Anda di halaman 1dari 30

SIFAT MATERIAL TEKNIK

Disusun Oleh : 1. Yohanna Francisca Budi Prastiwi

(1215041054)

2. Yolanda Sefriantina

(1215041055)

3. Yuliana

(1215041056)

4. Zulfa Fauziyyah

(1215041057)

5. Dita Synthauli

(1215041058)

(KELOMPOK 11)

Mata Kuliah : Bahan Konstruksi Teknik Kimia


Dosen

: Panca Nugrahini F.N, S.T. , M.T.

Jurusan Teknik Kimia


Fakultas Teknik Universitas Lampung
Bandar Lampung
2013

Sifat material teknik

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
limpahan rahmad-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Sifat
Material Teknik.
Penyusunan makalah ini dibuat Penulis dalam rangka memenuhi tugas mata
kuliah Bahan Konstruksi Teknik Kimia Semester 2.
Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Namun,
kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi Penulis pada khususnya
dan pembaca pada umumnya.

Bandar Lampung, 18 Maret 2013

Penyusun

DAFTAR ISI
Sifat material teknik

Kata Pengantar...
.......i
Daftar
isi.......ii
1.Pendahuluan
..1
1.1Latar
Belakang........................................1
1.2

Tujuan

Penulisan............2
1.3

Rumusan

Masalah..2
2.
Pembahasan..
3
2.1 Kekuatan.3
2.2 kekuatan luluh.
5
2.3 Kekuatan tarik.8
2.4 Keuletan.............14
2.5 Kekerasan.........21
2.6 Ketangguhan..22
2.7 Mulur.24
2.8 Kelelahan..25
2.9 Patahan...26

Sifat material teknik

2.10 Konsep tegangan regangan


2.11 Uji tarik
2.12 Deformasi plastic
2.13 Deformasi elastis
3.
Penutup.......3
1
3.1
Kesimpulan..............31
3.2

Kritik

dan

Saran...

.......31
Daftra Pustaka..
iii

Sifat material teknik

1. PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Untuk mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin


canggih

pada

pihak

yang

mempunyai

kualitas

dalam

meningkatkan

mutuproduksi, tingkat kestabilan dan kekakuan bahan produksi dari segi


penggunaan bahan adakah akibat dari sifat mekanik, sifat fisik, sifat teknologi
suatu bahan material teknik. Material adalah suatu substansi yang dapat dibentuk
dan dimodifikasi komposisinya. Sejak peradaban manusia dimulai, material dan
energi secara bersama-sama digunakan oleh manusia untuk meningkatkan taraf
hidup.

Material berada dimana-mana disekitar kita. Beberapa material yang

umum yang biasa dilihat sehari-hari diantaranya kayu, beton, batu bata, plastik,
kaca, aluminum, tembaga ,kertas dan masih banyak jenis material yang ada
disekitar kita. Dengan semakin banyaknya penelitian yang dilakukan, maka
semakin pesat penemuan-penemuan material baru saat ini.

Ini adalah suatu

keahlian dasar yang wajib dimiliki oleh seorang penguji mutu barang untuk
memahami bagaimana berbagai sifat mekanik dan fisika dapat diukur dan sifat ini
mewakili untuk apa, fungsional penguji mutu barang mungkin diminta untuk
mengawasi suatu struktur / komponen dari suatu komoditi berbahan dasar logam

Sifat material teknik

yang telah ditentukan dan telah memperhatikan faktor tertentu sehingga tingkat
deformasi dan atau kegagalan material tidak akan merugikan orang banyak.
Banyak materi, ketika dalam pemakaian akan menjadi sasaran kekuatan atau
beban; contohnya pada pisau di timbangan meja yang terbuat dari besi karbon
yang didisain memiliki kekerasan tertentu dan pelat baja yang digunakan dalam
pembuatan tangki timbun dan tutsit . Dalam situasi seperti itu diperlukan untuk
mengetahui karakteristik material dan untuk merancang bagian per bagian bagian
dari alat tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga apapun yang dihasilkan
deformasi dan pengaruh dari lingkungan yang terjadi tidak akan berlebihan dan
tidak akan mengubah karakteristik dari material yang akan digunakan.
Perilaku mekanik suatu material mencerminkan hubungan antara respon atau
deformasi ke beban yang diterapkan atau kekuatan yang diberikan. Beberapa sifat
mekanik yang penting adalah kekuatan, kekerasan, keuletan, dan kekakuan. Sifat
mekanis bahan harus dipastikan dengan hati-hati dan dilakukan perancangan dan
pengujian dengan kondisi pemakaian. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan
termasuk sifat beban yang akan diterima, lama pemakaian serta kondisi
lingkungan. Hal ini dimungkinkan untuk beban yang akan mengalami beban tarik,
tekan, atau geser, dan besarnya mungkin akan terus-menerus pada waktu tertentu,
atau mungkin beban yangdiberikan berfluktuasi terus menerus. Aplikasi waktu
mungkin hanya sepersekiandetik, atau mungkin bisa berlangsung selama
bertahun-tahun. Selain itu pengaruh suhu pemakaian dapat juga menjadi faktor
penentu lainnya.

