Anda di halaman 1dari 2

Nama: Diki Arief Suseno

NPP

: 24.1164

Kelas : H
Pemerintahan)

(Kebijakan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Selamat pagi dan saam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati Bapak/Ibu civitas akademika IPDN Kampus Jakarta.
Yang saya banggakan rekan-rekan sekalian.

Puji syukur kita haturkan atas kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan
rahmat-Nya yang senantiasa tercurah kepada kita sebagai hamba-Nya telah
mengantarkan kita ke tempat yang kita cintai ini. Tak lupa pula lantunan shalawat yang
kita junjungkan kepada suri tauladan kita, Rasulullah SAW, juga kepada para keluarga
dan para sahabatnya. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya
untuk berdiri di sini untuk menyampaikan secarik pesan yang tertinggal di benak pikiran
yang terdalam.
Kian banyak masalah yang terjadi di negeri yang kita cintai ini. Mulai dari
ketidakmampuan anak-anak untuk mengenyam pendidikan, degradasi moral yang
menyebabkan kriminalitas meningkat, hingga korupsi yang mendarah daging di
lingkungan pemerintahan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal Indonesia sudah 70
tahun merdeka, namun nasib merasa terjajah tak kunjung mereda. Masih adakah
kolonial di negeri ini? Tidak ada. Mereka sudah pulang menggenggam kekalahan.
Mereka telah diusir oleh para pahlawan negeri ini. Namun mengapa kita masih saja
merasa terjajah? Memang benar apa yang dikatakan oleh Bung Karno, Perjuanganku
lebih mudah mengusir para penjajah dari bangsa ini, namun perjuanganmu akan lebih
sulit karena melawan bangsamu sendiri.
Apa yang terjadi di negeri yang permai ini? Rasanya kita telah jauh melangkah
dari cita-cita bangsa ini. Indonesia menginginkan kesejahteraan yang merata di seluruh
tanah air, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Saatnya bagi kita untuk
memutar kembali nahkoda bangsa ini untuk kembali menuju cita-cita luhur. Seperti
firman-Nya dalam Q.S. Ali Imran: 110, Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah
keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Jika
dahulu bangsa Indonesia memperoleh kemerdekaannya melalui sebuah revolusioner,
saatnya kita merasakan kemerdekaan sejati melalui sebuah revolusi pula, yakni
revolusi mental. Kita harus mengembalikan karakter warga negara ke apa yang menjadi
keaslian kita, orisinalitas kita, identitas kita, ciri khas kita.

Kita sebagai Praja IPDN telah diberi amanat oleh Presiden Joko Widodo untuk
menjadi Kader Pelopor Revolusi Mental. Kita akan menjadi role model dalam
pemerintahan untuk menahkodai bangsa ini kembali ke cita-cita luhurnya. Dengan
menerapkan tiga nilai utama dalam cara pandang, pola pikir, sikap, perilaku, dan cara
kerja yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan yaitu integritas, etos kerja, dan
gotong royong. Integritas sebagai kesesuaian antara apa yang dikatakan dengan apa
yang diperbuat, berpegang teguh pada prinsip kebenaran, etika, dan moral. Kemudian
etos kerja sebagai sikap yang berorientasi pada hasil yang terbaik melalui cara-cara
yang produktif dan inovatif. Dan gotong royong sebagai keyakinan akan pentingnya
melakukan kegiatan secara bersama-sama dan sukarela agar dapat berjalan cepat,
efektif, dan efesien. Inilah yang akan kita bentuk dan tanamkan dalam diri kita melalui
sebuah proses pendidikan ini kita diharapkan mampu untuk menahkodai bangsa ini,
menuju cita-cita luhur Indonesia. Akankah kita membiarkan lara yang melanda bangsa
ini? Sebuah amanah yang berada dipundak ini akan kita pertanggungjawabkan di
akhirat nanti.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini. Saya memohon
maaf jika ada kata-kata yang tidak berkenan di hati Bapak/Ibu dan rekan sekalian.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.