Anda di halaman 1dari 54

BAHAN AJAR KELAS X SEMESTER 1

BAB 1

STRUKTUR ATOM DAN SISTEM


PERIODIK UNSUR

Standar Kompetensi :
1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik
unsur, struktur molekul, dan sifat-sifat senyawa
Kompetensi Dasar
1.1.

Menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum

untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta


menentukan letak unsur dalam tabel periodik
1.2.
Menjelaskan teori jumlah pasangan electron di
sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan
bentuk molekul
1.3.
Menjelaskan

interaksi

antarmolekul

(gaya

antarmolekul) dan sifatnya.

Tujuan Pembelajaran
1.
2.
3.
4.

Menjelaskan teori atom mekanika kuantum.


Menentukan bilangan kuantum (kemungkinan elektron berada)
Menggambarkan bentuk-bentuk orbital.
Menuliskan konfigurasi elektron suatu unsur
dengan
menggunakan prinsip aufbau, aturan

Hund dan azas larangan

Pauli
5. Menghubungkan konfigurasi elektron suatu unsur dan letaknya
dalam sistem periodik unsur
6. Meramalkan bentuk molekul
elektron

berdasarkan

teori

pasangan

7. Menjelaskan gaya antarmolekul terhadap sifat fisik zat

ADVANCE ORGANIZE
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa
perubahan pada pemahaman tentang alam semesta, termasuk
alam mikro.Hal ini juga berlaku pada perkembangan teori atom,dari
teori atom sederhana yang dinyatakan oleh dalton hingga model
aom mekanika kuantum.
Teori atom telah mengalami perkembangan yang sangat
pesat selamat berabad-abad sampai mnjadi ajang perdebatan para
ilmuan. Teori atom yang dipergunakan sampai saat ini adalah teori
mekanika

kuantum

yang

menyatakan

bahwa

elektron

memperlihatkan sifat sebagai materi maupun sebagai gelombang.


Dalam teori atom mekanika kuantum juga dijelaskan tentang posisi
elektron, yaitu peluang untuk menemukan elektron disekitar inti
yang disebut orbital.
1. Teori Atom Mekanika Kuantum
Teori

mekanika

kuantum

dimulai

dari

tahun 1900 oleh

fisikawan muda Jerman bernama Max Planck. Ketika menganalisis


data radiasi yang dipancarkan oleh padatan yang dipanaskan pada
berbagai suhu, Planck menemukan bahwa atom dan molekul
memancarkan energy hanya dalam kuantitas diskret tertentu,
seperti kemasan kecil atau bundelan. Planck memberi nama
kuantum (quantum) untuk kuantitas energy terkecil yang dapat
dipancarkan (atau diresapi) dalam bentuk radiasi elektromagnetik.
Hal ini secara matematis dapat dituliskan :

E=h f

atau

E=

hc

Adapun besarnya energy kuantum tergantung pada frekuensi


atau panjang gelombang radiasinya.
Keterangan :
E = energy kuantum

h = tetapan Planck ( 6,63 10-34 Js )

f = frekuensi radiasi

c = kecepatan cahaya ( 3 10 8m/s)

panjang gelombang
Niels Bohr pada tahun 1914 menjelakan tentang spectrum
garis dengan menggunakan teori kuantum Max Planck. Menurut
Bohr, spectrum garis menunjukkan bahwa electron dalam atom
beredar pada suatu lintasan dengan tingkat energy tertentu.
Lintasan

electron

tersebut

berupa

lingkaran dengan

jari-jari

tertentu yang disebut kulit atom.

2. Bilangan Kuantum
Bilangan kuantum adalah bilangan yang digunakan untuk
menyatakan

kedudukan

suatu

orbital dan menggambarkan

distribusi electron dalam atom hidrogen dan atom-atom lain.


Bilangan-bilangan ini diturunkan dari solusi matematis persamaan
Schrodinger untuk atom hydrogen. Bilangan-bilangan kuantum ini
disebut

bilangan

kuantum

utama,

bilangan

kuatum

azimuth

(momentum sudut), bilangan kuantum magnetic dan bilangan


kuantum spin.
a. Bilangan kuantum utama (n)

Bilangan kuantum utama menyatakan nomor kulit electron.


Jumlah electron maksimum setiap kulit dinyatakan oleh 2n 2.
Bilangan kuantum utama juga berhubungan dengan jarak rata-rata
electron dari inti dalam orbital tertentu. Semakin besar n, semakin
besar jarak rata-rata electron tersebut dari inti dan oleh karena itu
semakin besar orbitalnya.
Perhatikan tabel berikut :
Kulit

Harga

n
Jumlah

72

electro

b.Bilangan kuantum azimuth (l)


Bilangan

kuantum

momentum sudut (l) memberikan

informasi mengenai bentuk orbital. Nilai l bergantung pada nilai


bilangan kuantum utama, n. untuk nilai n tertentu, l mempunyai
nilai bilangan bulat yang mungkin dari o sampai (n-1). Bila n = 1,
hanya ada satu nilai l yang mungkin : yakni l = n-1 = 1-1 = 0.
Bila n = 2, ada dua nilai l, 0 dan 1. Bila n = 3, ada tiga nilai l,
yaitu 0,1,2. Nilai-nilai l biasanya ditandai dengan huruf s,p,d,.
Sebagai berikut :
l
Nam

0
S

1
p

2
d

3
f

4
g

5
h

a
Orbit
al

c.Bilangan

kuantum

magnetic (ml)

Bilangan

kuantum

magnetic

menggambarkan

tentang

orientasi orbital electron karena pengaruh medan magnet yang


kuat. Harga m tergantung pada harga l, dengan ketentuan :

M = -l ,.., + l
Perhatikan tabel berikut :
No

Subkulit

Bilangan Kuantum

Jumlah

1
2
3
4

S
P
D
F

Magnetik (m)
0
-1, 0, +1
-2, -1, 0, +1, +2
-3, -2, -1, )

Orbital
1
3
5
7

d.Bilangan kuantum spin (s)


Bilangan kuantum spin menyatakan arah rotasi electron
dalam orbital terhadap sumbunya . Harga bilangan kuantum spin
adalah s = + atau s + -1/2. Tanda positif (+) artinya electron
berputar searah jarum jam dan digambarkan dengan arah tanda
ke atas , sedangkan tanda negative (-) artinya electron berputar
berlawanan arah jarum jam dan digambarkan dengan tanda panah
kearah bawah.

3. Bentuk - Bentuk Orbital


a. Bentuk orbital s
Orbital s memiliki kerapatan electron dengan jarak yang sama dari
inti atom ke semua arah, sehingga orbital s berbentuk seperti bola.

b. Bentuk orbital p
Orbital p berbentuk balon dan orientasi orbital membentuk sudut
90 antara satu dengan yang lainnya. Subkulit p memiliki tiga
macam orbital, yaitu px , py , dan pz karena subkulit p memiliki tiga
nilai bilangan kuantum magnetic, yaitu -1, 0, dan +1.

c. Bentuk orbital d
Subkulit d mempunyai 5 orbital dengan 10 elektron. Kelima electron
ini mempunyai tingkat energy yang sama.

d. Bentuk orbital f
Subkulit f mempunyai 7 nilai bilangan kuantum magnetic, yaitu : -3,
-2, -1, 0, +1, +2, dan +3, maka subkulit f mempunyai 7 macam
orbital.