1.2

Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui sifat-sifat material teknik


2. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahan
Konstruksi Teknik Kimia

1.3

Rumusan Masalah

1. Apa saja sifat material secara mekanik?


2. Bagaimana manfaat dan pengaplikasian sifat material
teknik?
3. Apa manfaat dari setiap sifat material tersebut?

Sifat material teknik

2. PEMBAHASAN
Sifat Sifat Material
Secara garis besar material mempunyai sifat-sifat yang mencirikannya, pada
bidang teknik mesin umumnya sifat tersebut dibagi menjadi tiga sifat. Sifat sifat
itu akan mendasari dalam pemilihan material, sifat tersebut adalah:

Sifat mekanik

Sifat fisik

Sifat teknologi

Dibawah ini akan dijelaskan secara terperinci tentang sifat-sifat material tersebut
1. Sifat Mekanik
Sifat mekanik material, merupakan salah satu faktor terpenting yang mendasari
pemilihan bahan dalam suatu perancangan. Sifat mekanik dapat diartikan sebagai
respon atau perilaku material terhadap pembebanan yang diberikan, dapat berupa
gaya, torsi atau gabungan keduanya. Dalam prakteknya pembebanan pada
material terbagi dua yaitu beban statik dan beban dinamik. Perbedaan antara
keduanya hanya pada fungsi waktu dimana beban statik tidak dipengaruhi oleh
fungsi waktu sedangkan beban dinamik dipengaruhi oleh fungsi waktu.
Untuk mendapatkan sifat mekanik material, biasanya dilakukan pengujian
mekanik. Pengujian mekanik pada dasarnya bersifat merusak (destructive test),
dari pengujian tersebut akan dihasilkan kurva atau data yang mencirikan keadaan
dari material tersebut.

Sifat material teknik

Setiap material yang diuji dibuat dalam bentuk sampel kecil atau spesimen.
Spesimen pengujian dapat mewakili seluruh material apabila berasal dari jenis,
komposisi dan perlakuan yang sama. Pengujian yang tepat hanya didapatkan pada
material uji yang memenuhi aspek ketepatan pengukuran, kemampuan mesin,
kualitas atau jumlah cacat pada material dan ketelitian dalam membuat spesimen.
Sifat mekanik tersebut meliputi antara lain: kekuatan tarik, ketangguhan,
kelenturan, keuletan, kekerasan, ketahanan aus, kekuatan impak, kekuatan mulur,
kekeuatan leleh dan sebagainya.
Sifar-sifat mekanik material yang perlu diperhatikan:

Tegangan yaitu gaya diserap oleh material selama berdeformasi persatuan


luas.

Regangan yaitu besar deformasi persatuan luas.

Modulus elastisitas yang menunjukkan ukuran kekuatan material.

Kekuatan yaitu besarnya tegangan untuk mendeformasi material atau


kemampuan material untuk menahan deformasi.

Kekuatan luluh yaitu besarnya tegangan yang dibutuhkan untuk


mendeformasi plastis.

Kekuatan tarik adalah kekuatan maksimum yang berdasarkan pada ukuran


mula.

Keuletan yaitu besar deformasi plastis sampai terjadi patah.

Ketangguhan yaitu besar energi yang diperlukan sampai terjadi


perpatahan.

Kekerasan yaitu kemampuan material menahan deformasi plastis lokal


akibat penetrasi pada permukaan.

2. Sifat Fisik
Sifat penting yang kedua dalam pemilihan material adalah sifat fisik. Sifat fisik
adalah kelakuan atau sifat-sifat material yang bukan disebabkan oleh
pembebanan seperti pengaruh pemanasan, pendinginan dan pengaruh arus listrik
yang lebih mengarah pada struktur material. Sifat fisik material antara lain :
temperatur cair, konduktivitas panas dan panas spesifik.

Sifat material teknik

Struktur material sangat erat hubungannya dengan sifat mekanik. Sifat mekanik
dapat diatur dengan serangkaian proses perlakukan fisik. Dengan adanya
perlakuan fisik akan membawa penyempurnaan dan pengembangan material
bahkan penemuan material baru.

