Anda di halaman 1dari 35

dr.

MAISSY WIJAYANTI CHANDRA


DOKTER PESERTA INTERNSHIP PUSKESMAS CIPONDOH

PRESENTASI KASUS :
LEUKOREA

PENDAHULUAN
Keputihan

menyerang sekitar 50%


populasi wanita dan pada hampir
semua umur; lebih dari 75% wanita
pernah mengalami keputihan paling
tidak satu kali dalam hidupnya2.
Penyebab paling banyak pada kasuskasus leukorea di antaranya3:
40-50% bakterial vaginosis
20-25% vulvovaginal kandidiasis
< 15% trikomoniasis

LAPORAN KASUS
PUSKESMAS CIPONDOH

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. R
Jenis Kelamin
: Wanita
Usia
: 35 tahun
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMA
Alamat
: Cipondoh
Tanggal Kunjungan: 18 Februari 2016

IDENTITAS SUAMI
Nama

Suami : Tn. A
Usia
: 37 tahun
Pekerjaan
: Karyawan
Agama
: Islam

ANAMNESIS
(AUTOANAMNESIS)
Keluhan

utama
Keputihan

Riwayat

Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan keputihan sejak 2 hari sebelum ke
Puskesmas. Keputihan diakui berwarna putih keabu-abuan, tidak
berbusa, tidak ada darah, berkonsistensi encer dan berbau amis.
Volume cairan diakui cukup banyak, kurang lebih 2/3 pembalut
dan semakin hari semakin bertambah banyak. Banyaknya
keputihan tersebut diakui tidak dipengaruhi oleh hubungan
seksual karena pasien tidak melakukan hubungan seksual sejak
keluhan utama muncul. Pasien juga mengeluhkan rasa gatal yang
hilang timbul pada daerah kemaluan sejak timbulnya keluhan
utama. Nyeri saat berhubungan dan perdarahan setelah
berhubungan disangkal, BAK dan BAB diakui normal.

ANAMNESIS
(AUTOANAMNESIS)
Riwayat

Obstetrik

SpOG, aterm, 3600 gram, SC, , 9 tahun, hidup


SpOG, aterm, 3500 gram, SC, , 4 tahun 6 bulan,

hidup
Riwayat

Menstruasi

Menarche : 13 tahun
Siklus : teratur, 30 hari
Durasi : 7 hari
Dysmenorrhea : (+) pada hari pertama menstruasi,

lalu hilang spontan


Pembalut : 4, sedang

ANAMNESIS
(AUTOANAMNESIS)
Riwayat

Seksual dan Marital

Jumlah pasangan seksual : 1


Cointarche
: 26 tahun
Usia Pernikahan
Dyspareuni

: 10 tahun
: disangkal
Post-coital bleeding
: disangkal

ANAMNESIS
(AUTOANAMNESIS)
Riwayat

Kontrasepsi

Pasien mengaku masih menggunakan KB suntik

setiap 3 bulan sejak melahirkan anak kedua (4


tahun yang lalu) sampai saat ini.
Riwayat

Ginekologi

Pasien mengaku pernah beberapa kali mengalami

keputihan dengan lendir berwarna putih


kekuningan dan kental, diobati dengan cairan
pencuci vagina
Pasien menyangkal riwayat penyakit menular
seksual

ANAMNESIS
(AUTOANAMNESIS)
Riwayat

Penyakit Dahulu

Pasien menyangkal riwayat hipertensi,

jantung, DM, dan asma.


Riwayat

Penyakit Keluarga

Riwayat penyakit hipertensi, jantung,

DM, asma, dan penyakit turunan lainnya


disangkal
Pasien menyangkal suaminya memiliki
gejala yang sama

ANAMNESIS
(AUTOANAMNESIS)
Riwayat

Sosial, Ekonomi, dan


Lingkungan
Pasien adalah seorang ibu rumah tangga, tinggal

bersama suami dan anaknya. Kondisi ekonomi


pasien yaitu menengah.
Riwayat

Kebiasaan

Pasien menyangkal kebiasaan merokok,

konsumsi alkohol maupun obat-obatan terlarang.


Pasien mengaku menggunakan cairan pencuci
vagina secara rutin, dua kali sehari.

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan

umum : tampak sakit ringan


Kesadaran : compos mentis
Tanda vital
Tekanan darah: 120/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Laju nafas: 20 x/menit
Suhu: 36,3oC
BB
TB

: 57 kg
: 155 cm
BMI : 23.72 kg/m2 (overweight)

STATUS LOKALIS
Kepala dan Leher
Normosefali, tidak tampak adanya lesi, rambut tidak mudah

Kepala

dicabut

Mata

Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak pucat


Bentuk normal, tak tampak sekret dari hidung maupun telinga,

THT

tonsil T1/T1, faring tidak hiperemis


Tidak ditemukan pembesaran KGB, tiroid tidak membesar, tidak

Leher

ada deviasi trakea

Thorax
-

Inspeksi: simetris dan tidak tampak retraksi

Palpasi: gerakan napas dan tactile fremitus normal, tidak ada nyeri

Paru

Jantung

tekan
-

Perkusi: sonor pada kedua lapang paru

Auskultasi: suara nafas vesikuler, ronchi -/-, wheezing -/-

Inspeksi: tidak tampak iktus kordis

Palpasi: iktus kordis tidak teraba

Perkusi: batas jantung normal

Auskultasi: S1S2 regular, murmur (-), gallop (-)

