Anda di halaman 1dari 2

BAB VI

PEMAHAMAN DAN PENERAPAN HUKUM ISLAM


A. Pengertian Hukum Islam
Hukum Islam adalah hukum yang bersumber dan merupakan bagian dari ajaran
islam. Ada dua istilah yang berhubungan dengan hukum islam. Pertama Syariat dan
kedua adalah Fiqh. Syariat merupakan hukum islam yang ditetapkan secara langsung
dan tegas oleh Allah. Sementara Fiqh merupakan hukum yang ditetapkan pokokpokoknya saja. Hukum ini dapat atau perlu dikembangkan dengan ijtihad.
Hukum islam kategori syariat bersifat konstan, tetap, maksudnya tetap berlaku di
sepanjang zaman, tidak mengenal perubahan dan tidak boleh disesuaikan dengan situasi
dan kondisi lain. Situasi dan kondisilah yang menyesuaikan dengan syariat. Sedangkan
hukum islam kategori Fiqh bersifat fleksibel, elastis, tidak harus berlaku universal,
mengenal perubahan, serta dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi ( Amrullah
Ahmad,1996 )
Syariat merupakan landadan fiqh, dan fiqh merupakan pemahaman orang ( yang
memenuhi ) tentang syariat. Oleh karena itu seseorang yang akan memahami hukum
islam dengan baik dan benar harus dapat membedakan antara Syariat Islam dengan fiqh
Islam. Pada prinsipnya syariat adalah wahyu Allah yang terdapat dalam Al-Quran dan
Sunnah Rasul. Syariat bersifat fundamental, mempunyai ruang lingkup yang lebih luas
dari fiqh, berlaku abadi dan menunjukan kesatuan dalam Islam. Sedangkan yang
dimaksud dengan fiqh adalah pemahaman manusia yang memenuhi syarat tentang
syariat yang sekarang terdapat dalam kitab-kitab fiqh. Oleh karena itu, fiqh bersifat
instrumental, ruang lingkupnya terbatas pada hukum yang mengatur perbuatan manusia,
yang biasanya disebut perbuatan hukum. Karena fiqh adalah hasil karya manusia, maka
tidak berlaku abadi, dapat berubah dari masa ke masa, dapat berbeda dari satu tempat ke
tempat lain. ( M. Daud Ali, 1999 )

B. Sumber Hukum Islam

Sumber hukum dalam ilmu hukum dibagi menjadi 2, materiil dan formil. Sumber
hukum mateiil merupakan salah satu bidang kajian filsafat hukum yang menentukan dari
mana dan apakah suatu hukum sudah dapat dan mempunyai kekuatan yang mengikat
sebagi norma yang ditaati. Sedangkan sumber hukum formil berisi tentang aturan yang
merupakan hukum positif ( yang berlaku ), antara lain, perundang-undangan, kebiasaan
( adat ), yurisprudensi (keputusan hakim), perjanjian ( traktat ) dan ilmu pengetahuan
hukum ( Suparman Usma, 2001 )
Hukum Islam digali dari dalil-dalil yang terperinci dalam Al-Quran, Sunnah dan
beberapa metode yang diratifikasikan kepada dua sumber utama tersebut,. Pada dasarnya
Al-Quran dan Sunnah baik secara jelas dan gambling ( eksplisit ) maupiun samar-samar
( implisit ) mengandung keseluruhan hukum islam. Namun demikian, yang samar-samar
perlu digali lebih lanjut dengan kemampuan akal, inilah yang biasa disebut ijtihad (Said
Agil al-Munawwar, 2002 )
DAPUS
Amrullah Ahmad. dkk., Dimensi Hukum Islam dalam Sistem Hukum Nasional:: Mengenang 65
tahun Prof. Dr. H. Bustanul Arifin, S.H. (Jakarta: Gema Insani Press, 1996)
M. Daud Ali, Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia
( Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1999)
Said Agil al-Munawwar, Al-Quraan: Membangun Tradisi Kesalehan Hakiki. (Jakarta: Gaya
Media Pratama, 2001)
Suparman Usman, Hukum Islam (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2001)