3. Sifat Teknologi
Selanjutnya sifat yang sangat berperan dalam pemilihan material adalah sifat
teknologi yaitu kemampuan material untuk dibentuk atau diproses. Produk dengan
kekuatan tinggi dapat dibuat dibuat dengan proses pembentukan, misalnya dengan
pengerolan atau penempaan. Produk dengan bentuk yang rumit dapat dibuat
dengan proses pengecoran. Sifat-sifat teknologi diantaranya sifat mampu las, sifat
mampu cor, sifat mampu mesin dan sifat mampu bentuk. Sifat material terdiri dari
sifat mekanik yang merupakan sifat material terhadap pengaruh yang berasal dari
luar serta sifat-sifat fisik yang ditentukan oleh komposisi yang dikandung oleh
material itu sendiri.

3.1 Kekuatan

Sifat material teknik

Kekuatan bahan dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin ilmu yang


mempelajari tentang kekuatan suatu konstruksi, baik mesin maupun maupun
gedung dan bangunan . Suatu konstruksi dapat dikategorikan bagus dan dapat
dipertanggung jawabkan (accountable) apabila telah dihitung berdasarkan ilmu
kekuatan bahan secara benar.
Dalam ilmu kekuatan bahan akan dipelajari tentang banyak hal misalnya : jenis
pembebanan yang diberikan, gaya-gaya yang bekerja didalamnya, tegangantegangan yang terjadi, jenis bahan dan kasus pembebanan yang diberikan sampai
menentukan tegangan yang diizinkan sehingga seorang Engineer dapat
menentukan jenis bahan, dimensi dan mengontrol kekuatan suatu konstruksi
mekanik sesuai dengan fungsi dari ilmu kekuatan bahan itu sendiri.
Secara

garis

besar

fungsi

dari

ilmu

kekuatan

bahan

yakni

1. Menentukan dimensi yang proporsional (Apabila beban dan bahan diketahui


atau ditentukan).
2.Menentukan beban maksimum (Apabila dimensi dan bahan diketahui atau
ditentukan).
3. Menentukan bahan yang sesuai atau cocok (Apabila beban dan dimensi
diketahui).
4. Mengontrol kekuatan bahan (Apabila beban, dimensi dan bahan diketahui)
dengan melakukan comparisson study antara tegangan yang terjadi dengan
tegangan yang diizinkan.

2.2 Kekuatan Luluh


Kekuatan luluh menyatakan besarnya tegangan yang dibutuhkan tegangan yang
dibutuhkan untuk berdeformasi plastis material. Pengukuran besarnya tegangan
pada saat mulai terjadi deformasi plastis atau batas luluh, tergantung pada
kepekaan pengukuran regangan. Sebagian besar material mengalami perubahan

Sifat material teknik

sifat dari elastis menjadi plastis, yang berlangsung sedikit demi sedikit dan titik
saat deformasi plastis mulai terjadi, sukar ditentukan secara teliti. Sehingga
kekuatan luluh sering dinyatakan sebagai kekuatan luluh offset, yaitu besarnya
tegangan yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah kecil deformasi plastis
yang ditetapkan (regangan offset). Kekuatan luluh offset ditentukan tegangan pada
perpotongan antara kurva tegangan-regangan dengan garis sejajar dengan
kemiringan kurva pada regangan tertentu. Di Amerika Serikat regangan offset
ditentukan sebesar 0,2 atau 0,1 %

( e = 0,002 atau 0,001 mm/mm)

y = P(offset) / Ao

Gambar Kurva tegangan regangan yang mengindikasikan kriteria luluh


Beberapa bahan pada dasarnya tidakmempunyai bagian linear pada kurva
tegangan-regangan, misalnya tembaga lunak atau besi cor kelabu. Untuk bahanbahan tersebut, metode offset tidak dapat digunakan dan untuk pemakaian praktis,
kekuatan luluh didiefinisikan sebagai tegangan yang diperlukan untuk
menghasilkan regangan total tertentu, misalnya e = 0,5 %.

Sifat material teknik

2.3 Kekuatan Tarik

Kekuatan tarik atau kekuatan tarik maksimum (ultimate tensile strenght), adalah
nilai yang paling sering dituliskan sebagai hasil suatu uji tarik, tetapi pada
kenyataannya nilai tersebut kurang bersifat mendasar dalam kaitannya dengan
kekuatan material. Untuk logam ulet, kekuatan tariknya harus dikaitkan dengan
beban lmaksimum, diman logam dapat menahan beban sesumbu untuk keadaan
yang sangat terbatas. Pada tegangan yang lebih komplek, kaitan nilai tersebut
dengan kekuatan logam, kecil sekali kegunaannya. Kecenderungan yang banyak
ditemui adalah, mendasarkan rancangan statis logam ulet pada kekuatan luluhnya.
Tetapi karena jauh lebih praktis menggunakan kekuatan tarik untuk menentukan
kekuatan bahan, maka metode ini lebih banyak dipakai.
Kekuatan tarik adalah besarnya beban maksimum dibagi dengan luas penampang
lintang awal benda uji.
u = P maks / Ao
Korelasi emperis yang diperluas antar kekuatan tarik dengan sifat mekanik
lainnya seperti kekerasan dan kekuatan lelah, sering dipergunakan. Hubungan
tersebut hanya terbatas pada hasil penelitian beberapa jenis material.

