menolong pasien emergensi

Mengobati pasien yang luka

Tidak membunuh pasien

Tidak memandang pasien sebagai objek

Melindungi pasien dari serangan

Manfaat pasien lebih banyak daripada kerugian dokter

Tidak membahayakan pasien karena kelalaian

Tidak melakukan White Collar Crime


3. Justice
Keadilan (Justice) adalah suatu prinsip dimana seorang dokter memperlakukan sama rata dan
adil terhadap untuk kebahagiaan dan kenyamanan pasien tersebut. Perbedaan tingkat ekonomi,
pandangan politik, agama, kebangsaan, perbedaan kedudukan sosial, kebangsaan, dan

kewarganegaraan tidak dapat mengubah sikap dokter terhadap pasiennya. Justice mempunyai
ciri-ciri :

Memberlakukan segala sesuatu secara universal

Mengambil porsi terakhir dari proses membagi yang telah ia lakukan

Menghargai hak sehat pasien

Menghargai hak hukum pasien


4. Autonomy
Dalam prinsip ini seorang dokter menghormati martabat manusia. Setiap individu harus
diperlakukan sebagai manusia yang mempunyai hak menentukan nasib diri sendiri. Dalam hal ini
pasien diberi hak untuk berfikir secara logis dan membuat keputusan sendiri. Autonomy
bermaksud menghendaki, menyetujui, membenarkan, membela, dan membiarkan pasien demi
dirinya sendiri. Autonomy mempunyai ciri-ciri:

Menghargai hak menentukan nasib sendiri

Berterus terang menghargai privasi

Menjaga rahasia pasien

Melaksanakan Informed Consent

28. Seorang dokter perifer selalu menangani dengan injeksi. Menurut pasien dokter tersebut
identik dengan injeksi. Asas etika yang mendasari?
a. Non maleficience
b. Autonomy
c. Veracity
d. Fidelity
e. Beneficience
Non-malficence adalah suatu prinsip yang mana seorang dokter tidak melakukan perbuatan yang
memperburuk pasien dan memilih pengobatan yang paling kecil resikonya bagi pasien sendiri.
Pernyataan kuno Fist, do no harm, tetap berlaku dan harus diikuti. Non-malficence mempunyai
ciri-ciri:

Menolong pasien emergensi

Mengobati pasien yang luka

Tidak membunuh pasien

Tidak memandang pasien sebagai objek

Melindungi pasien dari serangan

Manfaat pasien lebih banyak daripada kerugian dokter

Tidak membahayakan pasien karena kelalaian

Tidak melakukan White Collar Crime

veracity (berbicara benar, jujur dan terbuka)


privacy (menghormati hak privasi pasien)
confidentiality (menjaga kerahasiaan pasien)
fidelity (loyalitas dan promise keeping).
Aksiologi ~ guna ilmu dan penerapannya (dalam filsafat ilmu)
Justice ~ keadilan
Kualitaris ~ jenis ilmu yang bedasarkan teori/konsep yang mendasar
Altruistik ~ sikap lebih mementingkan pasien
Eudamonisme ~ suatu teleologi yang dapat diartikan tindakan yang bertujuan mencari
kebahagiaan hakiki.

29. seorang ibu hamil perkiraan kehamilan pertengahan agustus. Agar dirayakan seluruh rakyat
Indonesia. Asas etika?
a. preferensi pasien
b. Indikasi medikasi
c. Faktor eksternal
d. kualitas hidup
e. indikasi dan preferensi pasien
Patient preference keinginan dan pilihan pasien. Contoh Keluarga pasien tidak bersedia
menjalankan itu semua karena takut pada operasi dan karena tidak mampu membiayainya.
Penolakan keluarga pasien ini mengakibatkan dilema moral dan etika bagi dokter yang merawat.
Ia terpaksa memberi pengobatan konservatif yang ia tahu pada kasus pasien ini tidak akan
memuaskan hasilnya
Indikasi medis apakah asas etika yang dilakukan dokter sesuai dengan indikasi medis
dan tujuannya apa. Misalnya Dokter menganjurkan segera dioperasi untuk life saving, dan
meminimalkan gejala sisa yang mungkin timbul. Contoh
Faktor konstektual faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dilakukan intervensi
terhadap pasien. Dokter harus memberikan edukasi terhadap pasieen dan keluarga mengenai
hal ini, Contoh Jika pasien dioperasi, kemungkinan besar ia akan dapat bekerja kembali seperti
biasa setelah pulih, dan dapat terus membiayai keluarganya. Jika ia tidak dioperasi, keluarga ini
kan menderita, mungkin kehilangan kepala keluarga dan anak tidak akan memiliki masa depan.
Faktor biaya hidup yang besar, keluarga tidak menyetujui terminasi karena alasan agama, dll.
Kualitas hidup Mutu dan kualitas hidup pasien kedepannya jika dokter melakukan
tindakan medis atau intervensi medis. Contoh Mutu hidup: Mutu hidup pasien stroke iskemik
akan mundur, karena pengobatan stroke iskemik masa pengobatannya lama dan stroke iskemik
dapat timbul hemiparese dan afasia. Maka dari itu, ia kemungkinan akan diberhentikan dari
pekerjaannya.
30. Seorang laki-laki 79 th terdingkin diagnosis kanker ganas dan dgn masalah psikologi.
Bertanya pada dokter penyakitnya apa. Dokter tidak apa-apa karena bapak sudah berumur 79 th.

