Anda di halaman 1dari 4

1.

PRODUKSI BENIH LAPANG

I. Pendahuluan
Kebijakan Pemerintah dalam pembangunan di bidang Pertanian khususnya untuk
tanaman pangan semakin meningkat. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
swasembada tanaman pangan di Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan
dukungan ketersediaan benih bermutu dari varietas unggul yang memadai baik
kwalitas maupun kwantitasnya.
Oleh karena itu upaya pengadaan benih perlu terus ditingkatkan dan dimantapkan
untuk mengantisipasi kebutuhan yang semakin meningkat. Dalam hal ini produksi
benih bermutu dilapangan mutlak diperlukan untuk menghasilkan produksi yang
tinggi.Benih bermutu merupakan faktor utama suksesnya produksi. Di negara-negara
berkembang tidak/kurang tersedianya benih bermutu antara lain disebabkan oleh
karena beberapa kelemahan:
1. Penyediaan varietas unggul
2. Teknologi produksi benih
3. Penanganan benih pasca panen
4. Pemasaran
A. Prinsip Produksi Benih
Dalam memproduksi benih yang memiliki mutu yang tinggi, terdapat prinsipprinsip produksi benih yang perlu diperhatikan oleh seorang penakar atau produsen
benih diantaranya seperti;
Mempertahankan kemurnian genetik
Teknologi produksi benih yang mencangkup prinsip-prinsip agronomi untuk
mempertahankan mutu benih yang tinggi. Prinsip-prinsip tersebut diantaranya;
1. Agroklimat dan Lokasi
2. Isolasi
3. Roguing
4. Irigasi
5. Hama dan Penyakit
6. Pasca panen yang tepat
B. Isolasi
Untuk menghindari terjadinya kontaminasi penyerbukan dari polen yang tidak
diinginkan, areal pertanaman produksi benih harus diisolasi dari areal pertanaman
lainnya.
Tujuan dari isolasi :
Isolasi pada produksi benih dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan
terjadinya persarian silang dengan tanaman / varietas lain.
Macam isolasi :
Secara garis besar macam isolasi tanaman dibedakan menjadi 3 (tiga) macam
yaitu :
Isolasi Jarak
Isolasi Waktu

C. Roguing

Roguing adalah proses pembuangan tanaman yang tidak dikehendaki dari


tanaman pokok yang terdiri dari gulma, tanaman spesies lain, varietas atau kulturar
lain tetapi spesies sama dan tanaman tipe simpang sebagai akibat terjadinya segregasi,
mutasi, varian dan lain-lain.
Tujuan dari roguing:

Membuang tanaman yg tidak dikehendaki dr tan pokok, yg td gulma, species lain,


kultivar lain ttp species sama, tana tipe simpang sbg akibat terjadinya segregasi,
mutan, varian dll.
Dilakukan roguing karena :
1. Karena adanya perubahan sifat genetis sehingga menimbulkan tanaman tipe
simpang (rogues).
2. Adanya volunteer plant.
3. Adanya diversifikasi dari tanaman yg diusahakan
4. Terjadinya cross pollination pd waktu benih diproduksi

Kriteria yg digunakan :
1. Harus dicocokkan dengan diskripsi tanaman
2. Bentuk dan warna daun
3. Warna bunga
4. Bentuk dan warna buah
5. Saat berbunga
II. Tujuan Praktikum
Tujuan dari dilakukannya praktikum produksi benih lapang ini diantaranya yaitu:
1. Agar mahasiswa mengetahui tahapan-tahapan untuk memproduksi benih dan
bagaimana teknis-teknis produksi benih di lapangan.
2. Agar mahasiswa dapat menerapkan teori-teori tentang produksi benih yang
telah didapatkan selama perkuliahan.
3. Agar mahasiswa dapat mempelajari teknik-teknik apa saja yang dilakukan
untuk mendapatkan benih berkualitas.
III. Parameter Pengamatan
a. DSTG, DSTE dan % perkecambahan
DSTG (Days From Sowing To Germinatioan) = Ketika tanaman itu mulai
berkecambag
DSTE (Days From Sowing To Emergence) = Ketika tanaman itu sudah berdiri
tegak
Tanggal Pengamatan

Komoditas/Varietas

Jarak Tanam

Jumlah Tanaman :

Tabel 1. Pengamatan DSTG dan DSTG (dimulai 3 hst)


Nomor Tanaman

DSTG
Hari ke-

DSTE

1
2
3
4
5
dst.
Pengamatan Prosentase Perkecambahan

b. Fase vegetative
Tinggi tanaman (cm)
Jumlah daun (buah)
Jumlah cabang (buah)

c. Fase generative

Awal berbunga (hst)

Berbunga 50% dari seluruh jumlah tanaman (hst)

Berbunga 75% dari seluruh jumlah tanaman (hst)

Jumlah bunga/tanaman

Jumlah polong/tanaman

Produksi buah/biji per petak

Tabel 2. Pengamatan Tanaman


Parameter
A. Fase Vegetative

Tanaman Ke1

Tinggi Tanaman (cm)


Jumlah Daun (buah)
Jumlah Cabang
(buah)

B. Fase Genetarive
- Awal Berbunga (hst)
- Berbunga 50% (hst)
- Berbunga 75% (hst)
- Jumlah bunga per
tanaman
- Jumlah polong per
tanaman
- Produksi buah/biji
per petak
Tabel 3. Pengamatan Roguing
Parameter
Bentuk dan warna
daun
Warna bunga
Bentuk dan warna
buah
Waktu berbungan

Hasil
rouguing

Jumlah Tanaman
Off Type

Jumlah Tanaman
Volunter