Anda di halaman 1dari 46

Om Swastyastu

Konsep Manusia Hindu Dalam Membangun


Kepribadian Mahasiswa Yang Berjiwa Pemimpin,
Taat Hukum, Sehat, Kreatif, Dan Aditif.

Oleh :
Dewa Ketut Megan Mahendra
Made Ari Widiartini
Cintya Wulandari W
Made Dian Ratnawati
Made Dwiki Puspitayani
Ni Made Krisna
Putu Soma Rolandwika
Ni Wayan Egita Prabaswari

Kepribadian Mahasiswa Sesuai


Konsep Manusia Hindu
Identitas kehinduan tersebut jangan
membuat sempit wawasan Anda terhadap
keberagaman serta masalah-masalah yang
berada di sekelilingnya.
Mahasiswa Hindu diharapkan mampu
menjadi subjek, bukan hanya penonton,
terlebih di rumahnya sendiri.
Menjalankan peran Anda sebagai
mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip
moralitas dari agama Hindu itu sendiri.

5/15/16

Mengapa?
Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme,
idealisme, dan patriotisme di kalangan
mahasiswa.
Kekurangpastian yang dialami oleh mahasiswa
terhadap masa depannya.
Belum seimbangnya jumlah generasi muda
dengan fasilitas pendidikan yang tersedia.
Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
Kurangnya gizi yang dapat menghambat
pertumbuhan badan dan perkembangan
kecerdasan.

5/15/16

Masih banyaknya perkawinanperkawinan di bawah umur.


Adanya generasi muda yang menderita
secara fisik dan mental.
Pergaulan bebas yang berisiko.
Meningkatnya kenakalan remaja dan
penyalahagunaan narkotika.
Belum adanya peraturan perundangundangan yang mengangkut generasi
muda.

5/15/16

MAHASISWA

Dalam bahasa Sansekerta, maha berarti tak terbatas/hebat.


Senantiasa agar menjadi seseorang pembelajar dimana pun ia berada,
tidak akan puas dengan ilmu yang membuat diri mahasiswa terus
mencari dan belajar hingga akhir hayatnya.

Alasan Perlunya Membangun Kepribadian Mahasiswa Yang


Berjiwa Pemimpin, Taat Hukum, Kreatif, Sehat, Dan Adaptif
Sesuai Konsep Manusia Hindu

Manusia Hindu
Berkarakter Suputra

Berbakti pada
agama dan negara

5/15/16

Siap menjadi garda


depan penyelesaian
masalah di masyarakat

Empat peran penting yang dimiliki mahasiswa


Pesan Moral
Memberi contoh dan keteladanan.

Peran Sosial
Menumbuhkan jiwa solidaritas sosial,
universal, peka, sertasifat kasih sayang
Peran Akademik
Tidak boleh lupa bahwa ia adalah
instan akademik.
Peran Politik
Preasure group (grup penekan) bagi
pemerintah yang tidak menjalankan tugas
dan fungsinya dengan baik
5/15/16

Mahasiswa Hindu harus berani


menjadi pelopor perubahan
1. Berani mengubah perilaku diri
sendiri sehingga memiliki brand
sebagai identitas manusia Hindu.
2. Membangun kemandirian.

5/15/16

Peran Ganda Mahasiswa


1. Sebagai kaum terpelajar
2. Sebagai Anggota Masyarakat

5/15/16

Siapakah manusia Hindu


itu ?

Secara umum, manusia


adalah makhluk hidup yang
memiliki pikiran.
Dalam konsep hindu,
manusia pertama =
Svambhu (makhluk berpikir
pertama yang menjadikan
dirinya sendiri). Manusia
adalah kesatuan antara
badan jasmani dan jiwa
(atman) yang menjadikan
ia secara psikopisik terus
berkembang.
5/15/16

Definisi Manusia

Secara etimologis, kata manusia berasal dari


kata manu yang artinya pikiran atau berpikir,
dalam bentuk genetif menjadi kata manusya
yang artinya ia yang berpikir atau
menggunakan pikirannya.