Proses penyembuhan lama, saya akan mengobati semaksimal mungkin dan bapak banyak
berdoa. Asas etika kedokteran dokter berkata tidak jujur?
a. truth telling
b. justice
c. nonmaleficience
d. autonomy
e. beneficience
Tujuan dokter berkata tidak jujur adalah agar kondisi pasien tidak semakin buruk dan tidak
menimbulkan keresahan pada pasien, sesuai dengan asas etika non maleficience. Tetapi jika soal
diatas ditambahkan dengan apakah asas etika kedokteran yang diabaikan/dikorbankan? maka
jawabannya adalah truth telling.
31. Pasien menangani pasien kewarganegaraan amerika yang individualisme tinggi dan pasien
pribumi yang menekankan kekeluargaan. Asas etik adalah?
a. Truth telling
b. Honesty
c. Justice
d. contextual feature
e. beneficience
prinsip dalam contextual features loyality and fairness. Disini dibahas pertanyaaan etik
seputar aspek non-medis yang memeprngaruhi keputusan, seperti faktor keluarga, ekonomi,
agama, budaya, kerahasiaan, alokasi sumberdaya dan faktor hukum.
Truth telling mengatakan hal yang sebenarnya kepada pasien, baik tentang diagnosis maupun
tindakan yang akan dilakukan
32. Pasien datang ke dokter meminta disuntik, jika tidak disuntik merasa tidak sembuh. Dokter
hanya memberi vitamin saja. Pasien tidak puasa. Asas etik?
a. autonomy
b. beneficience
c. non maleficence
d. veracity
e. justice
autonomi adalah kemandirian dan bertindak mengambil keputusa seseuai rencana yang
ditetapkan sendiri dari berbagai alternatf dan merealisasi keputusan yang ditetapkan sendiri.
Autonomy juga mengahrgai keinginan pasien.
33. belum menemukan jawaban
34. dokter tersebut tidak meminta bayaran. Etik pada dokter tersebut adalah : altruisme

altruisme : (suka menolong / sukarela), autonomy (hak pasien), beneficence (kebaikan


pasien), non maleficence ( tidak membahayakan pasien), justice (keadilan).
35. jawabannya antara D dan E
36. belum menemukan jawaban
37. belum menemukan jawaban
38. belum menemukan jawaban
39. anak usia 3 tahun lalu tersedak, pucat sianosis , tindakan apa yang tepat dilakukan ?
a) Heimilch
b) Selick
c) Back blow

Pertolongan pertama pada anak yang tersedak. Usahakan untuk mengeluarkan benda
asing tersebut. Tatalaksana bergantung pada umur anak
Bayi:
Letakkan bayi tengkurap pada lengan atau paha dengan posisi kepala lebih rendah.
Berikan 5 pukulan dengan menggunakan tumit dari telapak tangan pada bagian belakang
bayi (interskapula). Tindakan ini disebut Back blows.
Bila obstruksi masih tetap, balikkan bayi menjadi terlentang dan berikan 5 pijatan dada
dengan menggunakan 2 jari, satu jari di bawah garis yang menghubungkan kedua papila
mamae (sama seperti melakukan pijat jantung). Tindakan ini disebut Chest thrusts.
Bila obstruksi masih tetap, evaluasi mulut bayi apakah ada bahan obstruksi yang bisa
dikeluarkan.
Bila diperlukan, bisa diulang dengan kembali melakukan pukulan pada bagian belakang
bayi.
Anak yang berumur di atas 1 tahun:
Letakkan anak dengan posisi tengkurap dengan kepala lebih rendah.
Berikan 5 pukulan dengan menggunakan tumit dari telapak tangan pada bagian belakang
anak (interskapula).
Bila obstruksi masih tetap, berbaliklah ke belakang anak dan lingkarkan kedua lengan
mengelilingi badan anak. Pertemukan kedua tangan dengan salah satu mengepal dan
letakkan pada perut bagian atas (di bawah sternum) anak, kemudian lakukan hentakan ke
arah belakang atas. Lakukan perasat Heimlich tersebut sebanyak 5 kali.
Bila obstruksi masih tetap, evaluasi mulut anak apakah ada bahan obstruksi yang bisa
dikeluarkan.
Bila diperlukan bisa diulang dengan kembali melakukan pukulan pada bagian belakang
anak.
Bila tatalaksana lanjutan saluran pernapasan dibutuhkan setelah obstruksi telah
disingkirkan, yang menggambarkan tentang hal yang harus dilakukan untuk mencegah
lidah
jatuh
ke
belakang
menutup laring.

