Anda di halaman 1dari 15

Metodelogi Pekerjaan

Pengerukan menurut Asosiasi Internasional Perusahaan Pengerukan


adalah mengambil tanah atau material dari lokasi di dasar air,
biasanya perairan dangkal seperti danau, sungai, muara ataupun
laut dangkal, dan memindahkan atau membuangnya ke lokasi lain.
Untuk melakukan pengerukan biasanya digunakan kapal keruk
yang memiliki alat-alat khusus sesuai dengan kondisi di areal yang
akan dikeruk, seperti :
Kondisi dasar air (berbatu, pasir, dll)
Areal yang akan dikeruk (sungai, danau, muara, laut dangkal,
dll.)
Peraturan atau hal hal yang diminta oleh pemerintah
lokal

ataupun

oleh

pihak

yang

meminta

dilakukan

pengerukan
Sifat Pengerukan
Sifat pengerukan terdiri dari 2 jenis, yaitu :

Capital Dredging :

suatu konfigurasi dasar laut/sungai/danau yang baru.


Maintenance Dredging :
Kegiatanpengerukan

Kegiatanpengerukan

untuk

membuat
untuk

mempertahankan konfigurasi dasar laut/sungai/danau yang


baru tersebut.
Tahapan pengerukan
Pengerukan utamanya terdiri dari 3 tahap, yaitu :
MENGGALI

MENGANGKUT

MEMBUANG

Gambar 1. Tahapan Pengerukan


1. Memisahkan dan mengambil material dari dasar air dengan
menggunakan :
o Pengikisan (erosion)
o Memancarkan air tekanan tinggi (jetting)
o Memotong (cutting) o Menghisap (suction)
o Memecah (breaking)

o Mengambil dengan menggunakan bucket (grabbing)


2. Mengangkut material dengan menggunakan :
o Tongkang (barges)
o Tongkang atau kapal yang didesain secara

khusus

memiliki wadah
penampung (hoppers)
o pipa terapung / floating pipeline o conveyor-belt
o Truk
3. Pembuangan material tersebut dengan menggunakan :
o Pembuangan pipa (pipeline discharge)
o Alat angkat seperti crane
o Membuka pintu di bawah pada beberapa kapal atau
tongkang yang didesain secara khusus (hopper barges)
Pengerukan ini dilakukan untuk membuat :
Survey
/ Batuan
Pelabuhan baru, termasuk
alur Tanah
pelayarannya.
Penyelidikan Sifat Tanah/Batuan Yang Akan Dikeruk

Melebarkan

dan atau mendalami pelabuhan / terusan / sungai yang sudah


ada.

Proyek reklamasi.
Hal-hal lainnya yang terkait dengan pertambangan.
Jumlah Tanah
/ Batuan
Akan DIkeruk
Untuk
lebihYang
jelasnya
daapt

Survey Batimetry

dilihat

pada

gambar

tahapan

perencanaan kegiatan pengerukan berikut ini.

Jenis/karakteristik kapal keruk


Karakteristik tanah/batuan
dimensi,
kedalaman
perairan,
panjang/lebar/tebal, pengerukan, cuaca, g
ilihan Jenis Kapal KerukFaktor-faktor
dan Lokasi/Cara
Membuang
Material
Kerukan
Jarak ke lokasi pembuangan

Estimasi dan kapasitas kapal keruk


Data tanah/batuan
Kapasitas dan Jumlah Kapal Keruk Yang Akan Digunakan
Siklus kapal

Volume Material Hasil Kerukan

Gambar 2. Tahapan Perencanaan Kegiatan Pengerukan

Alat Pengerukan
Alat yang biasa dipergunakan untuk mengambil tanah atau
material dari lokasi di dasar air, biasanya perairan dangkal seperti
danau, sungai, muara ataupun laut dangkal, dan memindahkan
atau membuangnya ke lokasi lain biasa disebut Kapal Keruk. Kapal
Keruk atau dalam bahasa Inggris sering disebut dredger merupakan
kapal

yang

memiliki

peralatan

khusus

untuk

melakukan

pengerukan. Kapal ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan, baik dari

suatu pelabuhan, alur pelayaran, ataupun industri lepas pantai,


agar dapat bekerja sebagaimana halnya alat-alat levelling yang ada
di darat seperti excavator dan Buldoser.