Secara kosmologis, manusia (yang berupa


kesatuan jiwa badan jasmaninya) sering
disebut mikrokosmos (bhuana alit) dan
merupakan perwujudan dari makrokosmos
(bhuana agung).
5/15/16

Tri Pramana

Manusia memiliki 3 kemampuan yang


disebut Tri Pramana.
Berpikir
Berkata
Berbuat

Berbuat baik dan berbuat buruk = subha


asubha karma
dapat terhindar dari
kesengsaraan

5/15/16

Pengendalian Diri

Untuk dapat mencapai kebahagiaan,


manusia harus mampu melaksanakan
pengendalian diri yang terdiri atas :
Panca Yama Brata
Ahimsa, Brahmacari, Satya, Awyawaharika,
Asteya.
Catur Paramitha
Maitri, Karuna, Mudita, Upeksa
Tri Kaya Parisudha
Kayika Parisudha, WacikaParisudha, Manacika
Parisudha

5/15/16

Konsep

hindu , manusia terdiri dari 2

unsur :
Jasmani = badan, tubuh manusia
Rohani = hakikat Tuhan yang abadi,
kekal, yang disebut dengan Atman.

5/15/16

Tri Sarira
Manusia

memiliki 3 lapisan badan (tri

sarira):
Stula Sarira
Suksma Sarira
Anta Karana Sarira.

5/15/16

Catur Purusa Artha sebagai


landasan hidup manusia Hindu
Manusia di dunia tidak akan lepas dari
keinginan dan kebutuhan untuk mencapai
kebahagiaan.
Pencapaian kebahagiaan manusia pada
dasarnya dibagi menjadi dua, yakni
kebahagiaan duniawi dan kebahagiaan
spiritual.
Hindu memberikan sebuah konsep tentang
pencapaian tersebut yang kita kenal
dengan istilah Catur Purusa Artha.

5/15/16

Catur Purusa Artha


Catur

Purusa Artha adalah empat


tujuan hidup manusia.
Terdiri dari
Dharma
Artha
Kama
Moksa

5/15/16

Dharma

Berasal dari kata dhr (menjinjing,


memelihara, memangku, dan mengatur).
Dharma dapat diartikan sebagai sesuatu
yang mengatur atau memelihara dunia
beserta semua makhluk.
Sehingga, kewajiban-kewajiban daripada
sorang manusia adalah melaksanakan
dharma demi mencapai moksa sebellum
menuntut Artha dan Kama.

5/15/16

Artha

Artha dapat diartikan sebagai tujuan hidup


Artha lebih difokuskan pada kekayaan atau harta.
Dapat dibagi tiga seperti di bawah ini.
Sadhana ri Kasiddhan in dharma
Dipakai untuk memenuhi Dharma.
Sadhana ri kasiddhan in Kama
Dipakai untuk memenuhi Kama.
Sadhana ri kasiddhan in Artha
Dipakai untuk mendapatkan
harta kembali

5/15/16

Kama

Kama dalam ajaran agama Hindu berarti


nafsu atau keinginan yang dapat
memberikan kepuasan atau kesejahteraan
hidup.
Kenikmatan tersebut merupakan salah satu
tujuan hidup utama manusia karena manusia
memiliki 10 indriya yang harus dikontrol agar
tidak terjerumus kepada hal-hal negatif
karena sering sekali indria menjerumuskan
manusia ke arah yang negatif.

5/15/16

Moksa
Moksa merupakan tujuan tertinggi umat
Hindu.
Moksa : pelepasan atau kebebasan.
Kebebasan di sini adalah kebahagiaan di
mana atma dapat terlepas dari pengaruh
maya dan ikatan Subha-Asubha Karma,
serta bersatunya Sang Atman dengan
Brahman (asalnya).

5/15/16

BRAHMACARI SEBAGAI ETIKA


HIDUP MAHASISWA
Dharma atau jalan kebenaran merupakan
tujuan pokok.
Merupakan dasar untuk mencari Kama,
Artha dan Moksa
Masa berguru ilmu pengetahuan namun
masa belajar tidak hanya berhenti pada
masa Brahmacari namun sepanjang hayat.
Bekal untuk menghadapi masa depan yang
cerah.

Harus sungguh-sungguh menjalaninya


karena merupakan dasar untuk menjalani
tingkatan kehidupan yang selanjutnya.
Masa pengembangan kecerdasan spiritual
(SQ), kecerdasan intelektual (IQ),
kecerdasan emosional (EQ) dengan
seimbang.
Merupakan tahapan awal pembentukan
karakter mahasiswa.
Kemajuan teknologi sangat mendukung
tahapan kehidupan Brahmacari tentu
dengan dampak positif dan juga negatif.