2.4 Keuletan (e)


Keuletan adalah suatu besaran kualitatif dan sifat subyektif suatu bahan, yang
secara umum pengukurannya dilakukan untuk memenuhi tiga kepentingan, yaitu:

Sifat material teknik

Menyatakan besarnya deformasi yang mampu dialami suatu material,


tanpa terjadi patah. Hal ini penting untuk proses pembentukan logam,
seperti pengerolan dan ekstruksi.

Menunjukkan kemampuan logam untuk mengalir secara plastis sebelum


patah.Keuletan logam yang tinggi menunjukkan kemungkinan yang besar
untuk berdeformasi secara lokal tanpa terjadi perpatahan.

Sebagai petunjuk adanya perubahan kondisi pengolahan.

Ukuran keuletan dapat digunakan untuk memperkirakan kualitas suatu bahan,


walaupun tidak ada hubungan langsung antara keuletan dengan perilaku dalam
pemakaian bahan.
Cara untuk menentukan keuletan yang diperoleh dari uji tarik adalah regangan
teknis pada saat patah (ef), yang biasa disebut perpanjangan dan pengukuran luas
penampang pada patahan (q). Kedua sifat ini didapat setelah terjadi patah, dengan
cara menaruh benda uji kembali, kemudian diukur panjang akhir benda uji (L f)
dan diameter pada patahan (Df), untuk menghitung luas penampang patahan (Af).

ef = ( Lf Lo ) / Lo
q = ( Ao Af ) / Ao
Baik perpanjangan maupun pengurangan luas penampang, biasanya dinyatakan
dalam persentase. Karena cukup besar bagian deformasi plastis yang akan
terkonsentrasi pada daerah penyempitan setempat, maka harga

ef

akan

bergantung pada panjang ukur awal (Lo). Makin kecil panjang ukur, makin besar
pengaruhnya pada perpanjangan keseluruhan. Oleh karena itu bila diberikan harga
persentase perpanjangan, maka panjang ukur Lo akan selalu disertakan.

2.5 Kekerasan
Kekerasan adalah ukuran ketahanan suatu material terhadap deformasi plastis
lokal. Nilai kekerasan tersebut dihitung hanya pada tempat dilakukannya

Sifat material teknik

pengujian tersebut (lokal), sedangkan pada tempat lain bisa jadi kekerasan suatu
material berbeda dengan tempat yang lainnya. Tetapi nilai kekerasan suatu
material adalah homogen dan belum diperlakupanaskan secara teoritik akan sama
untuk tiap-tiap titik.

Metoda Pengujian Kekerasan

Gambar alat penguji kekerasan

Pengujian kekerasan sering sekali dilakukan karena mengetahui kekerasan suatu


material maka (secara umum) juga dapat diketahui beberapa sifat mekanik
lainnya, seperti kekuatan. Pada pengujian kekerasan dengan metoda penekanan,
penekan kecil (identor) ditekankan pada permukaan bahan yang akan diuji dengan
penekanan tertentu. Kedalaman atau hasil penekanan merupakan fungsi dari nilai
kekerasan, makin lunak suatu bahan makin luas dan makin dalam akibat
penekanan tersebut, dan makin rendah nilai kekerasannya.

Sifat material teknik

2.5 Ketangguhan (Toughness)


Ketangguhan adalah jumlah energi yang diserap material sampai terjadi patah,
yang dinyatakan dalam Joule. Energi yang diserap digunakan untuk berdeformasi,
mengikuti arah pembebanan yang dialami. Pada umumnya ketangguahan
menggunakan konsep yang sukar dibuktikan atau didefinisikan..Terdapat beberapa
pendekatan matematik untuk menentukan luas daerah dibawah kurva teganganregangan.
Untuk logam-logam ulet mempunyai kurva yang dapat didekati dengan
persamaan-persamaan berikut:
UT u .ef
UT ( o + u ) ef / 2
UT 2/3 ( u ) ef

2.7 Mulur
Kemuluran ialah satu sifat fizik iaitu kebolehan untuk mengekalkan cangaan
plastik tanpa retakan atau patah (dalam logam, contohnya apabila ditarik
menjadi dawai). Ia dicirikan dengan pengaliran bahan oleh tegasan ricih.
Sejenis bahan mulur adalah sebarang bahan yang alah dalam keadaan tegasan
ricih (bertentangan dengan patah rapuh, iaitu alah dalam keadaan tegasan normal).
Emas, tembaga, dan aluminium merupakan logam yang sangat mulur.
Kemuluran adalah berkaitan dengan keboleh tempaan.