4. Konfigurasi Elektron dengan Menggunakan Prinsip Aufbau,


Aturan Hund dan Asas Larangan Pauli
Konfigurasi electron merupakan gambaran susunan electron pada
orbital-orbital kulit di sekitar inti atom. Setiap atom memiliki
konfigurasi electron yang berbeda dengan atom yang lain. Terdapat
tiga prinsip dalam penentuan konfigurasi electron, yaitu :
a.Asas Aufbau

Aufbau

berasal

dari

kata

Jerman

Aufbau

berarti

membangun.Menurut asas aufbau, pengisian electron dimulai dari


energy yang paling rendah kemudian energy yang lebih tinggi. Asas
aufbau menggunakan diagram Mnemonic Moeller.

Jumlah electron maksimum pada subkulit :


s=2

p=6

d = 10

Contoh : Konfigurasi electron

f = 14
16

S = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4 . Untuk

subkulit d, isinya cenderung penuh atau setengah penuh (5 atau


10)
b.Aturan Hund
Hund menyatakan bahwa pengisian electron pada orbital p, d dan f
mula-mula diisi masing-masing orbital dengan satu electron dengan
arah yang sama (arah ke atas), setelah semua orbital terisi satu
electron baru mengisikan orbital dengan berpasangan (arah ke
bawah).

c.Prinsip Larangan Pauli


Untuk atom berelektron banyak kita menggunakan prinsip larangan
pauli (dinamakan berdasarkan nama pencetusnya, fisikawan Austria
Wolfgang Pauli) untuk menentukan konfigrasi electron. Prinsip ini
menyatakan bahwa tidak ada electron-elektron dalam satu atom
yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Jadi,
setiap orbital hanya dapat terisi maksimum dua electron dengan
arah yang berlawanan.

5. Hubungan Konfigurasi Elektron Suatu Unsur dan Letaknya


dalam Sistem Periodik Unsur
Sistem periodic unsur menggambarkan tentang susunan unsurunsur

berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat.

Lajur-lajur horizontal (periode) diurutkan berdasarkan kenaikan


nomor

atom,

sedangkan

lajur

vertical

(golongan)

diurutkan

berdasarkan kemiripan sifat.


1.Blok pada Sistem Periodic Modern
Pada sistem periodic modern , unsur-unsur dibagi menjadi 4 blok,
yaitu :
a.Blok s untuk golongan IA dan IIA
b.Blok p untuk golongan IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, dan VIIIA
c.Blok d untuk golongan IB, IIB, IIIB, IVB, VB, VIB, VIIB, dan VIIIB
(disebut golongan transisi)
d.Blok f untuk golongan transisi dalam (deret Lantanida dan deret
Aktinida)

2.Hubungan Konfigurasi Electron dengan Sistem Periodik


a.Periode
Periode adalah lajur mendatar dalam system periodic unsur yang
menyatakan banyaknya bilangan kuantum utama (kulit electron)
yang dimiliki oleh setiap unsur
Kulit
Nilai

K
1

L
2

M
3

N
4

O
5

P
6

Q
7

n
Perio

de

b.Golongan
Berdasarkan system periodic, unsur-unsur digolongkan menjadi dua
golongan, yaitu golongan utama ( golongan A ) dan golongan
transisi ( golongan B )
1.Golongan utama (golongan A)
Unsur yang terletak pada golongan A, kulit dan electron valensinya
memiliki ciri ns 1s/d 2, np

1 s/d 6

Jumlah

Konfigurasi

electron

electron valensi

valensi
1
2
3
4
5
6
7
8

ns1
ns2
ns2 np1
ns2 np2
ns2 np3
ns2 np4
ns2 np5
ns2 np6

2.Golongan Transisi (Golongan B)

Golongan

IA
IIA
IIIA
IVA
VA
VIA
VIIA
VIIIA

Unsur yang terletak pada golongan B memiliki ciri electron valensi


terletak pada subkulit s dengan harga (n-1) d1 s/d
Jumlah

Konfigurasi

electron

electron

valensi
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

valensi
(n-1)d1ns2
(n-1)d2ns2
(n-1)d3ns2
(n-1)d4ns2
(n-1)d5ns2
(n-1)d6ns2
(n-1)d7ns2
(n-1)d8ns2
(n-1)d9ns2
(n-1)d10ns2

10

ns2

Golongan

IIIB
IVB
VB
VIB
VIIB
VIIIB
VIIIB
VIIIB
IB
IIB

6. Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Pasangan Elektron


Bentuk molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam
molekul. Makin banyak atom penyusun molekul, maka makin
kompleks

bentuknya.

Molekul

dapat

diramalkan

bentuknya

berdasarkan pemahaman tentang struktur electron dalam molekul.


Cara meramalkan bentuk molekulnya berdasarkan pemahaman
tentang struktur electron dalam molekul dengan teori VSEPR
(Valence Shell Electron Pair Repulsion), yaitu bentuk molekul
ditentukan oleh pasangan elketron pada kulit terluar atom pusat
(electron kulit valensi).

Bentuk molekul dari senyawa biner berikatan tungal dapat dilihat


dengan menggunakan rumus
AXnEm
Keterangan : A= atom pusat,
E = domain electron bebas,
ikatan,

= domain electron ikatan,


n = jumlah domain electron

m = jumlah domain electron ikatan

Dari rumus diatas, maka diperoleh beberapa kemungkinan bentuk


molekul sebagai berikut :

No

1.
2.
3.
4.

Jumlah

Jumlah

Rum

Bentuk

pasanga

pasan

us

molekul

gan

electron

electr

ikatan

on

2
3
4
3

bebas
0
0
0
1

Contoh

AX2
AX3

Linear
Segitiga

BeCl2
BF3

AX4
AX3E

planar
Tetrahedral
Piramida

CH4
NH3
H2O

5.

AX2E2

trigonal
Planar

6.

AX5

bentuk V
Bipiramida

PCl5

7.

AX4E

trigonal
Bidang

SF4

8.

AX2E2

empat
Planar

IF3
XeF2
SF6
IF5
XeF4

9.
2
10. 6
11. 5

3
0
1

AX2E3
AX6
AX5E

bentuk T
Linear
Octahedral
Piramida

12

AX4E2

segiempat
Segiempat

planar
Keterangan :
A

= atom pusat

X = domain electron ikatan

E =

domain electron bebas

7. Gaya Antarmolekul Terhadap Sifat Fisik Zat


Antarmolekul kovalen terdapat gaya yang bekerja untuk mengikat
molekul-molekul tersebut yang disebut dengan gaya antarmolekul.

