Anda di halaman 1dari 3

1.

sBerapa ketebalan yang ideal pada tulang M1 ra yang dibutuhkan untuk implant
2. Pakah setelah pemasangan implant pasien ttp menggunakan gtl lama apa yg baru
3. Bagaimana penggunaan dental implant dalam segi sosial,ekon, agama
1. Dari segi sosial implan gigi perlu karena dapat menggantikan gigi yang telah tanggal
(ompong) atau gigi yang berlubang tanpa akar. Selain mengembalikan fungsi gigi dan
memperbaiki fungsi pengunyahan, kepercayaan diri seseorang yang sempat hilang
karena gigi tanggal juga bisa kembali.
2. Dari segi ekonomi,implan gigi memakan biaya tidak sedikit,dapat di katakan mahal dan
Dokter gigi yang mampu melakukan perawatan ini pun relatif masih sedikit dan
umumnya adalah dokter gigi yang memperdalam ilmunya di luar negeri.Tapi dengan
biaya yang mahal itu sebanding dengan hasil yang di dapat.
3. Dari segi budaya,dari segi agama di perbolehkan asal tujuannya untuk kesehatan bukan
untuk pamer,implan gigi masih di jadikan pergunjingan karena dilihat dari segi agama
pemakaian implan gigi,tato gigi,berlian itu harus dilepas jika pemakai telah meninggal
dunia.Karena masih dianggap sebagai hiasan dan merupakan sesuatu yang asalnya bukan
dari tubuh secara alami.harus dilepas jika pemakai telah meninggal dunia.Karena masih
dianggap sebagai hiasan dan merupakan sesuatu yang asalnya bukan dari tubuh secara
alami.
Terlepas keuntungan yang, ada, beberapa bahaya yang membuat prosedur implan
gigi umumnya berisiko. Implan gigi ditempatkan dengan membuat lubang di gusi dan
tulang yang mendukung gigi. Keberhasilan seluruh prosedur tergantung pada seberapa
baik menyembuhkan luka dan seberapa baik jaringan tumbuh kembali di sekitar implan.
Ini prosedur yang sangat invasif mungkin mengambil bulan untuk menyembuhkan dan
pasien mungkin mengalami banyak ketidaknyamanan dan rasa sakit sepanjang seluruh
durasi.
Meskipun klinik gigi implan mengiklankan bahwa mereka memberikan perawatan
implan menyakitkan, sangat tidak mungkin bahwa pasien menjalani operasi invasif
seperti tidak pernah mungkin mengalami segala bentuk ketidaknyamanan. Selain nyeri,
ada risiko tinggi infeksi yang dapat disebabkan dari beberapa sumber. Dalam beberapa
kasus, pasien menangkap infeksi dari implan itu sendiri.
Sebaliknya, kehadiran mikroorganisme di dalam gusi atau tulang yang
berdampingan implan dapat memulai infeksi. Sebuah implan yang terinfeksi dapat
menyebabkan sakit parah, perdarahan dan gejala lainnya. Kurangnya kebersihan mulut
yang tepat atau kebiasaan makan yang salah juga dapat menimbulkan risiko infeksi
instan. Dalam kasus tersebut, dokter gigi bisa membalikkan seluruh prosedur atau tingkat
perlakuan dengan menghapus implan untuk jangka waktu tertentu.

