Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Virus alami dari genital warts, Venereal warts, verruca vulgaris, jengger ayam,
kutil kelamin pertama kali dikenal tahun 1907 oleh Ciuffo. Dengan berkembangnya
teknik biologi molekuler, Human Papillomavirus (HPV) diidentifikasi sebagai
penyebab kondiloma akuminata.
Kondiloma adalah kutil yang berlokasi di area genital (uretra, genital dan
rektum). Kondiloma merupakan penyakit menular seksual dan berpengaruh buruk
bagi kedua pasangan. Masa inkubasi dapat terjadi sampai beberapa bulan tanpa tanda
dan gejala penyakit. Biasanya lebih banyak selama masa kehamilan dan ketika terjadi
pengeluaran cairan yang berlebihan dari vagina. Meskipun sedikit, kumpulan bunga
kol bisa berkembang dan sebagai akibatnya adalah akumulasi bahan bahan purulen
pada belahan belahan, biasanya berbau tidak sedap warnanya abu abu, kuning
pucat atau merah muda.
Kondiloma akuminata merupakan tonjolan tonjolan yang berbentuk bunga
kol atau kutil yang meruncing kecil yang bertumbuh kembang sampai membentuk
kelompok yang berkembang terus ditularkan secara seksual. Kondiloma akuminata
dijumpai pada berbagai bagian penis atau biasanya didapatkan melalui hubungan
seksual melewati liang rectal disekitar anus, pada wanita dijumpai pada permukaan
mukosa pada vulva, serviks, pada perineum atau disekitar anus.
Kondiloma sering kali tampak rapuh atau mudah terpecah, bisa terssebar
multifocal dan multisentris yang bervariasi baik dalam jumlah maupun ukurannya.
Lesinya bisa sangat meluas sehingga dapat menguasai penampakan normal dan
anatomi pada genitalia. Daerah tubuh yang paling umum adalah frenulum, korona,
glans pada pria dan daerah introitus posterior pada wanita.

1.2 TUJUAN

1.2.1 Tujuan umum


Mengetahui bagaimana konsep penyakit proses asuhan keperawatan pada pasien
kondiloma.
1.2.2 Tujuan khusus
1.
2.
3.
4.
6.
7.
8.
9.
10.

Mengetahui pengertian dari penyakit kondiloma


Mengetahui penyebab dari penyakit kondiloma
Mengetahui tanda dan gejala dari penyakit kondiloma
Mengetahui klasifikasi dari penyakit kondiloma
Mengetahui patofisiologi dari penyakit kondiloma
Mengetahui pemeriksaan diagnostic dari penyakit kondioloma
Mengetahui penatalaksanaan dari penyakit kondiloma
Mengetahui komplikasi dari penyakit kondiloma
Mempelajari asuhan keperawatan penyakit kondiloma

1.3 RUMUSAN MASALAH


1.3.1

Bagaimana konsep penyakit kondiloma

1.3.2

Bagaimana proses asuhan keperawatan pada pasien dengan kondiloma

1.4 MANFAAT
1.4.1

Mahasiswa memahami konsep dan proses keperawatan pada klien dengan

1.4.2

gangguan kondiloma sehingga menunjang pembelajaran mata kuliah respirasi.


Mahasiswa mengetahui proses keperawatan yang benar sehingga dapat menjadi
bekal dalam persiapan praktik di rumah sakit.

BAB II
KONSEP PENYAKIT
2.1 DEFINISI
Ada beberapa pengertian mengenai kondiloma, yaitu:

a. Menurut Ciuffo (1907) Kondiloma Akuminata adalah tumor pada genitalia yang
bersifat lunak seperti jengger ayam dan tidak nyeri dan merupakan pertumbuhan
jaringan yang bersifat jinak, superfisial, terutama di daerah genitalia (kelamin).
b. Kondiloma Akuminata adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus
Virus Papiloma Humanus (VPH) dengan kelainan berupa fibroepitelioma pada kulit
dan mukosa. Sinonim penyakit ini disebut jengger ayam, kutil kelamin, dan genital
warts. (http://stikesmbbaksos.blogspot.com/2010/04/kondiloma-akuminata.html)
c. Kondiloma akuminatum ialah vegetasi oleh Human Papiloma Virus tipe tertentu,
bertangkai, dan permukaannya berjonjot. Tipe HPV tertentu mempunyai potensi
onkogenik yang tinggi, yaitu tipe 16 dan 18. tipe ini merupakan jenis virus yang
paling sering dijumpai pada kanker serviks. Sedangkan tipe 6 dan 11 lebih sering
dijumpai pada kondiloma akuminatum dan neoplasia intraepitelial serviks derajat
ringan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kondiloma_Akuminata)
d. Condyloma: pertumbuhan kutil di sekitar anus, vulva, atau glans penis. Ada tiga jenis
utama dari kondiloma, yang masing-masing menular seksual: kondiloma akuminata
(kutil sekitar vulva), kondiloma latum (bentuk sifilis sekunder), dan kondiloma
subcutaneum (juga dikenal sebagai moluskum kontagiosum).
(http://www.medterms.com/script/main/art.asp?articlekey=11424)

