Anda di halaman 1dari 8

SKILLS-LAB (RADIOLOGI)

Rabu, 15 Desember 2010


Skills-Lab

SKILL-LAB
(RADIOLOGI)

Bismillaahirrahmaanirrahiim. . .
Pertama-tama, mari kita lihat checklistnya dulu.
N
ASPEK PENILAIAN
o
Mahasiswa dapat menjelaskan
1. Posisi foto: AP, supine/telentang, right lateral
decubitus (RLD)
2. Distribusi udara usus (tersebar merata atau tidak),
ada distensi usus atau tidak (coil spring appearance,
hearing bone appearance, haustra incisura)
3. Preperitoneal fat line
4. Psoas line kiri dan kanan
5. Renal out line
6. Kelainan
abdomen:
penebalan
dinding
usus,
pneumoperitoneum usus, pneumoperitoneum sign
(triangular sign, semilunar shadow, air fluid level),
asites sign (floating sign)
7. Sistem skeletal
8. Kesan

NILAI
2
3

Apa aja kelainan yang akan kita pelajari kali ini?


1.
2.
3.
4.
5.

Ileus letak tinggi


Ileus letak rendah
Ileus paralitikus
Pneumoperitoneum
Volvulus,
strangulasi
intersuscepsi (invaginasi)

(hernia),

6. Apendisitis
7. Kolitis (diare kronik)
8. Obstruksi esofagus
9. Stenosis pilorus hipertrof
10. Obstruksi duodenum dan jejunum
11. Malrotasi dan volvulus

9th Block Alimentary Sysytem|


misc09.wordpress.com| Editor : Ana

12.
1. ATRESIA
ESOFAGUS
13. FOTO POLOS ABDOMEN, AP pada bayi:
Preperitoneal fat line tak tampak jelas
Abdomen tampak
Psoas line dan renal outline tak tampak
opaque yang
Tak tampak gambaran udara usus pada
merata / difus
proyeksi abdomen
Tampak gambaran opasitas difus di seluruh
proyeksi abdomen
Sistema tulang baik
Kesan : Sugestive obstruksi pada bagian
cranial GI Tract (di luar abdomen)
14.
15. Penjelasannya, pada foto polos abdomen bayi
maupun dewasa, biasanya terdapat distribusi
udara usus yang merata. Sehingga warnanya campuran antara opaque (putih)
dengan bintik atau bulatan hitam (lusens). Kalo warnanya ternyata opaque
semua, berarti kesan radiologinya ada sumbatan atau obstruksi pada saluran GI
di atas abdomen, kemungkinannya di esofagus sehingga udara tidak dapat
masuk.
16.
Sumbatan esofagus pada bayi biasanya selain dicek dari foto polos
atau foto kontrasnya, juga dapat diketahui dengan memasukkan nasogastrik
tube. Kalo emang ada sumbatan, ketika NGT dimasukkan, ia akan terhenti di satu
titik dan tidak dapat didorong terus sampai perkiraan letak lambung. Atau bisa
jadi ujung NGT tidak terhenti masuk, tapi malah berbalik kembali ke rongga
mulut. Kasus sumbatan esofagus pada bayi disebabkan oleh atresia esofagus
(esofagus yang tidak terbentuk sempurna). Gejala klinisnya bayi sering muntah
ketika menyusu.
17.
2. HYPERTROPHY PYLORIC STENOSIS
18. Untuk kasus nomor dua, sayang sekali di slide gak da gambarnya. Tapi bisa
dilihat di modul. Apabila pada foto polos atau foto kontras tampak gambaran
monobubble, berarti pasien suspek HPS (hypertrophy pyloric stenosis).
19.
3. OBSTRUKSI DUODENUM
20.
Kita lihat pada gambar di samping, ada
penampakan double bubble, yang khas pada kasus
obstruksi duodenum.
21.
22.
Ada dua bubble pertanda
23.
obstruksi duodenum
24.
25.
26.
27.
28.
4. OBSTRUKSI JEJUNUM
29.
Dan apabila nampak triple bubble seperti
gambar di samping, pasien suspek obstruksi
jejunum.
30.
Gambaran triple
31.
bubble pada obstruksi
32.
jejunum
33.
34.
5. ILEUS
Coil spring