Sifat material teknik

Dalam sains Bumi, zon peralihan rapuh-mulur adalah zon pada kedalaman kirakira 10 km bawah tanah, apabila batuan semakin jarang mengalami retakan,
sebaliknya lebih berkemungkinan untuk bercangga secara mulur. Dalam ais
glasier, zon ini terletak pada kedalaman 30 m. Tidaklah mustahil bagi satu-satu
bahan untuk bercangga secara mulur di atas zon peralihan rapuh-mulur, sebegitu
juga dengan bahan di bawah zon tersebut untuk bercangga secara rapuh. Zon ini
wujud kerana semakin dalamnya di bawah tanah, semakin tinggi tekanan
mengekang, dan kekuatan rapuh meningkat dengan kenaikan tekanan mengekang
sementara kekuatan mulur sentiasa malar. Zon peralihan berlaku apabila kekuatan
rapuh mengatasi kekuatan mulur.
Dalam fizik/sains bahan, suhu peralihan rapuh-mulur SPRM sesuatu bahan
menunjukkan titik ketika tenaga retakan jatuh di bawah titik yang telah ditentukan
(bagi keluli biasanya 40 J (J.Vernon, Introduction to engineering Materials) bagi
ujian hentaman Charpy piawai). SPRM adalah penting kerana apabila suatu bahan
disejukkan di bawah SPRM, ia akan mempunyai kecenderungan yang lebih tinggi
untuk pecah akibat hentaman, berbanding dengan melentur (membengkok) atau
bercangga. Contohnya, ZAMAK 3, sejenis aloi penuangan acuan zink,
menunjukkan kemuluran yang baik pada suhu bilik tetapi patah pada suhu bawah
sifar apabila ia dihentam. SPRM adalah pertimbangan yang penting dalam
pemilihan bahan terutamanya jika bahan adalah tertakluk kepada tegasan
mekanikal.
Dalam sesetengah bahan, peralihan ini adalah lebih jelas berbanding yang lain.
Contohnya, peralihan adalah lebih jelas pada bahan dengan kekisi kubus berpusat
jasad berbanding dengan kekisi kubus berpusat muka. SPRM juga boleh
dipengaruhi oleh faktor-faktor luaran seperti penyinaran neutron yang menjurus
kepada peningkatan kecacatan kekisi dan penurunan dalam kemuluran (atau
peningkatan dalam SPRM) yang berpadanan.
PENGUJIAN MULUR (CREEP)
Definisi creep adalah aliran plastis yang dialami material
pada tegangan tetap. Meskipun sebagian besar pengujian

Sifat material teknik

dilakukan dengan kondisi beban tetap, tersedia peralatan yang


mampu mengurangi pembebanan selama pengujian sebagai
kompensasi terhadap pengurangan penampang benda uji. Pada
temperatur relatif tinggi, creep terhadi pada semua level
tegangan, tetapi pada temperatur tertentu laju creep bertambah
dengan meningkatnya tegangan.
KURVA MULUR
Untuk menentukan kurva mulur rekayasa suatu logam,
maka pada benda tarik dikenakan beban tetap sedang suhu
benda uji dijaga tetap, regangan (perpanjangan) yang terjadi
ditentukan sebagai fungsi waktu. Waktu yang diperlukan dapat
berbulan-bulan,

bahkan

beberapa

pengujian

memerlukan

waktu lebih dari 10 tahun.


Dalam melakukan uji mulur rekayasa, biasanya beban uji
dipertahankan konstan. Jadi sejalan dengan memanjangnya
benda uji serta mengecilnya luas penampang lintang, maka
tegangan sesumbu (uniaxial) bertambah besar.
Andrade menyatakan bahwa kurva mulur tegangan tetap
merupakan superposisi dua buah proses mulur yang berbeda
yang terjadi setelah regangan mendadak yang dihasilkan oleh
beban yang dikenakan. Komponen pertama kurva mulur adalah
kurva transien, dimana laju mulurnya turun terhadap waktu.
Komponen yang kedua adalah mulur viskos dengan laju mulur
tetap. Andrade mengajukan suatu persamaan empiris untuk
menyatakan kurva mulur:
= 0 (1 + t1/3) e(kt)

