Anda di halaman 1dari 15

Tugas Mekanika Rekayasa

Energi dan Kekekalan Energi serta penerapannya

Disusun Oleh :
Nama : Frans Rino
NIM: 3211401005

JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA


POLITEKNIK NEGERI BATAM
Jalan Parkway Batam Center, Batam Telp. +62-778-469856

2015

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkat limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga saya dapat menyusun makalah
ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya membahas
mengenai Energi dan hukum Kekekalan Energi serta penerapannya
Makalah ini dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk
membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah
ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini yang
merupakan salah satu tugas dari mata kuliah teknik Elektro.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu, saya berharap pembaca untuk memberikan saran
serta yang dapat memberi semangat lebih bagi saya. Kritik konstruktif dari
pembaca sangat saya harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi semua orang.

Batam, 7 Juni 2015

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................................1
1.3 Batasan Masalah........................................................................................1
1.4 Tujuan dan Manfaat....................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN.........................................................................................3
2.1 Energi...........................................................................................................3
2.2 Hukum Kekekalan Energi..........................................................................4
2.3 Penerapan Hukum Kekekalan Energi Mekanik.....................................5
2.4 Hukum kekekalan energi mekanik pada parabola................................7
2.5 Hukum Kekekalan Energi Mekanik (HKEM) pada Gerak Satelit........7
2.6 Hukum Kekekalan Energi Mekanik (HKEM) pada Bidang Lingkaran 8
BAB III PENUTUP.................................................................................................9
3.1 Kesimpulan..................................................................................................9
3.2 Saran..........................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................iii

ii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di alam semesta yang luas ini, terdapat banyak sekali hal yang dapat
dikenal dan diketahui. Tidak hanya terdapat pada makhluk hidup tetapi juga
dapat melingkupi semua hal yang ada di bumi. Salah satunya adalah energy.
Energy memiliki banyak sekali kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, salah
satu contohnya adalah bergerak. Energi adalah kemampuan untuk
melakukan usaha atau kerja. Sebuah benda dapat dikatakan mempunyai
energi apabila benda itu menghasilkan gaya yang dapat melakukan usaha
atau kerja.
Berdasarkan Hukum kekekalan energy,energy alam semesta adalah
tetap, sehingga energy yang terlibat dalam suatu proses kimia dan fisika
hanya merupakan perpindahan atau perubahan bentuk energy. Energy
memiliki berbagai macam bentuk dan perubahannya. Oleh karena hal
tersebut, energy memiliki berbagai macam cara dalam penerapannya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan beberapa
masalah diantaranya:
1. Apa yang dimaksud dengan energi?
2. Bagaimana bentuk-bentuk dari energi?
3. Bagaimana perubahan bentuk energi?
4. Apa peranan perubahan bentuk energy bagi bidang elektronika?

1.3 Batasan Masalah


Tidak dapat menampilkan gambar dari energy dan simulasinya

1.4 Tujuan dan Manfaat


Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat diketahui beberapa tujuan
dari penulisan makalah ini diantaranya.
1. Untuk mengetahui pengertian energi
2. Untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk dari energi.
3. Untuk mengetahui bagaimana energi dan perubahannya.
4. Untuk mengetahui pengertian dari usaha.
5. Untuk mengetahui hubungan antara usaha dan energi.
Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat diketahui beberapa manfaat
dari penulisan makalah ini diantaranya.
1) Bagi Penulis yaitu sebagai mahasiswa dapat mengetahui pengertian
energi

dan bentuk-bentuk dari energi, pengerian usaha, hubungan

antara usaha dan energi dan penerapannya.