Gaya tarik-menarik antarmolekul antara lain gaya Van der Walls dan
ikatan hydrogen.
a.Gaya Van der Walls
Gaya Van der Walls adalah gaya tarik-menarik molekul yang
menyebabkan timbulnya kohesi molekul didalam larutan atau
padatan nonionic. Ada beberapa macam bentuk gaya Van der Walls,
yaitu :
1.Gaya antardipol, adalah gaya tarik-menarik antarmolekul dalam
senyawa kovalen polar 2.Gaya London, adalah gaya tarik-menarik
antarmolekul dalam senyawa non polar. Kekuatan gaya tarik
disperse ini (gaya London) dapat menjelaskan kenapa Cl 2 berwujud
gas, Br2 berwujud cair, dan I2 berwujud padatan.
b.Ikatan Hidrogen
Ikatan hydrogen adalah ikatan yang terbentuk antara atom H dari
suatu molekul dengan atom elektronegatif pada molekul yang lain.
Dengan adanya ikatan hydrogen, air mempunyai sifat-sifat sebagai
berikut :
1.Molekul-molekul

air

H2O

letaknya

lebih

berdekatan

dibandingkan molekul es (H2O padat). Kerapatan air dalam bentuk


cair lebih besar daripada dalam bentuk padat
2. Air mempunyai titik didih yang tinggi

RANGKUMAN
Teori kuantum Planck menyatakan bahwa energi radiasi
dipancarkan oleh atom atau molekul dalam paket kecil (kuanta),

bukan dalam rentang kontinu. Perilaku ini diatur oleh hubungan


E=h v . Sehingga besarnya energi kuantum tergantung pasa

frekuensi

atau

panjang

gelombang

radiasinya.

Bohr

mengembangkan model atom hydrogen dimana energy dari sebuah


electron yang mengelilingi inti adalah terkuantisasi atau terbatas
pada nilai energy tertentu yang ditentukan oleh bilangan bulat,
yaitu kuantum utama. Terdapat
bilangan

4 bilangan kuantum

kuantum utama (n), bilangan

yaitu

kuantum azimuth (l),

bilangan kuantum magnetik (m) dan bilangan kuantum spin (s).


Dan ada 4 pula bentuk orbital yaitu orbital s, orbital p, orbital d
dan orbital f.
Konfigurasi elektron merupakan gambaran susunan elektron
pada orbital-orbital kulit di sekitar inti atom. Ada tiga prinsip utama
dalam penentuan konfigurasi elektron diantaranya yaitu

asas

Aufbau, Aturan Hund dan Asas larangan Pauli. Asas Aufbau adalah
pengisian elektron mulai dari energi paling rendah ke energi yang
paling tinggi. Aturan Hund adalah susunan electron paling stabil
dalam subkulit adalah susunan dengan jumlah spin parallel paling
banyak. Dan Prinsip Larangan Pauli adalah tidak boleh ada

dua

electron dalam dua atom yang sama memiliki keempat bilangan


kuantum yang sama.
Sistem periodik unsur terdiri atas golongan (lajur vertical) dan
periode (golongan horizontal). Periode sama dengan jumlah kulit
dan nomor periode, sedangkan golongan terdiri atas golongan
utama dan golongan transisi. Dengan mengunakan teori pasangan
elektron kita juga dapat meramalkan bentuk molekul. Juga terdapat
gaya antarmolekul seperti Gaya Van der Walls dan Ikatan hidrogen
yang mempeengaruhi sifak fisik zat.

LATIHAN SOAL
1.

Letak unsur dan konfigurasi elektron yang tepat untuk unsur


19

X adalah...

a. Periode 4, golongan IA, [Ar] 4s1


b. Periode 1, golongan IB, [Ar] 4d1
c. Periode 1, golongan IIA, [Ar] 4s2
d. Periode 2, golongan IIB, [Ar] 4d2
e. Periode 3, golongan IVA, [Ar] 4s2 3d2
Pembahasan : Menetukan Letak Unsur
19

X = 2 8 8 1 = 1s2 2s22p6 3s23p6 4s1 = [Ar] 4s1

n(kulit terakhir) = 4

periode 4

elektron valensi = 1

2.

golongan 1 A (Opsi A)

Harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir dari atom


16

S adalah...

a. n = 2, l = 0, m = 0, s = -1/2
b. n = 3, l = 1, m = -1, s = -1/2
c. n = 3, l = 1, m = 0, s = -1/2
d. n = 3, l = 1, m = 0, s = +1/2
e. n = 3, l = 1, m = +1, s = +1/2
Pembahasan : Menentukan Harga Bilangan Kuantum
16

S = 2 8 6 = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p4

Elektron terakhir berada pada orbital 3s 3p

Untuk orbital 3s :
1. n = 3, l = 0, m = 0, s = +1/2
2. n = 3, l = 0, m = 0, s = -1/2
Untuk orbital 3p
1. n = 3, l = 1, m = +1, s = +1/2
2. n = 3, l = 1, m = 0, s = +1/2
3. n = 3, l = 1, m = -1, s = +1/2
4. n = 3, l = 1, m = -1, s = -1/2 (Opsi B)
Untuk soal nomor 3 dan 4 dua unsur memiliki diagram orbital sebagai
berikut :

3. Nomor atom dari unsur X adalah...


a. 17
b. 18
c. 21
d. 26
e. 30
Pembahasan : Menentukan Nomor Atom
Ar dan Ne merupakan golongan gas mulia (VIIIA).
Nomor atom Ar = 18
Nomor atom X = Ar + 3 = 18 + 3 = 21 (Opsi C)
4. Konfigurasi elektron yang paling tepat dari unsur
a. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d9 4s2

Cu adalah..

29

b. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1


c. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d8 4s1 4p1
d. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d8 4s2 4p1
e. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d9 4s2 4p2
Pembahasan : Konfigurasi elektron
29

Cu = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1 (Opsi B)

BAB 2

Standar Kompetensi :

TERMOKIMIA

2. Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara


pengukurannya
Kompetensi Dasar
2.1

Mendeskripsikan perubahan energi suatu reaksi,

reaksi eksoterm dan reaksi endoterm


2.2
Menentukan
AH

reaksi

berdasarkan

percobaan,hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan


standar, dan data energi ikatan

Tujuan Pembelajaran

1. Mengetahui asas/ hukum kekekalan energi


2. Membedakan perbedaan antara sistem dan lingkungan
3. Menyimpulkan perbedaan antara
reaksi
eksoterm

dan

endoterm melalui percobaan


4. Mendeskripsikan macam-macam perubahan entalpi (Hf, Hc ,
Hd)
5. Menentukan Entalpi Reaksi

(HR) berdasarkan eksperimen

(Kalorimeter)
6. Menentukan nilai H reaksi dengan menggunakan hukum Hess;
7. Menentukan nilai AH reaksi dengan menggunakan data
perubahan entalpi pembentukan standar;
8. Menentukan nilai AH reaksi dengan menggunakan data energi
ikatan.
9. Mendeskripsikan energi bahan bakar

ADVANCE ORGANIZE
Termokimia adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang panas
(kalor).kalor yang berkaitan dengan reaksi atau panas reaksi
(entalpi).Hal utama yang dibahas dalam termokimia adalah jumlah
kalor yang dihasilkan oleh sejumlah pereaksi serta cara pengukuran

kalor reaksi tersebut.reaksi kimia berlangsung dan menyerapatau


memebebaskan energi.Jumlah energi yang menyertai (dibebaskan
atau diserap)oleh suatu reaksi disebut kalor reaksi.
Untuk mempelajari perubahan kalor dari suatu reaksi, maka perlu
dikaji beberapa hal yang berhubungan dengan energi yang
dimilikioleh suatu zat.
1.Asas Kekekalan Energi
Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa energi alam semesta
adalah kekal, energy tidak dapatdiiptakan dan dimusnakan, energy
hanya dapat diubah bentuknya dari satu bentuk kebentuk energy
yang

lainya.Hukum

kekekalan

energy

ini

merupakan

hukum

Termodinamika 1.
Secara matematis, hukum termodinamika 1 dapat dituliskan :
E=q+W
Ket :
E : perubahan energi dalam
q : jumlah kalor yang diserap atau dilepas sistem
W : jumlah kerja yang diterima atau dilakukan sistem