a. Kondiloma bentuk papul


Secara garis besar, Kondiloma adalah kutil yang berlokasi di area genital
(uretra, genital dan rektum). Kondiloma merupakan penyakit menular seksual dan
berpengaruh buruk bagi kedua pasangan. Masa inkubasi dapat terjadi sampai
beberapa bulan tanpa tanda dan gejala penyakit. Biasanya lebih banyak selama masa
kehamilan dan ketika terjadi pengeluaran cairan yang berlebihan dari vagina.
Meskipun sedikit, kumpulan bunga kol bisa berkembang dan sebagai akibatnya
adalah akumulasi bahan bahan purulen pada belahan belahan, biasanya berbau
tidak sedap warnanya abu abu, kuning pucat atau merah muda.
Kondiloma akuminata merupakan tonjolan tonjolan yang berbentuk bunga
kol atau kutil yang meruncing kecil yang bertumbuh kembang sampai membentuk
kelompok yang berkembang terus ditularkan secara seksual. Kondiloma akuminata
dijumpai pada berbagai bagian penis atau biasanya didapatkan melalui hubungan
seksual melewati liang rectal disekitar anus, pada wanita dijumpai pada permukaan
mukosa pada vulva, serviks, pada perineum atau disekitar anus.
Kondiloma sering kali tampak rapuh atau mudah terpecah, bisa terssebar
multifocal dan multisentris yang bervariasi baik dalam jumlah maupun ukurannya.
Lesinya bisa sangat meluas sehingga dapat menguasai penampakan normal dan
anatomi pada genitalia. Daerah tubuh yang paling umum adalah frenulum, korona,
glans pada pria dan daerah introitus posterior pada wanita.

2.2 ETIOLOGI
Kutil kelamin atau kondiloma disebabkan oleh infeksi pada epidermis oleh jenis
Human Papiloma Virus (HPV) yang spesifik merupakan DNA papovavirus yang
bermultiplikasi di nukleus dari sel epitel yang terinfeksi. Lebih dari 60 jenis Human
Papilloma Virus (HPV) yang telah diketahui dan lebih dari 20 jenis Human Papilloma
Virus (HPV) menginfeksi genitalia. Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6,11 yang paling
sering, selain itu juga tipe 16, 18, 31, 33, bahkan tipe ini berkaitan erat dengan intra
epithel neplasia dan squamous cell carcinoma (SSC) yang invasive. Pada sebagian besar
lesi yang terjadi akibat HPV 6 dan 11 yang dijumpai, namun terkadang HPV 16 atau
jenis lain juga dijumpai hubungan antara kutil kelamin dengan kutil kulit namun tidak
ada bukti hubungan klinis atau virologis antara keduanya meskipun demikian sejumlah
kecil pasien dengan kutil kulit biasa juga mengalami kutil yang sama pada bagian genital
autoinokulasi dengan HIV 1,2 atau 4 tampaknya merupakan penjelasan yang paling
mungkin, karena jenis jenis tersebut telah diidentifikasi pada beberapa material kutil.
Berganti-ganti pasangan seksual, dan hubungan seksual pada usia dini merupakan faktor
resiko kondiloma akuminata.

2.3 JENIS JENIS


Kondiloma akuminata dibagi dalam 3 bentuk:
1) Bentuk akuminata
Terutama dijumpai pada daerah lipatan dan lembab. Terlihat vegetasi
bertangkai dengan permukaan berjonjot seperti jari. Beberapa kutil dapat bersatu
membentuk lesi yang lebih besar sehingga tampak seperti kembang kol. Lesi yang
besar ini sering dijumpai pada wanita yang mengalami fluor albus dan pada
wanita hamil, atau pada keadaan imunitas terganggu.
2) Bentuk papul
Lesi bentuk papul biasanya didapati di daerah dengan keratinisasi sempurna,
seperti batang penis, vulva bagian lateral, daerah perianal dan perineum. Kelainan
berupa papul dengan permukaan yang halus dan licin, multipel dan tersebar secara
diskret.

