Anda di halaman 1dari 29

ASPEK MANAJEMEN

I.

PENGERTIAN DASAR DAN PERKEMBANGAN


MANAJEMEN

1. Pengertian Manajemen
a. Menurut Stoner & Wankel, manajemen
adalah proses merencanakan,
mengorganisasikan, memimpin,
mengendalikan usaha-2 anggota
organisasi dan proses penggunaan sumber
daya organisasi untuk mencapai tujuan-2
organisasi yang sudah ditetapkan.
b.

Menurut Terry, manajemen adalah proses


tertentu yang terdiri dari kegiatan
merencanakan, mengorganisasikan,
menggerakkan sumber daya manusia &
sumber daya lain untuk mencapai tujuan
yg telah ditetapkan.

2. Unsur-unsur manajemen :
Manusia
Bahan / Material
Mesin / Peralatan
Metoda / Cara kerja
Modal / uang
3. Tingkatan Manajemen
Ada 3 tingkatan manajemen, yakni :
a. Tingkat manajemen terbawah / first line
management yaitu tingkatan manajemen pada
tingkat bawah dari suatu organisasi.

b. Middle manajemen adalah tingkatan manajemen


yang berfungsi mengarahkan kegiatan dari
manajemen terbawah.
c. Top manajemen adalah tingkatan paling tinggi dari
manajemen yang biasanya terdiri atas beberapa
orang saja.
4. Perkembangan Ilmu Manajemen
a. Manajemen Ilmiah
Dipelopori oleh FW Taylor
= Peningkatan produkivitas, pengukuran waktu
kerja dan konsep penetapan effisiensi serta motion
study.

Prinsip-prinsip manajemen ilmiah yang dikembangkan


Taylor :
Pemakaian cara-2 ilmiah dalam memecahkan masalah
manajemen sebagai ganti cara coba-coba.
Pemilihan pekerja secara ilmiah dengan tujuan
menyesuaikan kemampuan pekerja & spesifikasi
jabatan.
Pengembangan kerja sama yang baik antara manajer
dan pekerja.
Kelemahan : memandang pekerja semata-mata hanya
sebagai objek kerja saja.

b. Pendekatan Hubungan Manusia


Berkembangnya ilmu psikologi industri
Aliran ini dipelopori oleh Elton Mayo
Perangsang finansial atau bonus uang tidak
selamanya akan meningkatkan produktivitas
pekerja.
Perilaku manajemen juga mempengaruhi
produktivitas pekerja
Kelompok informal dalam lingkungan pekerja
juga mempengaruhi produktivitas pekerja.

c. Penyelidikan Operasional
Merupakan aliran kuantitatif dalam manajemen :
teknik
optimasi, operations research, dll.
Menurut aliran ini manajemen adalah :
Optimasi masukan keluaran
Permodelan persoalan secara matematis
d. Manajemen dengan Pendekatan Sistem
Manajen sebagai suatu sistem merupakan kesatuan
dari
beberapa bagian yang disebut sub sistem, dan
Mempunyai tujuan tertentu.

e. Manajemen dengan pendekatan situasional


Berdasarkan kenyataan bahwa banyak pemecahan
masalah manajemen yang efektif di suatu tempat
belum tentu berhasil di Tempat lain.
II. PROSES MANAJEMEN
a. Penetapan Tujuan
Tujuan yang baik harus bersifat :
- Spesifik : jelas apa yang ingin dicapai atau
diperoleh
- Realistik : bisa dicapai dan bukan sekedar anganangan
- Terukur
- Terbatas waktu

Dalam penetapan tujuan ada 2 pendekatan :


i. Pendekatan dari atas, tujuan dibuat terlebih dahulu
oleh
manajemen lapisan atas.
ii. Pendekatan dari bawah, tujuan dibuat oleh individu
lapisan manajemen bawah untuk dirumuskan pada
manajemen atas.
b. Perencanaan
c. Staffing
= Proses manajemen berkenaan dengan pengerahan,
penempatan, pelatihan dan pengembangan tenaga
kerja dalam organisasi.