2.Sistem dan Lingkungan


Dalam termokimia ada dua hal yang perlu diperhatikan yang
menyangkut

perpindahan

lingkungan.Reaksi

atau

energi,

proses

yang

yaitu

sistem

dan

sedang

menjadi

pusat

perhatian disebut sistem,sedangkan lingkungan adalah segala


sesuatu yang yang berada disekitar sistem.
Contoh :
Reaksi antara larutan NaOH dengan HCl dalam tabung reaksi
menyebabkan kenaikan suhu,sehingga suhu tabung reaksi naik,
demikian

pula

suhu

disekitarnya.Dari

reaksi

tersebut

dapat

disimpulkan bahwa:
Sistem

: larutan NaOH dan larutan HCl

Lingkungan : tabungreaksi, suhu udara


Interaksi antara system dan lingkungan dapat berupa pertukaran
materi dan energi. Berdasarkan interaksinya dengan lingkungan,
sistem dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sistem terbuka, sistem
tertutup, dan sistem terisolasi.
a. Sistem terbuka
Sistem terbuka merupakan suatu system dimana antara system dan
lingkungan dapat terjadi perpindahan materi. Contoh : Reaksi sutu
zat dalam wadah terbuka
b. Sistem tertutup
Sistem tertutup merupakan suatu system dimana antara system
dan lingkungan dapat terjadi perpindahan energy,tetapi tidak
terjadi

perpindahan

materi.Contoh

Reaksi

antara

logam

magnesium dengan asam klorida encr yang dilakukan pada tabung


reaksi yang tersumbat rapat.
c. Sistem terisolasi

Sistem terisolasi merupakan system yang tidak memungkinkan


terjadinya

perpindahan

dan

materi

antara

system

dan

lingkungan.Contoh : Reaksi suatu zat yang dilakukan dalam termos.

3.Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm


Oleh karena energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnakan,
maka dalam suatu reaksi kimia, energi yang dilepas oleh sistem
dalam

bentuk

kalor

akan

diserap

oleh

lingkungan

maupun

sebaliknya.
a.Reaksi Eksoterm
Ciri-cirinya :
1. Reaksi membebaskan kalor
2. Kalor mengalir dari system ke lingkungan
3. Terjadi kenaikan suhu
4. H reaksi < 0 (negative) Contoh :
(g)

N2 (g) + 3H2 (g)

+ 26,78 Kkal

b. Reaksi endoterm
Ciri-cirinya :
1. Reaksi menyerap kalor
2. Kalor mengalirdari lingkungan ke system
3. Terjadi penurunan suhu
4. H reaksi > 0 (positif)

2NH3

Contoh :

2NH3

N2 (g) + 3H2 (g) - 26,78 Kkal

4.Macam-Macam Perubahan Entalpi


Banyaknya kalor yang dibebaskan atau diperlukan (H) padasuatu
reaksi tergantung pada suhu dan tekanan saat reaksi berlangsung.
Perubahan entalpi reaksi yang ditentukan pada kondisi standar
dinyatakan sebagai perubahan entalpi standar (H

). Macam

macam perubahan entalpi berdasarkan jenis reaksinya, antara lain:


1.Kalor Pembentukan Standar (H 0f)
Kalor pembentukan standar (H0f) adalah kalor yang dibebaskan
atau diserap pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsurunsurnya yang diukur pada suhu 250c ( 298 K ) atau 1 atm. Contoh:
Tuliskan persamaan termokimia dari H0f H2O = - 286 kJ/mol
H2(g) + 1/2O2(g)

H2O(l)

2. Kalor Penguraian Standar (H0d)

0
f

= -286 kJ/mol

Kalor penguraian merupakan kebalikan dari kalor pembentukan.


Kalor penguraian standar adalah kalor yang dibebaskan atau yang
diserap untuk menguraikan 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya
pada keadaan standar.Contoh :

Kalor penguraian H2O(l) = + 286

kJ/mol Persamaan termokimianya : H2O(l)


O2(g)

0
d

H2(g)

1
2

= + 286 kJ/mol

3.Kalor Pembakaran Standar (H0c)


Kalor pembakaran standar adalah jumlah kalor yang diserap atau
dilepaskan pada pembakaran 1 mol unsur atau senyawa pada
keadaan standar. Contoh : Kalor pembakaran karbon menghasilkan
panas -0393,5 kJ/mol Persamaan termokimianya :
CO2(g)

C(s) + O2

H0c = -393.5 kJ/mol

4.Kalor pelarutan standar (H0s)


Kalor pelarutan standar adalah jumlah kalor yang dilepaskan atau
diserap pada pelarutan 1 mol zat menjadi larutan encer pada
keadaan standar.Contoh : Tuliskan persamaan termokimia dari (H
0

) NaCl(aq) = 4 kJ/mol.

Jawab : NaCl(s)

NaCl(aq) =

H0s

kJ/mol
5.Kalor Penetralan Standar (H0penetralan)
Kalor penetralan standar adalah kalor yang disebabkan atau yang
diserap pada pelarutan asam atau basa yang menghasilkan 1 mol
air.

5. Penentuan Entalpi Reaksi (HR) berdasarkan eksperimen


(Kalorimeter)
H reaksi dapat diukur atau ditentukan menggunakan alat yang
disebut Kalorimeter. Kalorimeter terdiri dari pemanas air dengan
dinding isolasi dan bejana reaksi.

Kalor yang diserap atau dilepas oleh larutan dihitung dengan rumus
:
Q = C. T

H reaksi = -q
Keterangan :
Q = kalor (joule)
M = massa air (gr)
c = kalor jenis air ( 4,2 j/gramC-1)
C = kapasitas kalor dari calorimeter ( J.C-1)

T = perubahan suhu
H = perubahan entalpi (kJ)
Contoh : Dalam calorimeter terdapat zat yang bereaksi isotermik.
Air yang mengelilingi bejana reaksi sebanyak 150 gr mengalami

kenaikan suhu 5C. apabila diketahui kalor air 4,2 j/gC, maka
berapa H yang terjadi pada reaksi tersebut?
Penyelesaian :
Diketahui : m = 150 g , c = 4,2 j/gC , T = 5C
Ditanya : H?
Jawab : Q = m c t

= 150. 4,2. 5 = 3150 joule

H = -q = -3150

6.Penentuan HR berdasarkan Hukum Hess


Hukum Hess menyatakan bahwa

kalor reaksi tidak bergantung

pada jalannya reaksi tetapi hanya ditentukan oleh keadaan awal


dan keadaan akhir reaksi .
Hukum Hess sangat penting dalam perhitungan kalor reaksi yang
tidak dapat ditentukan secara eksperimen. Contoh reaksi :
1. Reaksi langsung
A

H1 = x Kkal

2. Secara tidak langsung


a) lewat C

A
C

H2 = b Kkal

H3 = c Kkal

b) Lewat D dan E

H4 = a Kkal

E H = d Kkal
5

E B H6 = e Kkal
Maka berlaku hubungan :

x=b+c=a+d+e

H1 = H2 +

H3 = H4 + H5 + H6
C
A

B
D

Contoh soal :
1. Diketahui :

2H2(g) + O2(g)

H2(g) + O2(g)