Herring
bone

35.
Ileus merupakan suatu kondisi di mana
terdapat gangguan pasase usus.
36.
37.
Ada 4 macam ileus yang dibahas di
skillab kali ini.
a. ILEUS OBSTRUKTIF MEKANIS/ILEUS MEKANIS
38. Sebagian besar kasus ileus ini
disebabkan oleh intususcepsi (invaginasi)
yaitu masuknya sebagian usus baik distal
maupun proksimal ke bagian usus lain yang
ada di dekatnya. Kasus yang sering terjadi
yaitu intususcepsi/intersuscepsi ileocolica
(ileum masuk ke kolon), colocolonic (kolon
masuk ke kolon), dan anteroanteric.
39.
40. Penyebab kedua yakni hernia. Hernia
adalah keluarnya bagian usus dari rongga abdomen
ke tempat lain yang tidak semestinya, misalnya ke
rongga thorax, inaugural, umbilikal, yang melalui
lokus minoris tertentu.
41. Penyebab ketiga yaitu malrotasi, volvulus
(puntiran usus).
42. Ileus mekanik dapat disertai gangguan
vaskularisasi (strangulasi), dan dapat pula tanpa
gangguan vaskularisasi.
43.
44.
45.
46.
Foto yang digunakan adalah foto polos dengan proyeksi AP. Diambil 3
posisi yaitu supine, semi-errect, dan RLD (Right Lateral Decubitus). RLD ini posisi
tubuh berbaring yang miring ke kanan sehingga lambung lebih tinggi letaknya.
Kalo supine ini posisi berbaring telentang, khasnya, udara usus mengumpul di
tengah (umbilikus). Posisi semi errect khasnya udara ada di daerah atas
abdomen. Perlu diperhatikan, setiap berganti posisi biarkan selama kira-kira 10
menit baru kemudian difoto, untuk memastikan udara atau cairan yang ada di
abdomen telah berpindah sempurna sesuai tingkatan massa jenisnya terhadap
gravitasi.
47.
48. Apa aja yang nampak pada pemeriksaan
radiologinya? Pertama, tampak dilatasi usus (diameter
usus halus normal 1,5 3 cm pada foto dengan skala
100%). Ada coil spring (bentukan seperti per) yang
apabila ia berdekatan dengan coil spring yang lain, ia
akan tampak seperti tulang ikan (herring bone).
49.
50. Lalu tampak pula step ladder appearance
(penampakan step ladder) karena cairan transudasi
berada dalam usus halus yang mengalami distensi. Kita
tahu usus halus tuh berkelok-kelok kayak benang
kusut, jadi kalo ada obstruksi, udara ga bisa lewat, jadi
ada yang nampak lusen, ada yang nampak opaq, kalo
dilihat di foto abdomennya jadi mirip tangga gitu deh.
51.
52.
53.
b. ILEUS LETAK TINGGI (distensi usus halus)
54. Berdasarkan letaknya, ileus dibedakan menjadi ileus letak tinggi dan
rendah. Titik patokan letaknya adalah junctio ileocecal (sambungan ileum dan

sekum). Kalo di atas junctio itu, istilahnya ileus letak tinggi, kalo di bawahnya,
berarti ileus letak rendah.
55.
56. Penampakan radiologi yang khas yakni, tampak dilatasi usus di
proksimal sumbatan (sumbatan paling distalnya yaitu di junctio ileocecal) dan
kolaps usus di bagian distal sumbatan. Contohnya gini, kalo terjadi sumbatan di
ileum 5 cm dari junctio, bagian sebelum sumbatan itu (di atas sumbatan itu)
akan berdilatasi, sedangkan bagian di bawahnya akan kolaps (karena tidak ada
yang bisa lewat sumbatan). Tampak coil spring dan herring bone juga. Tampak
adanya stepladder appearance, juga tampak air fluid level yang terputus-putus
(makanya nampak kayak step ladder gitu).
Incisura
Haustra

