Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MAKALAH

ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN


(AMDAL)
UKL UPL RENCANA KEGIATAN PASAR KOTA SAWAHLUNTO

Disusun Oleh :
Hafidhah Farahdilla (1113020008)
Lia Fitriani (1113020026)
3 SIPIL 1 PAGI

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


JURUSAN TEKNIK SIPIL
KONSTRUKSI SIPIL
2016

PENDAHULUAN
Latar Belakang proyek
Aktivitas perdagangan di Kota Sawahlunto sebagaimana aktivitas perdagangan
pada umumnya di wilayah Sumatra Barat, masih didominasi oleh pedagang kecil yang
memanfaatkan fasilitas pasar seperti toko, kios maupun los. Kondisi sektor perdagangan di
Kota Sawahlunto menunjukkan peningkatan yang sangat pesat dalam kurun waktu 5 (lima)
tahun belakangan ini, hal ini seiring dengan kondisi Kota Sawahlunto yang saat ini menjadi
salah satutujuan wisata utama di porovinsi Sumatera Barat.
Keberhasilan program pengembanganan sekor perdagangan sangat dipengaruhi
oleh kondisi fasilitas pasar, fasilitas transportasi, telekomunikasi dan perbankan dalam arti
kualitas dan kuantitas. Oleh sebab itu, program pengembangan sekor perdagangan sangat
tergantung dengan program pengembangan fasilitas pendukungnya. Dengan demikian,
roda perekonomian daerah akan dapat berkembang dengan lebih dinamis dan pada
gilirannya akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dari uraian diatas, program pembangunan Pasar Kota Sawahlunto merupakan salah
satu program prioritas dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Beberapa hal yang
melatarbelakangi program pembangunan Pasar Sawahlunto ini adalah :
1. Kondisi sarana Pasar Kota Sawahlunto tidak sesuai dengan tingkat perkembangan
penduduk
2. Untuk menjamin kepastian bagi pedagang sektor informal yang saat ini menjadi
sumber kesemrawutan lokasi pasar danpusat kota
3. Menunjang perekonomian daerah
4. Menunjang pariwisata sesuai dengan Visi dan Misi Kota Sawahlunto
Mengingat rencana pembangunan tersebut akan mengakibatkan dampak terhadap
lingkungan, maka perlu dilakukan langkah pengendalian dampak terhadap lingkungan.
Pengendalian dampak terhadap lingkungan ini merupakan cara yang sangat efektif dalam
rangka melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan hidup. Pembangunan
berwawasan lingkungan merupakan upaya sadar dan berencana mengelola sumber daya
secara bijaksana untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup masyarakat Indonesia.

Sehingga hasil akhir yang diinginkan adalah terciptanya pembangunan yang berkelanjutan
yang berwawasan lingkungan.
Sesuai perencanaan Pembangunan Pasar Kota Sawahlunto akan dibangun pada
lahan seluas kurang lebih 4.258 m2 yang terletak di kelurahan Pasar Kecamatan Lembah
Segar Kota Sawahlunto Provinsi Sumatra Barat, sehingga untuk mewujudkan
pembangunan yang berwawasan lingkungan tersebut, sesuai dengan keputusan Gubernur
Sumatra Barat Nomor 21 Tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Dokumen
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
(UPL) di Provinsi Sumatra Barat, dijelaskan bahwa Rencana Usaha/Kegiatan
Pembangunan Pasar dengan Luas area < 10.000 Ha wajib memiliki Dokumen UKL dan
UPL.
Oleh karena itu sebelum melakukan kegiatan konstruksi dan operasi Pasar Kota
Sawahlunto, terlebih dahulu pemrakarsa dalam hal ini Dinas Perindagkop (Dinas
Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi) Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat,
sebagai Pemrakarsa Kegiatan yang wajib melaksanakan upaya pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup seperti yang tercantum dalam dokumen tersebut, kegiatan
harus menyusun Dokumen UKL dan UPL untuk menjamin tercapainya pembangunan yang
berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.
Tujuan dan Kegunaan Kegiatan :
Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan dokumen UKL dan UPL ini adalah untuk
memberikan arahan pengelolaan dan pemantauan tehadap dampak lingkungan yang
mungkin timbul akibat Pembangunan Pasar Kota Sawahlunto
Kegunaan
1. Memperoleh gambaran dampak lingkungan dan pengelolaan terhadap dampak
tersebut akibat berbagai kegiatan sehubungan dengan Pembangunan Pasar Kota
Sawahlunto.
2. Secara institusional merupakan pedoman bagi Instansi terkait dalam melakukan
pengelolaan dan pemantauan ligkungan hidup di sekitar tapak kegiatan
3. Secara teknis merupakan acuan tidak lanjut bagi kegiatan pengelolaan dan
pematauan lingkungan berikutnya.