2H2O(cair) H = -136 Kkal

H 2O2(cair)

H = -44,8 Kkal

Hitung H untuk reaksi :


2H2O2(cair)

2H2O + O2

Jawab :
2H2 + O2
2H2O2
2H2O2

2H2O

H = -136 Kkal

2 H2 + 2O2

H = +89,6 Kkal

2H2O + O2

H = -46,4 Kkal

7. Penentuan nilai AH reaksi dengan menggunakan data perubahan


entalpi pembentukan standar

Berdasarkan perubahan entalpi pembentukan standar zat-zat yang


ada dalam reaksi, perubahan entalpi reaksi dapat dihitung dengan
rumus:

DHr0= perubahan entalpi reaksi

Seorang

ilmuwan,

German

Hess,

telah

melakukan

beberapa

penelitian perubahan entalpi ini dan hasilnya adalah bahwa

perubahan entalpi reaksi dari suatu reaksi tidak bergantung pada


jalannya reaksi, apakah reaksi tersebut berlangsung satu tahap
atau beberapa tahap. Penemuan ini dikenal dengan Hukum Hess
yang berbunyi:

Berdasarkan penelitian Hess ini, perubahan entalpi suatu reaksi


yang tidak dapat ditentukan dengan kalorimeter dapat ditentukan
dengan perhitungan. Berikut ini contoh perhitungan penentuan
perubahan entalpi.
8. Energi Bahan Bakar
Kalor pembakaran adalah kalor yang dihasilkan dari reaksi
pembakaran bahan bakar yang digunakan dalam kehidupan seharihari. Nilai kalor dari bahan bakar dinyatakan dalam satuan kJ/gram,
yang menyatakan beberapa bpj kalor yang dihasilkan

dari

pembakaran 1 gr bahan bakar. Nilai kalor bahan bakar dapat


digunakan untuk memperkirakan harga energy satuan bahan bakar.
RANGKUMAN
Hukum kekekalan energy menyatakan bahwa energy alam semesta
adalah kekal, energy tidak dapatdiiptakan dan dimusnakan, energy
hanya dapat diubah bentuknya dari satu bentuk kebentuk energy
yang

lainya.Hukum

kekekalan

energy

ini

merupakan

hukum

Termodinamika 1. Reaksi atau proses yang sedang menjadi pusat


perhatian disebut sistem,sedangkan lingkungan adalah segala
sesuatu yang yang berada disekitar system.

Reaksi Eksoterm adalah reaksi yang membebaskan kalor dan


endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor. Ada 4 perubahan
entalpi berdasarkan jenis reaksinya

yaitu

kalor pembentukan

standar, kalor penguraian stadar, kalor pembakaran standar, kalor


pelarutan standar, dan kalor penetralan standar.
LATIHAN SOAL
1.Diketahui H2O(l)

H2O(g)

H = + 40 kJ/mol, berapakah

kalor yang diperlukan untuk penguapan 4,5 gram H 2O (Ar H = 1,0


Ar O = 16) ?.
Pembahasan :
Mr H2O = 18 g/mol
Massa H2O = 4,5 gr
Mol H2O = 4,5 g/18 g mol-1 = 0,25 mol
H = Q/n
Q = H x n
= + 40 kJ/mol x 0,25 mol
= + 10 kJ
2.Berapakah kalor yang dihasilkan pada pembakaran 4,48 Liter gas
karbon standar sesuai reaksi sbb:
C(g) + O2(g)

CO
2(g)

H = -394 kJ/mol

Pembahasan :
Mol pembakaran gas karbon = 4,48 L/22,4 Lmol-1
= 0,2 mol
H = Q/n
Q = H x n
= -394 kJ/mol x 0,2 mol
Q

= 78,8 kJ

3.C(g) + O2

(g)

CO2 Hof = -393,5 kJ/mol menghasilkan 22 gr CO 2,

berapakah kalor yang diperlukan untuk menghasilkan gas CO2


tersebut?
Pembahasan :
mol CO2 = Massa/Mr
= 22 gr/44g mol-1
=0,5 mol
H = Q/n
Q = H x n
= -393,5 kJ/mol x 0,5 mol
Q

= 196,75 kJ

4.Bila diketahui energi ikatan rata-rata N-H pada NH 3 = 391 kJ/mol,


H-H = 435 Kj/mol, energi ikatan rata-rata rangkap tiga N= 946
kJ/mol, maka entalpi pembentukan gas NH3 adalah.
Pembahasan :
N2 + 3H2

2NH3

H = energi ikatan rata2 reaktan energi ikatan rata2 produk


=
=
=

(1 (946 kJ/mol + 3 (435 kJmol) (23 (391 kJ/mol))


946 kJ/mol + 1305 kJ/mol 2346 kJ/mol
2251 kJ/mol 2346 kJ/mol

H = 95 kJ/mol (ini untuk 2 mol NH3)


H untuk 1 mol = -95 kJ/mol/ 2mol = 47,5 kJ/mol
BAB

LAJU REAKSI

Standar Kompetensi :
3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktorfaktor

yang

memengaruhinya,

serta

penerapannya

dalam

kehidupan seharihari dan industri


Kompetensi Dasar
3.1

Memahami

teori

tumbukan

(tabrakan)

untuk

menjelaskan faktor-faktor penentu laju dan orde reaksi serta


terapannya dalam kehidupan sehari-hari

Tujuan

Menjelaskan pengertian laju reaksi


1. Mejelaskan orde reaksi
2. Menghitung konsentrasi larutan(molaritas)
3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi
4. Menjelaskan pengaruh konsentrasi,luas permukaan, dan suhu
terhadap laju reaksi berdasarkan teori tumbukan
5. Menjelaskan peranan katalis dan energi aktivasi

ADVANCE ORGANIZE
Jika kita memperhatikan, kecepatan gerak benda ada yang cepat
dan ada pula yang lambat. Begitu juga dengan reksi kimia, reksinya
ada yang berlangsung dengan kecepatan yang berbeda beda, ada
yang berlangsung sangat cepat dan ada pula yang berlangsung
sangat lambat. Contohnya pelarutan gula lebih cepat menggunakan
air panas dari pada menggunakan air dingin. Oleh karena itu, dalam
ilmu kimia dikenal istilah laju reaksi.
Reaksi kimia dapat terjadi jika molekul-molekul zat yang bereaksi
salig bertumbukan, serta reaksi akan terjadi jika tumbukan yang
dilakukan memiliki energi yang cukup (tumbukan efektif).