c. ILEUS LETAK RENDAH


57. (distensi Kolon)
58.
59.
Penampakan
radiologinya, tampak dilatasi
usus di proksimal sumbatan
(sumbatan di kolon) dan
kolaps usus di bagian distal
sumbatan. Disebut dilatasi
apabila diameter usus besar
lebih dari 5 cm pada foto
skala 100%. Tetep nampak
coil spring dan herring bone
tapi bisa keliatan bisa gak,
soalnya usus besar/colonnya
juga berdilatasi. Dilatasi kolon
ni
nampak
pada
tepi
abdomennya.
Step
ladder
juga nampak. Yang bedain
sama ileus letak tinggi apa
donk? Selain ada air fluid level
di usus halus, juga ada air
fluid level di usus besar/colon,
yang
bentuknya
lurus
panjang, tidak terputus-putus.

Selain
itu,
haustra
dan
incisuranya nampak jelas (+).
60.

Air fluid level yang


panjang

d. ILEUS
PARALITIK
(lihat di modul)
61. Pada gambaran radiologi, terdapat dilatasi
usus secara menyeluruh dari gaster sampai
rektum. Coil spring dan herring bone juga
nampak. Air fluid level pendek-pendek (di usus
halus) dan panjang (di colon) juga nampak. Step
ladder appearance juga nampak.
62.
63.
64.
65.
Semilunar Shadow
66.
67.
68.
6. PNE
UM
OPE
RIT
ONE
UM

Triangular sign

(Perforasi Intestinum)
69.
Foto radiologi dengan foto polos,
proyeksi AP, tiga posisi; supine, semi
errect, RLD. Pada posisi semi-errect,
nampak anterior hepar lusen, dengan
bentuk yang oval (bentuk perihepatik),
dan semilunar shadow (bayangan bulan
sabit) pada ruang antara hepar dan
diafragma.
70.
Pada
posisi
RLD,
tampak
triangular sign. Karena pada posisi miring,
udara cenderung bergerak ke atas.
Sehingga ia mengisi ruang-ruang di
antara incisura dan dinding abdomen
lateral. Jadilah nampak seperti segitigasegitiga (triangular) yang kecil-kecil dan
jumlahnya banyak.

71.
7. MEGACOLON
72. Megacolon dapat diperiksa dengan foto polos, maupun foto kontras,
barium enema atau double kontrast enema. Kalo yang double contrast tu selain
memasukkan barium sulfat, juga memasukkan udara.
73. Megacolon, atau Hirsprungs disease, adalah kelainan kongenital di
mana rektum aganglionik, sehingga diameternya yang seharusnya besar,
malah kecil/mengerut. Pada foto polos abdomen, akan tampak dilatasi usus
pada bagian proksimal dengan udara usus yang menghilang/tidak nampak
pada bagian proyeksi distal.
74. Apabila ditemukan kondisi demikian, lanjutkan dengan pemeriksaan
rectography. Caranya lakukan foto kontrast barium yang dimasukkan melalui

anus (colon in loop). Lakukan sesuai prosedur, lalu difoto. Apabila ditemukan
perbandingan diameter rektum dibanding diameter sigmoid kurang dari 1,
pasien suspek megacolon.
75.
76. Bayi 1 minggu, tidak bisa BAB, perut kembung, muntah (+)

77.

