Anda di halaman 1dari 4

Gingivitis

Pengertian
Gingivitis adalah peradangan pada jaringan gingiva (Lindhe, 2003, hal. 198-207) atau
merupakan peradangan gusi yang paling sering terjadi dan merupakan respon inflamasi tanpa
merusak jaringan pendukung (Carranza, F. A., Newman, M. G. 2002. Clinical
Periodontology. 10th ed. Tokyo: W. B.Saunders Company.). Inflamasi atau peradangan yang
mengenai jaringan lunak di sekitar gigi atau jaringan gingiva disebut gingivitis (Carranza,
2006).

(http://medicastore.com/penyakit/143/Gingivitis_radang_gusi.html)

Etiologi
1. Faktor Primer (utama)
Faktor primer yang menyebabkan gingivitis adalah plak
2. Faktor Sekunder
2.1 Faktor lokal
Faktor lokal yang menyebabkan gingivitis adalah kalkulus, permukaan yang kasar,
tambalan overhang, gigi berjejal
2.2 Faktor sistemik
Faktor sistemik yang menyebabkan gingivitis adalah faktor genetik, nutrisional,
hormonal dan hematologi.
3. Faktor lainnya

3.1 Kehamilan
Pada kehamilan, Gingivitis bisa semakin memburuk. Hal ini terutama disebabkan
oleh perubahan hormonal. Keadaan ini didukung oleh kurangnya menjaga
kebersihan mulut karena wanita hamil sering merasa mual di pagi hari. Selama
kehamilan,iritasi ringan (yang paling sering adalah pembentukan karang gigi) bisa
menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari jaringan gusi yang menyerupai
benjolan. Keadaan ini disebut tumor kehamilan. Jika terluka atau pada saat makan,
jaringan gusi yang membengkak ini mudah mengalami pendarahan.
3.2 Pubertas
3.3 Obat-obatan
Obat-obatan tertentu bisa menyebabkan pertumbuhan gusi yang berlebihan
sehingga plak sulit dibersihkan dan terjadilah gingivitis. Obat-obat tersebut
adalah: Fenitoin (obat anti kejang), Siklosporin (diminum oleh penderita yang
menjalani pencangkokan organ), Calcium channel blocker (misalnya nifedipin,
obat untuk mengendalikan tekanan darah dan kelainan irama jantung)
3.4 Kekurangan vitamin C
Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan gingivitis, dimana gusi meradang dan
mudah berdarah.
3.5 Perokok
Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak dari pada yang bukan
perokok. Karang gigi yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan berbagai
keluhan seperti Gingivitis atau gusi berdarah. Disamping itu hasil pembakaran
rokok dapat menyebabkan gangguan sirkulasi peredaran darah ke gusi sehingga
mudah terjangkit penyakit. (Laskaris, G. 2000. Color Atlas of Oral Diseases in
Children and Adolescents. New York:Thieme.).

Klasifikasi
Gingivitis dibedakan berdasarkan perjalanan dan lamanya serta penyebarannya (Carranza, F.
A., Newman, M. G. 2002. Clinical Periodontology. 10th ed. Tokyo: W. B.Saunders
Company).
Berdasarkan perjalanan dan lamanya diklasifikasikan atas empat jenis yaitu :
1. gingivitis akut (rasa sakit timbul secara tiba-tiba dan dalam jangka waktu pendek),
2. gingivitis subakut (tahap yang lebih hebat dari kondisi gingivitis akut),
3. gingivitis rekuren (peradangan gusi yang dapat timbul kembali setelah dibersihkan
dengan perawatan atau hilang secara spontan dan dapat timbul kembali),
4. gingivitis kronis (peradangan gusi yang paling umum ditemukan, timbul secara
perlahan-lahan dalam waktu yang lama, dan tidak terasa sakit apabila tidak ada
komplikasi dari gingivitis akut dan subakut yang semakin parah).
Berdasarkan penyebarannya gingivitis diklasifikasikan atas lima jenis yaitu:
1. localized gingivitis (membatasi gusi pada satu daerah gigi atau beberapa daerah gigi),
2. generalized gingivitis (meliputi gusi di dalam rongga mulut secara menyeluruh),
3. marginal gingivitis (meliputi margin gusi tetapi juga termasuk bagian batas gusi
cekat),
4. papillary gingivitis (meliputi papila interdental, sering meluas sampai batas margin
gusi, dan gingivitis lebih sering diawali pada daerah papila),
5. diffuse gingivitis (meliputi margin gusi, gusi cekat, dan papila interdental).