Penanganan lanjut pasien dengan aspirasi benda asing. Bila dicurigai adanya aspirasi
benda asing, rujuk anak ke sarana yang lebih lengkap untuk penegakan diagnosis dan
untuk mengeluarkan benda asing dengan bronkoskopi. Bila terdapat pneumonia, mulai
terapi dengan ampisilin dan gentamisin, sebelum dilakukan tindakan untuk mengeluarkan
benda asing tersebut
40. anak 6 tahun minum cairan beracun 6 jam yang lalu, terapi yang diberikan adalah ?
Pada pasien ini curiga minum baygon yang mengandung organofosfat , adapun tanda
tanda dari keracunanklinis daro
Keracunan organofosfat yaitu
SLUD : Salivasi Lacrimasi Urinalisis Defekasi
GEM : Gas Emesis dan Myiosis
Dapat diberikan antidotum sulfat atropine 2 mg IM
41. pasien laki laki dating berkonsultasi dengan dokter semas remaja tertarik dengan
celana dalam wanita. Ketika sendiri pasien suka membelai dan mencium CD wania.
Pasien sering mengenakan CD wanita. Hal ini menyebabkan gairah seksual meningkat.
Pasien mempunyai kekasih wanita , diagnosis adalah :
a) Eksihibisionisme
b) Freutorisme
c) Voyourisme
d) Trans seksual
e) Fetihime Transvesik
Eksibisionis berasal dari kata exhibition yang artinya pameran, memamerkan atau
mempertontonkan alat kelamin. Eksibisionis adalah dorongan fantasi sexual yang
mendesak dan terus-menerus dengan memamerkan bagian genitalnya kepada
orang lain. Dorongan tersebut bertujuan untuk menakuti, mengejutkan atau untuk
dikagumi. Eksibisionisme adalah prefensi tinggi dan berulang untuk mendapatkan
kepuasan seksual kepada orang yang tidak dikenal yang tidak menginginkannya
kadang kepada seorang anak. Gangguan ini umumnya berawal di masa remaja
dan berlanjut hingga dewasa. Eksibisionis dapat terjadi pada pria maupun wanita.
Pada pria, penderita menemukan kepuasaan saat melihat perempuan terkejut
melihat genitalnya. Sedangkan pada wanita, penderita menemukan kepuasan
melihat pria terangsang saat melihat alat kelamin, payudara atau pantatnya.
Transeksual adalah seseorang yang percaya bahwa dia secara psikologis mirip dengan
lawan jenis dan merasa terjebak dalam jenis kelamin biologisnya. Transeksual mungkin
mencari bantuan medis untuk operasi mengubah alat kelamin dan aspek lain dari
penampilannya agar sesuai dengan identitas gender yang lebih dirasakan tepat olehnya.
Penilaian psikologis untuk mendapatkan identitas gender ini biasanya intens dan lama,
selama bertahun-tahun.

Fetisisme (fetishism) adalah gangguan mental di mana seseorang mencapai kepuasan


seksual dengan menggunakan benda milik seseorang, paling sering pakaian dalam,
sepatu, stocking, atau item pakaian milik perempuan lainnya
Voyeurisme adalah gangguan dan penyimpangan seksual dimana rangsangan seksualnya
berasal dari melihat individu yang tidak menaruh curiga yang sedang membuka pakaian
atau telanjang
42. seorang perempuan dating dengan keluhan kebotakan. Pada pemeriksaan
dermatologis tidak ditemukan kelainan, maka dikonsultasikan ke psikiatri. Saar remaja
dia suka mencabut satu rambutnya. Hal ini dilakukan saat sendiri dan bosan capek dan
stress . pasien mengaku bahwa , hal ini menyebabkan rasa nyaman dan mmeredakan
ketegangan.
a)
b)
c)
d)
e)