Foto Polos Abdomen Rectography


78.
8. APPENDICSITIS
79. Untuk penegakan diagnosis appendisitis, digunakan foto dengan kontrast.
Tampak pelebaran (penebalan) dinding mukosa appendiks. Kontrast dapat
mengisi lumen (flling), mengisi sebagian (partial flling), dan tidak dapat
mengisi (non flling).
80.
81.
81.
81.
81.
81.
81.
82.
Jika
terjadi
flling, berarti apendiks normal. Jika
partial
flling,
pasien
suspek
apendisitis, namun jika nonflling, bisa apendisitis bisa juga normal (tidak dapat
ditentukan). Karena bisa jadi kontras tidak dapat masuk ke apendiks karena
berbarengan dengan gerak peristaltik apendiks ke luar. Jadi biasanya untuk
mengurangi kejadian ini, ketika difoto, apendiksnya ditopang dengan mangkuk
(jadi nampak ada bulatan gitu).
83.

9. DIVERTIKULA
84.
Divertikula
adalah
kantong
yang
berbatas tegas dengan berbagai macam
ukuran. Ada dua macam divertikel, pertama
divertikel asli, di mana mukosa usus besar ikut
keluar. Dan kedua divertikel palsu, di mana
mukosa usus besar tidak ikut keluar. Yang
lebih ringan ya yang mukosanya gak ikut
keluar. Gambaran radiologinya, pada colon in
loop tampak additional defect di dinding kolon.
Bentuk
bulat/seperti
kantong.
Kesan
radiologinya
divertikel.
Kalo
jumlah
divertikelnya
lebih
dari
satu,
disebut
divertikulosis.
85.
86.
10. ASITES
87.
Pada gambaran radiologi, tampak
adanya floating sign. Yakni udara yang
terkumpul di tengah. Foto yang digunakan
adalah foto polos dengan proyeksi AP dan posisi
supine (telentang). Karena dengan posisi
telentang/berbaring, cairan akan bergerak ke
tempat yang gravitasinya lebih besar yakni ke
bawah. Ia akan mengisi tepi-tepi abdomen,
sehingga udara terdesak ke tengah. Dan jadilah
ia tampak opaq di samping, dan agak lusen di
tengah.
88.
89.
90.
91.
92.
11.
KOLITIS ULSERATIF
93. Kolitis
merupakan
istilah
untuk
menunjukkan adanya proses peradangan
pada kolon. Pada foto polos abdomen,
proyeksi AP dan posisi supine, nampak
penebalan mukosa. Sementara pada foto
kontras dan foto polos, bagian yang
mengalami kolitis tampak gambaran haustra
dan incisuranya menghilang, dan apabila
kolitis telah parah atau kronik, lumen kolon
tampak
menyempit,
kolon
memendek,
mukosa rektum dan kolon desenden tampak
menebal. Pada kasus kolitis yang lama, kolon
dapat
menyempit
karena
jaringannya
mengalami fbrosis sehingga kaku, dan halus
tepiannya.
94.
95.
96.
12. KARSINOMA KOLON
97.
Merupakan proses keganasan dari mukosa kolon. Pada foto colon in
loop tampak sebagian kontras mengisi usus sampai caecum. Tampak
gambaran flling defect irregular pada colon setinggi VL.III, tepi ireguler,
berbentuk napkin ring atau apple core. Gambaran mukosa di tempat lain licin.
Kesan: Ca Colon asenden/caecum tipe anuler.

98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.
105.
106.
107.
108.
109.
110.
111.
13. VOLVULUS pada sigmoid
112.
Foto yang digunakan adalah foto dengan kontras barium enema yang
dimasukkan secara colon in loop. Volvulus merupakan kelainan di mana usus
terpelintir atau mengalami torsi. Hasil gambaran radiologi yang tampak di
antaranya, kontras mengisi rektum namun tidak dapat mengisi sigmoid.
Tampak bird beak appearance, di mana colon desenden terisi material fekal
sementara bagian rektum terisi kontrast, dan ada bagian transisi yang lusen.
Sehingga mirip paruh burung (bird beak).
113.
114.
115.
116.
117.
Alhamdulillah selesai sudah. . terima kasih untuk nDa Dasini, yang
uda minjemin buku radiologinya. . ^^
118.
119.