Langkah-2 yang perlu dilakukan dlm staffing :


Perencanaan
Pengerahan tenaga kerja
Seleksi
Pelatihan
Penilaian kinerja
d. Directing
= Usaha untuk memobilisasi sumber-sumber daya
yang dimiliki organisasi agar dapat berjalan dalam
satu kesatuan sesuai dengan rencana yang telah
dibuat.

Aspek yang penting dalam directing adalah


koordinasi.
Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam koordinasi :
- Rentang kendali
Banyaknya orang yang dapat dikendalikan oleh
seseorang secara efektif
- Hirarkhi organisasi sesedikit mungkin sehingga
perintah tidak sampai terlambat / menyimpang.
- Adanya kesatuan komando.

e. Supervising
Interaksi langsung antara individu-2 dalam suatu
organisasi
untuk mencapai kinerja kerja serta tujuan organisasi.
Adanya kelompok formal dan informal
f. Pengendalian
Proses penetapan apa yang telah dicapai yaitu proses
evaluasi kinerja terhadap rencana yang telah ditetapkan.

III. PERANCANGAN STRUKTUR ORGANISASI


Ada 4 komponen yang memberikan pengertian
tentang struktur organisasi :
Memberikan gambaran mengenai pembagian
tugas-2 dan tanggung jawab kpd individu maupun
bagian-2 pada suatu organisasi.
Memberikan gambaran mengenai hubungan
pelaporan, tingkatan hirarkhi, serta rentang
kendali.
Mengelompokkan individu-2 menjadi bagian.
Menetapkan sistem hubungan dalam organisasi
yang memungkinkan tercapainya komunikasi,
koordinasi dan pengintegrasian seluruh kegiatan
organisasi baik vertikal maupun horizontal.

a. Bentuk Dasar Struktur Organisasi


i. Struktur Fungsional
Pengelompokan dilakukan berdasarkan fungsi

Pimpinan
Perusahaan

Bagian
Litbang

Bagian
Produksi

Bagian
Keuangan

Bagian
Pemasaran

Kelebihan struktur organisasi fungsional :


Paling sesuai untuk lingkungan yang stabil
Dapat mencapai efisiensi ekonomis pada masing2 bagian
Merangsang berkembangnya ketrampilan yang
bersifat fungsional
Mampu mencapai sasaran bagian
Sesuai untuk organisasi berukuran kecil sampai
sedang
Sesuai untuk organisasi yang menghasilkan satu
atau sejumlah kecil jenis produk

Kekurangan :
Respon organisasi terhadap lingkungan lambat
Keputusan menumpuk pada puncak organisasi
Koordinasi antar bagian (fungsi) kurang baik
Inovasi anggota terbatas pada bagiannya
sendiri
Anggota organisasi cenderung hanya
memperhatikan sasaran bagiannya sendiri

ii. Struktur Produk


Struktur organisasi produk dikelompokkan
berdasarkan kelompok produk, jenis servis, jenis
pasar, jenis konsumen, lokasi pasar atau program.
Pimpinan
Perusahan
Bagian
Produk A

Bagian
Litbang
(a)

Bagian
Produksi
(b)

Bagian
Keuangan(c)

Bagian
Produk B
Bagian
a
Pemasaran (d)

Bagian
Produk C

Kelebihan struktur organisasi produk a.l :


Sesuai untuk lingkungan yang tidak stabil
dengan perubahan yang cepat
Penanggung jawab produk jelas, sehingga
konsumen bisa merasa puas
Koordinasi antar fungsi menjadi lebih baik
Bagian-bagian dapat beradaptasi dengan baik
terhadap tuntutan dari luar
Sesuai untuk organisasi yang berukuran besar
Sesuai untuk organisasi yang menghasilkan
banyak produk

Kekurangan struktur organisasi produk a.l :


Tidak mampu mencapai effisiensi ekonomi
Koordinasi antar produk sulit
Keahlian teknis hilang karena tidak ada spesialisasi
fungsional
Integrasi ataupun standarisasi antar produk sulit
tercapai
b. Struktur organisasi yang disesuaikan
i. Struktur organisasi campuran (hibrida)
Organisasi merupakan suatu campuran antara
struktur
organisasi fungsional dan struktur organisasi produk