1.Pengertian Laju Reaksi


Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau
terbentuknya produk. Reaksi kimia adalah proses perubahan zat
pereaksi menjadi produk. Seiring dengan bertambahnya waktu
reaksi,

maka

jumlah

zat

pereaksinya

akan

semakin

sedikit,

sedangkan produk semakin banyak. Selain itu laju reaksi kimia


ternyata dipengaruhi oleh berbagai factor seperti temperatur,
konsentrasi, luas, permukaan,katalisator, tekanan, dan volume.
Pada reaksi :
N2(g) + 3H2(g)

2NH3(g)

Laju reaksi :

laju penambahan konsentrasi NH3

laju pengurangan konsentrasi N2 dan H2

2.Orde Reaksi
Orde reaksi merupakan pangkat bilangan pada konsentrasi pereaksi
yang memengaruhi laju reaksi. Penetapan orde reaksi berdasarkan
hasil percobaan, bukan berdasarkan koefisien reaksinya.
V = k [A]x[B]y
Keterangan :
V

= Laju Reaksi

= tetapan laju reaksi [ ] = konsentrasi zat

= orde/tingkat reaksi terhadap A

= orde/tingkat reaksi terhadap B

x+y

= orde/tingkat reaksi keseluruhan

Contoh :
Nitrogen Oksida (NO) bereaksi dengan oksigen membentuk nitrogen
dioksida (NO) reaksinya sbb : 2NO(g) + O2(g)

2NO2 dari reaksi

ini diperoleh data sbb :


No
.
1
2
3
4

[NO] awal (M)

[O] awal (M)

Laju Reaksi

0,10
0,20
0,30
0,30

0,10
0,10
0,10
0,20

(m/s)
0,117
0,468
1,054
2,107

a. Tentukan orde reaksi terhadap NO !


b. Tentukan orde reaksi terhadap O2 !
c. Tuliskan persamaan reaksinya !
Jawab : Misal persamaan laju reaksi adalah : v = k [NO]m [O2]n
a.Menentukan m dengan data 1 dan 2 (k dan [O2]n tetap )
V1/V2
=
0,117/0,468 =
1/4
=
2
(1/2)
m
=
orde reaksi NO =

[NO1/ NO2]m
(0,1/0,2)m
(1/2)m
=
(1/2)m
2
m=2

b.Menentukan n dengan data 3 dan 4 (k dan [NO]m tetap )


V3/V4
=
1,054/2,107 =
1/2
=
1
(1/2)
n
=

[O2.3/ O2.4]n
(0,1/0,2)n
(1/2)n
=
(1/2)n
1

c.v = k [NO]2 [O2]


3.Molaritas
Kemolaran adalah satuan konsentrasi larutan yang menyatakan
banyaknya mol zat terlarut dalam 1 liter larutan. Kemolaran (M)
sama dengan jumlah mol (n) zat terlarut dibagi volume (v) larutan.
n
gr 1000
M = atau M =

v
Mr
p
Ket:

M = molaritas, n=jumlah mol, v= volume larutan, m=massa

zat ,p=volume larutan.


Contoh :

berapa

molaritas

larutan

yang

terjadi jika

14

gr

KOH(Mr=56) dilarutkan dalam air hingga volumenya menjadi 250


mL?
Jawab :

M=

gr 1000 14 1000

=
=1 M
Mr
p
56 250

4.Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi


a.Luas permukaan sentuhan/ Ukuran partikel
Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting
dalam laju reaksi, sebab semakin besar luas permukaan bidang
sentuh antar partikel, maka tumbukan yang terjadi semakin banyak,
sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu juga,
apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka
semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju
reaksi pun semakin kecil. Karakteristik kepingan yang direaksikan

juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka


semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi; sedangkan
semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang
dibutuhkan untuk bereaksi.
b.Konsentrasi
Konsentrasi mempengaruhi laju reaksi, karena banyaknya partikel
memungkinkan lebih banyak tumbukan, dan itu membuka peluang
semakin

banyak

tumbukan

efektif

yang

menghasilkan

perubahan.Hubungan kuantitatif perubahan konsentrasi dengan


laju reaksi tidak dapat ditetapkan dari persamaan reaksi, tetapi
harus melalui percobaan. Dalam penetapan laju reaksi ditetapkan
yang menjadi patokan adalah laju perubahan konsentrasi reaktan

c.Suhu
Kenaikan suhu dapat mempercepat laju reaksi karena dengan
naiknya suhu energi kinetik partikel zat-zat meningkat sehingga
memungkinkan

semakn

banyaknya

tumbukan

efektif

yang

menghasilkan perubahan.
d.Katalis
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada
suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh
reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan
sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi
berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih
rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis

menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih


rendah.

Katalis

mengurangi

energi

yang

dibutuhkan

untuk

berlangsungnya reaksi.
Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis
homogen dan katalis heterogen. Katalis heterogen adalah katalis
yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang
dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang
sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa
katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi
(atau substrat) untuk sementara terjerat. Ikatan dalam substratsubstrat

menjadi

lemah

sedemikian

sehingga

memadai

terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih


lemah, sehingga akhirnya terlepas. Katalis homogen umumnya
bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu
perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir
reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalis.

5. Teori Tumbukan
Pengaruh berbagai faktor terhadap laju reaksi dijelaskan dengan
teori tumbukan. Suatu reaksi dapat terjadi karena adanya tumbukan
antara partikel pereaksi. Tidak setiap tumbkan menghasilkan
tumbukan, hanya tumbukan efektif (energi ukup serta arah
tumbukan yang tepat) saja yang dapat menghasilkan reaksi. Energi
minimum yang harus dimiliki oleh parikel pereaksi sehingga
menghasilkan tumbukan efektif disebut energi pengaktifan (Ea =
energi aktivasi).
6. Peranan katalis dan energi aktivasi
Beberapa proses industri yang memerlukan katalisator antara lain :
1.Proses Pencernaan Makanan
Proses pencernaan makanan dipercepat oleh katalis yang disebut
enzim. Dalam tubuh kita enzim bekerja secara spesifik, artinya
suatu reaksi memerlukan enzim yang tertentu juga.
2.Pembuatan gas Amonia dengan Proses Haber-Bosch
Katalisatir yang digunakan amonia adalah serbuk besi. Serbuk besi
berfungsi untuk mempercepat reaksi melalui aksi permukaan atomatom di permukaan. Reaksi pembuatan amonia adalah :
2NH
3

3.Pembuatan asam sulfat dengan proses Kontak


Adapun reaksi pembentukan asam sulfat antara lain :
a. S + O2

SO2

(cepat)

N 2 + 3H2

b. 2SO2 + O2

2SO (lambat)
3

c. SO3 + H2O

H2SO4 (cepat)

RANGKUMAN
Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau
terbentuknya produk. Setiap pereaksi disertai suatu perubahan fisis
yang diamati, seperti pembentukan endapan, gas, atau perubahan
warna. Kelajuan reaksi dapat dipelajari dengan mengukur salah
atau dari perubahan tersebut. Selain itu laju reaksi kimia ternyata
dipengaruhi oleh berbagai factor seperti temperatur, konsentrasi,
luas, permukaan,katalisator, tekanan, dan volume.Katalis adalah
suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu,
tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri.
Pengaruh berbagai faktor terhadap laju reaksi dijelaskan dengan
teori tumbukan. Suatu reaksi dapat terjadi karena adanya tumbukan
antara partikel pereaksi.
LATIHAN SOAL
1.Reaksi 2A + B C mempunyai tetapan laju reaksi k dengan orde
reaksi A = 2 dan orde reaksi B = 1. Persamaan laju reaksi
pembentukan C adalah ....
A. v = k[2A].[B]
B. v = k[A]2.[B]
C. v = 2k[A]2.[B]
D. v = k
E. v = k