Dengan dibangunnya Pasar Kota Sawahlunto ini diharapkan dapat meningkatkan


pertumbuhan ekonomi Kota Sawahlunto dan dapat meningkatkan pelayanan penunjang
untuk mendukung aktivitas pariwisata di Kota Sawahlunto. Adapun batas batas fisik
lokasi kegiatan adalah sebagai berikut :
Utara

Batas Ombilin

Selatan

Ex. Kantor pos

Barat

Jalan kampung teleng

Timur

Batang Ombilin dan Jalan A. Yani

Identitas pemrakarsa
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama Perusahaan
Nama kegiatan
Lokasi Kegiatan
Luas lahan
Luas Terbangun
Penanggung jawab

: Pemerintah Kota Sawahlunto


: Pembangunan Pasar Kota Sawahlunto
: Kelurahan Kec. Lembah Segar
: 4.258 m2
: 2.497,7m2
: Ka. Dinas Perindagkop Kota Sawahlunto

Tahap pasca konstruksi (operasional) :


a. Pengadaan Air Bersih dan untuk
Sumber air bersih nantinya akan menggunakan pelayanan PDAM. Dalam
pengaliran air PDAM ditampung di reservoar atas sebelum nantinya didistribusikan
secara gravitasi ke musholla maupun WC. Sedangkan untuk sumber tenaga listrik
utama yang digunakan berasal dari PLN. Distribusi pelayanan listrik selain diatur
oleh pengelola pasar juga diberikan pelayanan listrik secara langsung oleh PLN
dengan pertimbangan sesuai dengan kebutuhan.
b. Penanganan Limbah Padat
Limbah padat yang dihasilkan oleh aktivitas Pasar Kota Sawahlunto dikumpulkan
dalam Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berupa tong/keranjang/karung
sampah. TPS terletak tersebar di masing masing kios dimana secara periodik
limbah padat akan diangkut oleh petugas Kebersihan Kota Sawahlunto yang
bertugas khusus di Pasar yang kemudian dikumpulkan di Tempat Penampungan
Sampah Sementara (TPSS) berupa kontainer ukuran 6 m3. Setelah terkumpul
sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kayu
Gadang yang berjarak kurang lebih 5 KM.
c. Penanganan Limbah Cair

Limbah cair yang berasal dari kegiatan Pasar Kota Sawahlunto berupa limbah cair
domestik yang berasal dari MCK, musholla serta limbah air hujan. Khusus untuk
limbah dari closet, pengaliran air limbahnya terlebih dahulu dikelola dengan septic
tank yang dilengkapi dengan bidang resapan untuk mengalirkan effluennya.
Pengelolaan limbah cair yang berasal dari limpasan air hujan dilakukan dengan
pembuatan parit/drainase yang dilengkapi dengan duiker.
d. Penanganan Pencemaran Udara dan Kebisingan
Pencemaran udara dan kebisingan dari kegiatan Pasar Kota Sawahlunto berupa
emisi gas yang berasal dari kendaraan pemilik kios maupun pengunjung pasar.
Penanganan yang dilakukan adalah dengan membuat taman (jalur hijau) di
sekeliling Pasar serta bagian depan.

PERMASALAHAN
Dampak Lingkungan Yang Akan Terjadi
Dampak yang diperkirakan akan timbul pada Kegiatan pra konstruksi, konstruksi
dan pascakonstruksi pembangunan pasar kota sawahlunto akan menimbulkan dampak
terhadap lingkungan hidup. Untuk identifikasi pasca konstruksi dapat dilihat pada bagan
alir dampak seperti yang tercantum dalam gambar berikut :