2) Bagi Pembaca yaitu makalah ini bisa dijadikan suatu sumber
informasi guna meningkatkan dan menambah wawasan atau ilmu
pengetahuan pembaca, khususnya mengenai pengertian energi dan
bentuk-bentuk dari energi, pengerian usaha, hubungan antara usaha
dan energi dan penerapannya.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Energi
Energi adalah sebuah kuantitas yang secara tidak langsung diamati. Hal
ini sering dipahami sebagai kemampuan suatu energi fisik untuk melakukan
pekerjaan pada energi fisik lainnya. Karena pekerjaan didefinisikan sebagai
kekuatan yang bertindak melalui jarak (panjang ruang), Energi selalu setara
dengan kemampuan mengerahkan menarik atau mendorong melawan
kekuatan dasar alam, sepanjang jalan panjang tertentu. Total energi yang
terkandung dalam suatu objek diidentifikasi dengan massanya, dan energi
(seperti massa), tidak dapat diciptakan atau dihancurkan. Ketika materi
(partikel materi biasa) diubah menjadi energi (seperti energi gerak atau
menjadi radiasi), massa dari energi tidak berubah melalui proses
transformasi.
Namun, mungkin ada batas mekanistik untuk berapa banyak materi di
sebuah benda dapat diubah menjadi jenis energi lainnya dan dengan
demikian ke dalam pekerjaan, pada energi lainnya. Energi, seperti massa,
adalah kuantitas energi fisik. Dalam Sistem Satuan Internasional (SI), energi
diukur dalam joule, tetapi dalam berbagai bidang unit lain, seperti kilowattjam dan kilokalori. Semua unit-unit menerjemahkan ke unit kerja, yang selalu
didefinisikan dalam hal kekuatan dan jarak yang kekuatan bertindak melalui
perantara.
Sebuah energi dapat mentransfer energi ke energi lain dengan hanya
mentransfer materi untuk itu (karena materi adalah setara dengan energi,
sesuai dengan massanya). Namun, ketika energi ditransfer dengan cara
selain materi-transfer, transfer menghasilkan perubahan dalam energi kedua,
sebagai hasil kerja yang dilakukan di atasnya. Pekerjaan ini
memanifestasikan dirinya sebagai efek dari kekuatan (s) diterapkan melalui
jarak dalam energi target. Sebagai contoh, energi dapat memancarkan
energi
yang
lain
dengan
mentransfer
(memancarkan)
energi
elektromagnetik, tapi ini menciptakan tenaga pada partikel yang menyerap
radiasi.
Energi dapat disimpan dalam energi tanpa hadir sebagai materi, atau
elektromagnetik sebagai. Energi yang tersimpan dibuat setiap kali sebuah
partikel telah dipindahkan melalui medan berinteraksi dengan (yang
membutuhkan kekuatan untuk melakukannya), tapi energi untuk mencapai
hal ini disimpan sebagai posisi baru dari partikel dalam konfigurasi lapangan
yang harus diadakan atau tetap dengan berbagai jenis kekuatan (jika
tidak, konfigurasi baru akan menyelesaikan sendiri oleh medan mendorong
atau menarik partikel kembali ke posisi sebelumnya). Jenis energi disimpan
oleh kekuatan-ladang dan partikel yang telah dipaksa menjadi konfigurasi
fisik baru di lapangan dengan melakukan bekerja pada mereka dengan
energi lain, Disebut sebagai energi potensial. Sebuah contoh sederhana dari
energi potensial adalah pekerjaan yang diperlukan untuk mengangkat benda
dalam medan gravitasi, sampai mendukung. Setiap kekuatan dasar alam

dikaitkan dengan berbagai jenis energi potensial, dan semua jenis energi
potensial (seperti semua jenis energi lainnya) muncul sebagai massa energi,
setiap kali hadir. Setiap bentuk energi yang dapat diubah menjadi bentuk
lain.
Ketika energi dalam bentuk lain selain energi panas, mungkin
ditransformasikan dengan efisiensi yang baik atau bahkan sempurna, untuk
semua jenis energi lainnya, termasuk listrik atau produksi partikel baru
materi. Dengan energi termal, bagaimanapun, sering ada batas untuk
efisiensi konversi ke bentuk energi lainnya. Dalam semua proses
transformasi energi seperti itu, energi total tetap sama, dan transfer energi
dari satu energi ke energi lain, mengakibatkan kerugian untuk
mengkompensasi mendapatkan apapun. Prinsip ini, konservasi energi,
pertama kali disebutkan dalam awal abad 19, dan berlaku untuk setiap
energi yang terisolasi. Menurut teorema Noether, konservasi energi adalah
konsekuensi dari kenyataan bahwa nerg-hukum fisika tidak berubah dari
waktu ke waktu . Meskipun energi total, energi tidak berubah dengan waktu,
nilainya mungkin tergantung pada kerangka acuan.

