Anda di halaman 1dari 12

PENGARUH KERUSAKAN JALAN TERHADAP

PENGGUNA JALAN DI JALAN BARU CITEUREUP


KABUPATEN BOGOR
TAHUN 2014

Disusun Oleh :
Nanda Firdausi Nuzula
Hamidatinisa
M.fiqih Sofyan

SMA PLUS PGRI CIBINONG

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala
limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya
1

dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk


maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini
dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun
pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam
profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga
saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini
sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena
pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu
saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan
yang
bersifat
membangun
untuk
kesempurnaan makalah ini.

Daftar isi
Judul dan nama
kelompok1
Kata
pengantar
.2
Daftar
isi
...3
BAB 1 PENDAHULU
1.1

1.2
1.3
1.4

latar
belakang
4
Rumusan
masalah..6
Tujuan penelitian
6
Manfaat
penelitian.6

BAB 2 Landasan teori


2.1 Telaah
pustaka7
2.2
Hepotesis7
BAB 3
3.1 populasi dan penetuan sampel penelitian.8
3.2 Metode pengmumpulan
data.8
Bab 4 Analisis

Analisi
9
BAB5 Kesimpulan dan saran
5.1 Kesimpimpulan.
10
5.2
Saran.10

Penutup
11
Daftar
Pustaka
..11

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kerusakan jalan yang terjadi di Jalan baru citeureup saat ini
merupakan permasalah yang sangat kompleks dan kerugian
yang diderita sungguh besar terutama bagi pengguna jalan,
seperti terjadinya waktu tempuh yang lama, kemacetan,
kecelakaan lalu lintas, dan lain-lain. Kerugian secara individu
tersebut akan menjadi akumulasi kerugian ekonomi global bagi
daerah tersebut. Banyak kritik yang telah dikirimkan kepada
institusi
pemerintahan
dalam
upaya
penanganan
dan
pengelolaan jalan, agar berbagai kerusakan yang terjadi segera
diatasi.Secara umum penyebab kerusakan jalan ada berbagai
sebab yakni umur rencana jalan yang telah dilewati, genangan

air pada permukaan jalan yang tidak dapat mengalir akibat


drainase yang kurang baik, beban lalu lintas berulang yang
berebihan (overloaded) yang menyebabkan umur pakai jalan
lebih pendek dari perencanaan. Perencanaan yang tidak tepat,
pengawasaan yang kurang baik dan pelaksanaan yang tidak
sesuai dengan rencana yang ada. Selain itu minimnya biaya
pemeliharaan, keterlambatan pengeluaran anggaran serta
prioritas penanganan yang kurang tepat juga menjadi penyebab.
Panas dan suhu udara, air dan hujan, serta mutu awal produk
jalan yang jelek juga sangat mempengaruhi. Oleh sebab itu
disamping direncanakan secara tepat jalan harus dipelihara
dengan baik agar dapat melayani pertumbuhan lalulintas selama
umur rencana.Survey kondisi jalan perlu dilakukan secara
periodik baik struktural maupun non-struktural untuk mengetahui
tingkat pelayanan jalan yang ada. Pemeriksaan non-struktural
(fungsional) antara lain bertujuan untuk memeriksa kerataan
(roughness), kekasaran (texture), dan kekesatan (skid resitance).
Pengukuran sifat kerataan lapis permukaan jalan akan
bermanfaat dalam usaha menentukan program rehabilitasi dan
pemeliharaan jalan. Di Indonesia pengukuran dan evaluasi
tingkta kerataan jalan belum banayak dilaukan salah satunya
dikarenakan keterbatasan peralatan. Karena kertaan jalan
berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pengguna jalan
maka perlu dilakukan pemeriksaan kertaan secara rutin sehingga
dapat diketahui kerusakan yang harus diperbaiki.Tingkat
kerataan jalan merupakan salah satu faktor/fungsi pelayanan
(functional performance) dari suatu perkerasan jalan yang sangat
berpengaruh pada kenyamanan pengemudi (riding quality).
Kualitas jalan yang ada maupun yang akan dibangun harus
sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. Syarat
utama jalan yang baik adalah kuat, rata, kedap air, tahan lama
dan ekonomis sepanjang umur yang direncanakan. Untuk
memenuhi syarat-syarat tersebut perlu dilakukan monitoring dan
evaluation secara periodik atau berkala sehingga dapat
ditentukan metode perbaikan konstruksi yang tepat dan sesuai.
berdasarkan pengamatan kondisi jalan meliputi kerusakankerusakan seperti retak-retak, alur, lubang, lendutan pada lajur
roda, kekasaran permukaan dan sebagainya yang terjadi selama
umur pelayanan.Pengukuran tingkat kerataan permukaan jalan
belum banyak dilakukan di Indonesia mengingat kendala
5