Pembahasan :
Secara umum reaksi kimia dapat ditulis sebagai :
aA + bB cC + dD
Persamaan laju reaksi untuk reaksi kimia secara umum adalah :
v = k[A]x.[B]y
Dengan :
v = laju reaksi kimia
k = konstanta laju reaksi
[A] = konsentrasi zat A
[B] = konsentrasi zat B
x = orde reaksi zat A
y = orde reaksi zat B
x + y = orde total/ tingkat laju reaksi
Pada soal diketahui x = 2, y = 1. Berdasarkan rumus di atas, maka
laju reaksi untuk 2A + B C adalah :
v = k[A]2.[B]
Jawaban : B
2.Suatu reaksi kimia aA + bB C. Ketika konsentrasi kedua reaktan
A dan B dinaikkan dua kali lipat, laju reaksi meningkat menjadi
empat kali lipat. Ketika hanya konsentrasi A yang dinaikkan dua kali
lipat dan konsentrasi B dibiarkan tetap, laju reaksi menjadi dua kali
lipat. Berdasarkan data tersebut, maka persamaan laju reaksinya
adalah ....
A. v = k[A].[B]

D. v = k[A]2.[B]2

B. v = k[A]2.[B]

E. v = k[A].[B]2

C. v = k[A]2.[2B]
Pembahasan :
Persamaan laju reaksi secara umum :
v = k[A]x.[B]y
Ketika konsentrasi B tetap :
v = k[2A]x.[B]y
v = 2 k[A]x.[B]y
2x = 2
x = 1.
Ketika konsentrasi A dan B dinaikkan :
v = k[2A]x.[2B]y
v = 4 k[A]x.[B]y
2x.2y = 4
21.2y = 4
2.2y = 4
2y = 2
y = 1.
Jadi, persamaan lajur reaksinya adalah :
v = k[A].[B]
Jawaban : B
3.Di bawah ini merupakan tabel data percobaan laju reaksi untuk
reaksi A + B C.

[A]

No

(molar)

0,01

0,02

0,02

0,03

A. v = k[A]2.[B]

D. v = k[A]3.[B]

B. v = k[A]2.[B]2

E. v = k[A].[B]3

C. v = k[A].[B]2
Pembahasan :
Kita tentukan terlebih dahulu orde masing-masing reaktan. Untuk A,
lihat konsentrasi B yang sama yaitu pada data nomor 1 dan 2.

No

[A]
(molar)

0,01

0,02

0,02

0,03

Bandingkan data no 2 dan no 1 :

0,08
0,02

2x = 4
2x = 22
x=2
Selanjutnya tentukan orde untuk B, lihat konsentrasi A yang sama
yaitu pada data nomor 2 dan 3.
[A]

No

(molar)

0,01

0,02

0,02

0,03

Bandingkan data no 3 dan no 2 :

0,16
0,08

2y = 2
2y = 21
y=1
Jadi persamaan laju reaksinya adalah :
v = k[A]2.[B]
Jawaban : A
4.Reaksi 2A + B C + D memiliki persamaan laju reaksi v = k[A]2.
[B]. Jika konsentrasi A dinaikkan dua kali lipat dan konsentrasi B
dinaikkan tiga kali lipat, maka lajunya menjadi ....
A. 6 kali semula

D. 12 kali semula

B. 10 kali semula

E. 18 kali semula

C. 11 kali semula

BAB

KESETIMBANGAN KIMIA

Standar Kompetensi :
4. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktorfaktor yang memengaruhinya, serta penerapannya dalam
kehidupan seharihari dan industri
Kompetensi Dasar
4.1

Menjelaskan kesetimbangan dan faktor-faktor yang

memengaruhi

pergeseran

arah

kesetimbangan

dengan

1. Menjelaskan konsep kesetimbangan kimia


2. Meramalkan arah pergeseran kesetimbangan

dengan

melakukan percobaan
Tujuan Pembelajaran :

menggunakan asas Le Chatelier.


3. Menyimpulkan pengaruh perubahan

suhu,

konsentrasi,

tekanan, dan volume pada pergeseran kesetimbangan.


4. Menghitung harga KC dan KP suatu reaksi pada keadaan
setimbang.
5. Menjelaskan kondisi optimum untuk memproduksi bahanbahan

kimia

di

industri

yang

didasarkan

pada

reaksi

kesetimbangan.
ADVANCE ORGANIZE
Jika suatu cairan diletakan didalam gelas terbuka, dan tidak
ditutup,maka lama kelamaan cairan dalam gelas tersebut akan
berkurang. Hal ii dikarenakan karena butir butir cairan akan
menguap dari permukaan cairan dan keluar dari gelas. Sedangkan
pada

tempat

tertutup,uap

cairan

yang

terjadi

pada

proses

penguapan tidak keluar dari wadah dan mengembun kembali

menjadi cairan. Proses penguapan dan pengembunan dalam waktu


yang bersamaan ini merupakan contoh dari reaksi kesetimbangan
Anda juga pasti tahu bahwa hasil pembakaran kayu atau kertas
adalah arang atau abu dan tidak bisa dikembalikan menjadi kayu
atau

kertas.

Contoh

tersebut

merupakan

reaksi

kimia

yang

berlangsung satu arah atau reaksi berkesudahan.


1.Konsep Kesetimbangan dinamis
Banyak reaksi-reaksi kimiayang berjalan tidak smpurna, artinya
tidak semua zat pereaksi dapat menjadi produk. Pada temperature,
tekanan dan konsentrasi tertentu reaksi akan terhenti. Pada saat
seperti itu reaksi dikatakan telah mencapai kesetimbangan.
1.Reaksi bolak balik (reversible)
Reaksi bolak balik adalah reaksi yang dapat berjalan ke arah kanan
maupun kiri. Artinya reaktan. Dapat menhasilkan produk dan
produk dapat kembali menjadi reaktan. Contoh :
Fe3O4(s) + 4H2 (g)

3Fe(s) + 4H2O(g)

2.Reaksi Searah
Reaksi searah adalah reaksi yang hanya dapat berjalan ke satu arah
saja yaitu ke kanan.
Contoh :
NaOH(aq) + HCl(aq)

NaCl + H O
(s)
2 (g)

3.Reaksi dalam keadaan setimbang

Reaksi dalam keadaan setimbang terjadi jika kecepatan reaksi ke


kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri. Keadaan demikian
dinamakan kesetimbangan dinamis.
A

Berdasarkan

C + D
fase zat yang bereaksi (reaktan dan produk) suatu

reaksi kesetimbangan dibedakan menjadi dua yaitu :


a.Kesetimbangan homogeny
Kesetimbangan homogeny Adalah kesetimbangan kimia dimana
fase reaktan dan produk berada dalam fasa yang sama.
b.Kesetimbangan heterogen
Kesetimbangan heterogen Adalah kesetimbangan kimia dimana
fase reaktan dan fase produk tidak berada dalam fasa yang sama.
4.Pergeseran kesetimbangan
Asas Le Chatelier mengatakan : Bila dalam suatu kesetimbangan
diberikan aksi (tindakan), maka system itu akan mengadakan reaksi
yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Cara system
beraksi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau ke kanan.
2. Pengaruh perubahan

suhu, konsentrasi, tekanan, dan volume

pada pergeseran kesetimbangan.


