Anda di halaman 1dari 33

MATERI UJIAN SARINGAN MASUK STAN

Penalaran induktif

Penalaran induktif bertolak dari peristiwa-peristiwa yang khusus menuju simpulan


umum.
Penalaran induktif meliputi :
a. Generalisasi

Adalah proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fakta atau gejala khusus
yang diamati lalu ditarik kesimpulan umum tentang sebagian atau seluruh gejala
yang diamati itu. Jadi, generalisasi merupakan pernyataan yang berlaku umum
untuk semua atau sebagian besar gejala gejala yang diamati. Dalam
pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atai dibuktikan dengan
fakta-fakta, contoh-contoh, data statistik, yang merupakan spesifikasi atau cirri
khusus sebagai penjelasan lebih lanjut.
Contoh
: Pemerintah mendirikan sekolah sampai ke pelosok. Puskesmas
didirikan dimana-mana. Lapangan kerja baru diciptakan. Pembangunan rumah
ibadah diperbanyak atau dibantu pemerintah. Memang tugas pemerintah untuk

meningkatkan kesejahteraan rakyat.

b. Analogi

Adalah proses penalaran yang berdasarkan pada pembagian dan terhadap


sejunlah gejala khusus yang memiliki kesamaan, kemudian ditarik kesimpulan.

Contoh : Secara tak sengaja Amara mengetahui bahwa pensil Steadler 2B


menghasilkan gambar vignet yang memuaskan hatinya. Pensil sangat lunak dan
menghasilkan garis-garis hitam dan tebal. Karena itu selama bertahu-tahun ia
memakai pensil itu unntuk membuat vignet. Akan tettapi ketika berlibur di
rumah nenek ia kehabisan pensil. Ia mencari di toko-toko dekat rumah nenek
tetapi tidak ada. Akhirnya daripada tidak dapat menggambar ia membeli merk
lain yang sama lunaknya. Ini tentu akan menghasilkan vignet yang bagus
juga,putusnya.

c. Sebab akibat

Adalah proses penalaran yang dimulai dengan menggunakan fakta yang berupa
sebab dan sampai pada simpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya.

Conto : Bangsa Jepang suka berkelompok. Kepentingan perorangan ada, tetapi


kalu kepentingan bersama membutuhkan, kepentingan bersama didahulukan.
Dengan demikian antara kepentingan perorangan dan kepentingan bersama

berjalan serasi. Oleh karena itu, untuk melakukan sesuatu secara bersama,
secara terkooordinasi, bagi bangsa Jepang sudah berjalan dengan sendirinya.
Penyukuan menurut EYD

1. VV : V---V, ma-in, sa-at, bu-ah

2. VKV : V---KV, ba-pak, su-lit, mu-ta-khir

3. KK.. : K---K, ik-lan, cap-lok, som-bong, ikh-las

4. KKKK : K---KKK, in-stru-men, ben-trok, tran-smig-ra-si

5. Imbuhan beserta alomorfnya tidak dapat dipisah dari huruf-huruf penyusunnya.


Contoh : mem-bantu, meng-awasi

Kecuali huruf-huruf yang meluluh ( me-ngu-ras, me-nya-pu )

6. Kata yang merupakan unsure gabungan, maka penukuan dilakukan diantara


unsure gabung tersebut atau seperti aturan diatas tiap unsure.
Contoh :

kilo-gram atau ki-lo-gram

foto-grafi atau fo-to-gra-fi

Ungkapan Iidomatik

ungkapan idiomatik adalah konstruksi yang khas pada suatu bahasa yang salah satu
unsurnya tidak dapat dihilangkan atau diganti.
Ungkapan idiomatik yang perlu diperhatikan adalah :
-

Bertemu : bertemu dengan


Terdiri : terdiri atas/dari

Disebabkan karena : disebabkan oleh

Membicarakan tentang : berbicara tentang


Tergantung kepada : bergantung pada

Menemui kesalahan : menemukan kesalahan


Menjalankan hukuman : menjalani hukuman

Gabungan kata

a. Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus,
unsure-unsurnya ditulis terpisah

Misalnya : duta besar, kambing hitam, kereta api cepat, luar biasa, mata
pelajaran, meja tulis, mode linear, orang tua, persegi panjang, rumah sakit umum,
simpang enpat, terima kasih

b. Gabungan kata, termasuk istilah khusus, yang mungkin menimbulkan kesalahan


pengertian, dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan peralihan
diantara unsure yang bersangkutan
c. Gabungan kata berikut ditulis serangkai

Misalnya : acapkali, adakalanya, alhamdilillah, astagfirullah, bagaimana,


barangkali, bismillah, wasalam.
Kata depan

Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata-kata yang mengikutinya kecuali di
dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan
daripada
Misalnya :
-

Buku-buku ini terdapat di rak buku

Di mana ia sekolah ?

Ke mana saja kau selama ini ?