Mahasiswa Hindu Berjiwa


Pemimpin dan Taat Hukum
Kitab Nti stra Bab I sloka 10,
kondisi ini ibarat singa dan hutan
Singa adalah penjaga hutan. Hutan pun
selalu melindungi singa, singa, dan hutan
harus selalu saling melindungi dan
bekerja sama. Bila tidak atau berselisih,
hutan akan hancur dirusak manusia,
pohon-pohonnya akan habis dan gundul
ditebang, hal ini membuat singa
kehilangan
tempat
bersembunyi
sehingga ia bermukim di jurang atau di
lapangan yang akhirnya musnah diburu
dan diserang manusia.

TANTANGAN DHARMA AGAMA DAN


DHARMA NEGARA

Tantangan yang dihadapi pada era globalisasi ini secara


garis besar sebagai berikut :
a. Menyadari kepada masyarakat agar tetap berporos
dan atau kembali kepada konsepsi swadharma
kehidupan.
b. Masyarakat Hindu harus meningkatkan kemampuan
dirinya untuk mendidik diri sendiri dalam
penghayatan
Dharma Agama dan Dharma Negara.
c. Melalui konsepsi Upati,Stiti,Pralina, masyarakat
Hindu
tidak hanya sadar, tetapi menjadi yakin bahwa fenomena
perubahan dalam masyarakat adalah ciri alamiah diri
manusia, alam, dan masyarakat itu sendiri sehingga selalu
siap untuk menerima perubahan itu sendiri.

MAHASISWA HINDU
MEMILIKI JIWA DAN RAGA
YANG SEHAT

Kesehatan merupakan hal yang vital dalam


kelangsungan aktivitas.
Maka dari itu, salah satu yang harus diuleti
oleh mahasiswa adalah meditasi.
Meditasi berasal dari kata mederi yang
berarti menyembuhkan.
Meditasi atau Dhyana adalah disiplin
pemusatan pikiran dan perasaan secara
mental dan terus-menerus pada obyek
meditasi atau pada Tuhan.
Meditasi bertujuan untuk mencapai
kestabilan emosi yang menyebabkan
ketenangan di dalam menjalani kehidupan.

Raja Yoga

Terkait dengan meditasi, terdapat pula salah


satunya Meditasi Raja Yoga yang bertujuan
meningkatkan kecerdasan spiritual dan
meningkatkan kesadaran manusia ketingkat
kesucian dan kesatuan dengan cara
mengarahkan spiritualitas.
Meditasi ini adalah untuk menemukan diri
yang sejati, yaitu memiliki kesadaran
jiwa/atman.

Salah satu ajaran yang ditanamkan oleh


para pembina meditasi Raja Yoga adalah
menciptakan kesadaran jiwa yang ada
pada setiap manusia.
yaitu mengembangkan kesadaran bahwa
semua manusia dan makhluk hidup dihuni
oleh jiwa/atma yang tunggal.
Dipandang bahwa setiap makhluk hidup
adalah perwujudan dari Yang Esa, yaitu
perwujudan dari Tuhan yang harus
dihormati.

Upaya menjaga kesehatan atau


keseimbangan panca mahabutha
dalam tubuh menurut Ayur Veda
dilakukan dengan tiga hal berikut:
Ahara
Vihara
Ausada

AHARA
Ahara
berarti
menjaga
makanan
dengan
anggapan bahwa makanan yang baik adalah
makanan yang berguna untuk:
1. Memperpanjang hidup(ayuh)
2. Menyucikan atma (satvika)
3. Memberi kekuatan fisik (bala)
4. Menjaga kesehatan (arogya)
5. Memberi rasa bahagia (sukha)
6. Memuaskan (priti)
7. Meningkatkan status ehidupan (vivardhanah)
8. Makanan baik tersebut harus: mengandung sari
(rasyah), sedikit lemak (snigdhah), tahan lama
(sthitah), menyenangkan (hrdyah), dan
tidak
merusak ingatan atau mabuk (amada).