Gambar : Identifikasi dampak tahap pasca konstruksi

Tahap pasca konstruksi


Aspek fisik-kimia :
a. Air permukaan
Sumber dampak
Sumber dampak yang mengakibatkan penurunan kualitas air permukaan
adalah dari pembuangan air limbah dari WC dan kamar mandi serta run off dari
area pasar.
Jenis dampak
Jenis dampak yang timbul berupa pencenaran fisik, kimia dan bakteriologi
khususnya terhadap badan air penerima (Batang Lunto)
Sifat dampak
Dampak terjadi selama kegiatan berlangsung dengan karakteristik air
buangan yang bersifat infeksious (dari WC dan kamar mandi)
b. Limbah padat
Sumber dampak
Sumber dampak berasal dari aktivitas pasar (berupa sampah plastik, kertas,
sisa sayuran / buah-buahan, sisa pembersihan daging/ikan, dan lainnya), serta
sampah yang berasal dari aktivitas pegawai ataupun pengunjung pasar.
Jenis dampak

Dampak yabg terjadi berupa penumpukan limbah padat yang dapat


mengurangi nilai estetika dan munculnya vektor penyakit seperti lalat, nyamuk,
kecoa dan tikus
Sifat dampak
Dampak terjadi selama kegiatan berlangsung dan penting untuk dikelola.
c. Peningkatan Kepadatan lalu lintas
Sumber dampak
Sumber dampak berasal dari aktivitas pengunjung dan pemasok barang ke
pasar yang berupa peningkatan jumlah kendaraan yang melalui jalan didepan lokasi
kegiatan.
Janis dampak
Jenis dampak yang timbul adalah kemacetan lalu lintas
Sifat dampak
Dampak bersifat negatif dan berlangsung selama pengoprasian Pasar Kota
Sawahlunto.
d. Penurunan Kualitas Udara dan Kebisingan
Sumber dampak
Sumber dampak berasal dari aktivitas Pasar berupa pengingkatan jumlah
kendaraan yang melalui lokasi kegiatan.
Jenis dampak
Jenis dampak yang timbul berupa peningkatan konsentrasi debu, Sox, Nox,
Cox, dan Pb di udara serta peningkatan kebisingan, yang mengakibatkan penurunan
kualitas udara sehingga menurunnya kenyamanan masyarakat sekitar, pengunjung
serta pemilik kios pasar.
Sifat dampak
Dampak terjadi selama kegiatan berlangsung sehingga perlu dikelola
e. Bahaya kebakaran
Sumber dampak
Sumner dampak berasal dari kelalaian pemilik kios, pengunjung ataupun
konsleting listrik.
Jenis dampak
Jenis dampak yang timbul adalah kebakaran sehingga bisa menimbulkan
kebakaran dan kerugian besar pihak pengelola pasar, masyarakat sekitar maupun
pengunjung.
Sifat dampak
Dampak bersifat negatif dan besar serta terjadi bila adanya kecerobohan
baik oleh karyawan maupun pengunjung pasar, sehingga perlu dilakukan
pengelolaan dengan sangat hati hati.

Upaya Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan


Upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup Pembangunan Pasar Kota
Sawahlunto ini menguraikan seacara rinci, singkat dan jelas tentang upaya pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup masing masing dampak yang timbul oleh kegiatan
operasional kegiatan tersebut yang meliputi sumber dampak, jenis dampak, indikator
dampak, serta upaya pengelolan dan pemantauan lingkungan hidup yang harus dilakukan.
Tujuan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
1. Tujuan pengelolaan lingkungan
Tujuan dari pengelolaan lingkungan kegiatan pembangunan Pasar Kota Sawahlunto
yaitu :
1.) Menyusun alternatif penanganan dampak positif, serta merencanakan dan
melaksanakannya untuk menigkatkan manfaat yang ditimbulkan.
2.) Menyusun alternatif penanganan dampak negatif, merencanakan

dan

melaksanakannya untuk mencegah, mengurangi dan meniadakan dampak


negatif tersebut.
3.) Menyempurnakan sistem pengendalian lingkungan ke dalam maupun keluar
dari batas kegiatan melalui pematauan lingkungan sebagai umpan balik.
2. Tujuan pemantauan lingkungan
Tujuan pemantauan lingkungan Pembangunan Pasar Kota Sawahlunto adalah :
1.) Merumuskan upaya pemantauan lingkungan kegiatan pemabngunan pasar kota
sawahlunto sesuai dengan arah dan kebijakan pemerintah daerah dan
kemampuan manajemen pengelola pasar
2.) Merumuskan pihak pihak berkepentingan dalam upaya pemantauan
lingkungan kegiatan sesuai dengan kewajiban dan peran masing masing

3.) Mengontrol kualitas air limbah dan septic tank dalam menanggulangi dampak
negatig terhadap lingkungan
4.) Mengontrol kondisi kualitas maupun kuantitas komponen lingkungan
(fisik,kimia, dan sosial ekonomi) di dalam lingkungan Pasar Kota Sawahlunto
Lingkup Wilayah Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Lingkup wilayah pengelolaan lingkungan meliputi kawasan Pasar Kota Sawahlunto
dan lingkungan sekitarnya.
Lingkup Wilayah Pemantauan Lingkungan, dilakukan terhadap :
-

Kualitas dan kuantitas limbah yang dibuang ke lingkungan


Peralatan dan konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai sarana pengelolaan

lingkungan
Komponen lingkungan yang terkena dampak termasuk komponen manusia di
dalamnya.

