Anda di halaman 1dari 34

Industri Informasi

Geospasial
Wachid Nuraziz Musthafa
15112043

Outline
1.
2.
3.
4.

Definisi
Permasahalan IG
Aktivitas Industri Informasi Geospasial
Contoh Industri Informasi Geospasial

Definisi

Industri bermakna suatu proses menghasilkan nilai


tambah produk yang terbentuk sebagai suatu
kelompok tatanan unit-unit usaha yang mapan.
Informasi adalah data yang teranalisis dan siap
distrukturkan untuk membentuk pengetahuan yang
kemudian
dapat
dipakai
untuk
pengambilan
keputusan.
Geospasial adalah aspek keruangan suatu objek
dan/atau kejadian (pergerakan objek) di atas, pada
muka atau di dalam bumi yang dinyatakan dalam
suatu sistem koordinat.

Slide Kuliah GD4201 Industri Informasi Geospasial - Pendahuluan

Informasi Geospasial
Informasi Geospasial (IG)
Alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan
keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan
dengan ruang kebumian
Kegunaan
sistem pendukung pengambilan kebijakan dalam rangka
mengoptimalkan pembangunan di bidang ekonomi, sosial,
budaya, dan ketahanan nasional, khususnya dalam pengelolaan
sumber daya alam, penyusunan rencana tata ruang,
perencanaan lokasi investasi dan bisnis perekonomian,
penentuan garis batas wilayah, pertanahan, dan kepariwisataan
juga merupakan informasi yang amat diperlukan dalam
penanggulangan bencana, pelestarian lingkungan hidup, dan
pertahanan keamanan

Permasalahan
informasi geospasial

Masalah Informasi
Geospasial

IG
harus
dijamin
kemutakhiran
dan
keakuratannya serta diselenggarakan secara
terpadu.
Tumpang tindihnya pembuatan berbagai IG,
atau lebih dikenal secara umum dengan kata
peta, saat ini masih sering terjadi, hal ini
mengakibatkan
borosnya
anggaran
pembangunan.
Sementara
itu
perbedaan
referensi geometris sering berakibat pada
ketidakpastian hukum. Ketika dua atau lebih
kawasan digambarkan secara tidak akurat di
lapangan,
misalnya
terjadi
pada
ketidaksepahaman
masalah
batas
wilayah
administratif hingga masalah batas wilayah

Sifat Informasi Geospasial


IG secara umum bersifat terbuka dan harus
mudah diakses oleh para pengguna sehingga
secara optimal dapat dimanfaatkan. Keterbukaan
IG juga menjadi jaminan adanya pelayanan
publik yang baik oleh aparat pemerintah
dalam menyediakan IG bagi kepentingan
masyarakat.
Sejalan dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik

Komponen Informasi Geospasial


Kelembagaan Penyelenggaraan IG
Menjamin kepastian siapa yang bertanggung jawab atas data dan informasi
tertentu
Menurut UU No. 4 tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, BIG
diamanahkan untuk bertanggungjawab menyelenggarakan dan
membangunInformasi Geospasial yang dapat dipertanggungjawabkan dan
mudah diakses, agar dapat digunakan untuk mengelola SDA secara bijak
Pengaturan SDM
Badan Usaha di Bidang IG
Kemajuan industri IG akan menjamin ketersediaan, aksesibilitas, dan
pemanfaatan IG di tengah masyarakat dan dalam proses pembangunan.

Aktivitas industri
informasi geospasial

Aktivitas Informasi
Geospasial
Penyebarluasan dan pemanfaatan IG

Proses pembuatan
IG

Menurut Asep Karsidi, kepala Bakosurtanal (2011)

Proses pembangunan dan pemanfaatan IG


membutuhkan metode dan teknologi yang memadai
industri informasi geospasial
Informasi geospasial kini mulai dilihat dari sisi
peluang bisnis karena sudah dirasakan
manfaatnya sampai pada tingkatan individu. Ini
membawa implikasi tumbuhnya industri dasar
dan turunanya.

Nilai Tambah

Nilai tambah yang berlipat pada setiap


tahap perjalanan produk pada mata rantai
industri menciptakan perlipatan batas laba
bersih pada suatu jejaring industri

Perlipatan nilai tambah produk semakin


membesar dengan intervensi teknologi

Peran SDM dan Teknologi

Sumber Daya Manusia dan teknologi adalah


kekuatan daya saing industri; sumber daya
ekonomi utama bagi industri

Industri Informasi
Geospasial

Sektor hulu pada mata rantai industrinya terletak


di pengadaan data, sedangkan strukturisasi
informasi menjadi pengetahuan dan dukungan
untuk pengambilan keputusan merupakan mata
rantai industri di sektor hilir.

Pasal 25 UU No. 4 Tahun


2011
Penyelenggaraan IG dilakukan melalui kegiatan:
a. pengumpulan DG;
b. pengolahan DG dan IG;
c. penyimpanan dan pengamanan DG dan IG;
d. penyebarluasan DG dan IG; dan
e. penggunaan IG.