Dia sibuk ke sana-sini mencari adiknya


Ia berasal dari Tegal

Note : kata-kata yang dicetak miring di bawah ini ditulis serangkai


-

Nilai IPK rudi tahun ini lebih bagus daripada tahun sebelumnya
Ia mengadikan masalah itu kepada orang tuanya

Materi kuliah yang ia kesampingkan selama ini membuat nilainya turun


Ia memutuskan untuk keluar dari organisasi ilegal itu
Sebuah benda bulat dikeluarkan dari sakunya

Boneka kesayangannya selalu ia bawa kesana-kemari

Semua orang terkemuka akan hadir dalam acara wisuda STAN

Singkatan dan Akronim

Singkatan ialah bentuk yang dipendekan yang terjadi atas satu huruf atau lebih

1. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan
tanda titik.
Misalnya :
-

W.S Rendra

Moh. Hatta

Mariana A.S.

Yasmin Hs.

M.B.A. : master of business administration


M. Sc. : master of science
S.E.

:sarjana ekonomi

S.Kar. : sarjana karawitan

S.K.M. : sarjana kesehatan masyarakat


Bpk.

: bapak

Kol.

: kolonel

Sdr.

: saudara

2. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau


organisasi, serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata, ditulis
dengan huruf capital dan tidak diikuti dengan tanda titik.
Misalnya :
-

MPR : Majelis Permusyawaratan Rakyat

PT

GBHN : Garis-Garis Besar Haluan Negara


KTP

: Perseroan Terbatas

: Kartu Tanda Penduduk

3. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih, diikuti satu tanda titik.
Misalnya :
-

dll.

: dan lain-lain

dsb.

: dan sebagainya

hlm.

: halaman

dst.

sda.
Yth.

: dan seterusnya

: sama dengan atas


: Yang terhormat

Pengecualian :
-

a.n.

: atas nama

u.b.

: untuk beliau

d.a.

u.p.

: dengan alamat
: untuk perhatian

4. Lambang kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak
diikuti tanda titik.
Misalnya :
-

Zn

: zink

kVA

: kilovolt-ampere

Km
l

: kilometer
: liter

Rp 10.000,00 : sepuluh ribu rupiah

Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata,
ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlukan ebagai kata.

1. Akronim nama diri berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya
dengan huruf capital.
Misalnya :
-

PSSI
SIM

: Perstuam Sepakbola Seluruh Indonesia


: Surat Izin Mengemudi

2. Akronim nama diri berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata
dari deret kata ditulis dengan awal huruf capital.
Misalnya :

Bapepam
Iwapi

: Badan Pengawas Pasar Modal

:Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia

3. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf,suku kata ataupun
gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
Misalnya :
-

pemilu

: pemilihan umum

raker

: rapat kerja

radar
rudal

tilang

Catatan :

: radio detecting and ranging


: peluru kendali

: bukti pelanggaran

Jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut


:
1. Jumlah suku kata akronim jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata
Indonesia.
2. Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal sesuai dengan
pola kata Indonesia yang lazim.
Bentuk-Bentuk Kata Serapan

1. Kata yang sudah sesuai dengan ejaan Bahasa Indonesia


Contoh : bank, opname, golf

2. Kata yang disesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia


Contoh :
-

Subject

= subyek

University

= universitas

Standard

= standar

Aphotheek

= apotek

3. Kata asing yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia

Contoh :
-

Starting point = titik tolak

Meet the pers = jumpa pers


Up to date
Hearing

= mutakir

= dengar pendapat

4. Istilah yang tetap seperti aslinya karena keuniversalannya


Cotoh : de facto, status quo, cum laude, ad hoc

Pemakaian Huruf Kapital

1. Huruh kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Misalnya : Saya ketiduran.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.

Misalnya : Lucunya,kata Sheryn,anak kecil dengan gaun pink itu.

3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan
dengan Tuhan, kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Misalnya : Allah, Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Esa, Alkitab, Quran,
Islam
Tuhan akan menunjukan jalan yang benar kepada hamba-Nya

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan
keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya : Mahaputra Yamin, Sultan Hasanudin, Imam Syafii

*Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,
keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.
Misalnya :
-

Dia baru saja jadi sultan.

Tahun ini ia pergi naik haji.

5. Huhuruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat
yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu,
nam instansi atau nama tempat.

Misalnya : Presiden Mahasiswa R. Bagus J.G.Kusuma, Inspektur Jenderal Departemen


Keuangan

*Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat
yang tidak diikuti nama orang atau yang tidak dipakai sebagai pengganti nama orang
tertentu, nam instansi atau nama tempat.
Misalnya :
-

Siapa gubernur Banten sekarang ?

Ia gagal menjadi presiden mahasiswa.

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang.