3) Bentuk datar

Secara klinis, lesi bentuk ini terlihat sebagai makula atau bahkan sama sekali
tidak tampak dengan mata telanjang, dan baru terlihat setelah dilakukan tes asam
asetat. Dalam hal ini penggunaan kolposkopi sangat menolong.
2.4 TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala kondiloma secara umum adalah :
1. Demam, lemah, kulit menguning dan rasa nyeri sekujur tubuh.
2. Gatal atau sakit di sekitar alat kelamin.
3. Buang air kecil lebih sering dari biasanya.
4. Bengkak atau merah di sekitar alat kelamin.
5. Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
6. Kehilangan berat badan, diare dan keringat malam hari.
7. Keluar cairan/keputihan yang tidak normal dari vagina atau penis.
8. Pada wanita keluar darah di luar masa menstruasi.
9. Benjolan atau lecet di sekitar alat kelamin.
10. Luka terbuka dan atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut. Luka tersebut
dapat terasa sakit atau tidak.
11. Kemerahan di sekitar alat kelamin.
12. Pada pria, rasa sakit atau kemerahan terjadi pada kantung zakar.
13. Tonjolan kecil-kecil (papules) disekitar alat kelarnin .
14. Rasa sakit diperut bagian bawah yang muncul dan hilang, dan tidak berhubungan
dengan menstruasi.
15. Kecil, pembengkakan daging berwarna atau abu-abu di daerah genital Anda.
16. Beberapa kutil berdekatan yang mengambil bentuk kembang kol.
17. Berbau busuk

2.5 PATOFISIOLOGI
Sel dari lapisan basal epidermis diinvasi oleh HPV. HPV merupakan kelompok virus
DNA double-strand. Sekitar 30 jenis HPV dapat menginfeksi traktus anogenital. Hal ini
berpenetrasi melalui kulit dan menyebabkan mikro abrasi mukosa.Virus ini menyebabkan
lokal infeksi dan muncul sebagai lesi kondiloma papilomatous. Papiloma virus bersifat
epiteliotropik dan replikasinya tergantung dari adanya epitel skuamosa yang
berdeferensisasi. DNA virus dapat ditemui pada lapisan bawah epitel, namun struktur
protein virus tidak ditemukan. Lapisan basal sel yang terkena ditandai dengan batas yang
jelas pada dermis. Lapisan menjadi hiperplasia (akantosis), pars papilare pada dermis
memanjang.
Gambaran hiperkeratosis tidak selalu ada, kecuali bila kutil telah ditemui pada waktu
yang lama atau pengobatan yang tidak berhasil, dimana stratum korneum hanya

mengandung 2 lapisan sel yang parakeratosis. Koibeytes terpancar pencar keluar dari
lapisan terluar dari kutil genialia. Merupakan sel skuamosa yang zona mature perinuclear
yang luas dibatasi dari peripheral sitoplasma. Intinya bisa diperluas dan hyperchromasi, 2
atau lebih nuclei / inti bisa terlihat. Penelitian ultrastruktural menunjukkan adanya
partikel partikel virus pada suatu bagian nuclei sel. Koilositosis muncul untuk
menunjukkan kembali suatu efek cytopathic spesifik dari HPV.4,8,10.
Fase virus laten dimulai dengan tidak ada tanda atau gejala dan dapat berakhir hingga
bulan dan tahun. Mengikut fase laten, produksi DNA virus, kapsid dan partikel dimulai.
Sel Host menjadi terinfeksi dan timbul atipikal morfologis koilocytosis dari kondiloma
akuminata. Area yang paling sering terkena adalah penis, vulva, vagina, serviks, perineum
dan perineal. Lesi mukosa yang tidak biasa adalah di oropharynx, larynx, dan trachea
telah dilaporkan. HPV-6 bahkan telah dilaporkan di area lain yang tidak biasa
(ekstremitas). Lesi simultan multiple juga sering dan melibatkan keadaan subklinis
sebagaimana anatomi yang berdifferensiasi dengan baik. Infeksi subklinis telah
ditegakkan dalam membawa keadaan infeksi dan potensi akan onkogenik.
HPV yang berhubungan dengan traktus genital dibagi dalam kelompok resiko rendah
dan resiko tinggi yang didasarkana atas genotipe masing-masing. Sebagian besar
kondiloma genital diinfeksi oleh tipe HPV-6 atau HPV-11. Sementara tipe 16, 18, 31, 33,
45, 51, 52, 56, 68, 89 merupakan resiko tinggi. Infeksi HPV menular melalui aktivitas
seksual.

