Anda di halaman 1dari 19

Diimingi Kunci Jawaban UN, Pelajar SMP Diperkosa Duda

BLITAR - Seorang gadis di bawah umur berinisial SW, warga Desa Jimbe,
Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang masih duduk di
kelas 3 SMP menjadi korban pemerkosaan seorang duda satu anak berinisial W
(30). Pelaku melakukan aksi bejatnya di pinggir sungai dengan mengimingi
korban akan memberikan jawaban ujian nasional (UN).
Tidak terima dengan perbuatan pelaku, orangtua SW melaporkan perbuatan
pelaku ke Mapolsek Ludoyo Barat, Kabupaten Blitar. Polisi kemudian berhasil
mengamankan pelaku yang sudah bercerai dengan istrinya sejak tiga tahun lalu.
Di hadapan petugas, pelaku yang merupakan tetangga korbannya sendiri
mengakui segala perbuatannya. Menurutnya, awal tidak ada niat untuk
mempekosa SW dan hanya mengajak bertemu di pinggir sungai pada Rabu
malam untuk memberikan jawaban soal UN. Lantaran tidak kuat menahan nafsu,
akhirnya memperkosa SW di pinggir sungai.
Kapolsek Lodoyo Barat, AKP Sapto Rahmadi mengatakan, modus pelaku
membujuk korban dengan cara merayu akan memberikan kunci jawaban soal UN.
Korban merupakan pelajar kelas 3 SMP dan sedang melaksanakan UN.
Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat (2) Undang-Undang
RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang RI Nomor 63
Tahun 2002 dengan ancaman di atas sepuluh tahun penjara.
Komentar

Hati-Hati, Pacar Juga Bisa Melakukan Pelecehan Seksual!

Ilustrasi: aksi damai tentang penghentian kekerasan seksual pada anak dan
perempuan. (Foto:

dok.Okezone)

JAKARTA - Punya pacar saat remaja sudah menjadi hal lumrah bagi kebanyakan
orang. Tidak hanya menyalurkan perasaan sayang, gaya pacaran anak muda saat
ini pun sudah lekat dengan kontak fisik seperti bergandengan tangan, berpelukan,
berciuman hingga berhubungan badan. Karena pandangan lumrah itulah, banyak
remaja tidak sadar bahwa sang pacar, yang katanya menyayangi mereka,
sebenarnya melakukan pelecehan seksual. Dalihnya, justru itulah bukti sayang.

Padahal, menurut Psikolog Seto Mulyadi, seseorang sebaiknya memiliki


komitmen tentang batasan-batasan dalam berpacaran dengan sang pacar;
misalnya dengan memakai kacamata agama. Kemudian, kita harus menegakkan
prinsip tersebut, jangan sampai menyalahinya. Kita dan sang pacar harus
menyadari betul prinsip ini, termasuk tentang kontak fisik selama berpacaran.
"Kalau ada pemaksaan kontak fisik oleh si pacar, maka itu adalah pelecehan
seksual," kata Kak Seto, ketika mengunjungi kantor Redaksi Okezone, Senin
(28/4/2014).

Seto mengingatkan, sebagai remaja, kita harus menyadari keberadaan diri sendiri.
Dalam tataran pendidikan seks, seorang remaja harus tahu bahwa orang lain
dilarang menyentuh atau meraba-raba bagian-bagian tubuh yang tertutup dan
terlindungi.
Termasuk juga ketika sedang berada di tempat umum. Misalnya di kendaraan
umum yang penuh penumpang, ada orang di belakang kita menggesek-gesekkan
bagian tubuhnya kekita.
"Contoh

ini

juga

sudah

termasuk

pelecehan

seksual,"

imbuhnya.

Selain itu, ujar Seto, remaja juga harus menjaga kesehatan dan keamanan
reproduksi.

Mereka

harus

tahu

dan

paham

betul

fungsi

reproduksi.