Gangguan pergereakan streotopik


Gangguan obsesif kompulsif
Trikotilomania
Kleptomania
Malingering
Trikotilomania adalah gangguan impuls di mana orang merasa ketegangan yang
meningkat dan dapat lega hanya dengan menarik atau terus menerus mencabuti
rambut mereka sehingga timbul daerah-daerah botak.1,2Gangguan ini ditandai oleh
tindakan berulang yang tidak mempunyai motivasi rasional yang jelas, umumnya
merugikan penderita dan keluarga. Penderita biasanya melaporkan bahwa
perilakunya berkaitan dengan impuls untuk bertindak yang tidak dapat
dikendalikan. Terdapat priode prodromal berupa ketegangan dengan rasa lega
pada saat terjadinya tindakan tersebut.

43. seorang wanita dengan keluhan nyeri perut dan mual sejak 2 tahun yang lalu. Sudah diobati
dan dilakukan pemeriksaan lab dan endoskopi dengan hasil lab norma. Psien juga meminta
dilakukan oemeriksaan EKG dan lab hipertiroid karena mengeluh sakkit dada. Pasien takut sakit
jantung dan HT. pasien jarang masuk kantor , bila masuk tidak apat menyelesaikan tugasnya.
Pasien berganti dokter dan hasilnya selalu normal . diagnosis psikiater?
a) Ganggua cemas mennyeluruh
b) Gangguan konversi
c) Gangguan somatisasi
d) Gangguan hipokndrik
e) Gangguan depresi dengan somatic
Pada pasien ini terdapat gejala depresi yaitu tidak dapat menyelesaikan tugas nya dan
terdapay ganggguan somatic dengan ciri khas berganti dokter .
Kriteria diagnostik untuk Gangguan Somatisasi
A. Riwayat banyak keluhan fisik yang dimulai sebelum usia 30 tahun yang terjadi selama
periode beberapa tahun dan membutuhkan terapi, yang menyebabkan gangguan bermakna
dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain.

B. Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan, dengan gejala individual yang terjadi pada
sembarang waktu selama perjalanan gangguan:
1. Empat gejala nyeri: riwayat nyeri yang berhubungan dengan sekurangnya empat
tempat atau fungsi yang berlainan (misalnya kepala, perut, punggung, sendi, anggota
gerak, dada, rektum, selama menstruasi, selama hubungan seksual, atau selama
miksi)
2. Dua gejala gastrointestinal: riwayat sekurangnya dua gejala gastrointestinal selain
nyeri (misalnya mual, kembung, muntah selain dari selama kehamilan, diare, atau
intoleransi terhadap beberapa jenis makanan)
3. Satu gejala seksual: riwayat sekurangnya satu gejala seksual atau reproduktif selain
dari nyeri (misalnya indiferensi seksual, disfungsi erektil atau ejakulasi, menstruasi
tidak teratur, perdarahan menstruasi berlebihan, muntah sepanjang kehamilan).
4. Satu gejala pseudoneurologis: riwayat sekurangnya satu gejala atau defisit yang
mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbatas pada nyeri (gejala konversi
seperti gangguan koordinasi atau keseimbangan, paralisis atau kelemahan setempat,
sulit menelan atau benjolan di tenggorokan, afonia, retensi urin, halusinasi, hilangnya
sensasi atau nyeri, pandangan ganda, kebutaan, ketulian, kejang; gejala disosiatif
seperti amnesia; atau hilangnya kesadaran selain pingsan).
C. Salah satu (1)atau (2):
1. Setelah penelitian yang diperlukan, tiap gejala dalam kriteria B tidak dapat dijelaskan
sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yang dikenal atau efek langsung dan
suatu zat (misalnya efek cedera, medikasi, obat, atau alkohol)
2. Jika terdapat kondisi medis umum, keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan
yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan dan riwayat penyakit,
pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium.
D. Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti gangguan buatan atau purapura).
44. Wanita takut dan berkeringat dingin menjelang malam hari. Pasien takut kejadian yang
menimpa keluarga majikannya 8 bulan yang lalu. Pasien takut kejadian terulang. Nama
gangguan ini?
a. Gangguan cemas menyeluruh
b. Gangguan konversi
c. Stress pasca trauma
d. Phobia
e. Gangguan penyesuaian
Diagnosis baru bisa ditegakkan apabila gangguan stres pasca trauma ini timbul dalam
kurun waktu 6 bulan setelah kejadian traumatik berat. Gejala yang harus muncul
sebagai bukti tambahan selain trauma bahwa seseorang telah mengali gangguan ini
adalah:
1.individu tersebut mengalami mimpi-mimpi atau bayang-bayang dari kejadian
traumatik tersebut secara berulang-ulang kemabali (flashback)