Gambar 3. Jenis Kapal Keruk Berdasarkan Metode Penggalian

Untuk lebih jelasnya mengenai jenis dan tipe kapal keruk dapat
dilihat pada table berikut ini.

Tabel 1. Jenis Kapal Keruk


Klasifikasi
Utama

No.

Cara Pengangkutan

Cara Pembuangan
Buang-bawah, grab atau
pompa-hisap
Buang-bawah, grab atau
pompa-hisap
Buang-bawah, grab atau
pompa-hisap
Buang-bawah, grab atau
pompa-hisap
Buang-bawah, grab atau
pompa-hisap

Keruk-Dipper (Dipper Dredger)

dengan shovel

dengan tongkang

Keruk-Backhoe (Backhoe Dredger)


Keruk-Bucket Stationer (Stationary Bucket
Dredger)
Keruk-Bucket Bermesin (Self Propellod Bucket
Dredger)

dengan bucket backhoe

dengan tongkang

dengan bucket rantai

dengan tongkang

dengan bucket rantai

dengan tongkang

dengan bucket rantai

sendiri

Keruk-Bucket Hopper Bermesin


Keruk Bucket Sistem Pipa (Pipeline Bucket
Dredger)

dengan bucket rantai

dengan pipa

Dragline

dengan bucket tarik

dengan tongkang

Keruk-Cengkram (Stationary Grab Dredger)


Keruk Cengkram Bermesin (Self Propellod
Grab Dredger)
Keruk Hisap-Stationair (Stationary Suction
Dredger)
Keruk hisap-Pompa Jet (Jet Pump Sution
Dredger)
Keruk Hisap-Hopper (Hopper Suction
Dredger)
Keruk Hisap dengan roda ponton (Cutter
Suction Dredger)
Eksavator Bucket Beroda (Bucket Wheel
Excavator)
Keruk Hisap-Hopper-tarik (Trailling Suction
Hopper Dredger)

dengan grab (cengkram)

dengan tongkang

dengan grab (cengkram)


Kepala Hisap, Pompa,
sentrifugal

sendiri
sistem pipa atau
tongkang
sistem pipa atau
tongkang

dengan pipa
Buang-bawah, grab atau
pompa-hisap
Buang-bawah, grab atau
pompa-hisap
Buang-bawah, grab atau
pompa-hisap
Sistem Pipa, Buang bawah
grab atau pompa hisap
Sistem Pipa, Buang bawah
grab atau pompa hisap

sendiri

Sistem Pipa atau Buang Bawah

sistem pipa

Sistem Pipa

sistem pipa
sistem pipa

Sistem Pipa
Sistem Pipa atau Buang Bawah

4
5

9
Kapal Keruk
Hidrolis

Cara Pengerukan

3
Kapal Keruk
Mekanis

Tipe Kapal Keruk

1
2
3
4
5
6

Kepala Hisap, Pompa Jet


Kepala Hisap, Pompa
Sentrifugal
Roda Pemotong, Pompa
Sentrifugal
Roda Bucket, Pompa
Sentrifugal
Kepala Drag dengan Jet Air,
Pompa Sentrifugal

Keruk Hisap-Tarik dan Sidecasting (Trailing


Suction Sidecasting)

Keruk Duspan (Dustpan Dredger)

Kepala Drag dengan Jet Air,


Pompa Sentrifugal
Kepala Drag dengan Jet Air,
Pompa Sentrifugal

proses alami

Proses Alami

sistem pipa

Proses Alami

1. Kapal keruk penghisap / Suction dredgers


Beroperasi dengan menghisap material melalui pipa panjang
seperti vacuum cleaner. Jenis ini terdiri dari beberapa tipe, yaitu :
a. Trailing Suction Hopper Hredger

