Anda di halaman 1dari 2

Definisi Tingkat Isolasi Dasar

Ketika sambaran petir dengan tegangan sangat besar muncul pada sistem, gangguan
tersebut terbuang melalui gelombang sebelum peralatan listrik pada sistem rusak. Oleh
karena itu, isolasi pada peralatan listrik dirancang untuk bisa menahan tegangan minimum
tertentu sebelum sambaran petir merusak seluruh perangkat proteksi. Oleh sebab itu,
tegangan operasi hentakan arus listrik harus lebih rendah daripada tingkat tegangan minimum
yang menahan peralatan pada sistem. Rating tegangan minimum ini dinamakan BIL atau
Basic Insulation Level (Tingkat Isolasi Dasar) pada peralatan-peralatan listrik. Tegangan yang
menahan peralatan pada sistem kelistrikan atau transmisi harus ditentukan sesuai tegangan
sistem operasi. Untuk memastikan stabilitas sistem, ketika tegangan yang sangat besar tibatiba terjadi, kekuatan perangkat yang terhubung pada sistem dalam menahan gangguan
sebaiknya melebihi dari tingkat yang telah ditentukan. Terdapat beberapa jenis tegangan
gangguan yang masuk pada sistem. Jenis-jenis tegangan tersebut dibedakan sesuai
karakteristik yang dimilikinya, seperti amplitudo, durasi, bentuk gelombang, frekuensi, dan
lain-lain. Dalam pandangan ekonomi, sistem tenaga listrik perlu didesain sesuai BIL sesuai
karakteristik tegangan yang mungkin terjadi pada sistem. Terlebih lagi, terdapat peralatanperalatan pelindung tegangan lebih yang berbeda yang terpasang pada sistem. Dengan adanya
peralatan-peralatan proteksi tersebut, tegangan lebih yang dpaat merusak sistem dapat diputus
secepat mugnkin. Karena itu, tidak ada gunanya mendesain sistem yang isolasinya dapat
menahan seluruh tegangan gangguan untuk seluruh durasi waktu. Contohnya, tegangan
sambaran petir yang muncul pada sistem dalam periode waktu tertentu dapat dibuang secepat
mungkin oleh arrester (perangkat proteksi sistem).
Isolasi pada peralatan listrik harus didesain sehingga isolasi tersebut tidak rusak
sebelum tegangan yang disebabkan oleh sambaran petir dibuang oleh arrester. BIL pada
peralatan listrik menentukan kualitas dielektrik sistem dan dinyatakan untuk pengujian
gangguan dengan tegangan tertinggi adalah tegangan gelombang penuh berbentuk 1/50 s.
Jumlah isolasi yang cukup disediakan di seluruh bagian dari sistem khususnya tansformer
yang merupakan bagian penting dalam sistem. Standardisasi BIL dapat dibuat serendah
mungkin untuk tujuan keamanan.
Gangguan sambaran petir merupakan kejadian yang tidak terduga. Jadi sangat tidak
mungkin memprediksi besar dan ukuran tegangan gangguan tersebut. Setelah mempelajari
sifat sambaran petir, badan standardisasimemutuskan dan memperkenalkan bentuk dasar dari

gelombang impuls yang digunakan untuk menguji tegangan impuls pada peralatan listrik,
meskipun tegangan impuls ini tidak berkaitan langsung dengan gangguan sambaran petir.
Sebelum membahas mengenai detail BIL pada sistem listrik, mari kita coba untuk
memahami bentuk dasar tegangan impuls.
Tegangan Impuls
Sesuai standar Amerika, bentuk gelombang impuls adalah 1,5/40 s. Sedangkan
standar India adalah 1,2/50 s. Representasi dari bentuk gelomang ini memiliki makna
khusus. Seperti gelombang impuls 1,2/50 s memiliki makna sebagai gelombang tidak
langsung yang terus naik dari 0 hingga mencapai titik puncaknya adalah1,2 s, lalu turun
hingga 50% dalam kurun waktu 50 s. Bentuk gelombangnya adalah seperti dibawah ini.

Tegangan breakdown pada peralatan listrik diharapkan memiliki bentuk serupa atau
lebih tinggi dari BIL yang sudah ditentukan, dan percikan tegangan lebih atau kilat dilindungi
oleh arrester diperlukan untuk lebih rendah dari nilai-nilai ini sehingga ketika petir
menyambar, tegangan gangguan hanya terjadi pada penangkal petir dan tidak melalui
peralatan-peralatan pada sistem. Diperlukan batas-batas yang cukup pada arrester petir dan
tingkat isolasi daripada peralatan seperti tabel dibawah ini.
Tabel Tingkat Isolasi Dasar
Tegangan Nominal Sistem
11 kV
33 kV
66 kV
132 kV
220 kV

BIL Standar India


75 kV
170 kV
325 kV
550/650 kV
900/1050 kV

BIL Standar Inggris


200 kV
450 kV
650/750 kV
900/1050 kV