Anda di halaman 1dari 3

Magelang, 28 Juli 2015

Kepada
Yth. Ustadz Mirdaz
Di FH-IBS Bogor
Assalamualaikum wr. wb.
Puji syukur atas kehadirat Allah swt. yang mana hingga detik ini masih memancarkan
hidayahNya sehingga kita masih dapat menikmati indahnya Islam dalam kelimpahan rahmatNya.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad saw., sebagai lentera dari
zaman jahiliyah dan membawa ajaran Islam hingga hadir kepada kita.
Dengan surat ini, kami 10 orang wali murid FH-IBS yang dipulangkan merasa kecewa
terhadap Bapak Syaifullah Yunus, Lc. yang terus terang, cara mendampingi anak-anak kami,
tidak sepakat dalam hal pendidikan yang disampaikan pada awal keberangkatan pertama anak
kami. Dia (Syaifullah), ringan tangan. Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Bapak Syaiful
terhadap anak-anak kami, diantaranya:
1. Penanganan kedisiplinan secara respresif dengan ditampar dan dipukul saat pelaksanaan
apel pagi di asrama,
2. Ketika anak ketiduran karena lelah saat belajar Quran, anak ditendang-tendang secara
semena-mena,
3. Baju yang direndam cukup lama dibakar dan anak kami dipaksa untuk melompat di atas
pakaian yang dibakar,
4. Ketika menghukum anak yang melanggar peraturan, anak yang bersangkutan langsung
direndam di kolam lele dengan hanya mengenakan pakaian dalam saja dari pkl. 21.00 s/d
21.30 selama tiga malam berturut-turut,
5. Untuk kasus pencurian, anak diikat di tiang seharian serta temannya disuruh untuk
memukuli satu per satu.
Selain tindak kekerasan yang dilakukan Bapak Syaiful di atas, ada juga hal-hal yang tidak
sesuai dan terjadi di lingkungan asrama FH-IBS, diantaranya:
1. Anak-anak diminta untuk tidak perlu membawa pakaian banyak-banyak (cukup untuk
berganti 3x dalam seminggu), namun kenyataannya anak kami masih meminta kiriman
pakaian,
2. Yang dijanjikan akan diberi uang saku setiap bulannya, itu semua tidak terbukti,
3. Ada beberapa anak yang diperalat dan dijadikan sebagai mata-mata oleh Bapak Syaiful,
yaitu Shobron (putra) dan Yosi (putri),
4. Ketika murid menabungkan uang kiriman orangtuanya di Bapak Syaiful sejumlah Rp.
250.000, hanya dapat diambil Rp. 150.000, saja,
5. Sonia, siswi yang sudah dipulangkan awal (setahun yang lalu), memiliki uang santunan
Rp. 150.000 yang pada saat mau diambil tidak diberikan dengan alasan, uang santunan
telah menjadi milik yayasan,
6. Anak-anak yang mengikuti program tahfidz dan dikirim ke Boyolali ternyata dikenakan
biaya Rp. 300.000/anak. Padahal informasi yang dilansirkan oleh yayasan, sudah ada
biaya tersendiri dari yayasan sejumlah Rp. 1.000.000/anak, jadi totalnya Rp. 6.000.000,

7. Terlampir di lembar Surat Pernyataan yang sudah dibawa Bapak Tedi, dengan keterangan
kurang lebih sebagai berikut, ... apa-apa yang sudah milik anak didik yayasan, adalah
hak milik yayasan,
8. Anak-anak yang dipulangkan mendapatkan Lembar Pernyataan dan Lembar Keputusan
yang sama sekali tidak mencantumkan nama Ustadz Mirdaz dan cap yayasan.
Sepuluh anak yang dikembalikan kepada wali murid berdasarkan janji Bpk. Tedi, akan
diperjuangkan/diusahakan supaya bisa menyusul ke FH-IBS. Kami punya firasat orang-orang
yang dibawah asuhan Ustadz Mirdaz ini banyak yang main-main dalam menangani anak-anak
yatim.
DEMI ALLAH semua yang kami laporkan ini benar-benar terjadi di asrama, atas laporan
anak-anak kami. Apakah Ustadz Mirdaz sudah mengetahui hal ini? Kami 10 wali murid FH-IBS
dengan keras menolak tindak kekerasan yang dilakukan oleh Bapak Syaiful. Apabila hal ini tidak
segera ditindak-lanjuti, kami dapat melaporkan hal ini ke pihak yang berwenang, yakni KPAI.
Untuk anak-anak yang tidak bisa kembali lagi ke FH-IBS, mohon diberikan buku rapor
kurikulum 2013, surat keterangan pindah sekolah, serta STTB asli.
Demikian laporan ini kami layangkan. Semoga laporan ini dapat dijadikan acuan
sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerjasama bapak, kami haturkan banyak terimakasih.
Wassalamualaikum wr. wb.
Wali murid 10 anak yang dikeluarkan,
1. Wali murid Affa
: ......................

2. Wali murid Elsa


: ......................

3. Wali murid Wendy


: ......................

4. Wali murid Lukman


: ......................

5. Wali murid Hilmi


: ......................

6. Wali murid Syifa


: ......................

7.

: .....................
.

8.

: .....................
.

9.

: .....................
.

10.

: .....................
.