Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN TETAP

SATUAN PROSES 2
PEMBUATAN ISO BUTYL ALDEHID

Oleh:
KELOMPOK 3
KELAS: 4 KC
1. Siti Khodijah

(061430401240)

2. Siti Rahayu

(061430401241)

3. Teta Hoiriah

(061430401242)

4. Deri Mifthahul Janna

(061430401988)

5. Dwi Indah Mayasari

(061430401989)

6. Fikyh Hariyansyah

(061430401990)

Dosen Pembimbing: Indah Purnamasari, S.T,M.Si.

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2016

PEMBUATAN ISOBUTYL ALDEHID

I.

TUJUAN PERCOBAAN
Mahasiswa dapat mengetahui proses pembuatan aldehid dengan cara
oksidasi alcohol primer.

II.

ALAT DAN BAHAN


ALAT

Bola karet
Erlenmeyer
Gelas kimia
Labu leher dua
Kaca arloji
Pengaduk
Pipet ukur
Peralatan destilasi
Spatula
Thermometer

(1 buah)
(1 buah)
(3 buah)
(1 buah)
(1 buah)
(1 buah)
(1 buah)
(1 perangkat)
(1 buah)
(1 buah)

BAHAN

III.
IV.

Asam sulfat
Aquadest
Es batu
Isobutyl alcohol
Kristal kalium bikromat
GAMBAR ALAT ( TERLAMPIR)
DASAR TEORI
Aldehid adalah senyawa organic yang mengandung CHO radikal,
dimana sebuah atom karbon membentuk ikatn rangkap dengan atom
oksigen dan juga terikat pada atom hydrogen dan kelompoknlain
dilambangkan dengan R yang bisa menjadi atom hydrogen kedua,
sebuah kelompok lain dilambangkan dengan R, sebuah kelompok alkil

atau grup aril yang paling enting dan contoh-contoh sederhana adalah
metal ( formal dehid), HCOOH, da, etanal (asetal dehid).
Gugus dapat dibuat dari oksidasi alcohol-alkohol promer bisa
dioksidasi baik menjadi aldehid maupun asam karboksilat tergantung
pada kondisi-kondisi reaksi.. untuk pembentukan asam karboksilat,
alcohol pertama-pertama dioksidasi menjadi sebuah aldehid yang
selanjutnya dioksidasi lebih lanjt menadi asam.
Oksidasi alcohol akan menjadi sebuah aldehid jika digunakan
alcohol yang berlebih dan aldehid bias dipisahkan melalui destilasi
sesaat setelah terbentuk alcohol berlebih berarti bahwa tidak ada agen
pengoksidasi yang cukup melakukan tahap oksidasi kedua. Pemisah
aldehid sesegara mungkin setelah terbentuk berarti bahwa tidak tinggal
meninggu untuk dioksidasi kembali. Jika digunakan butanol sebagai
sebuah alcohol primer, maka akan dihasilkan aldehid butanol.
Persaman ini agk rumit dan kita perlu memahami tentang persamaan
setengah reaksi untuk menyelesaikannya.
CH CH CH OH+Cr O 2- + 8H+
3

CH3CH2CH2OH + Cr3+ +

7H2O
Dalam kimia organik, vesi-versi sederhana dari reaksi ini sering
digunakan dengan berfokus pada apa yang terjadi terhadap zat-zat
organic yang terbentuk. Untuk melakukan ini, oksigen dari sebuah
agen

oksidasi

dinyatakan

sebagai

(O).

Penulisan

ini

dapat

menghasilkan persamaan reaksi yang lebih sederhana:


CH CH CH OH + O CH CH CH OH + H O
3

Sifat-sifat kimia dan fisika butyl aldehid sebagai berikut :


Aldehid mempunyai titik didih lebih besar dari alkana tetapi lebih

kecil dari alcohol.


Cairan jernih.
Tidak larut dalam air.
Berat molekul = 72,11 gr/mo.
Berat jenis = 0,79 gr/cm3
Titik didih = 63

Titik lebur = -65

Indeks bias =1,374

Kegunaan Aldehid adalah sebagai berikut :


Bahan baku untuk membuat obat-obatan, agrokimia,antioksidan,

karet akselerator, pembantu tekstil, parfum dan rasa.


Perantara dalam plastizer manufaktur, alcohol, pelarut, dan

polimer.
Pengawet specimen biologi dalam laboratorium karena dapat

membunuh kuman.
Membuat plastic termoset, dammar buatan, serta inteksida dan

sermisida.
Bahan baku pembuatan karet, zat warna dan bahan organic yang

penting : asetat dan aseton.


Perantara dalam plastisizer manufaktur, alcohol, pelaut dan
polimer.