Pasal 27
Pengumpulan DG dilakukan dengan:
a. survei dengan menggunakan instrumentasi ukur
dan/atau rekam, yang dilakukan di darat, pada
wahana air, pada wahana udara, dan/atau pada
wahana angkasa;
b. pencacahan; dan/atau
c. cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.

Pasal 31
(1) Pengolahan DG dan IG dilakukan dengan
menggunakan perangkat lunak yang:
a. berlisensi; dan/atau
b. bersifat bebas dan terbuka.
(2) Pemerintah memberikan insentif bagi setiap
orang yang dapat membangun, mengembangkan,
dan/atau menggunakan perangkat lunak pengolah
DG dan IG yang bersifat bebas dan terbuka.

Pasal 41

Penyebarluasan DG dan IG sebagaimana


dimaksud dalam merupakan kegiatan pemberian
akses, pendistribusian, dan pertukaran DG dan IG
yang dapat dilakukan dengan menggunakan
media elektronik dan media cetak.

Perkembangan Industri
Informasi Geospasial

Industri di bidang pembangunan geospasial


sudah begitu berkembang dan menjadi perhatian
peluang usaha perusahaan-perusahan besar
dunia. Mulai dari proses akuisisi dengan lahirnya
teknologi sensor dan wahana terbaru, seperti
LIDAR dan sensor optik lainnya, satelit, pesawat
tanpa awak hingga perangkat lunak pemrosesan
hasil akuisisi dan aplikasi pemanfaatan data
geospasial serta layanan jasa pembangunan
informasi geospasial.

Pasar Informasi Geospasial


Masyarakat
Urgensi akan pentingnya informasi geospasial
di Indonesia masih sangat rendah.

Persentase
35
30
25
20
15
10
5
0

SD

SMP dan SMA

S1 ke atas

Pasar Informasi Geospasial

Pelayanan pemerintah : Rute transportasi umum


Informasi kemacetan lalu lintas (kemacetan berkepanjangan di
Jakarta menyebabkan berbagai kerugian yang nilainya berkisar
Rp 43 triliun per tahun atau lebih dari 2x APBD Jakarta 2007)
Transportasi : penggunaan teknologi GPS dalam perusahaan
taksi, perusahaan ojek
Pelayanan publik umum : penentuan lokasi pembuangan sampah
TPA
Perpajakan : Departemen Keuangan mengusulkan tambahan
dana sebesar 438 miliar untuk pembuatna peta digital wajib
pajak seluruh Indonesia pada RAPBN 2004
Pemerintah : penysunan tata ruang yang optimal
Penanggulangan bencana

INVESTASI EKONOMI

Bahwa untuk mendorong iklim investasi sehingga calon


investor dapat optimal memilih atau meletakkan
objek investasi yang sesuai dengan pertimbangan
lokasi, kedekatan dengan sumber daya alam, ketersediaan
sumber daya manusia dan akses infrastruktur diperlukan
peta dan informasi geospasial. Hal ini telah diatur pada
Undang-Undang nomor 25/2007 tentang Penanaman Modal.
Bahwa informasi spasial berupa peta yang menunjukkan
potensi investasi telah diakui oleh misalnya oleh Dorodjatun
Kuntjoro-Jakti ketika beliau masih menjabat sebagai Menko
Perekonomian54. Informasi potensi investasi dapat dibuat
dengan memadukan berbagai informasi sumber daya alam,
infrastruktur, kondisi sosial ekonomi dan sebagainya.

Investasi Industri Informasi


Geospasial

Energi listrik :
Peta kebutuhan investasi listrik untuk seluruh
wilayah Indonesia diakui oleh PLN belum ada.
Informasi spasial ini diperlukan untuk
mengetahui daerah-daerah yang mengalami
krisis listrik di Indonesia, dan bila PLN ternyata
tidak mampu untuk membangun pembangkit di
daerah tersebut maka akan ditawarkan kepada
investor

Investasi Industri
Informasi Geospasial

Pertambangan
Indonesia merupakan negara yang menarik para investor di bidang
pertambangan.
Indonesia memiliki produksi timah terbesar ke dua di dunia,
tembaga terbesar ke empat, nikel terbesar ke lima, emas terbesar
ke tujuh dan produksi batu bara terbesar ke delapan di dunia.
Menurut survey tahunan dari Price Waterhouse Coopers (PWC),
ekspor produk pertambangan menyumbangkan 11 persen nilai
ekspor di tahun 2002, sementara sektor ini juga menyumbangkan
2,7% dari produk domestik bruto (PDB) dan US$ 920 juta dalam
bentuk pajak dan pungutan bukan pajak bagi berbagai tingkat
pemerintahan.
menurut estimasi dari PWC, eksplorasi di Indonesia telah
mengalami penurunan dari US$ 160 juta di tahun 1996 menjadi
hanya US$18,9 juta di tahun 2002
Untuk menarik lagi minat investor, diperlukan peta potensi
sumber daya kita yang menunjukkan dengan persis lokasilokasinya.