Misalnya : Ampere, Kartini

*Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang yang
digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.
Misalnya : 5 ampere, 10 volt, mesin diesel

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku dan bahasa.
Misalnya : bangsa Indonesia, suku Bugis

*Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku dan bahasa
yang dipakai sebagai bentuk kata turunan.
Misalnya :
-

mengindonesiakan kata asing


meinggris-inggrisan
mempranciskan

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya, dan
peristiwa sejarah.
Misalnya : tahun Hijrah, tarikh Masehi, bulan Agustus, Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia
*Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa bersejarah yang tidak
dipakai sebagai nama.
Misalnya :
-

Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.


Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia.

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi


Misalnya : Aia Tenggara, Bukit Barisan

*Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak
menjadi unsure nama diri.
Misalnya : garam inggris, gula jawa, sungai

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga
pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti
dan.
Misalnya : Republik Indonesia, Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak, Undang-Undang
Nomor 1 Tahun 2004
*Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama yang bukan nama resmi negara,
lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi .
Misalnya : menjadi sebuah republik, menurut undang-undang yang berlaku

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna
yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta
dokumen resmi.
Misalnya : Konferensi Asia Afrika, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia,
Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata ( termasuk semua unsure
kata ulang sempurna ) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul
karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk, yang tidak terletak pada
posisi awal.
Misalnya :
-

Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Ibu gemar membaca tabloid Ibu dan Anak.

Ia menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Resmi Nasional.

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat,
dan sapaan.
Misalnya :
-

Dr

M.A.

: dokter

: mater of arts

S.E.

S.H.

: sarjana ekonomi
: sarjana hokum

Prof. : professor
Tn.

: tuan

Sdr.

: saudara

Ny.

: nyonya

14. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan
seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman.
Misalnya :
-

Kapan Bapak berangkat ke kantor? Tanya Aris.


Silakan masuk, Kak! kata Ima.
Kemarin Paman dating.

Ia sangat hormat pada Ibu Guru.

*Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan
kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan.
Misalnya :
-

Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.


Semua kakak dan adik saya lulus sarjana.

15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Misalnya :
-

Sudahkah Anda belajar?

Surat Anda telah kami terima.

1. Peluluhan bunyi /c/

Kaidah Peluluhan Bunyi

Contoh :

Budi sedang menyuci mobil (salah)

Budi sedang mencuci mobil (benar)

2. Peluluhan bunyi /s/k/p/t/


Contoh :

Pensuplai, mengkikis, mentaati (salah)


Penyuplai, mengikis, menaati (benar)

*Peluluhan bunyi /s/,/k/,/p/,/t/ tidak berlaku pada kata-kata yang dibangun dengan
gugus konsonan.
Contoh : traktor+me = mentraktor

Kalimat Majemuk

Adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih.


1. Kalimat Majemuk Setara

Kedudukan antarklausanya sederajat


a. Setara hubungan penggabungan

Konjungtor : dan, serta, baikmaupun, lalu, kemudian, dsb.

b. Setara hubungan pertentangan

Konjungtor : tetapi, namun, sedangkan, bukanmelainkan, tidaktetapi,dsb.

c. Setara hubungan pertentangan


Konjungtor : atau

2. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kedudukan antar klausanya tidak sederajat. Inti gagasan dituangkan ke dalam induk
kalimat, sedangkan pertaliannya dari sudut pandangan waktu, sebab, akibat, tujuan,
syarat, dsb. Dengan aspek gagasan lain diungkapkan dalam anak kalimat.
Konjnungtor :
-

Keterangan sebab

: karena, sebab, oleh karena

Keterangan syarat

: jika, kalu, bila

Keterangan tujuan

: agar, supaya, biar

Keterangan pengandaian
Keterangan perlawanan
Keterangan waktu

: andaikan, seandainya
: meskipun, biarpun, sekalipun
: sesudah, sebelum, tatkala

Keterangan perbandingan : seperti, laksana, bagai


Keterangan penjelas

: bahwa

Contoh : Ia tidak mengetahui ( induk kalimat )

bahwa aku sudah pindah kos ( anak kalimat )

*Penghilangan kata penghubung membuat kalimat majemuk bertingkat menjadi


tidak baku.
Contoh : Membaca surat itu, saya sangat terkejut.

3. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat jenis ini terdiri atas kalimat majemuk bertingkat dan kalimat majemuk
setara.
Contoh : Paman dating ketika saya sedang belajar dan adik bermain mobil-mobilan.