Sifat fisik dan kimia bahan baku


1. asam sulfat
Sifat
Massa molar
Penampilan
Densitas
Titik leleh
Titik didih
Kelarutan
Keasaman
Viskositas
Bahaya

Keterangan
98,08 gr/mol
Cairan bening, tak berwarna, tak berbau
1,84 gr/cm3, cair
10o C, 283 K, 50o F
337o C, 610 k, 639o F
Tercampur penuh dalam air
-3
26,7 cp (20o C)
Korosif sifatnya

2. kristal Kalium bikromat


-

Wujud

Rumus molekul

: K2Cr2O7

Titik leleh

: 397 oC

Kelarutan dalam air

: zat berkristal jingga kemerahan

: 5 g/100 mL pada 0 oC, dan 102 g/100 mL pada 100 oC

Massa molekul

V.

: 294,21 g/mol.

LANGKAH PERCOBAAN
1. Memasukkan 13 ml isobutyl alcohol dalam sebuah labu lleher tiga
yang berukuran 500 ml.
2. Menyiapakan campuran dalam beaker gelas 8 gram K 2Cr2O7
kristal, 42,5 ml aqudest dan 6 ml asam sulfat pekat ( kemudian
Kalium bikromat kemidian dinginkan).
3. Setelah dingin, mencampurkan larutan tersebut ke dalam labu leher
tiga.
4. Menyiapkan peralatan destilasi, kemudian melakukan proses
destilasi, suhu uap dijaga 75C-80C.
5. Destilat yang keluar ditampung dalam Erlenmeyer yang dingin
dengan es, menentukan volume dan beratnya.
6. Gas yang timbul ditampung dalam air melewati selang plastik.

VI.

DATA PENGAMATAN
Perlakuan Percobaan
N
o
1

Perlakuan

Pengamatan

Memasukkan 13 mL

Isobutyl alkohol tidak berwarna

isobutyl alkohol ke

(bening), dan berbau tajam

dalam labu bundar


2

leher dua
Menyiapkan dalam

Larutan berwarna orange dan reaksi

beker gelas ( 42,5 mL

yang terjadi adalah reaksi eksoterm

Aquadest +6 mL asam
3

sulfat + 8 gr K2Cr2O7 )
( 42,5 mL Aquadest +6

Campuran berubah warna menjadi

mL asam sulfat + 8 gr

hitam kemerahan

K2Cr2O7 ) dicampur
dengan 13 mL isobutyl
alkohol

Destilasi campuran

Destilat yang didapat sebanyak 8,3

dengan suhu 100C

mL berwarna bening, dan residu


berubah

warna

kehijauan

VII.

PERHITUNGAN
Secara teori
H2SO4
V
: 6 ml
P
: 1,84 gr/ml
BM : 98,08 gr/ml
massa = 1,84 gr/ml x 6 ml= 11,04 gram
massa
Mol =
Bm
=

11,04 gram
98,08 gr /mol

= 0,1125 mol
K2Cr2O7
M = 8 gram
Mol =

8 gram
294,13 gr /mol

= 0,0271 mol
C4H9OH (Butyl alkohol)
V
: 13 ml
P
: 0,81 gr/ml
Bm
: 74,13 gr/mol
massa

= 0,81 gr/ml x 13 ml= 10,53 gram

Mol =

massa
Bm

10,53 gram
gr
74,13
mol

= 0,1420 mol
Reaksi :

menjadi

hitam

H2SO4 + K2Cr2O7 H2Cr2O4 + K2SO4 + 3/2 O2


M
B
S

0,1125
0,0271
0,0854

0,0271
0,0271
-

C4H10O

0,0271
0,0271
O2

0,0271
0,0271

0,0406
0,0406

CHO +
4 8

H2O

0,1420

0,0406

0,0812

0,0406

0,0812

0,0812

0,0608

0,0812

0,0812

Neraca Massa Teori


Kompone
n
K2Cr2O7
H2SO4
C4H10O
H2Cr2O4
K2SO4
C4H8O
H2O
O2

% yield teori =

mol bereaksi
mol reaktan

BM

(gr/mol)
294,13
98,08
74,13
169,98
174,23
72,11
18,01
31,98
Total

gr produk
100
%
gr t reaktan

INPUT
Mol
Gram
0,0271
0,1125
0,1420
-

OUTPUT
Mol
Gram

7,9709
11,034
10,5264
29,5313

0,0854
0,0608
0,0271
0,0271
0,0812
0,0812
-

% konversi

8,3760
4,5071
4,6064
4,7216
5,8553
1,4624
29,5288

x 100%

5,8553
100
%
10,5264

= 55,62%

0,0406
0,0406

= 100%

x 100%

Secara Praktek
Isobutyl aldehid
Bm = 72,11 gr/mol
8,3 mL x 0,808 gr /mL
Mol =
72,11 gr /mol
= 0,0930 mol
Reaksi :