Gambar 4. TSHD menyeret pipa penghisap


Cara pengerukan pada system ini adalah dengan menggunakan
kapala drag (primer), jet air, atau pompa sentrifugal (sekunder),
cara pengangkutannya adalah dengan system pipa, sedangkan
cara pembuangannya dengan menggunakan system pipa atau
buang bawah.
Sebuah trailing suction hopper dredger (TSHD) menyeret pipa
penghisap ketika bekerja, dan mengisi material yang diisap
tersebut ke satu atau beberapa penampung (hopper) di dalam
kapal. Ketika penampung sudah penuh, TSHD akan berlayar ke
lokasi pembuangan dan membuang material tersebut melalui
pintu yang ada di bawah kapal atau dapat pula memompa
material tersebut ke luar kapal.

b. Cutter-Suction Dredger

Cutter-Suction Dredger (CSD) mempunyai tabung penghisap


berkepala pemotong di pintu masuk penghisap. Pemotong dapat
pula digunakan untuk material keras seperti kerikil atau batu.
Material yang dikeruk biasanya dihisap oleh pompa pengisap
sentrifugal dan dikeluarkan melalui pipa atau ke tongkang. CSD
dengan pemotong yang lebih kuat telah dibangun beberapa
tahun terakhir, digunakan untuk memotong batu tapi peledakan.
CSD memiliki dua buah spud can di bagian belakang serta dua
jangkar di bagian depan kiri dan kanan. Spud can berguna
sebagai poros bergerak CSD, dua jangkar untuk menarik ke kiri
dan kanan.

Gambar 5. Cutter-Suction Dredger (CSD)


Cara pengerukan pada system pengerukan cutter suction
dredger adalah dengan menggunakan roda pemotong (primer)
atau pompa sentrifugal (sekunder), cara pengangkutannya
adalah dengan menggunakan system pipa, sedangkan cara
pembuangan adalah dengan menggunakan system pipa.

2. Bucket dredger

Bucket dredger adalah jenis tertua dari suatu kapal keruk. Biasanya
dilengkapi dengan beberapa alat seperti timba / bucket yang
bergerak secara simultan untuk mengangkat sedimen dari dasar
air. Varian dari Bucket dredger ini adalah Bucket Wheel Dredger.
Beberapa Bucket dredger dan Grab dredger cukup kuat untuk
mengeruk dengan kedalaman 15-18 m.

Gambar 6. Bucket dredger

Tipe Bucket Dredger :


a. Keruk-Bucket bermesin (self propelled bucket dredger),
Cara Pengerukan : dengan bucket rantai
Cara Pengangkutan : dengan tongkang
Cara Pembuangan : Buang bawah, grab, atau pompa
hisap
b. Keruk Bucket Sistem Pipa (pipeline bucket dredger),
Cara Pengerukan : dengan bucket rantai
Cara Pengangkutan : dengan pipa
Cara Pembuangan : dengan pipa

Gambar 7. Rantai Bucket Dredger, Bagian Ujung


3. Backhoe / dipper dredge / Grab Dredger
Backhoe/dipper
excavator.

dredger

Backhoe

memiliki

dredger

sebuah

dapat

backhoe

pula

seperti

menggunakan

excavator untuk darat, diletakkan di atas tongkang. Biasanya


backhoe dredger ini memiliki tiga buah spudcan, yaitu tiang
yang berguna sebagai pengganti jangkar agar kapal tidak
bergerak, dan pada backhoe dredger yang high-tech, hanya
memerlukan satu orang untuk mengoperasikannya. Kedalaman
pengerukan normal 6-12 m.

Gambar 8. Dipper Dredger


Cara

pengerukan

pada

Dipper

Dredger

adalah

dengan

menggunkan shovel dan diangkut dengan tongkang. Cara

pembuangan dengan metode ini adalah dengan cara buang


bawah, grab, atau pompa hisap.

Gambar 9. Backhoe Dredger


Sistem pengerukan Bachoe

Dredger menggunakan bucket

backhoe dan cara pengangutannya dengan menggunakan


tongkang. Sedangkan cara pembuangannya dengan cara buang
bawah, grab, atau pompa hisap dengan kedalaman pengerukan
normal adalah 18m.