"Remaja juga harus tahu bahwa risiko berhubungan intim adalah hamil atau
tertular penyakit seksual," tuturnya. (rfa)
Komentar

Marak Kekerasan Seks, Mendikbud Tambah Materi Pendidikan Reproduksi

Mendikbud Mohammad Nuh. (Foto: Faisal Harahap/Okezone)


JAKARTA - Demi mengantisipasi kekerasan seksual pada anak, Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh akan memberikan
tambahan materi pembelajaran kepada siswa berupa sistem pendidikan
reproduksi.
Nuh pun enggan mengistilahkan sistem pendidikan tersebut sebagai pendidikan
seksual. Dia lebih menerapkan kepada pendidikan agama dan budi pekerti.
"Jadi mulai dari situ kita tambahkan di kurikulum 2013. Ada namanya pendidikan
agama dan budi pekerti, itu sudah ada di kurikulum 2013, tapi ini kan baru kita
terapkan," kata Nuh, usai rapat terbatas, di Istana Negara, Jakarta, Rabu
(14/5/2014).
Kemudian, lanjut mantan Menkominfo ini, pihaknya pun lebih "sreg" dengan
istilah kesehatan reproduksi. Ini menurutnya, sebagai ganti dari istilah pendidikan
seksual yang diganti dengan pendidikan sistem reproduksi.

"Termasuk juga kita kenalkan tentang hak dan kewajiban sebagai anak. Itu
artinya sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap anak itu," tambah dia.
Adapun sistem pendidikan ini akan mulai diterapkan kepada anak-anak sejak dini
alias sejak mereka masuk sekolah, yakni mulai kelas 1.
"Sejak kelas 1 sudah kita kenalkan. Tentu dengan bahasa dan gaya yang sesuai
dengan tingkatan masing-masing," tutur dia.
Nantinya, sistem pengenalan pendidikan ini tidak akan masuk dalam mata
pelajaran, namun dalam bentuk tema. Sebagai contoh tema kebersihan, yang
terdiri dari kebersihan terhadap diri yang harus dikenal oleh para anak-anak.
"Kebersihan ini, mohon maaf, bagaimana kalau pipis, cara membersihkannya,
kalau buang air besar seperti apa, itu kan bagian dari kesehatan dan harus
diperkenalkan," jelas Nuh.
Nah, untuk pengetahuan mengenai pelecehan seksual, pihaknya juga tidak akan
secara blak-blakan memperkenalkannya.
"Ada yang boleh dan tidak boleh, tentu dengan bahasa yang khusus, tidak boleh
vulgar, kalau menyampaikan secara vulgar tentu melanggar kaidah pendidikan
sendiri," pungkas dia.
(ade)
Komentar

Guru Silat Tepergok Istri Perkosa Anak Tetangga

SUMSEL - Kejahatan seksual pada anak-anak kembali terjadi di Sumatera


Selatan (Sumsel). Kali ini menimpa A (15), warga Desa Sumber Asri Kecamatan
Lubai Ulu kabupaten Pali. Dia diperkosa oleh tetangganya HM (26) yang satu
perguruan silat dengan korban
Menurut Suparman (36), ayah korban yang melapor ke Polsek Lubai, kejadian
berawal saat putrinya dan pelaku melatih pencak silat di desanya 5 Mei 2016.
Saat perjalanan pulang, pelaku yang mengetahui kalau saat itu rumah korban
kosong, diam-diam menguntit korban dari belakang.
Sesampai di rumah korban, pelaku pura-pura ingin bertemu dan memastikan
situasi rumah dalam keadaan sepi. Saat korban masuk hendak mengambilkan
minum, pelaku langsung membekap korban dari belakang dan membawanya ke
kamar.
Korban kemudian dipaksa mempreteli pakaian yang menempel di tubuhnya.
Takut ancaman akan dianiaya, korban mengikuti perintah pelaku. Sejurus
kemudian, pelaku mulai menggerayangi korban dan merenggut kegadisannya.
Saat sedang melakukan persetubuhan, tiba-tiba istri pelaku datang dan berteriak
sejadi-jadinya melihat suaminya sedang bersetubuh dengan korban.
Palaku panik dan langsung melarikan diri, nahasnya korban yang nyaris pingsan
diperkosa pelaku menjadi sasaran emosi istri pelaku. Dia diseret menyeret korban