Konstanta k menggambarkan perpanjangan tiap satuan panjang


yang terjadi pada laju tetap. Suatu persamaan yang lebih sesuai
dibandingkan

persamaan

Sifat material teknik

Andrade,

walaupun

pengujiannya

dilakukan pada jumlah bahan yang terbatas, dikemukakan oleh


Garafalo.
= 0 + t (1 e rt) + st

dimana
0

= regangan yang terjadi segera setelah pembebanan

= batas mulur transien

= perbandingan antara laju mulur transien terhadap


regangan mulur

transien

= laju mulur keadaan tunak (steady-state)

PERUBAHAN STRUKTUR SELAMA MULUR


Jika gradien kurva mulur

dipetakan terhadap regangan,

akan diperoleh kurva yang menghubungkan laju mulur terhadap


regangan

total.Kurva

ini

secara

dramatis

menggambarkan

perubahan laju mulur besar yang terjadi selama uji mulur. Karena
tegangan dan suhu tetap, maka variasi laju mulur tersebut
ditimbulkan oleh perubahan struktur internal bahan dengan
adanya regangan mulur dan waktu.
Logam-logam yang berada pada suhu tinggi mengalami
sejumlah proses deformasi sekunder. Proses ini terdiri atas
pergelinciran ganda, pembentukan pita gelincir yang sangat
kasar, pita-pita tertekuk, pembentukan lipatan pada batas-batas
butir, dan migrasi batas butir.
Mulur Dislokasi
Mulur dislokasi terjadi akibat pergelinciran dislokasi yang
terjadi akibat pengaruh difusi kekosongan. Kerangka dasar

Sifat material teknik

berbagai

teori

dicetuskan

oleh

Orawan

dan

Bailey

yang

menyatakan bahwa laju mulur tunak mencerminkan antara


faktor yang saling bersaingan yaitu: lau pergeseran regangan h
= / dan laju pemulihan termal hasil pengaturan kembali
dan peniadaan dislokasi, r = -/t. Keadaan tunak tercapai bila
laju pemulihan cukup besar dan laju pergeseran regang cukup
rendah sehingga tercapai keseimbangan antara kedua faktor ini.
Model fisis untuk mulur dislokasi harus dapat menentukan h dan
r. Mekanisme yang dikemukakan oleh Gituus memberikan hasil
yang sesuai dengan percobaan. Gagasannya didasarkan pada
model pergerakan dislokasi oleh pengaruh tegangan dan difusi
dalam jaringan tiga dimensi (substruktur).
Mulur Difusi
Pada suhu tinggi dan tegangan yang relatif rendah, /G <
10-4 mulur difusi merupakan mekanisme pengendali. Nabarro dan
Herring mengemukakan bahwa proses mulur dikendalikan oleh
difusi atom yang digerakkan oleh tegangan. Tegangan mengubah
potensial kimia atom pada permukaan butir dalam polikristal
sedemikian sehingga ada aliran kekosongan (vacancies) dari
batas butir yang mengalami tegangan tarik ke batas butir yang
mengalami tekanan. Bersamaan dengan itu terjadi aliran atom
dalam arah yang berlawanan, yang menyebabkan terjadinya
perpanjangan butir.

Pergelinciran Batas-Butir
Meskipun

pergelinciran

batas-butir

tidak

begitu

besar

pengaruhnya terhadap mulur tunak, pergelinciran batas-butir


penting memegang peran penting dalam tahap awal kepatahan
intergranular. Namun telah dibuktikan bahwa pergelinciran batas-

Sifat material teknik

butir harus ada untuk mempertahankan kemuluran butir selama


mekanisme alir difusi.

2.8 KELELAHAN / FATIQUE


Kelelahan merupakan suatu kegagalan lelah terjadi ketika sebuh
bahan telah mengalami silus tegangan dan regangan yang
menghasilkan kerusakan yang permanan, juga dapat terjadi
dibawah atau diatas tegangan luluh.
Kegagalan lelah pada umumnya meliputi pertumbuhan inti dan
penebaran dari sebuah retak.
Penyebab Kelelahan
- Kelelaan yang dikontrol oleh tegangan.
1. Lengkung rotasi (rotating bending)
2. Getaran (vibration)
3. Penekanan(presuriation)
4. Kontak Gelinding (Rolling Contacts)
- Kelelahan yang dikontrol oleh regangan.
1. Siklus (thermal Cyclus)
2. Tarikan besar (secerv notehes)
3. Terbuka / Tertutup (opened / closed)
Umur lelah / fatique life, biasanya 107 siklus perkiraan dari
jumlah siklus yang dialami oleh suatu piston mobil dari 100.000
mil (~ 330.000 ).
Pengukuran Kelelahan diperoleh dari :
1. Struktur presisi (smooth) dan bertekuk (notehead)
a. Kelelahan meiputi pertumbuhan inti dan penyebaran
retakan

(prpogation of crack).

b. Karateristik dengan umur lelah T - S (TeganganSiklus, SN) atau R S (Regangan Siklus, ).


c. Takikan mengkonsentrasikan tegangan dan regangan.