4. Kapan pemasangan implant menggunkan teknik terbuka, tertutup dan immediet


Menggunakan sistim terbuka (Open Transmucosal System) Secata teoritis ada dua
kemungkinan sistim dalam mendesain suatu implan, yaitu :
1). Sistim tertutup (closed mucosal system). Pada sistim ini bagian utama implan
tertanam dalam tulang, sehingga dibutuhkan operasi kedua untuk memasang bagian gigi
tiruan.
2). Sistim terbuka (open transmukosal system)
Pada sistim ini bagian utama implan berada diatas permukaan tulang dengan ketinggian
sekitar 3 mm sehingga jaringan lunak mengelilingi bagian leher implan. Implan ITI
International Team For Oral Implanology (menggunakan sistim terbuka karena
beberapa alasan yaitu ;
1. Operasi tulang tidak dibutuhkan untuk memasang gigi tiruan. Proses pemasangan gigi
tiruan dilakukan dalam kondisi yang optimum karena tidak adanya gangguan dari darah
atau sisa jaringan yang dipotong pasa saat operasi kedua.
2. Jaringan lunak sebagai penutup disekitar implan telah terbentuk lama sebelumnya dan
tidak terbuka lagi oleh operas (berdedikasi untuk mengembangkan lebih lanjut oral
implanology)i ulang sehingga kondisi implan lebih stabil. Ruang diantara bagian utama
implan dan bagian protesa gigi berada diatas jaringan lunak sehingga akan menimbulkan
efek samping seperti infeksi.
3. Hubungan antara implan dan abutment pada sistim terbuka memiliki hubungan
mekanik yang lebih baik dibandingkan dengan sistim tertutup.
4. Hanya diperlukan satu kali operasi saja dengan demikian akan bisa menghemat biya.
Secara umum pemasangan dental implant dilakukan 2-2.5 bulan setelah pencabutan
gigi, dimaksudkan karena luka pada tulang bekas pencabutan gigi telah sembuh dan
tulang baru yang sehat telah terbentuk sehingga dental implant akan dapat dipasang
dengan baik. Hal ini dimaksudkan, dental implant dapat terpasang dengan baik di tulang
dan dapat diperoleh primary stability, yaitu terpasangnya dental implant secara kencang
pada tulang rahang di awal pemasangan. Primary stability diperlukan agar proses
penyatuan antara dental implant dengan tulang rahang melalui proses yang disebut
dengan osseointegration.dapat berlangsung dan proses ini akan berjalan dalam kurun
waktu antara 2-2.5 bulan setelah dental implant terpasang. Setelah dental implant
mengalami osseointegrasi, tahapan selanjutnya adalah pemasangan mahkota gigi yang
didahului dengan pemasangan bagian di atas dental implant yang disebut dengan
abutment
implant.
(catatan: terjadinya osseointegrasi dental implant dan tulang disekitarnya merupakan
penentu keberhasilan pemasangan suatu dental implant).
Pada banyak kasus pemasangan dental implant dapat dilakukan segera setelah
pencabutan gigi dan dapat diperoleh hasil yang baik dalam pencapaian osseointegrasi.
Teknik pemasangan dental implant semacam ini disebut dengan Immediate implant
placement (Dasar pemikirannya dapat dijelaskan bahwa luka di tulang rahang bekas
pencabutan gigi secara natural akan terisi oleh pertumbuhan tulang baru, sehingga bila

dental implant dipasang segera setelah pencabutan gigi, maka jaringan tulang
disekeliling soket gigi akan juga tumbuh disekeliling dental implant seperti halnya pada
luka bekas pencabutan gigi normal sehingga dengan sendirinya dental implant tersebut
akan
tertutup
oleh
pertumbuhan
tulang
baru
tersebut).
Dengan demikian teknik ini dapat dipakai sebagai teknik pemasangan dental implant
dengan mempertimbangan akan memperpendek waktu kunjungan ke dokter
dibandingkan apabila dental implant dipasang menunggu luka bekas pencabutan gigi
dibiarkan
sembuh
dahulu
baru
kemudian
dental
implant
dipasang.
Pada banyak kasus, pemasangan dental implant dapat dilakukan pada kasus emergensi
(misalnya: kehilangan gigi oleh karena sesuatu hal (mis: kecelakaan) dimana gigi harus
dilakukan pencabutan dan dental implant dapat segera dipasang melalui teknik
immediate
dental
implant
placement.
Immediate dental implant placement tidak diindikasikan pada luka bekas gigi yang
mengalami infeksi. Sangat baik bila dilakukan pada gigi-gigi anterior atau gigi depan
dan sebaiknya sangat dipertimbangkan untuk dipasangkan gigi-gigi posterior atau gigi
geraham.
5. Berapakah indikasi bonegraft (minimal ketinggian dan jarak antara yang satu dengan yg
lain)
Jarak implan atau batasan anatomis pada penempatan implan dapat dilihat pada tabel 2.
Struktur

Jarak Minimal yang Diperlukan antara Implan


dengan Struktur yang Diindikasikan
Bidang bukal
0,5 mm
Bidang lingual
1 mm
Sinus maksillaris
1 mm
Kavitas nasal
1 mm
Kanalis insisivum
Hindari midline maksilla
Jarak antara implan
3 mm antara ujung luar implant
Kanalis alveolaris inferior
2 mm dari aspek superior kanalis tulang
Saraf mentalis
5 mm dari anterior atau foramen tulang
Margin inferior
1 mm
Gigi tetangga
0,5 mm
Tabel 2. Batasan / Jarak Penempatan Implan (Mc Glumphy, E.A & Larsen, P.E, 2003)
3.1. Jarak dan Jumlah Impan Jumlah implan tergantung pada beberapa kondisi dan
alasan, antara lain pertimbangan finansial, pertimbangan kondisi sistemik pasien,
simplifikasi prosedur bedah dengan kebutuhan minimal dan indikasi pengalaman klinis
(seperti untuk gigi molar yang lebar retensi lebih baik dengan 2 implan). Pada umumnya
jumlah implan yang dibutuhkan