2.2 Hukum Kekekalan Energi


Hukum kekekalan energi mekanik menjelaskan bahwa jika pada sebuah
peristiwa hanya melibatkan gaya berat (dalam hal ini tidak ada gaya lain
yang bekerja), maka jumlah energi potensial dan energi kinetik sebelum dan
sesudah peristiwa adalah tetap (sama). Penjelasan tersebut dapat dituliskan
sebagai berikut:
EM = Ep + Ek = m.g.h + 1/2 m.v2
Hukum tersebut biasa digunakan untuk menjelaskan perubahan energi
sebuah benda yang bergerak dari ketinggian tertentu menuju permukaan
bumi. Sebagai contoh adalah gerak pemain ski yang meluncur di salju dari
ketinggian tertentu atau gerak jatuh buah kelapa dari pohonnya.
Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat
diubah dari 1 bentuk energi ke bentuk energi yang lain. Energi alam semesta
adalah tetap, sehingga energi yang terlibat dalam suatu proses kimia dan
fisika hanya merupakan perpindahan atau perubahan bentuk energi.
Contoh perubahan energi :
Energi radiasi diubah menjadi energi panas.

Energi potensial diubah menjadi energi listrik.

Energi kimia menjadi energi listrik.

Semua energi yang berada di alam ini merupakan bentuk perubahan dari
energi yang lain. Manusia memperoleh energi dengan memakan
makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Namun, tumbuhan
bukanlah sumber energi. Tumbuhan mengubah energi dari cahaya
matahari menjadi energi kimia yang tersimpan dalam makanan melalui
proses fotosintesis.
Energi mekanik
Energi mekanik adalah energi yang dimiliki benda karena sifat geraknya.
Energi mekanik terdiri dari energi potensial dan energi kinetik
Energi potensial
Secara umum, energy potensial suatu benda adalahenergi yang
disimpan sementara pada saat diam pada medan gaya. Gravitasi adalah
kekuatan yang bertindak atas benda dan memberikan energy potensial.
Sebagai contoh, sebuah bola diatas bukit memiliki sejumlah
energy yang tersimpan karena gravitasi. Jenis lain dari energy potensial
meliputi listrik, magnet, dan elastisitas. Contoh dari energy potensial
elastisitas adalah pegas yang membentang.
Energi kinetic
Energy kinetic dari benda tertentu adalah energy yang dimiliki saat
bergerak. Seperti yang ungkapan, energy kinetic sama dengan setengah
dari massa benda dikalikan dengan kuadrat kecepatan benda, atau EK=
mv2 .
Energy kinetic terdiri dari tiga jenis energy. Energy kinetic vibrasi
energy karena gerak getaran, dan energy kinetic rotasi adalah energy
karena gerak rotasi. Energy kinetic translasi adalah energy karena gerak
pusat massa dari suatu titik ketitik yang lain.

2.3 Penerapan Hukum Kekekalan Energi Mekanik


Hukum kekekalan energi mekanik dapat disimpulkan lewat pernyataan
Dalam suatu sistem dinamis yang konservatif, besarnya energi mekanik
suatu benda selalu tetap. Hukum kekekalan energi mekanik dapat
dirumuskan sebagai berikut:

Emp = Em1 = Em2


Ep0 + Ek0 = Ep1 + Ek1 = Ep2 + Ek2
(mgh0 + mv02 = mgh1 + mv12 = mgh2 + mv22)

Hukum Kekekalan Energi Mekanik


EM = EP + EK
EM1 = EM2
EP1 + EK1 = EP2 + EK2
(mgh)1 + ( mv2)1 = (mgh)2 + ( mv2)2
Keterangan :
EM = Energi Mekanik
EK = Energi kinetik
EP = energi potensial
m = massa (Kg)
g = percepatan gravitasi(m/s2)
h = tinggi(m)
v = kecepatan(m/s)
Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada Gerak Jatuh Bebas
Suatu contoh sederhana dari Hukum Kekekalan Energi Mekanik
adalah ketika sebuah benda melakukan Gerak Jatuh Bebas (GJB).
Misalnya kita tinjau sebuah batu yang dijatuhkan dari ketinggian
tertentu. Pada analisis mengenai Gerak Jatuh Bebas, hambatan udara
diabaikan, sehingga pada batu hanya bekerja gaya berat (gaya berat
merupakan gaya gravitasi yang bekerja pada benda, di mana arahnya
selalu tegak lurus menuju permukaan bumi).
Ketika batu berada pada ketinggian tertentu dari permukaan tanah
dan batu masih dalam keadaan diam, batu tersebut memiliki Energi
Potensial sebesar EP = mgh. m adalah massa batu, g adalah percepatan
gravitasi dan h adalah kedudukan batu dari permukaan tanah (kita
gunakan tanah sebagai titik acuan). Ketika berada di atas permukaan
tanah sejauh h (h = high = tinggi), Energi Kinetik (EK) batu = 0. mengapa
nol ? batu masih dalam keadaan diam, sehingga kecepatannya 0. EK =
mv2, karena v = 0 maka EK juga bernilai nol alias tidak ada Energi
Kinetik. Total Energi Mekanik = Energi Potensial.
EM = EP + EK
EM = EP + 0
EM = EP
Penerapan hukum kekekalan energi mekanik adalah pada kasus benda
jatuh dipermukaan bumi atau berada dalam medan gravitasi bumi.
Berhubungan dengan hukum kekekalan energi mekanik dapat disimpulkan,
Bahwa:
Pada kedudukan awal, kelajuan sama dengan nol sehingga Ek=0, s atau
gerak jatuh bebas. Sedangkan energi potensial Ep mencapai nilai
maksimum, sama dengan energi mekaniknya.