Langkah Langkah Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan


Langkah langkah pengelolaan lingkungan tahap pasca konstruksi :
a. Peningkatan kepadatan lalu lintas
Indikator dampak
Peningkatan volume lalu lintas dan kemacetan disekitar lokasi sekitar kegiatan
Upaya pengelolaan lingkungan hidup
1.) Pemasangan rambu-rambu lalu lintas dijalan akses masuk lokasi pasar
2.) Peningkatan efektivitas pelayanan parkir di sekitar lokasi pasar
3.) Pengaturan parkir motor dan kendraan roda 4 atau lebih
Tolak ukur efektivitas pengelolaan
Tidak terjadi kemacetan lalu lintas
b. Penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan
Indikator dampak
1.) Peningkatan parameter pencemaran udara sesuai dengan peraturan pemerintah
nomor 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara dan kebisingan
sesuai keputusan menteri Negara lingkungan hidup nomor 48/menLH/11/1996
tentang Baku Tingkat Kebisingan
2.) Munculnya pedagang serta masyarakat sekitar yang terkena penyakit ISPA serta
gangguan pendengaran
Upaya pengelolaan lingkungan hidup
1.) Melakukan penghijauan disekitar tapak dengan memanfaatkan ruang kosong
yang ada

2.) Menganjurkan kepada pemilik kendaraan untuk mematikan mesin ketika

melakukan bongkar muat barang


Tolak ukur efektivitas pengelolaan
Hasil sampling udara pada titik tertentu masih berada dibawah baku mutu

udara ambien sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 41 tahun 1999 tentang
pengendalian pencemaran udara dan kebisingan sesuai keputusan menteri Negara
lingkungan hidup nomor 48/menLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan
c. Penurunan kualitas air permukaan
Indikator dampak
Penurunan parameter kualitas air permukaan sesuai dengan peraturan
pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian
pencemaran air golongn III dan Golongan IV
Upaya pengelolaan lingkungan hidup
1.) Pembuatan bak kontrol diujung saluran drainase yang berfungsi untuk
menyaring sampah yang terbawa oleh aliran air
2.) Penyediaan septic tank yang dilengkapi dengan bidang resapan untuk
mengelola limbah cair dari kegiatan WC
Tolak ukur efektivitas pengelolaan
Parameter air buangan di outlet drainase pasar tidak melebihi parameter sesuai
peraturan pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan
pengendalian pencemaran air Golongn III dan Golongan IV
d. Peningkatan timbunan limbah padat (sampah)
Indikator dampak
1.) Menurunkan estetika dan kenyamanan lingkungan pasar
2.) Peningkatan komunitas vektor penyakit serta penyakit yang ditimbulkannya.
Upaya pengelolaan lingkungan hidup
1.) Pemisahan sampah basah an sampah kering, dimana mapah basah sebelumnya
dibuang ke TPS terlebih dahulu dilakukan pewadahan sementara dengan
kantong plastik / karung ataupun keranjang. Sedangkan untuk smpah kering
sebelum dibuang ke TPS terlebih dahulu dipisahkan antara sampah yang bisa
dimanfaatkan dengan sampah yang tidak bisa dimanfaatkan kembali.
2.) Untuk pembuangan akhir bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup Kota
Sawahlunto
Tolak ukur efektivitas pengelolaan
1.) Peningkatan estetika dan kenyamanan Lingkungan Pasar Kota sawahlunto