Syarat-syarat kalimat

Kalimat

1. Setiap kalimat sekurang-kurangnya memiliki predikat dan diikuti kata benda yang
mempunyai relasi predikat (hubungan subjek-predikat).
2. Dapat mengalami unsure pembalikan (pola P-S)
Cirri-ciri unsur kalimat :
1. Subjek
-

Jawaban atas pertanyaan apa dan siapa


Dapat disertai kata ini/itu

Dapat diperluas menjadi klausa atau frase


Tidak didahului kata depan

2. Predikat

Jawaban atas pertanyaan mengapa/bagaimana


Dapat disertai kata pengingkar tidak/bukan

Dapat disertai aspek modalitas (ingin, akan, mau, hendak, sedang)


Berupa KK, KB, KS, atau Kbil

3. Objek
-

Terdapat dalam kalimat transitif dan dapat menjadi menjadi subjek pada kalimat
pasif (jika kalimat awalnya aktif)
Lansung mengikuti predikat (tidak mungkin di awal kalimat)

Tidak didahului kata depan maupun kata merupakan, ialah, adalah


Berupa kata benda atau anak kalimat, bisa diganti dengan nya

4. Pelengkap
-

Hanya terdapat pada kalimat berpredikat kata kerja


Hanya menempati posisi setelah predikat
Tidak didahului kata depan

Tidak dapat menjadi subjek kalimat pasif

5. Keterangan
-

Memberikan informasii tentang tempat, waktu, cara, alat, sebab, akibat

Memiliki keleluasaan posisi (akhir, awal, atau menyisip antara S dan P)


Didahului kata depan atau kata penghubung untuk kalimat
Kalimat Efektif

1. Kesepadanan struktur bahasa dan predikat yang jelas


-

Mempunyai subjek dan predikat yang jelas

Kata penghubung antar kalimat tidak dipakai dalam kalimat tunggal

2. Keparalelan (kesamaan bentik kata yang digunakan)


-

Nyatakan gagasan parallel dalam bentuk bahasa yang sejajar

3. Ketegasan (membuat urut secara logis)

Hindari pemakaian dua kata atau lebih denga fungsi yang sama

Hindari pemakaian dua kata atau lebih yang mempunyai fungsi dan acuan yang
sama
Tidak terdapat subjek berganda

Hindari pemakaian superordinat dan hiponom secara bersama-sama


Hindari kesinoniman makna (naik ke atas)

Tidak menjamakan bentuk yang sudah jamak (daftar nama-nama)

4. Kehematan susunan kalimat dan penggunssn kata

5. Kecermatan (tidak menimbulkan penafsiran ganda/ambiguitas)

6. Kepaduan (informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah atau bertele-tele)


7. Kelogisan (ide dapat diterima)

8. Penggunaan bentuk pasif secara benar


Penalaran Deduktif

Penalaran deduksi bertolak dari sesuatu yang bersifat umum menuju pernyataan atau
simpulan khusus.
Cara penarikan simpulan :

1. Menarik simpulan berdasarkan satu premis.


Contoh :

Premis : bujur sangkar adalah segi empat sama sisi


Simpulan :

a. Bujur sangkar pasti segi empat, tetapi segi empat belum tentu bujur sangkar.

b. Segi empat yang sisi-sisi horizontalnya tidak sama panjang dengan sisi tegak
lurusnya bukan bujur sangkar.

2. Menarik simpulan berdasarkan dua premis.


Contoh :

Premis mayor
: Setelah lulus, semua mahasiswa STAN akan ditempatkan di
lingkungan Departemen Keuangan.

Premis minor

: Adi adalah mahasiswa STAN.

Simpulan : Jadi, setelah lulus, Adi akan ditempatkan di lingkungan Departemen


Keuangan.
Angka dan Lambang Bilangan

a. Angka dipakai untuk menyatakan lamaing bilangan atau nomor. Di dalam tulisan
lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.
Anka Arab: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Angka Romawi
(1.000.000)

: I, II, III, IV, V, X, L (50), C (100), D (500), M (1000), V (5000), M

Pemakaian lebih lanjut diatur dalam pasal-pasal berikut ini.

b. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjang, berat, luas, dan isi, (ii)
satuan waktu, (iii) nilai uang, dan (iv) kuantitas.
Miasalnya :

0,5 sentimeter

5 kilogram

Rp 5.000,00

US$3.50*

4 meter persegi
Y100

1 jam 20 menit
Tahun 1928
100 yen

27 orang

10 liter

2000 rupiah
Pukul 15.00

10 pound Inggris
10 persen

*tanda titik di sini merupakan tanda decimal

c. Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, apartemen, atau
kamar pada alamat.
Misalnya :

Jalan Tanah Abang No.15

Hotel Indonesia, Kamar 169

d. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.