terbatasnya peralatan sehingga persyaratan kerataan dalam


monitoring dan evaluation terhadap konstruksi jalan yang ada
tidak dapat dilakukan secara baik menurut standar nasional
bidang jalan. Banyak alat yang dapat melakukanpengukuran
kerataan jalan, alat-alat tersebut pastinya meiliki kekurangan
dan kelebihan masing-masing. Untuk mengetahui tingkat
kerataan permukaan jalan dapat dilakukan pengukuran dengan
menggunakan berbagai cara/metode, salah satu yang sederhana
dapat dilakukan pengukuran cepat kerataan jalan dengan
menggunakan sensor MEMS (Micro-Electro-Mechanical Systems)
Accelerometer
sebagai
kajian
awal
pengembangan
accelerometer sebagai sensor kerataan jalan raya.Sebagai
sebuah sensor MEMS Accelerometer adalah sensor yang
digunakan untuk mengukur percepatan, mendeteksi dan
mengukur getaran suatu obyek, ataupun untuk mengukur
percepatan akibat gravitasi bumi. Accelerometer juga dapat
digunakan untuk mengukur getaran yang terjadi pada
kendaraan,
bangunan
dan
mesin.Adapun
MEMS
Accelerometernantinya akan dihubungkan ke DAQ NI USB 6009
sebagai
pembaca
tegangan
keluaran
yang
dihasilkan
accelerometer dan mengirimnya ke personal computer (PC)
untuk kemudian disimpan datanya melalui Visual Basic
6.0.Penelitian pengukuran kerataan jalan ini didasarkan pada
perubahan tegangan yang dihasilkan oleh accelerometer pada
tiga sumbunya. Yang kemudian dapat dianalisa dalam
pengukuran kerataan jalan.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar beakang tersebut, maka dapat di
rumuska beberapa masalah yaitu:
a) Sejak kapan kerusakan jalan tersebut bermula ?
b) Apa penyebab masalah kerusakan jalan tersebut?
c) Apa akibat yang di timbilkan dar kerusakan jalan
tersebut?

1.3 Tujuan penelitian


-Tujuan penelitian ini adalah melakukan penilaian untuk
mengetahui dan mengelompokan jenis dan tingkat kerusakan
perkerasan jalan, serta menetapkan nilai kondisi perkerasan jalan
dengan cara mencari nilai Pavement Condition Index (PCI) dan
upaya perbaikannya
- untuk menyesaikan masalah kerusakan jalan di jalan baru
citereup

1.4 Manfaat penelitian


-mengetahui penyebab kerusakan jalan si jalan baru citeureup
-mengetahui infrastruktur / bahan yang digunakan untuk
membuat jalan

Bab 2
Landasan teoriA
2.1 Telaah pustaka
a. Tujuan meminimalisir kerusakan jalan
tujuan menimalisir kerusakan jalan dengan cara menggunakan
infrastuktur jalan yang baik/bagus agar umur jalan lebih lama/ agar
jalan bias digunakan lebih lama ,dan dengan cara melarang truktruk yang melebihi batas berat melewati jalan tersebut .