2.Muncul gangguan otonomik, gangguan afek dan kelainan tingkah laku, gejala ini
mungkin saja mewarnai hasil diagnosis akan tetapi sifatnya tidak khas.
45. Perempuan 42 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada. Selama 3 bulan sudah 4x
masuk IGD dengan keluhan nyeri dada. Dada terasa berat, leher seperti tercekik,
sehingga pasien merasa seperti mau mati. Pasien diberi oksigen lalu membaik dan
dibolehkan pulang. Pasien tidak dapat memprediksi keluahn tersebut kapan muncul
sehingga takut sendirian di rumah atau berpergian keluar karena takut kambuh.
Diagnosis?
a. Gangguan panik
b. Gangguan penyesuaian
c. Phobia
d. GAD
e. Depresi
F41.0 Gangguan Panik (anxietas paroksismal episodik)
Gangguan panic baru ditegakkan sebagai diagnosis utama bila tidak ditemukan adanya
gangguan ansietas fobik (F40.-)Untuk diagnostik pasti, harus ditemukan adanya bebrapa
kali serangan anxietas berat (severe attacks of autonomic anxiety) dalam masa kira-kira
satu bulan:
a)
Pada keadaan-keadaan diman sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya;
b) Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau dapat diduga sebelumnya
(unpredictable situation)
c)
Dengan keadaan yang relative bebas dari gejala-gejala anxietas pada periode di
antara serangan-serangan panic (meskipun demikian, umumnya dapat terjadi anxietas
antisipatorik,yaitu anxietas yang terjadi setelah membayangkan sesuatu yang
mengkhawatirkan akan terjadi).
46. Laki-laki 24 tahun sering mengurung diri, dari anamnesis didapat keluhan muncul sejak
pasien mengerjakan skrips. Pasien sering meminta maaf ke orang tuanya karena belum
bisa menyelesaikan kuliahnya, padahal pasien merupakan anak pertama dsn dijadikan
harapan bagi keluarganya. Akhir-akhir ini pasien sering mendengar bisikan yang
mengajaknya dan nada keinginan untuk mengakhiri hidupnya. Diagnosis?
a. Skizofrenia
b. Depresi dengan gejala psikotik
c. Depresi tanpa gelaja psikotik
d. Gangguan cemas menyeluruh
e. Gangguan obsesif kompulsif
Episode Depresi
Gejala utama:
a. Afek depresi
b. Kehilangan minat dan kegembiraan, serta

c. Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah dan


menurunnya aktivitas.
Gejala lainnya:
a. Konsentrasi dan perhatian berkurang
b. Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
c. Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
d. Pandangan masa depan yang suram dan pesimistik
e. Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri
f. Tidur terganggu
g. Nafsu makan berkurang.
Untuk episode depresi, dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan sekurangkurangnya 2 minggu untuk penegakkan diagnosis, akan tetapi periode lebih pendek dapat
dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan berlangsung cepat.
Termasuk:
1. Episode depresi ringan
Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama
Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya
Tidak boleh ada gejala berat di antaranya
Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu
Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang biasa
dilakukannya
2. Episode depresi sedang
Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama
Ditambah sekurang-kurangnya 3 (dan sebaiknya 4) dari gejala lainnya
Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu
Menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan, dan
urusan rumah tangga
3. Episode depresi berat tanpa gejala psikotik
3 gejala utama harus ada
Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya, dan beberapa di antaranya harus
berintensitas berat
Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikomotor) yang mencolok,
maka pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu melaporkan banyak gejalanya
secara terperinci
Biasanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu, tetapi bila
gejala amat berat dan muncul sangat cepat bisa kurang dari 2 minggu
Sangat tidak mungkin pasien mampu meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan, atau
urusan rumah tangga, kecuali pada taraf yang sangat terbatas
4. Episode depresi berat dengan gejala psikotik
Gejala seperti depresi berat tersebut di atas