Misalnya :

Bab X, Pasal 5, Halaman 252


Surat Yassin : 9

e. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut :


Bilangan utuh
Dua belas

Dua puluh dua

12

Dua ratus dua puluh dua222

22

Bilangan pecahan
Misalnya :
Setengah

Tiga dua per tiga


Seperseratus
Satu persen

3 2/3

1/100
1%

f. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut


Misalnya :

Pakubuwono X ; lihat bab ke-2 buku itu; di daerah tingkat II itu; di tingkat kedua
gedung itu; kantor tingkat ii itu; di tingkat ke-2

g. Penulisan bilangan yang mendapat akhiran an mengikuti cara berikut :


Misalnya :

Tahun 50-an atau tahun lima puluhan


Uang 5000-an atau uang lima ribuan

Lima uang 1000-an atau lima uang seribuan

h. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan
huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara beruntun, seperti
dalam perincian dan pemaparan.
Misalnya :

Amir menonton drama itu sampai tiga kali

Ayah memesan tiga ratus ekor ayam

Di antara 72 orang yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang tidak setuju, dan 5 orang
memberikan suara blangko
i.

Kendaraan yang ditambah untuk pengangkutan umum terdiri dari 50 bus, 100
helicak, 100 bemo
Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan
kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua
kata tidak terdapat pada awal kalimat.
Misalnya :

Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu


j.

Pak Darmo mengundang 250 orang tamu

Angka yang menunjukan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih
mudah dibaca.
Misalnya ;

Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 250 juta rupiah


Penduduk Indonesia berjumlah 220 juta orang

k. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks di dalam
dokumen resmi seperti akta dan kuitansi.
Misalnya :

Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai


Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah
Bukan :

Kantor kami mempunyai dua puluh (20) orang pegawai

Di lemari itu tersimpan 805 (delapan ratus lima) buku dan majalah

Pemenggalan Kata

a. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut:

1. Jika di tengah kata ada vokal berurutan, pemenggalan dilakukan diantara kedua
vokal itu.
Misalnya : ma-in, sa-at, bu-ah

Huruf diftong ai, au, oi, tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalannya tidak
dilakukan di antara kedua huruf itu.
Misalnya :

Au-la bukan a-u-la

Sau-da-ra bukan sa-u-da-ra


Am-boi bukan am-bo-i

2. Jika di tengah kata ada huruf konsonan, termasuk gabungan konsonan, di antara
dua huruf vokal pememggalan dilakukan sebelum huruf konsonan.
Misalnya : ba-pak, ba-rang, su-lit, de-ngan, la-wan, ke-nyang,mu-ta-khir

Jika di tengah ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan
di antara kedua konsonan itu. Gabungan huruf konsonan tidak pernah
diceraikan.
Misalnya : man-di, som-bong, swas-ta, cap-lok, ap-ril, bang-sa, makh-luk, ikh-las

3. Jika di tengah kata ada tiga buah konsonan, pemenggalan dilakukan dianntara
huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.
Misalnya : in-struk-si, ul-tra, bang-krut, ben-trok, ikh-las

b. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan, termasuk awalan yang mengalami


perubahanserta partikel yang biasanya ditilis serangkai dengan kata dasarnya, dapat
dipenggal pada pergantian baris.
Misalnya : makan-an, me-rasakan, mem-bantu, pergi-lah
Catatan :

a. Bentuk dasar kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal


b. Akhiran I tidak dipenggal

c. Pada kata yang berimbuhan sisipan pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut
Misalnya : Te-lun-juk, si-nam-bung, ge-li-gi

c. Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat
bergabung dengan yang lain, pemenggslsn dspst dilskuksn (1) diantara unsur-unsur
itu atau (2) pada unsure gabungan kata.
Misalnya :

Bio-grafi atau bi-o-gra-fi

Foto-grafi atau fo-to-gra-fi


Kilo-gram atau ki-lo-gram

Kilo-meter atau ki-lo me-ter

Pasca-panen atau pas-ca-pa-nen

Keterangan : nama orang, badan hukum, dan nama diri yang lain disesuaikan dengan
Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan kecuali jika ada pertimbamgan
khusus.

1. Simple Present Tense

Ex: A week has seven days.

TENSES

S + To be + ..

S + V ( s/es ) + ..

2. Present perfect tense = suatu pekerjaan atau peristiwa yang terjadi pada hari ini dan
telah selesai.
S + Have / has + Verb III + object
Ex :

She has lived in the same house for two years.

She has just gone out.

We have lived here since 2005.

I have written some letters to friends of mine.

3. Present Perfect Continuous Tense = peristiwa yang terjadi di waktu lampau dan
masih berlangsung saat dibicarakan.
S + Have / has + been + Ving
Ex :

Shes been watching TV since two hours.

I have been writing some letters to friends of mine.

It has been raining. The street is covered with water.

Bentuk ini merupakan bentu Present Perfect + Present Participle ( Verb + ing ).
Bentuknya sama dengan gerund, namun sifatnya berbeda. Gerund adalah kata benda
/ kata kerja yang dibendakan, sedangkan Present Participle adalah semacam kata
sifat.
Ex :

Cheating person are much despised.

4. Simple Past Tense = peristiwa yang terjadi dan selesai di waktu lampau.
S + Verb II + Object / Complement
Ex :

She wrotes letters this morning.

Ex :

Aldi was angry because they were late.