2.6 PATHWAY / WOC


terlampir
2.7 PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Tes asam asetat
Salah satu cara diagnosis infeksi HPV dengan sensitivitas cukup baik, bahkan
pada beberapa lesi mungkin lebih baik dari pemeriksaan histopatologis. Pemeriksaan
ini terutama ditujukan untuk kondiloma akuminata dan infeksi HPV subklinis.

Cara pemeriksaan adalah dengan mengaplikasikan larutan asam asetat 3-5%


pada lesi, dengan menggunakan lidi kapas yang dioleskan ke daerah lesi, tunggu
selama 5 10 menit akan nampak perubahan warna putih, hasil dapat dideteksi 1
menit setelah aplikasi, tetapi kadang-kadang pada daerah perianal diperlukan waktu
aplikasi yang lebih lama yaitu sampai 15 menit.
Pemeriksaan acetowhite tidak spesifik untuk HPV, karena ada keadaan lain
yang memberi hasil positif palsu misalnya, inflamasi yang tidak spesifik, epitel dalam
masa penyembuhan setelah pengobatan dengan elektrodiatermi atau bedah beku dan
epitel yang mengalami trauma.

2. Kolposkopi
Merupakan tindakan yang rutin dilakukan di bagian kebidanan, namun belum
digunakansecara luas di bagian penyakit kulit. Pemeriksaan ini terutama berguna
untuk melihat lesikondiloma akuminata yang subklinis di alat genital dalam dan
kadang-kadang dilakukanbersama dengan tes asam asetat
Pemeriksaan kolposkopi biasanya dilakukan pada pasien dalam posisi lisotomi
yang cocok. Peralatan ditempatkan di meja instrumen di samping kanan tempat tidur.
Tekhnik dasar dan langkah-langkah tekhnik kolposkopi antara lain :

Pemeriksaan dalam

Inspeksi vulva dan perianal

Memasang spekulum

Observasi secara klinis dan secara kolposkopi

Tes asam asetat

Identifikasi daerah transformasi

Batas dalam dan batas luar lesi

Kuretase endoserviks jika diperlukan

Tentukan area yang dibiopsi, biopsi dan prosedur biopsi

Hemostasis

Mencatat penemuan kolposkopi

3. Histopatologi
Pada kondiloma akuminata yang eksofitik, pemeriksaan dengan mikroskop
cahaya akan memperlihatkan gambaran papilomatosis, akantosis, rete ridges yang
memanjang dan menebal, parakeratosis dan vakuolisasi pada sitoplasma.
4. Pap smear
Tes ini digunakan untuk mencari papillomatosis, acanthosis, kelainan
koilocytic, dan kelainan ringan lainnya.
5. Filter hibridisasi, in situ hibridisasi, dan reaksi berantai polimerase (Polymerase
Chain Reaction atau PCR)
Tes ini dapat digunakan untuk diagnosis dan mengetahui tipe HPV apa yang
menginfeksi.
6. Acetowhitening
kutil yang tanpa gejala atau tidak tampak dapat terlihat dengan membungkus
penis dengan kasa yang dibasahi dengan asam asetat 5% selama 5 menit. Dengan
menggunakan lensa tangan 10-X atau colposcope, kutil dapat terlihat seperti benjolan
putih kecil.
7. Kolposkopi (stereoscopic microscopy)
pemeriksaan ini sangat berguna untuk mengidentifikasi sebagian besar kutil
pada serviks dengan menggunakan asam asetat.
8. Biopsi
Biopsi diindikasikan untuk kutil yang abnormal, tumbuh kembali setelah
sebelumnya hilang, kutil yang resisten terhadap pengobatan, atau pada pasien dengan
risiko tinggi untuk neoplasia atau imunosupresi.
2.8 PENATALAKSANAAN
Karena virus infeksi HPV sangat bersifat subklinis dan laten, maka tidak terdapat
terapi spesifik terhadap virus ini, maka perawatan diarahkan pada pembersihan kutil
kutil yang tampak dan bukan pemusnahan virus. Pemeriksaan adalah lesi yang muncul
sebelum kanker serviks adalah sangant penting bagi pasien wanit yang memiliki lesi
klinis atau riwayat kontak. Perhatian pada pribadi harus ditekankan karena kelembaban
mendukung pertumbuhan kutil