Disertai waham, halusinasi, atau stupor depresi. Waham biasanya melibatkan ide
tentang dosa, kemiskinan, atau malapetaka yang mengancam, dan pasien merasa
bertanggungjawab atas hal itu. Halusinasi auditorik atau halusinasi olfatorik biasanya
berupa suara yang menghina atau menuduh, atau bau kotoran atau anjing yang
membusuk. Retardasi psikomotor yang berat dapat menuju kepada stupor.
47. Seorang IRT memiliki 3 anak. Mengeluhkan nyeri kepala yang timbul saat sore hari,
disertai berkeringat, sulit tidur, keluhan bertambah jika pasien memikirkan anak
pertamanya yang retardasi mental, cemas jika pasien meninggal dan tidak ada yang
merawat anaknya. Diagnosis?
a. Gangguan cemas menyeluruh
b. Gangguan panik
c. Gangguan penyesuaian
d. Obsesif kompulsif
F41.1 Gangguan cemas menyeluruh.
Pedoman Diagnostik
Penderita harus menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir
setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan, yang tidak terbatas atau hanya
menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja (sifatnya free floating atau
mengambang). Gejala-gejala tersebut biasanya mencakup unsur-unsur berikut:
a)
Kecemasan (khawatir akan nasib buruk, merasa seperti di ujung tanduk, sulit
konsentrasi
dsb.);
b) Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat santai); dan
c)
Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan, berkeringat, jantung berdebar-debar,
sesak nafas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut kering, dsb)
Pada anak-anak sering terliahat adanya kebutuhan berlebihan, untuk ditenangkan
(reassurance) serta keluhan-keluhan somatic yang menonjol.Adanya gejala-gejala lain
yang sifatnya sementara (untuk beberapa hari), khususnya depresi, tidak membatalkan
diagnostikutama yakni gangguan anxietas menyeluru, selama hal tersebut tidak
memenuhi kriteria lengkap dari episode depresif (F32.-), gangguan anxietas fobik (F40.-),
gangguan panik (F41.0) atau gangguan obsesif-komfulsif (F42.-)
48. Pasien 20 tahun diantar keluarganya dengan tidak sadarkan diri. GCS normal
pemeriksaan fisik normal. Pasien sering bicara pada tembok dan seolah sedang mengusir
sesuatu, pasien SGOT dan SGPT diatas normal. Diagnosisnya adalah
Kriteria Diagnosis Berdasarkan ICD-10 dan PPDGJ-III
A. Gangguan kesadaran (berkurangnya kejernihan kewaspadaan terhadap lingkungan) yang
ditandai dengan berkurangnya kemampuan memfokuskan, mempertahankan dan mengalihkan
perhatian

B. Adanya perubahan dalam kognisi (defisit memori, disorientasi, gangguan berbahasa) atau
gangguan
persepsi
yang
tidak
dikaitkan
dengan
demensia).
C. Gangguan Psikomotor berupa hipoaktivitas atau hiperaktivitas, pengalihan aktivitas yang
tidak terduga, waktu bereaksi yang lebih panjang, arus pembicaran yang bertambah atau
berkurang,
reaksi
terperanjat
yang
meningkat.
D. Gangguan siklus tidur berupa insomnia, atau pada kasus yang berat tidak dapat tidur sama
sekali atau siklus tidurnya terbalik yaitu mengantuk siang hari. Gejala memburuk pada malam
hari dan mimpi yang mengganggu atau mimpi buruk yang dapat berlanjut menjadi halusinasi
setelah
bangun
tidur.
E. Gangguan emosional berupa depresi, ansietas, takut, lekas marah, euforia, apatis dan rasa
kehilangan
akal.

1. Delirium Akibat Kondisi Medis Umum


Gangguan kesadaran (berkurangnya kejernihan kewaspadaan terhadap lingkungan)
yang ditandai dengan berkurangnya kemampuan memfokuskan, mempertahankan dan
mengalihkan
perhatian
Adanya perubahan dalam kognisi (defisit memori, disorientasi, gangguan berbahasa)
atau
gangguan
persepsi
yang
tidak
dikaitkan
dengan
demensia
Gangguan berkembang dalam periode waktu yang pendek, cenderung berfluktuasi
dalam
sehari
Ada bukti dari riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, laboratorium bahwa gangguan
disebabkan
oleh
konsekuensi
fisiologik
langsung
suatu
KMU
Kondisi
Medis
Umum
Kondisi medis umum yang melatar belakangi delirium dapat bersifat fokal ataupun
sistemik,
misalnya:
1. Penyakit SSP (trauma kepala, tumor, pendarahan, hematoma, abses, nonhemoragik
stroke,
transien
iskemia,
kejang
dan
migrain,
dan
lain-lain)
2. Penyakit sistemik (misalnya, infeksi, perubahan status cairan tubuh, defisiensi
nutrisi, luka bakar, nyeri yang tidak dapat dikontrol, stroke akibat panas, dan di
tempat
tinggi
(>5000
meter)

3. Penyakit jantung (misalnya, gagal jantung, aritmia, infark jantung, bedah jantung)
4. Gangguan metabolik
hipo/hiperglikemia)
5.