keluar sembari berteriak kepada warga kalau korban terlah berselingkuh dengan
suaminya.
Spontan warga mulai berdatangan ke tempat kejadian. Keluarga korban merasa
terpukul dengan perlakuan pelaku dan fitnah istrinya terhadap korban dan
langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rambang Dangku dengan
LP/B/14/V/2016/Sumsel/Res M. Enim/Sek. Rb. Lubai tertanggal 12 Mei 2016.
Kapolsek Lubai AKP Bustomi membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya
telah mengambil keterangan saksi dan turun ke lapangan melakukan penyelidikan
terkait kebenaran laporan tersebut.
"Korban juga telah dibawa ke rumah sakit guna kepentingan visum," katanya,
Kamis (12/5/2016).
Sedangkan pelaku dan istrinya, masih dalam pengejaran. "Usai kejadian itu,
mereka berdua sudah menghilang," ujarnya. (Ari)
Komentar

SETUBUHI BOCAH DI BAWAH UMUR, OKNUM SATPOL PP


DIRINGKUS

JOMBANG - Sutrisno (35), oknum pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol
PP) dilaporkan ke Mapolres Jombang. Sebab, warga Kabupaten Jombang itu,
diduga telah menyetubuhi RA (15), yang tak lain adalah tetangganya sendiri.
Kasubbag Humas Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti, membernarkan
adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, kasus itu saat ini tengah didalami Unit
Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres.
"Benar, kami sudah menerima laporan itu. Saat ini penyidik masih fokus meminta
keterangan secara intensif terhadap korban. Mengingat korban masih di bawah
umur," ujarnya kepada Okezone, Rabu (11/5/2016).
Retno menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan pihaknya,
persetubuhan itu bermula ketika Sutrisno mengajak korban untuk mengobrol di
dalam ruangan Satpol PP.
"Menurut pengakuan korban, saat di dalam kantor itu, terlapor memperlihatkan
video porno. Kemudian terlapor bilang ke korban apa mau diajak berhubungan
seperti di video, sambil mengiming-imingi uang Rp 50.000," imbuhnya.
Karena termakan bujuk rayu, RA hanya bisa pasrah saat oknum penegak perda itu
menggerayangi tubuhnya. Di dalam ruangan Satpol PP itu, korban diduga

disetubuhi. Pasca-kejadian itu, RA mulai berubah. Remaja yang masih duduk


dibangku SMP itu lebih banyak berdiam diri. Selain itu, beredar kabar di
masyarakat, jika RA telah berbadan dua.
"Dari desas desus itu, kemudian orang tua korban memutuskan untuk
memeriksakan korban ke bidan desa. Ternyata korban tidak hamil. Dari itulah RA
mengaku sudah berhubungan badan dengan terlapor," terangnya.
Tak terima dengan ulah Sutrisno, orang tua korban akhirnya melaporkan
peristiwa itu Mapolsek Jogoroto dan diterusan ke UPPA Sat Reskrim Polres
Jombang. Sejauh ini, polisi telah memintai keterangan delapan orang saksi terkait
kasus ini.
"Nanti dari hasil visum akan kelihatan hubungan itu dipaksa atau tidak. Kami
juga belum dapat menentukan tersangka dalam kasus ini," tandasnya. (kha)
Komentar

