Anda di halaman 1dari 5

Praktikum NCP

Sirosis Hati
RIZQIA RAMADHANI
G42131454

Kasus Sirosis Hati


Datang seorang laki-laki usia 38 tahun ke IGD RS dengan diagnosa
dokter sirosis hati. Dari hasil anamnesa diketahui pasien masuk
RS karena muntah dan berak darah sudah 3 hari sekarang mual.
Kebiasaan makanan pasien sebelum masuk RS dan sebelum sakit
yaitu makan utama 3x sehari dan dan 2x sehari makanan
selingan. Makanan yang sering dikonsumsi setiap hari yaitu nasi,
sayu-sayuran, dan lauk nabati maupun hewani. Selain itu
makanan cemilan berupa roti tawar, pola makan pasien terdiri
dari makanan pokok berupa nasi 3x sehari, daging 1-2x seminggu,
ikan 2-3x sebulan dan buah-buahan seperti psang dan melon.
Pasien bekerja sebagai petani.
Dari hasil pemeriksaan diketahui BB 50 Kg dan TB 168 cm. TD
110/80. nadi 80x/menit, RR 12x / mnt, suhu 36,5 oC. Hasil
pemeriksaan lab Hb 7,4 g/dL, hematokrit 27%, leukosit 2200 uL,
trombosit 63000 uL, eritrosit 3,76.104 uL, ureum 17 mg/dL,
kreatinin 0,9 mg/uL (0,3-o,9 mg/dL), Na darah 135 mmol dan
kalium darah 3,7 mmol/dL, albumin 2,3 g/dL, SGOT 200, SGPT 130

No

Diagnosis Gizi
Assesment
Data Dasar

1.

Antrpometri
BB = 50 kg
TB = 168 cm
AD.1.1.2
BB Kurang yaitu
BBI = 61,2 kg
AD.1.1.5
IMT=17,712
kg/m2.
Status gizi Kurus
ringan
IMT = 17,72
kg/m2

Problem

NI 2.1
Kekurangan
intake makanan
dan minuman
oral
NI-5.1
Peningkatan
kebutuhan zat
gizi

NC-3.1
Berat Badan
Kurang

Etiologi

Monitoring
dan Evaluasi

ND-1.2 Modifikasi jenis makanan


dg diet TKTP dan Diet Hati III
dengan tujuan Diet :
- Mengikuti kebutuhan energi dan
protein yang meningkat untuk
mencegah kerusakan jaringan
tubuh
- Menambah BB secara bertahap
hingga mencapai BB normal
- Meningkatkan regenerasi
jaringan hati dan mencegah
kerusakan lebih lanjut dan / atau
meningkatkan fungsi jaringan
hati yang tersisa
- Mencegah katabolisme protein
dan komahepatik
Syarat Diet :
Energi tinggi yaitu 45 kkal/kg
BB untuk mencegah pemecahan
protein pemberian secara
bertahap
Protein tinggi yaitu 2 gr/kg BB
agar terjadi anabolisme protein
KH cukup yaitu sisa dari
kebutuhan energi total
Vitamin dan mineral cukup
sesuai dengan AKG
Bentuk makanan : Makanan lunak
karena keluhan mual dan muntah
Prinsip diet Tinggi Kalori, Tinggi
Protein

AD.1.1.2
BB
AD.1.1.5
IMT

Sign/
Symptoms

Meningkatnya
kebutuhan energi
karena penyakit

Berat Badan
kurang

Kompromi dari
organ yang
berhubungan
dengan fungsi
gastrointestinal
berupa hati (liver).

IMT <18,5, yakni


17,72 kg/m2 (Kurus
ringan)

Intake energi
kurang

Intervensi

IMT <18,5, yakni


17,72 kg/m2 (Kurus
ringan)
Sakit /
Ketidakmampuan
fisik (Sisrosis Hati)

2.

3.

Biokimia
-BD 1.10.1 HB
rendah yaitu 7,4 g/dL
-BD 1.10.2 Hct
rendah yaitu 27%
-BD 1.10.4 Red
Blood Cell Falate
rendah yaitu 3,76-10
-6 / Ul

NI 5.10.1
kekurangan intake
mineral

Penyebab fisiologi
karena penyakit
sirosis hati yang
menyebabkan
terjadi peningkatan
kebutuhan zat gizi

Hb > 7,4 g/dL

-ND 3.2.4.3
Suplementasi
mineral zat gizi
-ND 3.2.3.2
Suplementasi
vitamin untuk
membantu
penyerapan zat besi

BD 1.10.1

-BD 1.11.1 Albumin


rendah yaitu 2,3 gr/dl

NI 5.2 malnutrisi
protein yang nyata

Perubahan zat besi


yang dibutuhkan

Albumin kurang
dari 3,4 mg/dl

-- ND pemberian
ekstrak putih telur
- ND kolaborasi
dengan dokter untuk
pemberian serum
albumin

BD 1.11.1
Albumin

Fisik klinis:
PD-1.1.5 sistem
pencernaan
mengalami
gangguan yaitu
mual dan muntah

NC-1.4
Perubahan
fungsi
gastrointestinal

Perubahan fungsi
organ GI yaitu hati

Nausea (mual)
Vomithing
(muntah)

ND 1.2 Modifikasi
bentuk makanan
lunak dan jenis
makanan yang
dianjurkan nuntuk
penderita sirosis hati
agar tidak
memberatkan fungsi
kerja hati

PD 1.1.5 sistem
pencernaan

TERIMA KASIH