Sifat material teknik

2. Struktur Retak.
a. Kelelahan meliputi penyebarab retak
b. Karateristik dengan laju pertumbuhan retak lelah
(fatique, crack growth rate)
Tujuan untuk memprediksi umur lela atau siklus pembebanan
maksimum untuk menentukan umur yang tidak terbatas (infinite
life).

2.9

PERPATAHAN

Patah lelah (fatique) merupakan sala satu penyebab utama kegagalan bahan /
material konstruksi. Kelelahan material adalah proses perubahan dinais (teganganregangan) sehingga terjadi retak (crack) Ataupun patah. Mekanisme patah lelah di
awali timbulnya inti retak akibat pergerakan dislokasi siklik, dilanjutkan dengan
pertumbuhan menjadi micro crack, kemudian tumbuh menjadi macro crack,
selanjutnya berkembang (propagasi) ingga terjadi patah lelah.
Umur lelah dapat ditingkatkan dengan cara normalizing / pengarbonan ulang,
selanjutnya terhadap specimen ini dilakukan normalizing ulang dan dilanjutkan
material yang tidak dinormalizing awal

Sifat material teknik

sehinggat tidak diperoleh perbedaan yang signifikan. Normalizing ulang juga


menyebabkan butir material lebih peka terhadap patah.
Percobaan & diakhiri dengan dapat didahului oleh deformasi plastik, maka
disebut perpatahan ulet, bila deformasi plastik di sebut perpatahan rapuh.
Keuletan relatif dapat ditentukan dari:
1. Pengukuran keuletan (dengan mengukur % perpanjangan atau % penyusutan
penampang)
2. Jumlah energy yang diserap pada percobaan Impack /pukul.
Pada suhu rendah, retak dapat merambat lebih cepat daripada terjadinya deformasi
plastik, berarti energy yang diserap sedikit. Baja dibebani secara perlahanlahan
dapat patah ulet & patah rapuh pada impack (beban kejut).

2.10 Konsep Tegangan dan Regangan


Tegangan yang didapatkan dari kurva tegangan teoritik adalah tegangan yang
membujur rata-rata dari pengujian tarik. Tegangan tersebut diperoleh dengan
cara membagi beban dengan luas awal penampang lintang benda uji itu.
= P / Ao
Regangan yang didapatkan adalah regangan linear rata-rata, yang diperoleh
dengan cara membagi perpanjangan (gage length) benda uji ( atau L), dengan
panjang awal.
e = / Lo = L/ Lo = ( L - Lo ) / Lo

Karena tegangan dan regangan dipeoleh dengan cara membagi beban dan
perpanjangan dengan faktor yang konstan, kurva beban perpanjangan akan
mempunyai bentuk yang sama seperti pada gambar 2.4. Kedua kurva sering
dipergunakan.

Sifat material teknik

Gambar Kurva Tegangan Regangan teknik ( - )


Bentuk dan besaran pada kurva tegangan-regangan suatu logam tergantung pada
komposisi, perlakukan panas, deformasi plastis yang pernah dialami, laju
regangan, temperatur, dan keadaan tegangan yang menentukan selama pengujian.
Parameter-parameter yang digunakan untuk menggambarkan kurva teganganregangan logam adalah kekuatan tarik, kekuatan luluh atau titik luluh, persen
perpanjangan, dan pengurangan luas. Parameter pertama adalah parameter
kekuatan, sedangkan yang kedua menyatakan keuletan bahan.

Modulus Elastisitas ( E )

Sifat material teknik

Gradien bagian linear awal kurva tegangan-regangan adalah modulus elastisitas


atau modulus Young. Modulus elastisitas adalah ukuran kekakuan suatu bahan.
Makin besar modulus elastisitas makin kecil regangan elastis yang dihasilkan
akibat pemberian tegangan.
Modulus elastisitas dirumuskan seperti persamaan
E= /e
Modulus elastisitas biasanya diukur pada temperatur tinggi dengan metode
dinamik.

2.11 Uji Tarik

Uji tarik banyak dilakukan untuk melengkapi informasi rancangan dasar kekuatan
suatu bahan dan sebagai data pendukung bagi spesifikasi bahan. Pada uji tarik
benda uji diberi beban gaya tarik sesumbu yang bertambah secara kontinu,
bersamaan dengan itu dilakukan pengamatan mengenai perpanjang yang dialami
benda uji dengan extensometer, seperti terlihat pada gambar dibawah ini

Sifat material teknik

Gambar Skema pengujian tarik dengan UTM


Tegangan yang didapatkan dari kurva tegangan teoritik adalah tegangan yang
membujur rata-rata dari pengujian tarik. Tegangan tersebut diperoleh dengan cara
membagi beban dengan luas awal penampang lintang benda uji itu.
= P / Ao
Regangan yang didapatkan adalah regangan linear rata-rata, yang diperoleh
dengan cara membagi perpanjangan (gage length) benda uji ( atau L), dengan
panjang awal.
e = / Lo = L/ Lo = ( L - Lo ) / Lo

Karena tegangan dan regangan dipeoleh dengan cara membagi beban dan
perpanjangan dengan faktor yang konstan, kurva beban perpanjangan akan
mempunyai bentuk yang sama seperti pada gambar 2.4. Kedua kurva sering
dipergunakan.