Gambar 10. Metode Penggalian dengan menggunakan Backhoe


Bucket a. overcutting, b. undercutting

Gambar 11. Grab Dredger


Tipe Grab Dredger :
a. Stationary Grab Dredger
Cara Pengerukan : dengan grab (cengkram)
Cara Pengangkutan : dengan tongkang
Cara Pembuangan : Buang bawah, grab, atau pompa
hisap
b. Self-Propelled Grab Dredger
Cara Pengerukan : dengan grab (cengkram)
Cara Pengangkutan : sendiri
Cara Pembuangan : buang bawah, grab, atau pompa
hisap

Gambar 12. a. Grab Bucket Tipe Clamshell, line closure, b. tipe


kaktus, hydraulic closure
Cara Gerak dan Operasi Kapal Keruk
Cara gerak kapal terdapat 2 jenis yaitu kapal keruk tidak
bermesin (tidak mempunyai baling-baling) dan kapal keruk
dengan bermesin (mempunyai baling-baling).

Kapal Keruk Tidak Bermesin

Kapal Keruk Bermesin

Kapal Bergerak dengan


Spud (Tiang Tancap)
Tali dan Jangkar

Kapal Bergerak dengan baling-baling

Dipper Dredger
Backhoe Dredger
Bucket Dredger
Cutter Suction Dredger
Grab Dredger
Dustpan Dredger

Trailing Suction opper Dredger


Grab Dredger

Cara Membuang Material Keruk Menggunakan


Tongkang
Cara Membuang Material Keruk dilakukan oleh kapal keruknya
Jaringan Pipa

Gambar 13. Cara Gerak dan Operasi Kapal Keruk

Gambar 14. Metode Pengangkutan Material Keruk ke Tempat


Pembuangan
Metode pembuangan terdiri dari 3 jenis yaitu :

Indirect

Method

Metode

pembuangan

yang

menggunakan alat bantu truk pengangkut ke lokasi

pembuangan
Semi-Indirect Method : Metode pembuangan dengan cara
melakukan penumpukan di bagian daratan di sekitar lokasi

pengerukan.
Direct Method : Metode pembuangan secara langsung ke
lokasi pembuangan.

Tabel 2. Kelebihan dan Kekurangan Jenis Kapal Keruk


Jenis Kapal

Kelebihan

Kekurangan

Keruk
Bucket Dredger

Kapasitas pengerukan besar, cocok

Karena gerakannya

untuk pengerukan dengan skala

memakai tali baja dan

besar

jangkar, memerlukan

Unit cost pengerukan rendah

ruang gerak yang

Permukaan area hasil pengerukan

besar dan bisa

relatif datar

mengganggu lalu

Tahan terhadap angin, gelombang


dan arus pasut

lintas kapal
-

Tidak cocok untuk


volume pengerukan

Bile dilengkapi meskin keruk yang


kuat akan mampu mengeruk

yang kecil

material keras
Dipper Dredger

Cocok untuk setiap tipe tanah yang

akan dikeruk, termasuk batuan


yang mudah pecah
-

Hanya kapal keruknya


mahal

Tidak perlu ruang gerak yang luas

Unit cost
pengerukannya tinggi

untuk operasinya
Grab Dredger

Trailing Suction
Hopper Dredger

Dapat bergerak bebas


Bentuknya kecil, sehingga dapat
mengeruk di daerah yang sempit
Dapat digunakan untuk mengeruk
volume kecil dengan unit cost tidak
terlalu mahal
Dapat mengeruk pada kedalaman
besar
Memperbesar volume pengerukan
hanya dengan mengganti grab

Cocok untuk mengeruk alur


pelayaran dengan volume besar
dan jarak ke disposal area jauh
Efisien untuk soft material

Kapasitas pengerukan
kecil
Tidak cocok untuk
material keras

Tidak cocok untuk


hard material
Unit cost menjadi
tinggi jika volume
kerukan kurang besar
Biaya servis tinggi
Permukaan tanah
hasil kerukan sangat
tidak merata