b. faktor yang memengaruhi kerusaka jalan


faktor yang memengaruhi kerusakan jalan adalah karena bobot
kendaraan yang melebihi kekuatan jalan , perubahan cuaca yang
extrim , dan buruknya infrastuktur jalan yang di gunakan penyebab
utama kerusakan jalan.
C. cara meningkatkan kualitas jalan
Cara meningkatkan kualitas jalan dengan cara menggunakan
infrastuktur jalan yang baik agar umur lebih lama, dan dapat
digunakan lebih lama

2.2 Hepotesis
Pengaruh dari kerusakan jalan yang terjadi di jalan baru citeureup
Kab.bogor banyaknya kecelakaan akibat pengendara sepedah motor
berusaha menghindari lubang-lubang di jalan tersebut, dan
mengakibatkan kemacetan yang panjang akibat kerusakan jalan tersebut.

BAB 3
3.1 populasi dan penetuan sampel penelitian
Populasinya adalah kerusakan jalan di jalan baru citeureup Kab
Bogor. Keadaan sekarang yang terjadi di jalan baru citeureup Kab
bogor sepanjang jalan dari pertigaan sebelum Ramayana
citeureup sampai ke pertigaan pasar citeureup jalannya rusak
walaupun tidak begitu parah, dan kerusakan jalan tersebut
mengakibatkan genangan air bila hujan turun, keadaan jalan
tersebut walaupun jalan tersebut terbilang besar tapi banyak
kerusakan jalannya, hal ini menyebabkan pengendara sepedah
motor banyak yang terjatuh akibat ingin menghindari jalan yang
rusak dan tidak terlihatnya jalan akibat genangan air yang
mengakibatkan para pengguna jalan tidak bisa ngehindari
lubang-lubang di jalan tersebut.

3.2 metode pengumpulan data


Metode yang kami pakai dalam makalah ini adalah metode
observasi dan wawancara, kami menggunakan metode ini karena
kami ingin mendapatkan informasi penyebab kerusakan jalan,
dan di sebabkan oleh apa kerusakan jalan tersebut juga karena
dengan menggunakan metode wawancara ini kami dapat
memperoleh jawaban dari setiap rumusan masalah kami , juga
ketepatan dan kebenaran dari narasumber yang sering terlibat
dalam masalah kerusakan jalan ini.

Bab 4
Analisis data
Dari data penelitian yang dapat pada pengumpulan analisis data
dapat kita ketahui bahwa kerusakan jalan yang terjadi di jalan
baru citeureup mengakibatkan banyaknya terjadi kecelakaan
akibat pengendara sepedah motor ingin menghindari lubanglubang yang berada pada tengah jalan , kerusakan jalan tersebut
sangat mengganggu arus lalu lintas dari arah citeureup menuju
pasar citeureup , terkadang terjadi kemacetan yang di sebabkan
karena pengendara roda 4 maupun roda 2 ingin menggindari
luang-lubang yang dalam, supaya tidak terjadi kecelakaan.

10

Bab5
Kesimpulan dan saran

5.1

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah kerusakan jalan yang terjadi jalan baru


citeureup bogor ,disebabkan karena infrastuktur jalan yang di
gunakan kurang baik dan karena perubahan cuaca yang
extrim mengakibatkan jalan mudah rusak karena tekikis oleh
air,dan baban kendaraan yang melewati jalan tersebut
belebihi batas kekuatan jalan,
5.2

Saran

Sarannya untuk pemerintah kabupaten agar memperbaiki


kerusakan jalan yang terjadi di jalan baru citeureup dengan
menggunakan bahan atau infrastuktur yang baik agar umur
jalan lebih tahan lama, supaya jalan tidak mudah rusak
terkena cuaca extrim.

11

Penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang
menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentu masih
banyak kekurangan dan kelemahannya, karna tebatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau refrensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini, penulis berharap para
pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini
berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca
yang budiman pada umumnya.

Daftar pustaka
http://industri.bisnis.com/read/20140402/45/216186/t
iga-faktor-ini-penyebab-kerusakan-jalan

12