VIHARA
Yakni berperilaku wajar, misalnya tidak
bergadang, terlambat makan (kecuali sedang
upawasa),
menahan
hajat
buang
air,
berdekatan dengan orang yang berpenyakit
menular, tidur berlebihan, dan menghibur diri
berlebihan.

AUSADA
Secara teratur minum jamu (loloh) yang terbuat
dari tumbuh-tumbuhan. Selain itu, badan juga perlu
dirawat dengan keseimbangan gerak dan peredaran
tenaga (prana) ke seluruh tubuh antara lain dengan
berolah raga atau dalam agama Hindu dengan
melakukan Yoga Asana dan Pranayama secara rutin
setiap hari.
Kebersihan dan kesehatan lingkungan perlu dijaga
karena berkaitan erat dengan kebersihan dan
kesehatan
manusia.
Yang
dimaksud
dengan
lingkungan adalah alam semesta.

MAHASISWA HINDU BERJIWA


KREATIF DAN ADAPTIF

Mahasiswa adalah iron stock negara di masa


depan, student now, leader tomorrow.
Mahasiswa Hindu harus memiliki kredibilitas
bukan sekedar intelektual, tetapi juga moral dan
sosial-politik menuju kehidupan berbangsa dan
bernegara yang lebih baik.
Semangat
moralitas,
inovasi,
kreativitas,
berpartisipasi aktif, apresiasi dan kolaborasi
harus dibangun.
Mahasiswa
sangat
diharapkan
memiliki
kemampuan untuk berubah dan menyesuaikan
aktifitasnya agar lebih produktif dan solutif
terhadap
permasalahan
masyarakat
serta
memberikan opini positif pada masyarakat dan
menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Tanggung jawab lembaga kemahasiswaan


untuk mampu menciptakan sebanyakbanyaknya
mahasiswa
yang
memiliki
karakter
pemimpin
dengan
berbagai
macam aktifitas.
Mahasiswa harus bisa memanfaatkan waktu
perkuliahan dengan baik untuk menyiapkan
diri menjadi pemimpin bangsa di masa yang
akan datang.

Esensi dan Urgensi Pembentukan


Kepribadian Mahasiswa Sesuai
Konsep
Manusia Hindu

5/15/16

Peran Mahasiswa
Peran moral: bahwa mahasiswa memiliki
hak untuk menentukan sendiri
kehidupannya.
Peran sosial : bahwa segala perilaku dan
tindakan yang dilakukan mahasiswa tentu
memberikan pengaruh terhadap lingkungan
sekitarnya.
Peran intelektual : bahwa mahasiswa
sebagai insan cendikia dituntut untuk dapat
mengaplikasikan ilmunya ke dalam
kehidupan masyarakat secara nyata.

5/15/16

Agent of Change

Mahasiswadalam perspektif masyarakat


adalah kaum terdidik yang mampu menjadi
motorik (penggagas sekaligus penggerak)
perubahan dalam kehidupan sosial
masyarakat.

5/15/16

Tri Dharma Perguruan


Tinggi
Pembelajaran : konsekuensi logis dari
seorang pelajar
Penelitian : melengkapi proses
pembelajaran
Pengabdian : akumulasi dari proses
pembelajaran dan penelitian yang bersifat
aplikatif.

5/15/16

Proses belajar di antara sekat ruang kuliah


saja tidak
Pengembangan potensi diri di luar ranah
akademis yang disebut dengan soft skill.
Keberadaan organisasi kampus menjadi
penting

5/15/16

Wujud konkret peran


mahasiswa
Menjadi penyumbang gagasan yang
progresif bagi kepentingan pembangunan di
wilayah pemikiran.
Sebagai aktor pendamping rakyat di
wilayah pergerakan
Memberikan advokasi kepentingan
masyarakat luas di mata negara/penguasa.

5/15/16

Setiap manusia Hindu harus memiliki


obsesi untuk menjadi pemimpin.
Untuk itu, maka perlu dipelajari konsepkonsep kepemimpinan, para mahasiswa
perlu banyak membaca pustaka-pustaka
seperti Nitisastra, Arthasastra, dan
lainnya.
Selain itu, pendidikan karakter adalah
kunci keberhasilan individu.

5/15/16

Om Santih, Santih,
Santih, Om