Perubahan Konsentrasi
Pengaruh perubahan konsentrasi terhadap reaksi kesetimbangan
sebagai berikut :
a.Jika
konsentrasi

salah

satu

pereaki

diperbesar,

maka

kesetimbangan bergeser ke kanan. Sebaliknya, jika konsentrasi


produk diperbesar, maka kesetimbangan bergeser ke kiri.

b.Jika

konsentrasi

salah

satu

pereaksi

diperkecil,

maka

kesetimbangan akan bergeser ke kiri. Sebaliknya, jika konsentrasi


produ diperkecil, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
Perubahan volume dan tekanan
Pengaruh perubahan volume dan

tekanan

terhadap

reaksi

kesetimbangan sebagai berikut :


a.Jika volume diperbesar, berarti tekanan diperkcil, sehingga
kesetimbangan bergeser ke jumlah molekul yang besar
b.Jika volume diperkecil, berarti tekanan dipebesar, sehingga
kesetimbangan bergeser ke jumlah molekul yang kecil.
Perubahan suhu
Pengaruh perubahan suhu dalam reaksi kesetimbangan sebagai
berikut :
a.Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan bergeser ke reaksi endoterm
b.Jika suhu diturunkan , kesetimbangan bergeser ke reaksi eksoterm
Peranan katalis terhadap reaksi keetimbangan
Katalis berfungsi mempercepat tercapainya kesetimbangan dengan
cara mempercepat reaksi maju dan reaksi balik sama besar.
4.Tetapan Kesetimbangan
Tetapan kesetimbangan menggambarkan

tentang

konsentrasi

pereaksi dan hasil reaksi yang berada dalam keadaan setimbang


pada suhu tertentu.
1.Tetapan kesetimbangan (Kc)
a.Hukum kesetimbangan
Hukum kesetimbangan menyatakan bahwa :
hasil kali konsentrasi setimbang zat-zat di ruas kanan dibagi
dengan hasil kali konsentrasi setimbang zat-zat di ruas kiri yang
masing-maing dipangkatkan koefisien reaksi, merupakan suatu
tetapan pada suhu tetap.
b.Persamaan tetapan kesetimbangan
Persamaan reaksi secara umum adalah :

A +

C + sD

[C] r [D ]s
[ A ] p [ B] q

maka nilai Kc =

c.Penentuan Kc pada reaksi homogeny


Persamaan reaksi secara umum dalam kesetimbangan homogeny
adalah :
A(g) +

B(g)

maka nilai Kc =

C +

D, maka

[C ] p [ D ] q
[ A ] m [ B] n

d.Penentuan Kc pada reaksi heterogen


Fase gas dan fase larutan berpengaruh
kesetimbangan,

sedangkan

fase

padat

dan

pada
fase

system

cair

tidak

berpengaruh pada system kesetimbangan.


1.Menentukan Harga Tetapan Kesetimbangan
a.Menghitung harga Kc berdasarkan konsentrasi kesetimbangan
b.Rumusan tetapan kesetimbangan Kp
Tetapan kesetimbangan adalah tetapan kesetimbangan dengan
data tekanan. Oleh karena itu yang dipengaruhi tekanan adalah
gas, maka perhitungan ini hanya berlaku untuk fase gas.
Reaksi kesetimbangan secara umum dapat dituliskan :
C + D
A + B
p

maka nilai Kp =

p [C ] r p [ D ] s
p[ A] p p[B]q

a.Hubungan Kp dan Kc
Tekanan parsial gas tergantung pada konsentrasi. Dari persamaan
gas ideal, yaitu:
PV = nRT maka tekanan gas adalah n/v = konsntrasi gas. Dengan
mengganti p pada persamaan Kp dengan n/v, maka didaptkan
hubungan Kp dengan Kc sebagai berikut :
Kp = Kc (RT)^n

Keterangan :
R
= tetapan gas = 0,082 L.atm,mol-1/K-1
T
= temperature (K)
n
= jumlah mol zat-zat hasil reaksi dikurangi jumlah mol zat-zat
pereaksi.
b.Derajat Disosiasi ()
Disosiasi adalah peristiwa penguraian suatu zat menjadi beberapa
zat

lain

yang

lebih

sederhana.nilai

derajat

disosiasi

adalah

perbandingan jumlah mol zat yang terurai dengan jumlah mol zat
mula-mula.
= mol zat yang terurai/ mol zat mula-mula

5.Kesetimbangan dalam industry


1.Pembuatan Asam Sulfat (H2SO4) melalui proses kontak
Pada pembuatan asam sulfat pada proses kontak melalui beberapa
tahap antara lain :
a.Pembakaran belerang

S(g) + O
SO
2 (g)

b.Pembakaran belerang dioksida


2SO2 + O2
c.Melarutkan belerang trioksida dengan asam sulfat

SO + H SO
HSO
3

d.Hidrolisis asam pirosulfat menjadi asam sulfat

HSO + HO
2H SO
2

2.Pembuatan ammonia (NH3) dengan proses Haber-Bosch


Dalam proses Haber-Bosch ammonia dibuat dari gas nitrogen dan
hydrogen dengan reaksi :

N2 + 3H2
2NH3
Agar gas ammonia yang dihasilkan maksimal dan cepat (reaksi
bergeser ke kanan), maka dapat dilakukan dengan cara :
a.Tekanan dibuat tinggi
b.Konsentrasi Nitrogen dan oksigen diperbesar
c. Suhu rendah

d.Ditambah katalisi besi oksida


e.Gas ammonia yang terbenuk segera dipisahkan
Kegunaan gas ammonia antara lain :
a.Untuk membuat pupuk ZA
b.Untuk membuat urea
c.Untuk membuat pupuk asam sitrat
d.Untuk membuat senyawa-senyawa nitrogen

RANGKUMAN
Terdapat tiga reaksi kesetimbangan yaitu reaksi bolak-balik, reaksi
searah

dan

reaksi

dalam

keadaan

setimbangan.

Sedangkan

berdasarkan fase kesetimbangan dibedakan menjadi dua yaitu


kesetimbangan

homogeny

dan

heterogen.

Asas

Le

Chatelier

mengatakan : Bila dalam suatu kesetimbangan diberikan aksi


(tindakan), maka system itu akan mengadakan reaksi yang
cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Cara system
beraksi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau ke kanan.
Ada 4 faktor terjaadinya pergeseran kesetimbangan diantaranya :
perubahan konsentrasi, perubahan volume dan tekanan, perubahan
suhu dan peranan katalis.Tetapan kesetimbangan (K c) adalah hasil
kali konsentrasi setimbang zat-zat di ruas kanan dibagi dengan zatzat di ruas kiri yang masing-masing dipangkatkan koefisien
reaksinya.
Produksi bahan-bahan kimia seperti Pembuatan Asam Sulfat (H2SO4)
melalui proses kontak,dan Pembuatan ammonia (NH3) dengan
proses Haber-Bosch.

LATIHAN SOAL
1.Diketahui suatu reaksi kesetimbangan

2A + B

A2B

Pada kondisi awal di dalam bejana 2 liter terdapat 2 mol A dan 2


mol B. Jika dalam kesetimbangan
0,5 mol A, maka tetapan kesetimbangannya adalah....
Jawab
Dari permasalahan dapat ditentukan jumlah mol sebagai berikut.

Jadi

2. Sebanyak 6 mol NH3 dipanaskan hingga menjadi N2 dan H2.


Pada saat kesetimbangan tercapai tersisa 2 mol NH3 . Jika tekanan
total campuran gas adalah 10 atm makan tentukanlah harga Kp.
Jawaban
Dari persoalan kita dapat temukan data sebagai berikut.

Total mol dalam sistem. Mencari tekanan parsial pada setiap zat
dengan persamaan

Sehingga didapatkan pNH3 = 2 atm, pN2 = 2 atm, dan pH2 = 6atm