IMINGI PONSEL, SOPIR TRUK PERKOSA REMAJA


16 TAHUN DI BANTEN

SERANG - Diimingi-imingi akan dibelikan ponsel, Nr gadis berumur 16 asal


Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, menjadi pelampiasan hawa nafsu sopir truk
NG (39). Kasus tersebut terbongkar, saat keluarga mencurigai perubahan sikap Nr
yang sering murung dan menyendiri di dalam kamar.
Ketika didesak akhirnya Nr mengaku telah ditiduri oleh NG sehingga akhirnya
pihak keluarga melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Polres
Serang.
Kuasa hukum korban, Hanz Purnama mengatakan, kasus pemerkosaan yang
menimpa Nr terjadi pada Kamis 28 April 2016. Saat itu, korban diajak oleh
pelaku jalan-jalan ke Kota Serang. Namun menjelang malam tiba, pelaku
bukannya mengantarkan korban pulang justru membawa korban ke sebuah hotel
kelas melati di Kota Serang.
"Pengakuan korban, baru satu kali di hotel, itu pun dipaksa dan diiming-iingi
akan dibelikan handphone," kata Hanz saat ditemui di Mapolres Serang, Rabu
(11/5/2016).

Atas kejadian tersebut, kondisi psikis korban terganggu. Tidak hanya sering
mengurung diri di dalam kamar nafsu makan korban juga berkurang. Kasihan
anaknya depresi, dia juga makannya sedikit. Kami minta pelaku agar segera
ditangkap, katanya.
Dia mengaku, pihak keluarga korban sempat mendapat ancaman dari keluarga
pelaku agar tidak membuat laporan di kepolisian. Namun karena terus diyakinkan
akhirnya pihak keluarga sepakat untuk melaporkan NG.
"Apalagi korban tidak hanya Nr saja, karena ada korban lain yang enggan
melaporkannya, tandasnya. (ris)
Komentar

Kena Modus Imam Sapii, Gadis Tulungagung Serahkan Keperawanan

Ilustrasi Pemerkosaan (Dok: Shutterstock)


TULUNGAGUNG - Berbekal kemampuan berbujuk rayu, Imam Sapii (24)
seorang sopir truk asal Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten
Tulungagung, berhasil merenggut kehormatan gadis berusia 15 tahun, warga
Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.
Tidak terima anak gadisnya dinodai, pihak keluarga korban melapor ke Mapolres
Tulungagung. Yang bersangkutan (Imam Sapii) langsung kami tetapkan sebagai
tersangka, kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Andria D Putra, Selasa
(10/5/2016).
Kepada petugas, Imam mengakui, mulai berkenalan dengan korban sejak Oktober
2015. Lincahnya bersilat lidah, dalam waktu sebulan atau November 2015, Imam
berhasil membuat korban jatuh hati padanya.
Hubungan sebagai kekasih itu terus berlanjut hingga bulan Mei 2016, terang
Andria.
Di rumah neneknya yang berada di Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Imam
pertama kali menyetubuhi korban. Perbuatan itu terus terulang hingga empat kali.
Terakhir, Imam meniduri korban pada 2 Mei 2016.
Semua perbuatan tidak senonoh itu terungkap setelah korban tidak pulang tiga
hari tanpa pamit. Pihak keluarga semakin tidak terima ketika mendapat kabar
tidak pulangnya korban karena bersama pelaku, jelasnya.

Setelah dipancing melalui teman-temannya, pelaku dan korban akhirnya muncul


di sekitar komplek stadion Rejoagung Tulungagung. Tanpa menunggu waktu
lama, pihak keluarga langsung menggelandang keduanya ke mapolres.
Andria menegaskan, pelaku akan dijerat dengan UU RI No 35 tahun 2014 tentang
Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Sebab yang bersangkutan telah terbukti telah melakukan bujuk rayu terhadap
gadis di bawah umur untuk melakukan persetubuhan, pungkasnya. (fid)
Komentar