Struktur organisasi campuran :

Kantor Pusat

Bag. Adm

Bag. Keu

Bag. Personalia

Produk 2

Produk 1

Bagian
Pembelian

Bagian
Produksi

Bag. Litbang

Bagian
Pemasaran

Bagian
Pembelian

Bagian
Produksi

Bagian
Pemasaran

ii. Struktur Matrik


Merupakan penggunaan struktur organisasi fungsional dan
struktur organisasi produk secara bersamaan
Pimpinan
Organisasi

Pimpinan
Produk

Pimpinan
Pemasaran

Pimpinan
Produksi

Pimpinan
fungsional
Pimpinan
Logistik

Produk 1

Produk 2
Produk 3

Aliran horisontal
wewenang &
tanggung jawab
menurut produk

Aliran vertikal wewenang & tanggung jawab fungsional

Kelebihan struktur organisasi matrik


Mampu mencapai efisiensi ekonomis dan
koordinasi yang baik
Memanfaatkan karyawan secara fleksibel menurut
jenis produk/jenis kegiatan
Sesuai untuk pengambilan keputusan yang rumit
serta lingkungan yang tidak stabil
Memberi kesempatan yang sama untuk
pengembangan ketrampilan fungsional maupun
integrasi menurut produk
Sesuai untuk organisasi ukuran sedang dengan
beberapa jenis produk

Kekurangan struktur organisasi matrik


Adanya wewenang ganda sehingga kebingungan
dan frustasi
Karyawan perlu dilatih ketrampilan yang
memadai untuk berhubungan dengan karyawan
lain dalam matrik
Menghabiskan waktu untuk koordinasi dalam
menyelesaikan masalah
Hanya bisa berjalan lancar bila karyawan
mengerti sifat organisasi matrik
Memerlukan tuntutan ganda agar keseimbangan
dalam organisasi tetap terpelihara

IV. PERENCANAAN TENAGA KERJA


1. Struktur Tenaga Kerja

Direksi
Divisi
Departemen

Bagian / seksi

Regu
Operator

Manajemen
Tingkat Atas
Manajemen
Tingkat Menengah
Manajemen
Tingkat Bawah

2. Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja


Struktur Organisasi

Analisis

Analisis

jabatan

beban kerja
Estimasi
kebutuhan
tenaga kerja

Rekruitment

Training

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam


perencanaan
tenaga kerja :
1.
Skill tenaga kerja
2.
Sumber tenaga kerja
3.
Umur tenaga kerja
4.
Jenis kelamin
5.
Latar belakang pendidikan
6.
Kesehatan tenaga kerja
7.
Mental tenaga kerja

IV. PROGRAM PELATIHAN


Ada 3 proses pelatihan yaitu identifikasi kebutuhan
pelatihan,teknik pelatihan dan evaluasi pelatihan.
Teknik-teknik dalam program pelatihan :
1. Orientasi Isi
Teknik untuk memberikan pengetahuan dari sisi
kognitif, dengan cara : kuliah, instruksi, audio visual
dan ceramah
2. Orientasi Proses
Teknik untuk merubah sikap dan mengembangkan
kesadaran & kemampuan interpersonal pada peserta
latihan. Dilakukan dengan cara permainan peran,
pelatihan sensitivitas dan permodelan.

3. Orientasi Gabungan
Teknik untuk menyampaikan informasi dan
merubah sikap.
Dilakukan dengan cara : diskusi, studi kasus,
simulasi dan on the job training.
Selain itu perlu dipertimbangkan prinsip-prinsip
belajar, yaitu :
o Motivasi
o Laporan kemajuan
o Penguatan (reinforcement)
o Praktek
o Perbedaan individu

Evaluasi pelatihan adalah untuk menentukan apakah


setiap
penerapan sesuatu (pelatihan) akan mempunyai
pengaruh dan seberapa besar pengaruh tersebut.
Ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, selain faktor
biaya
pelatihan, yaitu :
1.
Reaksi
2.
Proses belajar
3.
Sikap
4.
Hasil