S + Was / Were + noun Verb + Object / complement


5. Past Perfect Tense = menjelaskan dua peristiwa yang telah terjadi , namun
menegaskan mana yang lebih dulu.
S + Had +Past Participle ( Verb III / been)
Ex :

You had sleep when I came last night.

She had not got married before the age of 23.


Had you swabbed the floor when I arrived ?

Menyatakan dua peristiwa yang terjadi di waktu lampau, satu peristiwa rejadi lebih
dulu (dalam bentuk Past Perfect) dan satu peristiwa terjadi kemudian (dalam
bentuk Simple Past Tense)
Ex :

When I entered the college, he had studiedthere for two years.

They had been enganged for two years before they got married.

6. Past Perfect Continuous Tense = menyatakan peristiwa yang dimulai dan sedang
terjadi di waktu lampau.
S + Had + Been + Verb ing

S + Been + Present Participle


Ex :

I had been doing my job for an hour when he arrived here.

7. Present Future Tense =menyatakan perbuatan yang akan dilakukan di masa datang.
S + shall / will + Infinitive without to

Ex :

I will write the letter

He will post your mail by ten

8. Future Perfect Tense = menyatakan perbuatan yang akan selesai


Shall / will + have + Past Participle
Ex :

I will have written a letter an hours time.

9. Future Perfect Continuous Tense = menyatakan perbuatan yang akan dilakukan di


waktu yang akan dating dan masih berlangsung pada waktu tertentu
S + Shall / Will + Have + Been + Present Participle + Object

S + Shall / Will + Have + Been +Being + Past Participle + by + Object


Ex :

We will have been living here for two years by the end of May.
GERUND

a. Sebagai subjek

Reading novel can be enjoyable.

b. Sebagai objek

Setelah preposition : at, on, in, to, with, without, of, for.
Ex :

Im sorry for coming late.

My lecture object to giving good mark.

Setelah certain verbs : admit, appreciate, enjoy, escape, postpone, quit, finish,
consider, delay, resist, regret, avoid, fancy, imagine, prevent, involve, save, forgive,
anticipate, resent, etc.
Ex :

They resist joining the military mission.

Ex :

My lecture object to giving good mark to him.

c. Sebagai pasangan Certain Verb + preposisi : give up, keep on, object to, look forward
to, count on, prevent from, insist on, burst out, etc.
d. Pelengkap idioms
Cant help

Cant stand

feel like

(be) worth

Dont mind

e. Pelengkap Theres no
Ex :

look like

Theres no bargaining in justice.

f. Pelengkap Verb :

Need, require, dan want =menjadi bermakna pasif


Like, dislike, love
atau infinitive.

Begin, start, cease


dikontrol.

= tidak berubah makna saat berpasangan dengan gerund


= diikuti Verb + ing bila perbuatan dapat

Bila Verb yang mengikutinya menunjukan perbuatan yang tidak dapat dikontrol,
digunakan Verb infinitive.
Ex :

He began studying English last month.

I begin to realize that cheating is one kind of corruption.

Forget, remember

Gerund digunakan bila perbuatan terjadi sebelum kedua verb ini.


Ex :

Stop

Ill never forget talking with finance minister.

Stop + Gerund menunjukan subjek berhenti melakukan perbuatan.


Ex :

Since getting married, he stop smoking.

g. Dalam Noun Phrase

Sebagai modifier, yaitu menerangkan makna head word.


Ex :

meriting book, parking area.

Ex :

Their fellings

Sebagai head, disebut verbal noun. Sifat khasnya adalah memiliki bentuk jamak dan
dikuti modifier.
Her visittings

PREPOSISI

Adalah kata yang biasanya mendahului noun atau pronoun (kata ganti), biasa diikuti
kata kerja (verb) yang berbentuk gerund.
1. Dalam kalimat tanya : Preposisi + whom / which / what / where / when.
Ex :

To whom were you talking?

Ex :

The people I was traveling with.

2. Dalam relative clause, ditempatkan sebelum what / whom.


Macam preposisi :

About, around, along, amid, among, between, against, at, in, on, beside, beyond, by,
inside, into, with, without, to.

Rumus Bentuk Pasif :

TO BE + PAST PARTICIPLE

1. Simple present Tense

ACTIVE AND PASSIVE VOICE

: am, is, are + V III / V ed

2. Simple past Tense

: was, were + V III / V ed

4. Past Perfect

: Had been + V III / V ed

3. Perfect Tense

5. Present Progresive
6. Past Progresive
7. Modals

8. Infinitive

: has, have been + V III / V ed


: is, am, are being + V III / V ed

: was, were being + V III / V ed

: shall, will, must, may, can, be + V III / V ed

: S + V + O + to be + V III / V ed

a. Konjungsi setara
-

CONJUNCTION ( KATA PENGHUBUNG )

And (dan)

But (tetapi)

Yet (namun)
Or / nor
For

Either or (atau)

Both and ( baik maupun dan juga)

Neither nor ( baik maupun tidak) / (tidak dan tidak )


Not only but also (tidak hanya tetapi juga )

Not only but as well (tidak hanya tetapi juga )

Example :
-

I tried hard yet I failed. (Saya telah mencoba keras tetapi masih gagal)

Neither this book nor that book is hers. (Baik buku ini maupun buku itu bukan
miliknya)
Hi is not only clever but diligent as well.

b. Konjungsi bertingkat
-

After

After all

All the same


As long as

Accordingly

Furthermore
In order that

Therefore, etc.