Paru

(misalnya,

(misalnya,

COPD,

ketidakseimbangan

hipoksia,

elektrolit,

gangguan

asam

diabetes,

basa)

6. Obat yang digunakan (misalnya, steroid, medikasi jantung, antihipertensi,


antineoplasma,
antikolinergik,
SNM,
sinrom
serotonin)
7. Endokrin (misalnya, kegagalan adrenal, abnormalitas tiroid atau paratiroid)
8.

Hematologi

(misalnya,

anemia,

9.

Renal

(misalnya,

gagal

leukemia,
ginjal,

diskrasia)
uremia)

10. Hepar (misalnya, gagal hepar, sirosis, hepatitis)


49. Laki-laki 35 tahun, nyaman jika bergaul dengan lawan jenis, semakin bertambah usia,
pasien merasa dirinya sebagai seorang wanita. Pasien meminta pembedahan penggantian
kelamin. Gangguan apa?
a. Gangguan kepribadian
b. Homoseksual
c. Gangguan identifikasi kelamin
d. Paraphilia
e. Prefeksi seksual
2.5 Jenis-Jenis Gangguan Identitas Jenis Kelamin
1.
Transeksual
Transeksual adalah suatu kelainan identitas jenis kelamin yang nyata dimana penderita
meyakini bahwa mereka adalah korban dari suatu kecelakaan biologis yang terjadi sebelum
mereka lahir yang secara kasar terpenjarakan dalam sebuah tubuh yang tidak sesuai dengan
identitas jenis kelamin mereka yang sesungguhnya.
Penderita gangguan transeksual sebagian besar adalah laki-laki yang mengenali dirinya
sebagai wanita, yang biasanya timbul pada awal masa kanak-kanak dan melihat alat kelamin dan
penampakan kejantanannya dengan perasaan jijik. Transeksual jarang ditemukan pada wanita.
Penyebab terjadinya transeksual karena adanya perasaan tidak nyaman akan kondisi fisik
tubuhnya yang kemudian menyebabkan individu terkait melakukan penggantian alat vitalnya.
Dalam Diagnosis Gangguan Jiwa (Maslim, 2003), diagnosa transeksualisme yaitu:

a.

b.

a.
b.
c.

Untuk menegakkan diagnosis, identitas transeksual harus sudah menetapselama minimal 2


tahun, dan harus bukan merupakan gejala dari gangguan jiwa lain seperti skizofrenia, atau
berkaitan dengan kelainan interseks, genetik atau kromosom.
Gambaran Identitas,sbb:
Adanya hasrat untuk hidup dan diterima sebagai anggota dari kelompok lawan jenisnya,
biasanya disertai perasaan risih, atau ketidakserasian, dengan anatomi seksualnya; dan
Adanya keinginan untuk mendapatkan terapi hormonal dan pembedahan untuk membuat
tubuhnya semirip mungkin dengan jenis kelamin yang diinginkan.
2. Transvestisme Peran Ganda
Pedoman Diagnostik(PPDGJ III), yaitu:
Mengenakan pakaian dari lawan jenisnya sebagai bagian dari eksistensi dirinya untuk
menikmati sejenak pengalaman sebagai anggota lawan jenisnya;
Tanpa hasrat untuk mengubah jenis kelamin secara lebih permanen atau berkaitan dengan
tindakan bedah;
Tidak ada perangsangan seksual yang menyertai pemakaian pakaian lawan jenis tersebut, yang
membedakan gangguan ini dengan transvetisme fetishistik.
3.

a.
b.
c.

1)

2)

Homoseksual
Homoseksual menjelaskan adanya dorongan seksual yang kuat terhadap sesama jenis.
Semenjak kata ini ditemukan pada tahun 1869 oleh Karl-Maria Kertbeng, Homoseksual
memberi pengaruh hebat terhadap konsep modern orientasi seksual. Homoseksual sendiri dapat
mengacu pada:
Orientasi Seksual yang ditandai dengan kesukaan seseorang dengan orang lain
mempunyai kelamin sejenis secara biologis atau identitas gender yang sama.
Perilaku seksual dengan seseorang yang bergender sama tidak peduli orientasi seksual atau
identitas gender
Identitas seksual atau Identifikasi Diri yang mungkin dapat mengacu kepada perilaku
homoseksual atau orientasi homoseksual. Istilah homoseksual lebih lazim digunakan bagi pria
yang menderita penyimpangan ini, sedangkan bagi wanita keadaan yang sama lebih lazim
disebut lesbian. Kecenderungan ini dapat dibagi atas beberapa kualitas tingkah laku homoseksual
antara lain:
Homoseksual ekslusif
Bagi pria yang memiliki kecenderungan homoseksual ekslusif, daya tarik wanita sama
sekali tidak membuatnya terangsang, bahkan ia sama sekali tidak mempunyai minta seksual
terhadap wanita. Dalam kasus semacam ini, penderita akan impoten apabila ia memaksakan diri
untuk mengadakan relasi seksual dengan wanita.
Homoseksual Fakultatif
Hanya pada situasi yang mendesak dimana kemungkinan ini mendapatkanpartner lain
sejenis,sehingga tingkah laku homoseksual timbul sebagai usaha menyalurkan dorongan