PULANG SEKOLAH, GADIS BELIA DIPERKOSA DI KEBUN KOSONG

BEKASI - Seorang gadis belia, berinisial PI (12) diperkosa oleh orang tak
dikenalnya di sebuah kebun kosong di Kampung Cakung RT 03/05, Jatiasih, Kota
Bekasi.
Ayah korban, Ahmad (35) menjelaskan kejadian tersebut, berawal ketika sang
gadis yang ingin pulang ke rumahnya di Kampung Cakung, dengan sepeda usai
pulang dari sekolah belajar tambahan persiapan UN pekan depan.
"Anak saya waktu pulang dicegat orang tak dikenal minta diantarkan ke sebuah
alamat," kata Ahmad, Selasa (10/5/2016).
Karena merasa kasihan, kata Ahmad, sang anak pun tak merasa curiga, akhirnya
mereka berdua berboncengan sepeda milik korban yang biasa digunakan untuk
sekolah.
"Anak saya dibonceng pelaku naik sepedanya yang biasa dipakainya, untuk
mengantarnya ke alamat yang diminta oleh pelaku tersebut," ungkap Ahmad.
Tanpa disadari, tak berapa jauh anaknya dan pelaku pun sampai di lokasi, kata
Amad, pelaku pun mulai beraksi dan melancarkan aksinya kepada anaknya.

"Dia melakukan aksinya dengan cara mengancam anak saya, dengan cutter dan
golok yang dibawa pelaku," terang Ahmad.
Sampai akhirnya, diakui Ahmad sesuai keterangan yang didapatkan dari anaknya
itu, usai puas dengan nafsu bejatnya anaknya pun disuruh pulang dan pelaku lalu
pergi meninggalkan lokasi.
Sementara, anaknya yang pulang dengan keadaan menangis dan ditengah guyur
hujan yang turun, diakui Ahmad, sang anak menceritakan peristiwa yang
dialaminya.
"Saya dan istri kaget waktu denger ceritanya kemarin, dan dia sendiri tak
mengenal pelakunya. Hanya saja, dia hafal dengan ciri-ciri pelakunya yang
menurut anaknya, tubuhnya sangat bau," tuturnya.
Lebih jauh, kata Ahmad, agar pelakunya dapat ditangkap dan khawatir timbul
korban lainnya, dia lalu melaporkan kasus ini ke Polsek Jatiasih. Namun, setelah
di kantor polisi itu dia dan keluarganya diarahkan melaporkan kasus ini ke
Polresta Bekasi Kota.
"Awalnya lapor ke Polsek, lalu diarahkan ke Polres dengan diantar mobil oleh
anggota," jelasnya.
Terakhir, diakui Ahmad, anaknya setelah kasus yang menimpanya ini masih
trauma dan belum bisa banyak dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
"Iya anaknya saat ini masih trauma dan kalau ditanya-tanya marah. Jadi kita cuma
baikin dia aja di rumah, setelah tadi pulang visum ke RSUD kota Bekasi,"
tandasnya.
Namun demikian, terkait kasus yang terjadi sampai dengan berita ini diturunkan
belum ada keterangan resmi yang dapat dimintai dari aparat Kepolisian setempat.
Bahkan, terkesan kasus tersebut ditutup-tutupi oleh aparat kepolisian setempat.
Kini kasus tersebut pun, ditangani oleh Unit PPA Polresta Bekasi Kota. (wal)
Komentar

Usai Melahirkan, Mahasiswi Buang Bayi ke Dalam KARDUS

TERNATE - Seorang mahasiswi di Kota Ternate, Maluku Utara diduga


melahirkan seorang bayi laki-laki dan dibiarkan dalam kardus hingga tewas.
Informasi yang dihimpun Okezone, mahasiswi berinisial RM (20) yang beralamat
di