Example :

He likes coffe very much while I dont.

STAN is famous college in Indonesia accordingly many students want to study


there.

His father died five years ago, consequently all the responsibilities to raise the
children fell on his mother.

c. Penggunaan WH
-

Who = menggabungkan dua kalimat yang menggunakan subjek atau objek


berupa orang.
S +Who + Verb + Object + to be + adj / Possesive adj.
The boys who play football there are very naughty.
S + Who + Verb + Object + Adverb

The mad man who beat you last week has gone to Jakarta.
Whom = menerangkan orang sebagai object.

S + to be + Orang + Whom + S + Verb + Object


-

She is the girl whom you want to meet

Whose = menyatakan kepunyaan atau milik.

S + to be + Orang / profesi + Whose + kata benda + S + Verb


He is the boy whose motorcycle I borrowed.

S + Whose + noun + Verb + to be + adj / possessive adjective


-

The boy whose glasses broke down is very diligent


What = menerangkan benda
S + to be + What + S + Verb
This is what I want

S + Verb + What + S + Verb


-

He darent say me what he did

Which = menerangkan benda, hewan, tumbuhan atau alam.


S + Which + S + Verb + O

The lamp which you switch on light this room is very bright

That = menerangkan orang, benda, hewan, tumbuhan, dan sebagainya. Bias


menggantikan who, whom, atau which.

a. Main Clause (Independent Clause)

CLAUSE

Terdiri dari subjek dan predikat, telah berdiri sempurna.


Ex :

We study English

b. Subordinate Clause (Anak Kalimat)

Mengandung subjek dan predikat tetapi belum dapat berdiri senpurna.


Ex:

I enjoy my job although I work long hours.

Macam klausa :

a. Noun clause = merupakan penggganti noun atau berfungsi sebagai noun.


-

Sebagai subject : What he said surprised me

Sebagai object : I dont know when they arrive

b. Adjective clause = menerangkan noun atau pronoun.


-

Relative pronoun (kata ganti penghubung) : menjelaskan kata kerja atau kata
benda yang didahuluinya.
Ex :

That is the bird which he caught yesterday.

I know the man who sat besides you yesterday.

My mother, who is over 50 years, still plays golf.

c. Adverbial clause = menerangkan kata kerja.


Ex :

It was so cold yesterday that I didnt want to take abath.

Relative adverb : Berfungsi sebagai penghubung dalam kalimat.


Misal : therefore, accordingly, why, however, where, moreever.
I dont remember when I met her for the first time.
The reason why I come should be obvious to you.

VERB

Kata yang menunjukan perbuatan, tingkah laku, atau kegiatan.


Misal : see, hear, eat, etc.

Dapat pula menunjukan keadaan.

Misal : to be, to have, yo become.


Fungsi dalam kalimat adalah :
-

Full Verb (kata kerja penuh)


Misal : He wrote a letter.

Auxiliary Verb (kata kerja bantu)

Linking Verb (kata kerja penghubung)

Menghubungkan subjek dengan pronoun atau adjective yang menerangkan subjek.


Misal : She became rich.

Causative : Have, Get, Make.

1. Subject + Have / Get / Make + Object + Verb III


Merupakan bentuk pasif.
Ex :

I had my car washed yesterday.

2. Subject + Have / Make + Object + Verb I + Object


Merupakan bentuk aktif.
Ex :

I had my brother wash my car yesterday.

3. Subject + Get + to Infinitive + Object


I get my brother to wash my car.

SUBJUNCTIVE

Kata yang sering digunakan :

Wish, as if, Suppose, If only, As though, Would to God.

1. + subject + Verb II (were) ------ Present tense (Verb I)


I wish I had ticket to Europe.

2. + subject + Had + Verb III ------Past Tense (Verb III)


I wish I hadnt broken this vase.

3. + subject + Would have Verb III


Conditional sentence

1. Probable Condition = mungkin terjadi bila syaratnya dipenuhi.

S + shall / will / may / must / can + Verb I ------ If + S + Verb I (s/es)


She will come here if you invite her.

2. Improbable Condition = tidak mungkin terjadi, untuk peristiwa sekarang atau


akan dating.
S + should / would / could / might + Verb I ------ If + S + Verb II / were
She would come here if you invited her.