Pada keadaan selanjutnya, energi potensial berkurang dan berubah


menjadi energi kinetik. Pada setengah perjalananya, besar energi
potensial sama dengan energi kinetik.

Pada saat menyentuh tanah (bidang acuan), seluruh energi potensial


berubah menjadi energi kinetik sehingga energi potensialnya Ep=0,
sedangkan energi kinetik (Ek) mencapai nilai maksimum, sama dengan
energi mekaniknya

Energi mekanik, energi kinetik serta energi potensial merupakan besaran


skalar sama halnya dengan usaha oleh karena dimensi serta satuannya
juga sama.

2.4 Hukum kekekalan energi mekanik pada parabola


Hukum kekekalan energi mekanik juga berlaku ketika benda
melakukan gerakan parabola.Ketika benda hendak bergerak (benda
masih diam), Energi Mekanik yang dimiliki benda sama dengan nol.
Ketika diberikan kecepatan awal sehingga benda melakukan gerakan
parabola, EK bernilai maksimum (kecepatan benda besar) sedangakn EP
bernilai minimum (jarak vertikal alias h kecil).
Semakin ke atas, kecepatan benda makin berkurang sehingga EK
makin kecil, tetapi EP makin besar karena kedudukan benda makin tinggi
dari permukaan tanah. Ketika mencapai titik tertinggi, EP bernilai
maksimum (h maksimum), sedangkan EK bernilai minimum (hanya ada
komponen kecepatan pada arah vertikal).Ketika kembali ke permukaan
tanah, EP makin berkurang sedangkan EK makin besar dan EK bernilai
maksimum ketika benda menyentuh tanah.
Jumlah energi mekanik selama benda bergerak bernilai tetap,
hanya selama gerakan terjadi perubahan energi kinetik menjadi energi
potensial (ketika benda bergerak ke atas) dan sebaliknya ketika benda
bergerak ke bawah terjadi perubahan energi potensial menjadi energi
kinetik.

2.5 Hukum Kekekalan Energi Mekanik (HKEM) pada Gerak


Satelit
Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, Energi Potensial
tidak mempunyai persamaan umum untuk semua jenis gerakan.
Persamaan EK dapat digunakan untuk semua jenis gerakan, sedangkan
EP tidak. Pada pembahasan di atas, dirimu dapat melihat perbedaan
antara persamaan EP Gravitasi dan EP elastis. nah, Energi Potensial
sebuah benda yang berada pada jarak yang jauh dari permukaan bumi
(tidak di dekat permukaan bumi) juga memiliki persamaan yang berbeda.
EP suatu benda yang berada pada jarak yang jauh dari permukaan bumi
dinyatakan dengan persamaan :

RE = jari-jari bumi dan r adalah jarak benda dari permukaan bumi.


untuk gerakan satelit, r adalah jari-jari orbit satelit. Ketika berada di dekat
permukaan bumi, R dan r hampir sama dengan dan Energi Potensial
hampir sama dengan mgh. Ketika benda berada jauh dari bumi, seperti
satelit misalnya, maka EP-nya adalah mgh kali RE/r.
Kita tahu bahwa jari-jari orbit satelit selalu tetap jika diukur dari
permukaan bumi. Satelit memiliki EP karena ia berada pada pada jarak r
dari permukaan bumi. EP bernilai tetap selama satelit mengorbit bumi,
karena jari-jari orbitnya tetap.
Bagaimana dengan EK satelit ? kita tahu bahwa satelit biasanya
mengorbit bumi secara periodik. Jadi laju tangensialnya selalu sama
sepanjang lintasan. Dengan demikian, Energi Kinetik satelit juga
besarnya tetap sepanjang lintasan. Jadi selama mengorbit bumi, EP dan
EK satelit selalu tetap alias tidak berubah sepanjang lintasan. Energi total
satelit yang mengorbit bumi adalah jumlah energi potensial dan energi
kinetiknya. Sepanjang orbitnya, besar Energi Mekanik satelit selalu tetap.