H2SO4 + K2Cr2O7 H2Cr2O4 + K2SO4 + 3/2 O2

M
B
S

0,1125
0,0271
0,0854

0,0271
0,0271
-

C4H10O

0,0271
0,0271
O2

0,0271
0,0271

0,0406
0,0406

CHO +
4 8

H2O

0,1420

0,0406

0,0930

0,0465

0,0930

0,0930

0,049

0,0059

0,0930

0,0930

Neraca Massa Praktek


Kompone
n
K2Cr2O7
H2SO4
C4H10O
H2Cr2O4
K2SO4
C4H8O
H2O
O2

BM

(gr/mol)
294,13
98,08
74,13
169,98
174,23
72,11
18,01
31,98
Total

INPUT
Mol
Gram
0,0271
0,1125
0,1420
-

7,9709
11,034
10,5264
29,5313

OUTPUT
Mol
Gram
0,0854
0,049
0,0271
0,0271
0,0930
0,0930
0,0059

8,3760
3,6323
4,6064
4,7216
6,7062
1,6749
0,1886
29,906

% yield praktek=

mol bereaksi
mol reaktan

gr produk
100
%
grt reaktan

x 100%

6,7062
100
%
10,5264

= 63,70%
% Kesalahan

% konversi

0,0465
0,0406

x 100%

= 114,53%

T P
T

5,85536,7062
5,8553

x 100%

x 100%

= 14,53%

VIII. ANALISA DATA


Dari hasil percobaan dapat dianalisa bahwa pembuatan isobutyl
aldehid dapat dihasilkan dari oksidasi alcohol primer. Pada percobaan,
K2Cr2O7 digunakan sebagai agen pengoksidasi dan H2SO4 sebagai
katalis. Atom-atom kalium pada K2Cr2O7 akan mengikat SO4 pada asam
sulfat dan atom hidrogen pada asam sulfat akan mengikat Cr2O4 pada
kalium bikromat. Pada reaksi, ada sejumlah 0,0059 mol 3 atom
oksigen terlepas dan atom oksigen yang terlepas ini akan mengoksidasi
butanol.
Proses oksidasi mulai terjadi ketika larutan kalium bikromat
ditambah dengan asam sulfat ( di dalam air, karena terjadi reaksi
eksotermis ) yang berwarna orange berubah menjadi hitam kemerahan
pada saat ditambahkan butanol. Pada pembuatan isobutyl aldehid ini
butanol harus dikondisikan berlebih atau dengan kata lain atom O

menjadi reaksi pembatas dan harus habis karena jika tidak bukan
gugus aldehid yang terbentuk tetapi gugus asam karboksilat.
Untuk mendapatkan isobutyl aldehid yang murni, dilakukan proses
pemisahan dengan destilasi. Destilasi dilakukan dengan suhu 100C,
karena apabila suhu lebih dari 100C air akan ikut menguap dan masuk
ke destilat. Secara praktek, didapatkan volume destilat ( isobutyl
aldehid ) sebanyak 8,3 mL dengan warna bening dan berbau
menyengat.
Pada percobaan, didapat % konversi produk adalah 114,53% dan %
yieldnya adalah 63,70%. Dengan % kesalahan sebesar 14,53%.
Dianalisa bahwa oksigen yang terbentuk telah teroksidasi sempurna
dan kesalahan pada praktek disebabkan karena tidak menghitung berat
dari isobutyl aldehid serta bahan yang dipakai atau kesalahan dari
pengamat sendiri saat pencampuran, pemipetan, atau pengambilan
bahan.
IX.

KESIMPULAN
Setelah melakukan praktikum, dapat disimpulkan bahwa :
Butyl aldehid dapat dihasilkan dari pengoksidasian parsial

dengan isobutyl alkohol


Reaksi yang terjadi :
H2SO4
+ K2Cr2O7 H2Cr2O4 + K2SO4 + 3/2 O2
3C H O + 3 H O
3 C H O + 3/2 O
4

10

K2Cr2O7 + H2SO4+3 C4H10O H2Cr2O4+ K2SO4+3C4H8O+3 H2O

Didapatkan data :
1. Volume Isobutyl aldehid = 8,3 mL
2. % yield (praktek) = 63,70%
3. % konversi (praktek) = 114,53%
4. % kesalahan = 14,53%

DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet . 2016. Penuntun Praktikum Satuan Proses 2 : Pembuatan
Isobutyl Aldehid. Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya.
www.scribd.com

Lampiran :

Seperangkat Alat Destilasi

Gelas Kimia
Bola Karet
Pengaduk

Spatula

Pipet Ukur

Kaca Arloji
Pipet Tetes

Anda mungkin juga menyukai