Kelurahan

Kampung

Pisang,

Kecamatan

Ternate

Tengah,

awalnya

memeriksakan kesehatannya di Rumah Sakit Islam dengan keluhan mengalami


masalah mensturasi. Namun, saat dokter melakukan pemeriksaan melihat kondisi
kemaluan RM sobek hingga anus.
Dokter menyimpulkan, RM baru usai melahirkan bayi dan mencoba
menyembunyikan dengan alasan mengalami sakit lain. Pihak rumah sakit
kemudian melaporkan ke aparat kepolisian. Bersama keluarga RM, aparat
mengecek kondisi kamar kos RM dan ditemukan kardus berisi bayi yang tak lagi
bernyawa.
Bayi tersebut saat ditemukan masih terlilit tali arinya yang melekat ke pusar.
Untuk kepentingan penyelidikan, jasad bayi tersebut kemudian usai diautopsi
untuk selanjutnya dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara RM, orangtua bayi dalam kardus hingga kini masih terbaring di rumah
sakit untuk mendapatkan perawatan akibat perdarahan.
Kapolsek Ternate Utara AKP Fitra Zuanda membenarkan peristiwa tersebut.
Namun menolak memberikan keterangan lengkap dengan alasan masih dalam
proses penyelidikan.
Memang benar ada peristiwa itu, namun kami belum bisa memberikan
keterangan karena masih dalam pengembangan, ujarnya. (Ari)

Gadis Belia Dicabuli Delapan Orang Tetangganya Bertahun-tahun

SURABAYA Seorang gadis belia berumur 13 tahun, warga Ngagel, Kota


Surabaya, Jawa Timur menjadi korban pencabulan delapan orang anak laki-laki
yang kesemuanya masih di bawah umur.
Menurut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Imam Sumantri, ke delapan pelaku
merupakan tetangga korban sendiri. Ia mengatakan, korban dicabuli oleh para
tersangka sejak korban masih berusia 4 tahun.
"Para tersangka tersebut adalah tetangga korban sendiri," kata dia, Kamis
(12/5/2016).
Imam menambahkan, ke delapan pelaku saat ini sudah diamankan di
Mapolretabes Surabaya. Mereka antara lain MI (9), MY (12), JS (14), AD (14),
BS (12), LR (14), AS (14), HM (14).
Menurut pengakuan korban, tersangka AS adalah orang pertama yang melakukan
pencabulan terhadap dirinya. Merasa perbuatannya tidak diketahui orang lain,
tersanga mengulangi perbuatannya berkali-kali. Bahkan, saat mengulangi
perbuatannya, tersangka juga mengajak teman-temannya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, untuk melancarkan aksinya, para tersangka juga
mencekoki korban dengan pil ekstasi, dan minuman keras (miras). Sehingga,
korban dapat dicabuli secara bergiliran.
"Walaupun para tersangka masih di bawah umur, proses hukum tetap berjalan
sebagaimana mestinya, agar hukum tidak diremehkan," ujarnya.
Atas perbuatannya, para tersangka diancam dengan hukuman penjara selama 15
tahun.
Sementara, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang datang ke Mapolrestabes
Surabaya sempat menginterogasi salah satu tersangka. "Kamu tahu cara main
seperti itu dari mana?" tanya Risma.
Mendapati pertanyaan itu, salah seorang tersangka menjawab bahwa dia
mengetahui cara berhubungan seksual dari film porno di sebuah warnet. Tepatnya,
warnet yang ada di sekitar rumah tersangka dan korban, di Jalan Ngagel Surabaya.
Oleh karena itu, Risma berjanji akan kembali melakukan razia terhadap warnetwarnet yang menyediakan film porno. "Kalau ketahuan, akan langsung saya
tutup," ujar Risma.
Risma melanjutkan, persoalan itu sebenarnya masih memiliki kaitan dengan bekas
lokalisasi Dolly. Sebab, sebelumnya korban pernah tinggal di kawasan Dolly.
Sehingga, sedikit banyak korban juga ikut terpengaruh dan memiliki rasa
ketagihan terhadap hubungan seksual.
"Makanya, sudah lama saya ingin menutup Dolly, dan beginilah hasil buruk Dolly
itu," tegas Risma.
Risma menambahkan, kasus itu dilaporkan korban kepada orang tuanya, karena
sudah merasa tidak kuat dengan rasa ketagihan itu. "Oleh karena itu, nanti kami
juga akan berusaha menyembuhkan apa yang dialami korban," katanya. (fds)
Komentar