Anda di halaman 1dari 17

TEORI KEPRIBADIAN

B.F. SKINNER

ISMI DWI SYAFITRI


LANGGENG HUZAIN A.
MARETANIA DEVI M.S.
YULIA AGITATIK MENTARI

BIOGRAFI
Lahir di Susquehanna,
Pennsylvania, pada
tanggal 20 Maret 1904
dan meninggal pada
tanggal 18 Agustus 1990
di Cambridge Hospital,
Amerika Serikat.
B. F. Skinner merupakan
satu pelopor progresifitas
behaviorisme.
Minat utama Skinner
adalah pada analisis
eksperimental atas
tingkah laku.

Saya tidak pernah disiksa secara fisik oleh ayahku


(pengacara) dan hanya sekali oleh ibuku. Ibuku
mencuci mulutku dengan air sabun karena saya
berbicara kata-kata kotor. Ayahku tidak pernah lupa
mengingatkan saya akan siksaan yang menannti bila
saya berpikiran kriminal. Dia sekali membawa saya
berkeliling penjara menyaksikan sendiri para kriminal
yang masuk penjara. Akibatnya saya sangat takut
dengan polisi

PRINSIP-PRINSIP DASAR
1. Perilaku itu terjadi menurut hukum
tertentu (behavior is lawful)
2. Perilaku dapat diramalkan
(behavior can be predicted)
3. Perilaku manusia sapat dikontrol
(behavior can be controlled)

STRUKTUR KEPRIBADIAN
Tingkah laku hanya dapat diubah dan dikontrol
dengan mengubah lingkungan. Oleh karena itu,
Skinner lebih tertarik dengan aspek yang
berubah-ubah dari kepribadian dari pada aspek
struktur yang tetap. Unsur kepribadian yang
dipandangnya relatif tetap adalah tingkah laku itu
sendiri.
Ada dua klasifikasi tipe perilaku, yaitu:
a. Perilaku responden (Respondent Behavior)
b. Perilaku operan (Operant Behavior)

DINAMIKA KEPRIBADIAN
1. Kepribadian dan Belajar
Kepedulian utama Skinner adalah mengenai
perubahan tingkah laku. Jadi hakekat teori
Skinner adalah teori belajar, bagaimana
individu menjadi memiliki perilaku baru,
menjadi lebih terampil, menjadi lebih tahu.
Kehidupan terus-menerus dihadapkan dengan
situasi eksternal yang baru dan organisme
harus belajar merespon situasi baru itu
memakai respon lama atau respon yang baru
dipelajarinya.

2. Pengkondisian Operan
Menurut Skinner dalam (Dimyati Mahmud, 1989: 123) tingkah laku
bukanlah sekedar respon terhadap stimulus, tetapi suatu tindakan
yang disengaja atau operant. Operant ini dipengaruhi oleh apa yang
terjadi sesudahnya. Jadi operant conditioning atau operant learning itu
melibatkan pengendalian konsekuensi.
Penelitian operant conditioning dilakukan Skinner dengan
objek burung merpati

Disamping itu pula dari eksperimen yang dilakukan B.F.


Skinner, diantaranya :
Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku
diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku
tersebut akan meningkat.
Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku
operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak
diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut
akan menurun bahkan musnah.

3. Penguatan ( reinforcement )

Reinforcement merupakan bagian yang sangat penting


dalam kondisioning operan. Reinforcement sangat
menentukan perilaku yang muncul dalam kondisioning
operan. Reinforcement dapat bersifat positif maupun bersifat
negatif.