Investasi Industri Informasi


Geospasial

Telekomunikasi
untuk membantu mencari lokasi yang optimal untuk
pembangunan BTS (Base Tranceiver Stasiun).
Investasi biaya pembangunan 1 BTS adalah sekitar Rp 700 juta
sampai Rp 1 milyar
Bahkan untuk lokasi-lokasi yang sulit aksesnya seperti di
Sulawesi, Maluku dan Papua, biaya pembangunan 1 BTS dapat
mencapai Rp 5 milyar
Investasi sebesar ini tentu memerlukan informasi yang
meyakinkan bahwa lokasi yang dipilih adalah betul-betul lokasi
yang tepat.

http://www.handphone.co.id/snapshot/detail.php?no=102, diakses 16 juni


2008
59 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?
id=329404&kat_id=&kat_id1=&kat_id2=, 7 April 2008, diakses 16 juni 2008
60 http://www.kapanlagi.com/h/0000171128.html 10 Mei 2007, diakses
tanggal 16 juni 2008

Investasi Industri Informasi


Geospasial

informasi spasial juga diyakini akan membantu menaikkan


revenue perusahaan di berbagai bidang. Karena itu, investasi
di bidang informasi geospasial misalnya untuk pengadaan dan
pengolahan data geospasial sudah mulai dilakukan oleh berbagai
perusahaan swasta.
Di Australia dan Selandia Baru sudah dilakukan studi bahwa
economic-return dari investasi di bidang geospasial
menunjukkan bahwa setiap 1 dollar yang diinvestasikan untuk
menghasilkan informasi geospasial, akan memberikan keuntungan
ekonomi senilai 4 dollar61.

Pasar Geospasial Dunia

Bernilai US $ 5 milyar di tahun 2001 dan


diproyeksikan untuk menghasilkan revenue
sebesar US $ 30 milyar di tahun 2005
Di Kanada, revenue dari industri geospasial
(diistilahkan
di
sana
sebagai
industri
geomatika) diperkirakan bernilai Canadian $
2.8 milyar di tahun 2004 dengan laju kenaikan
sebesar 15.6% dari tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pasar geospasial di
Arab Saudi diperkirakan $ 75 juta setiap
tahunnya meskipun masih pada tahap infancy
dengan segmen terbesarnya adalah lembaga
US Department of Labour, berdasarkan studi dari
pemerintah.
Geospatial workforce Development Center, University of
Southern Mississippi
68 2004 Geomatics Industri Survey

Contoh indutri
informasi geospasial

Pengembangan informasi geospasial didominasi


oleh kalangan swasta yang berbadan hukum
profit oriented.
Mereka merekrut tenaga ahli dan pegawaipegawai terampil dari kampus dam mencari
peluang (pasar) bagi produk-produkna baik di
institusi swasta sendiri maupun pemerintah.

PAGEO

Survey migas lepas pantai bertujuan untuk


menunjang semua tahap migas lepas
pantai dan juga untuk mengeksplorasi,
pengembangan atau konstruksi, serta
produksi. Tujuan dari semua itu pada
akhirnya adalah untuk menekan biaya
eksplorasi. Kegiatannya mencakup
penentuan posisi, hydrography (mengukur
kedalaman dan mengetahui bahaya),
oceanography, geofisika dan geoteknologi,
serta ROV/AUV

PAGEO

Aplikasi dari survey migas lepas pantai


dapat berperan pada berbagai macam ilmu
kebumian terpadu. Berbagai jenis ilmu
kebumian terpadu yang menggunakan hasil
dari survey migas lepas pantai digambarkan
dalam tabel 2.

PT BATAM

Batam merupkan area yang menarik, karena


secara daerah dapat dengan mudah mendapatkan
inverstasi dari luar dan secara teknologi
mendapatkan
keuntungan
dari
Singapura.
Resikonya pun rendah terhadap natural hazard
seperti tsunami maupun gempa Bumi. Hal-hal
tersebut memberikan keuntungan bagi Batam.
Oleh karena itulah didirikan sebuah perusahaan
yaitu P.T. Batam yang memiliki visi menjadi
pengelola kawasan tujuan invertasi terkemuka di
Asia Pasifik. Cakupan ruang lingkupnya meliputi
Pulau Batam, Rempang, dan Galang.

PT BATAM

Kegiatan utama dari P.T. Batam adalah :


Mengelola invetasi
Mengelola Bandara, Pelabuhan, Infrastukttur, Air,
dan Lahan (lahan di Batam semuanya dimiliki oleh
P.T. Batam, bukan masyarakat)
Sebagai Airline Hub (tempat untuk transit dengan
tujuan dapat mencakup seluruh Asia Tenggara.
Untuk saat ini, sudah digunakan oleh Lion Air)
Sebagai Transhipment Port (karena banyak
kegiatan import/eksport menuju Eropa/China/India
yang melewati daerah Selat Malaka)

Terima Kasih