10

2.) Tidak adanya keluhan dari pengunjung, karyawan, dan masyarakat sekitar pasar
mengenai estetika dan kenyamanan lingkungan kegiatan dan vektor penyakit
yang diakibatkan oleh penumpukan timbulan sampah
e. Kebakaran
Indikator dampak
Kerugian material yang sangat besar bagi manajeman pengelola pasar,
pedagang, pengunjung serta penduduk sekitarnya
Upaya pengelolaan lingkungan hidup
1.) Pengadaan racun api yang diletakkan tersebar dekat dengansumber api untyk
tanggap darurat bila terjadi kebakaran
2.) Pelatihan berkala kepada pedagang dan pegawai pengelola pasar tentang
pencegahan serta penaggulangan bahaya kebakaran dan ledakan
Tolak ukur efektivitas pengelolaan
Tidak terjadi kebakaran, dan apabila terjadi tidak sampai menimbulkan kerugian
yang besar serta korban jiwa
Langkah langkah pemantauan lingkungan tahap pasca konstruksi :
a. Peningkatan kepadatan lalu lintas
Pemantauan kegiatan lalu lintas di jalan raya sekitar lokasi kegiatan selama
operasional pasar Kota Sawahlunto
b. Penurunan kualitas udara dan pningkatan kebisingan
Pemriksaan sampel udara untuk komponen utama (debu, Pb,Nox,Cox, dan Sox) dan
kebisingan setiap 6 bulan sekali
c. Penurunan kualitas air permukaan
Pemantauan kulaitas air permukaan Batang Lunto di sebelum dan sesudah pasar
Pemeriksaan sarana dn prasarana sistem drainase yang ada
d. Peningkatan timbunan limbah padat (sampah)
Pemantauan kemampuan saran pengumpul sampah, apakah dapat melayani seluruh
timbunan sampah yang dihasilkan oleh aktivitas pasar
Pemantauan pengangkutan sampah oleh petugas badan lingkungan hidup kota
Sawahlunto
e. Kebakaran
Pematauan kedisiplinan terhadap pedagang, karyawan, dan pengujung pasar
terhadap rambu rambu pencegahan kebajaran
Pemeriksaan berkala terhadap saran dan prasarana pencegahan kebakaran (racun
api)
Organisasai Pengelolan dan Pemantauan Ligkungan yang bertanggung jawab dalam
pemantauan :

11

Kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahap pra


konstruksi dilakukan oleh instansi teknis terkait Kota Sawahlunto. Kegiatan
pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahap konstruksi dilakukan oleh
Kontraktor Pembangun Pasar Kota Sawahlunto serta Instansi Terkait Kota
Sawahlunto.
Kegaiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada tahap pasca
konstruksi dilaksanakan oleh bidang operasional manajemen pengelola Pasar Kota
Sawahlunto dengan dibentuk tim khusus Operasi Pemeliharaan Sarana kegiatan
yang menangani masalah lingkungan hidup, serta Instansi Teknis terkait Kota
sawahlunto.
Pelaporan
Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa pelaporan pelaksanaan atau
implementasi dari UKL / UPKL disampaikan unit kerja Pengelolaan Pasar Kota
Sawahlunto secara Periodik setiap 6 Bulan (Juni dan Desember), kepada
:
a. Gubernur Provinsi Sumtra Barat melalui BAPEDALDA provinsi Sumatra Barat
b. Walikota Sawahlunto melalui BLH Kota Sawahlunto.
Dokumen UKL/UPL disususn oleh :
Nama

: Ir. SYAFRIAL

Alamat

: Kota Sawahlunto

Jabatan

: Ka. Dinas Perindagkop Kota Sawahlunto

Nama Kegiatan

: Pembangunan Pasar Kota Sawahlunto

Lokasi Kegiatan

: Pasar Kota Sawahlunto Kelurahan Pasar kec. Lembah Segar

Kesimpulan :
1. Proyek Pembangunan Pasar Kota Sawahlunto di Sumatra Barat sesuai dengan
keputusan Gubernur Sumatra Barat Nomor 21 Tahun 2004 tentang Petunjuk Teknis
Penyusunan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya
Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) di Provinsi Sumatra Barat, dijelaskan bahwa
Rencana Usaha/Kegiatan Pembangunan Pasar dengan Luas area < 10.000 Ha wajib
memiliki Dokumen UKL dan UPL.

12

2. Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia


Nomor 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib
Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, Lampiran I Pasal II
Bagian I. Bidang Pekerjaan Umum No. 8. Proyek tersebut tidak wajib AMDAL
cukup UKL/UPL.
3. Dengan diwajibkannya UKL dan UPL pada Proyek Pembangunan Pasar Kota
Sawahlunto diharapkan akan meminimalisir dampak-dampak yang akan terjadi
terutama dampak fisik dan kimia pada tahap pekerjaan pasca konstruksi. Sehingga
lingkungan tetap terjaga kelestariannya.

13