Sifat material teknik

Gambar Kurva Tegangan Regangan teknik ( - )


Bentuk dan besaran pada kurva tegangan-regangan suatu logam tergantung pada
komposisi, perlakukan panas, deformasi plastis yang pernah dialami, laju
regangan, temperatur, dan keadaan tegangan yang menentukan selama pengujian.
Parameter-parameter yang digunakan untuk menggambarkan kurva teganganregangan logam adalah kekuatan tarik, kekuatan luluh atau titik luluh, persen
perpanjangan, dan pengurangan luas. Parameter pertama adalah parameter
kekuatan, sedangkan yang kedua menyatakan keuletan bahan.

A
0

P
Sebemum pembebanan

Setelah pembebanan

Sifat material teknik

2.12 DEFORMASI PLASTIS

Deformasi didefinisikan sebagai transformasi suatu benda


dari suatu referensi awal ke kondisi saat ini. Transformasi benda
ini mencakup distori atau perubahan bentuk benda, serta
pergerakan benda kaku (rigid motions) dimana tidak terdapat
perubahan

bentuk

dari

benda.

Penyebab dari deformasi diasumsikan berasal dari gaya ekternal


seperti tegangan (stress).
Deformasi plastik maka ketika gaya dihilangkan material tidak kembali
ke ukuran, tidak ke bentuk semula. delta L tidak hilang. Seperti diperlihatkan
dalam grafik tegangan-regangan terdapat yang namanya batas luluh (yield
strength) nah untuk deformasi elastis itu berada di bawah batas luluh sedangkan
untuk deformasi plastis berada/melewati batas luluh suatu material, di mana untuk
setiap material mempunyai karakteristik yang berbeda2, misalnya pipa jenis API
5L X 52 di mana yield strengthnya (SMYS) adalah 52000 psi yang artinya
karakter elastis pada material tersebut adalah < 52000 psi sedangkan plastisnya >
52000 psi.
Mengenai tentang struktur mikro, pada saat di deformasi elastis tidak ada
perubahan perubahan mikro begitu juga ketika deformasi elastis itu hilang. Secara
sederhana deformasi elastis itu dapat kita gambarkan dengan dua buah atom Fe

Sifat material teknik

yang diikat dengan sebuah pegas. Ketika kita deformasi elastis maka pegas akan
berusaha melawan Fe yang kita tarik.
Untuk deformasi plastis struktur mikro sudah berubah. Sebagai inisiasinya
adalah sudah putusnya ikatan antara Fe, kemudian adanya pembentukan ukuran
butir yang baru (biasanya ukuran butir menjadi lebih kecil dan gepeng karena
deformasi plastis akibat tekanan). Pembentukan butir butir baru terbutlah yang
menyebabkan terjadinya perubahan struktur mikro.

2.13 DEFORMASI ELASTIS

Deformasi elastis adalah suatu regangan yang dapat balik (reversible). Jika suatu tegangan
diberikan dalambentuk tarik, material menjadi sedikit lebih panjang, dan bila beban ditiadakan
material tersebut akan kembali ke dimensi semulanya.
Sebaliknya bila material mengalami penekanan material menjadi sedikit pendek.
dimensi dari sel satuan beubah ketika material mengalami regangan elastis.

Sifat material teknik

Dimensi-

3. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Material adalah suatu substansi yang dapat dibentuk dan dimodifikasi
komposisinya Bahan material teknik memiliki beberapa sifat, diantaranya
kekuatan, kekuatan luluh, kekuatan tarik, keuletan, kekerasan, ketangguhan,
mulur, kelelahan, patahan, konsep tegangan dan regangan, uji tarik, deformasi
plastik dan deformasi elastis.

3.2Kritik dan Saran


Kami sebagai penyusun menyadari bahwa makalah ini masih memiliki
banyak kekurangan, karena kami memiliki keterbatasan-keterbatasan yang tidak
dapat dipungkiri membuat makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu kami
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari dosen pengampu dan para
pembaca.

Sifat material teknik

DAFTAR PUSTAKA

Sifat material teknik

Beri Nilai