seksualnya.Misalnya dipenjara. Nilai tingkah laku ini dapat disamakan dengan tingkah laku
onani atau masturbasi.
3) Biseksual
Orang ini dapat mencapai kepuasan erotis optimal baik dengan sesama jenis maupun
dengan lawan jenis. Biseksualitas berarti memiliki responsivitas seksual terhadap kedua jenis
kelamin. Tak jarang anak-anak dan remaja memiliki ketertarikan seksual terhadap orang dengan
jenis kelamin yang sama. Biseksualitas sejati lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan
lelaki.

24. Seorang wanita 26 tahun datang ke IGD post KLL. Px fisik didapatkan jejas di pinggang
kanan. Gambaran USG?
a. Mourison pouch (-) dengan tidak adanya perdarahan intrabdomen
b. Gambaran rupture ginjal
c. Adanya pneumoperitonium
d. Adanya memar/kontusio limpa
e. Terdapat perdarahan intrabdomen yang ditandai dengan Mourison pouch (+)
Terdapat trauma tumpul melihat adanya perdarahan intraabdomen.
Ultrasound digunakan untuk mendeteksi adanya darah intraperitoneum setelah terjadi
trauma tumpul. US difokuskan pada daerah intraperitoneal dimana sering didapati
akumulasi darah, yaitu pada :
1. Kuadran kanan atas abdomen (Morrisons space antara liver dan ginjal kanan)
2. Kuadran kiri atas abdomen (perisplenic dan perirenal kiri)
3. Suprapubic region (area perivesical)
4. Subxyphoid region (pericardiumhepatorenal space)
25. Anak laki-laki 6 tahun dibawa ibunya dengan keluhan benjolan di perut kanan yang
dirasa semakin membesar. Pada pemeriksaan foto polos abdomen didapatkan gambaran
opaq yang mendoorong sistema intestinal ke arah kontralateral dengan kalsifikasi (+). Px
penunjang yang tepat?
a. Foto polos abdomen 3 posisi dengan CTScan abdomen
b. Foto polos abdomen dengan persiapan
c. Barium enema, BNO IVP
d. BNO IVP, CTScan abdomen kontras
Foto polos abdomen 3 posisi dilakukan untuk keadaan akut abdomen, untuk memastikan
adanya udara bebas yang berpindah-pindah bila difoto dalam posisi berbeda
26. Laki-laki 30 th keluhan lutut bengkak dan nyeri. Riw jatuh 6 bulan yang lalu. Px
radiologis gambaran sequester dan involokrum. Diagnosis?
a. Osteomyelitis gambaran khas berupa penebalan periosteum, bone resorption,
sklerosis sekitar tulang, involucrum (jaringan tulang baru), sequester, angulasi tibia
dan fibula (varus)

b. Osteosarcoma --> Gambaran klasik menunjukkan reaksi periosteal, gambaran litik


dan sklerotik pada tulang, formasi matrix osteoid di bawah periosteum dengan
gambaran khas Codmans triangle , sunburst , dan moth eaten
1. Gambaran osteolitik, dimana proses destruksi merupakan proses utama. tumor
tumbuh dari ujung metaphisis kearah diaphisis dan sedikit reaksi periosteal dan
terjadi destruksi korteks. Bentuk ini mempunyai batas tak tegas dengan gambaran
spikula dan segitiga codmann (codmann triangle). Pada codmanns triangle ini
biasanya terjadi kalsifikasi dan pembengkakan
2. Gambaran osteoblastik, yang diakibatkan oleh banyak pembentukan tumor tulang.
Gambaran tumor tampak lebih putih dengan batas irreguler. Pada bentuk ini terjadi
kalsifikasi jaringan lunak sehingga densitas meningkat, terdapat pula reaksi periosteal
berupa sunray atau sun burst. Sunray terjadi sebelum metastase tumor, berupa garisgaris tipis (seperti sinar) yang tegak lurus dengan aksis tulang. Kortek menuju ke
jaringan lunak dan menyebabkan jaringan lunak bengkak. Sunburst merupakan
gambaran seprti ledakan
matahari.
3. Gambaran campuran antara proses destruksi dan proses pembentukan tumor tulang