Penguat positif adalah peristiwa atau sesuatu


yang membuat tingkah laku yang dikehendaki
berpeluang untuk diulangi.

penguat negatif adalah peristiwa atau suatu


yang membuat tingkah laku yang dikehendaki
kemungkinan kecil akan diulang. Penguat negatif
adalah hukuman (punishment)

4. Generalisasi & Diskriminasi


Generalisasi stimulus (stimulus generalization) adalah proses
timbulnya respon dari stimulus yang mirip dengan stimulus
yang mestinya menimbulkan respon tersebut.
diskriminasi stimulus (stimulus discrimination) adalah
kemampuan untuk membedakan stimulus, sehingga stimulus
tersebut tidak direspon walaupun mirip dengan stimulus yang
diberi penguat.
Generalisasi dan diskriminasi sangat penting sebagai sarana
belajar dalam menghadapi berbagai situasi baik situasi yang
sama maupun situasi yang berbeda.

PERKEMBANGAN
KEPRIBADIAN
Konsep perkembangan kepribadian menurut skinner lebih
didominasi oleh pengaruh eksternal atau peran
lingkungan dalam pembentukkan perilaku.
Tingkah laku sosial
Bagi Skinner, gambaran ciri kepribadian itu dapat
diterjemahkan dalam sekelompok respon spesifik yang
cenderung diasosiasikan dengan situasi tertentu. Ketika
orang berinteraksi dengan orang lain, orang tersebut
direinforcerment untuk melakukan tingkah laku dominan.
Semua dikembalikan kepada riwayat reinforcement yang
pernah diterima oleh seseorang.

Patologis Dan Perubahan Tingkah


Laku
Skinner berpendapat bahwa tingkah laku abnormal
berkembang dengan prinsip yang sama dengan
perkembangan tingkah laku yang normal.
Oleh karena itu, tingkah laku yang abnormal dapat
diganti dengan tingkah laku normal dengan cara
sederhana yaitu memanipulasi lingkungan.
Kelainan tingkah laku adalah kegagalan belajar
membuat seperangkat respon yang tepat.

Kegagalan tersebut dapat berupa:


1. Kekurangan tingkah laku (behavior deficit)
Tidak memiliki repertoir respon yang dikehendaki
karena miskin reinforcement
2. Kesalahan penguatan (schedules
reinforcement error)
Pilihan responnya tepat, tetapi reinforcement
diterima secara tidak benar sehingga organisme
cenderung memakai respon yang tidak dikehendaki

3. Kesalahan memahami stimulus (failure in


discriminating stimulus)
Orang gagal dalam memilah tanda-tanda yang ada
pada stimulus sehingga stimulus yang benar
dihubungkan dengan hukuman sedangkan yang
salah dihubungkan dengan reinforcement.
Akibatnya akan terjadi pembentukan tingkah laku
yang tidak dikehendaki
4. Merespon secara salah (inapropriate set of
response)
Ketidakmampuan mengenali penanda spesifik suatu
stimulus, sehingga akhirnya orang
mengembangkan respon yang salah karena justru
respon tersebut yang mendapat reinforcement.

Modifikasi Tingkah Laku


B-Mod (sebutan untuk behavior modification)
adalah strategi untuk mengubah tingkah laku
bermasalah.
Beberapa teknik yang dikemukakan oleh Skinner :
a. Pembanjiran (Flooding)
b. Terapi Aversi

c. Pemberian hadiah atau hukuman secara


selektif (selective reward/punishment)
d. Latihan keterampilan sosial (social skill
training)
e. Kartu berhaga (Token Economy)

Kritik terhadap teori skinner


kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman
sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Menurut Skinner
hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari
perbuatannya. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan
merasakan akibat dari kesalahan. Penggunaan hukuman verbal maupun
fisik seperti: kata-kata kasar, ejekan, cubitan, jeweran justru berakibat
buruk pada siswa.
Selain itu kesalahan dalam reinforcement positif juga
terjadi didalam situasi pendidikan seperti penggunaan
rangking Juara di kelas yang mengharuskan anak
menguasai semua mata pelajaran. Sebaliknya setiap
anak diberi penguatan sesuai dengan kemampuan yang
diperlihatkan sehingga dalam satu kelas terdapat banyak
penghargaan sesuai dengan prestasi yang ditunjukkan
para siswa: misalnya penghargaan di bidang bahasa,
matematika, fisika, menyanyi, menari atau olahraga.

END

THANKS