Farmakologi
1. Kemoterapi
a. Podophylin

Podophylin adalah resin yang diambil dari tumbuhan dengan kandungan


beberapa senyawa sitotoksik yang rasionya tidak dapat dirubah. Podophylino
yang paling aktif adalah podophylotoksin. Jenis ini mungkin terdiri atas berbagai
konsentrasi 10 25 % dengan senyawa benzoin tinoture, spirit dan parafin
cair.yang digunakan adalah tingtur podofilin 25 %, kulit di sekitarnya dilindungi
dengan vaselin atau pasta agar tidak terjadi iritasi setelah 4 6 jam dicuci. Jika
belum ada penyembuhan dapat diulangi setelah 3 hari, setiap kali pemberian
tidak boleh lebih dari 0,3 cc karena akan diserap dan bersifat toksik. Gejala
toksik ialah mual, muntah, nyeri abdomen gangguan alat napas dan keringat kulit
dingin. Pada wanita hamil sebaiknya jangan diberikan karena dapat terjadi
kematian fetus. Respon pada jenis perawatan ini bervariasi, beberapa pasien
membutuhkan beberapa sesi perawaan untuk mencapai kesembuhan klinis,
sementara pasien pasien yang lain menunjukkan respon yang kecil dan jenis
perawatan lain harus dipertimbangkan.8,15
b. Podofilytocin
Ini merupakan satu bahan aktif resin podophylin dan tersedia sebanyak 0,5 %
dalam larutan eatnol. Ini merupakan agen anti mitotis dan tidak disarankan untuk
penggunaan pada masa kehamiolan atau menysui, jenis ini lebih aman
dibandingkan podophylin apilkasi mandiri dapat diperbolehkan pada kasus
kasus keluhan yang sesuai.

c. Asam Triklorasetik ( TCA )


Ini agent topikal alternatif dan seringkali digunakan pada kutil dengan
konsentrasi 30 50 % dioleskan setiap minggu dan pemberian harus sangat hati
hati karena dapat menimbulkan ulkus yang dalam. Bahan ini dapat digunakan
pada masa kehamilan.
d. Topikal 5-Fluorourasil (5 FU )
Cream 5 Fu dapat digunakan khususnya untuk perawatan kutil uretra dan
vulva vagina, konsentrasinya 1 5 % pemberian dilakukan setiap hari sampai
lesi hilang dan tidak miksi selama pemberian. Iritasi lokal buakn hal yang tidak
bisa.(12,13)

e. Interferon
Meskipun interferon telah menunjukkan hasil yang menjanjinkan bagi
verucciformis dan infeksi HPV anogenital, keefektifan bahan ini dalam
perawatan terhadap kutil kelamin masih dipertanyakan. Terapi parentral dan intra
lesional terhadapa kutil kelamin dengan persiapan interferon alami dan
rekombinasi telah menghasilkan tingkat respon yang berkisar antara 870 80 %
pada laporan laporan awal. Telah ditunjukkan pula bahwa kombinasi IFN
dengan prosedur pembedahan ablatif lainnya menghasilkan tingkat kekambuhan (
relapse rate ) dan lebih rendah. Efek samping dari perlakuan inerferon sistemik
meliputi panyakit seperti flu dan neutropenia transien.
2. Terapi pembedahan
a. Kuret atau Kauter ( Elektrokauterisasi )
Kuret atau Kauter ( Elektrokauterisasi ) dengan kondisi anastesi lokal dapat
digunakan untuk pengobatan kutil yang resister terhadap perlakuan topikal
munculnya bekas luka parut adalah salah satu kekurangan metode ini.
b. Bedah Beku ( N2, N2O cair )
3. Laser
Laser karbodioksida efektif digunakan untuk memusnahkan beberapa kutil
kutil yang sulit. Tidak terdapat kekawatiran mengenai ketidak efektifan
karbondioksida yang dibangkitkan selama prosedur selesai, sedikit meninggalkan
jaringan parut.
4. Terapi Kombinasi
Berbagai kombinasi terapi yang telah dipergunakan terhadap kutil kelamin
yang membandel, contohnya kombinasi interferon dengan prosedur pembedahan,
kombinasi TCAA dengan podophylin, pembedahan dengan podophylin. Seseorang
harus sangat berhati hati ketika menggunakan terapi kombinasi tersebut dikarenakan
beberapa dari perlakuan tersebut dapat mengakibatkan reaksi yang sangat serius.
2.9 KOMPLIKASI
Komplikasi yang timbul pada penyakit kondiloma akuminata yaitu:
1. Pada wanita dapat terjadi kanker serviks.

Kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah kanker yang terjadi pada
serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu
masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang.
2. Walaupun jarang,pada bayi baru lahir yang terpajang kutil genitalia selama proses kelahirannya
dapat mengidap kutil esofagus.
3. Obstruksi uretra pada laki-laki.
4. Abortus spontan pada kehamilan.
5. Penularan ke pasangan seksual lain

2.10

ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a) Biodata
Meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat, pakerjaan, agama, suku bangsa,
tanggal dan jam masuk rumah sakit, nomor registrasi
b) Keluhan utama
Sering menjadi alasan klien untuk meminta pertolongan kesehatan adalah
nyeri genetalia.
c) Riwayat kesehatan sekarang
Keluhan yang sering muncul antara lain:
Gatal
Nyeri Genetalia
Panas tinggi
Data yang perlu dikaji :
1.

Data Subjektif

2.

Kemungkinan timbul keluhan panas seluruh badan


Kemungkinan timbul keluhan lemah dan lelah
Kemungkinan timbul keluhan nyeri genetalia ringan berat
Kemungkinan pasien mengeluhkan gatal
Kemungkinan pasien mengeluh cemas dan takut akan kematian
Data Objektif
Pada Pemeriksaan Fisik kemungkinan ditemukan :
a) Nadi : > 100x / menit dan
b) RR : > 24 x / menit
c) Penurunan fungsi seksualitas
Kemungkinan ditemukan edema disekitar genetalia
Kemungkinan ditemukan kesulitan BAK dan BAB
Kemungkinan ditemukan kegelisahan
Pemeriksaan pembedahan, kemungkinan ditemukan virus HPV
Pemeriksaan fisik
Setelah dilakukan pemeriksaan fisik secara seksama, ditemukan :
bintil-bintil timbul sejak tiga bulan yang lalu, semakin lama bertambah banyak,

besar dan sebagian besar menyerupai jengger ayam.


pasien tidak dalam keadaan hamil
terdapat nanah pada genetalia
ditemukan darah diluar menstruasi
status generalisata dalam batas normal
status dermatovenereologis: papul multipel, vegetasi berbentuk jengger ayam,
warna merah muda, keputihan, konsistensi lunak, permukaan verukosa, ukuran
bervariasi antara 3 mm hingga 3 x 2 x 1 cm, ditemukan di daerah labium
mayus dan labium minus dekstra dan sinistra. Fluor albus tidak ditemukan.

Pada pemeriksaan penunjang ditemukan:


pada pemeriksaan histopatologis: ditemukan jaringan dengan pelapis epitel
tatah berlapis yang mengalami akantosis yang terdiri dari sel-sel keilosit, sub
epitel tampak jaringan ikat dengan sebukan sel-sel radang limfosit. Tidak
ditemukan tanda-tanda keganasan.
I. Diagnosa Keperawatan
a) Gangguan volume cairan tubuh berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan cairan.
b) Gangguan nyeri akut berhubungan dengan aktivitas proses penyakit.
c) Gangguan pemenuhan kebutuhan seksual berhubungan dengan penyakit genetalia.

d) Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan


3.

Intervensi
TUJUAN DAN
KRITERIA HASIL

Px
1. Gangguan

Setelah dilakukan

INTERVENSI KEPERAWATAN
Intervensi
Rasional
1. Awasi haluan

1. Pergantianj

volume cairan

tindakan keperawatan

urine dan berat

cairan harus di

tubuh

selama 3x24 jam

jenis. Observasi

titrasi untuk

berhubungan

diharapkan pasien

warna urin dan

meyakinkan rata

dengan

dapat:

hemates sesuai

rata

pemenuhan

1. Menunjukkan

kebutuhan cairan.

perbaikan
keseimbangan
cairan dibuktikan
oleh haluan urin
individu adekuat.
2. Tanda vital stabil.
3. Membrane
mukosa lembab.

indikasi.
2. Selidiki
perubahan
mental.
3. Awasi
pemeriksaan
laboratorium,
berikan obat
sesuai indikasi.

pengeluaran urin
30 50 ml / jam.
2. Penyimpangan
pada tingkat
kesadaran dapat
mengidentifikasi
kan
ketidakadekuatan
volume sirkulasi
atau penurunan
perfusi serebral.