2.6 Hukum Kekekalan Energi Mekanik (HKEM) pada Bidang


Lingkaran
Salah satu contoh aplikasi Hukum Kekekalan Energi Mekanik
pada gerak melingkar adalah gerakan Roller Coaster pada lintasan
lingkaran vertikal sebagaimana tampak pada gambar di atas. Kita
menganggap bahwa Roler coaster bergerak hanya dengan bantuan gaya
gravitasi, sehingga agar bisa bergerak pada lintasan lingkaran vertikal,
roler coaster harus digiring sampai ketinggian h1.
Kita mengunakan model ideal, di mana gaya gesekan, baik
gesekan udara maupun gesekan pada permukaan lintasan diabaikan.
Pada ketinggian titik A, Roller coaster memiliki EP maksimum sedangkan
EK-nya nol, karena roller coaster belum bergerak. Ketika tiba di titik B,
Roller coaster memiliki laju maksimum, sehingga pada posisi ini EK-nya
bernilai maksimum. Karena pada titik B laju Roller coaster maksimum
maka ia terus bergerak ke titik C. Benda tidak berhenti pada titik C tetapi
sedang bergerak dengan laju tertentu, sehingga pada titik ini Roller
coaster masih memiliki sebagian EK. Sebagian Energi Kinetik telah
berubah menjadi Energi Potensial karena roller coaster berada pada
ketinggian maksimum dari lintasan lingkaran. Roller coaster terus
bergerak kembali ke titik C. Pada titik C, semua Energi Kinetik Roller
coaster kembali bernilai maksimum, sedangkan EP-nya bernilai nol.
Energi Mekanik bernilai tetap sepanjang lintasan, karena kita
menganggap bahwa tidak ada gaya gesekan, maka Roller coaster akan
terus bergerak lagi ke titik C dan seterusnya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpilkan sebagai berikut:
1. Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Sebuah
benda dapat dikatakan mempunyai energi apabila benda itu
menghasilkan gaya yang dapat melakukan usaha atau kerja. Ada
beberapa bentuk energi diantaranya:
1) Energi Kinetik
2) Energi Potensial
3) Energi Panas ( Kalor)
4) Energi Cahaya
5) Energi Listrik
6) Energi Kimia
2.Usaha dihasilkan oleh gaya yang dikerjakan pada suatu benda
sehingga benda itu berpindah tempat dan usaha tidak terlepas dari gaya
dan perpindahan.
3. Ketika gaya melakukan usaha pada sebuah benda maka akan terjadi
perubahan energi pada benda tersebut. Usaha yang dilakukan pada
sebuah benda yang bergerak horisontal menyebabkan perubahan energi
kinetik.
4. Usaha dapat didefinisikan sebagai perubahan energi. Jika perubahan
energi ini diukur setiap satu sekon, akan didapatkan sebuah besaran baru
yaitu perubahan usaha setiap satu sekon. Besaran tersebut disebut daya.
Jadi daya dapat didefinisikan sebagai perubahan energi setiap satu
sekon.

3.2 Saran
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disarankan sebagai berikut:
1) Kepada mahasiswa, hendaknya mahasiswa mengetahui pengertian
energi dan bentuk-bentuk dari energi, pengerian usaha, hubungan
antara usaha dan energi dan penerapannya.
2) Kepada Masyarakat, hendaknya masyarakat setidaknya
mengetahui pengertian energi dan bentuk-bentuk dari energi,
pengerian usaha, hubungan antara usaha dan energi dan
penerapannya

10

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Kekekalan_energi
http://kliksma.com/2015/02/pengertian-hukum-kekekalan-energi.html
https://asihpuspitasari2.wordpress.com/2014/09/12/kumpulan-makalah-fisika/
https://www.academia.edu/7622936/Gerry_Rihi_Pati__Makalah_Usaha_dan_Energi

iii