3. Impossible condition = tidak mungkin terjadi, untuk peristiwa lampau.

S + should / would / could / might + Have + Verb III ------ If + S + Verb III
She would have come here if you had invited her.

Conditional without IF
Ex :

You will get sick if you dont eat this drugs.


You will get sick unkess you eat this drugs.

Invinitive

1. To invinitive ( To Verb I )

Setelah kata Tanya ( what, when, where, why, how, who )


Do you know where to get a job ?

Setelah certain verb

Yaitu : invite, tell, get, mean, cause, promise, want, force, decide, expect, allow,
hope, learn, need, etc.
My mom force me to join with music school.

Setelah noun

I need computer to do my job.

Setelah adjective

There is too much hard work to do.

2. Invinitive without to ( Verb I )

After : let, help, make, have, see, hear, notice.

My mom let me go to shool without breakfast.


PUNCTUATION

Pemberian tanda baca yang harus diperhatikan :


a. Comma :
-

Digunakan diantara kata, frasa, atau klausa.

The red, thin, and expensive book is mine.

Siwi, my cousin, study in STAN, the great campuss in Indonesia.

My eldest sister is a nurse, and my youngest brother is soldier.

Appositive

Diantara dua klausa utama


Pada dependend clause

Diana, who is diligent, always get good mark.

Indeed, by the way, indicately, I think = diletakan diantara koma

Retno, by the way, meet her soulmate last April.

She lived in Banyuwangi, East Java, Indonesia.

Memisahkan desa, kota, dan Negara


Penaggalan

Saturday, March 1, 2007

b. Titik Koma

Digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang menggunakan : morever,


however, still, besides, therefore, then, thus, consequently.
She is very funny, however, her live is full of suffer.
PREFERENCE

a. Like

Subject + + noun + + noun

Subject + like + noun + better than + noun


Subject + like + V ing + better than + V ing
-

Guroh likes car better than becak

Lia likes reading novel better than reading auto biography

b. Prefer

Subject + prefer + noun + to + noun


Subject + prefer + V ing + to + V ing
-

Agung prefers newspaper to TV


Riky prefers singing to shoping

c. Would rather

Subject + would rather + V I +than V I

Subject + would (d) rather + V I + noun +than noun


-

Bobby would rather dance than sing

Rifkyd rather buy motorbike than food

d. Would prefer

Subject + would (d) prefer + to V I + rather than + V I

Rather than + V I + Subject + would (d) prefer + to V I


-

Fajar would prefer to go home rather than go to mall

Rather than go for a walk Aang would prefer to play PS

e. Negative

Owie would rather not swim


ADJECTIVE CLAUSE

Adjective clause adalah kata ganti yang digunakan untuk menghubungkan frase dalam
kalimat membentuk sebuah kalimat yang utuh.
Contoh adjective antara lain :
1. Who

Digunakan sebagai pengganti orang yang dalam kalimat berkedudukan sebagai


subjek.
Contoh :

( The young man is soldier ; the young man is my brother )


The man who is soldier is my brother.

Setelah who biasanya diikuti oleh to be, auxiliary atau verb.

2. Whom

Digunakan sebagai pengganti orang yang dalam kalimat berkedudukan sebagai


objek.
Contoh :

( The boy is running ; The police is looking for him. )


The boy whom the police is looking for is running.

Setelah whom biasanya diikuti oleh pronoun atau noun ( bisa berupa orang, hewan,
atau benda ) yang melakukan pekerjaan.

3. Whose

Digunakan untuk menggantikan kepemilikan atas orang. ( possessive )


Contoh :

( Nina is my classmates girlfriend ; her money is lost yesterday )


Nina whose money is lost yesterday is my classmates girlfriend.
Setelah whose biasanya diikuti oleh noun.

4. Which

Digunakan sebagai pengganti benda atau hewan yang dalam kalimat berkedudukan
sebagai objek atau subjek.
Contoh :

( I hate the cat ; the cat is black )


I hate the cat which is black.

( The bird is brown ; my brother kill it )


The bird wich my brother kill is brown.

5. Of which

Digunakan untuk menggantikan kepemilikan untuk benda atau binatang. (


possessive )
Contoh :

( The elephant is in the zoo ; its body is cleaned everyday )

The elephant of wich body is cleaned everyday is in the zoo.

6. That

Dapat digunakan untuk menggantikan which, whom dan who.

Namun that tidak bisa digunakan untuk menerangkan Tuhan (gunakan who atau
whom).

7. Where

Digunakan untuk menggantikan keterangan tempat.


Contoh :

( Dani went to Surabaya ; his grandmother lives there )

Dani went to Surabaya where his grandmother lives.

8. When

Digunakan untuk menggantikan keterangan waktu.


Contoh :

I leave this city next year when my brother graduated.

9. Why

Digunakan untuk menggantikan keterangan sebab.


Contoh :

I donnt know why I love her.