2. Gangguan

nyeri Setelah dilakukan

1. Kaji nyeri ,

1. Membantu

akut

tindakan keperawatan

perhatikan lokasi,

evaluasi derajat

berhubungan

selama 3x24 jam

karakteristik,

ketidaknyamanan

dengan

diharapkan pasien

intensitas skala 0

dan keefektivan

penumpukan urin dapat:


di perkemihan.

Menunjukkan /
menyatakan nyeri

hilang.
Menunjukkan

10.
2. Dorong
penggunaan
teknik relaksasi
contoh pedoman

analgesik atau
menyatakan
terjadinya
komplikasi.
2. Membatu pasien

kemampuan

imajinasi,

untuk istirahat

untuk membantu

visualisasi,

lebih efektif dan

dalam tindakan

aktivitas

memfokuskan

kenyamanan
umum dan
mampu untuk
tidur dengan
tepat.

terapeotik.
3. Kolaborasi obat
sesuai indikasi
(analgesic)

kembali
perhatian , dapat
meningkatkan
kemampuan
koping,
menurunkan
nyeri dan
ketidaknyamanan
.
3. Menghilangkan
nyeri ,
meningkatkan
kenyaman dan
meningkatkan
istirahat.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kondiloma adalah kutil yang berlokasi di area genital (uretra, genital dan rektum).
Kondiloma merupakan penyakit menular seksual dan berpengaruh buruk bagi kedua
pasangan. Masa inkubasi dapat terjadi sampai beberapa bulan tanpa tanda dan gejala
penyakit. Biasanya lebih banyak selama masa kehamilan dan ketika terjadi pengeluaran
cairan yang berlebihan dari vagina. Meskipun sedikit, kumpulan bunga kol bisa berkembang
dan sebagai akibatnya adalah akumulasi bahan bahan purulen pada belahan belahan,
biasanya berbau tidak sedap warnanya abu abu, kuning pucat atau merah muda.
Kondiloma akuminata merupakan tonjolan tonjolan yang berbentuk bunga kol atau
kutil yang meruncing kecil yang bertumbuh kembang sampai membentuk kelompok yang
berkembang terus ditularkan secara seksual. Kondiloma akuminata dijumpai pada berbagai
bagian penis atau biasanya didapatkan melalui hubungan seksual melewati liang rectal
disekitar anus, pada wanita dijumpai pada permukaan mukosa pada vulva, serviks, pada
perineum atau disekitar anus.
B. Saran
Diharapkan agar kita semua agar lebih menjaga kebersihan diri terutama pada bagian
Genital (alat kelamin), karena hal itu dapat mencegah timbulnya jamur atau virus pada bagian
genital yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti Condiloma accuminata.

DAFTAR PUSTAKA
Ai Yeyeh Rukiyah, Lia Yulianti 2010. Asuhan Kebidanan IV (patologi kebidanan). Penerbit buku
kesehatan Jakarta.
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest
Fadlun, Feryanto Achmad. 2011. Asuhan Kebidanan Patologis. Salemba Medika ; Jakarta.
http://eemoo.wordpress.com/2009/02/16/kutil-kelamin/. Diakses tanggal 4 Desember 2012
Posted by abu rasyid at 3:07 PM Labels: makalah condiloma accuminata
kondilomata/ASUHAN KEPERAWATAN CONDILOMA ACCUMINATA.htm
Kapita Selekta Kedokteran jilid 2 edisi ke 3
Manuaba, IGB. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana. EGC.
Jakarta;1998.
Bagian obstetri dan ginekologi FK UNPAD. Ginekologi. Elstar Offset. Bandung;1997.
Malik SR, Amin S, Anwar AI. Gonore. In: Amiruddin MD, editor. Penyakit Menular

Seksual. Makassar: Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin; 2004.


Dalil SF, Maksa WIB, Zubier F, Judanarso J, editor. Infeksi menular seksual. Fakultas
kedokteran UI;Jakarta;2005.