STATUS LOKALIS

Abdomen

Inspeksi: tidak tampak kelainan

Palpasi: supel, nyeri tekan (-)

Perkusi: timpani pada seluruh lapang abdomen

Auskultasi: bising usus (+) normal

Ekstrimitas
Ekstrimitas Atas

Ekstrimitas Bawah

Akral hangat, tidak tampak edema, tidak


tampak sianosis, capillary refill < 2 detik

Akral hangat, tidak tampak edema, tidak


tampak sianosis, capillary refill < 2 detik

PEMERIKSAAN PELVIS
Inspeksi
Vulva/vagina

: tak ada kelainan

RESUME
Pasien,

P2, datang dengan keluhan


leukorea sejak 2 hari SMRS. Sekret
berwarna putih keabu-abuan, berbau
amis, dengan konsistensi encer dan
banyak. Keluhan disertai gatal yang
hilang timbul pada daerah genitalia
eksterna. Dari pemeriksaan tidak
ditemukan adanya kelainan.

DIAGNOSIS
Leukorea

ec suspek Bakterial
Vaginosis, P2

RENCANA
PENATALAKSANAAN
Diagnostik:
Advis: Pemeriksaan Inspeculo, Pap

smear, atau kultur sekret vagina


Non-medikamentosa:
Edukasi

Medikamentosa:
Metronidazole PO 2 x 500 mg selama 7

hari

PROGNOSIS
Ad

vitam : Ad bonam
Ad functionam : Ad bonam
Ad sanationam : dubia

TINJAUAN PUSTAKA
ANALISIS KASUS

MEKANISME PERTAHANAN
VAGINA
Vulva

lebih resisten terhadap infeksi


Vagina:
dilapisi oleh epitel pipih bertingkat tanpa

keratin, sangat dipengaruhi oleh hormon


estrogen dan progesteron
Pada bayi baru lahir
Dikolonisasi oleh bakteri aerob dan anaerob yang
didapat ketika melewati jalan lahir ibu
Epitelium sangat dipengaruhi estrogen dan
mengandung banyak glikogen laktobasili
tumbuh, pH rendah

MEKANISME PERTAHANAN
VAGINA
Beberapa hari setelah lahir
Estrogen , epitel menipis, atrofik, glikogen
pH meningkat, organisme asidofilik tidak
dapat tumbuh
Pubertas
Estrogen , glikogen
Dominasi laktobasili penghasil as. Laktat dan
H2O2
pH vagina antara 3.5-4.5

FLORA NORMAL

FAKTOR YANG MENGGANGGU


MIKROFLORA VAGINA
Antibiotik
Douching
Hubungan seksual
dengan paparan
semen
Benda asing

LEUKOREA
Dibagi 2: fisiologis
dan patologis
Fisiologis:

Bayi baru lahir hingga

usia 10 hari
Usia sekitar menarche
Wanita dewasa,
sebelum atau saat
koitus
Waktu sekitar ovulasi
Penyakit menahun

Patologis infeksi

LEUKOREA
Gejala
Keputihan dengan gatal, ruam kulit,

nyeri
Sekret bertambah banyak
Panas saat berkemih
Sekret putih dan menggumpal
Berwarna putih ke-abu-abuan, atau
kuning
Bau tidak sedap (amis, busuk)

DIAGNOSIS
Kertas

pH

OTC
Klinik

Tes

Whiff (+) adanya amin/fishy


odor dengan KOH 10%
trikomoniasis atau BV
Wet-mount preparation dengan NS
Diperiksa dengan mikroskop
Tambahkan KOH 10-20% untuk

kandidiasis

BAKTERIAL VAGINOSIS
(BV)
Menggambarkan

gangguan normal

flora vagina
Haemophilus vaginitis,
Corynebacterium vaginitis, Gardnella
atau vaginitis anaerob, dan vaginitis
non spesifik
Dikaitkan dengan berkurang atau
hilangnya Lactobacillus

BAKTERIAL VAGINOSIS
(BV)
Faktor

Resiko

BAKTERIAL VAGINOSIS
(BV)

Gejala Klinis:
Asimptomatis
Sekret yang banyak,

putih kekuningan
atau keabu-abuan,
dengan bau amis

Kriteria Diagnosis
(Amsel dkk, 1983):
Evaluasi mikroskopik
pH vagina
Pelepasan amine

DIAGNOSIS BANDING

KOMPLIKASI
WANITA TIDAK HAMIL

Penyakit Radang
Panggul (Pelvic
Inflammatory
Disease)
Peningkatan resiko
infeksi traktus
urinarius (saluran
kemih)

WANITA HAMIL

Persalinan Preterm
Ketuban Pecah Dini
(KPD)
BBLR
Endometritis Postpartum fertilitas

PENATALAKSANAAN
Infeksi
Kandidosis

Nistatin

Penatalaksanaan
100.000-200.000

U/hari

intra vaginal; Ketokonazole* 2 x 200


mg
Bakterial Vaginosis

PO

selama

hari,

atau

flukonazole* 150 mg oral single dose


Metronidazole, 2 x 500 mg selama 7
hari atau klindamisin krim 2% 5
gram

Trikomoniasis

intravaginal

sebelum

tidur

untuk 7 hari
Metronidazole, 2 gram oral single
dose atau 2 x 500 mg selama 7 hari
atau tinidazole, 2 gram oral single
dose (untuk kasus resisten)